Bab 2

FARIDA POV..

Aku Farida termenung di dalam mobil, air mataku tak hentinya mengalir. Kenapa Mas Rahmat tega mengkhianatiku , apa salahku. Aku selalu berusaha menjadi istri yang baik. Hati ku sakit sekali teganya mas Rahmat berselingkuh dariku lebih sakit lagi ternyata mas Rahmat berselingkuh dengan adikku sendiri Santi.

Aku tak menyangka ternyata Santi adikku tega menyakiti hati kakaknya sendiri.

Ingin aku berteriak memaki mereka berdua tapi mulutku seakan terkunci tak mampu mengeluarkan suara.

Aku hanya bisa menangis, menangisi penghianatan dari orang-orang yang ku sayangi.

Aku baru saja melihat perselingkuhan suamiku dengan adikku sendiri. Pagi ini setelah selesai sarapan aku bergegas ke butik tetapi baru saja mengendarai mobil, aku teringat kalau ada sketsa ku yang tertinggal jadi aku putuskan balik lagi ke rumah, karena jarakku dengan rumah masih dekat aku putuskan berjalan kaki saja.

Sampai di depan rumah, ku lihat masih ada mobil mas Rahmat berarti suami ku belum pergi kerja atau jangan-jangan mas Rahmat cuti lagi. Akhir-akhir ini mas Rahmat memang sering cuti yang sedikit membuatku curiga.

Aku masuk ke dalam rumah dengan memakai kunciku sendiri, kulihat suasana sepi sekali , aku buru-buru menuju ke kamar bermaksud mengambil sketsa ku sewaktu aku melewati kamar tidur Santi adik ku, telinga ku mendengar suara orang berbincang. Sesaat aku bingung Santi berbicara dengan siapa sedangkan di rumah cuma ada Rahmat suami ku dan Santi. Jantungku langsung berdetak kencang, pikiran buruk hinggap di kepalaku. Kuhampiri kamar Santi dan ku lihat pintu kamar yang tak tertutup rapat, dengan perasaan tak menentu aku mencoba melihat ke dalam kamar.

Betapa terkejutnya aku ketika melihat apa yang terjadi di dalam kamar tersebut.

Kulihat Santi adikku telanjang bulat tanpa sehelai benang pun berbaring di atas ranjang dengan Rahmat suami ku yang juga telah telanjang. Kepala suamiku sedang berada di selangkangan adikku dan Santi adikku sedang menikmati cumbuan dari suamiku.

Aku terduduk di lantai depan pintu kamar Santi, air mataku mengalir deras melihat kejadian didepan mataku sendiri. Aku masih tak percaya kalau suami dan adikku sendiri tega mengkhianatiku.

"Aaakhhh , mas Rahmat.. enaakk..., Teruss mass...," terdengar suara yang merasuki telingaku semakin membuat hatiku hancur.

Aku berdiri dan berlari melangkah keluar dari rumah, terus berlari sampai ke tempat aku memarkir mobil.

Lama aku termenung dan menangis di dalam mobil. Setelah merasa lebih tenang , aku mencoba mengendarai mobilku menuju butik. Sepanjang jalan kilas kejadian yang tadi aku lihat terbayang-bayang di depan mataku.

Aku teringat akan kejadian di ruang makan. Ketika aku mendapati sesuatu yang mencurigakan di lantainya. Apa mereka melakukannya di sana juga. Kurasakan wajahku memucat. Air mata ku kembali mengalir membasahi pipiku. Aku Farida di usia 27 harus menerima kenyataan kalau suami yang aku cintai telah berkhianat dengan adikku

Aku berusaha untuk tenang menahan perasaan sampai akhirnya sampai ke butik. Butik masih sepi karena memang aku datang lebih pagi. Setelah di ruangan, aku menangis sejadi-jadinya tanpa di tahan lagi. Apakah pernikahanku harus berakhir, tapi aku tak mungkin melakukannya karena kalau aku bercerai gimana dengan orangtuaku. Papa punya penyakit jantung , aku takut papa shock dan mungkin bisa terkena serangan jantung kalau mengetahui perselingkuhan antara Rahmat dan Santi. Aku tak mau itu terjadi. Ya aku harus tetap bertahan dengan pernikahan ini . Anggap saja aku tak mengetahui perselingkuhan antara Rahmat dan Santi.

Aku harus bisa melakukannya menahan perasaan sakit di hati ku , aku tak mau keluargaku berantakan kalau mengetahui semuanya. Aku rela berkorban untuk keluargaku.

AUTHOR POV..

Seminggu setelah kejadian tersebut, Farida berusaha menutup mata dan menahan sakit hati. Wanita itu berusaha biasa saja di hadapan Rahmat dan Santi. Tetap menjadi istri dan kakak yang baik bagi Rahmat dan Santi. Tetapi sakit hati Farida tak bisa di tahan, wanita itu benci melihat Rahmat dan Santi sehingga selalu berusaha menjauh dari mereka berdua. Itu yang membuat Farida malahan seperti memberikan kesempatan kepada suaminya berduaan dengan Santi adiknya sendiri karena dia selalu pergi ke butik lebih pagi dan pulang ke rumah lebih malam. Sempat Rahmat protes tetapi Farida memberi alasan kalau butik lagi ramai pesanan.

Seperti pagi ini, Farida baru saja sampai ke butiknya , masih terlalu pagi membuat suasana di butik masih sepi karena para karyawan Farida belum ada yang datang.

Sewaktu Farida masuk ke ruangannya di lihatnya Iksan OB di butiknya yang lagi beres-beres.

Rupanya pria itu lagi mengepel lantai. Farida masuk tanpa melihat kalau lantai masih basah karena di bersihkan. Sewaktu dia melangkah , wanita itu terpeleset dan jatuh terduduk di lantai.

"Oouchh..," pekik Farida

Iksan yang tidak menyadari Farida yang masuk keruangan,

berbalik dan terkejut mendapati bos cantiknya terpeleset dan jatuh terduduk di lantai. Segera saja pemuda itu membantu Farida berdiri, tanpa sengaja tangan Iksan penyentuh payudara Farida ketika membantu wanita itu berdiri.

Farida kaget begitupun dengan Iksan yang merasa tangannya menyentuh sesuatu yang empuk.

"Eh, maaf Bu , saya gak sengaja", ucap Iksan gugup.

"Gak apa-apa San , kamu kan gak sengaja",

"Ibu gak apa-apa , maaf lantainya licin karena masih basah",

"Saya gak apa-apa, tolong bikinkan saya kopi ya", perintah Farida lalu kemudian melangkah ke kursi kerjanya.

"Baik Bu , tunggu saya buatkan dulu", Iksan lalu berlalu.

Farida merasakan dadanya berdegup kencang ketika merasakan telapak tangan Iksan yang tanpa sengaja menyentuh payudara nya.

Sementara di tempat lain ada Iksan yang juga merasakan hal yang sama, masih terasa di telapak tangan Iksan kenyalnya payudara bos cantiknya itu.

Pria berumur 23 tahun itu baru bekerja di butik Farida 3 bulan lamanya. Iksan sudah menyukai Bosnya itu ketika pertama kali bertemu, selama bekerja dengan Farida , Pria itu selalu mencuri pandang ke Farida. Kejantanannya langsung keras melihat body yahud Farida yang selalu memakai pakaian yang lumayan seksi.

Setelah membuatkan kopi Farida , Iksan segera menuju ruangan Farida. Ruangannya terletak di belakang karena ruangan di depan di pakai buat memamerkan pakaian buatan Farida.

Iksan berharap semoga karyawan yang lain lebih siang datangnya biar ia bisa lebih lama berduaan dengan pujaan hatinya. Walaupun pemuda itu ada rasa terhadap Bosnya sendiri tetapi ia sadar diri tak mungkin Bosnya itu menatap dan menanggapi perasaannya. Karena Farida pasti mengira Ia hanya seorang OB walaupun ia kerja sambil kuliah tetapi umur mereka berdua juga terpaut cukup jauh. Farida lebih cocok jadi kakak nya daripada kekasih. Maka itu Iksan hanya bisa menyimpan perasaannya diam-diam.

Iksan mengetuk pintu ruangan terdengar suara lembut menyuruhnya masuk. Pemuda tersebut masuk dan melihat Farida lagi sibuk sama sketsa.

"Ini Bu ,kopi nya",

"Taruh saja di atas meja",.

Setelah menaruh kopi, Iksan mengambil peralatan pel yang tadi di tinggalkannya.

"Bu boleh saya terusin lagi bersih-bersih ruangan ini?", Tanya Iksan memberikan alasan supaya lebih lama berduaan dengan wanita pujaan hatinya.

"Ya uda di lanjutin saja", sahut Farida.

Iksan dengan semangat membersihkan ruangan tersebut sambil sesekali matanya melirik Farida yang masih asyik dengan sketsa. Farida yang merasa tatapan mata Iksan tiba-tiba mengangkat wajahnya dan mereka berdua akhirnya bertatapan.

"Kenapa San, ada yang aneh ya sama wajah saya", tanya Farida.

"Enggak kok Bu , malah Ibu cantik sekali, " ucap Iksan memuji Farida

Wajah Farida langsung bersemu merah entah kenapa ketika mendengar perkataan Iksan membuat wanita itu berdebar.

"Eh, kamu tuh ya bisa saja",

"Maaf Bu , Ibu gak apa-apa tadi jatuh terduduk",

"Gak apa-apa cuma pantat saya agak sakit mungkin nanti jadi lebam",

"Biar saya bantu pijat biar gak lebam", cetus Iksan yang membuat Farida terkejut dan Iksan Langsung salah tingkah karena mengusulkan sesuatu yang pribadi seperti itu.

"Hmm, emang kamu bisa mijat San", entah kenapa Farida malah meladeni percakapan yang mulai menjurus itu.

"Bisa Bu malah Saya ahlinya, malah nanti Ibu bisa keenakan dan ke tagihan di pijat sama Saya", ucap Iksan yang semakin berani.

Farida menatap Iksan yang juga sedang menatapnya, baru saja Farida ingin berbicara terdengar suara ketukan membuat wanita itu menoleh ke arah pintu dan menyuruh siapapun yang ada di balik pintu supaya masuk.

Iksan sedikit kesal ketika kebersamaannya dengan Farida jadi terganggu terpaksa dia pamit keluar dari ruangan tersebut.

Farida hanya menghela napas pelan ketika sadar kalau dia barusan saja tergoda oleh rayuan pengawai sendiri.

Percakapan mereka berdua tadi terlalu berani antara karyawan dengan atasannya sendiri.

Bab 3

Iksan baru saja sampai ke kost-an nya,  setelah mandi pemuda itu berbaring di kasur yang diletakkan di lantai. Masih terbayang di benak nya kejadian tadi pagi, selama bekerja hampir 3 bulan baru tadi pagi ia bisa berbicara panjang lebar dengan bos nya Farida andai saja pintu tak terketuk apakah akan terjadi sesuatu, pemuda itu bener-bener  kesal akan gangguan tadi pagi.

Iksan pertama kali melihat Farida ketika menemani orang tuanya menghadiri ulang tahun perusahaan orang tua. Dari situ ia tahu kalau Farida istri dari karyawan papanya, dari awal pertemuan itu, Iksan sudah merasa jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Farida dan demi dekat sama Farida membuat Iksan nekat  melamar kerja di butik Farida walaupun hanya sebagai OB yang penting ia bisa bertemu dengan pujaan hatinya setiap hari.

Demi Farida juga, Iksan sengaja meninggalkan apartemen mewahnya dan tinggal di kost sederhana dekat dengan butik Farida . Iksan tahu hal yang mustahil Farida bisa meliriknya karena bagi wanita itu Iksan cuma seorang OB dan lagi pula Farida sudah menikah dan kelihatannya pernikahan wanita itu bahagia.

Tetapi karena kejadian tadi pagi membuat harapan Iksan berkembang. Kalau tidak bisa memiliki Farida secara utuh , paling tidak ia masih bisa dekat dan mungkin saja Farida bisa di rayu. Di jadikan selingkuhan juga , Iksan rela.

Masih sambil tiduran , Iksan membayangkan tubuh seksi Farida yang terbalut blouse putih dan rok ketat. Bosnya itu memang suka memakai pakaian seksi membuat Iksan selalu horny melihatnya.

Membayangkan Farida  membuat celana pendek yang di pakai Iksan mengetat karena kejantanannya yang telah tegang dan keras ketika membayangkan Bos cantiknya itu.

Iksan menurunkan celana pendeknya, dipegangnya kejantanannya sendiri yang mengacung tegak, mengeras, pemuda itu menaik turunkan tangannya sendiri di penis yang menegang itu, mengocoknya dengan cepat dan mulutnya mengerang dan mendesah karena kocokannya sendiri.

    "Aagghh,  memekmu  enak banget Farida ", Iksan membayangkan diri sedang menyodok vagina Farida, bos nya.

Iksan mengerang , membayangkan penisnya menyodok vagina sempit Farida dan merasakan ketatnya vagina wanita itu menjepit penisnya.

Iksan membayangkan desahan Farida  ketika penisnya menghujam vagina Farida dengan kuat dan tangan nya meremas kedua payudara montok wanita itu, Iksan membayangkan jepitan vagina Farida ketika orgasme wanita itu melanda, membuat kocokan pemuda itu semakin cepat.

      "Farida ... Aaarrggh!", Tubuh Iksan mengejang, cairan spermanya menyemprot membasahi perut dan tangannya. Pemuda itu masih mengocok penisnya, mengurutnya dan membiarkan spermanya terus keluar sampai tak tersisa.

Napas Iksan tersengal ketika pelepasannya mereda, dengan masih membayangkan Bosnya Farida, tangan Iksan mengelus-elus penisnya yang telah lulai.

Beberapa saat kemudian Iksan tertidur lelap dengan senyum di bibir dan tangan yang masih berada di kejantanannya.

             *****************

Iksan dengan semangat berangkat ke tempat kerjanya. Pemuda itu sengaja berangkat lebih pagi dengan harapan dapat bertemu dengan Bosnya Farida, karena biasanya Farida datang lebih dulu di bandingkan karyawan yang lain.

Ternyata apa yang di inginkan nya terwujud, mobil Bos nya sudah ada di parkiran depan butik itu, tandanya Bos cantiknya sudah datang, dengan semangat Iksan segera masuk ke dalam butik tersebut, keadaan masih sepi karena belum ada karyawan yang datang. Kesempatan bisa berduaan dengan Farida.

Iksan segera menuju ke ruangan Farida , tanpa mengetuk pintu, pemuda itu masuk ke ruangan tersebut. Betapa kagetnya ketika melihat Farida yang sedang berdiri di tengah ruangan tersebut hanya mengenakan bra dan celana dalam saja.

Farida tak kala terkejut nya. Wanita itu langsung berteriak menyuruh Iksan keluar tetapi pemuda itu hanya berdiri diam sambil menatap tubuh Farida dengan nafsu.

     "Keluar dari ruangan saya", teriak Farida langsung berusaha menutupi tubuh nya dengan selembar kain bahan pakaian yang ada di ruangan itu.

    "Ibu cantik sekali", ucap Iksan sambil melangkah mendekati Farida membuat wanita itu terus mundur hingga akhirnya pinggulnya menyentuh tepian meja kerjanya membuat wanita itu tidak bisa mundur lagi.

     "Iksan jangan kurang ajar kamu, saya Bos kamu ", gusar Farida tetapi Iksan malah semakin mendekat hingga kedua lengan Farida yang di silangkan wanita itu di depan payudaranya menempel di dada bidang Iksan.

Farida berusaha mendorong tubuh Iksan tetapi pemuda itu menahan lengan Farida kebelakang hingga tak bisa bergerak lagi membuat payudara Farida yang hanya tertutup bra menyentuh dada Iksan . Terasa benda lembut kenyal membuat Iksan semakin bernafsu

    "Iksan ,jangan.. saya bisa pecat kamu ," teriak Farida

Iksan tidak peduli teriak Farida lagi pula belum ada yang datang hingga tidak ada yang mendengar teriakkan Farida.

Bibir Iksan  mencari-cari bibir Farida, tubuhnya semakin menekan tubuh Farida ke tepi meja kerjanya. Farida berusaha menghindar dengan menggelengkan kepala menghindari ciuman Iksan hingga bibir pemuda itu hanya menempel di rahangnya. Farida mencoba meronta melepaskan diri tapi tubuh Iksan yang memang lebih besar darinya membuatnya tidak bisa bergerak dan kedua tangannya di cengkeram oleh tangan pemuda itu.

Mereka bergulat beberapa saat, tetapi Iksan tak mau menyerah dari perlawanan Farida. Pemuda itu tidak peduli apapun lagi yang ia inginkan cuma Farida. Hingga akhirnya ketika Farida membuka mulut untuk berteriak , Iksan melumat bibir itu, lidah Iksan langsung masuk ke dalam bibir Farida menjelajahi rongga mulut wanita itu , menikmati seluruh rasa manis di mulut Farida. Iksan mengerang di sela lumatan bibir mereka. Bibir Farida bener-bener nikmat lebih dari yang ia bayangkan. Perlahan tangan Iksan melepaskan genggaman tangannya dari lengan Farida, pemuda itu malah melingkarkan lengannya di pinggang Farida.

Sementara itu Farida seperti sudah terhanyut dalam hasratnya, wanita itu yang pada awalnya berontak kemudian malah membalas lumatan bibir Iksan , lengan nya yang telah bebas di rangkulkan nya ke leher pemuda itu. Cukup lama kedua insan tersebut saling melumat sampai akhirnya Farida sadar apa yang dia lakukan salah. Di dorongnya sekuat tenaga tubuh Iksan hingga membuat pemuda itu terdorong ke belakang , suara tamparan terdengar di ruang kerja itu.

Napas mereka berdua tersengal bersahutan. Farida menatap Iksan dengan marah.

    "Keluar dari ruangan saya", perintah Farida sambil kembali menyilang lengannya berusaha menutupi tubuhnya.

    "Aku tidak akan minta maaf Bu, aku tahu Ibu juga menikmati ciuman kita tadi", ujar Iksan.

    "Keluaaarrr...", Teriak Farida putus asa menyuruh Iksan keluar dari ruangan nya.

Akhirnya Iksan mengalah , pemuda itu keluar dari ruangan itu. Farida langsung terduduk di lantai menangis. Wanita itu tak tahu kenapa harus mengalami kejadian seperti ini. Tadi awalnya Farida ingin mencoba baju rancangan nya sendiri, karena yakin hanya sendirian di butik membuat wanita itu tidak mengunci pintu ruangan kerjanya. Tapi Farida malah mendapatkan pelecehan dari karyawan nya sendiri.

Sementara Iksan tak peduli kalau apa yang di lakukan nya tadi bisa membuat ia terkena masalah. Sudah terlanjur terjadi dan ia tidak menyesal.

Iksan pasrah kalau di pecat ataupun di laporkan ke polisi karena melakukan pelecehan seksual terhadap Bosnya sendiri.

Sekarang tinggal menunggu saja apa yang akan terjadi nantinya.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED