Bab 2

Awalnya Lee yakin kalau hari ini adalah hari terakhirnya hidup di dunia ini.

Tapi ketika ia memejamkan matanya selama beberapa detik, ia tak merasakan kalau tubuhnya terkena serangan dari Limdong.

Akhirnya Lee memberanikan diri untuk membuka kedua matanya. Dan saat itu juga ia melihat sosok seorang pria tua di hadapannya. Ternyata guru mereka tiba tepat waktu.

"Guru! Terima kasih," Lee benar-benar merasa lega.

Lee sangat bersyukur dalam hatinya. Karena kalau telat sedetik saja, bisa saja dirinya mati akibat serangan yang dilakukan Limdong tadi.

dan ternyata, pada saat yang bersamaan pula ada salah satu murid elite yang melesat dan menyelamatkan anak kecil yang bersembunyi tadi.

"Kalian boleh beristirahat terlebih dahulu. Serahkan sisanya pada kami," ujar sang Guru.

"Baik, Guru!" jawab keduanya serempak.

Kemudian Guru mereka yang bernama Samchong itu segera bergegas bersama beberapa pasukan murid elite lainnya.

"Hiyat...!" Samchong menyerang Limdong seraya berteriak.

Siuw! Siuw! Siuw!

Boom!

Suara ledakan kembali terdengar.

Samchong tidak menahan dirinya ketika menyerang Limdong. Karena ia tahu kondisi Limdong saat ini bukanlah mengamuk seperti

yang sebelumnya. Kekuatannya kali ini sepuluh kali lipat lebih kuat.

Semua serangan diarahkan pada Limdong. Namun sayangnya, Limdong berhasil menahan semua serangan-serangan itu. Dan bahkan Limdong masih bisa melakukan serangan balasan. Limdong merasa semakin marah karena melihat ada sekumpulan orang lagi yang menyerangnya.

"Kalian hati-hati! Jangan sampai semburan cahaya yang Limdong keluarkan dari mulutnya itu menyentuh tubuh kalian. Itu sangatlah panas!" Samchong memberikan peringatan pada muridnya.

"Roar! Roar! Argh...! Maju kalian semua!" ujar Limdong.

Limdong mengamuk semakin tak terkendali. Ia menembakkan bola-bola api dari mulutnya ke segala arah.

Dan ternyata ada salah satu murid yang mencoba menahannya dengan kekuatan perisai pertahanannya. Namun sudah jelas kalau kekuatan murid elite itu pasti tak sanggup menahannya.

Dan benar saja, ketika perisainya hancur murid elite itu walaupun sempat menghindar namun sebelah bahunya masih terkena bola api dari Limdong.

"Ah...! Panas sekali! Sial!"

Pemuda itu berteriak kesakitan. Karena memang rasa sakit akibat terkena serangan itu sangatlah panas. Seperti kulit kita terkena api lahar gunung api.

"Cepat menjauh! Dan segera obati lukamu sebelum terlambat! Api itu akan menjalar ke seluruh tubuhmu bila tidak segera dipadamkan!" teriak Samchong.

Dan untungnya, murid itu masih bisa bergerak dan segera menjauh sesuai perintah Samchong.

Boom!

Boom!

Boom!

Lagi-lagi Limdong menyemburkan bola api dari mulutnya.

Bahkan kali ini bukan hanya bola api saja. Ternyata dari mulut Limdong bisa mengeluarkan sinar. Sinar itu bentuknya lurus. Dan ternyata sinar itu akan melenyapkan apapun yang disentuhnya. Buktinya saja, ada pohon yang terkena oleh sinar itu dan sekejap langsung lenyap menjadi abu. Wow! Mungkin lebih tepatnya itu adalah sinar laser.

"Semuanya! Menjauhlah terlebih dahulu! Kekuatan sinar itu lebih berbahaya dibandingkan bola api tadi!" teriak Samchong.

Semua murid elite yang dibawa Samchong sangatlah patuh. Tak ada satupun yang membantah tiap ucapan dari guru mereka.

"Guru, hati-hati!" ucap Lingling dari kejauhan berteriak. Lingling sangat khawatir dengan gurunya itu. Karena bagi Lingling, Samchong sudah ia anggap seperti ayah kandungnya. Karena memang sudah sejak kecil Lingling tinggal bersama Samchong dan juga Lee serta Limdong. Oleh sebab itu, Samchong juga akan melindungi tiga muridnya itu. Walaupun masih berada di tahap murid junior, tetapi kekuatan mereka bahkan hampir setara dengan para murid elite.

Karena Samchong memerintahkan untuk menjauh, maka para murid elite itu segera menjauh.

Dan benar saja, seandainya mereka tadi tidak segera menjauh bisa dipastikan akan ikut menjadi abu seperti pepohonan dan gedung-gedung yang terkena sinar laser yang Limdong keluarkan dari mulutnya itu.

"Sungguh luar biasa! Kekuatan sinar laser itu bisa menghancurkan apapun yang mengenainya," ucap salah satu murid. Semuanya merasa takjub sekaligus takut. Bahkan beberapa murid yang ada di sana sudah ada yang tubuhnya gemetaran dan berkeringat dingin. Tapi tak ada satupun dari mereka yang lari. Walaupun ada rasa takut, mereka tetap akan melawan sampai akhir. Itulah bedanya murid elite dan murid junior atau senior. Murid elite memang sudah dilatih untuk bertarung sampai titik darah penghabisan demi keselamatan semua orang. Jadi tidak ada satupun yang merasa ragu.

"Apakah kalian mampu mengalihkan perhatiannya?" tanya Samchong.

"Kami akan mencobanya, Guru. Ayo, teman-teman! Kita harus mengalihkan perhatian bocah itu. Kalau tidak segera dihentikan, aku yakin seluruh dunia bisa hancur hanya karenanya saja," ujar salah satu murid. Dan itu adalah ketua tim pasukan elite. Namanya adalah Beiji.

Beiji dan para murid elite lainnya kembali mendekati Limdong. Mereka berencana akan mengepung dan menyerang tanpa jeda agar Samchong mendapat celah untuk menyegel kekuatan Limdong. Hanya itulah satu-satunya cara agar Limdong bisa berhenti mengamuk.

"Ayo kita lakukan formasi satu, teman-teman," ujar Beiji. Dan semuanya sudah paham apa yang harus dilakukan.

Boom!

Boom!

Boom!

Duar!

Dari segala arah, serangan demi serangan mereka lakukan.

Kali ini mereka semua mengeluarkan seluruh kemampuan masing-masing. Mereka harus bisa mengalihkan perhatian Limdong. Tapi, kalau mereka gagal dan tak juga memberi ruang celah untuk Samchong menyegel, maka nyawa mereka adalah taruhannya. Karena seluruh tenaga akan dikerahkan.

"Bagus! Pertahankan serangan seperti itu," ucap Samchong.

Samchong masih mengamati dengan teliti agar ia bisa menerobos masuk dan mendekati tubuh Limdong. Kekuatan penyegelan hanya bisa dilakukan apabila bersentuhan langsung dengan targetnya.

Satu menit berlalu masih saja belum ada hasilnya.

Kepekaan indera yang Limdong miliki sangatlah bagus. Ia bisa merespon keadaan sekitarnya dengan cekatan. Walaupun dikepung puluhan orang, namun pertahanannya belumlah berhasil ditembus.

Samchong sampai mengernyitkan alisnya.

"Bagaimana caranya agar aku bisa mendekatinya? Pertahanannya sangatlah kuat. Bahkan masih bisa melancarkan serangan balasan." Samchong berpikir keras. Kalau ia ikut membantu menyerang, maka akan sulit ketika nanti melakukan penyegelan. Karena penyegelan akan menguras energi sangat banyak energi. Itu tergantung seberapa besar kekuatan yang akan disegel. Dan kalau diperhatikan, sesuai perhitungan Samchong maka akan menguras energinya sebanyak delapan puluh persen bila akan menyegel Limdong.

Sementara Lee dan Lingling masih memulihkan kekuatan mereka. Namun walaupun kekuatan mereka pulih, tetap saja tidak akan efektif bila bergabung dalam pertarungan kembali. Karena kondisi tubuh mereka terluka cukup parah. Bertarung bukan hanya mengandalkan energi sihir saja. Melainkan kekuatan fisik juga sangat diperlukan.

"Beiji! Terus tekan seperti itu

Dan coba kalian fokuskan serangan kalian ke arah tanduknya. Kalau aku perhatikan, sedari tadi Limdong sangat menjaga agar tanduk itu tidak terkena serangan sedikitpun. Coba kita lihat, benar atau tidak prediksiku ini," ujar Samchong.

"Baik Guru. Teman-teman, ayo lakukan apa yang dikatakan oleh Guru," ucap Beiji.

"Ayo!" Semuanya berteriak dan segera menyerang bagian tanduk Limdong.

"Semoga saja berhasil!"

Bab 3

Beiji dan yang lainnya masih terus menggempur pertahanan Limdong. Kali ini mereka akan lebih memfokuskan serangan mereka ke arah tanduk yang muncul di kepala Limdong. Baru kali ini Limdong mengamuk dan penampilannya juga terlihat berbeda. Kali ini muncul dua tanduk yang ukurannya sedang di kepalanya.

Boom!

Duar!

Duar!

Slash...!

Brak...!

Bug...!

Sepuluh menit lebih berlalu namun keadaannya masih juga sama.

Walaupun keadaan Limdong tak terkendali, namun nampaknya Limdong masih memiliki pemikiran yang baik. Ia tahu kalau sekumpulan orang ini berusaha mematahkan tanduk di kepalanya.

"Rasakan ini!" Beiji berteriak sambil menebas ke arah tanduk milik Limdong.

Dan akhirnya Beiji berhasil menyentuh tanduk itu. Walaupun tidak mematahkannya, namun ada goresan kecil pada bagian tanduk itu.

"Roar! Roar! Roar...! Sialan kau! Akan kubunuh kau!" Limdong berteriak dan merasa sangat marah. Ia sangat marah karena ada yang berhasil menyerang salah satu tanduknya.

"Gawat!" ujar Samchong.

Samchong merasakan aura kekuatan yang lebih kuat dari sebelumnya. Kali ini nampaknya kemarahan Limdong sudah berada di puncaknya.

"Beiji! Kalian sedikit menjauh," ucap Samchong.

Namun sayangnya itu sedikit terlambat.

Serangan Limdong yang tadinya membabi buta, kali ini serangannya lebih terkontrol. Malah itu menjadi masalah besar bagi mereka semua. Karena serangannya akan menjadi lebih akurat.

Dan benar saja, dua murid elite ada yang terkena sinar laser yang Limdong keluarkan dari mulutnya.

Tubuh kedua murid itu dalam sekejap manjadi abu! Mengerikan! Kekuatan macam apa sebenarnya ini? Entahlah, yang jelas kekuatan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ini adalah ancaman bagi semua orang. Seandainya kekuatan ini digunakan untuk hal positif, pasti akan sangat bermanfaat.

"Tidak...!" Beiji berteriak. Ia sangat histeris ketika melihat dua rekannya yang mati di hadapannya.

"Jangan lengah, Beiji!" Samchong menarik tangan Beiji yang saat itu terlihat akan maju sendirian. Samchong tidak akan membiarkan muridnya melakukan hal ceroboh. Hasilnya nanti pasti akan merugikan mereka. Ditambah lagi, Beiji adalah pemimpin dari murid elite.

"Guru! Guru...! Aku akan membunuh bocah itu! Sial!" Beiji berteriak. Kini Beiji juga terlihat sangat marah. Aura yang ada pada tubuhnya menguat.

"Ini...," ucap Samchong yang terkejut melihat aura yang memancar dari tubuh Beiji.

Auranya sangat kuat. Namun Samchong justru merasa khawatir dengan Beiji. Dan ini juga pertama kalinya ia melihat dengan jelas aura aneh yang ada di dalam diri Beiji.

"Tenanglah, Beiji! Tenang! Jang...," Samchong mencoba menenangkan Beiji.

Namun belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, Beiji sudah melesat ke arah Limdong.

Kalau diperhatikan, ada sedikit persamaan pada aura tubuh yang dimiliki Beiji dan Limdong. Walaupun sedikit sama, namun justru aura pada tubuh Beiji malah terasa lebih gelap dan pekat.

"Ini aura kegelapan! Tidak salah lagi! Gawat!" Samchong baru sadar dengan aura pada tubuh Beiji.

Aura kegelapan adalah aura dari iblis. Dan itu bisa dikatakan kekuatan yang sangat besar.

Konon katanya, bila ada manusia yang memiliki aura kegelapan itu tandanya manusia itu adalah iblis yang menjelma menjadi manusia. Karena aura kegelapan hanya bisa dimiliki oleh bangsa iblis saja.

Inilah yang membuat Samchong semakin cemas. Nampaknya keadaan di sini justru akan semakin buruk.

Dengan cepat Samchong mengirimkan pesan melalui telepati kepada temannya. Dan bukan hanya satu orang, tetapi empat orang lainnya. Keempat teman Samchong adalah Wucing, Cupai, Sunlong, dan Xin.

Mereka berlima adalah lima guru besar yang sangat terkenal. Dan mereka mendapat julukan yang sama yaitu Samchong dijuluki Shifuyi, Wucing Shifuer, Cupai Shifusan, Sunlong Shifusi, dan Xin Shifuwu.

Benar saja, sesuai dugaan Shifuyi alias Samchong bahwa keadaan akan semakin memburuk.

dari kejauhan, Beiji terlihat sedang bertarung satu lawan satu dengan Limdong.

boom!

boom!

Suara ledakan terdengar sangat kuat.

Shifuyi ingin mendekati Beiji agar tidak ikut mengamuk seperti Limdong tapi ia sadar kalau kekuatannya sendiri tidak akan mampu menghentikan pertarungan mereka berdua.

dan nampaknya mereka seimbang.

"Boleh juga, hahaha! Ayo, akan aku hadapi kau," ucap Beiji yang nampak menikmati pertarungan mereka saat ini.

"Roar! Roar! Roar! Majulah! Akan aku ladeni!" jawab Limdong dengan beringas.

Boom!

Duar! duar! duar!

Bentrokan kedua kekuatan yang sangat besar terus menggetarkan area sekitar mereka berdua.

Dan kini, kerusakan di tengah kota itu semakin parah. Inilah yang dicemaskan oleh Shifuyi. Tapi sayangnya Shifuyi tidak mau mengambil resiko. Ia akan menunggu kedatangan keempat temannya yang sudah ia berikan pesan kalau keadaan di sini tidak bisa dikendalikan.

Setelah lima menit berlalu, Limdong berhasil melukai Beiji.

Beiji terlempar puluhan meter karena terkena pukulan Limdong yang jelas itu sangat kuat. Tapi Beiji tidak akan menyerah begitu saja. Saat ini aura kegelapan di tubuh Beiji semakin menguat.

"Hargh...!" Beiji kembali melesat ke arah Limdong.

Biasanya, Beiji akan bertarung menggunakan pedang andalannya. Namun kali ini, pedang itu tidak ada gunanya melawan Limdong. Bahkan tadi Beiji mencoba menebas tubuh Limdong dengan pedangnya namun pedangnya malah muncul retakan-retakan. Tubuh Limdong sangatlah keras. Oleh sebab itulah Beiji membuang bilah pedangnya. Dan Beiji memutuskan untuk bertarung dengan tangan kosong.

Beiji dan Limdong kembali bertukar pukulan dan tendangan. Beiji juga berhasil memukul dan menendang Limdong beberapa kali. Namun, nampaknya Limdong tidak bisa merasakan sakit saat sedang dalam keadaan mengamuk seperti ini. Mau seribu kali menerima serangan pun, pasti Limdong tidak akan merasakan sakit.

"Gawat! Sepertinya Beiji juga akan mengalami hal yang sama dengan Limdong. Apa yang harus aku lakukan? Ayolah teman-temanku! Cepat, datanglah ke sini." Shifuyi masih mengamati pertarungan Beiji dan Limdong dari kejauhan.

Karena memang tidak memungkinkan untuk mendekat.

Tekanan di sekitar pertarungan mereka berdua sangat luar biasa. Bahkan orang sekelas Shifuyi pun akan merasa kesulitan untuk bergerak bila mendekat.

Setelah sepuluh menit berlalu, akhirnya Beiji berhasil melancarkan kembali pukulannya ke dada Limdong. Limdong akhirnya terpental beberapa puluh meter. Tapi sayangnya, setelah itu Limdong kembali bergerak secepat kilat untuk menyerang Beiji. Bahkan Beiji sendiri tidak dapat melihat pergerakan Limdong tersebut.

Boom!

boom!

Limdong berhasil membalas dan memukul bagian depan dada Beiji dengan telak.

Beiji yang kesadarannya mulai pudar pun ternyata tidak merasakan sakit. Setelah ia terpental dan terjatuh, Beiji berusaha untuk kembali bangkit. Namun sayangnya, keadaan tubuhnya saat ini terluka parah. Walaupun tidak merasakan sakit tapi tetap saja tubuhnya sulit digerakkan.

Kalau diperhatikan, kini bola mata Beiji juga berubah menjadi warna hitam pekat. Sedangkan kalau bola mata Limdong berwarna merah menyala.

"Beiji! hentikan! Tolong sadarlah," teriak Shifuyi. Namun kenyataannya, mau berteriak sekeras apapun dan sebanyak apapun tidak akan bisa didengar oleh Beiji.

"Apa yang terjadi dengan Beiji?" tanya Lingling pada Lee.

"Entahlah. Tapi kalau aku perhatikan, kenapa mata Beiji menjadi hitam gelap? Beiji terlihat seperti sama dengan Limdong," ucap Lee.

"Kenapa Guru tidak membantu Beiji melawan Limdong ya?" tanya Lingling.

"Itu dia yang aku pikirkan juga Ling," jawab Lee.

Boom, boom, boom...!

"Rasakan ini...!"

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED