Bab 2

"Sial, sial, sial! Apa yang telah kau lakukan, Aileen?"

Sejak tadi, wanita itu terus-terusan mengumpat. Dia terlihat begitu frustasi ketika mengingat apa yang telah terjadi semalam. Wanita itu merasa dirinya benar-benar bodoh, karena telah rela melepaskan harta berharganya dengan cuma-cuma pada orang yang sama sekali tidak dikenalnya.

Namun entah kenapa, Aileen tak bisa menangis. Seratus persen dia sadar, jika kesalahan itu murni atas tindakannya sendiri.

"Semua ini gara-gara kau, Daniel! Andai saja kau tak menyakiti hatiku, aku tak mungkin bertindak bodoh dengan datang ke Klub malam." Wanita itu malah menyalahkan Daniel, akan nasib sial yang telah dialaminya. Dia yang merasa dendam pada mantan kekasihnya itu, sampai memukul-mukul foto lelaki tersebut.

Akhirnya, setelah lama terdiam untuk berpikir, Aileen memantapkan hatinya untuk memilih pergi dari sini. Wanita itu bertekad pergi dari kota Bandung, untuk melupakan segala kesialan dan kesakitan hatinya saat ini. Dia bahkan membawa semua barang-barangnya dan tak menyisakan jejak sedikit pun, seolah kehadirannya di sini hanya angin lalu saja.

***

Angin berhembus melewati jendela yang tidak terkunci. Menerbangkan gorden putih yang menjadi media penutup kaca. Tapi sinar matahari masih bisa menembusnya, membuat seorang lelaki yang sedang tertidur itu terusik akan silaunya.

Kendrick melenguh, lalu menggerakkan tubuhnya untuk meregangkan otot yang terasa kaku. Sesaat dia hanya terdiam dengan pandangan sayup. Tubuhnya terasa sangat lelah, membuatnya ingin bermalas-malasan lagi di atas ranjang.

Tangannya meraba bagian ranjang di sampingnya. Tak menemukan apa yang dia cari, dia segera membuka matanya lebar-lebar. Kendrick segera terduduk, karena terkejut tak mendapati wanita yang semalam telah bercinta dengannya.

"Di mana dia?" gumam Kendrick segera bangun dari ranjang. Dia membiarkan tubuh polosnya begitu saja, lalu berjalan ke arah kamar mandi.

Kendrick terlihat berdecak kesal, saat tak menemukan siapapun di ruangannya. Berkali-kali dia bahkan terdengar mengumpat dengan lirih.

Lelaki itu segera membersihkan diri dengan cepat, lalu menelpon anak buahnya untuk datang ke kamarnya.

"Apa kalian tahu siapa wanita yang semalam bersamaku?" tanya Kendrick pada tiga orang di depannya. Tangan lelaki itu bertolak pinggang, menatap satu-persatu anak buahnya dengan tajam. Dia baru saja mandi dan belum berpakaian. Hanya membungkus handuk pada bagian pinggangnya.

Sedangkan para anak buah Kendrick terlihat saling pandang, mereka terlihat bingung dan mencoba memahami ucapan sang bos.

"Anda menyuruh kami untuk tidak membuka layanan kamar kemarin, Tuan," ungkap Luke. Manajer yang bertanggung jawab di Permata Klub dan Hostel.

"Benarkah? Lalu kenapa ada wanita datang di kamarku?" tanya Kendrick lagi dengan dahi yang berkerut dalam.

"Sepertinya kami kecolongan, saya akan memeriksa CCTV kalau begitu," kata Luke tampak merasa bersalah.

"Aku ikut!"

Kendrick sungguh penasaran dengan wanita yang telah mempermainkannya. Baru kali ini, dia didatangi oleh wanita yang tidak dikenal. Memberikan surga dunia padanya, lalu meninggalkannya tanpa jejak.

Lelaki itu bersiap berpakaian. Dia bahkan tak malu bertelanjang di hadapan anak buahnya. Kendrick mengambil kemeja dan celana kain yang berwarna senada lalu dengan cepat memakainya.

Setelah siap, Kendrick segera keluar diikuti Luke dan yang lainnya. Mereka kini berjalan menuju ruang CCTV. Kendrick segera menyuruh petugas yang berjaga untuk mengecek lantai kamar yang ditinggalinya.

Dari sana, Kendrick bisa melihat wanita yang berlari dengan kesusahan. Wanita itu mencoba kabur dari kejaran dua orang. Dan setelah diperhatikan, salah satu orang yang mengejar memakai seragam pelayan Permata Klub.

"Cari lelaki itu, aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi!" perintah Kendrick pada Luke.

Kendrick masih duduk di sana. Dia mulai mengeluarkan rokok dari sakunya dan menyalakannya. Dia masih mengawasi tampilan layar di depannya. Menatap gerak-gerik wanita yang semalam bersamanya dari lantai bawah sampai ke kamarnya.

Beberapa saat, datanglah Luke bersama seorang lelaki di belakangnya. Bisa Kendrick lihat, jika lelaki itu adalah orang yang ada di rekaman CCTV tadi.

"Tuan memanggil saya?" Lelaki itu terlihat gugup di depan Kendrick, tangannya saling bertautan dengan erat dengan kepala yang menunduk.

"Bisa kau jelaskan ini?!" perintah Kendrick mengintimidasi, sambil menunjuk layar rekaman CCTV.

"Seseorang semalam memaksa ingin menyewa kamar. Dia menyeret wanita dalam keadaan mabuk. Saya sudah bilang jika pelayanan kamar telah ditutup, tapi lelaki itu memaksa saya. Saat kami sedang berdebat, wanita itu berhasil kabur. Akhirnya kami mengejarnya." Lelaki pelayan tersebut menjelaskan dengan sedikit terbata-bata.

"Kau tahu apa yang dia lakukan padaku?" tanya Kendrick dengan suara yang menggeram menahan marah.

Lelaki pelayan itu hanya menggeleng lemah. Dia menunduk, tidak berani menatap sang bos besar.

"Dia mempermainkanku!" teriak Kendrick sambil menggebrak meja. Lelaki itu berdiri dan menatap semua orang di depannya dengan tajam.

"Aku tidak mau tahu, cari wanita itu sekarang juga. Kalian harus menyeret wanita itu ke hadapanku!" perintah Kendrick sambil berteriak marah.

Lelaki itu tidak suka dipermainkan. Baginya, yang boleh mempermainkan hanyalah dirinya. Dia telah tersinggung dengan apa yang dilakukan wanita yang semalam. Memberikan kepuasan lalu pergi? Ah ... Kendrick merasa dirinya menjadi seperti gigolo sekarang.

Setelah merasa tenang, Kendrick membuang napas dengan kasar. Dia lalu keluar dari ruangan tersebut, berjalan tegas dengan wajah yang dingin.

Seminggu telah berlalu, tapi Kendrick tak mendapatkan laporan apapun tentang wanita itu. Dia sudah menyebar anak buahnya untuk mencari ke pelosok kota, tapi hasilnya tetap saja nihil.

Hal ini membuat Kendrick merasa sedikit frustasi. Apalagi pekerjaan di perusahaan utama sudah menumpuk dan harus segera diselesaikan. Dia terpaksa kembali ke kota asalnya, dengan seluruh rasa kecewa yang didapatnya.

Tapi Kendrick sama sekali tak putus asa, dia bahkan tak menghentikan pencarian. Lelaki itu benar-benar terobsesi pada wanita yang telah memberikan cinta satu malam padanya tersebut.

Sejak kejadian tersebut, Kendrick menjadi sering uring-uringan. Dia sering marah tanpa sebab pada sekretarisnya, menjadikan hal kecil sebagai masalah besar.

"Apa kau tidak bisa bekerja? Kenapa laporan minggu lalu ada di mejaku?" bentak Kendrick dengan kesal. Lelaki itu terlihat memejamkan mata sambil memijat pangkal hidungnya.

"Anda sendiri yang meminta laporan ini direvisi, Tuan, dan ini hasilnya." Cakra--sang sekretaris, menjawab dengan tenang. Lelaki berkacamata tersebut terlihat sabar saat menghadapi sikap menjengkelkan dari bosnya akhir-akhir ini.

"Cih, sekarang kau menyalahkanku?" desis Kendrick bertambah geram.

Lelaki itu mulai berdiri, mengambil bir di lemari pendingin yang ada di pojok ruangan. Dia menenggaknya sekali sampai tersisa setengah. Sesaat dia terdiam, kembali mengingat wanita yang telah mengusik pikiran dan hari-harinya.

"Di mana sebenarnya kau bersembunyi?" gumam Kendrick bertanya-tanya.

Ternyata ucapan Kendrick terdengar oleh Cakra. Lelaki itu menghampiri bosnya lalu bertanya, "Siapa yang Anda maksud?"

Kendrick menoleh dan menatap sinis ke arah Cakra. Dia mengabaikan sekretarisnya lalu duduk di sofa. Kendrick menyandarkan tubuhnya dengan kasar, lalu kembali memejamkan matanya.

"Keluarlah, aku tidak ingin diganggu!" perintah Kendrick terdengar lesu.

Tak berapa lama, Cakra benar-benar keluar dari ruangannya. Tempat itu kembali hening, sampai beberapa saat suara teriakan wanita membuat wajah Kendrick berkerut.

"Sayang...."

Sesosok wanita berpakaian seksi dengan rambut pirang sebahu menghampiri dirinya. Kendrick membuang napas kasar saat melihat kedatangan Nadia ke sini.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Kendrick dengan malas.

"Kenapa tidak ada kabar? Kau bahkan menolak teleponku. Apa kau tidak tahu jika aku sangat merindukanmu?" ungkap Nadia berwajah cemberut dengan sikap yang manja.

"Aku masih sangat sibuk, banyak pekerjaan yang belum terselesaikan," tutur Kendrick.

"Oh, Sayang. Tapi aku menginginkanmu hari ini. Temani aku, ya?" Nadia menaik-turunkan alisnya menggoda Kendrick. Lalu dengan sensualnya, dia berbisik lirih di telinga lelaki itu. "Aku sudah menyiapkan kejutan untuk menservismu nanti malam."

Mendengar ini Kendrick berdecak, dia menatap Nadia dengan kesal selama beberapa saat. Tapi akhirnya lelaki itu luluh juga, dia mengecup singkat bibir Nadia dan memegang dagu wanita tersebut.

"Awas saja jika kau mengecewakanku, akan kubuat kau tidak bisa berjalan selama seminggu," ancam Kendrick.

Nadia yang mendengar hal itu hanya terkekeh, wanita itu mulai berdiri dan menarik tangan Kendrick. Kini mereka berdua mulai keluar dari ruangan kerja tersebut. Sepanjang jalan, Nadia selalu menggandeng tangan Kendrick dengan mesra.

Sudah jadi rahasia umum, jika CEO perusahaan Permata Group adalah seorang Casanova. Tak jarang para pegawai kantor wanita berpose untuk menggoda bos mereka. Mereka berharap sang bos melirik mereka untuk dijadikan wanita simpanan. Tapi sayang, penilaian Kendrick sangatlah tinggi. Sehingga hanya seorang yang benar-benar cantik yang bisa memikatnya.

Banyak orang menunduk hormat ketika berpapasan dengan mereka. Inilah hal yang sangat disukai Nadia. Menjadi penguasa, agar para manusia rendahan bisa memujanya. Hal ini juga yang membuat Nadia terlalu ambisius untuk menjadi Nyonya Adelard.

Berbeda dengan pemikiran Nadia, Kendrick hanya menganggap wanita itu sebagai mainannya. Dia tidak suka berkomitmen. Lagipula dia masih ingin menjelajahi wanita untuk memuaskan dahaganya.

Tepat saat mereka berjalan keluar menuju basement, perhatian Kendrick teralihkan pada sosok yang baru saja masuk ke dalam kantornya. Dia sampai menghentikan langkah untuk memperhatikan wanita itu dengan lekat.

Seulas senyum puas langsung terpatri ketika Kendrick mengenali wanita tersebut. Hatinya menggebu-gebu, merasakan perasaan antusias yang selama ini ditunggu-tunggu.

"Akhirnya aku menemukanmu!" gumam Kendrick lirih dengan senyum puasnya.

Kendrick lalu melepaskan tangan Nadia. Lelaki itu tiba-tiba berlari masuk, mengejar wanita yang telah membuatnya uring-uringan selama seminggu ini.

Bab 3

Seminggu telah berlalu, sedikit dan perlahan, Aileen mulai melupakan kejadian yang terjadi padanya. Dia menyibukkan diri dengan bekerja sehingga dia tidak terlalu terpuruk. Untung saja setelah dia pindah di kota Jakarta, dia segera mendapatkan pekerjaan sebagai sekretaris CFO perusahaan Permata Group.

(CFO merupakan singkatan dari Chief Financial Officer. Biasanya membantu dalam segala urusan keuangan perusahaan.)

Aileen baru saja istirahat makan siang di kedai makanan depan perusahaan ketika mendapatkan panggilan dari Han, bosnya. Han memintanya untuk kembali ke kantor sekarang juga. Hal ini membuat Aileen terpaksa menyelesaikan makannya, meskipun dia masih terlihat lapar.

Beberapa kali dia tersenyum pada orang yang berpapasan dengannya. Aileen benar-benar sangat ramah terhadap semua orang, tak terkecuali seorang satpam sekali pun.

Dirinya berdiri di depan pintu lift. Kakinya menghentak kecil sesuai irama denting jam. Sesekali dia memeriksa jam, memastikan jika dirinya tidak telat.

"I catch you."

Baru saja Aileen hendak masuk ke dalam pintu lift yang terbuka, tangannya ditarik ke belakang dengan keras. Dirinya yang kaget sampai tersentak hampir terjatuh.

Untung saja ada tangan kokoh yang menariknya dengan cepat. Namun hal ini membuat kepalanya membentur pada dada bidang orang di depannya tersebut.

"Aw ...," keluh Aileen meringis kesakitan. Dia segera mendongak untuk menatap kesal orang yang telah menarik dirinya. "Apa-apaan ini?"

"Akhirnya, aku mendapatkanmu. Kau harus ikut denganku sekarang juga!"

Lelaki itu menarik tangan Aileen dengan erat. Aileen yang masih kebingungan mencoba berontak, tangannya meraih pilar di dekatnya sebagai pegangan.

"Apa yang kau lakukan, siapa kau?" tanya Aileen berteriak dengan panik.

Mendengar ini Kendrick merasa terkejut. Dia menoleh, lalu menatap Aileen dengan alis berkerut. "Kau tidak mengenalku?"

Dengan polosnya, Aileen menggeleng lemah. Wanita itu menatap Kendrick lekat, mencoba mengenali siapa lelaki di depannya. Tapi seberapa keras dia mencoba, dia benar-benar tak mengingat lelaki itu.

Senyum sarkas mulai muncul di bibir Kendrick. Lelaki itu menatap Aileen dengan lekat, lalu perlahan mencondongkan kepalanya mendekati wajah Aileen.

"Mungkin jika di ranjang, kau akan mengingatnya," bisik Kendrick dengan nada yang begitu menggoda.

Aileen benar-benar merasa terkejut dengan ucapan tersebut, dengan sekali hentakan dia melepaskan tangan lelaki di depannya.

"Dasar kurang ajar, memangnya kau siapa?" Dia berteriak marah, wajahnya terlihat begitu malu saat ini.

Pertengkaran ini membuat orang-orang di sekitar memperhatikan mereka. Banyak yang keheranan dengan sosok Aileen yang begitu berani dengan pemilik perusahaan ini. Tapi banyak juga yang mendukung, bagi mereka yang tidak suka dengan sikap playboy CEO mereka.

Baru saja Kendrick ingin membalas Aileen, Nadia tiba-tiba kembali datang menghampirinya. Wanita itu berdiri di tengah-tengah Kendrick dan juga Aileen.

"Apa yang kau lakukan, kenapa meninggalkanku?" protes Nadia terlihat kesal saat menatap Kendrick.

Hal ini membuat Kendrick mendesah kasar, dia tidak ingin buruannya lepas hari ini. Maka dari itu, dia berkata pada Nadia. "Pulanglah, aku akan menemuimu besok. Aku ada urusan penting sekarang."

"No, kau sudah berjanji hari ini, Sayang," tampik Nadia menolak.

"Jangan membuatku marah, Nadia." Kendrick yang sudah merasa kesal menatap Nadia dengan tajam. Lelaki itu bahkan menurunkan suaranya, seperti seseorang yang sedang menggeram.

Perlakuan Kendrick membuat Nadia menjadi takut, wanita itu mulai mundur perlahan. Tapi tatapannya tak beralih sedikitpun dari lelaki Casanova tersebut. Hatinya bergemuruh, apalagi melihat Kendrick menggandeng seorang wanita di depannya.

Merasa malu karena tatapan cemoohan para karyawan, Nadia memutuskan untuk pergi dari sana. Sepanjang jalan, wajahnya terlihat tertekuk murung. Kakinya menghentak kasar, dengan mulut yang tak berhenti bergumam.

Sedangkan di tempat Aileen, wanita itu masih mencoba berontak dari genggaman lelaki di depannya. Tapi semakin dia berusaha lepas, pergelangan tangannya semakin terasa sakit.

"Apa-apaan kau ini, lepaskan aku!" Meskipun begitu, Aileen tak ingin menyerah. Dia berniat membuat malu seseorang yang telah bertindak kasar padanya. Berharap akan ada orang yang menolong dirinya.

Tapi sampai di lantai atas sekali pun, tidak ada orang yang menolongnya. Semua orang yang dilewatinya hanya menatap dirinya dengan iba.

Setelah mereka memasuki sebuah ruangan, tubuh Aileen terhempas begitu saja. Wanita itu tidak sempat berlari, ketika lelaki yang menyeretnya tadi mengungkung dirinya dengan kedua tangan menghadap dinding.

"Apa yang kau lakukan? Jangan macam-macam atau aku akan melaporkanmu ke polisi," ancam Aileen yang entah kenapa merasa takut dengan sikap lelaki di depannya.

Tapi Kendrick malah terkekeh, lelaki itu terlihat tertarik dengan sikap berani yang ditunjukkan oleh Aileen.

"Seharusnya aku yang melaporkanmu. Kau datang ke kamarku, lalu mempermainkanku begitu saja. Kau bahkan hilang tanpa pertanggungjawaban." Meskipun diucapkan dengan nada yang begitu santai, tatapan Kendrick sangat tajam saat menatap Aileen.

Aileen sendiri tampak tercengang dengan apa yang dia dengar. Apa artinya lelaki itu adalah lelaki yang pernah mendapatkan dirinya cuma-cuma?

Hati Aileen bergemuruh, wanita itu balas menatap tajam Kendrick. "Kau!" Dia mendesis marah, sikapnya benar-benar terlihat berani tanpa adanya ketakutan sedikitpun.

"Oh, kau sudah ingat sekarang?" sindir Kendrick dengan senyum sinisnya.

"Lepaskan aku sialan, kenapa kau menangkapku? Kau bahkan tak rugi apapun dengan kejadian tersebut."

Aileen kembali berontak, dia mengeluarkan semua tenaganya. Kakinya yang terbebas berniat menendang paha lelaki tersebut.

Tapi gerakan Aileen sepertinya sudah terbaca oleh Kendrick. Dengan kejamnya, lelaki itu semakin memepet tubuh Flora. Dia bahkan menekan kaki wanita itu agar tak bisa bergerak lagi.

"Rupanya kau suka bermain-main, ya," ungkap Kendrick dengan kepala mengangguk-angguk. Bibirnya memancarkan senyum aneh, yang membuat Aileen merasa bergidik.

"Kalau begitu, aku ingin memainkannya lagi denganmu. Aku ingin kau merasakan dipermainkan!" hardik Kendrick tiba-tiba menjadi geram.

Lelaki itu mulai mencium bibir Aileen dengan kasar, tangannya yang satu mengunci kedua tangan Aileen. Sedangkan tangan yang satu mulai bergerilya di tubuh wanita itu.

Teriakan Aileen teredam oleh ciuman tersebut. Wanita itu memejamkan mata rapat, berusaha menolak sentuhan yang diberikan lelaki tersebut. Tubuh Aileen tak berhenti melawan, yang akhirnya malah membuatnya lemas sendiri karena kehilangan banyak tenaga.

Tapi belum sempat Kendrick melakukan yang dia mau, suara ketukan di pintu membuatnya terganggu. Seseorang yang masuk ke dalam membuatnya mengumpat kasar. Lelaki itu terlihat marah, apalagi melihat buruannya berhasil melepaskan diri darinya. Wanita itu bahkan langsung berlari keluar ketika mendapatkan celah.

"Wow, aku tidak tahu jika kau sedang bersenang-senang," sindir Haris–sahabat Kendrick yang tiba-tiba masuk tersebut.

"Kau mengacaukan semuanya," geram Kendrick menatap Haris dengan tajam.

"Sorry, kau bisa melanjutkannya nanti. Aku datang sebagai klien hari ini," kata Haris dengan bahu terangkat acuh.

"Cih." Kendrick berdecak, dia mengabaikan Haris. Tatapannya beralih pada Cakra yang berdiri di dekat pintu.

"Kau, kemarilah!" perintah Kendrick sambil menggerakkan dagunya.

Cakra dengan sigap berjalan mendekati Kendrick. Lelaki berkacamata tersebut menatap Kendrick lekat, seolah siap untuk menerima perintah yang akan datang.

"Kau tahu siapa wanita tadi?" tanya Kendrick tiba-tiba.

Alis Cakra berkerut, tapi hanya sesaat sebelum dia mengingat wanita yang berpapasan dengannya di depan pintu tadi. Maka dari itu, dia mengangguk.

"Namanya Aileen, dia sekretaris baru tuan Han. Kepala pemimpin bagian CFO," ungkap Cakra menjawab.

Kendrick mengangguk. Dengan senyum yang puas, tiba-tiba saja dia berkata, "Aku ingin wanita itu menjadi asistenku saat ini juga."

"Apa?" Tentu saja hal ini membuat Cakra terkejut. Apa dia tidak salah dengar dengan permintaan bosnya? Memang siapa wanita itu sampai bosnya itu menginginkan?

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED