Bab 1

Sentuhan lembut Lazero seorang pemuda gagah, memeluk bahu gadis sexy berambut pirang

" Jacinda Leandra Albern sayangku.."

"Lazero cintaku, aku menunggumu dari tadi !"

Jacinda Leandra Albern menyebut nama pemuda yang makin erat memeluk bahunya .

"Ayo kita berenang sayang ,!"

Suaranya bergetar menahan nafsunya yang mulai muncul , melihat tubuh montok pacarnya sudah mengenakan bikini,

" Ya , Lazero sayang .*

Gadis berbadan montok itu berbalik menghadap kekasihnya , sorot matanya memancarkan kegenitan langsung tertuju ke wajah Lazero.

"Ayoo.... Jacinda Leandra Albern.!"

Lazero menarik tangan kekasihnya dan mereka berdua sudah masuk ke dalam kolam renang. Kedua tangan Lazero langsung melucuti bikini Jacinda Leandra Albern.

"Kamu benar-benar makin menggemaskan , sayangku .!"

"Lazero , jangan di sini .!"

Gadis itu berusaha melepaskan diri dari pelukan Lazero.

"Hanya kita berdua di rumahku ini , Jacinda.!"

Aktifitas berenang di hari ini , berubah menjadi aktifitas yang "lain".

"Aahhh..Lazero..!"

Jacinda Leandra Albern mulai mendesah , tak kuat menahan kenikmatan . Makin lama makin liar tak menentu, Lazero makin menciumi kedua buah dada kekasihnya.

"Aku mau kita melakukan di sini , jacinda sayang .!"

Bisik Lazero sambil membuka celana renangnya .

"Lazero , aku..."

Lazero membungkam mulut kekasihnya dengan ciuman yang makin memanas. Jacinda Leandra Albern pun tenggelam dalam nafsu birahi , tanpa menunggu lama...mereka berdua sudah melakukan penyatuan di dalam kolam renang.

"Aahhh....Lazero ,..."

"Nikmat kan, Jacinda Leandra Albern sayangku .?"

Bisik Lazero sembari menjilati daun telinga kekasihnya.

"Aku suka goyanganmu di dalam kolam renang , Lazero .!"

Bergetar suara gadis berambut pirang panjang itu menikmati sensasi dari tiap hujaman yang masuk ke "miliknya". Makin liar gerakan Lazero di dalam kolam renang. Sepasang kekasih ini menikmati nikmatnya sensasi hot sex di dalam kolam renang.

"Goyangkan pinggulmu , sayang.!. Tunjukkan keliaranmu , Jacinda sayangku .!"

Desis Lazero yang menikmati liukan tubuh gadis yang di cintainya. Makin menggila saja , sepasang kekasih ini... Menikmati hot sex.

💋

Semua CEO melirik seorang pria berjalan masuk memasuki kantornya. Ya, pasti semua CEO kenal Chaiden Barnard seorang pria tampan setampan bisnisnya yang sukses dan menggurita di mana-mana. Chaiden Barnard menyelami bisnis properti melalui beberapa hotel yang tersebar di berbagai tempat seperti Moroko, Madrid, Lisbon, dan New York. Selain itu, ia diketahui memiliki rumah mewah 9,7 juta dollar atau sekitar dengan Rp152 miliar di Medeira, apartemen

di Trump Tower dan berbagai vila bahkan harta kekayaannya semakin meningkat karena ia melakukan investasi sekitar Rp 266 miliar pada bisnis nasional seperti Apple dan Volkswagen. Aset penting lainnya yang dimiliki oleh seorang Chaiden Barnard adalah kastil mewah kuno yang saat ini di tempati dan Ferrari F12 TDF mobil mewahnya yang dipakainya sehari-hari. Chaiden Barnard sendirian di ruang kantornya . Pria Russia berambut warna coklat tebal basah lembab agak berombak , sorot matanya tajam dengan netra mata coklat , badannya tegap tinggi besar. Benar-benar pria macho sexy tampan idaman semua perempuan namun sayangnya, dia bersikap dingin dan tidak mau menjalin relationship dengan sembarang perempuan karena seleranya memilih perempuan kategori high class. Matanya menatap foto mendiang orang tuanya dan otak Chaiden Barnard berkelana mengingat semasa orang tuanya masih hidup.

"Jika tuhan memberiku jodoh , aku mau seperti daddy mommy yang saling setia dan sehidup semati. Tapi apa ada perempuan sebaik mommy .?"

Ia menarik nafas panjang dan melemparkan pandangannya keluar jendela.

*KNOCK...KNOCK...KNOCK...*

Chaiden Barnard menoleh ke arah pintu.

"Ya, silahkan masuk .!"

Suara baritonnya yang sexy dan berwibawa , seorang sekretaris membuka pintu.

"Tuan Chaiden Barnard, ada tuan Bobby Albern ingin bertemu anda ."

Ucap sekretaris itu dengan sopan,

"Suruh dia masuk, Kelly .!"

"Baik , tuan Chaiden Barnard."

Kelly perempuan berusia tiga puluh tahun ini sekertaris yang sudah bekerja selama sepuluh tahun di perusahaan milik Chaiden Barnard dan dia kategori perempuan jujur juga terampil dalam bekerja. Seorang pria tua berusia empat puluh tahun masuk ke dalam ruang kerja tuan Chaiden Barnard .

"Silahkan duduk , tuan Bobby Albern.!"

Tuan Bobby Albern duduk di seberang meja , sembari menarik nafas dalam-dalam.

"Tuan Chaiden Barnard , maksud kedatangan saya kemari untuk membicarakan kerjasama kita di bidang real estate properti ."

tutur tuan Bobby Albern sembari meletakkan sebuah map berisi laporan kerja. Chaiden Barnard meraih map tersebut dan membaca beberapa berkas di dalamnya.

"Tuan Bobby Albern, aku minta maaf jika tidak bisa meneruskan hubungan kerjasama kita di bidang real estate property karena semua dana yang dikucurkan tidak ada hasilnya dan merugi."

Chaiden Barnard tersenyum sambil mengangguk dengan sopan, menyandarkan punggungnya di kursi dan memutar kursi menghadap tuan Bobby Albern. Ia meletakkan map di hadapan tuan Bobby Albern yang langsung menunduk lesu.

"Tuan Chaiden Barnard, saya mohon , berilah kesempatan sekali ini saja .!. Jika anda menolak, tolong berilah dana pinjaman untuk perusahaan saya.!"

Tuan Bobby Albern menyisihkan rasa malu dan harga dirinya sebagai seorang pengusaha real estate property , sehingga tak segan-segan mengemis belas kasihan pada Chaiden Barnard.

"Tuan Bobby Albern , aku sudah pernah memberi pinjaman dalam jumlah yang cukup besar untuk perusahaanmu tapi hasilnya nihil . Sekarang kamu mau pinjam lagi padahal pinjaman dulu , belum kamu bayar. Aku paling tidak suka jika ada orang yang memaksaku . "

Tegas Chaiden Barnard sambil mengulurkan tangannya menunjuk ke arah pintu. Tuan Bobby Albern mengangguk, dia tahu inilah cara Chaiden Barnard mengusir dirinya untuk keluar dari ruang kerja seorang CEO. Dengan tertunduk lesu, tuan Bobby Albern mengayunkan langkahnya meninggalkan kantor Chaiden Barnard.

"ya Tuhan , maafkan aku jika tidak mau memberi bantuan finansial pada perusahaan tuan Bobby Albern .!"

Ucap Chaiden Barnard sembari menundukkan kepalanya dan mengusap-usap keningnya. Dia tak habis pikir .. mengapa beberapa tahun belakangan ini , tuan Bobby Albern mengalami kemerosotan secara tajam dan drastis di perusahaan real estate properti padahal dulu, beliau terkenal sebagai salah seorang pengusaha handal dan sukses. Semua pengusaha tidak mau bekerjasama dengan tuan Bobby Albern , hanya Chaiden Barnard yang masih mau bekerja sama dengannya namun sepertinya tuan Bobby Albern tidak serius dalam menangani kerjasama dan ini membuat Chaiden Barnard amat sangat kecewa.

💋

Tuan Bobby Albern meluncurkan mobilnya sambil menangis.

"Perusahaanku sudah bangkrut dan bagaimana aku bisa menghidupi keluargaku .?. Ingin rasanya kutembak kepalaku .!"

Bab 2

"Bagaimana dengan semua pegawaiku yang belum menerima gajian .?. Ingin rasanya kutembak kepalaku .!"

Pandangannya kabur dengan air mata, dirinya sudah merasa bisnis real estate properti miliknya mengalami kerugian besar. Mendekati rumahnya, cepat - cepat di hapusnya air mata yang mengalir di pipinya. Seorang gadis cantik bertubuh langsing, berkulit mulus seputih salju , berambut panjang lurus , sedang berdiri di dekat pintu pagar dengan membawa segelas air putih .

"Ayaaahhh.... Ayaaahhh pulaanggg...!"

Seru gadis cantik itu dengan riang gembira , tuan Bobby Albern menghentikan mobilnya di depan pagar rumahnya.

"Ayah...ayah... Aku menunggu ayah pulang .!. Ini kubawakan minum buat ayah . Aku sayang ayah.!"

Gadis cantik itu melangkah mendekati tuan Bobby Albern yang keluar dari mobilnya.

"Hei anak cantik kesayangan ayah , sudah menunggu di depan pagar .!"

Sejenak kesedihan juga kekecewaan tuan Bobby Albern terhapus dengan sambutan Chereena Kayona Albern putri sulung kesayangannya.

"Ayo ayah harus minum .!"

Ujarnya dengan riang gembira dan wajah berseri-seri , kedua tangannya menggenggam segelas air putih dan mendekatkan ke bibir tuan Bobby Albern yang akhirnya meminum sampai habis.

"Ayah lapar ya .!. Aku sudah memasak khusus buat ayah. !"

Ujar gadis itu sembari memeluk lengan ayahnya dan menyandarkan kepalanya.

"Apa yang kamu lakukan selama ayah pergi , Chereena Kayona Albern putriku sayang .!?"

Tanya tuan Bobby Albern dengan sikap kebapakan , putrinya langsung mengulurkan tangannya .

"Aku menanam dan itu semua bunga bermunculan , !. Aku juga melukis , ayah .!"

"Hebatnya putri ayah yang satu ini .!. Kamu benar-benar mirip Dionne Alice Kayona ibumu yang gemar menanam dan melukis .!"

Sepasang mata menatap tajam penuh kebencian dan kemarahan dari balik jendela, kedua tangannya mengepal dan mulutnya mendesis...

"Istrinya sudah mati tapi mulutnya masih saja , menyebutkan nama istrinya.!. Dasar laki tua Bangka.!. "

Perempuan setengah tua itu melihat tuan Bobby Albern dan anak gadisnya masuk ke dalam rumah.

"kamu sudah datang , Bobby Albern.?"

Tanya nyonya Jeconia Leandra.

"Aku tidak ke kantor. " jawabnya singkat.

"Kamu belum memberiku uang untuk kebutuhan bulan ini , Bobby Albern."

Sedih hati tuan Bobby Albern mendengar ucapan nyonya Jeconia Leandra istri keduanya , tapi dia diam kebingungan tidak tahu harus bagaimana caranya menjelaskan kepada istrinya jika perusahaan real estate property miliknya sudah di ambang kehancuran. Yang dia tahu saat ini adalah masuk ke dalam kamar untuk ganti baju.

"Ayah lapar , harus makan dulu. Jangan di tanya masalah kerjaan , mama." ucap gadis cantik berusia dua puluh satu tahun itu , sembari menyajikan makanan di atas meja makan.

"Makanya ayahmu jangan terlambat memberi uang pada mamamu ini agar tidak selalu tanya setiap ayahmu pulang.,"

Jawab nyonya Jeconia Leandra pada anak tirinya , dengan nada lembut tapi hatinya dongkol.

"Bukankah minggu lalu , ayah sudah memberi uang pada mama ?!.. tolong mama jangan terlalu boros , kasihan ayah. "

Sahut Chereena Kayona Albern dengan nada lembut , sembari mencium pipi mama tirinya.

Ya seharusnya kamu bekerja dan memberi uang untuk memenuhi kebutuhan rumah , Chereena Kayona Albern anak cantik .!"

Sahut mama tirinya dengan nada lembut pula, namun penuh penekanan . Gadis cantik itu tertawa renyah , sembari menjawab...

"Empat lukisanku laku terjual dan ada yang memborong tanaman kaktus milikku , mama ."

"Nah berikan uang hasil penjualan pada mama , anak cantik .!"

Ujar nyonya Jeconia Leandra dengan antusias , kedua matanya berbinar-binar jika mendengar ada uang.

"Aku tidak mau memberi uang pada mama nanti pasti habis tidak karuan. Lebih baik aku yang belanja untuk kebutuhan bulanan dan aku juga harus mengantar ayah check up ke dokter, mama. Tapi mam jangan khawatir nanti sisa uang pasti kuberikan pada mama ."

Tutur Chereena Kayona Albern dengan lemah lembut namun tegas.

"Lalu kamu tidak menerima uang pada Jacinda Leandra Albern adikmu .?"

Tanyanya dengan nada pelan tapi penuh pemaksaan.

"Jelaslah aku harus memberi uang pada Jacinda Leandra Albern adik kesayanganku , ma.!"

Jawabnya dengan nada riang dan wajah berseri-seri. Dari dalam kamar tidur tuan Bobby Albern mendengarkan semua percakapan istrinya dan anak gadisnya . Sejatinya , sakit hatinya dan malu karena merasa tidak becus menafkahi keluarga sampai anak gadisnya turun tangan membantu keuangan rumah tangga.

"Ayah..ayah jangan tidur .!. Ayo bangun , kita harus makan siang bersama !."

Seru Chereena Kayona Albern sambil mengetuk pintu kamar tidur tuan Bobby Albern.

"Iya , Chereena Kayona Albern anak cantik .!"

Tuan Bobby Albern bangkit berdiri dari tepi tempat tidur dan melangkah keluar kamar.

"Aku lapar , mau makan siang bersama ayah .!"

Ucap Chereena Kayona Albern dengan wajah berseri-seri, cepat-cepat di gandengnya tangan tuan Bobby Albern. Mereka berdua melangkah ke ruang makan.

"Aku masak makanan kesukaan ayah .! "

Terbelalak mata tuan Bobby Albern melihat makanan yang tersaji di atas meja makan.

"Pokoknya ayah harus banyak makan .!"

Cetus gadis cantik berambut panjang hitam legam sembari duduk bersama ayahnya dan langsung menyuapi ayahnya sampai habis makanan di piring tuan Bobby Albern.

"Nah sekarang aku yang harus makan banyak tapi ayah harus menungguku sampai habis semua makanku ya, ayah .!"

Tuan Bobby Albern tersenyum sambil mengangguk meng-iya-kan permintaan putrinya tapi di dalam hati beliau menangis.

"Masakanmu lezat sekali , persis masakan ibumu.!"

Mendengar pujian tuan Bobby Albern langsung anak gadisnya menoleh dan tersenyum.

"Benarkah , ayah .?"

Matanya berbinar-binar , membola dengan indahnya. Tuan Bobby Albern tersenyum dan mengangguk dengan penuh kepastian. Nyonya Jeconia Leandra pura-pura tidak mendengar percakapan suaminya Dangan anak tirinya. Dia menunduk dan berusaha menikmati kelezatan makanan yang dikunyah tapi hatinya sangat marah . Istri mana yang tidak marah dan tidak cemburu jika suaminya suka menyanjung almarhum istri pertama secara berlebihan di hadapannya .?. Padahal dirinya sudah menjadi istri resmi dan memberikan seorang putri juga. Sikap tuan Bobby Albern ini yang membuat Nyonya Jeconia Leandra marah dan kecewa. Kemarahan dan kekecewaan inilah yang dilampiaskan dengan gaya hidup mewah yang menggila.

"Aku sudah selesai makan. Sekarang ayah boleh tidur siang tapi nanti sore , kita pergi ke dokter.!"

Ucapan Chereena Kayona Albern membuyarkan lamunan nyonya Jeconia Leandra. Tuan Bobby Albern melangkah masuk ke dalam kamar , namun gadis cantik itu masih duduk menemani mama tirinya yang belum selesai makan.

Bab 3

"Mengapa juga mama hobi melamun di saat makan .?. Padahal mama cantik sekali .!. Sini , biar kusuapi mama makan .!"

Belum sempat nyonya Jeconia Leandra menolak , Chereena Kayona Albern sudah menyuapi.

"Aku sayang mama karena mama baik merawatku dan aku sedih kalau mama sakit , jadi mama harus banyak makan ya .!"

Ketulusan hati Chereena Kayona Albern pada Nyonya Jeconia Leandra , terpancar dari raut wajahnya.

"Aku bahagia kalau lihat mama menghabiskan makanan yang kumasak . Pokoknya mama Jeconia Leandra sama seperti ibu Dionne Alice Kalian berdua segala-galanya bagiku."

Nyonya Jeconia Leandra menarik nafas dalam-dalam , jauh di lubuk hatinya memang sebenarnya menyayangi Chereena Kayona Albern anak tirinya yang pernah di rawat semenjak bayi dan sudah di anggap seperti anaknya sendiri walaupun akhirnya nyonya cantik ini melahirkan seorang putri yang menjadi adik tirinya Chereena Kayona Albern.

"Mama juga menyayangimu tapi mama bodoh tidak mengajarkan apapun padamu .!. Tidak seperti Nyonya Dionne Alice ibu kandungmu yang pintar segalanya dan kamu mewarisi bakat melukis juga menanam."

Suara nyonya Jeconia Leandra sinkron dengan kesedihan yang terpancar di raut wajahnya yang cantik.

"Mama tidak boleh bicara seperti itu.!. Mama juga pintar seperti ibu. Aku bisa membersihkan rumah dan cerewet itu dari mama ."

Gadis cantik dan mama tirinya tertawa terbahak-bahak. Tak lama kemudian, Jacinda Leandra Albern pulang.

"Darimana saja kamu , Jacinda Leandra Albern ?. Dari pagi pergi , baru pulang menjelang sore ."

Tegur nyonya Jeconia Leandra sembari menatap putri kandungnya yang mengabaikan ucapannya.

"Mama lagi bicara padamu , Jacinda Leandra Albern .! Kamu pergi, tidak pamit dan pulang juga tidak mengucapkan salam . Sungguh tidak sopan sama sekali .!"

Tajamnya ucapan nyonya Jeconia Leandra dengan penuh penekanan. Jacinda Leandra Albern gadis berambut pirang langsung berbalik dan berkacak pinggang.

"Mama jangan sok mengaturku .!. Aku bukan anak kecil ."

Tukas dengan sengit , Chereena Kayona Albern langsung bangkit berdiri dan mendekati adik tirinya.

"Aku tidak suka kalau kamu kurang ajar pada mama .!. Jika kamu merasa bukan anak kecil tapi kenapa kelakuanmu kekanak-kanakan ?. Cepat minta maaf pada mama dan jangan ulangi perbuatamu yang tolol , Jacinda Leandra Albern !."

"Itu mamaku bukan mama kandungmu , kak .!. Kamu cuma anak tiri .!"

Sahut Jacinda Leandra Albern dengan sengit.

"Otakku tidak sebodoh otakmu , Jacinda Leandra Albern .!. Tidak pernah sedikitpun aku berpikir mama itu mama Tiriku. Bagiku mama itu mama kandungku juga dan kalau kamu merasa anak kandungnya mama , kenapa kamu liar melawan mama .?!. Kamu boleh melawanku tapi tidak boleh melawan mama .!. Kalau kamu berani dan tidak mau minta maaf padanya, maka jangan harap kakak mau memberimu uang .!"

Tegas Chereena Kayona Albern sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Dengan terpaksa Jacinda Leandra Albern minta maaf pada Nyonya Jeconia Leandra .

"Makanlah , adik Jacinda Leandra Albern. !"

Ujar Chereena Kayona Albern dengan lemah lembut sambil mengambilkan lauk di piring kosong yang ada di hadapan adiknya."

"Aku tidak mau makan , kak

Chereena Kayona Albern.!"

Sepertinya masih kesal hati

Jacinda Leandra Albern pada kakak tirinya yang langsung menoleh sambil mengernyitkan keningnya.

"Kakak suapi kamu .!. Sudah berulangkali kakak ingatkan kalau kamu tidak makan lalu sakit pasti aku sedih .!. Terus marahlah terus , tapi kamu tetap harus makan. !. Ayo buka mulutmu .!"

Nyonya Jeconia Leandra memperhatikan betapa sangat sayangnya anak tirinya pada anak kandungnya . cenderung anak kandungnya patuh pada Chereena Kayona Albern kakak tirinya. Dalam sekejap mata, mereka berdua sudah tertawa.

"Aku mau tambah , kakak .!. Tapi berikan puding coklat padaku .!"

Chereena Kayona Albern menuruti permintaan adik tirinya, diam-diam tuan Bobby Albern mengintip mereka bertiga dari celah pintu kamar dan berkata hati...

{" Hebatnya Chereena Kayona Albern , dia bisa menyatu dengan mama tirinya dan adik tirinya.!"}

💋

Sekali lagi dokter Ramuel menghela napas panjang seraya menatap tuan Bobby Albern yang mengusap wajahnya sendiri dengan kasar dan

berkata,

"Kondisi kesehatan anda kurang bagus karena anda sedang stress , tuan Bobby Albern. Ada apa sebenarnya .?"

"Perusahaan real estate property milikku bangkrut , dokter Ramuel. Ingin rasanya kutembak kepalaku sendiri .!"

ucap tuan Bobby Albern yang tampak mulai kesal.

"Bunuh diri bukan solusi terbaik mengatasi permasalahanmu , tuan Bobby Albern..!"

Jawab dokter Ramuel dengan tatapan lekat pada tuan Bobby Albern pasien langganannya.

"Dokter Ramuel , banyak uang perusahaanku yang harusnya aku putar untuk mengembangkan real estate property telah terpakai oleh Jeconia Leandra istriku . "

Tuan Bobby Albern sebetulnya seorang pengusaha sukses dan ulet namun sayangnya , beliau tidak berhasil mengatur Jeconia Leandra istri keduanya dalam hal keuangan. Tuan Bobby Albern terlalu tunduk dan memanjakan istri keduanya , sikap inilah yang menjadi bumerang bagi dirinya sendiri sebagai seorang suami dan kepala rumah tangga.

"Sekarang Chereena Kayona Albern yang menanggung semua kebutuhan keluarga kami.!"

Ungkap tuan Bobby Albern dengan suara parau menahan tangis.

"Tuan Bobby Albern, aku tahu kamu merasa gagal sebagai seorang ayah dan suami karena tidak bisa mencukupi secara finansial. Tapi seharusnya kamu bangga , Chereena Kayona Albern bertanggung jawab sebagai seorang anak pada keluarganya. "

Ujar dokter Ramuel dengan bijaksana.

"Lalu apa yang harus kulakukan , dokter Ramuel .?"

Tanya tuan Bobby Albern sambil menyipitkan matanya.

"Tolonglah Chereena Kayona Albern putrimu untuk lebih fokus dengan apa yang dilakukan , tuan Bobby Albern."

sahut Dokter Ramuel dengan sopan.

"Terima kasih banyak , dokter Ramuel. Kamu memberikan solusi terbaik padaku. Aku harus pulang , karena Chereena Kayona Albern putriku menunggu di luar .!"

Pamit tuan Bobby Albern sambil beranjak dari kursi lalu melangkah ke luar ruang praktek bersama dokter Ramuel.

"Dokter Ramuel berpesan tidak usah membayar , nona Chereena Kayona Albern."

Ucap seorang perawat yang duduk di bagian pembayaran, Chereena Kayona Albern tersenyum sembari menjawab dengan ramah...

"Sudah kusiapkan uang pembayaran dan jika dokter Ramuel menolak , tolong berikan ke panti asuhan saja, suster .!"

Terperangah perawat tersebut mendengar perkataan putrinya tuan Bobby Albern. Dengan terpaksa perawat menyebutkan jumlah pembayaran.

"Ini uangnya , suster. Ambillah kembaliannya.!. Ohya kubawakan makanan untuk dokter Ramuel dan suster."

Putri sulung tuan Bobby Albern tersenyum , memberikan beberapa lembar uang dan meletakkan bungkusan makanan di atas meja.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED