Sampul Novel "KALA" Buah Cinta Terlarang

"KALA" Buah Cinta Terlarang

8.8 / 10.0
Tuduhan meracuni mertua menghancurkan pernikahan Kayli dan Gala. Saat berjuang memulihkan nama baiknya, Kayli justru menemukan sisi kelam dalam dirinya yang selama ini tersembunyi. Berbagai keanehan yang muncul memicu kecurigaan bahwa ia terlibat dalam tragedi itu tanpa ia sadari. Apakah ia mengidap kepribadian ganda, atau ada sosok mistis yang merasuki raganya? Misteri ini semakin membingungkan ketika Zael, sahabat lamanya, tiba-tiba memanggil dirinya dengan nama Kala.

"KALA" Buah Cinta Terlarang Bab 1

"Kayli! Kayli! Ck! Ni orang dipanggil-panggil kemana sih!" gerutu Didah.

Wanita paruh baya itu terlihat penuh amarah. Sambil beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan dengan langkah ditekan. Didah mengedarkan pandangan dengan cepat, mencari sosok sang Menantu.

"Kayl-" Belum selesai ia memanggil nama Kayli, sang Menantu ternyata baru saja tiba di bingkai pintu depan dengan sekeresek besar sayuran ditentengnya.

"Ibu manggil aku?" tanya Kayli lembut.

"Dari mana aja kamu! Dipanggil-panggil ga nyautin! Budek ya!" cecar Didah sambil mencubit telinga Kayli penuh amarah.

"Tauk nih, lu dari mana sih? keluar kagak izin-izin? gua aduin ke Bang Gala tau rasa lu!" tambah Zara yang tak lain adalah adik Ipar Kayli.

Zara yang baru saja keluar dari kamarnya itu berjalan melewati Kayli, lalu menyenggol bahunya hingga ia terhuyung. Tanpa rasa bersalah, Zara malah mendecih saat melihat Kayli mengaduh.

"Lebay amat sih, kesenggol dikit juga jatoh," dengus Zara.

Tak menghiraukan Zara, Kayli melengos menuju dapur sambil mengambil tentengan yang ia bawa. Namun saat hendak melangkah, sang Mertua maju lantas menarik kerah baju belakangnya dengan paksa. Kayli pun terseok, lalu kereseknya pun melayang dan berhamburan.

Brukh!

"Emang budek ya ini mahluk! Lu udah cacat, bego, budek lagi! Dasar menantu bodoh!" bentak Didah sambil menoyor kening Kayli beberapa kali.

"Gua tanya elu dari mana? hah!" tanya Didah menuntut dengan tatapan nyalang penuh murka.

"Kay tadi udah izin sama Ibu. Trus Ibu jawab hem." Kayli menjawab dengan terbata tanpa berani mengangkat wajahnya lantaran takut pada sang Mertua.

“Waw, berani ya sekarang mengarang cerita, bagus lah! Jadi penulis aja sekalian sana! Hobi curhat-curhatan di buku diary kan lu? Dasar aneh. Bisa-bisanya anak laki gua nikahin mahluk beda kasta kayak lu!” Didah mengatupkan bibirnya dengan geligi gemeretuk menahan jengkel, tanpa melepaskan pandangannya dari Kayli.

“Kayli beli sayuran Bu, buat masak,” ucap Kayli pelan.

“Apa? Buat masak? Baru mau masak lu? Jam berapa ini? Gua udah kelaparan dari tadi! Yaudah lah! cepetan sono masak!” teriak Didah sembari geleng-geleng kepala tanda tak habis pikir.

Kayli pun bangkit setelah Didah melengos pergi dari hadapannya. Namun belum sampai beberapa langkah, Zara datang menghampirinya dengan wajah dongkol. Kayli yang berwajah bersih dan polos, melemparkan senyuman terbaiknya pada sang Ipar. Namun Zara malah menoyor bahu Kayli.

“Eh kocak! Mana sarapan?” bisiknya tepat didepan wajah Kayli.

Belum sempat Kayli membuka mulut, Didah berteriak dari arah ruang tamu. “Zara, Sarapan belom ada! Istri abangmu blom siapin makanan!” Zara pun menepuk jidat sambil mengerlingkan netra.

“Dasar emang kocak ya lu! Kok bisa ya, kembaran gue punya selera bokbrok kek elu!” Zara mengapit pipi Kayli dengan jemarinya yang berkuku panjang hingga Kayli meringis.

“Masak apa lu?” tanya Zara sambil melirik keresek belanjaan yang Kayli bawa.

“Apa? Jamur lagi!” teriak Zara frustrasi.

“Dasar sampah lu! Kan kemaren gua udah bilang gua gak suka jamur! Apalagi jamur kuping kayak gitu! Ih sumpah jijik gua liatnya!” Zara menghempaskan kayli hingga ia tersungkur.

“Ibu! Minta duit! Aku mau makan di luar!”

“Apa? Kan itu si Kayli masak! Ibu gak ada duit ah! Abangmu mana ada kasih ibu duit. Noh di kasihin bininya semua tuh,” omel Didah terdengar ketus dari arah ruang tamu.

Beberapa saat setelah Didah menyantap sarapan, Kayli pun membereskannya. Lalu Kayli pun mengisi perutnya dengan sisa makanan yang ia sembunyikan di bawah wastafel tempat cuci piring. Jika tidak begitu, ia akan mengosongkan perut seharian lantaran sang mertua tak pernah menyisakan makanan untuknya jika sang suami sedang tak ada di rumah.

Sebelum melahap nasi dan tumis jamur kuping yang ia buat, Kayli memotretnya terlebih dahulu untuk ia kirimkan pada Gala sang suami yang tengah bekerja di luar kota. Namun saat hendak menyuap suapan pertama, tiba-tiba terdengar suara teriakan Didah dari arah ruang depan memanggil-manggil namanya. "Kayli! Bawain air dingin! Ibu haus!"

Tapi karena Kayli terlalu lapar dan lemas, ia sengaja menulikan kupingnya lalu melanjutkan makannya. Dengan agak tergesa ia menyantapnya lantaran takut sang mertua murka. Dan benar saja, tak lama kemudian Didah datang dengan suara langkah yang dientak-entakkan. Lalu dibantingnya pintu dapur yang sengaja Kayli tutup.

Brakh!

Prang!

Pintu terpental hingga panci dan katel yang menggantung di dinding terjatuh. Kayli yang tengah menyantap sarapan telatnya itu tersentak kaget hingga ia tersedak. Gegas ia meraih gelas dengan tangan kanannya lalu menegak air itu hingga habis.

“Mantu sial! Lagi makan rupanya!”

Didah mendekat lalu tanpa babibu ia menyambar piring melamin yang Kayli pegang dengan tangan kirinya, lantas membantingnya hingga nasi dan lauknya berhamburan.

Prak!

"Tenggorokan gua kering banget ini! Minta minum!" titah Didah.

"Bu, apa Ibu nggak kelewatan? Walaupun Ibu benci Kay, tapi nasi ini kan nggak punya dosa. Kenapa Ibu lemparin?" tanya Kayli dengan mata berkaca-kaca.

"Ck! Sok ceramah lagi! Ambilin minum cepet!" titah Didah lagi tanpa menggubris ungkapan Kayli.

"Tolong Ibu minta maaf dulu, Ibu udah bener-bener keterlaluan," pinta Kayli sambil menatap sang mertua memelas namun dengan nada yang agak tinggi.

"Ada apaan sih bu?" tanya Zara yang tetiba sudah ada di bingkai pintu dapur.

"Ini si Kayli di suruh ambil minum malah gak jelas nyuruh-nyuruh minta maaf sama Ibu!" ketus Didah.

"Ibu lemparin piring yang ada nasinya. Kalo Ibu gak minta maaf, Kayli takut Ibu kena akibatnya. Gak boleh gitu sama makanan Bu," ujar Kayli membela diri.

"Yaelah! Nasi tinggal secuil juga dipermasalahin! Gajelas lu udik! Kirain gua apaan." Zara melengos kembali setelah melihat piring dan nasi yang berhamburan.

Sedangkan Didah celingukan membuka-buka kitchen set dan tudung saji di atas meja. "Tumis jamur gua mana?" tanyanya sambil menatap Kayli.

Mendengar pertanyaan Didah, Kayli menghela nafas lemah. "Bu, kan tadi udah Ibu makan," jawab Kayli apa adanya.

"Lah itu yang lu makan apaan? Lu abisin semua tumis jamurnya?" tanyanya lagi sambil menunjuk nasi dan beberapa helai jamur kuping yang berserakan di lantai.

Glek!

Kayli menelan saliva lalu menunduk lemah. "Kayli misahin tumisnya sedikit tadi Bu," jawabnya hampir berbisik.

"Ck! Trus gua makan apa nanti sore?" decak Didah.

"Masih ada mentahnya Bu. Nanti Kayli masakin lagi biar anget-anget makannya. Tukang sayurnya ngasih lebih lagi tadi," jawab Kayli sambil membersihkan nasi dan memasukkannya lagi ke atas piring.

"Ah terserah lu dah! puyeng gua ngadepin lu! Mending minum dulu vitamin biar otak fresh!" Didah melengos kembali setelah puas mencecar Kayli dengan segala masalah yang sengaja dibuat-buatnya.

***

"Kayli! Kayli sini cepetan!" teriak Zara dengan nada suara ketakutan.

Kayli yang baru saja hendak berbaring, segera berlari ke sumber suara. Yaitu kamar sang mertua. Pontang-panting ia berlari hingga tersandung kaki meja di ruang tamu lantaran panik mendengar suara Zara yang berteriak-teriak histeris. Setibanya di depan kamar sang mertua, Kayli mengetuk pintunya lalu membukanya dengan hati-hati.

"Ada apa kak?" tanya Kayli dengan ragu.

"Ada apa, ada apa! Ini liat Ibu kenapa gini?" bentak Zara sambil menunjuk sang Ibunda.

Kayli menautkan kedua alisnya melihat Zara yang tengah terduduk di sudut kamar sambil memeluk lututnya, gemetaran. Namun Kayli lebih terkejut lagi saat melihat sang mertua yang tengah terkikik tertawa menyeramkan.

"Ibu! Ibu kenapa Kak?" tanya Kayli sambil mendekati sang mertua.

Namun tetiba Didah meloncat ke atas ranjang seperti seekor kera. Sambil terus terkikik, Didah melompat-lompat di atas ranjang seolah hilang akal. Melihat hal itu, Kayli beringsut mundur.

"Ibu kenapa?" ulangnya.

"Bego! Itu namanya kesurupan!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi "KALA" Buah Cinta Terlarang

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil tanpa sengaja menemukan patung beruang di jalan dan membawanya pulang untuk dirawat dengan tulus. Ia tidak pernah menduga bahwa benda mati tersebut sebenarnya adalah inkarnasi dari sosok dewa muda yang sangat kuat. Wujud beruang itu terus bertahan menemani Melinda hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang cantik. Namun, sebuah konflik menegangkan mendadak muncul dan menguji ikatan unik mereka. Akankah kisah cinta antara manusia dan dewa ini berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur setelah kesuciannya dirampas paksa akibat rencana jahat kakek pacarnya sendiri. Tragisnya, sang kekasih justru mencampakannya demi menikahi wanita lain. Di titik terendah, Lula diselamatkan oleh orang tua kandungnya yang ternyata konglomerat kaya raya. Didukung kekuatan keluarganya, ia pun menyusun rencana balas dendam demi menghancurkan mantan kekasih beserta keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang dicarinya?
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima tega menguji ketulusanku lewat obsesi kejam mereka pada Sandra. Puncaknya, demi menyelamatkan perempuan itu dalam sebuah kecelakaan, mereka membiarkan tanganku hancur hingga karier musikku hancur total. Reaksi diamku saat liontin peninggalan ibu dihancurkan Sandra membuat mereka heran. Namun di rumah sakit ini, cintaku telah mati. Aku sadar ini hanyalah sangkar penyiksaan. Kini, aku bersiap untuk pergi dan membalas semua kepedihan ini.
Sampul Novel Nafsu Kakak Tiriku
9.6
Nando diam-diam terobsesi pada adik tirinya, Laily, yang dikenal anggun. Suatu malam, ia mencoba melecehkan Laily saat gadis itu bersiap ibadah. Beruntung, Abdi yang sedang mabuk datang menolong. Sialnya, keadaan justru berbalik hingga Abdi difitnah sebagai pelaku asusila. Akibat tuduhan keji tersebut, Abdi terpaksa menikahi Laily guna mempertanggungjawabkan kesalahpahaman yang merusak nama baiknya.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED