Bab 2

"Tunggu! Istri?" Aku menahan tangannya yang sudah mau memegang punggungku, aku tidak suka saat seseorang mulai menyentuhku tanpa aku setujui.

"Ya, bukankah Anda sudah menandatangani perjanjian untuk menjadi istriku?"

"Tunggu? Bisakah kau beritahu siapa namamu? Dan bisakah kau berhenti berbicara sopan? Sebab sikapmu tidak sopan sama sekali!" Aku berbicara dengan sangat cepat, namun dia hanya tersenyum dan mendorong tubuhku hingga masuk ke dalam mobil. Aku mau tak mau langsung duduk dan berharap mendapatkan penjelasan.

Dia masuk lewat pintu lainnya, mobil tersebut sudah bergerak dengan perlahan menembus jalanan ibukota.

"Aku Bardolf Konstantino, suami barumu." Dia melanjutkan ucapannya, hal tersebut membuatku semakin kesal.

"Tidak mungkin, kau sedang bercanda?" Aku bertanya lagi dan mulai melirik wajahnya yang entah kenapa sangat tampan.

"Baca saja disini." Dia memperlihatkan berkas yang tadi aku tandatangani. Aku mulai membaca semuanya dengan hati-hati, semuanya! Inti dari berkas tersebut adalah aku resmi jadi istrinya dan Nyonya keluarga Konstantino?

Aku sedang berada di reality show ya?

Kenapa rasanya ini seperti permainan?

Tapi melihat raut wajah Bardolf yang serius, aku yakin ini bukan sekedar permainan.

"Bardolf? Kenapa? Aku tak mengerti, kenapa kau melakukan hal seperti ini? Aku tidak punya apa-apa, aku bahkan tak punya uang lebih dari dua puluh dolar, aku hanya wanita biasa yang hidup bersama seorang adik, aku tinggal di apartemen kecil yang seluruh temboknya sudah berlumut. Bisakah kau jelaskan kenapa kau memilih diriku dibandingkan wanita lain?" Aku berusaha untuk berpikir dengan jernih dan mencoba tetap tenang, aku akan bertanya serius padanya.

Mungkin saat berada di penjara aku hanya terburu-buru ingin lepas dari sana. Merasa berkas yang ditandatangani hanya berisi tentang informasi ganti rugi, entah itu uang atau mungkin aku jadi pembantu di rumahnya. Tapi apa ini? Aku jadi Nyonya Konstantino?

Siapa yang tidak tahu keluarga itu? Salah satu keluarga terkaya di dunia, yang seluruh kekayaannya bahkan tak bisa dihitung lagi! Apa keinginan orang kaya pada orang sepertiku?

"Ayahmu bernama Gabriel, benar kan?" Bardolf tahu nama ayahku?

"Iya," Bagaimana bisa dia tahu nama ayahku?

"Sebelum ayahmu meninggal dunia, dia sudah menikahkan kita. Kira-kira waktu itu umur kita sekitar lima tahun, setelahnya dia memberikan kau padaku, dia juga memberikan seluruh hartanya pada keluarga Konstantino. Aku boleh membawamu kembali sebagai istriku saat umur kita menginjak 28 tahun. Kau bisa membaca semua perjanjian di halaman paling terakhir, disana ada surat wasiat dari ayahmu dan juga flashdisk yang berisi video pernyataan." Bardolf berbicara dengan sangat serius, aku mulai melakukan apa yang dia perintahkan. Dia bahkan meminjamkan laptopnya untuk membiarkan aku melihat isi dari pernyataan ayahku dalam video.

Aku melihat dalam diam, beberapa saat setelahnya tubuhku langsung terasa dingin.

Semuanya benar.

Semua yang Bardolf katakan benar!

"Tapi, tapi aku tidak ingat apapun." Ujarku lagi.

"Ya, aku juga tidak ingat apapun. Aku baru ingat setahun yang lalu, saat ayahku meninggal dunia dan memberitahu semua kenyataan ini. Itu kenapa aku terlambat bertemu denganmu." Dia berkata dengan nada lemah dan sepertinya sangat menyesal.

Untuk saat ini aku tidak bisa berkata apapun lagi, aku hanya bisa menerima semua kenyataan sambil berpikir.

Apa yang dipikirkan ayahku pada saat itu? Kenapa dia bisa memberikan seluruh hartanya pada keluarga Konstantino? Bahkan dia membiarkan aku yang masih muda menikah dengan lelaki ini. Memang sih dia tampan, tapi siapa tahu dia hanya seorang psikopat.

Perjalanan terasa sangat lama, hingga kami sampai di sebuah mansion mewah dengan gaya arsitektur yang menawan. Beberapa pelayan dan pengawal menyambut kami, aku dibantu keluar dari mobil oleh Bardolf.

"Dimana adikku?" Itulah pertanyaan pertama yang harus aku ajukan.

"Dia ditempat yang aman, jika selama sebulan kau bisa jadi Nyonya rumah yang baik, aku akan memberikan adikmu." Ancaman lagi? Aku ingin sekali menentang ucapannya, tapi mataku kini tertuju pada seorang wanita cantik yang sudah menghampiri Bardolf dan bahkan mencium bibir lelaki itu.

Siapa wanita ini? Kekasihnya kah?

"Hai…" aku mencoba untuk menyapa, tapi wanita itu hanya tersenyum dan menggandeng lengan Bardolf untuk masuk ke dalam Mansion.

Aku mengikuti langkah kaki mereka dari belakang, aku cukup terkesima dengan semua interior yang ada di mansion tersebut. Benar-benar seperti tempat tinggal para bangsawan kelas atas.

"Cassandra, ini istriku yang keempat. Namanya Elzahara, kau akan dibantu olehnya untuk memahami semua peraturan dalam mansion. Nanti malam aku akan ke kamarmu, pastikan kau membersihkan tubuhmu dengan baik." Setelah berkata seperti itu, Bardolf langsung pergi meninggalkan kami.

Aku cukup tertegun saat mendengar semua kata-kata darinya. Istri keempat? Tunggu dulu! Apa-apaan ini?

"Ayo ikuti aku untuk berkeliling mansion." Wanita bernama Elzahara ini sepertinya tidak berniat menyambut diriku dengan baik.

"Apakah aku boleh bertanya satu hal?" Aku tidak mengikuti langkah kakinya, aku merasa seperti terjebak pada keadaan yang tidak menyenangkan.

"Ya, tentu saja. Tapi kita harus sambil berjalan. Mansion ini sangat besar, dan aku tidak punya banyak waktu hanya untuk menemani dirimu." Elzahara langsung melangkah lagi, dia tak peduli apa aku mengikutinya atau tidak. Pada akhirnya aku terpaksa melangkahkan kaki ini untuk mengikuti wanita sombong itu!

"Tanyakan apa saja yang mau kau tanyakan." Ujarnya.

"Kau istri keempat? Aku istri keberapa? Ada berapa istri yang dimiliki Bardolf? Apakah dia penggila wanita?" Itulah pertanyaan yang memang harus aku utarakan dengan jelas.

Untuk beberapa saat dia hanya tertawa sinis, setelahnya dia melirik diriku dari ujung kaki hingga ujung kepala. "Kau datang tanpa tahu apapun?" Cemooh dari bibirnya membuatku sedikit kesal.

"Aku dijebak oleh lelaki bernama Bardolf itu, dia memasukan aku ke dalam penjara dan mengancam akan menyakiti adikku satu-satunya. Bahkan tadi dia berkata bahwa aku dan dia sudah menikah sejak kecil. Sekarang aku sadar bahwa semua itu pasti hanya omong kosong." Aku berkata terus terang, tidak peduli jika Elzahara akan memberitahu Bardolf.

"Kau istri kelima, semua istri-istri Bardolf sudah meninggal dunia. Hanya aku yang tersisa, mungkin sebentar lagi aku juga akan meninggal." Elzahara berkata tentang kematian dengan sangat mudah, apakah dia sudah dicuci otaknya?

Astaga! Jantungku sudah bertalu-talu tak karuan, rasa takut bahkan telah merayap ke setiap aliran darahku.

Bardolf benar-benar psikopat?

"Ini foto-foto mendiang istri Bardolf. Tersusun sesuai urutan, dari istri pertama hingga istri ketiga. Fotoku tidak ada disini karena aku belum meninggal dunia." Elzahara menunjuk ke arah dinding yang terdapat tiga bingkai foto berukuran besar.

"Ada lagi yang mau kau tanyakan? Wajahmu langsung pucat begitu, apakah kau takut?" Ucapan darinya membuatku membeku.

"Apakah saat Bardolf tidak suka pada istrinya, maka mereka akan dibunuh?" Aku mencoba untuk tetap tenang saat mempertanyakan hal tersebut.

Tuhan..

Bagaimana ini?

"Saat kami tidak bisa menjadi istri yang berguna, Bardolf akan membuang kami." Ujarnya dengan begitu tegas.

Bab 3

Aku tidak bisa berpikir dengan jernih sama sekali, ucapan Elzahara terus menghantui aku selama seharian, aku bahkan tak bisa bertanya apapun. Tatapan matanya saja membuatku merinding, belum lagi suasana di Mansion ini yang begitu suram.

Bardolf berkata padaku akan datang malam hari untuk melakukan hubungan suami istri, tapi sampai menjelang pagi dia tak terlihat sama sekali, yang datang hanya para pelayan yang membantuku mandi dan bersiap-siap untuk sarapan pagi.

Aku melangkah perlahan menuruni anak tangga satu persatu, pergi ke ruangan makan bersama pelayan yang tidak berbicara padaku, bahkan saat aku bertanya sudah berapa lama mereka berada disini, mereka tetap diam.

"Hai Cassandra, kau terlihat cantik seperti namamu." Ucapan seorang wanita yang cukup berumur membuatku langsung menengok ke arahnya.

"Hai.." hanya itu yang aku katakan, aku langsung duduk di salah satu bangku setenang mungkin.

"Ck! Kau cukup berani untuk langsung duduk tanpa disuruh sama sekali." Wanita yang tadi menyapaku sekarang berucap sambil tertawa sinis.

Tak lama Elzahara dan lelaki bernama Aaric datang secara bersamaan, disusul oleh Bardolf yang hanya memakai celana pendek dan bertelanjang dada. Bentuk tubuhnya yang begitu seksi dengan bekas luka di bagian perut membuatku terperangah, lebih tepatnya aku terkejut dan kagum secara bersamaan.

"Ahhh, istriku sudah datang lebih dulu." Bardolf tiba-tiba saja berjalan ke arahku dan mencium pipiku dengan sangat lembut.

Wajahku terasa panas karena mendapatkan ciuman mendadak, tapi aku berusaha untuk tetap sadar dan tidak menanggapi apa-apa.

"Berhentilah bersikap konyol, suamiku!" Elzahara seperti sangat kesal karena suaminya mencium istri kelimanya lebih dulu.

"Duduklah, kita akan bahas kelanjutan dari hubungan kalian." Sekali lagi, wanita yang tidak aku ketahui siapa namanya sudah berbicara seolah-olah dia adalah pemegang kekuasaan tertinggi di Mansion ini.

"Aku Nyonya Crystal, jika itu yang jadi pertanyaan di otak kecilmu." Dia menatap mataku sangat lekat ketika berkata seperti itu.

"Jadi, apakah wanita ini sudah setuju akan memberikan keturunan untukmu, Bardolf?" Crystal bertanya tanpa basa-basi.

"Apa maksudnya ini? Keturunan apa?!" Aku berkata dengan suara yang lantang tanpa sadar.

"Wah! Dia berani bersuara saat aku berbicara. Apakah kau menemukannya di tempat sampah, Bardolf?"

"Nenek, maafkan aku. Sepertinya dia kurang tidur, jadi berbicara kasar." Elzahara sudah berpihak pada suaminya, karena sudah membela Bardolf secara terang-terangan.

"Aku pantas mendapatkan penjelasan! Bukan begitu Nyonya Crystal?" Kataku lagi.

"Jaga sopan santun Cassandra! Tutup mulutmu dan Ingatlah bahwa adikmu masih berada di genggamanku! Mudah untukku membunuhnya!" Bardolf berucap sambil menatap sinis ke arahku, dia kembali mengancam.

"Kau yang seharusnya tutup mulut!" Aku membentaknya tanpa takut sama sekali.

"Cassandra! Apakah itu caramu berkata pada suamimu sendiri?!" Nenek tua bernama Crystal sudah bertindak sangat menyebalkan, dia berkata seolah-olah aku ini sudah jadi menantu dari cucunya? Ya sebut saja dia neneknya Bardolf, aku bahkan tidak tahu siapa dia sebenarnya.

"Seharusnya kau berkata seperti itu pada cucumu. Sebab disini aku yang ditindas secara semena-mena." Aku berkata dengan nada pelan, menyesap minuman hangat yang baru saja disediakan oleh pelayan.

"Cassandra apakah kau…"

"Bisakah kau tutup mulutmu?!" Aku berkata dengan sangat lantang saat Elzahara sudah ingin berkata sesuatu.

"Cassandra!!" Bardolf membanting meja sambil menatap mataku dengan sangat lekat.

"Apa?! Apakah kau hanya akan membentak diriku dan mengancam saja? Jelaskan padaku apa maumu dan keluarga ini padaku! Aku tidak percaya pada semua omong kosong yang kau katakan kemarin! Bagaimana bisa kau menjadikan aku istri kelima?! Itu adalah tindakan konyol!"

"Semua yang aku katakan memang benar, apakah bukti-bukti yang aku tunjukan masih kurang meyakinkan untukmu?"

"Bukti-bukti? Bukti yang bisa kau buat? Konyol sekali, ucapanmu sangat menyebalkan!" Aku tidak akan kalah untuk berdebat dengannya, sebab aku wanita egois yang akan bertindak sesuka hati.

"Aku tidak perlu menjelaskan apapun yang kau pikirkan. Aaric, singkirkan Meisya dan buat wanita ini sadar bahwa aku bukan hanya sekedar mengancam!" Bardolf sudah berkata dengan serius, aku langsung melotot kaget saat mendengar nama adikku disebut.

"Jangan pernah berani menyentuhnya! Aku tidak akan membiarkan kau hidup dengan tenang, Bardolf!"

"Kau pikir aku takut dengan ancaman itu? Tidak!" Ujar Bardolf.

"Bardolf, Cassandra! Bisakah kalian berhenti berdebat? Aku ingin makan dengan tenang." Ujar Nenek Crystal.

"Oh come on! Kau bisa makan dengan tenang dan aku bisa pergi dari sini jika Bardolf tidak bertindak semena-mena." Aku masih berucap dengan sinis, aku tak mau mereka semua menganggap aku bisa diatur sesuka hati.

"Bisakah kau berbicara sopan, Cassandra? Aku bukan orang yang bisa memberikan kelonggaran pada sikapmu yang kurang ajar. Aku bisa menghancurkan kau kapan saja, tapi untuk saat ini kami membutuhkan dirimu." Dia bersikap sangat tenang ketika mengatakan tentang membutuhkan diriku?

"Apa yang kau butuhkan dariku?"

"Seorang anak, kami butuh penerus keluarga Konstantino. Kau menjadi istri kelima karena selama ini istri-istri Bardolf tak bisa melahirkan anak dengan selamat. Mereka semua meninggal dunia setelah melahirkan, bahkan Elzahara hampir meninggal dunia saat berusaha melahirkan anak pertamanya. Tapi ternyata dia bisa bertahan, tapi tidak dengan anaknya." Crystal berkata sangat jelas, aku suka dengan sifatnya saat ini, tapi aku tidak suka saat dia mengatakan tentang kematian orang lain dengan begitu mudah.

"Seorang anak? Bagaimana kalian bisa memilih diriku hanya untuk melahirkan seorang anak?"

"Kau sangat sehat untuk melahirkan seorang anak, bahkan kau masih perawan." Bardolf menanggapi dengan sangat santai, sekali lagi aku merasa terhenyak karena mendengar semua ucapannya.

"Jadi aku disuruh datang kesini untuk menyerahkan tubuhku dan kematianku sendiri? Kau punya tiga istri yang meninggal dunia saat melahirkan, lalu satu istri lagi yang selamat saat melahirkan. Lalu kau membawaku kesini hanya untuk melahirkan anakmu? Keluarga ini sepertinya tidak punya malu." Ujarku sambil terkekeh pelan, aku berusaha untuk makan salad sayur yang kelihatannya sangat enak. Untuk saat ini aku perlu mengisi tenaga agar bisa melawan orang-orang yang tak punya norma sama sekali.

"Kau tidak punya pilihan, kau sudah menandatangani perjanjian. Jika kau membatalkan itu, maka kau harus membayar denda. Lalu jangan lupakan tentang keselamatan adikmu. Kau berada di bawah kendaliku, Cassandra." Bardolf tersenyum sangat mengerikan ketika dia berucap seperti itu.

Keselamatan adikku memang yang paling terpenting untuk saat ini, aku hanya bisa menuruti apa yang mereka katakan. Ibu? Ayah? kalian berkata padaku bahwa apapun yang terjadi aku harus melindungi adikku. Sekarang, walaupun nyawa dan harga diriku ternodai, maka aku harus tetap melindungi adikku bukan? Ya.. tidak masalah jika aku hanya dijadikan alat oleh keluarga Konstantino.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED