Bab 1

Flora , hari itu ia duduk di antara para tamu di acara pernikahan Aris dan juga Wilona .Ia menjadi salah satu saksi ketika mereka mengucap janji suci nya. Meski terpasang wajah bahagia dan sesekali menyunggingkan senyumnya, hati kecilnya merasa sangat sakit . Bagaimana tidak ? lelaki yang saat ini telah menjadi suami dari Kakak perempuannya itu adalah seorang lelaki yang ia kagumi bahkan sejak ia masih duduk di kelas 10 SMA.

Pagi itu ia duduk di samping lapangan sekolah , menyaksikan beberapa orang yang sedang bermain basket. Namun matanya hanya tertuju pada salah satu pemain . Bernama Aris Bramasta atau Aris. Entah apa yang membuatnya tertarik. Tapi tidak hanya dirinya, banyak para siswa perempuan lain pun yang juga ternyata sangat mengidolakannya . Flo sama sekali tidak mempedulikan hal itu. Karena baginya ,bisa melihat Aris setiap hari pun sudah bisa membuatnya sangat bahagia .

Hari demi hari , minggu ke minggu dan bulan berganti bulan . Perasaannya terhadap Aris kian hari kian menjadi . Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa saat ini ia sudah mulai jatuh cinta pada salah satu siswa kelas XII IPA 1 itu.

Namun, suatu hari ia harus menerima kenyataan yang sangat pahit . Ia harus merasakan patah hati ketika ia merasakan jatuh cinta untuk yang pertama kalinya . Karena ternyata Aris adalah pacar dari Wilona Anastasya, siswa kelas XI IPA 2 yang merupakan kakak kandungnya sendiri .

Sejak saat itu ia memutuskan untuk mengagumi Aris dalam diamnya. Perasaannya terhadap Aris sama sekali tidak berkurang .Saat itu ia merasa bahwa Wilona lebih pantas mendapatkan Aris dari pada dirinya . Tentu saja , Wilona adalah salah satu siswa yang juga menjadi idola satu sekolah . Karena selain cantik dan juga baik, Wilona juga salah satu murid berprestasi yang sering membawa harum nama sekolah . Sedang dirinya hanya siswa cupu yang tidak memiliki banyak teman .

Flo selalu berharap dirinya bisa menemukan lelaki lain untuk menghilangkan perasaannya itu. Akan tetapi , sampai saat ini nama Aris masih terukir indah jauh di dalam hatinya yang paling dalam .

"Selamat ya Mba , aku sangat bahagia . Akhirnya Mba Wilona dan Mas Aris menikah ". sahut Flo ketika ia menghampiri pasangan yang baru ditetapkan sebagai suami istri itu.

Wilona memeluk adik satu satunya itu dengan penuh bahagia . Lalu ia berdoa supaya adiknya itu bisa cepat bertemu dengan pasangannya dan juga segera menikah .Flo hanya membalas senyum padanya , sedang hatinya terasa sangat remuk dan hancur .Kesempatan dirinya untuk mendapatkan Aris sudah benar benar musnah . Aris sudah menjadi milik Wilona seutuhnya dan suatu hal yang sangat tidak mungkin untuknya merebut Aris dari Wilona .

Pernikahan Aris dan Wilona di hiasi dengan kebahagiaan, Aris memperlakukan Wilona layaknya seorang ratu yang sangat ia cintai . Hal itu membuat Flo merasa semakin sakit . Hingga ia memutuskan untuk pergi ke luar negeri dan meneruskan kuliah S2 nya di sana .

"Kenapa harus pergi ke Paris ? di sini juga masih banyak universitas yang bagus. Mba khawatir kalau kamu harus sendiri di sana ". ucap Wilona ketika membantu Flo mengemas pakaiannya ke dalam sebuah koper besar.

" Mba ngga usah khawatir , aku udah besar dan aku bisa jaga diri ".

" Apa sih yang sebenarnya kamu cari ? ". tanya Wilona .

" Aku ingin belajar di tempat dan suasana yang baru, Mba . Semoga di sana aku bisa melupakan semua yang harus di lupakan ".

" Maksud kamu ? ".

Wilona sama sekali tidak mencurigai apa yang sebenarnya Flo rasakan selama ini .Hampir 6 bulan lamanya setelah mereka menikah, Flo merasa setiap harinya adalah mimpi yang sangat buruk . Hampir setiap hari ia harus melihat lelaki yang dicintainya bermesraan dengan perempuan lain yang bukan lain adalah kakaknya sendiri .

Ia harus memendam semua perasaan itu sendiri. Apalagi ketika ia harus berpura pura ikut bahagia melihat kebahagiaan yang selalu Wilona tunjukan padanya . Belum lagi keinginan Mama dan juga Papa yang ingin segera mendapatkan cucu dari Aris dan juga Wilona .

Ingin sekali Flo membuang semua perasaan itu , akan tetapi semua seakan lebih menjadi karena saat ini mereka harus tinggal di satu rumah yang sama . Karena sejak pernikahannya, Papa dan Mama meminta mereka untuk tetap tinggal di rumahnya karena mereka merasa akan kesepian jika Aris membawa Wilona pindah ke rumah barunya .

"Selama ini aku belum bisa bikin Mama Papa bangga . Jadi, di sana aku ingin belajar lebih serius lagi dan menemukan banyak hal hal baru yang ngga pernah aku temukan di sini. Juga membuang semua hal hal buruk yang selalu aku lakukan di sini". jawab Flora dengan penuh keyakinan.

" Terus ? Mba sendiri dong ? ".

" Ngga lah, Mba kan udah punya Mas Aris . Kenapa Mba harus merasa sendiri ? Mas Aris kan selalu ada buat Mba ".

" Ngga gitu loh maksud Mba, tiap Mas Aris kerja kan kamu yang sering temenin Mba ".

" Kita kan masih bisa telponan Mba, lagian sebentar lagi juga Mba udah mulai kerja. Malah

aku yang nanti merasa sendiri ".

" Iya sih. Tapi di sana kamu harus hati hati . Terutama dalam berteman , Mba ngga mau kamu kenapa kenapa ".

" Mba tenang aja , aku kan udah bilang aku bisa jaga diri baik baik ".

"Lagian, sampai sekarang kamu masih belum punya pacar itu seriusan ? ".

" Seriusan lah Mba , masa aku bohong ".

"Lagi pula, gimana bisa aku jatuh hati sama orang lain . Sejak dulu hingga sekarang aku hanya mencintai Mas Aris, Mba. Kepergianku kali ini juga bukan lain untuk menghindari itu . Aku ngga mungkin bisa lebih lama menyembunyikan perasaan ini . Sejak awal juga aku udah coba untuk membuang semua perasaan ini tapi ternyata rasa cintaku terhadap Mas Aris kian lama kian menjadi .Aku berharap, kepergianku ke sana bisa menghilangkan semua perasaan itu dan sedikit demi sedikit bisa membuatku melupakan Mas Aris. Meski sampai kapanpun aku ngga pernah rela Mba menikah dengan Mas Aris ". ucap Flora dalam hatinya .

Flo terus berusaha menyembunyikan kesedihan dalam hatinya selama ia mengemas semua pakaiannya itu . Disana juga ia menyadari bahwa Wilona sudah sangat baik padanya . Tidak mungkin ia membiarkan perasaannya itu terus tumbuh dan berakhir saling menyakiti.

Hari itu ia memilih untuk meninggalkan Jakarta dan semua tentang Aris . Memulai hidup yang baru dan berusaha melupakan setiap hal terkecil sekalipun yang berhubungan dengan Aris.

*****

Bab 2

4 tahun sudah berlalu.

Selama itu juga Flora tidak pernah bertemu secara langsung dengan Aris dan juga Wilona. Kini Aris dan Wilona sudah menempati rumah barunya setelah membujuk Mama dan juga Papa . Wilona merasa bahwa saat itu mereka harus belajar hidup mandiri dan tidak lagi bergantung pada kedua orang tuanya.

Keinginan Mama dan juga Papa untuk segera memiliki seorang cucu juga telah terpenuhi. Beberapa saat setelah kepergian Flora ke Paris, Wilona mengumumkan kehamilan anak pertamanya yang membuat Flora merasa bahwa keputusannya pergi jauh dari Jakarta untuk melupakan Aris adalah hal yang sangat tepat .

Anak perempuannya lahir di tahun ke 2 pernikahannya , dan sekarang ia sudah berusia dua tahun . Flora sering kali melihatnya melalui video call yang dilakukannya bersama Wilona. Bahkan suatu hari ia pernah menelpon Wilona tapi saat itu Aris yang mengangkat telpon . Detak jantungnya kembali berdegup dengan sangat kencang, ketika ia harus bertatapan dengan lelaki yang selama ini ia cintai . Dengan spontan , ia langsung menutup telponnya dan menunggu hingga Wilona menghubunginya kembali.

Sebentar lagi ia akan mengakhiri kuliah S2 nya, karena tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk melakukan wisuda kelulusannya. Tentu saja, keinginannya untuk membuat kedua orang tuanya bangga sudah ia lakukan . Bahkan ia telah menerima gelar dengan nilai terbaik .

Mama dan Papa pergi ke Paris untuk menghadiri acara wisuda itu . Wilona sangat ingin ikut ke sana. Sayang sekali, anak perempuannya itu sedang demam dan baru saja menjalani perawatan di Rumah Sakit selama beberapa hari .Jadi, tidak mungkin mereka pergi ke sana dalam keadaan seperti itu .

"Tidak apa Mba , yang penting untuk sekarang adalah kesembuhan Sheinna. Aku ngga mau loh Sheinna kenapa kenapa ". ucap Flora dari telpon genggam Wilona.

" Sekali lagi Mba minta maaf ya Flo .Sebenarnya Mba ingin sekali hadir di acara wisuda kamu".

" Ngga apa apa Mba ,sekarang ini Sheinna harus banyak istirahat, kasihan kan kalau kalian maksa berangkat ke sini .Lagian udah ada Mama sama Papa ko Mba ".

" Ya sudah, sekali lagi Mba sangat bangga sama kamu . Oh ya, nanti kamu pulang bareng Mama Papa kan ? Mba ngga sabar loh pengen cepat cepat ketemu kamu ".

Dan saat ini hal itu lah yang membuat Flo merasa sangat takut . Bahkan setelah 4 tahun menghindar pun tetap saja membuatnya tidak siap untuk kembali bertemu dengan Aris.

Setiap hari ia selalu mengingat Aris, setiap kali ia berusaha untuk melupakan dan membuka hatinya untuk yang lain, selama itu juga hatinya selalu meyakinkan bahwa hanya Aris yang bisa singgah dan menetap di sana.

" Flo , are you oke ? ko kamu malah diem sih dari tadi ? ". terdengar suara Wilona di balik telpon genggam milik Flora.

" Ehm , ya Mba i'm oke. Maaf tadi Mba tanya apa ? ".

" Kamu ini gimana sih, ditelpon ko malah bengong, mikirin apa sih ?".

" Ngga Mba,aku ngga mikirin apa apa .Tadi Mba tanya apa ?".

"Itu loh, nanti kamu pulang ke sini bareng Mama sama Papa ? ngga mungkin juga kan kamu terus menetap di sana ? ".

" Iya Mba, nanti aku pulang bareng Mama sama Papa . Tapi mungkin aku bakalan ajak Mama sama Papa liburan di sini dulu selama beberapa hari . Selama aku kuliah di sini , aku juga kerja sambilan. Jadi, sebelum pulang ke sana aku pengen bikin Mama sama Papa senang di sini ".

" Oh gitu, ya udah kalau gitu nanti begitu kamu

kembali pulang ke sini, kamu kabarin Mba ya. Biar Mas Aris yang jemput kalian di Bandara ".

" Mas Aris , Mba ? ".

" Iya Mas Aris, kenapa memangnya? ".

Satu satunya orang yang tidak siap ia temui adalah Aris . Sementara itu, Aris adalah orang yang pertama kali akan ia temui setelah 4 tahun lamanya ia pergi untuk menghilangkan rasa cinta padanya.

Bagaimana ini ? apakah perjuangan selama 4 tahun itu akan berakhir sia sia ? sedang saat ini ia masih tetap menyimpan rasa itu dalam dalam.

"Ngga apa apa Mba, Mba ngga perlu repot repot minta Mas Aris buat jemput aku . Aku kan bisa naik taxi ".

" Ngga apa apa dong, kamu kan udah pergi cukup lama, masa Mba biarin kamu pulang naik taxi sih . Pokonya kamu kabarin aja kapan kamu pulang, nanti Mba minta Mas Aris jemput kalian ".

" Hmm baik Mba ".

Flora tidak bisa lagi menolak permintaan Wilona. Karena menurutnya pun semua akan baik baik saja , ia hanya perlu kembali menyembunyikan perasaannya lagi seperti yang ia lakukan sebelumnya .Dan ia juga berpikir bahwa suatu saat ia akan terbiasa dan perasaan itu akan hilang dengan sendirinya .

Beberapa hari kemudian, seperti janjinya pada Wilona bahwa ia akan memberikan kabar jika ia sudah dalam perjalanan pulang . Begitu juga dengan Aris, ia segera bersiap untuk mengikuti permintaan istrinya itu . Aris menyalakan mesin mobilnya dan berpamitan pada Wilona untuk menjemput Flora di Bandara .

"Halo Mba ,aku sudah sampai di Bandara ". ucap Flora di telpon .

" Oh ya ? ya sudah kamu tunggu sebentar ya. Mas Aris baru saja berangkat buat jemput kalian ".

" Oke Mba , aku tunggu ya ".

Flora kembali menutup telponnya . Lalu mengajak Mama dan Papa untuk duduk di salah satu kursi , menunggu kedatangan Aris di sana .

" Sepertinya itu Aris ya ? ". ucap Mama setelah menunggu beberapa saat sambil menunjuk ke arah seseorang yang sedang berjalan ke arahnya .

Flora yang saat itu sedang memainkan gadgetnya , segera menoleh ke arah itu dengan cepat . Benar saja , ia melihat Aris berjalan menuju ke arahnya .Sama sekali tidak ada yang berubah , perasaannya masih sama seperti ketika pertama kali ia melihat Aris bermain basket di lapangan sekolahnya .

Lagi lagi detak jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Aris berjalan semakin mendekat, keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. Perasaan itu sama sekali tidak berubah bahkan setelah ia pergi jauh selama 4 tahun lamanya..

Ya Tuhan, harus dengan cara apa aku menghilangkan semua perasaan ini ? harus sejauh apa aku pergi dan apa yang harus aku lakukan selanjutnya ? mengapa dadaku berdegup lebih kencang dari biasanya ? apakah aku...

*****

Bab 3

Tinggal menunggu beberapa langkah lagi hingga Aris sampai di tempat dimana Mama , Papa dan juga Flora menunggunya . Namun, anehnya Aris terlihat begitu terpesona melihat penampilan Flora saat ini . Bagaimana tidak ? Flora yang tadinya hanya gadis cupu yang tidak mengenal make up, khas dengan rambut kepang duanya itu kali ini terlihat berubah menjadi gadis cantik dengan tubuhnya yang seksi .Blouse berwarna merah marun dengan celana pendek berwarna krem yang saat ini ia kenakan, membuat kulit putih mulusnya tampak bersinar. Di tambah dengan rambut panjang curly yang membuatnya terlihat lebih menawan .

Tanpa mengedipkan matanya, Aris terus menatap Flora .Dari ujung kaki hingga ujung rambut, memperhatikannya dengan sangat detail .Karena selama ini ia tidak pernah melihat Flora secantik ini .

4 tahun tinggal di Paris ternyata membuat Flora belajar banyak hal tentang style dan juga fashion. Tentu saja semua itu ia lakukan karena ia tidak ingin kepergiannya ke Paris hanya untuk melupakan sesuatu yang menurutnya tidak mungkin bisa untuk ia lupakan . Setidaknya saat ini dia merasa bahwa dirinya setara dengan Wilona , ia memiliki kecantikan yang tidak kalah saing dengannya . Selain itu , saat ini ia terlihat lebih percaya diri dari yang ia bayangkan sebelumnya . Terlebih setelah melihat reaksi Aris ketika pertama kali melihatnya .

Flora yakin bahwa kali ini penampilannya bisa membuat Aris tertarik padanya . Tanpa memikirkan bahwa lelaki idaman yang saat ini ada di hadapannya adalah suami dari kakaknya sendiri.

"Apa kabar Mas Aris ?". sahut Flora membuyarkan pandangan Aris padanya .

" Mas baik , Flo. Kamu sendiri apa kabar ?lama di Paris kamu terlihat sangat berbeda ". jawab Aris yang saat ini terlihat lebih manis berbicara padanya.

Berhasil ! Flora merasa dirinya berhasil menyihir Aris dengan penampilan barunya . Kata kata yang baru saja di katakan oleh Aris padanya dianggap sebagai pujian yang selama ini selalu ia harapkan .

Tidak ingin gelagatnya di curigai oleh Mama dan Papa, Aris segera membawa koper yang berjejer di samping kursi itu lalu mengajak Mama dan juga Papa untuk segera berjalan ke arah dimana ia memarkirkan mobilnya.

Selama perjalanan, beberapa kali Aris menoleh ke arah Flora yang saat ini duduk di bagian depan . Sementara Mama dan juga Papa sibuk melihat potret yang mereka ambil selama beberapa hari liburan di Paris.

Meski berpura pura tidak mengetahuinya , Flora sangat menyadari bahwa gelagat Aris sudah mulai tertarik padanya . Apalagi ketika ia memergoki Aris melihatnya dari ujung kaki hingga ke ujung rambutnya .

Flora sama sekali tidak menggubrisnya karena hal itu saat ini benar benar membuatnya bahagia .Selama bertahun tahun ia selalu berharap Aris bisa menoleh ke arahnya walau hanya sebentar saja , tapi selama itu juga Aris selalu mengabaikannya dan menganggap bahwa Wilona adalah wanita paling sempurna di dunia ini.

Suasana di dalam mobil itu tiba tiba di kagetkan dengan suara dering ponsel yang berasal dari salah satu saku celana Aris ,ia segera meraih ponsel itu dan mengangkat telponnya sambil terus memastikan Flora sama sekali tidak menyadari bahwa sejak tadi dirinya memperhatikan penampilan baru yang saat ini mulai mengganggu pikirannya.

"Halo sayang ". jawab Aris pada istrinya melalui telpon.

Seketika raut wajah Flora berubah menjadi sangat kesal. Panggilan sayang yang sejak dulu di lontarkan Aris pada Wilona selalu membuatnya cemburu. Tidak terkecuali hari ini, Flora kembali mendengarnya ,lagi lagi ia harus berusaha menunjukkan bahwa tidak ada yang salah atas hal itu dan ia harus terlihat baik baik saja.

"Mah, Pah..tadi Wilona bilang katanya maaf sekali hari ini dia ngga bisa datang ke rumah Mama Papa karena Wilona harus membawa Sheinna chek up ke Rumah Sakit .Ngga apa apa kan ? ". kata Aris setelah menutup telponnya .

"Tidak apa ,justru harusnya Mama yang minta maaf karena selama Sheinna sakit Mama malah ngga ada untuk Shenna ". jawab Mama dengan perasaan tidak enak.

Aris juga menyampaikan permintaan maaf Wilona pada Flora karena hari ini dia tidak bisa menyambut kepulangannya di rumah Mama dan juga Papa. Akan tetapi, hal itu justru dimanfaatkan Flora untuk menikmati kebersamaan dengan Aris dalam waktu yang lebih lama lagi. Flora memutuskan untuk ikut bersama Aris pergi ke rumahnya dengan alasan menengok Sheinna yang saat ini masih dalam keadaan sakit .Beruntung Aris menyetujuinya, mereka akan pergi ke sana setelah mengantarkan kedua orang tuanya itu dan beristirahat sebentar untuk menghilangkan penat karena perjalanan yang cukup jauh .

"Emangnya kamu ngga capek kalau langsung ke rumah Mba mu ?". tanya Papa.

"Capek sih Pah, tapi aku kan sama sekali belum pernah ketemu sama Sheinna secara langsung, ngga apa apa kan kalau aku ikut Mas Aris untuk menengok Sheinna ? ".

"Ya sudah kalau begitu, tapi kamu minga izin Mba mu dulu ya .Jangan sampai semuanya malah jadi salah paham ".

"Iya Pah ".

Satu satunya orang yang mencurigai gelagat Flora hanyalah Papa. Karena ,secara diam diam Papa melihat Flora dan juga Aris yang sejak tadi saling memperhatikan .

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED