Bab 1

Setiap orang pasti menginginkan pernikahan, bukan sebuah pernikahan paksa, tetapi pernikahan dengan orang yang dicintai.

Seperti gadis ini, menikah dengan pria yang selama ini dicintai, mengucap janji suci didepan di depan tuhan

Namun pernikahan yang begitu didambakan, hancur karena ada pihak ketiga, bukan adanya pelakor, melainkan kedatangan sang ibu mertua ke dalam rumah tangganya.

Awalnya gadis ini biasa saja, ia tidak menaruh curiga pada sang mertua, tapi lambat laun sang ibu mertua menunjukan taringnya.

Ia disiksa, difitnah bahkan dengan sengaja membuat gadis ini digunjingkan oleh keluarga suaminya sendiri

Gadis ini hanya bisa diam tanpa melawan sang ibu mertua, karena sebuah ancaman yang membuatnya tidak berkutik.

Dia hanya bisa menangis, di kala ibu mertuanya selalu mengejek, merendahkan martabat dirinya sebagai seorang wanita dan juga istri, ada pun perkataan tajam yang membuatnya ingin sekali berontak.

Tetapi semua itu tidak ia lakukan, mengingat ancaman ibu mertuanya, yang akan memisahkan dirinya dengan sang buah hati.

Dan suaminya tidak melakukan pembelaan, dikala sang istri direndahkan oleh ibunya.

Hingga satu kesalahan yang tidak disengaja wanita ini lakukan, membuatnya terusir dari rumah oleh suaminya sendiri, tanpa mau mendengar penjelasannya

"Apa yang kau lakukan pada Mommyku? Kau sengaja membuat darah tinggi mommy ku naik, dan berakibatkan mommyku masuk rumah sakit, aku tidak menyangka istriku tega berbuat hal keji pada mommy, lebih baik kau pergi dari mansion ini, dan jangan pernah berharap aku akan mencarimu atau memintamu kembali ke kehidupan keluarga ku, wanita sialan!!!" Usir sang suami, dengan ucapan sinis dan dingin menghinanya dengan sebutan sialan.

"Aku tidak melakukan itu,percayalah padaku"

"PERGI!! PERGI!! AKU TIDAK MAU MELIHAT KAU BERADA DI MANSION INI."

Wanita itu menangis, mendengar teriakan dan bentakkan suaminya. Penjelasan yang ia berikan pun tidak dihiraukan.

Dan di malam yang sunyi, rintik hujan mulai turun, wanita itu pergi dari mansion suaminya, tanpa membawa benda berharga untuk bekal hidupnya, sang suami tidak mengizinkan istrinya membawa benda apapun. Termasuk sang buah hati.

••••

Malam semakin larut, dan hujan semakin deras membasahi bumi, wanita bernama Natasha Campbell berjalan ditengah derasnya hujan.

Tubuh yang terkena hujan membuatnya kedinginan, ia tak mampu menahan dingin pada tubuhnya.

Tubuhnya semakin lemah, tak bertenaga, karena saat pengusiran yang di lakukan oleh suaminya, Natasha sama sekali tidak makan, hanya sedikit roti, yang tersisa dari anaknya.

Natasha ambruk, tidak kuat menahan seluruh rasa sakit di tubuhnya, terutama hatinya, goreskan luka yang ditorehkan suaminya membuat ia merelakan dan mengorbankan seluruh hidupnya termasuk harga dirinya.

Dan disaat itu pula, sebuah mobil melintas,tepatnya saat Natasha ambruk dan terjatuh.

Seorang pria yang berada di dalam mobil keluar, menolong Natasha yang sudah tak sadarkan diri.

Pria tampan yang menolong Natasha panik, saat dia mengecek tubuh Natasha yang dingin, pucat dan lemah.

"Ya Tuhan nona, kau tidak apa- apa? Bersabarlah aku akan membawamu ke rumah sakit," ucap pria itu, saat melihat kondisi Natasha lemah.

Pria itu pun mengangkat tubuh Natasha, membawa Natasha ke dalam mobilnya, tidak peduli dengan tubuh basahnya, yang dipikirkan saat ini adalah kondisi Natasha yang nyaris tiada.

Hanya 15 menit mengendarai kuda besinya, pria bernama Enrico Ackerley berusia 35 tahun, seorang pemimpin Ackerley group.

Membopong Natasha masuk ke dalam rumah sakit, dan perawat yang sedang berjaga mengambil brankar untuk menaruh tubuh Natasha.

Natasha segera dilarikan ke dalam ruang ICU karena tubuh yang sangat memprihatinkan.

Namun sayangnya, saat Enrico ingin ikut ke dalam ruang ICU di tahan oleh salah satu perawat.

"Maaf tuan, sebaiknya anda berada di luar ruangan, agar mempermudah dokter menangani pasien," kata perawat itu

"Tapi, aku," ucap Enrico ingin melihat kondisi Natasha. Terpotong dengan ucapan perawat satunya

"Kami mohon kerjasamanya tuan, biarkan dokter memeriksanya terlebih dahulu, setelah memastikan kondisi pasien membaik, kami akan memberitahu anda," jelas perawat satunya, supaya Enrico mengerti.

Enrico tidak bisa berkata apapun, setelah perawat menjelaskan semuanya, ia mengerti dan memahami prosedur rumah sakit. Dia hanya bisa berdoa untuk keselamatan wanita yang ditolongnya

•••••

Selepas pengusiran Natasha yang dilakukan anaknya, sang nyonya besar keluarga Addison tersenyum puas, rencana yang selama ini disusun berjalan sesuai keinginannya, tidak ada ada satupun hambatan.

Dan sekarang, Agatha Addison tinggal memikirkan perjodohan antara putra sulungnya dengan Amber Carlton, putri dari keluarga tersohor, Kenneth Carlton. Pengusaha sukses yang mempunyai perusahan dimana- mana.

"Hanya tinggal selangkah lagi, rencana yang sudah aku bangun selesai, tinggal menyingkirkan cucu sialan itu," ucap Agatha pada dirinya sendiri sambil tersenyum licik merencanakan untuk membuang cucunya, atau melemparkannya ke panti asuhan.

Ya, Agatha berencana ingin membuang cucunya sendiri demi ambisinya, yang selama ini diinginkannya. Dan setelah itu dia akan menikahkan putranya, secepat mungkin. Agar kekuasaan milik Carlton bisa dinikmati.

Seorang wanita yang berada di ambang pintu mendengar ucapan Agatha, wanita itu tidak menyangka Agatha begitu kejam terhadap menantu dan cucunya.

Padahal, selama ini Natasha berjuang untuk mendapatkan hati mertuanya, tapi yang didapatkan Natasha tidaklah sebanding dengan perjuangan dan pengorbanannya.

Wanita yang mendengar ucapan Agatha tidak lain adalah putri Agatha sendiri yang bernama Caroline, Carry nama sapaannya tidak menyangka, ibunya bisa memperlakukan kakak iparnya begitu kejam, dengan drama murahan yang dibuatnya, sehingga membuat Natasha terusir dari kediaman keluarganya.

"Mom." Panggil Carry saat masuk ke dalam kamar milik sang ibu.

"Hai honey, ada apa?" Tanya Agatha pada sang putri.

"Bagaimana keadaanmu, apa Mommy sudah merasa membaik?" Carry menghampiri Mommynya yang sedang berbaring diranjang, dan duduk di sisi ranjang.

"Tidak begitu membaik sayang, tubuh mommy masih merasakan sakit," Jawab Agatha berpura- pura sakit di depan putrinya.

"Mommy istirahatlah, aku akan menjaga mommy sampai keadaan mommy memulih." Ujar Carry tersenyum pada sang mommy, walaupun dia tahu, mommy–nya hanya berpura-pura sakit, agar mendapatkan perhatian khusus dari sang kakak, terutama kepercayaan sang kakak.

"Terimakasih sayang, kau begitu peduli dengan mommy."

Agatha pun mengelus surai panjang milik Carry, memeluk erat sang putri dan mencium keningnya, ia bersyukur memiliki puteri penurut seperti Carry, yang hidupnya selalu diatur olehnya.

••••

Aiden Addison sedang duduk di kursi kerjanya, ia terlihat termenung memikirkan perlakuannya pada sang istri. Ada sedikit rasa penyesalan dalam dirinya, tapi semuanya itu di tepisnya, menurutnya istrinya pantas mendapat ganjaran setimpal, karena telah berani membuat sang mommy terjatuh sakit.

Akan tetapi Aiden tidak memikirkan nasib sang putera yang terus meminta ibunya. Ia tidak peduli, rasa benci dan kecewanya sudah masuk ke dalam hatinya.

Walaupun sang adik meminta Aiden untuk mencari Natasha, dia hanya diam, tidak ingin mencarinya. Malahan Aiden meninggalkan Carry yang sedang membujuknya. Mengemis untuk membawa Natasha kembali ke mansion ini demi keponakan tercinta.

"Mencarimu sama saja mengantarkan nyawa ibuku, dan aku bersumpah tidak akan pernah mau membawamu kembali ke mansion ku, walaupun kau mengemis, menangis sampai air matamu mengeluarkan cairan merah, aku tidak sudi mengizinkan mu menginjakan kaki di mansion ku lagi," ujar Aiden pada dirinya sendiri. Ia sudah teramat benci pada Natasha karena hasutan sang ibu.

Bab 2

5 tahun kemudian.

Seorang wanita cantik sedang duduk di bangku taman sambil menyesap secangkir teh buatannya.

Wanita itu adalah Natasha Campbell, istri dari Aiden Addison. Sekarang ini ia tinggal di keluarga Ackerley, pria yang telah menolongnya saat itu

Akan tetapi semuanya berubah, Natasha bukanlah wanita yang lemah, tapi ia menjadi sosok wanita yang kuat, penuh dengan perhitungan dan dendam yang selama ini disimpan dalam hatinya.

Natasha bertekad untuk membalas semua perlakuan buruk mertua dan suaminya, ia akan memberi pelajaran pada mereka, yang sudah membuat hidupnya hancur dan telah menginjak harga dirinya.

Berkat pertolongan Enrico, Natasha kini, memiliki beberapa bisnis, bersanding dengan perusahaan milik Aiden, sang suami.

Namun, Natasha tidak pernah menunjukan dirinya di depan publik, ia hanya bekerja di balik layar. Cukup dengan meminta asistennya mengirim laporan tiap harinya.

Seperti sekarang ini, Natasha sibuk membaca laporan yang masuk ke dalam surelnya. Membaca semua laporan dengan teliti, dan tak ada satupun yang terlewat.

Enrico yang baru saja datang, tersenyum melihat Natasha begitu sibuk dengan pekerjaannya.

"Hmm– apa aku mengganggumu?" Tanya Enrico mengagetkan Natasha.

"Hai Ric, kau sudah pulang, bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Natasha saat Enrico duduk di sebelahnya.

"Semua berjalan lancar, bagaimana denganmu? Apa yang sedang kau lakukan sekarang? Sepertinya kau sibuk?."

"Hanya mengecek beberapa laporan yang masuk Ric, dan aku juga sudah selesai." jawab Natasha sambil tersenyum.

"Jangan memforsir tubuhmu Nat, ingat kesehatanmu." ujar Enrico, menasehati Natasha.

Natasha hanya bisa terkekeh saat mendengar keprotektifan Enrico. "Ckk.. Baiklah tuan Ackerley, kau menang kali ini." Ungkap Natasha sedikit merajuk pada Enrico.

Enrico hanya bisa tersenyum melihat Natasha sedikit merajuk padanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Nat.." Panggil Enrico lagi saat Natasha berdiri ingin meninggalkannya.

"Ya, kenapa?" Balas Natasha, bertanya.

"Sampai kapan kau akan menutup dirimu? sudah 5 tahun kau menutup jati dirimu, apa kau tidak ingin mempublikasikan dirimu? Sudah saatnya kau keluar Nat, biarkan semua orang tahu, siapa kau sebenarnya, tunjukan pada mereka, kalau kau bukanlah Natasha yang dulu." ungkap Enrico, ia ingin sekali melihat Natasha menunjukan jati dirinya di hadapan publik atau di hadapan orang-orang yang sudah mengusirnya 5 tahun yang lalu.

"Ric, bukannya aku tidak mau, tap–" Balasan Ucapan Natasha terpotong dengan jari telunjuk Enrico yang berada di bibirnya.

"Aku tahu perasaanmu? Aku tahu kau belum siap? Tapi percayalah aku akan selalu berada disisimu, menjagamu dengan segenap rasa cintaku, dan aku tidak peduli, kau belum siap untuk menerima pernyataan cintaku, tapi aku akan tetap menunggumu." Ungkap Enrico mengungkap rasa cintanya yang selama ini dipendamnya, dan ia pun mendorong Natasha untuk keluar dari tempat persembunyiannya selama ini.

Natasha hanya bisa terdiam, ia tidak bisa berkata apapun, hatinya begitu kacau, di tambah rasa trauma dalam dirinya masih membekas. Bukan dia tidak ingin mencintai.

Akan tetapi rasa cinta yang dimilikinya, begitu membeku sulit untuk dicairkan kembali.

"Tidak usah kau pikirkan, aku paham dengan keadaanmu, begitu sulit mengobati trauma. Tapi, aku akan selalu berada disini, disampingmu, dan selalu ada untukmu." Enrico membungkam bibir mungil milik Natasha dengan lembut, mencurahkan seluruh rasanya yang selama ini dipendam.

•••••

Mansion Addison.

Semenjak kepergian Natasha dari mansionnya, Aiden Addison menjadi sosok pria pendiam, tubuhnya pun terlihat lusuh tampak tak terus.

Sedangkan anak semata wayangnya diasuh oleh adiknya dan tinggal jauh dari dirinya. Mommy–nya benar-benar menjauhkan semua orang yang disayang.

Aiden sendiri tidak mengerti, kenapa sang mommy begitu tega memisahkannya dari orang-orang yang dicintainya. Setiap ia menanyakan alasan mommy–nya, sang mommy hanya mengatakan, "ingatlah Aiden, wanita itu ingin membunuh mommy, apa kau mau hidup bersama seorang pembunuh." kata-kata itulah yang Aiden ingat, kata-kata itulah yang membuatnya emosi, dan amarahnya kembali, kata-kata itulah yang selalu menampar hidup Aiden, walaupun dia tidak tahu kebenarannya.

"Hah.." Hembusan nafas kasar Aiden terdengar kasar.

Aiden sedang duduk di kursi kebesarannya, menatap seberkas kertas yang selama ini disimpannya. Kertas yang akan menjadi akhir pernikahannya. Tapi itu semua tidak pernah dilakukannya.

Karena selama 5 tahun ini, Natasha tidak pernah kembali. Saat Aiden mengusirnya, keberadaannya pun tidak pernah diketahuinya.

"Ck.. Hanya pria bodoh yang masih ingin bersamamu Nat, hanya pria bodoh yang masih menginginkanmu," Kata Aiden miris. Terkekeh saat membaca surat cerai yang belum sempat dia bubuhi tanda tangan kedua pihak.

Lagi-lagi Aiden menghembuskan napas panjangnya, kasar. Setelah membaca semua surat perceraiannya. Ia pun menutup lembaran kertas dan menyimpannya kembali ke tempat asalnya.

Sang Mommy pun datang menghampiri Aiden, yang sedang menaruh berkas surat perceraian, Agatha melihat berkas yang Aiden pegang tadi, dan menanyakan berkas itu.

"Aiden, berkas apa yang kau pegang?" tanya Agatha pada sang putra.

"Mom.."

"Apa yang kau sembunyikan dariku Aiden?" tanya Agatha kembali, menghampiri Aiden.

"Hanya laporan keuangan yang masuk bulan ini." jawab Aiden berbohong pada mommy–nya. dengan suara gugup.

"Kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku, kan?" kata Agatha mencurigai putranya

"Tidak ada yang kusembunyikan darimu mom, tidak ada. Hanya beberapa berkas yang harus diperiksa, untuk proyekku selanjutnya." ujar Aiden tersenyum pada sang mommy.

"Baiklah, mommy mengerti. Hmm– Aiden, ada yang ingin mommy sampaikan padamu," kata Agatha.

"Tentang?" tanya Aiden pada sang mommy.

Agatha pun menceritakan maksud kedatangannya kemari, bertujuan meminta Aiden untuk menemani Amber ke tempat fashion show yang akan diadakan malam ini.

Namun Aiden menolak permintaan mommy–nya, ia tidak berminat untuk menemani Amber, walaupun sang mommy memaksanya.

"Apa kau tega, melihat Amber pergi sendiri?" tanya Agatha, masih berusaha membujuk Aiden.

"Mom, bukannya aku menolak. Tapi, Amber sudah besar, dia bisa diantar oleh orang lain. Dan aku masih banyak pekerjaan akhir-akhir ini mom." ucap Aiden menjelaskan bahwa ia benar-benar sibuk, tidak bisa menemani Amber.

"Pekerjaanmu bisa kau lanjutkan esok hari, dan mommy tidak terima penolakan mu, dan kau harus menjemput Amber jam 6 sore, karena Amber harus diwawancara malam ini." Agatha menolak tegas ke ingin Aiden, ia tetap pada pendiriannya meminta Aiden menemani Amber malam ini.

Aiden pun menghela nafasnya, jika sudah begini ia harus menuruti kemauan mommy–nya suka atau tidak suka. Tidak ada kata lain selain itu.

••••

Beberapa jam kemudian

Setelah kejadian Enrico mencium Natasha. Kini, Natasha di sibukan dengan gaun-gaun yang akan dipakainya malam ini.

Ya, Enrico mengajak Natasha untuk menghadiri fashion show malam ini, karena di dalam fashion itu Enrico bekerja sama dengan para desainer ternama di Amerika untuk proyek terbarunya.

Natasha sudah siap dengan menggunakan gaun yang diberikan Enrico, gaun berwarna hitam dengan motif tali spaghetti dengan bagian depan yang sedikit memperlihatkan kedua buah dadanya dan kulit putihnya yang begitu mulus menambah kesan seksi dari tubuh rampingnya.

Enrico yang sejak tadi melihat Natasha bercermin hanya bisa menatapnya begitu terpesona, terpesona dengan kecantikan alami Natasha. Sampai matanya pun tidak berkedip berpusat pada wajah cantik Natasha.

Hingga suara indah Natasha membangunkan Enrico dari alam sadarnya. "Ric, sejak kapan kau berada disana?" tanya Natasha melihat Enrico bersandar di kusen pintu walk-in-closet.

"Ah.. Iya, maaf aku tidak bermaksud untuk mengagetkanmu, aku disini sejak kau memutar-mutar tubuhmu, bagaimana apa kau sudah siap?" tanya Enrico..

"Seperti yang kau lihat Ric, aku sudah siap, ayo kita pergi. Aku tidak ingin mengecewakanmu malam ini." balas Natasha mengajak pergi Enrico.

Akan tetapi Enrico masih bergeming menatap Natasha begitu lekat, membuat Natasha kikuk, salah tingkah. Ditatap oleh Enrico begitu lekat.

Hingga Enrico melangkah maju, menghampiri Natasha. Sampai ia memperkikis jaraknya begitu dekat, dan menarik pinggang Natasha untuk merapat ke tubuhnya.

"Beautiful, kau sangat cantik malam ini Nat." kata Enrico tanpa memalingkan wajahnya dari wajah cantik Natasha.

"Rik.." panggil Natasha.

Cup. Enrico mengecup kening Natasha sekilas, penuh sayang. Sehingga, membuat tubuh Natasha kaku, tidak pernah dibayangkan olehnya, perlakuan Enrico benar-benar di luar dugaannya

"Aku harap, setelah ini. Aku ingin meresmikan hubungan kita Nat, walaupun aku tahu, kau masih berstatus sebagai seorang istri dari Addison, pria brengsek itu. " ucap Enrico bersungguh-sungguh.

Enrico ingin sekali meresmikan hubungannya dengan Natasha, walaupun dia sadar, Natasha masih berstatus istri pria lain. Tapi, tidak ada salahnya, jika ia begitu mencintai Natasha selama ini. Wanita yang ditolongnya beberapa tahun silam.

Enrico tidak peduli dengan masa lalu Natasha yang pilu penuh dengan tangisan, yang diinginkan Enrico hanya satu. Membahagiakan Natasha dan menjaganya dari orang-orang yang selalu mengucilkan dan menjatuhkan harga dirinya.

Ya, Enrico siap dengan semua itu, karena cinta yang dimiliki Enrico begitu besar dan tulus, dan ia akan memperjuangkan Natasha

Bab 3

Aiden melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia sendiri tidak mau terburu-buru sampai ke tempat fashion show itu, entah kenapa hatinya merasa menolak untuk datang ke pesta itu. Seperti ada yang mengganjal dalam dirinya.

Padahal, Aiden ingin sekali sedikit bersenang-senang melupakan semua penat dirasakannya selama ini, berkumpul sesama pebisnis atau hanya sekedar minum Alkohol walaupun cuma sedikit saja, itu lah yang dipikiran Aiden saat ini.

Amber yang sejak tadi melihat gelagat Aiden, hanya bisa menatapnya saja, hingga ia pun mengulum bibirnya untuk membuka pembicaraan.

"Hmm.. Aiden!" panggil Amber.

"Hmm.."

"Apa kau sudah menemukan Natasha?" tanya Amber ragu. Melirik sekilas Aiden. Menegang saat ia menyebutkan Natasha.

"Aku tidak pernah mencarinya selama ini, atau pun menghubungi. Bagi ku Natasha sudah ku anggap mati," jelas Aiden, ia berkata jujur kepada Amber.

"Maksudmu?" Amber tidak mengerti dengan jawaban Aiden, setahunya Aiden begitu memuja Natasha, sampai dia rela menentang ibunya, Agatha.

"Semejak Natasha membuat mommy terjatuh sakit, aku tidak pernah mencarinya atau menghubunginya. Tidak sama sekali, wanita itu sudah ku anggap mati, dan aku sama sekali tidak ingin menemuinya walaupun Natasha masih hidup, ataupun mati aku tidak ingin melihat mayat atau kuburannya."

"Tapi, bagaimana dengan putramu, putra mu pasti sangat merindukan ibunya Aiden, pikirkan lah putramu?"

"Putra ku tidak membutuhkan Natasha, dan aku tidak ingin putra ku di rawat oleh wanita keji seperti Natasha," Emosi tak biasa Aiden tahan, ia paling tidak suka mendengar nama Natasha dan mengungkit masa lalunya

Amber pun paham, saat emosi Aiden menguak dalam dirinya, ia menyesal telah menanyakan Natasha yang menjadi penyebab terjadinya kekacau ini.

"Maaf, aku tidak bermaksud mengungkit luka lama mu," sesal Amber, dia sangat menyesal membuat emosi Aiden menguak kembali.

"Its okay! Aku hanya tidak suka mendengar wanita sialan itu lagi."

Amber tidak melanjutkan ucapannya, dan ia pun terdiam tidak ingin menanyakan lebih lanjut yang menimbulkan emosi Aiden semakin menjadi.

••••

Kini, mobil Aiden sudah berada di halaman gedung tempat acara Fashion show berlangsung, mobilnya berhenti tepat di depan pintu masuk lobby.

Seorang bellboy menghampiri mobil Aiden dan membukakan pintu mobilnya. Aiden pun keluar dari dalam mobil, dan membuka pintu penumpang untuk Amber.

Amber pun keluar dan menerima uluran tangan Aiden dan mengapit tangan Aiden begitu posesif nya. Tepat di saat mereka masuk, kilauan cahaya dari para wartawan memotret Amber dan Aiden yang baru saja datang.

Seulas senyum mengembang terbit di wajah cantik Amber begitu jelas. Nampak ia begitu bahagia datang bersama Aiden di depan publik, tanpa Aiden menghindar dari sorotan kamera.

Namun yang terjadi, senyumannya tak berselang lama. Amber melihat sosok yang begitu dia kenal. Sosok yang telah merebut kebahagiaannya untuk bersama Aiden, siapa lagi kalau bukan Natasha Campbell, wanita yang menjadi istri Aiden selama ini.

Dan di tempat ini, Amber melihat Natasha begitu jelasnya yang begitu anggun menggunakan dress berwarna gold terkesan seksi di kulit putihnya yang mulus, sangat berbeda dari Natasha yang dulu. Tidak pernah mengurus dirinya. Tapi sekarang Natasha berubah total, terlihat lebih dewasa dan elegan.

Aiden pun sama dengan Amber, melihat sosok wanita yang dulu pernah diusir dari rumahnya terlihat begitu anggun, cantik dan juga tentunya seksi.

Tapi satu yang Aiden tanyakan dalam dirinya, pria yang berada di samping Natasha, dia tahu siapa pria itu, seorang triliuner yang selalu disorot media, Enrico Arckheley.

"Tidak, tidak mungkin wanita itu Natasha" ucap Aiden masih tidak percaya dan di dengar oleh Amber.

"Apa kau melihatnya?" tanya Amber, memastikan.

"Ya, sangat jelas. Tapi aku tidak yakin, wanita itu Natasha!"

"Aku juga sama denganmu, tidak mungkin wanita itu Natasha!" imbuh Amber berseru dengan ucapannya.

"Ckk..!! Jelas-jelas dia bukan Natasha, Natasha tidak pernah mengenakan gaun seperti itu."

Aiden masih tidak mempercayai wanita yang dilihatnya adalah Natasha. Sampai ia pun menyakinkan dirinya, wanita yang dilihat bukanlah Natasha, istrinya. Melainkan wanita lain yang mirip dengan Natasha.

Tapi semua yang dipikirkan Aiden salah, di saat Enrico menyapanya, dan memperkenalkan Natasha pada Aiden dan Amber.

"Mr. Addison senang bertemu dengan Anda kembali" sapa Enrico.

"Mr. Arckheley lama tidak berjumpa dengan Anda, seperti yang kau lihat, aku sangat baik. Bagaimana dengan Anda?" tanya Aiden melirik Natasha.

"Seperti yang kau lihat Mr. Addison, aku sangat baik berkat wanita yang berada di sampingku," balas Enrico menimpali ucapan Aiden dan menghimpit pinggang Natasha.

"Jadi wanita ini yang membuat Anda berubah, sulit di percaya."

"Ckk.. Ya, wanita inilah yang membuat ku berubah, perkenalkan dia Natasha Campbell, wanita yang sangat aku cintai" ujar Enrico memperkenalkan Natasha pada Aiden dan Amber

Bagai petir di siang bolong, mereka berdua terkejut saat mendengar Enrico memperkenalkan wanita disampingnya, terutama Aiden. Nafasnya begitu sesak, seperti orang yang kehabisan oksigen.

Sedangkan Amber merasakan tubuhnya panas, dingin. Jika saja Aiden tidak memegangnya, mungkin ia terjatuh.

"Nat.. Natasha!!" ucap Amber menatap Natasha penuh keterkejutan.

"Yes, aku Natasha. Apa sebelumnya kita pernah bertemu?" tanya Natasha berpura-pura tidak mengenali Amber, padahal Amber sering datang ke mansion Addison saat ia masih tinggal disana.

"Hmm.. Maaf! Mungkin aku salah orang," balas Amber tersenyum kikuk pada Natasha.

"Its okay! Tidak masalah!" membalas senyuman Amber.

Aiden yang berada di samping Amber, memperhatikan begitu lekat wajah Natasha, tak dipungkiri olehnya Natasha benar-benar menjelma menjadi seorang dewi, yang awalnya hanya seorang upik abu yang sering disematkan oleh Agatha, ibundanya.

••••

Suara Enrico membangunkan Aiden dari lamunannya yang sedang menatap Natasha tak berkedip.

"Mr. Addison, are you okay!" ucap Enrico merasa tak nyaman dengan tatapan Aiden pada Natasha.

"Oh.. I'm sorry Mr. Arckheley, aku tidak menyangka kekasih Anda sangat cantik, wajahnya sangat mirip dengan seseorang yang aku kenal," jelasnya menekan kata kekasih.

Jujur saja ada rasa cemburu saat melihat Natasha bersama pria lain, apalagi pria itu adalah Enrico. Berbagai macam pertanyaan memutar di dalam otaknya. Tentang hubungan Natasha dengan Enrico. Jika benar mereka berdua menjalin hubungan Aiden tidak akan rela melepas Natasha begitu saja. Karena status Natasha masih menjadi istrinya

Tetapi bagaimana jika mereka tidak menjalani hubungan seperti Aiden pikirkan? Tetap Aiden akan membawa paksa Natasha kembali ke tempat yang seharusnya ia tinggal.

Sudah cukup Aiden memendam ini semua, kali ini dia akan membuang egonya, menyingkirkan semua kebencian dalam dirinya, walaupun hati dan pikirannya tidak sejalan, tapi kali ini, ia akan membawa paksa Natasha masuk ke dalam hidupnya lagi. Suka atau tidak suka, ia akan tetap membawa Natasha kembali.

Amber yang masih sedikit terkejut melihat respon Aiden sangat lah berbeda dari biasanya. Saat ini ada rasa kerinduan dalam diri Aiden di sorot matanya, apa lagi Natasha yang sudah benar-benar berubah membuat Aiden terpesona dengan sikap dewasa Natasha yang begitu kentara dalam dirinya.

Menimbulkan kecemburuan dalam diri Amber, dan dia sendiri pun tidak ingin kalah kali in.

Amber menginginkan Aiden walaupun harus menggunakan cara licik, dia akan lakukan. Tidak peduli jika Aiden menolaknya, ia akan meminta Agatha untuk menyakinkan Aiden untuk menjauhkan Natasha, atau meminta Enrico untuk membantunya. Hanya itu jalan satu-satunya untuk menjauhi Aiden dari Natasha.

Disisi Lain, Natasha hanya menyorotkan tatapan dingin pada kedua orang didepannya, walaupun hatinya terasa tersayat pisau tajam, tetapi Natasha tidak menunjukkan di depan mereka.

Sikap tenangnya kali ini ditunjukkan, tidak peduli dengan mereka yang terkejut saat melihatnya, bagi Natasha Aiden dan Amber adalah satu paket orang munafik, Ia tahu Amber begitu menyukai Aiden, tetapi selama ini ia hanya diam, tidak pernah meminta Amber untuk menjauhi Aiden, karena ia tahu Agatha selalu mendorong Amber untuk berdekatan dengan Aiden, dan Agatha pun juga tidak peduli dengan Aiden yang sudah memiliki istri.

Mereka berdua memang perkumpulan orang-orang munafik, dan lihatlah sekarang, Aiden tidak menunjukan rasa bersalahnya setelah mengusirnya dari mansion Addison.

Hanya tatapan terkejut yang diberikan oleh mereka berdua. Natasha sendiri pun tidak menginginkan Aiden meminta maaf padanya, rasa sakit itu tidak benar-benar hilang dari hatinya, masih ada rasa perih, kecewa, yang selalu muncul saat mengingat semua itu.

Apalagi saat bertemu dengan mereka sekarang, Natasha kembali mengingat perlakuan Aiden dan juga Agatha pada dirinya, yang selalu menyalahkan Natasha setiap dia tidak melakukan kesalahan.

Namun dibalik itu semua, Natasha tidak akan seperti ini sekarang. Bisa berdiri di tempat ini berkat bantuan Enrico yang selalu mendorongnya untuk bangkit dari semua keterpurukannya. Tetapi ada satu yang tidak bisa Natasha berikan pada Enrico yaitu hatinya, karena dia masih trauma akan masa lalunya.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED