Di pinggiran kota dekat sungai, terdapat rumah tua dengan diameter 3 m2. Di dalam rumah yang kumuh dan temboknya serba retak, sebuah ranjang lusuh sederhana bertengger disana, di atasnya terdapat seorang pria kurus kering dengan nafas pelan, seakan-akan nafas itu akan berhenti kapan saja.
[ Terdeteksi Host cocok dengan kriteria sistem,mengikat Host otomatis 1%......20%........50%.......100%, Host berhasil terkait dengan sistem ]
Suara mekanis itu terdengar di punak pemuda yang sedang berbaring di atas ranjang, suara itu berhasil membuatnya sadar seketika, dia berkata dalam benaknya siapa yang berbicara?
Jika dia bisa berekspresi di wajah lemahnya itu, pasti akan kesal dan marah pada sistem, tapi ucapannya tidak pernah dihiraukan oleh sistem itu sekalipun dia sehat.
[ Mulai transmigrasi.................
........... Sistem gagal memuat!!!
ERROR!!!!!
ERROR?????
Pengikatan paksa dilakukan.
Trasmigasi acak dimulai. Memuat 1%........100%. Sistem bajakan kembali beroperasi ]
Suara mekanis bernada dingin terdengar, suara itu memuat dibarengi hembusan nafas terakhir pemuda itu, jiwanya secara acak terkait bersama sistem rusak. Jendela transparan muncul secara ajaib membuat misi.
Sebuah cahaya merah terbang dari pemuda terus kering yang nafasnya sudah berhenti itu ke arah cakrawala, tidak diketahui apa yang akan terjadi padanya, apakah nasibnya akan berubah atau tidak ini belum pasti.
Jalan takdirnya masih dirahasiakan.
............
Di ruangan yang didominasi oleh warna putih, terdapat satu ranjang tempat tidur dan satu lemari, disitu seorang pria dengan nafas tersengal-sengal membuka matanya dengan tatapan kosong, mata itu berangsur-angsur menjadi jernih, dahinya sedikit mengerutkan kening,dia pikir otaknya seperti kelebihan beban CPU.
"Siapa gue?! kenapa gue gak ingat siapa nama gue."Pria itu berpikir sangat keras,tapi masih tidak kunjung juga menemukan jawabnya.
"Kenapa gue ada disini! siapapun jawab,anjing."
Teriaknya yang hanya dijawab hembusan angin dingin.
Tubuh itu bernama Gie Cen'Dana,dia mengingat semua kenangan pemilik tubuh ini sebelumnya,kenangan itu berputar layaknya memutar Drama TV ke otaknya secara langsung.Sangat disayangkan dia tidak memiliki perasaan dan emosi tubuh aslinya dulu,Dana asli yang kini raganya ditempati olehnya yang bahkan namanya tidak bisa mengingat.
Dana ingat dia bukan dari dunia ini, jiwanya adalah seorang trasmigasi dari dunia lain.Dana tidak ingat sedikitpun tentang masa lalunya sebelum trasmigasi.
Pikirannya terus berkecamuk,dia terus berjalan bolak balik di dalam kamar itu,dia panik sambil mencerna ingatan yang dimasukkan kedalam otaknya secara paksa.
[ DING ]Suara elektronik menggema di kepalanya,terdengar dibenak Dana seorang.
Suara itu membuatnya panik Samapi terjatuh dilantai,Dana mengumpat keras pada suara itu.
"Anjing, siapa lo bangsat?!"
Teriaknya tak kunjung terjawab,tapi sesuatu yang lain muncul secara sepontan sebagai bentuk jawaban.
Sebuah layar virtual transparan yang unik terlihat didepannya,hanya Dan yang bisa melihatnya.
[ Ding
PERAWANIN LANASIA LUKA
BUAT DIA CINTA MATI 100%
DIMULAI SEMBILAN TAHUN DARI SEKARANG ]
Dana menyipitkan matanya penuh kecurigaan.Dia membaca apa yang tertulis dilayar transparan. Tulisan itu membuatnya kembali memarahi si sistem,mengutuk sistem anjing yang rusak. Karna terlalu banyak marah marah wajahnya memerah seperti tomat.
"Anjing,siapa lo sebenarnya,jangan pura pura jadi sistem bego.Kenapa lo bawa gue kesini?!!Ingatan asli gue lo simpan dimana?!!" Dana berucap sambil menunjuk nunjuk layar Virtual didepannya.
"Kenapa juga gue harus jadi budak pekerja sistem, siapa juga Lanasia Luka itu,nama asli gue aja gue lupain!!! gue malah harus disuruh kerja."
Ungkapan marah Dana kini bukan menjadi kemarahan tapi suaranya bernada frustasi bercampur kegelisahan,mengutuk nasibnya yang sial.
"Shit! Gue tolak pokoknya sistem,sana pergi dari benak gue.Siapa juga yang mau jadi babu lo buat ngelakuin tugas aneh."
[ Ding
PENOLAKAN TERDETEKSI !!!
HUKUMAN RUANG GELAP SEMPIT DIMULAI !!!
3.........2.........1 ]
Dalam waktu kurang dari 3 detik pandangan mata Dana menggelap, dia jatuh pingsan terkapar di lantai, terlihat cahaya merah keluar dari tubuh Dana memasuki pusaran hitam yang tiba-tiba muncul di sebelahnya.
Dana mendapati dirinya tidak bisa melihat apapun sekarang semuanya gelap, semua indra peraba dan perasa Dana sekarang hilang, hanya ada kegelapan di sekeliling,membuatnya panik tidak bisa merasakan apapun selain gelap gurita.
Setelah dua jam kemudian, Dana mulai sedikit tenang,dia mulai mengingat apa yang terjadi sebelum kegelapan total.
~Tadi gue nolak sistem brengsek itu,kan.Terus gue lihat sekilas notifikasi hukuman paksa?! ~
Kerasionalan Dana mulai kembali, 'Ruang gelap sempit' Namanya norak banget!
Heh,mau ruang gelap kecil,atau apalah.Pokoknya gue nolak jadi babu!!
Ungkap Dana yang suaranya hanya menggema diruangan gelap kecil itu.
Satu hari, Dana hanya diam tenang.
Hari kedua, Dana mulai bingung dan khawatir dirinya tidak bisa tidur,lapar,tidak bisa merasakan keadaan di kegelapan hitam pekat itu.
Hari ketiga, Dana mulai panik, tidak bisa tidur,lapar ataupun merasakan sesuatu,tidak tahu hari dan waktu membuat Dana hampir gila.
Setelah satu bulan Dana menjadi setres,muli berbicara sendiri gelantur, linglung siapa dirinya.
"Siapa diriku sebenarnya, kenapa gue ada ditubuh Dana?! Kenapa cuma ingatan Dana yang ada? Siapa sebenarnya gue....Siapa brengsek."
Dana mulai berteriak histeris, mencakar mukanya, dan dia tidak bisa merasakan apapun walupun mencakar dirinya sendiri.
Setelah satu bulan lagi berlaku,"IBLIS...SETAN.... TUHAN!...YESUS!.... BUDDHA??? Hiks hiks hiks hiks hiks." Dana menangis,air mata mengucur gila gilaan. Dia tetap tidak merasakan apapun hanya kegelapan yang terbentang.
Dana berucap tidak jelas," Siapapun kumohon, keluarkan aku dari sini....
Kumohon keluarkan aku.....Hiks hiks hiks."
"KELUARKAN BRENGSEK! ANJING!!" Akhirnya Dana tertawa gila, jiwa Dana terlihat transparan, mukanya terdistorsi, air matanya mengering, seluruh tubuhnya terlihat penuh darah, dan dia masih tidak merasakan apapun. Tidak bisa merasakan apapun itu lebih menyiksa dari apapun juga.
"Tolong.... Hiks hiks hiks. Selamatkan aku... Hiks. Setan.... Iblis.... Dewa.... Tuhan.... atau siapapun tolong...." Dana berbicara paru sambil mengingat ingatan tentang sesuatu yang bisa dimintai pertolongan, ingatan tentang Tuhan yang ada pada ingatan tubuh ini.
"Hahahaha, gue bisa gila kalo gini terus hahaha. Gue emang udah gila hihihihihi. Gelap banget anjing!!!"
Dana terus menerus mengucapkan kalimat itu berulang-ulang kali, sampai 1001 kali dan akhirnya merasa kesal sendiri, hingga Dana hanya diam saja.
Pikirannya berkecamuk, yang Dana rasakan seperti berabad abad telah berlalu di dalam ruangan kelapa itu, Dana dengan satu persen kesadarannya yang masih tersisa, akhirnya mengingat penyebab dan alasannya dia dihukum di ruang gelap kecil ini, Dana dengan berat hati berucap pasrah,"Oke, gue setuju sistem." Ucap pikiran Dana.
Ungkapan pikiran itu langsung direspon oleh suara elektronik dingin tanpa emosi.
[ Ding
HOST MENYETUJUI PERSARATAN SISTEM SECARA SUKARELA.
Kontrak budak dibuat, memuat 1%......21%......50%.....100%.
Kontrak budak resmi terikat. ]
[ Ding
Kegagalan misi, ruang gelap sempit selamanya ^_^ ]
Dana marah, kenapa harus diberi emoticon penghinaan juga terhadap dirinya.
Dengan bulu mata gemetaran, Dana membuka matanya, dia melihat notif tersebut tanpa ekspresi, Dana berdiri gemetar mencengkram ranjang dan mencoba berdiri dengan kaki gemetar, dia terhuyung-huyung dan tatapan tanpa ekspresinya menuju cermin yang seluruh tubuhnya terlihat jelas di cermin. Sambil mencengkram kedua sisi cermin itu, Dana berucap sambil memandangi wajahnya di cermin, tersenyum mesum,"Hoho tampang lo gini ya Dana. Heh, ternyata baru satu detik disini." Dana melirik jam didinding kamar itu.
Dana melihat tubuhnya dari atas kebawah, Dana kagum oleh wajahnya sendiri, entah apa dirinya dulu setampan ini sebelum trasmigasi dan amnesia.
Menurut dana wajah ini cukup untuk jadi modal PDKT, tapi aspek lainnya kurang memadai, masih kurang walaupun sudah memuaskan wajahnya.
Gimana gak mengagumkan, parasnya membuat nya memikat tanpa pandang gender.
Dana seolah bersumpah sangat khusuk pada dirinya sendiri,"Mulai sekarang gue akan hidup sebagai Dana! Mengambil semua miliknya"
Gue bakal lakuin apa aja buat nyelesain tugas konyol itu. Dana masih enggan menyebut kata sistem, dia trauma oleh ruang gelap kecil itu.
Akhirnya selesai meyakinkan dirinya sendiri, Dana berjalan kearah ranjang dengan pikiran puas lalu tertidur.
Sambil memejamkan mata Dana membuat rencana P10%(perawan seratus).
Ini akan dimulai dalam sembilan tahun.
Satu hari berlalu sejak kejadian itu, Dana sedang menonton tv di rumah sederhana miliknya sekarang.
Dia mulai berpikir kritis, dia gak mungkin begitu saja menjalankan perintah sistem tanpa persiapan, dia juga takut akan kegagalan perintah itu.
'Gue gak mau rugi anying, gue harus berpikiran terbuka dan jujur, berpikir bagaimana caranya agar hidup mulus misi selesai sempurna.' Dana membatin dalm pikirannya.
Mata Dana tetap tertuju pada serial tv yang menampilkan aktor dan aktris pemenang penghargaan bergengsi.
Pertama gue harus rubah tubuh ini agar seperti mereka, kedua gue harus jadi profesional.
"Gue harus profesional!" Kalimat dalam pikiran Dana beneran terucap seperti teriakan sumpah serap, bergema keseluruhan ruangan.
Dana mengambil laptop, tangannya bergerak cepat mengetik program yang sangat asing terdiri dari kode 010100110101 yang misterius, setelah serius memprogram dilayar itu selama lima jam penuh, Dana mengucek matanya yang merah dan bengkak," Hah, akhirnya selesai juga program jadi Miliander."
Dana melihat 4 data awal setiap sketsa game yang akan diluncurkan tersenyum puas.
"Pasti gue bakalan kaya setiap detiknya uang masuk rekening haya bermodalkan data." Dana akhirnya menguap, otaknya dibuat pusing oleh pemograman data.
Sayangnya perutnya tidak mengikuti kemauannya, perut ditubuhnya menjerit minta diisi. Daripada tidak bisa tidur karena kelaparan, akhirnya Dana menyeret tubuh kemahnya ke dapur untuk membuat masakan mengunakan bumbu paling inti dan sederhana saja.
Dana kemudian mengambil alih 9 bawang merah yang belum dikupas kulit luarnya, cabai tanpa menghilangkan batang cabai, kemiri, micin dan garam 2 sendok, kemudian memasukan semuanya setelah di cuci kedalam layah, menumbuknya sampai setengah lembut, Dana sengaja tidak mengupas kulit bawang, karna ini adalah resep khusus yang haya diperakatekan Dana asli dalam ingatan-nya.
"Oke, bumbu sudah siap", dia melanjutkan untuk memotong tempe menjadi kecil kecil sedang.
Dana membuat sambal goreng tempe dan tauge sederhana.
21 menit kemudian
"Selesai, huh. Beruntung ingatan Dana ada banyak resep khusus yang gak ada dipasaran, lumayan buat modal PDKT."
Dana berjalan kecil untuk menghilangkan makanan lezat di atas meja.
Hanya ada dua jenis, yaitu nasi putih dan sambal goreng tempe.
Dana makan menggunakan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya beroperasi pada ponsel, mengecek kondisi keseharian Dana asli.
Kau tau, walaupun dia dapat memori utuh dari pemilik sebelumnya, dia hanya melihatnya seperti menonton film, jadi beberapa detail ada yang hilang.
"Daftar kontaknya kosong, foto gak ada satupun di ponsel, orang tuanya meninggal 3 hari yang lalu sebelum gue datang." Dia terus menerus berucap tanpa arahan yang jelas, mungkin karena mulutnya penuh nasi.
'Bagusnya Dana asli sangat mandiri, tinggal di desa terpencil, jago masak hehehe. Gue gak perlu beli pesanan online.' Dana tersenyum penuh kemenangan.
Setelah selesai makan, Dana kembali keruang TV, dia duduk sambil memangku laptopnya, mengecek uang hasil pemasukan game seluler terbaru miliknya, dia juga melihat saldo rekening bersih miliknya.
Dana terdiam berucap menghina,"Tolol lo Dana, lo punya otak sistematis, kenapa gak membuat aplikasi seluler dari dulu,hah!" Dana melotot mengingat memorinya.
"Bodoh lo, lo cuma mau percaya sama uang hasil penjualan kebun buat hidup. Ah orang ini beneran gak bisa tertolong."
Dana akhirnya bisa melihat uang hasil pemasukan Game mencapai 100 juta $ dalam waktu lima jam.
"Haha adanya uang ini dan semua milik Dana, gue bakalan hidup bebas. Gue gak rugi jadi budak lo sistem." Dana tersenyum ala pisko, tangan kirinya menutupi sebagian wajahnya dan tertawa gila.
"Bua ha ha ha ha, misi sistem 9 tahun dari sekarang, jadi selama sembilan tahun ini gue bebas, jahaha haha."
Dana terlalu banyak tertawa, tawanya sangat menggelegar di dalam ruangan, sampai tersendat ludahnya sendiri.
"Uhuk Uhuk Uhuk Uhuk ehem, Oke gue khilaf."
Setelah tersendat selama 5 detik, Dana kembali kewajah canggungnya. Dia baru ingat kalo dirinya belum menemukan informasi apapun tentang targetnya. Dana mengetik di dalam laptopnya dalam waktu kurang dari 20 detik data data target misinya muncul dan tertera dilayar laptopnya.
Nama : Lanasia Luka
TTL : Brebes
Umur : 4 tahun
Sekolah : SD Negeri 2 Brebes.
Riwayat singkat:
Dia tinggal bersama kakek dan neneknya, dia yatim sejak umur 3 tahun.
Dana yang beranjak pergi diwaktu 20 detik itu untuk mengambil air mineral, tenggorokannya kering dan sakit karna tersendat, dia menengguk satu kali, kemudian mulai membaca data target.
Matanya melotot hampir keluar dari rongga matanya, air yang sedang dimimumpun dia semburkan kelayar laptop.
"Bufff. Bangset sistem anjing lo, orang dia masih bocil lo mau perawanin?!!!!"
Dana menghela nafas berat,"Gue buka pedofil anjay." Dana kembali memulai aksinya mengumpati sistem dalam benaknya.
Setelah dihitung dengan cermat, 9 tahun kedepannya dia baru berusia 12 tahun, masih SD dia, mungkin baru awal SMP .
"Bajingan kalo lo sistem. Tapi apa daya, diriku yang budak ini bisa apa!", Dana mengusap air matanya yang tidak ada sambil menggigit tisu.
.....
...............
Dalam kurun waktu empat bulan tinggal didesa terpencil itu Dana memutuskan untuk pergi ke kota untuk bersenang-senang sebagai orang kaya dadakan.
Dia jadi boros abis disana. Tapi tempatnya tinggal agak jauh dari tempat target misinya. Mendatanginya juga belum, apa lagi berpapasan, ini gak pernah terjadi secara kebetulan ataupun direncanakan.
Untuk menampilkan kesan sederhana yang elegan, Dana menjadi arsitektur dadakan.
Kau tau otak Dana itu serba bisa, soal apapun bisa mudah seperti membalikan telapak tangan hanya dengan mengunakan kapasitas otak supernya.
Sekarang Dana menginap dihotel bintang tujuh di kota Brebes. Sambil menunggu rumah minimalis cantik miliknya dibuat, Dana mulai gila gilaan melakukan berbagai olahraga ekstrim sesuai rancangan awal miliknya di desa itu.
Dana akan berangkat ke pantai untuk melakukan seluncuran ombak setinggi gedung 40 lantai.
Bisa atau nggak itu pasti bisa berkat bug sistem dan otak super Dana.
Kau tau selama 9 tahun kedepan Dana akan dilindungi dari semua bencana baik itu alami maupun buatan yang disengaja.
Bug sistem ini membuatnya makin nekat mencari kematian setiap harinya.
Dimalam hari Dana kembali ke hotel, karna ingin mencoba segala kelebihan di hotel ini Dana akhirnya menapaki sebuah bar didalam hotel.
"Ini Mr.Gie benar, anda mau melakukan 1 malam bersama, Mr mau bayar berapa?!", seru wanita berbadan modis, dadanya kelebihan beban, pantatnya terlalu montok, bibirnya seksi kali dan dia tidak memakai tanktop tanpa BH.
"Kau itu murah, jadi jangan sok jadi perawan mahal." Sinis pria tinggi bertubuh atletis, walaupun hanya duduk disofa dia sangat mendominasi sekali auranya.
Mukanya doang sangar abis hatinya mirip ibu ibu sebelah, 'Shit, Ni Tante kegirangan banget dia, dia gak lihat orang tampan kayak gue apa mau sama dia.'
Dana dah mengeluh keras abis, pikirannya sudah menjadi gelap, tapi mukanya kalem, seolah-olah dia itu pria yang serius dan sangat pantangan soal beginian.
"Oh.. hi hi hi dik Gie emang selalu galak,ya." Ucapan itu keluar dari mulut seksi Miss Rara, yuhu ini bukan nama aslinya, panggilan dia ini hanya nama samaran miliknya.
Miss Rara mencondongkan tubuhnya kedepan tepat di sebelah telinga Dana, berbisik menggoda.
__&&&&&&&&&&_
Akhirnya bab ini mengakhiri monolog Dana.
Lanjut esok lagi, oke.
Setan itu berbisik kehati
Manusia sendiri yang tergoda
Basuh duka dengan setengguk wiski
Mengumpat setan terlihat gila.
......
Kalo pacaran saja terhitung dosa
Lalu...Insan mana yang tak mencicipi Neraka.
.....
Yang tertawa, menghina
Yang marah, merasa.
Kaya menolong riya'
Fakir ditolong terhingga.
PERINGATAN INI KONTEN 18+
jangan dibaca,oke. Jika baca jangan mengungkitnya denganku, jagan pernah mengaitkan konten ini dengan penulis di akherat.
Selamat kepada pembaca yang bisa terus membaca cerita sampai sekarang, anda telah ditipu olehku. Jadi ayo berhenti menjadi pembaca cerita bohongan, ini gak ada manfaatnya selain menuruti nafsu.
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
"Aku lihat dik Gie baru pertama kali datang kesini ya. Dik Gie kau kelihatan sangat mirip ginggo", Miss Rara menyemburkan nafas panas yang menggelitik dan penuh godaan, kemudian menjilat leher Dana sensual.
Dana langsung merinding mendengar ucapan Miss Rara, ungkapan itu seolah-olah mengenai titik lukanya dan membuat Dana sedikit gila sejenak.
"Mau kakak ajarin Bercinta atau belanjar bercinta ya sebutannya?!", Miss Rara mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya untuk menyusuri wajah yang seperti pahatan patung Raja Airlangga.
"Atau....mau belajar menjadi pemikat wanita, kau tau, belajar seluk-beluk wanita dari wanita itu lebih efektif."
Mata Miss Rara naik turun sangat memikat jiwa manusia(Iblis berbentuk manusia).
Deg
Ungkapannya itu membuat Dana kembali mengingat misi konyol dan kontrak perbudak kan miliknya, seketika itu pulau wajahnya terdistorsi menjadi gila di belakang wajah Miss Rara.
"Oh, Tante mau mengajari cara prawanin orang?!" Dana tergerak menjadi aktif, mendorong Miss Rara kembali ke kursi dibelakangnya sambil mencengkram erat lengannya agar terkunci tidak bisa bergerak.
"Cup."
"Uah....jangan disini dik Gie, terlalu ramai disini."
Miss Rara masih terus menanggapi tanpa tanpa tau maksud Dana yang asli.
Tanpa pikir panjang Dana mengiakan saja, dia menggenggam tangan Miss Rara, kemudian berjalan kasar menariknya keluar dari sana.
Dana menuju kamar hotelnya yang dilantai 48, menutupnya keras dan menguncinya.
"Gimana cara untuk mendapatkan hati seorang wanita." Ucap Dana menggigit rahangnya sampai urat urat di lehernya keluar terlihat ganas.
"Mudah tinggal puaskan hasrat wanita itu." Dana memandang Miss Rara tajam, mencerna apa maksudnya.
Oke,mereka cukup sinkron juga, padahal tidak pada saluran yang sama. Apa yang satu sama lain bahas keluar jauh sekali dari jalurnya.
"Contohnya begini!" Miss Rara menarik Dana keranjang dikamar hotel lalau mengangkat tangan Dana agar meremas payudaranya. Miss Rara sangat bangga sampai sampai membusungkan dadanya yang besar dan memantul.
Tanpa sadar Dana meremasnya sampai bulatan itu memerah dan sedikit keluar dari sela sela jarinya.
"Ahh...pelan pelan dik Gie, kita punya banyak waktu."
Jiwa Dana seolah melayang terbawa nalurinya, Dana langsung meremas kedua puting Miss Rara sangat kuat.
"Hiks, dik Gie mau kakak ajarin fly oplay." Miss Rara mendesis sakit.
Siapapun pria itu jika kemampuannya dipertanyakan pasti marah bukan.
"Tidak, tidak diperlukan!"
Langsung saja Dana melepas kaos hitamnya, mengunci Miss Rara dibawah tubuhnya, menggenggam kedua telapak tangan itu, menciumnya ganas. Terus mengocok dan melumat lidah itu sampai air liurnya tak terbendung.
Kedua tangannya pindah keputing Miss Rara, meremasnya kuat kuat sambil mencubitnya. Kemudian tangan kirinya turun kebawah menyusuri pusar sampai ke bagian diantara paha itu yang sangat halus dan dicukur rapi.
Memasukkan jarinya kedalam belahan pahanya yang terenggang lebar.
Mulut Dana tidak pernah diam mengecup, mencium seluruh area wajah Miss Rara. Tangannya menggenggam gundukan dada itu sangat kuat, meremasnya sampai seperti adonan tepung. Tangan kirinya mengocok bagian vital itu sangat kuat dan cepat menggunakan tiga jari nya.
Tubuh Miss Rara bergetar menikmati cumbuan itu.
"Dik Gie lanjut...ah..ahh...ughh." Akhirnya Miss Rara mengeluarkan banyak pelumas dari pahanya.
Mis Rara cum sangat cepat.
Melihat bekas basah di celah Miss Rara membuat titid jumbo Dana tegang sempurna.
Karna Dana mengocoknya melalui sela sela celana dalam wanita jalang itu, Dengan kasarnya Dana merobeknya. Kemudian menarik celananya sendiri sampai selutut, langsung melepas celana jinsnya tanpa pikir panjang.
Titid jumbo tegak sempurnanya langsung maju kedalam celah pahanya sampai tertelan lubang seluruhnya. Dana genggaman kedua pinggang Miss Rara dan menumbuknya sampai berbusa dicelah mereka samping terhubung.Suara tamparan antar kulit bergema di dalam hotel.
Dana bagai tersengat listrik secara tiba tiba, tubuhnya bergetar hebat, tersadar mengingat apa yang dilakukannya sekarang, dia seakan pernah mengalami kejadian seperti ini, pikiran Dejavu lagi.
Dana langsung membanting Miss Rara kelantai," Kau jalang, kau berani menipuku.Kubunuh kau!!" Seru Dana yang menggila.
"Tentang Dik, kau kenapa?!" Perasaan Miss Rara antara panik dan takut bercampur menjadi satu, dia terlempar dari atas ranjang ke lantai tanpa aba-aba sama sekali.
Dana kembali menggila.
"KUBUNUH KAU!
BUNUH!
BUNUH!
BUNUH!"
Dana menggila merasakan dirinya bukan perkara lagi, padahal misinya belum dimulai sama sekali.
Bukannya wanita posesif soal keperjakaan prianya jika dia masih perawan juga. Gue harus bilang apa ke dia nanti.
Dana kembali menatap Miss Rara pikiran gilanya kembali melintas. Hilangkan saja semua jejaknya, pasti tidak akan ada yang perduli, dia hanya seorang mucikari jalang,kan.
Dana pun melakukan apa yang dia pikirkan.
"Apa yang kau bilang dik.Tenang, apa Maslahnya yang membuatmu menggila, kenapa begini...."
Tanpa ada keraguan sedikit pun Dana menyeret tubuh Miss Rara kearah jendela di lantai 48 itu, mendorongnya langsung agar terjatuh terjun bebas.
.......
Sejak kejadian itu diberitakan di media masa menjadi, Miss Rara bunuh diri karna terlalu stress menjadi pelacur dan sekarang terjerat penyakit seksual bebas. Berita itu sangat ramai di perbincangkan.
Dana menjadi lebih perhatian setelah kejadian hotel itu, ia menggunakan semua kepintaran dan kelicikan untuk menutupi jejaknya sendiri, dan kasus itu ditutup tanpa pernah menyinggung dirinya atau mengungkitnya sama sekali.
Sudah 4 tahun berlalu sejak gue datang bersama sistem anjing sialan itu, Dana sudah pindah dari hotel itu ke rumah yang didesain-nya sendiri agar lebih mudah memantau target misi dan berpura pura berkuliah di brebes, Dana sesekali bermain main tapi tidak pernah berhubungan intim, Dana menggunakan hasil peluncuran produk gamenya untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan menjalani kehidupan kaya menyegarkan, dan hanya perlu berbaring.
"Tuan muda, ini daftar kegiatan anda hari ini."
"Letakan di meja, kau bisa pergi."
Kini wajah Dana gak dingin lagi, senyumnya sangat cerah bak anak TK yang piknik bareng.
Mengambil daftar itu Dana mulai menjalani hari harinya melakukan.
Terjun payung
Berselancar
Mendaki tebing
Selancar salju di kutub Utara
Mencoba kreasi hidangan baru yang agak lain
Mengikuti kelas musik
Berkebun di rumah baru yang memiliki taman ribuan hektar
Mencampur bahan kimia baru dan membuat narkoba bius cinta
Pacuan kuda
️Angkat beban untuk menjaga kesehatan tubuh agar tidak menjadi lemas
Dan akhirnya tidur yang paling nyenyak tanpa insomia.