Seorang pria berbaju hitam, berlari melesat seperti bayangan mengejar pria bertubuh besar dengan membawa sebilah samurai.
" Mati kau!" Pekik Akeno.
" Srekt!
Terpisah lah kepala pria bertubuh besar tersebut dari badannya, ketika pedang akeno menyabet lehernya dengan sekali tebasan oleh pedang tajam sang Yakuza.
Darah bercucuran di ujung pedang dengan kepala pria tersebut terpental ke sudut jembatan.
Seringaian sinis terlihat di sudut bibir akeno.
" Cuih!"
Akeno meludahi tubuh pria yang sudah terpisah dari tubuhnya.
" Akio!" Teriak akeno memanggil adiknya.
" Nani ( apa)!" Jawab Akio berbicara dalam bahasa jepang.
" Kono konran o issu suru(bereskan semua kekacauan ini)!" Perintah akeno.
" Oke!" Jawab Akio dengan segera melakukan perintah kakak nya.
" Ajuhsi!" Teriakan akeno memanggil kaki tangannya sekaligus sahabat kecil nya.
" Apa kau sudah mendapatkan informasi tentang putri dari tuan Kudesai?
" Siap master!"
" Putri tuan Kudesai pemimpin dari klan Howaitotaiga bernama Reina Akinara berumur 17 tahun, bersekolah di SMA Tatsuno dan satu tahun lagi dia akan lulus,master!" Ucap jelas ajuhsi.
"Kerja bagus!
" Siapkan dokumen ku, Minggu depan aku akan memulai penyamaran ku!" Ujar akeno dengan smark tipis di sudut bibir nya.
" Siap master!" Jawab ajuhsi
" Bersiaplah tua bangka,aku akan menghancurkan mu!
Sorak kerumunan pria berada di bawah lantai dansa yang penuh dengan lautan manusia, mereka menyoraki dua orang perempuan penari telanjang.
Suara musik disko membahana di ruangan tersebut, lampu kelap-kelip disko menyoroti perempuan penari striptis.
Di lantai atas gedung club'tersebut seorang pria berdiri di depan kaca balkon memandangi jalanan kota Tokyo yang terlihat ramai,lampu jalanan ibu kota berkedip-kedip seperti bintang di atas langit.
Pria bermata sipit dan setajam elang, dengan rahang yang tegas mempunyai ketampanan bak dewa Yunani,di tangannya mengapit sebatang rokok,dia hisap kemudian dia kepulkan di udara.
Derap langkah sepatu terdengar berjalan ke arahnya.
" Master!
Ada berita buruk yang ingin aku sampaikan!" Ucap pria berbadan besar yang mempunyai ketampanan tak kalah darinya.
" Katakan!" Seru akeno.
Anak buah klan Howaitotaiga sudah mencuri barang kokain kita yang akan kita kirim ke perbatasan Osaka!
" Bangsat!" Umpat nya dengan tangannya yang mengepal kuat sehingga buku-buku jari nya tercetak, menatap nyalang ke arah jendela,lalu kemudian dia membalikkan badannya.
" Sudah terlalu lama kubiarkan tua Bangka itu!" Ucap akeno dengan rahang nya yang mengeras.
" Kita harus membalas perbuatan mereka dengan kerugian yang lebih besar daripada kita!" Ucapnya lagi.
" Siapkan anak buah kita untuk masuk ke dalam anggota mereka, sebagai mata-mata kita!" Perintah Akeno.
" Baik master!
" Tetapi aku mempunyai satu anak buah yang bisa kita andalkan,master!" Ucap saran ajuhsi orang kepercayaan akeno sekaligus sahabat kecilnya.
" Siapa dia?
" Batista!" Ucap ajuhsi.
Lalu akeno pun menganggukkan kepalanya, mengetahui sepak terjang anak buahnya itu.
Pria berkebangsaan Bulgaria campuran jepang memang tak di ragukan lagi,dia tangkas,gesit dan juga mempunyai kepintaran otak di atas rata-rata.
Batista pernah membobol sistem keamanan bank Swiss,bank skala dunia yang mempunyai keamanan sistem dengan teknologi yang canggih, dengan mudahnya Batista membobol salah satu akun nasabah milik musuh akeno dan memindahkan uangnya yang berjumlah ratusan milyar kedalam akun akeno tanpa mengetahui identitas akeno.
" Baiklah, tugaskan dia!" Perintah akeno.
" Siap master!
Jawab ajuhsi menunduk hormat sebentar,lalu kemudian membalikkan badannya hendak melangkahkan kakinya tetapi terhenti ketika akeno memanggil kembali.
" Ajuhsi!
" Ya master!
" Carikan aku wanita malam dan bawa ke kamarku!" Perintahnya kepada ajuhsi.
" Shit!
" Di kepalamu tak habis-habisnya soal selangkangan!" Gerutu ajuhsi sambil membalikkan badannya dan kembali melangkahkan kakinya.
" Sialan!
" Aku ini bos mu!" Umpat akeno dengan melemparkan kuntum rokok nya.
" Ya..ya..ya!"
Jawab ajuhsi sambil berlalu begitu saja, keluar dari ruangan akeno untuk mengerjakan perintah dari akeno sekaligus sahabat nya yang menyebalkan itu.
" Teriring!
" Teriring!
Suara dering telepon membuyarkan lamunannya,akeno berjalan menghampiri meja kerjanya dan mengangkat gagang telepon yang berada di atas mejanya.
" Hallo!
Terlihat mimik wajah akeno berubah semakin dingin dengan matanya yang menyipit,detik kemudian terlihat seringaian tajam tercetak di sudut bibirnya.
" Kerja bagus!
" Senin depan aku akan memulai penyamaran ku!" Jawab nya.
Lalu kemudian panggilan pun di tutup nya.
" Saatnya telah tiba,aku akan membalaskan kematian orangtuaku tua bangka!" Gumam akeno dengan rahangnya yang mengeras dan sorot matanya yang menyimpan api dendam.
Akeno Taoka adalah anak dari kazao Taoka seorang Yakuza yang terkenal di Jepang dan dihormati serta di segani oleh kalangan yang berada di dunia hitam.
Ayahnya di bunuh oleh tuan Kudesai secara licik oleh orang kepercayaan kazao taoka,dan orang tersebut sudah mati di tangan akeno.
Kazao adalah pemimpin dari klan yakuza dan sekarang menjadi klan milik akeno yang bernama klan barakujaga.
Akeno melanjutkan bisnis dunia hitam ayahnya dan menjadi pemimpin dari klan barakujaga, tetapi di samping itu juga akeno seorang pengusaha,dia mempunyai beberapa club dan diskotik di seluruh Jepang.
********
Pada malam hari di Mension nya akeno sedang menikmati segelas wiski di tangan nya dan satu tangannya lagi mengapit sebatang rokok,dia hisap kemudian dia kepulkan ke udara dengan membuat bulatan asap di udara.
Suara ketokan pintu dari luar menganggu kesenangannya,akeno menggeram,lalu meletakkan gelasnya di meja, melangkahkan kakinya lalu membuka pintu kamarnya.
" Ceklek!
Akeno mengerutkan dahinya ketika melihat wajah ajuhsi yang masam!
" Ini pesanan mu!" Sungut ajuhsi lalu berlalu pergi meninggalkan seorang perempuan malam berpakaian seksi.
" Masuk!" Perintah akeno datar dan dingin.
Perempuan seksi itu pun mengikuti akeno berjalan di belakangnya dengan langkahnya yang melenggak-lenggok memakai sepatu high heels.
Wanita itu memakai dres merah yang sangat ketat, panjang dress tersebut hanya sampai di atas bokong nya dan jika dia menungging itu akan memperlihatkan celana dalam nya.
Dengan bagian dadanya yang terbuka sehingga memperlihatkan buah dadanya yang menyembul,besar dan terlihat sudah kendor.
Akeno terlihat biasa saja dengan wajahnya yang datar juga dingin,dia kembali duduk di sofa dengan hanya memakai kimono.
Mengambil gelas berisikan wiski lalu meneguknya.
" Kemarilah!" Perintahnya.
Lalu perempuan itu pun berjalan mendekati akeno dan berdiri di hadapannya!
" Berlututlah,dan puaskan dia!" Titah akeno dengan menunjuk ke arah batang rudalnya.
Akeno melebarkan kakinya dengan kedua tangannya bersandar di bahu sofa.
Perempuan seksi itu duduk berlutut di hadapan pusat kemaluan akeno.
Tangan lentik itu menyingkap kimono akeno dan detik kemudian, matanya terbelalak ketika melihat benda panjang berurat berdiri tegak dan perkasa.
Perempuan itu menelan Saliva nya dengan kasar dan membayangkan benda itu menghujam di lubang nya, terlihat perempuan itu meringis bergidik, merinding dengan batang jumbo dan perkasa milik akeno.
Tetapi mata perempuan itu terpana dengan tubuh kekar akeno, dadanya yang berotot juga lengannya yang kekar membuat nya tak berkedip,belum lagi potongan roti sobek yang berada di perut nya semakin membuat nya menelan ludah.
Mata perempuan itu kembali terpana ketika melihat tato kelabang hitam memenuhi seluruh tubuh bagian depan, hingga ekor kelabang tersebut memanjang memenuhi bagian tubuh belakang akeno.
" Sudah puas kau menikmati tubuhku?!" Sarkas akeno menatap tajam perempuan itu sehingga membuatnya ketakutan.
" Ma…maafkan saya tuan!" Ucap nya gelagapan.
" Lakukanlah!" Perintah akeno dingin dan sudah tidak sabar.
Seketika tangan perempuan tersebut terulur dan memegang batang rudal akeno, memijit nya lalu kemudian mengocoknya,akeno menggeram tangannya terangkat dan detik kemudian!
" Heuk!
Tangan akeno dengan kasar mendorong kuat kepala perempuan itu dan menenggelamkan mulut nya di batang perkasanya dengan sekali hentakan.
" Gunakan mulut mu sialan!" Umpat nya.
Tangan akeno menjambak kuat rambut perempuan itu sehingga perempuan itu terlihat meringis merasakan sakit di kulit kepalanya.
Akeno menggulung rambut perempuan itu kemudian menjambak nya kuat, membuat gerakan naik turun dengan bokongnya yang ikut bergerak.
" Klek..klek..klek!
Suara kocokan batang kejantanan akeno yang berada di dalam mulut perempuan itu.
"Ough,facvk!" Erang akeno menikmati blow job dari mulut perempuan seksi itu.
" Yes Bitch!
" Seperti itu!" Racauan akeno.
" Oh yes!
" Faster bitch!"
Umpat akeno yang terlihat geram,dia kembali menjambak kuat rambut perempuan itu sehingga terdengar rintihan kesakitan dari mulut perempuan tersebut dengan suaranya yang tidak jelas karena sedang mengocok batang kejantanan akeno.
Akeno semakin kuat menarik rambut perempuan itu menggerakkan bokong nya dengan gerakan naik turun seirama hentakan bokong nya dari bawah.
Perempuan itu terlihat kesakitan dengan rahangnya yang terasa pegal mengulum batang rudal akeno, bahkan perempuan tersebut mengeluarkan airmata nya dengan wajah yang sudah pucat pasi.
Akeno semakin brutal menggerakkan bokong nya dari bawah dengan tarikan kuat di rambut perempuan tersebut, sehingga tak lama kemudian perempuan itu merasakan batang rudal akeno semakin membesar dan menggembung di mulut nya sampai menusuk ke rongga tenggorokan nya.
" Klek..klek..klek!"
Suara kocokan mulut terdengar semakin kuat dengan gerakan hentakan akeno yang semakin brutal!
" Tsuita yo ( aku hampir sampai!" Eluh nya.
" A nante oishi ( ah,enak sekali)
" Agh,fack bitch!"racauan akeno.
Dia semakin brutal dan cepat menarik rambut perempuan itu,naik turun seirama hentakan bokongnya yang brutal, sehingga detik kemudian terdengar lolongan kenikmatan keluar dari mulut akeno.
" Aargh!
" Aaghh!
Erangan akeno dengan menekan kuat kepala perempuan itu di batang perkasa nya sehingga perempuan itu kesulitan bernafas, tangannya menepuk-nepuk sofa meminta untuk di lepaskan.
Sehingga tak lama kemudian,akeno menghampas kasar tubuh perempuan itu sehingga tersungkur ke lantai.
" Hooeek!"
Perempuan itu memuntahkan semua cairan kental milik akeno yang memenuhi rongga mulut nya, dengan air mata yang membasahi pelupuk matanya.
" Hah..hah..hah!
Perempuan itu meraup oksigen sebanyak-banyaknya sehingga tubuhnya terlihat lemah dengan wajahnya yang membias.
" Srekt!
Akeno mencengkram kuat rahang perempuan itu dengan matanya yang menyalang!
" Lain kali aku ingin menelannya!" Ancam akeno.
Sehingga perempuan itu dengan cepat menganggukkan kepalanya dengan tubuhnya yang gemetaran.
Akeno bangkit, berjalan membuka laci meja kerjanya dan mengambil segepok uang lalu melemparkannya ke wajah perempuan tersebut yang terlihat ketakutan.
" Pergilah,kau tidak bisa memuaskan ku!" Sarkas akeno dengan wajahnya yang dingin serta mata sipitnya yang tajam.
" Ma…maafkan saya tuan!"
Jawab perempuan itu terbata-bata, bangkit dari lantai kemudian bergegas pergi ke luar dengan langkah terbirit-birit.
Akeno duduk di kursi kebesarannya, mengambil rokok yang ada di atas meja, menyalakan nya dengan pemantik, kemudian menghisapnya.
" Aku sudah tidak sabar, mencicipi rasa dari putrimu tuan kedesai!" Gumam akeno mengepulkan asap ke udara dengan seringaian tajam terlihat di bibirnya.
Mister Akeno adalah guru bahasa Inggris kalian yang baru!" Ucap kepala sekolah SMA Tatsuno memperkenalkan guru baru mereka.
"Selamat siang murid-murid!"
"Perkenalkan saya Mister Akeno!" Ucap Akeno memperkenalkan diri kepada siswa murid SMA Tatsuno.
Yokosa misuta Akeno*( selamat datang mister Akeno)!" Serentak siswa di sana menyambut kedatangan guru baru nya.
"Hust,Reina!" panggilan Michiko kepada Reina.
"Guru nya tampan sekali!" Ujar Michiko, mengedipkan sebelah matanya, Michiko seperti nya menyukai guru baru itu.
"Biasa saja kok!" Jawab Reina dengan acuh.
"Dasar lesbi!" Gerutu Michiko.
Sialan kau!" Umpat Reina kepada Michiko.
Padahal sebenarnya di dalam hati Reina juga mengagumi ketampanan guru barunya itu.
"Tapi memang beneran tampan loh,kau gak memperhatikan nya!" Tanya Michiko lagi.
"Memang tampan sih,tapi wajahnya datar seperti jalan tol!" Ucap Reina begitu saja.
Michiko yg mendengar nya langsung tertawa terbahak-bahak!
Hups!
Michiko langsung menutup mulutnya sendiri, ketika mendapat tatapan tajam dari kepala sekolah.
"Michiko!
"Kemari!" Seru kepala sekolah tersebut memanggil Michiko untuk maju ke depan.
Michiko melirik sebentar kepada Reina, meminta pertolongan nya.
"Mampus lu!" Ejekan Reina sambil terkekeh.
Lalu Michiko pun berjalan perlahan-lahan dan berdiri di depan kelas!
"Cepat minta maaf kepada mister Akeno!" Perintah kepala sekolah.
"Sumimasen misuta( maafkan saya mister)!" Ucap Michiko sambil menundukkan kepalanya.
"Daijobu ( tidak apa-apa)!" Jawab Akeno
"Silahkan kembali ke tempat mu!" Ucap Akeno kembali menyuruhnya duduk duduk.
"Arigatogozaimasu mister (terimakasih mister)
Michiko lalu kembali duduk di bangkunya di samping bangku Reina,lalu Michiko menyikut lengan Reina!
"Awas lu!" Sungut Michiko mendelikan mata nya.
Reina membalasnya dengan menjulurkan lidah!
*****
Bel sekolah berbunyi, pertanda pelajaran telah selesai,para siswa bergerombol keluar hendak pulang ke rumah nya masing-masing.
"Reina tunggu aku!" Michiko berlari mengejar Reina.
"Jadi kan kita kita ke club' !"Tanya Michiko.
"Jadi dong!" Jawab Reina merangkul pundak Michiko lalu mereka pun berjalan beriringan keluar gerbang sekolah dan menuju kendaraan Reina yang berada di parkiran.
Mereka berdua memasuki mobil dan Reina menstarter mesin mobil sports nya yang berwarna kuning,lalu mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, sehingga abu jalanan bertebaran menganggu siswa lainnya yang sedang berjalan.
Banyak diantara mereka yang mengumpat tingkah laku mereka berdua, tetapi tidak ada yang berani karena mengetahui bahwa Reina Putri dari tuan kudesai pengusaha sukses dari Tokyo.
Tak jauh di belakang mereka, seseorang sedang mengikuti kendaraan mereka dengan mobil Ferarri yang berwarna hitam dengan kecepatan tinggi,mengejar dan membuntuti mobil mereka dari kejauhan.
Pria berkemeja putih dengan memakai kacamata hitam, terlihat memperhatikan mereka dari kejauhan.
pria tersebut adalah Akeno, seorang Yakuza yang menyamar sebagai guru bahasa Inggris di SMA Tatsuno.
Setelah beberapa lama kemudian, Reina dan Michiko terlihat memasuki gerbang halaman rumah yang sangat luas, yang terdiri dari beberapa penjaga di sekitar area rumah tersebut.
Tak ingin di curigai Akeno menjalankan kendaraan nya,melewati rumah mewah tersebut, karena mengetahui jika terdapat cctv dari jarak beberapa kilometer dari area rumah tersebut.
*****
Malam hari di sebuah klub yang berada di pusat kota Osaka, terlihat Reina dan kawan-kawan nya sedang menikmati sake( sejenis minuman beralkohol), tetapi Reina tidak meminum minuman itu, Reina hanya memesan minuman dingin saja yang tidak mengandung alkohol, karena Reina tidak menyukai minuman beralkohol dan lebih memilih minuman dingin bersoda.
Ayo kita berpesta!" Hiruk pikuk kawan-kawan Reina.
Tos!
Mereka bersulang,sedangkan Reina terlihat membalikkan badan,pergi ke lantai dansa menari mengikuti alunan DJ.
Musik ajeb- ajeb terdengar membahana di area lantai dansa tersebut, membuat Reina semakin bersemangat menggerakkan badannya, tubuhnya terlihat seksi dengan goyangan pinggulnya ke kiri dan ke kanan,dia meliuk-liukkan badan nya dan menggoyangkan kepalanya,hingga rambutnya yang legam panjang pun ikut menari-nari.
Di sudut meja dekat bartender, terlihat sesosok pria yang sedari tadi memperhatikannya sehingga membuat darahnya berdesir.
matanya tak sedikit pun berkedip dari melihat sesosok perempuan cantik yang sedang meliuk-liukkan badan nya.
Akeno memesan wiski ke bartender dan langsung meneguknya dengan tatapan matanya yang tak teralih dari gadis itu.
"Seperti nya,tubuh gadis itu terlihat lezat jika ku nikmati!" Gumam Akeno dengan senyuman miring nya.
Lalu tak lama kemudian,akeno merogoh ponselnya dan menelepon seseorang!
"Awasi gadis itu!" Titah Akeno.
Tut!"
Panggilan pun di matikan dan Akeno pergi meninggalkan klub tersebut.
*****
Master!" Ucap Ajuhsi.
Kita bergerak sekarang!" Tanya Ajuhsi.
"Anak buah kita sudah stand by di pelabuhan,hari ini klan howaitotaiga( ular hitam) sedang menurunkan muatan kokain nya yang terbilang sangat banyak,di perkirakan hingga ratusan ton,mister!" Ucap Ajuhsi.
"Ok bergerak sekarang!
"Curi semua barang mereka,buat mereka merasakan apa akibatnya sudah mengganggu kita dan habisi semua anak buahnya!" Perintah sarkas Akena kepada Ajuhsi.
"Siap master!
Lalu mereka semua pun bergerak menuju ke pelabuhan dengan puluhan anak buah terbaik pilihan Akeno.
Ajuhsi memantau mereka menggunakan teropong dan memperkirakan berapa jumlah anak buah klan musuh mereka, yang terbilang tidak terlalu banyak, mungkin sekitar tiga puluh orang saja.
Ajuhsi memberikan aba-aba kepada Anak buahnya, untuk menunggu instruksi dari nya.
Hingga beberapa menit kemudian,ajuhsi mengangkat tangan nya memberikan kode!
"Seraaang!!" Teriak Ajuhsi kepada anak buahnya.
Lalu baku tembak pun terjadi,bunyi senjata saling menyahut, dengan puluhan peluru melayang di udara mencari sasaran yang akan menjadi korban nya.
Tepian air laut menjadi berwarna merah, dari banyaknya pertumpahan darah dari tubuh manusia yang telah mati di makan peluru.
Satu persatu musuh akeno tumbang, sehingga hanya menyisakan beberapa orang saja.
Dor!
Dor!
Dor!
Suara peluru bersahutan,Ajuhsi terlihat sangat lihai dalam menggunakan senjata nya, hingga banyak musuh yang kelabakan menghadapi serangan Ajuhsi.
Aarggg!
Teriakan seseorang tertembak di dadanya dan langsung memuncratkan darah segar keluar dari mulutnya.
Ternyata pria yang tertembak adalah pemimpin dari anak buah klan ular hitam, yang menjalankan tugas nya kali ini.
Seketika anak buah nya yang lain berlari meninggalkan pelabuhan ketika mengetahui pemimpin dari kawanan mereka sudah mati.
Dan Ajuhsi beserta anak buahnya segera mengambil alih muatan kokain itu yang di perkirakan harganya sampai mencapai ratusan milyar rupiah.
Mereka kembali ke wilayah mereka dengan membawa kemenangan.
Akeno tertawa puas, ketika anak buahnya berhasil mengambil kokain dari klan musuh dan menepuk bahu orang kepercayaan nya itu.
"Kau memang bisa ku andalkan!" Ucap Akeno bangga.
"Mereka saat ini pasti sudah mendapatkan kerugian yang besar dan tentu saja itu hanya secuil dari peringatan ku yang telah berani mengusikku!" Jawab Akeno dengan seringaian tajamnya.
"Bagaimana dengan Batista!" Tanya Akeno yang menghawatirkan anak buah terpercaya nya itu.
"Batista saat ini masih berada di wilayah musuh,mister!" Jawab Ajuhsi.
"Untuk saat ini perintahkan Batista untuk bersembunyi dulu jangan sampai menimbulkan kecurigaan mereka kepada nya!" Perintah Akeno.
Siap master!" Ucap ajuhsi.
"Master tidak perlu menghawatirkan Batista,dia bisa menjaga dirinya sendiri.
"Tetap saja kalian berdua adalah orang kepercayaan ku sekaligus sahabat ku,aku tidak ingin terjadi apapun kepada kalian dan membahayakan nyawa kalian.
"Tenang lah kawan,kami akan selalu berada di sisi mu, sampai nyawa berada di ujung tanduk!" Ucap Ajuhsi.
"Lalu mereka pun saling tertawa bersamaan,merangkul pundak masing-masing.
"sebaiknya kita merayakan malam ini dengan minuman dan sedikit perempuan!
"ha...ha...ha.!" Gelak tawa Akeno,mengajak sahabat nya itu untuk minum-minum dan menikmati wanita,tapi sahabat nya itu seperti kanebo yang tidak pernah ada hasrat kepada perempuan.
"Aku tidak suka perempuan, menyusahkan!" Dengus Ajuhsi melangkah pergi meninggalkan akeno yang terus menertawakan nya.
"Hei, kenapa kau tidak suka perempuan?
"Sialan,aku masih normal!" Jawab Ajuhsi dengan wajah nya yang terlihat kesal.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi!" Ajak akeno menarik paksa ajuhsi.
Ajuhsi dengan cepat melepaskan rangkulan tangan akeno,dia terlihat bergidik sendiri ketika akeno merangkulnya dan tentu saja dia masih normal.
"Aku Tidak nafsu, nafsuku hanya membunuh seseorang!" Celetuk Ajuhsi.
Ha...ha...ha..!
Ha...ha..ha...!
Akeno tertawa lebar dengan memegang perut nya sendiri dan terus tertawa, menertawakan ajuhsi.
Ajuhsi mencebikan bibir nya, membuka pintu mobil Mercedes nya diikuti oleh akeno yang juga memasuki mobilnya dan berlalu pergi membelah jalanan kota Osaka.