Bab 1

Malam ini, ada acara besar di ball room hotel five season, yaitu acara ulang tahun PT. Agung Pratama, sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang pembangunan gedung, apartemen dan pengembangan perumahan kelas atas.

Pemegang saham mayoritas yaitu, Phillip Collins dari Amerika serikat, selalu menyempatkan diri untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan nya ini setiap tahunnya.

Setelah acara makan-makan selesai, dan para tamu undangan sudah meninggalkan tempat acara, yang tinggal hanyalah para karyawan PT. Agung Pratama, karena sebentar lagi akan diadakan sebuah acara yang hanya digelar sesudah acara ulang tahun perusahaan.

Acara ini disebut, Cari Jodoh. acara ini, digagas sendiri oleh Philip Collins, saat dia membeli saham mayoritas di perusahaan ini.

Sebelum ini, pemilik saham mayoritas adalah Keluarga Juwono. sekarang ini, keluarga Juwono hanya menjadi pemilik saham terbesar kedua di perusahaan ini, setelah sebagian besar saham mereka, telah dijual ke Philip Collins.

Acara Cari Jodoh ini, dimaksud kan untuk menjodohkan antar sesama karyawan di PT Agung Pratama ini.

Nantinya, para karyawan cowok yang jadi perwakilan di setiap divisi, akan tampil di panggung, dan karyawan cewek harus memilih dari bawah panggung.

Pihak yang menentukan jadi tidaknya perjodohan itu nantinya, adalah karyawan cowok. Mereka bisa memilih, siapa cewek yang akan diterimanya sebagai calon jodohnya.

Setelah si cowok dan si cewek sepakat, mereka berdua, akan menerima fasilitas mewah, berupa kamar termahal di hotel ini, juga semua fasilitas mewah selama dua malam yang semuanya dibayar oleh perusahaan.

Di tahun-tahun sebelumnya, ada pasangan yang benar-benar jadian saat acara cari jodoh itu, dan hubungan mereka langgeng sampai ke jenjang pernikahan, walau, ada juga yang tidak berlanjut ke jenjang pernikahan.

Malam ini, satu demi satu, karyawan cowok yang jomblo atau pun ngaku-ngaku jomblo, telah naik ke atas panggung dan dipilih oleh gadis-gadis yang berebutan mengangkat tangan, karena ingin menikmati kamar mewah dan fasilitasnya selama dua malam di hotel ini.

"Van, siap-siap kamu. Sedikit lagi, Ardy, pacar kamu yang tampan itu, akan segera naik," kata Rani, seorang karyawati berkacamata minus kepada Vania, karyawati cantik, berbibir tipis yang sedang termenung sambil menatap ke panggung.

"Siap-siap apaan sih? walaupun nanti ada banyak cewek yang memilih Ardy, tapi, Ardy pasti pilih Vania," kata Lenny karyawati bertubuh agak gemuk yakin.

"Belum tentu. Itu si Lita Jutek, kan kesengsem berat sama Ardy. Bisa saja dia pake guna-guna supaya Ardy pilih dia. Iya kan?" kata Rani berargumen.

"Gak dong. Ardy itu gak bakal tergoda. dia pasti akan memilih Vania, teman kita yang cantik ini," bantah Lenny lagi.

Sementara Vania sendiri, masih tampak termenung, seakan tidak mendengar pembicaraan dua temannya itu.

Di atas panggung, terjadi sebuah perubahan besar yang membuat banyak orang tertawa-tawa.

Ternyata, hal itu terjadi karena naiknya seorang pemuda ke atas panggung. Naiknya pemuda itu, membuat kehebohan besar. sehingga terjadi banyak celetukan dari bawah panggung.

"Ada OB nyari jodoh."

"Woy! Kamu mau ngepel atau apaan, sih?"

"Woy! Gak ada yang bakal pilih kamu."

"Hahahaha. Yang terakhir itu suara si Ardy," kata Lenny kepada Vania dan Rani.

"Iya. Agak bully. Tapi, Ardy benar juga sih. Siapa juga yang bakal pilih cowok itu. Dia kan namanya Davin, dia cuma Cleaning Service di kantor kita. Kok dia berani naik panggung sih? acara cari jodoh itu, kan cuma buat karyawan tetap," kata Rani kepada dua temannya.

"Kayaknya gak ada salahnya deh. dia juga kan karyawan di perusahaan kita. jadi, dia juga berhak ikut acara cari jodoh ini," kata Vania tiba-tiba.

"Tapi, kasihan tuh. Pasti dia akan menunggu dengan sia-sia di atas panggung. Pasti gak ada wanita yang akan angkat tangan milih dia," kata Rani.

"Belum tentu. tubuhnya atletis, wajahnya tampan, bahkan dia lebih tampan dari Ardy," kata Vania.

"Masak sih? Kok bisa kamu rendahin pacar kamu sendiri? Ardy itu, cowok idaman yang digilai banyak wanita, kariernya juga hebat, baru lima bulan kerja, dia langsung menduduki jabatan tinggi sebagai Direktur keuangan di perusahaan kita. Noh! apa lagi yang kurang? Kamu itu sangat beruntung, Van, karena Ardy memilih kamu sebagai pacarnya," kata Lenny kepada Vania.

"Gak tuh. Aku gak merasa beruntung," jawab Vania dingin.

"Len, kasihan, Len. si Cleaning Service itu, sampe sekarang, gak ada yang pilih dia. Kamu aja, gih," kata Rani kepada Lenny.

"Ogah! nanti aku diketawain dong," jawab Lenny.

Pemuda Cleaning Service bernama Davin itu, masih berdiri di atas panggung. Lima belas menit telah berlalu, tapi, tidak ada satupun karyawati yang menawarnya, hingga, dia semakin menjadi bahan tertawaan banyak orang.

Tiba-tiba, terjadi perubahan besar lagi di panggung Ballroom hotel.

Seorang lelaki naik ke atas panggung yang langsung disambut oleh sorakan banyak wanita. Lelaki ini adalah Ardy."

"Hahahaha. Kamu harus banyak belajar dariku, kalau ingin dipilih wanita. Look at me," kata Ardy kepada Davin.

Dan benar saja, begitu Ardy berdiri di samping Davin, yang berarti, Ardy sudah available atau tersedia untuk dipilih, keadaan di bawah panggung menjadi sangat heboh.

Sekitar tiga puluh wanita, berebutan angkat tangan untuk memilih Ardy.

Ardy tampak tertawa-tawa dan tersenyum mengejek ke arah Davin di sampingnya.

"Lihat. mereka berebutan memilihku, tidak seperti kamu. Hehehehe," kata Ardy sambil tertawa-tawa ke arah Davin.

Dengan pongahnya Ardy bergaya seperti binaragawan di atas panggung, hal ini, membuat lebih banyak lagi kaum wanita yang mulai angkat tangan mencoba peruntungannya untuk dipilih Ardy.

Ardy sangat menikmati saat-saat ini, Ardy sangat menikmati menjadi pusat perhatian banyak gadis, tapi, sejak awal, Ardy sudah berencana memilih seorang wanita, yaitu, Vania, gadis paling cantik di PT Agung Pratama.

Gadis yang tiga hari lalu telah menerima cinta Ardy dan Ardy berniat membawa hubungan mereka lebih jauh lagi di kamar hotel mewah pada malam ini.

Tapi, ada sesuatu yang terjadi, sampai saat ini, Vania belum berdiri dari tempat duduknya.

Padahal, Ardy akan langsung menerima Vania, di saat Vania berdiri dan mengangkat tangan, tapi, Ardy sabar menunggu.

Karena bisa saja, Vania cuma menunggu saat yang tepat, karena saat ini, keadaan memang sangat heboh karena terjadi dorong-mendorong di antara banyak wanita yang memilih Ardy sejak tadi.

Akhirnya, Vania berdiri dari tempat duduknya. Vania berjalan ke panggung mendekati Ardy.

Ardy sudah tersenyum lebar melihat kedatangan Vania.

Selangkah demi selangkah, Vania mendekati Ardy yang menunggunya di atas panggung.

Tangan Vania pun terangkat, tapi, tangan Vania bukan menunjuk Ardy, tapi, menunjuk ke arah Davin.

Bab 2

"Apa? Sayang, mengapa kamu pilih Cleaning Service itu?" tanya Ardy marah-marah dan mendelik ke arah Davin.

Davin yang ditatap Ardy, akhirnya bersuara. "Aku memilih Vania," kata Davin yang secara resmi menyambut pilihan Vania kepadanya sambil menatap wajah Vania.

"Namanya Davin. Gak perlu kan, nyebut profesinya. Aku memang memilih dia. Ini pilihanku. And by the way, kita putus!!!" tandas Vania kepada Ardy untuk kemudian berbalik kembali ke tempat duduknya.

Keadaan yang semula riuh, sempat hening setelah mendengar kata-kata dari Vania untuk Ardy.

Banyak sekali karyawan bahkan petinggi di PT. Agung Pratama yang sudah mengetahui kisah cinta yang bersemi antara Ardy, Executive muda yang kariernya sedang meroket di perusahaan walaupun baru sekitar lima bulan bergabung dengan perusahaan setelah lulus kuliah dari Harvard di Amerika itu, dengan Vania, karyawati yang baru setahun bergabung di perusahaan namun sudah disebut-sebut sebagai kembang Agung Pratama.

Karena Vania dianggap banyak orang, terutama kaum Adam di kantornya, sebagai karyawati tercantik.

Sejak sebulan belakangan ini, banyak orang tahu akan pendekatan intens yang dilakukan Ardy kepada Vania.

Dari mulai melakukan antar jemput kepada Vania, hingga memberikan banyak hadiah, bahkan beberapa hari belakangan ini, terdengar gosip di kalangan terbatas kalau Vania sudah menerima cinta Ardy.

Karena itu, banyak orang menduga, kalau Ardy dan Vania akan mengambil kesempatan berduaan dalam acara cari jodoh nanti, dan bahkan berkesempatan dipilih menjadi Raja dan Ratu acara Cari Jodoh, yang akan segera dilakukan setelah acara Cari Jodoh rampung.

Tapi, tidak disangka kalau keadaannya akan jadi seperti ini. Vania yang cantik jelita itu, malah memilih Davin yang hanya seorang Cleaning Servis, ketimbang Ardy yang seorang Direktur keuangan di kantor yang punya masa depan sangat cerah itu.

Saat ini, banyak mata terbelalak, banyak mulut melongo saat melihat apa yang terjadi di panggung Ballroom.

Ardy yang sangat malu, memandang geram penuh dendam ke arah Davin yang masih tersenyum sambil menatap ke arah Vania yang sudah duduk di tempat duduknya kembali bersama Rani dan Lenny.

Sementara itu, begitu duduk, Vania langsung dicecar pertanyaan oleh Rani dan Lenny.

"Mengapa kamu nolak Ardy, Van?" tanya Lenny.

"Kamu sehat kan, Van?" tanya Rani sambil menaruh tangannya di pelipis Vania.

"Aku sehat kok. aku gak apa-apa. Sumpah. Aku cuma gak mau lagi pacaran sama tukang selingkuh," kata Vania tenang.

"Selingkuh?" tanya Rani dan Lenny hampir bersamaan.

Di atas panggung, Ardy tidak mau berlama-lama dipermalukan dan dilihat dengan rasa kasihan. Karena itu, Ardy memutuskan untuk bertindak.

"Aku memilih Lita. Ayo sini, sayang. Mulai malam ini, kita tidak perlu lagi menyembunyikan hubungan kita yang sebenarnya," kata Ardy kepada Lita.

Lita dengan centilnya segera naik ke atas panggung untuk memeluk tubuh Ardy.

Saat Lita memeluknya, Ardy menatap Vania dingin.

"Ardy selingkuh sama siapa, sih?" tanya Rani.

"Tuh. Dia sudah terang-terangan sekarang," kata Vania sambil menunjuk ke arah Lita yang sedang gelayutan di pundak Ardy.

"Kamu tahu darimana? Mungkin saja itu cuma fitnah," kata Lenny yang selama ini menganggap Ardy seorang pria yang baik.

"Kemarin, saat aku mencoba ke ruangannya Ardy untuk memberinya kejutan, aku malah mendapatkan kejutan di sana. Pintu ruangannya tidak tertutup dan saat aku masuk, mereka berdua sedang berhubungan intim di atas meja dengan posisi Ardy di belakang tubuh Lita. Mereka sedang ... uh. Kalian tahulah apa yang terjadi," kata Vania sedih.

"Tapi, bisa saja kan mereka tidak sengaja dalam posisi gitu," kata Lenny coba berargumen.

"Celana Ardy sudah terbuka dan melotot ke bawah, rok Lita tersingkap, tubuh Lita sedang tertelungkup di meja, mereka sedang bergerak-gerak sambil mendesah. Apa kamu masih mau bilang itu tidak disengaja, heh!" tanya Vania yang membuat dua temannya terdiam.

"Tapi, kan, tidak perlu lah sampai mempermalukan Ardy di depan umum seperti itu. Kan kasihan. Apalagi, dia kan bos kita di kantor," kata Lenny ngeri.

"Awalnya, aku juga gak bermaksud kayak tadi. Awalnya, aku cuma berencana untuk berdiam diri di acara cari jodoh ini. Aku berencana untuk tidak memilih Ardy, tapi juga tidak memilih siapa pun," kata Vania pelan.

"Terus?" sambar Lenny dan Rani hampir bersamaan.

"Sikap pongahnya Ardy itu yang membuat aku berubah pikiran. Karena dia menghina profesi Davin secara berlebihan. Itulah yang membuat aku marah dan melakukan hal yang tadi," tandas Vania.

" Tunggu dulu. Tunggu ... Davin itu siapa, sih?" tanya Lenny.

"Itu tuh, cowok yang kupilih itu," kata Vania sambil menunjuk ke arah Davin yang saat ini sedang berjalan menuruni panggung.

"Maksud kamu, Cleaning Service itu?" tanya Lenny.

"Hus! Jangan ikut-ikutan Ardy lah, suka menghina profesi orang," kata Vania kesal.

"Tapi, dia kan gak level sama kamu. Kalau dibandingkan dengan kamu, jauh lah. Apalagi kalau statusnya dibandingkan dengan Ardy yang masih muda sudah jadi Direktur keuangan itu," kata Lenny sambil mengerutkan keningnya.

"Tapi, kalau tukang selingkuh kayak gitu, buat apa?" ketus Vania.

"Jangan-jangan Davin ini, adalah Mr. Cool, yang pernah kamu bilang dulu. Iya kan?" tanya Rani kepada Vania.

"Mr. Cool apaan sih?" sambar Lenny.

"Kamu pelupa sih?" kata Rani sementara Vania masih terdiam.

"Aku kan memang pelupa, ayo dong. kasih tau," tuntut Lenny.

"Itu tuh, enam bulan lalu, Vania bilang, dia suka sama seorang cowok yang cool dan ganteng di kantor kita. Tapi, cuma bisa saling senyum karena cowok itu, belum pernah melakukan pendekatan, kamu ingat kan?" kata Rani berusaha merefresh ingatan Lenny.

"Ingat sih. tapi, aku pikir, yang dimaksudkan dengan Mr. Cool itu, Si Ardy," kata Lenny sambil berpikir keras.

"Jelas bukan. Si Ardy kan baru mulai muncul di perusahaan kita sejak lima bulan yang lalu, nah, Mr. Cool itu, sudah ada sejak enam bulan yang lalu. jadi, duluan Mr. Cool lah," kata Rani.

"Van, apa Mr. Cool-mu itu, si Cleaning. Eh, si Davin itu?" tanya Lenny memastikan.

"Yes. Aku akui, Mr. Cool-ku itu, memang Davin. Jadi, aku sudah duluan naksir dia, tapi, dia tidak pernah melakukan pendekatan. Belakangan, Ardy muncul dan melakukan pendekatan, yang setelah ku terima. Ardy malah langsung selingkuh. Karena itu, aku memilih kembali ke hatiku yang sebelumnya."

Pengakuan Vania ini, membuat dua temannya melongo.

Selain Lenny dan Rani, ada seorang pemuda lain yang duduk di belakang, dia juga ikut-ikutan melongo.

Dia kemudian menyudahi rekaman suara di handphonenya. Rupanya, sejak tadi, dia telah merekam semua pembicaraan antara Vania dan teman-temannya.

Pemuda ini, bernama Bram. dia juga bekerja sebagai Cleaning Service di perusahaan. Dia beranjak dari tempat duduknya untuk mencari Davin, sahabatnya.

Bab 3

Davin baru saja turun dari panggung, masih ada waktu untuk ke toilet, sebelum masuk ke acara selanjutnya, yaitu, pemilihan raja dan ratu jodoh.

Sesaat setelah Davin keluar dari toilet, seseorang mendekati dan menyapanya.

"Tuan muda," sapa seorang lelaki yang umurnya sekitar akhir dua puluh tahunan. Lelaki ini memakai baju bermerek dilengkapi dengan jam tangan original merk Rolex, tapi, dia malah memanggil Davin dengan sebutan, tuan muda.

Davin menoleh ke arah orang itu dan jadi sangat kaget melihat orang itu. "Peter. Kau menemukanku?"

"Sudah tiga minggu aku menemukanmu, Tuan Muda. Tapi, aku sengaja, menyelidiki seluruh kehidupanmu disini dulu, sebelum datang menyapamu," kata Peter.

Davin celingukan beberapa saat. Setelah itu, Davin membawa Peter ke daerah dekat kolam renang, di lantai yang sama dengan Ballroom hotel tempat acara kantornya, tapi terpisah dengan jarak yang cukup jauh.

Karena saat ini, sudah hampir jam sebelas malam, karena itu, area kolam renang ini, jadi sangat sunyi.

"Apa ibuku sudah tahu tempat persembunyianku ini?" tanya Davin.

"Sudah, Tuan Muda. bahkan, Ibu Tuan Muda, sudah mengirim pesawat pribadi untuk kepulangan Tuan Muda kembali ke Hongkong."

"Tidak. Aku belum akan pulang. Misi-ku belum selesai."

"Tapi ... tuan muda sudah terlalu lama meninggalkan Hongkong. sudah dua tahun, Tuan Muda. Ayah Tuan Muda, mengharapkan Tuan Muda kembali untuk mengendalikan perusahaan," kata Peter.

"Ayahku kan masih bisa mengendalikan perusahaan."

"Tuan Besar ingin pensiun. Makanya, Tuan Besar ingin Tuan Muda kembali untuk memimpin perusahaan."

"Aku baru saja menemukan gadis yang tepat untukku. Karena itu, aku belum akan pulang ke Hongkong."

"Kalau sudah menemukan jodoh Tuan Muda, itu lebih baik lagi. Ajaklah gadis itu ke Hongkong untuk bertemu Tuan Besar dan Nyonya besar."

"Tidak. Aku harus mengujinya dulu. Aku tidak ingin kisah cintaku, berakhir buruk seperti sebelumnya."

"Maksud Tuan Muda, Jacklyn?"

"Ya. Jacklyn si cewek matre itu. Dia mendekatiku, cuma karena mengincar hartaku. Setelah begitu banyak uang yang aku transfer ke rekeningnya, dia meninggalkan aku begitu saja. Aku tidak mau itu terjadi lagi, Peter."

"Er."

"Karena itulah, aku datang ke negara ini, kampung halaman ibuku ini, dimana, tidak ada seorang pun yang mengenalku dan aku sengaja menjadi seorang Cleaning Service, supaya, kalau ada wanita yang menyukaiku, berarti dia menyukaiku murni karena diriku, dan bukan karena harta keluargaku."

"Tapi, Ibu Tuan Muda sudah merindukan Tuan Muda ...."

"Setelah dua tahun mencari, akhirnya, aku menemukan sosok yang aku cari. Karena itu, bilang kepada ibuku, untuk memberikan waktu tiga bulan saja. Sesudah itu, berhasil atau tidak, aku akan kembali ke Hongkong."

"Baik. Tuan Muda. Aku akan menghubungi Ibu Tuan Muda," kata Peter sambil berlalu meninggalkan Davin.

"DAVIN!!!" terdengar teriakan seseorang. Davin pun menoleh dan melihat Bram, teman seprofesinya dan sahabatnya dalam enam bulan ini, mendatanginya.

"Ada apa, Bram?" tanya Davin.

"Aku mencarimu kemana-mana. Aku bahkan mencari sampai ke Toilet cewek karena tidak menemukanmu di Toilet cowok."

"Ah, itu kan, mau-maunya kamu, buat ngintipin cewek. Iya kan?"

"Gak kok. By the way, aku ingin kamu mendengarkan ini," kata Bram sambil mengeluarkan handphonenya.

"Dengerin apa, sih?"

"Waktu Vania, cewek tercantik di kantor kita, tiba-tiba memilih kamu saat ajang cari jodoh itu, aku kan jadi penasaran. Kebetulan ada tempat kosong di belakang tempat duduknya Vania dan teman-temannya. Karena itu, aku langsung kesana dan merekam pembicaraan mereka. Dan inilah yang kutemukan," kata Bram, sambil menatap Davin.

Kemudian, dia pun memutar rekaman suara Vania bersama dua temannya yang dia rekam di belakang Vania dan teman-temannya.

"Jadi, Vania menganggap ku Mr. Cool?" tanya Davin takjub setelah dia mendengarkan rekaman suara itu.

"Ya. nampaknya dia memang naksir kamu tuh. Rupanya sejak lama dia menyukaimu, tapi, kamu sendiri yang tidak mau melakukan pendekatan. Karena itu, manfaatkan keadaan sekarang ini, mumpung Vania sudah putus dengan Pak Ardy. Aku yakin, Pak Ardy itu, pasti tidak akan melepaskan cewek secantik Vania begitu saja. Iya kan?"

"Iya. Pasti. Sebenarnya, beberapa bulan ini, aku berusaha melakukan pendekatan ke Vania, tapi, selalu dihalangi oleh Ardy dan anak buahnya, sekarang ini, kesempatanku untuk mendekati Vania, apalagi setelah aku tahu isi hati Vania kepadaku," kata Davin sambil mengepalkan tangannya.

"Ayo semangat, friend. Sekarang, kita masuk dulu, sedikit lagi, juri akan memilih dua pasangan terbaik yang akan mengikuti pemilihan raja dan ratu ajang cari jodoh tahun ini. Kamu punya kesempatan untuk menang karena kamu berpasangan dengan Vania, cewek paling cantik di kantor kita. Feelingku sih, kamu dan Vania, akan berhadapan dengan Pak Ardy dan pasangannya," kata Bram menduga-duga.

"Oke. aku siap," kata Davin. Di hati terdalamnya, Davin merasa sangat bangga karena ternyata Vania menyukainya. Dan ini adalah pertama kalinya, dia disukai wanita tanpa dia memakai status dan harta kekayaan keluarganya yang sangat banyak itu.

Davin tersenyum puas dan merasa, Vania semakin dekat untuk menjadi gadis pilihannya bahkan jodoh terbaik untuknya.

Di panggung Ballroom hotel, Mr. Philip Collins sendiri yang mengumumkan dua pasangan pilihannya untuk bersaing dalam memperebutkan gelar Raja dan Ratu ajang cari jodoh tahun ini.

Karena itu, Mr. Philip Collins sudah siap-siap membacakan nama-nama dua pasangan terbaik pilihannya. sebelumnya, Mr. Philip Collins membacakan kata-kata pembuka.

"Mungkin ada yang bertanya, mengapa di saat semua perusahaan, membatasi pacaran atau pernikahan sekantor, tapi semua perusahaan di bawahku, malah melakukan acara ini, acara cari jodoh antar sesama karyawan. Well. aku akan jelaskan lagi disini sekarang.

"Begini, di masa mudaku dulu, aku hanya seorang karyawan rendahan yang dipandang sebelah mata oleh karyawan senior. Aku selalu diejek, hasil kerjaku diremehkan dan kalau hasil kerjaku luar biasa, bos divisiku, langsung mengklaim hasil kerjaku itu sebagai hasil kerjanya. Pokoknya, begitu lah gambaran hidupku dulu," kata Mr. Philip Collins sambil nyeruput air mineral sejenak.

"Suatu saat, bos besar di perusahaanku, ingin menyenangkan putrinya yang baru kerja di perusahaan karena lama sakit. putrinya itu, juga melewatkan sebuah acara penting bagi anak gadis Amerika, yaitu PROM ( pesta dansa kelulusan High School) Kemudian, bosku itu, menyelenggarakan acara pesta dansa di kantor untuk menyenangkan putrinya.

"Aku tiba-tiba dijadikan bahan lelucon oleh para senior. Aku dikasih kertas di punggungku dengan tulisan besar yang isinya, sedang mencari jodoh karena tidak laku-laku."

Semua orang langsung tertawa mendengar cerita Phillip  Collins  itu.

"Itu dimaksudkan untuk mempermalukanku. Para senior yang mengerjaiku tertawa-tawa melihatku. Tapi, saat itu, aku malah menarik perhatian putri dari Big bosku itu. Dia memilihku menjadi pacarnya dan belakangan jadi jodohnya. Itulah yang terjadi. Karena itulah, setelah sukses memiliki banyak perusahaan aku mulai menyelenggarakan ajang cari jodoh ini," kata Mr Philip Collins lagi.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED