Bab 1

Boom!

Suara ledakan di tengah kota terdengar sangat keras.

Rupanya ledakan itu berasal dari pertarungan yang saat ini sedang terjadi di tengah kota.

Lebih tepatnya, bisa dibilang itu adalah pengepungan.

"Jangan menyerah teman-teman! Kita pasti bisa menjatuhkan dia!" ucap Lingling, yang tak lain adalah sahabat seorang pemuda yang saat ini sedang mengamuk itu.

"Tapi Ling, rasanya kurang yakin. Jujur saja, kekuatanku sudah semua aku kerahkan," ucap Lee.

"Iya aku tahu. Aku juga sudah mengerahkan seluruh kekuatan yang aku miliki. Tapi Lee, kita harus berusaha menyadarkan kembali kesadaran Limdong. Limdong itu sahabat kita Lee! Aku rela jika memang harus mengorbankan nyawa ini demi menyadarkan Limdong kembali."

Lingling kembali melesat ke arah Limdong untuk menyerang.

Lingling tetap gigih walaupun seluruh tubuhnya sudah babak belur akibat pertarungan ini.

Boom!

Boom!

Suara ledakan terus terdengar.

"Baiklah, Teman-teman! Aku minta tolong pada kalian semua. Karena hanya kita sajalah yang tersisa. Kalau Limdong tidak segera sadar, maka bisa-bisa Limdong akan mengamuk ke seluruh tempat. Akan ada lebih banyak lagi korban berjatuhan," ucap Lee pada sekumpulan orang itu.

"Tapi Lee, lihatlah! Kebanyakan dari kita nampaknya sudah tidak sanggup lagi untuk meneruskan pertarungan ini. Kekuatan Limdong saat ia mengamuk seperti ini sungguh di luar nalar," ucap salah satu orang dari kelompok itu.

"Kalau kalian merasa sudah tidak sanggup lagi, maka kalian segera menjauh dari sini. Sementara biarkan aku dan Lingling yang mencoba menahan Limdong. Kalian bisa beristirahat untuk memulihkan kekuatan kalian." Lee juga ikut melesat ke arah Limdong. Lee sudah memantapkan hatinya bahwa ia akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Lingling.

Karena apa? Ya, Karena mereka bertiga adalah sahabat sedari kecil. Setiap saat selalu bersama.

Dan saat ini, Lee tidak akan berdiam diri melihat sahabatnya itu yang sedang mengamuk.

Akibat amukan Limdong, keadaan kota rusak parah.

Untungnya, walaupun banyak korban namun tidak ada satupun yang kehilangan nyawa. Itu karena semua orang di sana mampu bekerja sama dengan baik untuk mengungsikan warga lainnya seperti wanita, anak-anak, dan juga orang lanjut usia.

"Argh...!" teriak Lingling. Ternyata ia terpental akibat pukulan dari Limdong.

"Lingling...!" Lee langsung berlari ke arah Lingling untuk menahan tubuhnya agar tidak membentur tembok bangunan.

"Jangan terlalu memaksakan diri. Sebaiknya kita coba atur strategi untuk menyerang Limdong," ucap Lee.

Lee lega karena ia masih sempat menyelamatkan Lingling.

"Tapi Lee, kalau kita tidak terus menahannya bisa-bisa Limdong pergi dan mengamuk di tempat lain. Kita harus bisa menahannya sampai bantuan dari Guru datang," jawab Lingling.

"Iya aku tahu. Tapi Ling, lihatlah keadaan kita. Dan coba kau lihat keadaan mereka semua. Kalau kita terus bertarung dengan kondisi yang seperti saat ini, aku takut akibatnya akan fatal," ucap Lee.

"Sebaiknya suruh saja semua orang mundur. Biarkan aku sendiri yang akan berusaha menahan Limdong. Kamu juga, istirahatlah bersama yang lainnya," ucap Lingling.

Lingling memang terkenal dengan kegigihannya. Gadis ini sangat keras kepala. Dan Lee sangat paham dengan sifat yang dimiliki gadis cantik di hadapannya saat ini.

"Tidak! Aku menolak usulanmu. Biarkan aku ikut denganmu menahan Limdong."

Lee juga bersikeras akan menahan Limdong sampai guru mereka datang.

Tapi, saat mereka sedang berdiskusi ada bola cahaya melesat ke arah mereka.

Pertahanan yang dimiliki Lee dan Lingling tidaklah kuat. Karena energi yang mereka miliki sudah tinggal sedikit. Mereka sudah bertarung kurang lebih selama dua jam penuh. Dan lagi, lawan yang mereka hadapi kekuatannya sepuluh kali lipat.

Boom!

Duar!

Lagi-lagi suara ledakan yang dahsyat kembali terdengar.

Dan benar saja, perisai yang mereka bentuk hancur dengan mudahnya saat energi pukulan dari Limdong menyentuhnya. Dan parahnya lagi, mereka terkena serangan itu dengan telak.

Wush...!

Tubuh Lingling dan Lee terpental dan membentur puing-puing bangunan dan pohon yang ada di sekitarnya.

Setelah mendarat, Lingling dan Lee merasakan sakit yang luar biasa pada bagian dada mereka masing-masing. Dan mereka berdua juga memuntahkan segumpal darah.

Serangan itu terlalu kuat. Tubuh mereka tidak sanggup bila harus menerima pukulan seperti itu lagi.

Tatapan Lingling mulai menjadi buram. Demikian halnya pula dengan Lee.

Tapi Lingling masih tetap berusaha untuk berdiri. Ia sudah bertekad bahwa akan terus berjuang.

"Roar...! Roar...! Roar...! Akan aku habisi kalian semua!" Suara teriakan Limdong memekikkan telinga.

Limdong masih terus mengamuk sambil berteriak. Dan teriakan Limdong saat ini terdengar seperti suara Monster!

Itu efek dari kondisi tubuhnya yang saat ini sedang tak terkendali. Dan baru kali ini Limdong mengamuk sehebat ini.

Sedari kecil, Limdong memang sudah sering kali mengamuk. Itu disebabkan karena tubuh Limdong tidak mampu menampung kekuatan yang sangat dahsyat yang terdapat dalam tubuhnya.

Didalam tubuh Limdong ternyata terdapat sesosok mahluk. Itu adalah Iblis. Dan ternyata Iblis yang ada di dalam tubuh Limdong itu kekuatannya jauh di atas manusia. Entah bagaimana ceritanya, Iblis itu tersegel di dalam diri Limdong.

Limdong masih terus mengamuk. Ia akan menghancurkan apapun yang ada di hadapannya. Gedung,pohon, bahkan semua orang. Karena kondisi Limdong saat ini tak terkendali, maka ia akan menyerang siapa saja yang mendekatinya. Tak terkecuali dua sahabatnya sekalipun.

Satu-satunya harapan yang bisa membuat Limdong kembali sadarkan diri adalah Guru mereka. Guru mereka terkenal akan keahliannya dalam ilmu penyegelan. Hanya teknik penyegelan lah yang bisa menekan kekuatan Iblis yang ada di dalam tubuh Limdong itu.

"Gawat!" Lingling melihat ada seorang anak kecil bersembunyi di balik sebuah tembok yang sudah tidak utuh lagi. Lingling berusaha sekuat tenaga menggerakkan tubuhnya berniat untuk menyelamatkan anak kecil itu.

Dan Lee juga menyadari apa yang dilihat oleh Lingling.

"Biar aku saja! Kau tetaplah di situ!" teriak Lee. Kemudian dengan terseok-seok Lee berjalan kearah anak kecil itu.

Tapi sayangnya, usahanya sia-sia. Nampaknya Limdong memang tidak melihat keberadaan anak kecil di balik tembok itu. Tapi, Limdong malah melihat ke arah Lee.

Dan benar saja, Limdong langsung menyerang ke arah Lee.

Boom!

Limdong menyemburkan energi panas dari mulutnya.

"Tidak...! Lee...!" Lingling berteriak melihat Limdong yang menyerang Lee.

Lee yang memang kondisinya sudah terluka parah, ia pun pasrah. Lee memejamkan matanya. Ia bahkan sambil tersenyum. Seakan-akan kematiannya tidak ada rasa penyesalan sedikitpun. Sedangkan Lingling, ia menangis. Hubungan mereka bukan lagi sekedar sahabat. Tapi bagi Lingling, Lee dan Limdong sudah ia anggap seperti saudaranya.

Namun nyatanya, mau berusaha sekuat apapun Lingling tidak akan bisa menyelamatkan Lee.

"Lee...!"

Lingling terus berteriak. Karena hanya itulah yang bisa ia lakukan saat ini. Tubuhnya sudah terluka parah sama seperti Lee. Bahkan berdiri pun terasa sulit.

Slash...!

Tapi tiba-tiba ada cahaya yang melesat.

"Lee...!"

Bab 2

Awalnya Lee yakin kalau hari ini adalah hari terakhirnya hidup di dunia ini.

Tapi ketika ia memejamkan matanya selama beberapa detik, ia tak merasakan kalau tubuhnya terkena serangan dari Limdong.

Akhirnya Lee memberanikan diri untuk membuka kedua matanya. Dan saat itu juga ia melihat sosok seorang pria tua di hadapannya. Ternyata guru mereka tiba tepat waktu.

"Guru! Terima kasih," Lee benar-benar merasa lega.

Lee sangat bersyukur dalam hatinya. Karena kalau telat sedetik saja, bisa saja dirinya mati akibat serangan yang dilakukan Limdong tadi.

dan ternyata, pada saat yang bersamaan pula ada salah satu murid elite yang melesat dan menyelamatkan anak kecil yang bersembunyi tadi.

"Kalian boleh beristirahat terlebih dahulu. Serahkan sisanya pada kami," ujar sang Guru.

"Baik, Guru!" jawab keduanya serempak.

Kemudian Guru mereka yang bernama Samchong itu segera bergegas bersama beberapa pasukan murid elite lainnya.

"Hiyat...!" Samchong menyerang Limdong seraya berteriak.

Siuw! Siuw! Siuw!

Boom!

Suara ledakan kembali terdengar.

Samchong tidak menahan dirinya ketika menyerang Limdong. Karena ia tahu kondisi Limdong saat ini bukanlah mengamuk seperti

yang sebelumnya. Kekuatannya kali ini sepuluh kali lipat lebih kuat.

Semua serangan diarahkan pada Limdong. Namun sayangnya, Limdong berhasil menahan semua serangan-serangan itu. Dan bahkan Limdong masih bisa melakukan serangan balasan. Limdong merasa semakin marah karena melihat ada sekumpulan orang lagi yang menyerangnya.

"Kalian hati-hati! Jangan sampai semburan cahaya yang Limdong keluarkan dari mulutnya itu menyentuh tubuh kalian. Itu sangatlah panas!" Samchong memberikan peringatan pada muridnya.

"Roar! Roar! Argh...! Maju kalian semua!" ujar Limdong.

Limdong mengamuk semakin tak terkendali. Ia menembakkan bola-bola api dari mulutnya ke segala arah.

Dan ternyata ada salah satu murid yang mencoba menahannya dengan kekuatan perisai pertahanannya. Namun sudah jelas kalau kekuatan murid elite itu pasti tak sanggup menahannya.

Dan benar saja, ketika perisainya hancur murid elite itu walaupun sempat menghindar namun sebelah bahunya masih terkena bola api dari Limdong.

"Ah...! Panas sekali! Sial!"

Pemuda itu berteriak kesakitan. Karena memang rasa sakit akibat terkena serangan itu sangatlah panas. Seperti kulit kita terkena api lahar gunung api.

"Cepat menjauh! Dan segera obati lukamu sebelum terlambat! Api itu akan menjalar ke seluruh tubuhmu bila tidak segera dipadamkan!" teriak Samchong.

Dan untungnya, murid itu masih bisa bergerak dan segera menjauh sesuai perintah Samchong.

Boom!

Boom!

Boom!

Lagi-lagi Limdong menyemburkan bola api dari mulutnya.

Bahkan kali ini bukan hanya bola api saja. Ternyata dari mulut Limdong bisa mengeluarkan sinar. Sinar itu bentuknya lurus. Dan ternyata sinar itu akan melenyapkan apapun yang disentuhnya. Buktinya saja, ada pohon yang terkena oleh sinar itu dan sekejap langsung lenyap menjadi abu. Wow! Mungkin lebih tepatnya itu adalah sinar laser.

"Semuanya! Menjauhlah terlebih dahulu! Kekuatan sinar itu lebih berbahaya dibandingkan bola api tadi!" teriak Samchong.

Semua murid elite yang dibawa Samchong sangatlah patuh. Tak ada satupun yang membantah tiap ucapan dari guru mereka.

"Guru, hati-hati!" ucap Lingling dari kejauhan berteriak. Lingling sangat khawatir dengan gurunya itu. Karena bagi Lingling, Samchong sudah ia anggap seperti ayah kandungnya. Karena memang sudah sejak kecil Lingling tinggal bersama Samchong dan juga Lee serta Limdong. Oleh sebab itu, Samchong juga akan melindungi tiga muridnya itu. Walaupun masih berada di tahap murid junior, tetapi kekuatan mereka bahkan hampir setara dengan para murid elite.

Karena Samchong memerintahkan untuk menjauh, maka para murid elite itu segera menjauh.

Dan benar saja, seandainya mereka tadi tidak segera menjauh bisa dipastikan akan ikut menjadi abu seperti pepohonan dan gedung-gedung yang terkena sinar laser yang Limdong keluarkan dari mulutnya itu.

"Sungguh luar biasa! Kekuatan sinar laser itu bisa menghancurkan apapun yang mengenainya," ucap salah satu murid. Semuanya merasa takjub sekaligus takut. Bahkan beberapa murid yang ada di sana sudah ada yang tubuhnya gemetaran dan berkeringat dingin. Tapi tak ada satupun dari mereka yang lari. Walaupun ada rasa takut, mereka tetap akan melawan sampai akhir. Itulah bedanya murid elite dan murid junior atau senior. Murid elite memang sudah dilatih untuk bertarung sampai titik darah penghabisan demi keselamatan semua orang. Jadi tidak ada satupun yang merasa ragu.

"Apakah kalian mampu mengalihkan perhatiannya?" tanya Samchong.

"Kami akan mencobanya, Guru. Ayo, teman-teman! Kita harus mengalihkan perhatian bocah itu. Kalau tidak segera dihentikan, aku yakin seluruh dunia bisa hancur hanya karenanya saja," ujar salah satu murid. Dan itu adalah ketua tim pasukan elite. Namanya adalah Beiji.

Beiji dan para murid elite lainnya kembali mendekati Limdong. Mereka berencana akan mengepung dan menyerang tanpa jeda agar Samchong mendapat celah untuk menyegel kekuatan Limdong. Hanya itulah satu-satunya cara agar Limdong bisa berhenti mengamuk.

"Ayo kita lakukan formasi satu, teman-teman," ujar Beiji. Dan semuanya sudah paham apa yang harus dilakukan.

Boom!

Boom!

Boom!

Duar!

Dari segala arah, serangan demi serangan mereka lakukan.

Kali ini mereka semua mengeluarkan seluruh kemampuan masing-masing. Mereka harus bisa mengalihkan perhatian Limdong. Tapi, kalau mereka gagal dan tak juga memberi ruang celah untuk Samchong menyegel, maka nyawa mereka adalah taruhannya. Karena seluruh tenaga akan dikerahkan.

"Bagus! Pertahankan serangan seperti itu," ucap Samchong.

Samchong masih mengamati dengan teliti agar ia bisa menerobos masuk dan mendekati tubuh Limdong. Kekuatan penyegelan hanya bisa dilakukan apabila bersentuhan langsung dengan targetnya.

Satu menit berlalu masih saja belum ada hasilnya.

Kepekaan indera yang Limdong miliki sangatlah bagus. Ia bisa merespon keadaan sekitarnya dengan cekatan. Walaupun dikepung puluhan orang, namun pertahanannya belumlah berhasil ditembus.

Samchong sampai mengernyitkan alisnya.

"Bagaimana caranya agar aku bisa mendekatinya? Pertahanannya sangatlah kuat. Bahkan masih bisa melancarkan serangan balasan." Samchong berpikir keras. Kalau ia ikut membantu menyerang, maka akan sulit ketika nanti melakukan penyegelan. Karena penyegelan akan menguras energi sangat banyak energi. Itu tergantung seberapa besar kekuatan yang akan disegel. Dan kalau diperhatikan, sesuai perhitungan Samchong maka akan menguras energinya sebanyak delapan puluh persen bila akan menyegel Limdong.

Sementara Lee dan Lingling masih memulihkan kekuatan mereka. Namun walaupun kekuatan mereka pulih, tetap saja tidak akan efektif bila bergabung dalam pertarungan kembali. Karena kondisi tubuh mereka terluka cukup parah. Bertarung bukan hanya mengandalkan energi sihir saja. Melainkan kekuatan fisik juga sangat diperlukan.

"Beiji! Terus tekan seperti itu

Dan coba kalian fokuskan serangan kalian ke arah tanduknya. Kalau aku perhatikan, sedari tadi Limdong sangat menjaga agar tanduk itu tidak terkena serangan sedikitpun. Coba kita lihat, benar atau tidak prediksiku ini," ujar Samchong.

"Baik Guru. Teman-teman, ayo lakukan apa yang dikatakan oleh Guru," ucap Beiji.

"Ayo!" Semuanya berteriak dan segera menyerang bagian tanduk Limdong.

"Semoga saja berhasil!"

Bab 3

Beiji dan yang lainnya masih terus menggempur pertahanan Limdong. Kali ini mereka akan lebih memfokuskan serangan mereka ke arah tanduk yang muncul di kepala Limdong. Baru kali ini Limdong mengamuk dan penampilannya juga terlihat berbeda. Kali ini muncul dua tanduk yang ukurannya sedang di kepalanya.

Boom!

Duar!

Duar!

Slash...!

Brak...!

Bug...!

Sepuluh menit lebih berlalu namun keadaannya masih juga sama.

Walaupun keadaan Limdong tak terkendali, namun nampaknya Limdong masih memiliki pemikiran yang baik. Ia tahu kalau sekumpulan orang ini berusaha mematahkan tanduk di kepalanya.

"Rasakan ini!" Beiji berteriak sambil menebas ke arah tanduk milik Limdong.

Dan akhirnya Beiji berhasil menyentuh tanduk itu. Walaupun tidak mematahkannya, namun ada goresan kecil pada bagian tanduk itu.

"Roar! Roar! Roar...! Sialan kau! Akan kubunuh kau!" Limdong berteriak dan merasa sangat marah. Ia sangat marah karena ada yang berhasil menyerang salah satu tanduknya.

"Gawat!" ujar Samchong.

Samchong merasakan aura kekuatan yang lebih kuat dari sebelumnya. Kali ini nampaknya kemarahan Limdong sudah berada di puncaknya.

"Beiji! Kalian sedikit menjauh," ucap Samchong.

Namun sayangnya itu sedikit terlambat.

Serangan Limdong yang tadinya membabi buta, kali ini serangannya lebih terkontrol. Malah itu menjadi masalah besar bagi mereka semua. Karena serangannya akan menjadi lebih akurat.

Dan benar saja, dua murid elite ada yang terkena sinar laser yang Limdong keluarkan dari mulutnya.

Tubuh kedua murid itu dalam sekejap manjadi abu! Mengerikan! Kekuatan macam apa sebenarnya ini? Entahlah, yang jelas kekuatan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ini adalah ancaman bagi semua orang. Seandainya kekuatan ini digunakan untuk hal positif, pasti akan sangat bermanfaat.

"Tidak...!" Beiji berteriak. Ia sangat histeris ketika melihat dua rekannya yang mati di hadapannya.

"Jangan lengah, Beiji!" Samchong menarik tangan Beiji yang saat itu terlihat akan maju sendirian. Samchong tidak akan membiarkan muridnya melakukan hal ceroboh. Hasilnya nanti pasti akan merugikan mereka. Ditambah lagi, Beiji adalah pemimpin dari murid elite.

"Guru! Guru...! Aku akan membunuh bocah itu! Sial!" Beiji berteriak. Kini Beiji juga terlihat sangat marah. Aura yang ada pada tubuhnya menguat.

"Ini...," ucap Samchong yang terkejut melihat aura yang memancar dari tubuh Beiji.

Auranya sangat kuat. Namun Samchong justru merasa khawatir dengan Beiji. Dan ini juga pertama kalinya ia melihat dengan jelas aura aneh yang ada di dalam diri Beiji.

"Tenanglah, Beiji! Tenang! Jang...," Samchong mencoba menenangkan Beiji.

Namun belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, Beiji sudah melesat ke arah Limdong.

Kalau diperhatikan, ada sedikit persamaan pada aura tubuh yang dimiliki Beiji dan Limdong. Walaupun sedikit sama, namun justru aura pada tubuh Beiji malah terasa lebih gelap dan pekat.

"Ini aura kegelapan! Tidak salah lagi! Gawat!" Samchong baru sadar dengan aura pada tubuh Beiji.

Aura kegelapan adalah aura dari iblis. Dan itu bisa dikatakan kekuatan yang sangat besar.

Konon katanya, bila ada manusia yang memiliki aura kegelapan itu tandanya manusia itu adalah iblis yang menjelma menjadi manusia. Karena aura kegelapan hanya bisa dimiliki oleh bangsa iblis saja.

Inilah yang membuat Samchong semakin cemas. Nampaknya keadaan di sini justru akan semakin buruk.

Dengan cepat Samchong mengirimkan pesan melalui telepati kepada temannya. Dan bukan hanya satu orang, tetapi empat orang lainnya. Keempat teman Samchong adalah Wucing, Cupai, Sunlong, dan Xin.

Mereka berlima adalah lima guru besar yang sangat terkenal. Dan mereka mendapat julukan yang sama yaitu Samchong dijuluki Shifuyi, Wucing Shifuer, Cupai Shifusan, Sunlong Shifusi, dan Xin Shifuwu.

Benar saja, sesuai dugaan Shifuyi alias Samchong bahwa keadaan akan semakin memburuk.

dari kejauhan, Beiji terlihat sedang bertarung satu lawan satu dengan Limdong.

boom!

boom!

Suara ledakan terdengar sangat kuat.

Shifuyi ingin mendekati Beiji agar tidak ikut mengamuk seperti Limdong tapi ia sadar kalau kekuatannya sendiri tidak akan mampu menghentikan pertarungan mereka berdua.

dan nampaknya mereka seimbang.

"Boleh juga, hahaha! Ayo, akan aku hadapi kau," ucap Beiji yang nampak menikmati pertarungan mereka saat ini.

"Roar! Roar! Roar! Majulah! Akan aku ladeni!" jawab Limdong dengan beringas.

Boom!

Duar! duar! duar!

Bentrokan kedua kekuatan yang sangat besar terus menggetarkan area sekitar mereka berdua.

Dan kini, kerusakan di tengah kota itu semakin parah. Inilah yang dicemaskan oleh Shifuyi. Tapi sayangnya Shifuyi tidak mau mengambil resiko. Ia akan menunggu kedatangan keempat temannya yang sudah ia berikan pesan kalau keadaan di sini tidak bisa dikendalikan.

Setelah lima menit berlalu, Limdong berhasil melukai Beiji.

Beiji terlempar puluhan meter karena terkena pukulan Limdong yang jelas itu sangat kuat. Tapi Beiji tidak akan menyerah begitu saja. Saat ini aura kegelapan di tubuh Beiji semakin menguat.

"Hargh...!" Beiji kembali melesat ke arah Limdong.

Biasanya, Beiji akan bertarung menggunakan pedang andalannya. Namun kali ini, pedang itu tidak ada gunanya melawan Limdong. Bahkan tadi Beiji mencoba menebas tubuh Limdong dengan pedangnya namun pedangnya malah muncul retakan-retakan. Tubuh Limdong sangatlah keras. Oleh sebab itulah Beiji membuang bilah pedangnya. Dan Beiji memutuskan untuk bertarung dengan tangan kosong.

Beiji dan Limdong kembali bertukar pukulan dan tendangan. Beiji juga berhasil memukul dan menendang Limdong beberapa kali. Namun, nampaknya Limdong tidak bisa merasakan sakit saat sedang dalam keadaan mengamuk seperti ini. Mau seribu kali menerima serangan pun, pasti Limdong tidak akan merasakan sakit.

"Gawat! Sepertinya Beiji juga akan mengalami hal yang sama dengan Limdong. Apa yang harus aku lakukan? Ayolah teman-temanku! Cepat, datanglah ke sini." Shifuyi masih mengamati pertarungan Beiji dan Limdong dari kejauhan.

Karena memang tidak memungkinkan untuk mendekat.

Tekanan di sekitar pertarungan mereka berdua sangat luar biasa. Bahkan orang sekelas Shifuyi pun akan merasa kesulitan untuk bergerak bila mendekat.

Setelah sepuluh menit berlalu, akhirnya Beiji berhasil melancarkan kembali pukulannya ke dada Limdong. Limdong akhirnya terpental beberapa puluh meter. Tapi sayangnya, setelah itu Limdong kembali bergerak secepat kilat untuk menyerang Beiji. Bahkan Beiji sendiri tidak dapat melihat pergerakan Limdong tersebut.

Boom!

boom!

Limdong berhasil membalas dan memukul bagian depan dada Beiji dengan telak.

Beiji yang kesadarannya mulai pudar pun ternyata tidak merasakan sakit. Setelah ia terpental dan terjatuh, Beiji berusaha untuk kembali bangkit. Namun sayangnya, keadaan tubuhnya saat ini terluka parah. Walaupun tidak merasakan sakit tapi tetap saja tubuhnya sulit digerakkan.

Kalau diperhatikan, kini bola mata Beiji juga berubah menjadi warna hitam pekat. Sedangkan kalau bola mata Limdong berwarna merah menyala.

"Beiji! hentikan! Tolong sadarlah," teriak Shifuyi. Namun kenyataannya, mau berteriak sekeras apapun dan sebanyak apapun tidak akan bisa didengar oleh Beiji.

"Apa yang terjadi dengan Beiji?" tanya Lingling pada Lee.

"Entahlah. Tapi kalau aku perhatikan, kenapa mata Beiji menjadi hitam gelap? Beiji terlihat seperti sama dengan Limdong," ucap Lee.

"Kenapa Guru tidak membantu Beiji melawan Limdong ya?" tanya Lingling.

"Itu dia yang aku pikirkan juga Ling," jawab Lee.

Boom, boom, boom...!

"Rasakan ini...!"

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED