Sampul Novel Harga Seorang Ratu Mafia

Harga Seorang Ratu Mafia

9.5 / 10.0
Pernikahan politik dengan Marco Ricci yang seharusnya mempersatukan dua klan besar Jakarta hancur akibat pengkhianatannya. Di sebuah klub, aku melihat Marco memeluk mesra Angelia, gadis yatim yang dianggapnya adik. Sadar hanya dimanfaatkan demi kekuasaan sementara cintanya untuk wanita lain, aku memilih berontak. Pembatalan pertunangan kuumumkan, lalu aku memutuskan menikahi Dante Wiryawan, rival terberat keluarga kami, demi membangun aliansi baru yang tak terduga.

Harga Seorang Ratu Mafia Bab 1

Pernikahanku dengan Marco Ricci adalah sebuah kontrak yang ditandatangani dengan darah, sebuah janji untuk menyatukan dua keluarga paling berkuasa di Jakarta. Dia adalah masa depanku, raja yang terpilih untuk berkuasa di sisiku. Semua orang bilang penyatuan kami adalah takdir.

Tapi dia pulang dengan aroma parfum murahan dan kebohongan wanita lain. Itu adalah aroma Angelia, anak yatim piatu rapuh yang diangkat oleh keluarganya, gadis yang dia sumpah akan dilindunginya seperti adik sendiri.

Aku mengikutinya ke sebuah klub privat. Dari balik bayang-bayang, aku melihatnya menarik gadis itu ke dalam pelukannya dan memberinya ciuman yang lapar dan putus asa—ciuman yang belum pernah dia berikan padaku. Saat itu juga, seluruh masa depanku hancur berkeping-keping.

Aku akhirnya mengerti bisikan dari anak buahnya bahwa aku hanyalah hadiah politik, sementara Angelia adalah ratu mereka yang sebenarnya. Dia menginginkan kerajaanku, tapi hatinya milik gadis itu.

Aku tidak akan menjadi hadiah hiburan. Aku tidak akan menjadi yang kedua bagi siapa pun.

Aku berjalan lurus ke ruang kerja ayahku, suaraku sedingin es. "Aku membatalkan pernikahan."

Ketika dia protes, aku melontarkan pukulan terakhir. "Aku akan tetap memenuhi kebutuhan keluarga kita akan aliansi. Aku akan menikahi Dante Wiryawan."

Gelas wiski ayahku pecah di lantai. Dante Wiryawan adalah saingan terbesar kami.

Bab 1

Isabella POV:

Kontrak pernikahanku dengan Marco Ricci ditandatangani dengan darah saat kami masih anak-anak, sebuah janji persatuan antara dua keluarga paling berkuasa di Jakarta. Tapi kebohongan yang kutemukan di bibirnya beraroma parfum murahan dan wanita lain.

Kota ini, kerajaan kaca dan baja yang luas ini, suatu hari akan menjadi milikku. Aku adalah Isabella Prawiranegara, putri dari Bapak Alistair Prawiranegara. Setiap jalanan berbatu dan gang-gang gelap adalah bagian dari warisanku, hak lahir yang diajarkan kepadaku untuk kuperintah.

Tapi di saat-saat hening, ketika beban namaku terasa lebih berat dari mahkotaku, yang kuinginkan hanyalah dia.

Marco Ricci.

Dia adalah masa depanku, belahan jiwaku, pria yang terpilih untuk memerintah di sisiku. Dia adalah pewaris keluarga Ricci, seorang pria yang kekuatan dan pikiran strategisnya dibicarakan dengan nada pelan dan hormat dari Jakarta hingga Surabaya. Dia adalah segalanya yang seharusnya dimiliki seorang calon pemimpin.

Semua orang bilang kami ditakdirkan. Dari para capo tua yang menyeruput espresso di kafe-kafe tua di Menteng hingga para istri yang mengelola badan amal untuk mencuci uang kami, itu adalah fakta yang diketahui semua orang: Isabella Prawiranegara adalah milik Marco Ricci.

Jantungku selalu tahu kapan dia ada di dekatku. Detaknya panik dan liar di tulang rusukku, ritme yang kukenal sejak aku masih gadis kecil.

Aku berdiri di dekat jendela penthouse kami yang menjulang dari lantai ke langit-langit, menunggu. Aku menantikan aroma yang selalu melekat padanya, campuran cendana dan kulit yang bersih dan tajam. Itu adalah aroma kekuasaan, aroma keamanan. Itu satu-satunya hal yang bisa menjinakkan binatang buas gelisah yang hidup di dalam jiwaku.

Pintu lift terbuka dengan desisan lembut. Dia melangkah keluar, bahunya yang lebar memenuhi ambang pintu.

Tapi udara yang mengikutinya terasa salah.

Tercemar.

Di bawah aroma cendana yang familier, aroma manis yang memuakkan menempel di pakaiannya. Aroma bunga sintetis murahan yang membuat perutku mulas.

Bunga sedap malam.

Aku kenal bau itu. Itu milik Angelia Lestari.

Dia adalah anak yatim piatu yang diangkat keluarga Ricci bertahun-tahun lalu, seorang gadis dengan mata lebar dan polos serta kerapuhan yang membuat para pria ingin melindunginya. Terutama Marco. Dia memperlakukannya seolah-olah dia terbuat dari kaca, seorang adik perempuan berharga yang harus dia lindungi dari dunia.

Dari dunia kami.

Aku berbalik dari jendela, wajahku topeng ketenangan yang kubangun dengan hati-hati.

"Kau bersamanya."

Itu bukan pertanyaan.

Senyum Marco semulus dan tanpa kerutan seperti setelan jasnya yang mahal. Dia berjalan ke arahku, gerakannya luwes dan percaya diri. "Baru saja mengantarnya pulang. Dia lelah seharian."

Dia mencondongkan tubuh untuk menciumku, tapi aku melangkah mundur. Aromanya semakin kuat sekarang, awan kebohongan yang menyesakkan.

Bernapas tiba-tiba terasa seperti sebuah tugas berat. Udara di ruangan itu, yang tadinya dipenuhi keheningan nyaman dari kehidupan kami bersama, kini pekat dengan pengkhianatan.

"Aku mau tidur," katanya, suaranya santai. Dia membuka kancing lengan bajunya, tatapannya sudah jauh. "Jangan menungguku."

Aku mengangguk, satu gerakan kaku. "Selamat malam, Marco."

Tapi aku tidak pergi ke kamarku. Aku menunggu sampai aku mendengar suara pancuran air dimulai, aliran air deras yang membersihkan bukti tipu muslihatnya. Lalu, aku menyelinap keluar dari penthouse.

Aku tidak perlu bertanya ke mana dia pergi. Aku bisa merasakan tarikan pengkhianatannya di dalam perutku. Aku mengikuti aroma itu, jejak racun yang membawaku turun ke jantung kota yang gelap.

Dia pergi ke sebuah klub privat milik keluarganya, tempat yang penuh bayang-bayang dan rahasia. Aku tetap berada dalam kegelapan lorong, jantungku berdebar kencang di dada. Dia menemuinya di sebuah bilik terpencil, tersembunyi dari pandangan.

Tapi tidak dariku.

Aku melihatnya menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Aku melihatnya menundukkan kepala, bibirnya menemukan bibir gadis itu dalam cahaya redup. Itu bukan ciuman yang lembut. Itu lapar, putus asa. Ciuman yang belum pernah dia berikan padaku.

Dunia seakan berputar. Masa depan yang telah dipetakan untukku sejak lahir—kehidupan bersama Marco, anak-anak yang akan kami miliki, kerajaan yang akan kami kuasai—retak di tengah, hancur menjadi jutaan kepingan yang tak bisa dikenali.

Takdirku adalah sebuah kebohongan.

Aku tidak bersuara. Aku hanya mundur, melebur ke dalam bayang-bayang yang selalu menjadi rumahku.

Perjalanan kembali ke penthouse terasa seperti mengarungi air es. Setiap penanda yang familier—air mancur di alun-alun, patung singa yang menjaga gedung kami—terasa asing dan memusuhi.

Aku langsung menuju ruang kerja ayahku. Pintunya megah, terukir dari kayu jati gelap. Aku mendorongnya terbuka tanpa mengetuk.

Dia ada di belakang mejanya, segelas wiski di tangannya. Dia tersenyum ketika melihatku. "Isabella. Kejutan yang menyenangkan." Senyumnya memudar saat melihat wajahku. "Ada apa? Apa yang salah?"

Aku berjalan ke mejanya, langkahku mantap, suaraku tanpa emosi. Rasanya seperti orang lain yang berbicara, versi diriku yang lebih dingin dan lebih keras yang belum pernah kutemui sampai malam ini.

"Ayah."

"Ya, sayangku?"

"Aku membatalkan pernikahan."

Dia menatapku, alisnya berkerut. "Isabella, undangan sudah dikirim. Keluarga-keluarga mengharapkan persatuan ini. Ini masalah kehormatan."

"Kehormatan?" Aku tertawa kecil, pahit. "Kehormatannya ternoda oleh aroma wanita lain." Aku menatap matanya langsung, keputusanku seperti balok es di dadaku. "Aku sudah membuat pengaturan lain."

"Pengaturan apa?" tanyanya, suaranya diwarnai kebingungan dan sedikit ketakutan.

"Aku akan menegakkan kebutuhan keluarga akan aliansi," kataku, suaraku jernih dan mantap. "Aku akan menikahi Dante Wiryawan."

Gelas ayahku terlepas dari jemarinya, pecah berkeping-keping di lantai marmer. "Wiryawan? Bella, kau tidak mungkin serius. Dia saingan kita. Marco... Marco adalah hidupmu."

"Tidak, Ayah," kataku, kata-kata itu terasa seperti abu di mulutku. "Marco adalah kesalahanku."

Itu bukan keputusan mendadak. Ciuman itu hanyalah konfirmasi terakhir dari sebuah kebenaran yang telah berbisik di telingaku selama berbulan-bulan.

Aku ingat beberapa minggu yang lalu, bersembunyi di ruang kerja untuk mengejutkan Marco, ketika aku mendengar percakapan melalui tautan komunikasi aman yang menghubungkan lingkaran dalam kami. Itu adalah saluran pribadi, tempat untuk pikiran-pikiran tanpa filter.

Reza, salah satu prajurit paling tepercaya Marco, sedang berbicara. "Dia itu seorang putri, Marco. Seorang putri Prawiranegara yang cantik dan banyak maunya. Dia lahir dengan mahkota. Dia tidak mengerti perjuangan kita."

Napasaku tercekat. Aku merasakan hawa dingin merayap di tulang punggungku.

Lalu Lukas, *consigliere* Marco, suaranya halus dan penuh perhitungan. "Tapi Angelia... Angelia berbeda. Dia salah satu dari kita. Dia punya semangat. Seorang pria tahu di mana posisinya dengan wanita seperti itu."

Jaka, prajurit lain, tertawa. "Dia benar. Lagipula, Angelia bilang padaku Marco adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki. Dia akan melakukan apa saja untuknya."

Kata-kata itu terasa seperti pukulan di perut. Mereka melihatku sebagai hadiah politik, boneka rapuh yang harus diatur. Mereka melihat Angelia sebagai ratu mereka.

Aku mengerti saat itu. Marco dan Angelia dibawa ke keluarga Ricci dari panti asuhan yang sama bertahun-tahun lalu. Mereka adalah dua orang yang selamat dari kebakaran yang merenggut nyawa semua orang lainnya. Dia merasakan kewajiban yang mendalam dan tak terpatahkan padanya.

Dan setiap kali Angelia menangis, setiap kali dia mengklaim gadis lain telah menindasnya, Marco memihaknya. Dia akan menatapku, matanya memohon pengertian. "Dia sudah melalui banyak hal, Bella. Dia rapuh."

Sekarang, melihat mereka bersama, bisikan-bisikan dan pilih kasih itu semua menjadi jelas. Ciuman itu bukan momen kelemahan. Itu adalah sebuah deklarasi.

Dia menginginkan kekuasaan. Dia menginginkan nama Prawiranegara dan kerajaan yang menyertainya. Tapi hatinya, kesetiaannya, jiwanya... semua itu milik Angelia.

Dan aku tidak akan menjadi yang kedua bagi siapa pun.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Harga Seorang Ratu Mafia

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah harus menghadapi kenyataan pahit setelah orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada gembong mafia yang sangat kejam. Kini, hidupnya bagai di balik jeruji besi, ditambah dengan bayang-bayang trauma masa lalu yang terus menyiksa batinnya. Di tengah situasi pelik ini, Alena bertekad mencari tahu alasan keluarganya tega menelantarkannya. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan kembali orang tuanya?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang penjelajah tersesat di Hutan Gondoriyo dan mengalami teror mistis saat kendaraannya hilang secara gaib. Di sebuah gubuk sunyi, pasangan lansia misterius sempat memperingatkannya. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran justru menyeretnya kembali ke sana, namun hutan itu seolah menguap. Misteri pun kian kelam saat ia menemukan kaitan erat antara kecelakaan bus di jurang dan hutan tersebut, hingga ia harus bertaruh nyawa demi kebenaran.
Sampul Novel She's Mine
9.3
Salju mengerahkan segalanya demi membawa She's Mine bersaing di industri fesyen. Namun, di puncak kesuksesan, ia terjebak dilema asmara masa lalu yang rumit. Justin, sang mantan pacar, datang kembali untuk mengejarnya. Di sisi lain, ada Mars yang selalu setia menyokong bisnisnya. Demi meredam rumor miring yang mengancam reputasi perusahaannya, Salju kini dituntut segera memilih satu di antara mereka untuk menyelamatkan karier dan masa depannya.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED