Zinx melompat ke dalam air, ia mencoba menyelamatkan Yuna. Suasana menjadi gaduh saat Zinx dan Yuna tidak terlihat, seketika jeritan Hera semakin santar terdengar.
Hera berlari ke tepi pantai mencoba menyelamatkan Yuna tapi seseorang di sana mencoba menahan Hera.
"Lepaskan aku! Aku ingin menolong Yuna,"
"Yuna! Yuna!" Pekik Hera.
Tidak lama Zinx naik ke permukaan bersama Yuna, beberapa orang berlari ke arah Zinx dan menyelamatkan keduanya.
Zinx dan Yuna sampai di tepi pantai, tapi Yuna masih tidak membuka mata. Zinx yang kuwatir memberikan nafas buatan untuk Yuna.
Seluruh orang yang berada disana merasa terkejut bahkan beberapa orang sibuk mengambil gambar ketika Zinx memberikan nafas buatan.
"Uhuk ... Uhuk ..."
Yuna tersadar berkat bantuan dari Zinx, Hera yang kuwatir sedari tadi langsung memeluk Yuna.
"Dasar gadis bodoh!" maki Hera sembari terisak tangis.
Zinx beranjak dan pergi meninggalkan Yuna, sementara Yuna kembali tidak sadar karena syok.
"Yuna ... Yuna ..."
****
Keesokan harinya
"Uhuk ... Uhuk ..."
"Panggil Ambulans, dia perlu perawatan segera!"
"Hey Nona sadarlah, Nona ... Nona sadarlah."
"Zink, apa kamu baik-baik saja?"
"Kak, aku baik-baik saja! Tolong panggilkan Ambulance nona ini kesulitan bernafas!"
"Apa itu, ini bukan laut tapi kenapa mereka memakai gaun? Bukankah aku berjalan ke laut ...?"
Terdengar suara tangisan seseorang tapi Yuna yang saat itu sedang bermimpi kesulitan untuk membuka matanya.
"Yuna ... aku tidak akan memaksa kamu untuk syuting, asalkan kamu bangun," ucap Hera sembari menangis di dekat Yuna.
"Kak Hera ..."
"Yuna, Yun ... na, syukurlah ..."
Tangisan Hera langsung pecah, saat Yuna tersadar ia memeluk Yuna sembari menangis dengan kencang.
"M---maaf, aku kalut dan tidak berpikir bahwa aku akan membuat kakak menangisiku seperti ini," ucap lirih Yuna.
Hera melepaskan pelukannya lalu dengan terisak-isak ia memarahi Yuna, bagi Hera Yuna bukan hanya sebagai aktrisnya tapi juga sudah seperti adik. Bahkan Hera adalah saksi Kemalangan Yuna selama ini.
"Dasar bodoh! Kamu tahu betapa gilanya aku saat kamu tenggelam, ini kali keduanya kamu mencekikku dengan sikap bodohmu!"
Degh
Seketika Yuna teringat akan mimpinya barusan, bahwa ia melihat Zinx yang menyelamatkan Yuna saat ia tenggelam di kolam satu tahun lalu.
"Kak, apa mungkin kejadian tahun lalu di kolam renang. Aktor Zinx ada disana?"
"Apa yang kamu bicarakan ...?"
"Apa kepalamu terbentur batu karang?" tanya Hera.
"Aku serius ... di mimpiku aku melihat senior Zink berteriak meminta tolong untuk seseorang memanggil Ambulans untukku," ucap Yuna dengan ragu.
"Saat kamu tenggelam di laut, memang Zinx yang menyelamatkan kamu. Tapi saat di kolam renang aku tidak tahu ..." jawab Hera.
Yuna membuka selimutnya dan beranjak dari tempat tidur, tapi Hera tentu saja tidak membiarkankanya pergi.
Sebenarnya ingatan Yuna terhapus dan bertita Kejadian tersebut telah di hapus oleh beberapa pihak. Saat kejadian itu, ia bahkan tidak ingat apa yang membuatnya terjun ke dalam kolam.
"Mau kemana kamu Yuna?" tanya Hera menarik tangan Yuna dan menghentikannya.
"Aku, ingin bertemu dengan Senior Zinx!"
"Apa kamu gila! Kamu baru saja sadar, lagi pula Zinx sudah pergi untuk melanjutkan syutingnya di tempat lain," ujar Hera.
"Beri tahu aku dimana tempat syutingnya," pinta Yuna yang begitu kekeh ingin bertemu dengan Zinx.
"Tidak!" tolak tegas Hera.
"Aku mohon, Kak ..." pinta Yuna memelas, jelas saja sikap Yuna membuat hati Hera luluh.
"Baiklah tapi untuk sekarang pulihkan tubuhmu, aku akan meminta produser di acara perkumpulan artis dan kru untuk merayakan keberhasilan," tutur Hera, yang luluh dengan Yuna
4 hari kemudian
20:15
Dengan bantuan Hera yang menyogok asisten sutradara akhirnya Yuna mendapatkan undangan untuk menghadiri pesta keberhasilan, tentu saja tujuan Yuna bukan ingin berpesta tapi ia ingin bertemu dengan Zinx.
Gaun selutut berwarna langit malam bertabur bintang menghiasi tubuh Yuna, meski ia sedikit risih dengan belahan dadanya membuatnya tidak nyaman. Tapi itu adalah acara orang-orang elit dari artis dan produser tingkat atas jadi Ia harus memperhatikan penampilannya.
Saat memasuki Bar ia melihat semua anggota yang hampir setengah mabuk, tapi ada yang mengusik ketenangan Yuna yaitu Max mantan kekasih Yuna.
"Hey Yuna, karena kamu di sini paling muda coba tuangkan minumannya," titah sutadara.
Max yang datang karena undangan ayah mertuanya yang menjadi peroduser di video klip yang di bintangi Yuna dan Zinx.
Tapi Yuna yang sedari tadi mencari Zinx harus tertangkap minum bersama para rekan dan kru.
Glek ... Glek ...
Satu jam berlalu, Yuna yang hampir kehilangan kesadaran wajahnya begitu merah karena mabuk tapi para anggota kru dan produser terus mengerjai Yuna sementara Max mantan kekasih Yuna hanya diam tanpa memperdulikan yang terjadi kepada Yuna.
Tiba-tiba Zinx datang di saat Yuna sudah di kuasai oleh alkohol, Zinx mengambil gelas bir yang berada di depan Yuna lalu meminumnya dengan sekaligus
"Wah satria hitam !"
Semua orang bersorak saat Zinx mencoba melindungi Yuna tapi Zinx bukanlah peminum handal ia langsung mabuk.
"Pulanglah Yuna!" titah Zinx lalu ia pergi meninggalkan tempat tersebut untuk kekamar hotel yang sudah ia pesan.
"Hey, Zinx. Kemana kamu pergi? Bukankah kamu baru saja datang?"
Zinx berlalu keluar bar begitu saja, tanpa memperdulikan produser yang terus memanggilnya.
Sementara Yuna sudah berada di batas toleransi akhol, ia ingin mengejar Zinx meski ia hampir kehilangan kesadaran. Dengan memanfaatkan kondisinya Yuna meminta izin untuk pergi ke toilet.
Setelah beberapa menit di dalam toilet ia keluar dan bertemu dengan Max yang sudah sedari tadi menunggunya.
"Apa yang sedang kamu rencanakan?" tanya Max sembari melipat kedua tanganya di depan dada dan bersandar ke tembok.
"Bukan urusanmu!" bentak Yuna, ia merapikan pakaiannya lalu melewati Max tapi saat ia hendak meninggalkan max tiba-tiba max mengucapkan sesuatu yang menyinggung perasaan Yuna.
"Apa ini caramu untuk bisa jadi populer?" tanya Max.
"Apa maksud kamu?" tanya balik Yuna dengan sinis.
"Bukankah kamu datang kesini untuk menggoda para senior dan produser?"
"Atau kamu masih berusaha mendapatkan perhatianku?"
Max yang melantur membual sesuatu jelas melukai hati Yuna, Max adalah mantan kekasih Yuna yang berkhianat.
"Apa yang kamu sombongkan?" tanya Yuna dengan memasang wajah angkuh.
"Cih ... Aku yakin apa yang kamu kenakan itu adalah pemberian dari perempuan itu, kamu memilih wanita lebih tua karena memandang kekayaannya. Jadi aku bertanya sekali lagi, apa yang sedang kamu sombongkan. Kamu yang menjadi parasit atau b4jing4n?"
Kata-kata Yuna bak belati, begitu tajam dan menyakitkan perasaan Max, tapi itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang di terima Yuna karenanya.
Bukan hanya perselingkuhan tapi tuduhan yang kejam sehingga Yuna di kucilkan dari dunia artis.
Max yang menjadikan Yuna sebagai batu loncatan karirnya, tidak memiliki dampak dari yang ia perbuat. Sementara ia mendapatkan perhatian publik di tempat lain Yuna terpuruk karena penghiatannya.
"Akan aku buktikan bahwa aku bisa mendapatkan laki-laki lebih dari kamu!"
Max hanya terdiam terpaku, sementara Yuna tidak bisa membohongi perasaannya luka yang di akibatkan oleh Max seperti membekas di dalam hati Yuna yang bisa terasa perih kapan saja.
Air mata yang sedari tadi berusaha Yuna bendung akhirnya merembes membasahi pipi, max adalah luka yang menyakitkan untuk Yuna.
Tring
Yuna mendengar suara notifikasi dari ponsel yang ada di dalam tasnya, ia menyeka air mata lalu mengambil ponsel dan melihat notifikasi pesan.
2 pesan masuk Kak Hera
Kak Hera (Ternyata benar, orang yang menyelamatkan kamu itu Zinx)
Kak Hera ( Zinx menginap di hotel yang sedang kamu datangi, jika kamu tidak bertemu di tempat karoke coba datang ke kamar 302).
Setelah membaca pesan Yuna langsung naik ke lantai dua dan mencari kamar 302 tempat Zinx menginap.
Ia keluar dari lif dengan tatapan penuh selidik Yuna memperhatikan setiap nomer di pintu kamar.
"Tiga ratus, tiga ratus satu. Tiga ratus dua ..."
Tidak menunggu lama setelah mendapatkan kamar 302 Yuna langsung mengetuk pintu tersebut.
Tok
Tok
Sekali dua kali Yuna mengetuk pintu tapi masih tidak ada jawaban tapi saat ia hendak mengetuk pintu untuk ke tiga kalinya tiba-tiba pintu itu terbuka.
Degh
Pandangan Yuna mulai kabur tapi terlihat jelas Zinx yang hanya mengenakan celana dan bert3l4nj4ng d4d4.
Jangan lupa tinggalkan jejak Komen dan beri ulasan!!!
Seketika Yuna merasa ragu, tapi Zink sudah telanjur melihatnya sehingga Yuna mengumpulkan keberanian untuk berbicara dengan Zinx..
"Bolehkah aku masuk?" tanya Yuna.
Zinx langsung menarik tangan Yuna, tanpa basa-basi ia memeluk Yuna dan perlahan terdengar suara Isak tangis Zinx.
"Kenapa kamu memilih mengakhiri hidupmu, bukankah aku berkali-kali menawarkan diri. Manfaatkan aku gunakan aku untuk membalaskan penghianatan, karena aku sama sekali tidak keberatan," ucap Zinx suara beratnya terdengar sendu dan menyedihkan.
Mereka sama-sama mabuk tapi ucapan Zinx menyentuh hati Yuna, meski Yuna tidak mengerti maksud dari ucapan Zinx tapi kata-kata Zinx seolah-olah di tunjukan kepadanya.
Yuna melepaskan pelukan Zinx lalu menatap mata Zinx yang basah telihat jelas bola mata itu memancarkan kepedihan yang mendalam.
"Siapa yang membuat senior menangis?" tanya Yuna sembari menyeka air mata Zinx.
Tatapan bola mata yang kendur membuat Yuna merasa sedih, seorang yang di idolakannya sekaligus penyelamat hidupnya terlihat begitu terluka.
Belaian lembut dari tangan Yuna, memberikan kenyamanan untuk Zinx. Yuna menyeka airmata Zinx tapi Zinx meraih tangan Yuna lalu menciuminya.
"Aku ingin bersamamu, tolong jangan pergi," ucap Zinx memelas.
Lelaki yang selalu terlihat karismatik di manapun ia berada, kini menunjukkan sikap lemahnya kepada Yuna. Ia benar-benar tidak berdaya.
Seketika tatapan berubah, seperti anak anjing yang meminta majikanya untuk di sayang.Tapi saat Yuna melepaskannya Zinx kembali menraih tangan Yuna lalu mengecupnya dengan penuh kasih, bahkan Zinx terus menatap Yuna dengan memelas.
"Aku mohon, jangan tinggalkan aku," ucap Zinx.
Wajah Zinx yang sangat merah mendadakan bahwa ia sedang di bawah pengaruh alkohol sehingga menunjukkan sisi lemahnya kepada Yuna.
"Kenapa kamu begitu sedih? Kamu adalah idolaku selama bertahun-tahun saat melihat kamu seperti ini hatiku terasa pilu," ujar Yuna.
Yuna sangat mengagumi Zinx bahkan setelah tahu Zinx penyelamatnya, rasa kagum itu semakin besar.
Zinx mengarahkan tangan Yuna dan menempelkan keadaannya, karena hanya terhalang oleh daging dan kulit detak jantung Zinx begitu terasa.
"Disini sakit, apa kamu bisa menyembuhkannya?" tanya Zinx dengan tatapan penuh luka.
"Bagaimana caranya?" tanya Yuna menatap Zinx.
"Bantu aku melupakan rasa sakit ini, meski hanya sementara. Biarkan aku bernafas lega, lakukan apapun aku akan menerimanya asalkan aku bisa tertidur pulas," pinta Zinx dengan memelas.
Perlahan Yuna menempelkan bibirnya ke bibir Zinx, terasa lembut dan manis dan tercium aroma alkohol dari nafasnya.
"Apa seperti ini?" tanya Yuna.
Saat Yuna mengecup bibir Zinx, butiran bening mengalir membasahi pipi. Entah seberapa besar luka yang di rasakan Zinx, sehingga membuatnya begitu tersiksa.
"Hanya untuk malam ini, akan aku terima apapun yang akan senior lakukan untukku," ucap lirih Yuna.
Cup
Tanpa di duga Zinx memegang belakang kepala Yuna lalu melumat bibir Yuna dengan penuh gairah.
'Benar seperti dia, aku juga ingin melupakan rasa sakit itu meski hanya sementara ataupun semeni. Meski hanya beberapa detik aku akan melakukan apa saja agar bisa bernafas untuk hidup,' batin Yuna.
Perlahan Zinx menuntun langkah Yuna ke kasur karena terpojok Yuna akhirnya terduduk di atas kasur.
Brugh
Yuna mendongak dan menatap Zinx yang saat itu wajahnya sudah sangat merah, tatapan Zinx membuat Yuna hanyut dalam gairah.
Yuna memegang celana yang tercangking di pinggang Zinx dan perlahan ia melepaskan kancing tersebut sehingga meluncur ke lantai.
Ia begitu berani tidak sadar bahwa perbuatan Yuna seolah-olah menyatakan bahwa ia tidak akan menolak apapun yang Zinx lakukan kepadanya.
Zinx menarik ujung dagu Yuna kemudian melumat bibir tipis yuna dengan penuh gairah Yuna mengalungkan tangannya di leher Zinx.
'Aku tahu setelah ini selesai kami akan kembali kepada sedia kala, tapi aku untuk saat ini tidak akan perduli,' batin Yuna.
Zinx merebahkan tubuh Yuna lalu melepaskan retseleting gaun Yuna . Kini tubuh Yuna hanya tertutup kain transparan yang menutupi daerah sensitifnya, terlihat kaki mulus yang jenjang di balik setokin berwarna hitam tipis memberikan kesan sensual. Zinx yang sudah bergairah tidak bisa berhenti ia membelai tubuh Yuna sejenkal demi sejengkal dengan lidah nakalnya.
"Enggg ..."
"Disana kotor ..." ucap lirih Yuna dengan menutup wajahnya karena malu.
"Aku tidak perduli, jadi biarkan aku membasahinya sebelum kita melakukan," ucap Zinx, menatap tajam Yuna dari bawah sana.
Zinx melepaskan setokin dan pakaian dalam Yunna, kini tubuh putih mulus itu terpampang jelas di hadapan Zinx, wajah Yuna yang tersipu malu membuat Zinx semakin tertantang.
"Ah ..."
"Hentikan, langsung saja kita lakukan," ajak Yuna yang tidak tahan saat lidah Zinx mengacak-acak bagian dalam sensitif milik Yuna.
Zinx menunjukan miliknya yang sudah berdiri tegak, seketika Yuna menelan ludahnya ia tertohok melihat milik Zinx.
"Aku akan berhenti, jika kamu tidak menginginkannya," ucap lirih Zink, menatap Yuna dengan dalam.
'Jahat, mana mungkin sudah seperti ini aku akan menolaknya,' batin Yuna.
Perlahan ia menodongkannya ke milik Yuna lalu mendorongnya menerobos masuk, membuat Yuna merasa sakit di awal.
"Engggh ..."
Suara yang erangan yang nakal lolos begitu saja dari bibir tipis Yuna, milik Zinx yang besar membuat Yuna meremas seprai dengan kuat-kuat untuk menahan rasa sakit yang di rasakannya di antara kedua s3langk4ngannya.
Zink mengecup kening Yuna, membuat Yuna membuka mata karena terkejut. Ia melihat Zinx di atas tubuhnya dengan mengigit bibir bawahnya.
"Lakukanlah perlahan ..." ucap lirih Yuna.
Mereka telah menjadi satu, larut di di atas ranjang panas. Yuna yang terus mendesah dengan penuh kenikmatan membuat Zinx semakin tertantang.
"Ah ..."
"Ah ..."
Zinx terus membelai setiap jengkal tubuh Yuna dengan lidah dan bibirnya, jelas membuat Yuna semakin menggila mengerang di bawah tubuhnya.
"Ah, tolong pelan-pelan," pinta Yuna memelas.
Laki-laki bertubuh kekar itu terus memeluk Yuna, sembari menggerakkan pinggulnya dengan cepat.
Kini pikiran Yuna benar-benar kosong hanya ada wajah Zinx yang terbesit di dalam pikirannya dan debaran jantung yang membuatnya semakin liar.
Ah ...
Yuna tidak bisa bohong bahwa ia juga menikmatinya, sentuhan tangan Zinx membuat Yuna merasa gila di bawah kekungan Zinx.
Nafas yang memburu seolah-olah membelai daun telinga Yuna, membuatnya kehilangan akal untuk berpikir.
Mereka saling terpaut satu sama lain, seolah-olah mereka adalah pasangan yang sedang kasmaran.
Mereka benar-benar larut dalam gairah ranjang yang panas, malam itu begitu nikmat membuat keduanya melupakan perasaan yang menyiksa meski hanya sementara.
Yuna tidak perduli apa yang akan terjadi esok, yang pasti untuk saat ini ia tidak ingin mengingat seseorang yan telah memberinya luka selama beberapa tahun ini.
_____&&&&____