Sampul Novel JandA

JandA

9.4 / 10.0
Ketidakhadiran Aline Anderson membuat perusahaan penerbitan raksasa miliknya goyah. Begitu kembali memimpin, ia langsung dihadapkan pada krisis besar saat penulis andalannya mendadak memutuskan kontrak sepihak. Langkah tak terduga ini mengancam bisnis Aline dengan kebangkrutan total. Kini, di tengah kerugian finansial yang masif, Aline harus membongkar identitas asli sang penulis demi menyelamatkan usahanya, sembari menghadapi berbagai konflik rumit yang mulai bermunculan.

JandA Bab 1

Suara nyaring sepatu heels warna hitam model strapy shoes dari seorang wanita yang mengenakan sheath dress menggemparkan Aline Publishing, sebuah perusahaan penerbitan terbesar di Kota Dansk dan satu dari lima penerbitan yang memiliki saham paling stabil di bursa efek. Wanita berambut coklat gelap, dengan alis tebal dan meruncing tersebut adalah pemimpin, pemilik, sekaligus CEO Aline Publishing, Aline von Otto Geischt Haimen. Wanita dengan tipe yang tak akan membuang waktu hanya untuk urusan sepele dan tak penting, sehingga dirinya jarang sekali berada di kantor dan menghabiskan waktu di sana. Namun kali ini isu kedatangannya yang tiba-tiba membuat geger dan gempar seisi perusahaan.

"Sayang, sarapan sudah siap. Kapan kau akan bangun?" tanya Aline teriak sembari menyiapkan dua buah piring khas Belanda di atas meja makan yang tak terlalu besar.

Tak ada jawaban. Aline terus menyiapkan segala sesuatu untuk melengkapi sarapan pagi nan mewah keluarga kecilnya. Semenit-dua menit tak ada jawaban, Aline segera bergegas naik ke lantai dua kamarnya dan menghampiri sang suami, Jeffrey Anderson yang masih memeluk selimut tebal nan hangat.

"Apa kau memanggilku, Sayang?" tanya Jeffrey tiba-tiba membuka matanya.

Aline yang terkejut langsung berdiri dan membelakangi sang suami. Dengan degup jantung berdetak kencang, sang suami hanya tertawa kecil dan memeluk mesra sang istri sambil berkata, "Selamat pagi, istriku."

"Jam berapa kau akan berangkat kerja?" tanya Aline kini memutar badannya menghadap wajah Jeffrey.

"Sebentar lagi. Bagaimana denganmu? Apa kau akan menyambangi kantormu, Sayang?" tanya Jeffrey memeluk sang istri.

"Hmmm, kurasa ti …,"

Sebuah deringan ponsel mengejutkan pagi nan mesra antara Aline dan Jeffrey. Sang suami berusaha menahan Aline yang ingin mengambil gawainya di atas meja dekat lampu tidur mereka. "Sayang …," ucap Aline mendelikkan matanya sembari tersenyum.

"Rosaline? Ada apa?" ucap Aline melihat nama seseorang yang disebut Rosaline di layar gawainya.

"Ada apa?"

[Selamat pagi, Nona Aline.]

"Pagi, ada apa? Jangan buang waktuku

Katakan langsung saja. Apa ada masalah di perusahaan?"

[Itu …,]

"Itu apa?"

Jeffrey yang berdiri tak jauh dari Aline segera menghampiri sang istri, namun Aline justru mendorong tubuh Jeffrey pelan dan menghindarinya. "Ada apa dengan Aline?" tanya Jeffrey heran.

"Katakan, Rosaline. Ada apa?"

[Nona, perusahaan sedikit mengalami masalah.]

"Apa? Masalah? Masalah apa?"

[Departemen yang dipimpin oleh Georgio baru saja menerima sebuah e-mail dari salah satu penulis yang menjadi tumpuan Aline Publishing, Penulis Bertopeng. Dia mengatakan akan berhenti menulis novelnya yang berjudul 'Eindeloze Liefde (Cinta Tiada Akhir)' dan berencana akan menarik naskahnya dari perusahaan kita, Nona.]

"Apa!! Bagaimana mungkin!?" Aline tersulut emosi.

Jeffrey yang masih berada di dalam kamar hanya duduk di sebuah kursi putih yang ada di dekat jendela kamar mereka sambil memperhatikan sang istri menelepon.

[Saya--saya juga tidak tahu, Nona. Georgio baru saja menerimanya.]

"Baru saja menerimanya? Seberapa lama?"

[Sekitar 20 menit yang lalu, Nona.]

Aline memperhatikan jam yang terpaku di dinding putih kamarnya. '07.20,' gumamnya.

[Lalu, bagaimana Nona? Apa yang harus kita lakukan?]

"Di mana Melda? Apa dia sudah tahu?"

[Nona Melda belum datang, Nona dan saya rasa beliau belum tahu.]

"Aku tak butuh 'rasamu!' Aku menggajimu bukan untuk menggunakan rasamu, tapi logikamu! Paham!!" sentak Aline. "Aku akan ke sana. Pastikan saja tak ada yang tahu kedatanganku!" perintah Aline dan langsung menutup gawainya kasar.

"Ada apa, Sayang? Kau terlihat sangat kesal." Jeffrey kemudian berdiri dan menghampiri sang istri yang terlihat sangat emosi dan napas tersengal.

"Tak ada apa-apa. Maaf, Sayang. Tapi sepertinya kau harus sarapan sendiri." Aline menatap wajah Jeffrey dan meletakkan tangannya di wajah sang suami.

"Kenapa? Apa ada masalah?" tanya Jeffrey penasaran.

"Itu …," netra Aline menyelasar ke lantai marmer mansion mewah mereka.

"Itu apa, Sayang? Apa ada masalah di kantor?" tanya Jeffrey lagi.

"Aku harus segera bersiap. Tolong lepaskan tanganmu dari pundakku." Aline melirik sang suami tajam.

Kali ini suara Aline berubah sedikit dalam dan tegas. Mendengar sang suara sang istri seperti itu, Jeff langsung melepaskan tangannya dan mengangkat kedua tangannya. Ia tahu jika Aline adalah wanita yang menjunjung tinggi pride-nya dan tak ada seorang pun yang boleh menginjak-injak harga dirinya.

"Baiklah, hati-hati di jalan. Apa mau aku jemput?" tawar Jeff.

"Tidak!" Tegas Aline berdiri, menuju meja rias warna pastel dan merias dirinya secantik mungkin.

"Aku keluar dulu kalau begitu, Sayang. Kutunggu di bawah, ya." Dengan mengunggah senyum manisnya, Jeff meninggalkan kamar mereka dan turun ke lantai satu menunggu sang istri di meja makan.

Sementara itu, Aline yang sedang sibuk merias dirinya tampak menyiratkan tatapan tajam nan menyeramkan, seakan emosinya yang tak lagi dapat ditahan.

"Penulis Bertopeng? Setelah kupikir-pikir, cukup lama juga perusahaanku meng-hire jasanya. Tapi sampai sekarang aku belum tahu identitas aslinya. Dan sekarang, dia malah membuat ulah? Bedebah jahanam! Tak tahu diuntung!" kesal Aline tak sadar mematahkan pensil alisnya.

****

Kantor Aline Publishing

"Baik, saya mengerti, Tuan. Jangan khawatir. Baik, terima kasih."

Bariton dalam milik seorang pria bermata coklat almond, rambut dengan potongan brush on-top, hidung bak gunung Everest dan kulit yang putih agak kemerahan tampak tergambar dari seorang laki-laki bernama Georgio Robert. Pria berusia 28 tahun itu adalah seorang kepala editor in-chief dari departemen redaksi Aline Publishing.

"Sarah, aku akan keluar sebentar. Kau handle dulu sementara aku tak ada. Jika memang ada yang penting, segera hubungi aku, paham?"

"Baik, Pak. Saya mengerti." Sahut Sarah, wakil editor in-chief memberikan senyuman pada pria tampan itu.

Dengan langkah pasti, Georgy, begitu lelaki Asia-Eropa ini disapa keluar dari ruangannya dan sudah pasti bisa ditebak bila seorang pria tampan berjalan dengan gaya yang santai namun cool akan memancing para duyung berenang ke tepian.

"Pagi, Pak." Sapa salah seorang karyawan wanita di departemen yang dipimpinnya.

"Pagi." Balasnya sambil tersenyum dan terus melangkah hingga ke lift yang tak jauh dari ruangannya.

"Oh, my God. Georgy memang sangat tampan! Tak ada yang bisa mengalahkan ketampanannya di perusahaan ini." Ujar salah satu dari mereka sembari menatap lurus siluet Georgy yang telah menghilang.

"Kenapa kalian berdiri di sana! Apa kalian seorang petugas security terus-menerus berdiri di sana, hah!?" Teriak Sarah melihat dua anak buahnya berdiri melihat kepergian Georgio.

"Ssstt … sstt, ayo … ayo, kerja." Ucap mereka langsung kembali ke meja masing-masing.

'Sepertinya aku perlu menerapkan disiplin yang tinggi di departemen ini,' gumam Sarah.

****

Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 09.00, sebuah mobil Maybach warna hitam mengkilat tampak berhenti tepat di depan pintu masuk Aline Publishing. Sepasang kaki jenjang tanpa bulu dengan heels 10 cm warna hitam turun dari mobil mewah tersebut. Petugas keamanan yang melihat kedatangan wanita tersebut langsung bereaksi dengan menutup pintu mobil miliknya sambil berkata, "Selamat pagi, Nona Aline."

Aline, wanita yang baru saja turun dari mobil itu datang ke kantornya tepat di saat para pegawainya sedang sibuk-sibuknya. Kacamata hitam yang hampir menutupi setengah wajahnya, riasan yang flawless, tas Channel hijau kulit buaya, pakaian kerja warna hitam bergaya sheath dress serta blazer dengan warna senada dengan pakaian yang dikenakannya membuat penampilan Aline sangat paripurna.

"Pagi? Kukira sudah siang." Seloroh Aline menurunkan kacamata hitamnya dan dengan mantap melangkah ke dalam perusahaannya.

"Ssstt … sstt, siapa wanita cantik itu?" Salah seorang karyawan tampak berbisik melihat penampilan Aline dari kejauhan.

"Oh, myyyyy …," ujar temannya menanggapi.

"Ada apa?"

"Itu kan …," temannya hanya menelan saliva dan langsung menarik masuk temannya ke dalam lift.

"Selamat pagi," sapa Aline ke meja resepsionis.

"Pagi, ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas resepsionis itu ramah dan tersenyum.

"Apa Nona Melda ada di ruangannya?" tanya Aline ramah.

"Nona Melda belum datang, beliau sedang ada urusan. Maaf, Anda siapa? Dan ada perlu apa dengan beliau?" tanya petugas resepsionis itu lagi.

Aline sedikit tersentak. Dia hanya menaikkan salah satu alisnya sambil menatap petugas resepsionis itu dan melihat name tag miliknya.

"Lisa? Apa kau baru di sini?"

"Ah, iya, Nona. Saya baru di sini dan baru saja lulus training sebagai resepsionis." Balas wanita mungil itu sambil tersenyum.

"Hmm, pantas saja kau tak tahu," seloroh Aline menyunggingkan senyumnya.

"Maaf, Nona? Apa Anda mengatakan sesuatu?" tanya Lisa, sang petugas resepsionis.

"Hubungi Rosaline. Katakan Aline telah tiba!" perintah Aline.

Lisa terdiam dan hanya memandang Aline heran. "Kenapa diam? Aku menyuruhmu untuk menghubungi Rosaline! Kenapa tidak segera kau lakukan?!" Aline mulai kesal.

"Maaf, tapi Anda siapa, ya? Kenapa sikap Anda seolah Anda adalah seorang bos?"

Aline tersenyum menahan amarah juga emosi. "Kau!!"

"Nona Aline, maaf saya datang terlambat."

Dari arah lift, tampak seorang wanita muda berusia sekitar 25 tahun tengah berlari menghampiri Aline.

"Nona Rosaline." Lisa menundukkan kepalanya di hadapan Rosaline.

"Nona, apa Anda menunggu lama?" tanya Rosaline sedikit membungkukkan badannya.

"Tidak. Aku baru saja datang." Jawab Aline dingin sambil menatap Lisa.

"Lisa, apa kau tak tahu siapa beliau, hah? Beliau adalah CEO di perusahaan ini! Apa kau bisa baca 'Aline Publishing' diambil dari nama Nona Aline?" emosi Rosaline menunjuk tepat ke wajah Lisa.

Lisa yang tersentak dan terkejut segera keluar dari meja resepsionis miliknya dan membungkukkan badannya di hadapan Aline.

"Maafkan saya, Nona Aline. Saya--saya tak mengenali Anda, tolong jangan pecat saya, saya mohon…," Ucap Lisa membungkukkan badannya berkali-kali.

"K--," Aline mengangkat tangan kanannya memberi tanda agar Rosaline menghentikan kata-katanya.

"Sudah, Nona Lisa. Tak apa, saya mengerti dan saya maklumi, Anda masih baru dan saya pun jarang datang ke kantor. Jadi, wajar saja jika Anda tak mengenali saya. Sudah … sudah, bangunlah. Tak apa." Aline memegang kedua bahu Lisa dan menyuruhnya berdiri tegak.

"T-terima kasih, Nona Aline. Terima kasih banyak." Ucap Lisa menahan tangis.

"Baiklah, kalau begitu semangat, kerja yang rajin dan cakap, ya. Aku ingin melihat performa Nona Lisa." Senyum Aline tak lama membalikkan badannya dan berjalan menuju lift bersama Rosaline.

"Pecat resepsionis baru itu! Resepsionis macam apa yang tak mengenal atasannya!? Hanya orang bodoh yang mau mengangkat resepsionis macam itu! Dan juga, pecat segera orang yang meloloskan dan men-training dirinya. Aku mau besok resepsionis itu sudah tak ada lagi di kantorku!" Ucap Aline dingin.

"Baik, Nona. Akan saya laksanakan perintah Nona."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi JandA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika yang butuh biaya medis besar dan donor langka, Alya terpaksa menerima tawaran Niko. Pengusaha kaya yang mendambakan keturunan itu mengajukan perjanjian ibu pengganti. Meski awalnya ragu, Alya menyetujuinya demi sang ibu. Tak disangka, benih asmara justru tumbuh di antara mereka hingga memicu pergolakan batin. Ketika sebuah rahasia besar akhirnya terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur setelah kesuciannya dirampas paksa akibat rencana jahat kakek pacarnya sendiri. Tragisnya, sang kekasih justru mencampakannya demi menikahi wanita lain. Di titik terendah, Lula diselamatkan oleh orang tua kandungnya yang ternyata konglomerat kaya raya. Didukung kekuatan keluarganya, ia pun menyusun rencana balas dendam demi menghancurkan mantan kekasih beserta keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang dicarinya?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Kehidupan Ratih Apsari hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh. Usai bercerai, sebuah ketidaksengajaan membuatnya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka melewati malam bersama. Tak disangka, pria itu adalah CEO baru di tempatnya bekerja. Sempat curiga telah dijebak, Ratih justru mulai jatuh cinta seiring kebersamaan mereka. Kini ia bimbang karena status sosial dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Haruskah ia menerima cinta baru ini atau kembali pada mantan suaminya?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil diam-diam dari Jeremy, walau tahu dia hanya dimanfaatkan. Demi lepas dari cengkeraman pria kejam itu, Angela sengaja memicu kemarahannya agar diusir. Namun, pelariannya gagal setelah Jeremy menemukan tempat persembunyiannya. Saat Angela pasrah memohon dibebaskan, situasi justru berbalik karena kehadiran anak mereka. Jeremy yang semula begitu dingin kini berubah drastis, bahkan menawarkan diri untuk melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi meluapkan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikah dengannya. Zahra tentu saja terkejut dan langsung menolak rencana gila itu. Tak tinggal diam, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menggantikan posisi pengantin wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima tawaran tersebut dan sanggup hidup sebagai istri pengganti bagi pria sedingin Rayhan?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED