Sampul Novel JATUH DI PELUKAN LELAKI BERISTRI

JATUH DI PELUKAN LELAKI BERISTRI

9.2 / 10.0
Keadaan sulit mempertemukanku dengan seorang pria yang menjadi penolongku. Lambat laun, rasa cinta yang begitu dalam tumbuh di hatiku untuknya. Sebagai perempuan biasa, aku tidak kuasa menepis perasaan ini. Walau sadar dia sudah memiliki istri, aku tetap siap menghadapi segala kepedihan serta konsekuensi rumit demi menjalani hubungan terlarang ini.
Ringkasan JATUH DI PELUKAN LELAKI BERISTRI
Keadaan sulit mempertemukanku dengan seorang pria yang menjadi penolongku. Lambat laun, rasa cinta yang begitu dalam tumbuh di hatiku untuknya. Sebagai perempuan biasa, aku tidak kuasa menepis perasaan ini. Walau sadar dia sudah memiliki istri, aku tetap siap menghadapi segala kepedihan serta konsekuensi rumit demi menjalani hubungan terlarang ini.
Baca Selengkapnya

JATUH DI PELUKAN LELAKI BERISTRI Bab 1

JATUH DI PELUKAN LELAKI BERISTRI.

Part: 1.

***

Sejauh mana aku berjalan, setiap detiknya tetap saja aku merasa kehampaan.

Dunia mencibirku dengan sebutan anak haram. Hingga di suatu senja Ibuku meregang nyawa setelah mendengar umpatan dari Kakak beradiknya.

"Sakitmu ini adalah azab," ujar Bibikku.

"Selama Anak haram ada di rumah ini, maka selama itu pula kehidupan kami akan sial," lanjut Pamanku pula.

Ibu semakin berat menarik napasnya. Wajah tua yang sudah tampak begitu lemah itu seketika menjadi tegang. Tubuhnya bergetar hebat dan kejang-kejang.

"Bu," lirihku mendekatkan diri memeluknya.

Tak berapa lama mata Ibu tertutup setelah napas terakhir yang ia hembuskan terlihat begitu sakit.

"Ibu!" teriakku histeris.

Paman dan Bibik tidak bersedih sama sekali. Keduanya sangat membenci Ibuku. Bukan tanpa alasan.

.

Waktu berjalan, pemakaman jasad Ibu sudah selesai.

Aku termenung di teras rumah milik Bibikku ini. Sedari kecil, aku memang sudah berada di sini.

Ibuku tak memiliki rumah sendiri. Semua keluarga tak ada yang mau menampungnya, kecuali Bik Ratna.

Walaupun setiap hari Bibik mencaci maki Ibu dengan perkataan kasar, tapi dia adalah satu-satunya yang sudi memberikan tumpangan tempat tinggal.

-

-

Sebulan setelah kepergian Ibu. Salah satu penyalur tenaga kerja masuk ke kampung kami.

Pak Handoko namanya. Ia menawarkan sebuah pekerjaan di kota pada Bik Ratna.

"Bagaimana? Saya akan memberikan uang muka sebanyak gajih 3 bulan bekerja. Apa anda setuju?" tanya Pak Handoko.

Aku yang duduk di dekat Bibik mendengar semua percakapannya.

Pak Handoko menghendaki agar aku ikut bekerja di cafe miliknya.

Mata Bik Ratna dan Paman Toni berbinar-bindar mendapat tawaran uang yang begitu besar.

"Saya setuju, Pak. Keponakkan saya ini pasti bisa bekerja dengan baik. Bawa saja dia ke kota!" ujar Bik Ratna antusias.

"Aku takut, Bik. Tolong izinkan aku tetap di sini. Aku akan mengambil upah di sawah lebih giat lagi, Bik. Aku tidak mau pergi ke kota," sahutku.

"Sayang, kau harus ke kota. Di sini tak ada masa depan untukmu, Nak." Bibik berkata dengan lembut, tapi dibalik itu sebelah tangannya mencubit punggungku.

Sakit.

Selembar kertas yang berisikan kontrak kerjasama sudah ditandatangani oleh Bibik dan Paman. Keduanya menyetujui tanpa mengetahui apa isi perjanjian dalam kertas tersebut. Bibik dan Paman tidak bisa membaca. Tandatangan pun hanya asal-asalan saja.

-

-

Aku sampai di kota dengan dibawa hari itu juga.

Dua tas kumuhku menemani langkahku yang gemetar karena takut.

Pak Handoko mengantarku ke sebuah tempat.

Tidak seperti cafe yang ia jelaskan pada Paman dan Bibik. Tempat ini begitu bising dan ramai.

Banyak botol minuman, dan lampu warna-warni. Aku pusing dengan cahaya yang mati hidup berulang-ulang itu.

"Mi, saya bawa satu gadis muda yang masih sangat polos," ujar Pak Handoko membawaku pada seorang wanita paruh baya yang menor dandanannya.

"Kucel sekali. Di mana kau menemukannya?" tanya wanita itu.

"Di kampung, Mi. Hanya perlu dipolesin make up, pasti dia akan bersinar."

"Kamu benar. Jika diperhatikan kecantikan gadis ini sungguh luar biasa. Saya jadi teringat seorang primadona di desa pada zaman dahulu."

Pak Handoko dan wanita itu tertawa. Setelah itu aku ditinggal berdua saja dengan wanita yang belum aku tahu siapa namanya itu.

"Panggil saja saya dengan sebutan Mami Mery! Ikutlah bersama saya! Dengan sekejap mata, saya akan menyulapmu menjadi cantik," ujarnya.

Aku mengikuti langkahnya dengan ragu-ragu.

Hingga sampai di sebuah kamar yang cukup besar dan mewah. Ada 5 wanita di dalamnya. Mereka semua berpakaian seksi dan berdandan sungguh cantik.

"Anak baru ya, Mi?" tanya salah satu dari mereka.

"Iya. Cepat kamu rubah penampilannya secantik mungkin!" perintah Mami Mery, kemudian ia keluar.

Aku duduk di kursi empuk yang menghadap ke arah kaca.

"Maaf, sebenarnya tugas saya di sini sebagai apa? Mencuci piring, atau mengantarkan makanan dan minuman saja?" tanyaku menyelidik.

Semua yang berada di kamar ini tertawa mendengar pertanyaanku.

"Tugasmu di sini melayani sepenuh jiwa. Semua harus kau kerjakan," ujar wanita yang sedang merapikan rambutku.

Aku tidak mengerti, tapi aku mulai takut. Tempat ini sepertinya tidak aman.

.

Satu jam kemudian. Aku berputar-putar di hadapan cermin besar. Penampilanku sungguh berubah. Rambutku yang panjang sudah menjadi sebahu saja. Wajahku bersinar dengan sedikit polesan.

"Kau sempurna," puji Mami Mery.

"A-aku harus apa setelah ini?" tanyaku dengan takut-takut.

"Duduk manis saja, sayang. Kau spesial, dan akan menjadi harga tertinggi malam ini," ujar Mami Mery.

"Ma-maksud Mami? Aku tidak mengerti."

Sebenarnya aku sudah sangat risih dengan dres tanpa lengan yang aku pakai. Selama ini aku tak pernah menggunakan pakaian yang terlalu terbuka.

"Jadi Handoko tidak memberitahumu?" tanya Mami Mery menatapku tajam.

"Katanya, aku akan bekerja di cafe jadi pengantar makanan dan minuman para pelanggan," jawabku seadanya.

Mami Mery dan yang lain kembali tertawa.

"Dengar, Luka. Kau di sini bekerja sebagai wanita penghibur."

Detak jantungku seolah terhenti saat mendengar pengakuan Mami Mery.

Wanita penghibur ....

Sebutan itu sering aku dengar di kampung. Tetangga bahkan keluarga menyebut Ibuku sebagai mantan wanita penghibur. Hingga tidak ada satu pun yang tahu siapa Ayahku.

Hidupku bagai di neraka, semua mencerca aku karena dosa masa lalu Ibu itu.

.

Di kamar khusus, aku ditugaskan. Di dalamnya ada seorang lelaki yang menungguku.

Tenagaku telah habis untuk berontak. Sedari awal setelah tahu pekerjaan kotor ini, aku mencoba kabur dan menentang perintah Mami Mery. Namun, apa daya. Aku kalah tenaga, dan tak bisa berbuat apa-apa.

Anak buah Mami Mery sangat banyak. Dua tamparan pun sudah melayang ke pipi kanan dan pipi kiriku.

Aku pasrah dengan derai air mata yang kian basah.

"Siapa namamu?" tanya lelaki yang sudah membayarku pada Mami Mery dengan jumlah uang yang sangat besar.

"Namaku, Luka."

Lelaki itu mendekat ke arahku yang memang sedang membelakanginya.

"Nama yang langka," ujarnya.

Aku bergeming.

"Tunjukkan wajahmu! Kata wanita serakah itu kau sangat cantik."

Aku masih bergeming sembari mengusap air mata yang masih saja mengalir deras tanpa berani menimbulkan suara.

"Apa kau tuli?" bentaknya sembari membalikkan tubuhku agar menghadap ke arahnya.

Aku tersedu-sedu. Wajahku tentunya sudah berantakan.

Tidak sedikitpun aku berani mengangkat kepala. Tertunduk aku dalam penderitaan yang tiada akhir ini.

Perlahan satu telunjuk tangan lelaki itu mengangkat daguku. Matanya tajam berpadu dengan tatapan mataku yang sengaja menguatkan nyali untuk melihat.

Lelaki yang kutafsir usianya sekitar 30 tahunan. Lelaki yang sangat tampan. Aku sampai tak percaya jika yang berani membayarku mahal adalah seorang yang masih muda dan begitu rapi berwibawa.

Siapa sangka kalau ia adalah lelaki penikmat nafsu wanita tak berdaya.

"Kenapa kau menangis?" tanya-nya datar.

Aku mengalihkan kembali pandanganku ke bawah. "Apa lagi yang bisa aku lakukan selain menangis?"

Dia tertawa.

"Apa saya membayarmu hanya untuk melihat tangisanmu ini saja?"

"Aku tak tahu."

Aku semakin tergugu di hadapannya.

"Sepertinya kau harus mengganti namamu!"

"Itu nama pemberian dari Ibuku."

"Ibumu pasti sakit jiwa," cibirnya.

Aku semakin menangis dengan tersedu-sedu.

"Saya akan meminta pada wanita tua bangka itu untuk segera merubah namamu. Jika terus dibiarkan menggunakan nama Luka, maka sepanjang hidupmu tentunya hanya bisa menangis saja," paparnya.

Aku mulai mengusap air mata. Sedari tadi lelaki ini hanya bicara tanpa melakukan apa-apa.

Padahal aku sudah ketakutan setengah mati.

"Aku rela menangis seumur hidup untuk bersyukur jika bisa terbebas dari tempat ini. Tolong aku, Tuan. Kau boleh memintaku bekerja di rumahmu selamanya tanpa gajih asal aku bisa keluar dari tempat ini. Aku takut berada di sini." Memohon aku dengan gerakan cepat meraih kakinya.

Lelaki itu bergeming beberapa detik.

"Tolong aku, Tuan."

Pundakku perlahan diangkatnya. "Saya sudah membayar sangat mahal untuk dirimu."

"Biarkan aku menggantinya dengan pengabdian seumur hidupku. Aku akan melakukan apa saja, kecuali tidak dengan pekerjaan kotor ini, Tuan."

Hening.

Lelaki itu terdiam di sudut ranjang. Wajahnya begitu datar. Aku semakin gemetar menahan rasa takut yang kian mendalam.

Bersambung.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi JATUH DI PELUKAN LELAKI BERISTRI

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam, Shila harus menahan rasa sakit saat Sam menyentuhnya dengan begitu intim. Di tengah situasi yang sangat berisiko ini, Sam berbisik setengah berbisik, meminta Shila agar tidak bersuara. Ia mengingatkan bahwa ayah dan ibu Shila bisa saja terbangun dan memergoki mereka. Ketegangan pun kian memuncak saat keduanya berusaha keras menyembunyikan hubungan rahasia ini dari jangkauan orang tua Shila yang berada di rumah yang sama.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina memilih membalas dendam lewat Charles, paman sang mantan. Walau Charles sempat menolak perasaan setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga terikat selamanya. Kini berstatus sebagai bibi mantannya, Sabrina yang kerap diremehkan ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar. Ia membuktikan diri bukan pemburu harta, melainkan pemilik takhta yang sesungguhnya.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran gila dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak mentah-mentah karena merasa permintaan itu sangat tidak masuk akal. Namun, sang mafia tidak mengenal kata menyerah dan siap memakai caranya sendiri. Kini, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat ambisi El.
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.3
Sekembalinya dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang dipercaya bisa memberi keawetan muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku dan rambutku dipotong untuk dililitkan di patung itu. Namun, aku menyembunyikan rahasia bahwa aku pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, konsekuensi mengerikan muncul ketika kulit ibu mulai ditumbuhi bercak biru bersisik dan dia mulai berganti kulit layaknya seekor ular.
Sampul Novel Perceraian Aku dan Kakak Kembarku
9.7
Aku dan kakak kembarku menikah dengan saudara kembar, Sam sang dokter bedah dan Leo sang hakim. Nasib buruk menimpaku saat diculik perampok ketika menjaga janinku di rumah sakit. Panggilan tebusan diabaikan Sam demi menemani Annie. Akibatnya, aku disiksa hingga keguguran dan dibuang ke kolam. Kakakku datang menyelamatkan, tetapi suaminya, Leo, juga mengabaikannya demi Annie. Terjebak badai salju saat melarikan diri, kami beruntung diselamatkan patroli hutan. Begitu sadar di rumah sakit, kami berdua sepakat untuk bercerai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED