Sampul Novel Kabar Buruk Kehamilanku

Kabar Buruk Kehamilanku

9.7 / 10.0
Kebahagiaan Rike atas kehamilannya hancur seketika saat sebuah kabar mengejutkan beredar. Ia dituduh telah mengandung sebelum resmi menikah dengan suaminya. Akibat rumor ini, sang ibu merasa sangat kecewa dan menuduh Rike telah berzina. Di tengah kepedihan, Rike harus berjuang keras demi mengembalikan kepercayaan ibundanya. Namun, benarkah tuduhan menyakitkan itu menyimpan sebuah fakta tersembunyi? Ikuti kisah perjuangan Rike dalam mengungkap kebenaran yang sesungguhnya.

Kabar Buruk Kehamilanku Bab 1

Part 1

 Senangnya hasil testpack ku positif

"Yank aku hamil loh!!" Kataku girang pada suamiku pagi itu.

"Beneran nih Yank? Alhamdulillah berarti sebentar lagi aku jadi Ayah nih," kata suamiku tak kalah bahagia sambil memelukku.

"Iya Yank, Alhamdulillah. Sebentar lagi kita jadi orang tua. Mulai sekarang kita ganti panggilan jadi Ayah dan Bunda aja ya, biar tersbiasa nantinya. Gimana Yah?" Ucapku sambil melepaskan pelukan dengan suamiku.

"Siap Yank, eh Bunda. Terima kasih ya sudah memberi kebahagian tak terkira padaku. Memang ini yang kutunggu tunggu. Dan Alhamdulillah belum genap sebulan kita menikah, kamu sudah hamil Bun. Dijaga baik baik ya kandungannya ya, kalau bisa sih Bunda berhenti saja bekerja, biar aku saja yang cari nafkah. Insyaallah gajiku sudah sangat cukup untuk memenuhi semua kebutuhan kita, dan juga untuk lahiran nanti," jawab suamiku yang kini sedang menggenggam tanganku dan menatapku.

"Tapi aku masih ingin bekerja Yah, janji deh nggak bakal kecapekan. Pliss ya, nanti kalau mau lahiran baru aku resign deh," kataku memohon.

"Oke oke deh. Tapi nanti kalau misalnya setelah kita periksa, dokter meminta Bunda banyak istirahat, Bunda juga harus janji bakal langsung resign dari kerjaan loh," ucap suamiku menatapku serius, masih setia menggenggam tanganku.

"Siap Pak Bos!!" Kataku sambil menaruh tangan kanan di dahi dan tersenyum padanya.

Kebetulan hari ini adalah hari minggu, jadi setelah berjamaah shalat subuh tadi, kami melanjutkan istirahat. Karena beberapa ini aku merasa agak mual, maka kemarin sepulang kerja, aku berinisiatif membeli tespeck, siapa tahu aku hamil, karena memang aku dan suami sangat ingin segera memiliki momongan setelah menikah. Dan ternyata pagi ini tespeck tersebut menunjukkan dua garis, subhanallah walhamdulillah sungguh sangat bahagia aku, dan tentu juga dengan suamiku.

"Yank, eh Bun, maaf lupa terus sih. Lebih baik sekarang kita telepon Mamaku, pasti beliau sangat senang karena akan segera memiliki seorang cucu. Dan juga langsung menghubungi Bapak dan Ibu dikampung, pasti mereka juga bahagia kan Bun," ucap suamiku.

"Yuk Yah. Sekalian minta doa supaya dedek utun didalam kandungan sehat selalu hingga hari kelahirannya nanti," jawabku dengan mengangguk.

Kemudian suamiku langsung menelepon Mama mertua, dan benar saja respon beliau sangat luar biasa, beliau sangat senang akan mendapatkan cucu pertama. Karena memang suamiku adalah anak sulung dan adiknya Fabian, baru kelas tiga sekolah menengah atas. Sejak meninggalnya Papa Mertua, dua tahun yang lalu, beliau terus saja meminta suamiku, Mas Febry, untuk segera menikah. Dan sebenarnya saat itu aku dan suamiku sudah berpacaran, namun aku memang belum siap menikah, karena masih ingin bekerja dan membantu orang tuaku menyekolahkan adik adikku.

Mendengar berita kehamilanku ini, Mama meminta kami untuk tinggal bersamanya, karena memang jarak rumah mertuaku lebih dekat dari pada rumah orang tuaku. Dari rumahku ke rumah Mama, hanya sekitar tiga puluh menit perjalanan, dan memang lebih dekat ke tempat kerjaku. Kalau rumah orang tuaku, berada di luar kota, berjarak sekitar tiga jam perjalanan dari rumahku.

Memang sejak pertama kali dikenalkan kepada Mama, beliau sudah sangat senang padaku dan sudah mengangapku sebagai anaknya sendiri. Karena memang dia tak memiliki anak perempuan. Beliau sering mengundangku makan malam di rumah, dan saat hari minggu aku pun kadang seharian disana membantunya melakukan perkerjaan rumah. Kebetulan juga memang tempat kost ku sangat dekat dengan rumah beliau.

Saat menikah kemarin pun beliau menghadiahiku sebuah motor matic klasik keluaran itali, karena memang Ibu mertuaku ini mempunyai usaha sebuah toko bangunan dan perkebunan teh  peninggalan Papa dulu. Sebenarnya katanya sih, Mama ingin memberiku kado sebuah mobil, namun karena beliau tau aku sungguh tak berani mengemudikannya maka beliau pun  membelikan ku motor matic saja, tapi jangan salah harganyapun tak jauh dari harga satu buah mobil loh. Sungguh aku sangat bersyukur memiliki mertua seperti beliau. Namun meskipun beliau sangat baik, aku lebih suka tinggal dirumah sendiri, rumah yang diberikan Mas Febry sebagai hadiah pernikahan kami.

Meninggalkan euforia Mama yang akan mendapatkan cucu pertamanya, aku pun kemudian menelepon orang tuaku di kampung. Dan seperti biasa teleponku diangkat oleh Ibu, karena Bapakku sama sekali tak bisa menggunakan telepon.

"Assalamualaikum Bu, bagaimana kabar Bapak dan Ibu dirumah?" Ucapku memulai pembicaraan lewat telepon.

"Waaaikumsalam, Rik. Kabar Bapak dan Ibu disini baik baik saja. Kamu dan Febry juga baik baik saja kan disana?" Jawab Ibu di seberang sana.

"Alhamduliah kami juga baik baik saja Bu. Bapak dan adik-adik apa ada di rumah Bu?" Tanyaku.

"Bapak seperti biasa di sawah. Adik adikmu sudah ikut jalan sehat yang diadakan di lapangan tadi pagi. Ada apa sih memangnya? Ini disini ada Bude Nur," jawab Ibuk lewat telepon.

"Oalah pada tak ada di rumah semuanya ya, padahal aku ingin menyampaikan kabar bahagia loh." Aku mengatakan itu pada Ibu.

"Kabar bahagia apa to Nduk, kamu ini membuat penasaran saja. Ayo cepat bilang, kebetulan kan Bude mu juga ada disini, dia juga pingin tahu ini kabar baik apa? Apa kami baru saja diberi hadiah oleh suamimu? Atau diberi hadiah oleh mertua mu yang baik itu?" Kata Ibu yang sepertinya sudah sangat penasaran.

"Bukan Bu, kabar ini lebih membahagiakan lagi, aku dan Mas Ferdi sudah di beri hadiah oleh Allah Bu, alhamdulillah aku hamil Bu," jawabku dengan antusias.

"Apa???  Kamu hamil? Nikah belum genap sebulan kok sudah hamil," jawab Ibu dari sana.

Sungguh kaget aku dengan respon dari Ibu kandungku tersebut, kenapa sepertinya malah tidak senang dengan kehamilanku ini.

"Iya Bu, Rike hamil. Memangnya kenapa kalau belum genap sebulan menikah, aku tak boleh hamil gitu ya Bu? Ini kan rejeki dari Allah Bu, masak aku harus menolaknya. Bukankah banyak diluar sana para wanita yang kurang beruntung, sudah menikah bertahun tahun masih belum diberi momongan kan Bu?" Ucapku dengan lirih pada Ibu.

Kudengar pelan suara Bude Nur meminta telepon dari tangan Ibu, dia ingin bicara denganku langsung katanya.

"Rike Rike, kamu itu lo kok nggak kasihan sih sama orang tuamu. Ibuk dan Bapakmu itu orang miskin, kenapa kamu masih tega mempermalukan mereka juga. Susah payah mereka membesarkanmu dan menyekolahkan mu, hingga Bapakmu mau melakukan semua pekerjaan kasar agar kami bisa kuliah di kota, malah kamu mencoreng muka mereka sekarang!. Dasar anak tak tau terima kasih kepada orang tua kamu ini!!" Bude Nur mengucapkan itu dengan tegas.

"Lho lho lho, sebentar Bude, apa maksud perkataan Bude tadi? Aku kan menyampaikan kabar bahagia, mengapa malah dibilang mempermalukan orang tua? Bude lupa ya kalau aku ini sudah menikah, jadi halal dong kalau aku hamil dengan suamiku," ucapku sedikit tak terima dengan perkataan Bude Nur.

"Kamu ini masih pura pura nggak ngerti juga sih? Lha kelakuanmu yang hamil duluan kan mencoreng wajah orang tuamu to! Masak iya sih, belum satu bulan kok sudah hamil, Bude hitung hitung kamu itu baru nikah selama dua puluh jari loh. Pasti kamu sudah nyicil duluan kan!! Dan juga sebagai anak sulung perempuan harusnya kamu itu jadi teladan buat adik adikmu, jangan malah ngajarin yang tidak benar. Memang ya kamu dari dulu itu nggak bisa dibilangin kok!" Bude Nur masih terus berucap dengan tegas.

Next???

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kabar Buruk Kehamilanku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika yang butuh biaya medis besar dan donor langka, Alya terpaksa menerima tawaran Niko. Pengusaha kaya yang mendambakan keturunan itu mengajukan perjanjian ibu pengganti. Meski awalnya ragu, Alya menyetujuinya demi sang ibu. Tak disangka, benih asmara justru tumbuh di antara mereka hingga memicu pergolakan batin. Ketika sebuah rahasia besar akhirnya terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil tanpa sengaja menemukan patung beruang di jalan dan membawanya pulang untuk dirawat dengan tulus. Ia tidak pernah menduga bahwa benda mati tersebut sebenarnya adalah inkarnasi dari sosok dewa muda yang sangat kuat. Wujud beruang itu terus bertahan menemani Melinda hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang cantik. Namun, sebuah konflik menegangkan mendadak muncul dan menguji ikatan unik mereka. Akankah kisah cinta antara manusia dan dewa ini berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berbalik total setelah sebuah rahasia di kampusnya terungkap. Ezza, sosok suami yang dinikahinya melalui perjodohan orang tua, mendadak hadir sebagai dosen baru di tempatnya berkuliah. Kemunculan Ezza yang tiba-tiba di hadapannya memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai mempertanyakan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada motif terselubung di balik keputusan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an meminta cerai setelah tiga tahun pernikahan. Ia memohon kepada sang istri agar diizinkan memiliki anak lagi dengan mantan kekasihnya itu sebagai pendonor sel penyelamat. Di balik janji setianya untuk kembali setelah proses medis selesai, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang telah menanti kedatangan Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima tega menguji ketulusanku lewat obsesi kejam mereka pada Sandra. Puncaknya, demi menyelamatkan perempuan itu dalam sebuah kecelakaan, mereka membiarkan tanganku hancur hingga karier musikku hancur total. Reaksi diamku saat liontin peninggalan ibu dihancurkan Sandra membuat mereka heran. Namun di rumah sakit ini, cintaku telah mati. Aku sadar ini hanyalah sangkar penyiksaan. Kini, aku bersiap untuk pergi dan membalas semua kepedihan ini.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED