Sampul Novel Istri Dekilku Anak Sultan

Istri Dekilku Anak Sultan

7.9 / 10.0
Alif menyesal telah menceraikan Shinta yang ia anggap tidak menarik, tanpa tahu bahwa mantan istrinya adalah pewaris tunggal perusahaan tempatnya bekerja. Kini, Shinta harus berjuang mempertahankan nyawa dari ancaman musuh yang mengincar takhta dalam perebutan kekuasaan. Di tengah bahaya, sosok Raka selalu hadir untuk menyelamatkannya. Shinta pun kini harus menghadapi konspirasi maut sekaligus memastikan apakah Raka adalah cinta sejati yang selama ini ia cari.
Ringkasan Istri Dekilku Anak Sultan
Alif menyesal telah menceraikan Shinta yang ia anggap tidak menarik, tanpa tahu bahwa mantan istrinya adalah pewaris tunggal perusahaan tempatnya bekerja. Kini, Shinta harus berjuang mempertahankan nyawa dari ancaman musuh yang mengincar takhta dalam perebutan kekuasaan. Di tengah bahaya, sosok Raka selalu hadir untuk menyelamatkannya. Shinta pun kini harus menghadapi konspirasi maut sekaligus memastikan apakah Raka adalah cinta sejati yang selama ini ia cari.
Baca Selengkapnya

Istri Dekilku Anak Sultan Bab 1

. Dikira Pembantu

"Kak, masuknya lewat pintu belakang aja!" ujar Imah setengah berbisik.

Tiba-tiba saja Imah adik iparku yang masih remaja itu menghadangku untuk masuk ke dalam rumah. Aku yang baru saja pulang dari pasar tercengang melihat di dalam rumah banyak tamu. Tiga mobil mewah terparkir di pinggir jalan tepat di depan rumah ibu mertua. Tidak biasanya ibu kedatangan tamu dengan mobil-mobil bagus seperti itu. Pasti tamu-tamu itu bukanlah orang sembarangan. Siapa gerangan para tamu itu? Kenapa Imah melarangku masuk melewati pintu depan?

Sejak kami menikah, Mas Alif mengajakku tinggal di rumah ibunya. Karena dia sendiri belum sanggup untuk membeli rumah. Jadi aku harus tau diri selama tinggal di sini. Karena masih menumpang pada mertua, aku tak boleh berpangku tangan. Apapun pekerjaan yang ada di rumah ini, aku kerjakan.

Aku terpaksa menuruti ucapan Imah untuk masuk lewat pintu belakang. Dua kantong belanja yang cukup berat aku letakkan di atas meja dapur yang terbuat dari kayu. Memang dua hari sekali Ibu menyuruhku ke pasar untuk berbelanja keperluan dapur .

Peluh mengalir di wajahku, karena kelelahan berjalan kaki pergi dan pulang dari pasar yang cukup jauh. Baru saja ingin menjatuhkan tubuhku di sebuah kursi kayu , tiba-tiba saja Ibu mertua berteriak dari ruang tengah.

"Shinta ..., Kamu lama banget, sih. Buruan bikin minum yang banyak!' perintah Ibu mertua yang sedang asik dengan gawainya di depan televisi.

"Memang tamunya belum dibuatkan minum?" tanyaku heran seraya menghampiri ke ruang tengah.

Kenapa harus menungguku pulang? Bukankah di rumah ada Imah dan Kak May? Namun pertanyaan itu hanya bisa aku ungkapkan dalam hati.

"Ya belumlah. Itukan tamu suami kamu. Mereka itu teman-teman Alif waktu SMA dulu. Masak aku yang bikinin. Males deh," sahut Kak May-kakak iparku yang sampai saat ini belum menikah, seraya berlalu masuk ke kamarnya.

Astaga! Apa salahnya jika dia membantu membuatkan minum? Bukankah Mas Alif juga adik kandungnya?

Tanpa menunggu lama, aku segera kembali ke dapur dan membuat beberapa gelas teh manis hangat dan dua toples cemilan. Setelah selesai, dengan hati-hati aku membawanya ke ruang tamu. Mungkin saja Mas Alif ingin memperkenalkan aku dengan tamu-tamunya, yang katanya adalah teman-temannya semasa sekolah dulu.

Mereka sedang tertawa terbahak-bahak ketika aku masuk ke ruang tamu yang sudah ramai. Ruang tamu ibu memang luas dengan sebuah meja panjang di tengahnya. Teman Mas Alif yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu tampak asik berbincang tentang masa-masa SMA mereka dulu. Tawa dan canda riuh terdengar di setiap sudut ruangan ini.

Perlahan aku meletakkan satu persatu gelas di atas meja. Mereka seperti tidak menghiraukanku. Mas Alif juga tidak menyapaku. Apalagi memperkenalkanku. Suamiku itu tetap asik bersenda gurau dengan teman-teman wanitanya, seakan aku tidak ada di dekatnya.

Kenapa Mas Alif tak mempedulikan kehadiranku? Apa Mas Alif malu memperkenalkan aku pada teman-temannya. Seketika aku tersadar. Aku memang tidak cantik seperti mereka. Ya, Mas Alif pasti malu punya istri dengan penampilan lusuh sepertiku.

"Mbak, ada air es nggak?" sontak aku terkejut, seorang wanita cantik dengan rambut panjang bergelombang bertanya sedikit ketus padaku.

"A-ada. Sebentar saya ambilkan," sahutku.

"Buruan ! Haus nih!" lanjut wanita itu dengan nada sedikit membentak. Alis matanya naik dengan tatapan tajam ke arahku.

Astaghfirullahaladzim ... !

Aku melirik pada Mas Alif. Ia memberi kode dengan dagunya agar aku segera melakukan perintah perempuan itu.

Kenapa Mas Alif diam saja? Apa mereka pikir aku ini pembantu disini? Apa karena pakaianku seperti ini mereka pikir aku ....

Segera aku melangkah ke dalam mengambil dua gelas kosong dan dua botol air es dari lemari pendingin, lalu kembali membawanya ke meja tamu.

"Lama banget sih. Ambil air esnya di Bogor, ya?" ketus wanita tadi disertai tawa beberapa teman-temannya. Mereka memandangku dengan tatapan meremehkan.

Aku kembali melirik pada Mas Alif. Dia tetap tidak mempedulikanku. Malah asik berbincang akrab dengan para wanita-wanita ini.

Air mataku membendung di pelupuk mata. Teganya Mas Alif bersikap seperti ini padaku.

"Makanya Lif, nikah aja sama si Mela. Kalian dari dulu kan cocok."

"Cieee, cinta lama belum kelar nih ceritanya."

"Pepet terus Lif, jangan kasih kendor."

Riuh tawa memenuhi ruangan. Wanita yang aku duga bernama Mela itu tampak salah tingkah dan malu-malu. Wajah cantiknya merah merona. Tampak olehku dia mencuri-curi pandang pada Mas Alif, suamiku.

Mas Alif pun nampak senyum-senyum. Terlihat rasa bangga dari wajahnya. Tanpa menghiraukan perasaanku, dia juga curi-curi pandang dengan si Mela itu.

Sekuat tenaga aku menahan agar air mata ini tak tumpah. Sesak di dada ini semakin terasa dihimpit batu besar. Hingga rasanya sangat sulit untuk bernapas.

Ya Tuhan. Kenapa Mas Alif enggan memperkenalkan aku pada teman-temannya? Apa karena penampilanku? Aku memandang daster panjang lusuh yang kupakai sejak subuh. Daster bekas pemberian ibu mertua, serta hijab instan berukuran sedada yang warnanya sudah memudar. Hatiku mencelos melihat penampilanku sendiri. Pantas saja Mas Alif enggan memperkenalkan aku sebagai istrinya. Sedangkan penampilan teman-temannya saat ini jauh lebih cantik dan menarik.

Bagaimana aku bisa tampil rapi? Sejak subuh Aku melakukan semua pekerjaan rumah ini tanpa henti. Sedangkan kakak dan adik Mas Alif tidak ada yang peduli. Hampir setiap hari seperti ini. Mereka mengandalkan semua pekerjaan rumah daku

Air mataku mulai mengembun. Tubuhku mulai bergetar menahan tangis. Hati ini perih seakan teriris benda tajam. Tega sekali kamu, Mas.

Sepertinya aku harus segera kembali ke dalam sebelum ibu mertua berteriak menyuruhku masak.

Aku yang sejak tadi bersimpuh di depan meja, perlahan mencoba untuk berdiri. Kakiku terasa lemas. Aku mencoba berpegangan pada meja.

Prang ...!!

Aku tersentak mendengar suara sesuatu yang pecah didekat kakiku.

"Dasar pembantu nggak becus! Lihat bajuku jadi basah begini!" pekik wanita di depanku. Wajahnya merah padam dengan mata melotot menatapku.

Ya Tuhan, aku tak sengaja menyenggol sebuah gelas dan membasahi baju wanita bernama Mela itu.

Hatiku makin terluka ketika dengan cekatan Mas Alif meraih tissue dan berusaha mengeringkan pakaian wanita itu.

Aku tak tahan lagi. Berusaha kembali untuk berdiri dan kemudian berlari menuju ke dalam.

"Aaaww!" Tak sengaja aku menabrak seseorang dengan tubuh yang jauh lebih besar dariku.

"Maira?" Sontak aku terlonjak ketika seseorang memanggilku dengan nama 'Maira'. Nama yang tak asing di telingaku.

Astaga! siapa laki-laki ini? Kenapa ia tahu nama kecilku?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Dekilku Anak Sultan

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.1
Kehidupan dalam novel modern ini berubah drastis setelah kecelakaan membuat sang suami lumpuh. Situasi kian rumit saat ayah mertua pindah tinggal bersama mereka. Didorong obsesi memiliki keturunan demi meneruskan garis keluarga, sang suami nekat memasukkan obat secara diam-diam ke dalam minuman istri dan ayahnya sendiri. Sejak peristiwa tersebut, hubungan mereka berubah menjadi misteri penuh ketegangan, di mana segala sesuatunya mulai berjalan di luar kendali dan tanpa arah.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menguak sisi kehidupan tersembunyi yang jarang dibahas. Di balik topeng kesucian, terdapat luka mendalam, dilema, serta kerinduan emosional yang rumit. Melalui penyampaian yang realistis dan eksplisit, Anda diajak merenungkan jati diri di tengah kegelapan demi meraih titik terang. Sebuah bacaan penuh makna tentang pencarian hakikat hidup dan cinta yang berliku, siap memberikan sudut pandang baru yang mendalam bagi pembacanya.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
9.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dipaksa mengalah demi kakaknya yang sakit parah agar bisa menikahi James, sang tunangan. Karena menolak mentah-mentah rencana tersebut, orang tuanya tega mengikatnya di rumah sebelum pergi ke acara pernikahan. Malang, saat ditinggalkan sendirian dalam kondisi terikat, seorang penyusup masuk dan membunuhnya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali untuk membebaskannya, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk tanpa nyawa.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang terjadi menyisakan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan, serta pengorbanan tulus. Walau mengenalmu membawa kesedihan dan rasa sakit, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, saat kesadaran terlambat itu datang, andai saja waktu dapat diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik berharga bersamamu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED