Begitu Theo turun dari mobil mereka, laki-laki tersebut menyeret langkah Athena sang adik tirinya tersebut dengan bersusah payah, tidak tahu kenapa tapi Theo berpikir seakan-akan tubuh nya benar-benar menjadi tidak baik-baik saja.
semakin dia menyentuh oleh gadis yang ada di sampingnya itu semakin dia merasa satu hantaman aneh menghantam dirinya, ditambah lagi beberapa setan kecil seakan-akan berbisik-bisik di atas kepalanya, meminta dia untuk menyambar bibir gadis yang sudah 1 hampir 4 tahun lebih menjadi adik tirinya tersebut.
"setubuhi dia" bisikan itu sangat nyata.
"No" Theo mencoba memberontak dari pemikiran kotornya.
dia benar-benar kesusahan saat ini, mencoba untuk menetralisir detak jantungnya sembari menggendong Athena yang mabuk parah untuk masuk ke dalam apartemen nya.
Seharusnya dia tidak mengizinkan gadis tersebut keluar melewati pesta perayaan ulang tahun teman nya, seharusnya dia tidak membawa Athena tinggal di apartemen nya, semua mungkin tidak akan jadi sekacau ini saat ini.
begitu tiba di pintu masuk apartemen dua orang terlihat menundukkan kepala mereka, melebarkan senyuman mereka kemudian membantu Theo membuka pintu elevator nya ada di didepan mereka.
"apa adik anda baik-baik saja tuan?" Yang satu security apartment tersebut, satu nya adalah sopir pribadi nya.
mendengar pertanyaan salah satu dari mereka berdua membuat Theo diam, dia tidak berniat untuk menjawab sama sekali.
Athena, pesona gadis tersebut sebenarnya sudah mengganggu hidupnya saat gadis tersebut pertama kali dibawa oleh ayah nya, memperkenalkan ibu nya yang akan menjadi ibu sambung Theo kemudian memperkenalkan Athena yang akan menjadi adik tirinya.
Pandangan pertama membuat dia gelisah, gadis cantik dengan seragam SMP dibalut kepolosan dan keceriaan yang luar biasa.
sejujurnya semakin bertambah usia Athena, Theo menjadi semakin gelisah. Meskipun dulu dia pernah membayangkannya berkali-kali jika dia mencium bibir indah Athena dan ingin sekali membawa nya melayang ke angkasa dalam sensasi bercinta yang dia impikan atau berkhayal menjadikan gadis tersebut sebagai istrinya, tapi seiring berjalannya waktu setelah dia menjadi sedewasa ini dia menekan kewarisannya dan berkata dia jangan gila dan dia tidak mungkin melakukan nya karena mereka tidak mungkin bersama.
"Dia sedikit lelah, ini bukan masalah" Pada akhirnya Theo menjawab, dia terus menggendong Athena dan membiarkan kaki nya masuk ke dalam pintu elevator dihadapan nya.
percayalah saat Theo menggendong adiknya tersebut ala bridal style, seluruh pasang bola mata menutup iri ke arah laki-laki tersebut karena memperlakukan perempuan di dalam pelukannya dengan cara yang begitu istimewa, orang-orang asing penghuni apartemen berpikir jika dia menggendong pasangannya dengan begitu mesra, sengaja tidak membangunkan kekasih nya dan dia dipikir sebagai kekasih yang sangat pengertian.
Sial.
di balik apa yang orang-orang lihat dan orang-orang fikirkan kan, Theo sama sekali tidak mempedulikan nya, laki-laki tersebut pikir dia harus segera sampai menuju ke arah kamarnya karena dia merasa kepalanya semakin lama semakin berdenyut kencang saat ini.
seperti nya efek minuman yang dia konsumsi bersama relasi bisnis nya tadi Cukup membuat hilang kesadaran nya.
Yakinlah saat ini laki-laki tersebut menahan gejolak di dalam diri nya yang terus memberontak sejak tadi, apalagi saat Athena mulai dengan nakal meraba-raba dadanya.
"Kakkk...aku pikir ini panas, buka baju ku, aku mohon"
Bisik Athena saat elevator yang mereka naiki bergerak menuju ke lantai atas.
"Please buka pakaian ku"
Rengek Athena lagi, dia mencoba untuk membuka pakaian nya didalam elevator tersebut.
sontak saja apa yang dilakukan Athena membuat Theo terkejut.
"apa?". tanyanya sambil membulatkan bola matanya.
"Ada apa dengan mu?"
laki-laki itu langsung berusaha untuk mengingatkan adik nya itu.
"No....no... Athena baby apa yang kamu lakukan? stop sayang ini di muka umum, lakukan dikamar, please"
Theo menjawab sambil menggelengkan kepalanya, dia pikir Athena pasti gila, apa efek mabuk bisa separah itu?.
ada terlalu banyak beban yang hantamnya saat ini, selain dia harus menahan gerakan adiknya dan tingkah laku Athena yang tiba-tiba menjadi aneh laki-laki tersebut berusaha untuk terus menekan kesadaran nya sendiri sejak tadi.
Ada apa dengan mu Theo?!
dia mulai mengeluh, sentuhan demi sentuhan yang diberikan oleh adiknya sangat menyiksa dirinya, dia merasa di bawah sana seolah-olah bergejolak dan mulai memberontak dengan sempurna.
percayalah sepertinya dibawa sana perlahan mulai mengembung dengan sempurna.
jangan katakan kamu meminta nya.
batin Theo lagi.
Dia tahu laki-laki seusianya jelas lumrah meminta sesuatu ketika dia menginginkannya, meskipun tidak dipungkiri dia sering melakukan sesi percintaan dengan beberapa perempuan panggilan, tapi dia tidak memilih sembarang perempuan bahkan dia menggunakan kondom untuk mencari aman.
Mengingat dia laki-laki normal, memiliki pergaulan yang luas dan laki-laki seperti dirinya yang terlalu sering hilir mudik keluar masuk ke tempat klub malam apalagi dalam urusan pekerjaan nya dengan orang-orang pembisnis yang suka merealisasikan bisnis mereka di tempat tertutup seperti itu, jelas sangat munafik sekali jika dia masih mempertahankan keperjakaan nya dan tidak pernah menyentuh seorang perempuan pun, tapi Theo pikir bukan berarti dia memiliki sebuah keinginan besar dan berhasrat dengan adik tiri nya sendiri saat ini.
Kau pasti sudah gila.
Umpat Theo kesal.
Tringggg.
seketika pintu elevator terbuka, laki-laki itu menatap ke arah Athena yang terus bergerak meraba-raba dadanya dan bahkan mencoba untuk melepaskan baju perempuan itu sendiri sejak tadi karena terus meracau berkata panas.
laki-laki tersebut jelas saja langsung buru-buru keluar dari pintu elevator begitu dia tiba di lantai di mana kamar hotelnya berada, laki-laki itu dengan cepat membawa adik nya itu masuk ke dalam kamar miliknya.
dia pikir jika Athena kehilangan akal warasnya dan memaksakan diri untuk membuka bajunya sendiri saat ini juga maka ini benar-benar sangat memalukan, di mana di setiap sudut hotel jelas terpasang CCTV pengawas, itu pasti sangat memalukan sekali.
tanpa berpikir dua tiga kali Theo langsung membuka pintu kamar apartment nya begitu mereka tiba di depan kamar nya kemudian menutupnya kembali.
"Kakkk...."
lagi Athena merengek kearah nya, memaksakan diri membuka pakaian nya saat laki-laki tersebut telah meletakkan tubuhnya ke atas kasur.
"Athena apa yang kamu lakukan?" Theo mengerutkan keningnya.
Tiba-tiba saja Athena menyambar tubuh Theo ketika dia telah meletakkan gadis tersebut keatas kasur, hal tersebut sontak membuat laki-laki itu langsung terkejut.
Athena..."
Dia nyaris tidak bisa bernafas, namun detik berikutnya Athena membalikkan posisi mereka, gadis tersebut menindih tubuh nya dan dengan gila nya Athena menyambar bibir laki-laki tersebut begitu saja.
"Athena...no... please"
Theo mati-matian mencoba melepaskan diri.
bagi nya ada yang aneh dengan Athena.
"Puaskan aku kak...aku benar-benar membutuhkan nya saat ini."Bisik Athena cepat.
bola mata gadis tersebut dipenuhi gairah saat menatap dirinya.
"Apa?" Theo jelas terkejut.
Dia belum sempat bicara hingga didetik berikut nya gadis tersebut dengan cepat kembali menyambar bibirnya kembali, mengajak nya berpetualang dalam dunia yang tidak semestinya mereka lalui bersama.
Dan Theo seolah-olah terpancing atas sulit nya dia mencoba menahan hasrat nya saat ini.