Bab 1

Pagi ini adalah hari pertama Ghaffar masuk kuliah di salah satu PTN ternama di Jakarta. Sudah sejak SMA dirinya menargetkan untuk bisa melanjutkan studi di Jakarta dan di PTN ini. Ghaffar berasal dari Semarang dan dari keluarga yang pas-pasan sehingga dia kuliah pun harus mencari alternatif kos yang murah agar tidak memberatkan orang tuanya.

Karena mempertimbangkan kondisi ekonominya, ia pun memutuskan untuk mencari kos di dekat kampus di daerah pogung. Ghaffar pun mendapatkan kos yang lumayan murah sekitar 3jutaan/tahun meskipun kondisi kos seadanya. Untuk membantu membiayai kuliahnya, dia harus mencari kerja sampingan selagi kuliah.

Pagi itu udara lumayan dingin di Jakarta, ketika dia keluar kos dan hendak ke kampus, matanya tertuju pada akhwat yang keluar dari rumah mewah di depannya. Berjilbab lebar se paha, dengan gamis hingga menyentuh tanah dan bercadar, tetap saja tidak mampu menyembunyikan mata indahnya yang dihimpit kain cadar hitam dan dinaungi kacamata yang menambah keindahan matanya yang juga terpoles eyeliner.

Dilihatnya seperti terburu-buru hendak menyalakan motornya, tapi ternyata tidak mau di starter sehingga akhwat itu harus menyalakan secara manual motor matic nya. Yah biasa lah perempuan, pasti tidak kuat kalau harus menggunakan standar tengah, sehingga dia terlihat seperti kelabakan karena juga diburu waktu. Akhirnya Ghaffar pun memberanikan diri untuk membantunya.

Ghaffar : Afwan ukhti... butuh bantuan?

Ketika Ghaffar bertanya, ia pun menatap Ghaffar sesaat kemudian menganggukkan kepala seraya agak mundur dari motornya. Terlihat ia pun sedikit menundukkan pandangannya berusaha menjaga pandangan dari ikhwan. Ghaffar pun segera tanggap dengan langsung membantu mengangkat motor untuk di standar tengah.

Tanpa sengaja tangan Ghaffar bersentuhan dengannya yang sontak membuat si akhwat segera menarik tangannya. Ghaffar sempat melihat kulit putih tangannya dengan kutek merah marun menghias indah kukunya yang dibalut manset hitam.

Ghaffar : Afwan ukhti... gak sengaja

Tanpa pikir panjang Ghaffar pun segera menggenjot stater kaki motornya dan langsung menyala. Sembari berterimakasih atas bantuan Ghaffar, Ghaffar pun tak bisa melepaskan kesempatan itu untuk berkenalan.

Ghaffar : Afwan ukhti... nama saya Ghaffar, kalau boleh tau nama ukhti siapa?

Aisyah : Nama ana Aisyah

Ghaffar : Ohh ukhti Aisyah ya... kuliah jurusan apa?

Aisyah : Arsitektur... kalau akhi sendiri?

Ghaffar : Wah ana di Teknik Fisika ukhti... buru-buru ya ukhti?

Aisyah : Iya... hari ini ada rekrutmen KMI (Keluarga Mahasiswa Islam) Fakultas pagi ini banget, jadi harus buru-buru... akhi Ghaffar sendiri ngga ikutan daftar?

Ghaffar : Wah... baru tau... apa masih open requirement?

Aisyah : Iya akhi... langsung aja ke sekrenya... ana duluan ya akhi.. syukron... assalamualaikum

Kemudian Aisyah pun pergi dengan melepas senyum yang tersirat melalui matanya bak bidadari. Pagi ini pun kulewati dengan perasaan bahagia karena hari pertamaku kuliah bisa berkenalan dengan ukhti cantik.

Sorenya Ghaffar pulang dan segera melakukan aktifitas rutinnya yaitu jogging setelah tadi sempat mengikuti reqruitmen di KMI kampusnya. Ketika dia selesai mengikat sepatu, tatapan mata Ghaffar teralihkan dengan selembar kertas yang menempel di gerbang rumah Aisyah. Tertera bahwasannya dibutuhkan tenaga pembantu rumah. Tanpa pikir panjang Ghaffar langsung mengetuk pintu rumahnya.

Ghaffar : Assalamualaikum...

Terdengar sayup - sayup suara jawaban salam dari perempuan dari dalam rumah. Ketika dibuka pintunya, betapa kagetnya Ghaffar ketika melihat akhwat yang begitu cantik dengan kulit putih berjilab lebar sepaha dan gamis panjang membuka pintu gerbang.

Ghaffar : Afwan bu... benar ini buka lowongan kerja ya?

Bu Amira : Iya benar... gimana dek?

Ghaffar : Kalau boleh saya ingin bekerja disini bu

Bu Amira : Wah pas sekali... saya juga lagi butuh sesegera mungkin pembantu di rumah. Ohh iya nama adek siapa?

Ghaffar : Nama ana Ghaffar bu

Bu Amira : Ohh dek Ghaffar... saya biasa dipanggil Bu Amira... panggil umm juga boleh. Kira-kira besok sudah bisa mulai kerja kah?

Ghaffar : InshaaAllah bisa bu

Mata Ghaffar pun daritadi tidak bisa berhenti menjelajahi tubuh indah Ummu Amira yang tertutup rapi dengan jilbab lebar dan gamisnya. Kecantikan wajahnya yang begitu mirip Zaskia Adya Mecca pun menjadi poin utamanya. Ghaffar pun diberikan jobdesk pekerjaan yang harus dia kerjakan di rumahnya mulai besok dengan upah 800ribu/bulan.

Hari berikutnya, ketika Ghaffar pulang dari kuliahnya, ia segera mengerjakan job desk yang sudah diberikan oleh Ummu Amira. Ketika Ghaffar mengetuk pintu gerbang, maka dibuka oleh Aisyah dengan setelan cadar bandana hitam, jilbab biru navy dan gamis hitamnya.

Aisyah : Ohh akhi Ghaffar... kata ummi mulai kerja disini ya hari ini?

Ghaffar : Iya afwan ukhti... soalnya buat bantu-bantu biaya kuliah

Aisyah : MashaaAllah... yasudah nanti kalau butuh apa-apa panggil ana ya, ana mau benah-benah kamar dulu

Ghaffar : InshaaAllah ukhti

Kemudian Ghaffar segera melakukan jobdesk yang telah diberikan seperti menyapu, mengepel, mencuci piring, menata taman, dll. Semua pekerjaan rumah ia lakukan. Ghaffar memang sudah terbiasa latihan fisik seperti jogging dll, sehingga pekerjaan seperti ini pun menjadi pengganti dari latihan hariannya.

Ketika tengah membersihkan ruang tamu, tiba-tiba terdengar seperti suara benda jatuh dan diiringi erangan Aisyah.

Aisyah : Akhh!! Innalilaah

Ghaffar pun bersegera menuju kamar Aisyah dan berhenti didepan pintu kamar Aisyah.

Ghaffar : Afwan ukhti... ukhti gak papa?

Aisyah yang mengetahui Ghaffar ada di depan kamarnya segera menyahut.

Aisyah : Iya akhi... gpp kok, ini tadi kepleset waktu bersih-bersih atas lemari jadi jatuh. Sambil

Aisyah menahan sakit dan mengelus bagian tubuhnya yang memar.

Ghaffar : Mau saya bantu ukhti?

Aisyah pun berfikir kalau dilanjutkan khawatir jatuh lagi tapi kalau minta Ghaffar untuk membantu, maka khawatir terjadi khalwat karena Aisyah belum pernah berdua dengan Ikhwan dalam satu kamar. Tapi sejenak kemudian Aisyah pun memantapkan diri untuk membolehkan Ghaffar membantunya.

Aisyah : Mmm... boleh deh, tapi tunggu sebentar akhi, ana pakai cadar dulu.

Kemudian selesai memakai cadar, Ghaffar pun masuk kamar yang dibukakan oleh Aisyah. Aisyah pun kemudian duduk di ranjangnya dengan cadar bandana hitam dan jilbab instan warna biru navy dan gamis hitamnya. Ghaffar sempat melirik kearah tangannya yang putih mulus bersih tanpa manset membuatnya berkhayal tentang tubuh Aisyah.

Aisyah duduk dengan posisi agak membusung dengan tangan kiri menyangga tubuhnya dan tangan kanan mengelus punggungnya. Tak ayal bongkahan bukit indah yang tertutup jilbab itu mulai menampakkan wujud aslinya. Begitu besar dan bulat membuat Ghaffar menelan ludah membayangkan kekenyalannya. Tanpa sadar kontol Ghaffar pun mulai tegang di balik sarungnya.

Aisyah : Itu tolong akhi di atas lemari yang itu. Sembari Aisyah menunjuk lemari yang dimaksud untuk dibersihkan dan di tata.

Ketika Ghaffar mulai menaiki kursi yang digunakan untuk pijakan, mau tidak mau Ghaffar pun harus menegakkan badan supaya bisa menjangkau bagian atas lemari. Sehingga kontol Ghaffar yang sudah tegang dan keras yang berukuran 25cm itu mengacung tajam bak tombak. Sarung yang menutupinya pun tak bisa membendung bentuk asli kontol Ghaffar.

Aisyah pun terperanjat dan terbelalak melihat pemandangan di depannya. Meskipun masih tertutup sarung, ia pun tahu bahwa ada sesuatu di dalamnya yang sudah tegang mengeras. Memang Aisyah menjaga diri dari perkara-perkara yang dilarang agama, tetapi bukan berarti Aisyah tidak pernah melihat kontol asli seperti apa. Sudah menjadi kewajaran diusia Aisyah untuk penasaran terhadap hal-hal berbau laki-laki. Sehingga ia juga pernah sekali-sekali menonton video porno di laptopnya.

Ghaffar yang mengetahui mata indah Aisyah tengah menatap kontol tegangnya berusaha untuk tetap fokus pada pekerjaannya meskipun dia juga menikmati apa yang terjadi pada Aisyah. Kelihatannya Aisyah belum menyadari kalau Ghaffar pun sesekali mencuri pandang pada tingkah laku Aisyah. Aisyah tanpa sadar nafasnya mulai terengah-engah tanpa sedetikpun berkedip dari pemandangan di depannya.

Tangannya yang tadi mengelus punggung, kini beralih meraba-raba dan meremas buah dadanya. Ghaffar pun semakin menikmati pemandangan itu sehingga dia melambatkan pekerjaan membereskan lemari.Nafas Aisyah pun makin terdengar berat dan mulai terdengar desahan- desahan kecil. Ketika Ghaffar melirik, ternyata tangan kiri Aisyah mulai memainkan pangkal pahanya dengan tangan kirinya.

Sesekali Aisyah merem melek merasakan kenikmatan yang jarang dia rasakan. Aisyah pernah meraskan hal yang sama ketika menonton video porno di laptopnya. Tapi yang ini berbeda karena kontol yang biasa dia lihat di laptop, kini ada di depannya hanya tertutup sarung saja. Desakan birahi yang sudah mulai memasuki tubuh Aisyah pun tak bisa ia tutupi dengan pakaian syar'inya.

Ghaffar pun masih beringkah seakan dia tidak tahu apa yang dilakukan Aisyah. Merasa aman, Aisyah pun memberanikan diri untuk melangkah lebih jauh meskipun di dalam hatinya berkecamuk antara larangan agama dan hawa nafsu yang menggoda.

Sering diamendengarkan kajian-kajian keislaman yang melarang ia berbuat hal itu, tapi birahi kuat yang menguasainya lebih ia pilih untuk dituruti. Akhirnya Aisyah pun menarik gamis hitamnya ke atas hingga pangkal paha, sehingga terlihat CD warna pink muda yang sudah mulai basah. Aisyah pun mulai memasukkan tangan kirinya ke dalam CD nya, ingin merasakan sensasi yang lebih.

Ghaffar sesekali melirik ke arah Aisyah yang kini menampilkan paha putih mulusnya tanpa cela yang hanya tertutup kaos kaki hitam sebetis. Bagian yang begitu dilindungi oleh akhwat, kini terpampang indah di hadapan Ghaffar.

Aisyah pun seperti sudah kehilangan kesadaran dan mulai menggesek-gesekkan jarinya di kemaluannya yang mulai membasahi celana dalamnya. Jilbab biru navynya pun mulai terlihat kusut karena remasan liar dari tangan kanannya dibarengi dengan desahan-desahan yang mulai keluar dari mulutnya.

Aksi Aisyah pun semakin liar dengan remasan dan permainan tangan kirinya memuaskan bagian bawah tubuhnya. Ghaffar pun semakin tak kuasa menahan birahi yang menerpa dirinya.

Ghaffar : Ehm... pengen banget kah ukhti?

Mendengar pertanyaan Ghaffar, sontak membuat Aisyah terperanjat dan langsung menghentikan permainannya. la segera merapikan semua pakaiannya dan menunduk malu. Aisyah pun tidak berani menatap Ghaffar. Ternyata selama ini dia melihat apa yang Aisyah lakukan.

Ghaffar pun tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Dengan kontol yang masih tegak berdiri, ia segera turun dari kursi dan memberanikan diri duduk di ranjang di samping Aisyah. Aisyah sebenarnya ingin mencegah supaya Ghaffar tidak dekat-dekat dengannya, tapi sudah terlanjur basah ketahuan sehingga Aisyah pun hanya terdiam ketika Ghaffar duduk tepat disampingnya.

Ghaffar : Hemm.. gak papa kok ukhti... ana juga tau kalau akhwat juga manusia yang punya nafsu dan syahwat.

Ghaffar Berusaha menenangkan Aisyah supaya tidak merasa bersalah.

Ghaffar : Sebenarnya sejak daritadi ana juga nafsu melihat ukhti main kayak gitu. Nih lihat jadi tegang kan kontol ana

Aisyah sedikit menaikkan kepalanya sambil masih mencuri pandang ke arah kontol Ghaffar yang tegak menjulang didalam sarungnya. Begitu banyak rasa berkecamuk di dalam diri Aisyah, namun ia juga ingin sekali merasakan kontol asli seorang ikhwan.

Ghaffar : Ana janji gak akan cerita ke Ummu Amira. Kalau ukhti mau lanjut lagi pun ga masalah buat ana.

Aisyah : Beneran akhi? Ana malu banget

Ghaffar : Ga perlu malu ukhti... ana tau kok kalau seumuran kita memang sudah waktunya mengetahui hal-hal seperti ini.

Ghaffar pun memberanikan diri untuk merangkul pundak Aisyah. Aisyah pun terlihat seperti mengiyakan saja ketika tangan kiri Ghaffar merangkul pundak kiri Aisyah dan menariknya ke arahnya. Kemudian Ghaffar memberanikan diri untuk menarik tangan kanan Aisyah untuk memegang kontolnya.

Dalam diri Aisyah masih berkecamuk antara rasa bersalah dan birahi yang tak tertuntaskan. Kajian-kajian yang pernah ia ikuti tak mampu membendung hasrat birahinya untuk merasakan kontol laki-laki yang bukan mahramnya. Aisyah masih seperti menahan tangannya dari ajakan tangan Ghaffar.

Ghaffar : Gak papa kok ukhti... toh ga ada siapa-siapa

Mendengar hal itu, Aisyah pun terdiam sejenak, kemudian memberanikan diri untuk menggenggam kontol yang selama ini hanya menjadi fantasinya.

Aisyah : Tapi ana malu akhi

Ghaffar : Malu sama siapa lho? Kan hanya ada ukhti sama ana. Toh ana juga pengen kok.. Sambil Ghaffar tertawa kecil.

Aisyah pun kini mulai meraba-raba kontol besar Ghaffar yang masih terbalut sarung. Ghaffar yang merasa mendapatkan sinyal hijau mulai memberanikan diri untuk berbuat lebih jauh. Kini dagu Aisyah ia pegang dan diarahkan ke arah wajahnya. Ghaffar pun mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Aisyah yang tertutup cadar.

Aisyah memejamkanmatanya pasrah dengan apa yang terjadi selanjutnya. Kemudian Ghaffar pun melahap bibir Aisyah dari balik cadarnya. Awalnya Aisyah hanya terdiam, tapi beberapa saat iapun mulai membalas ciuman dari Ghaffar. Cadar hitam yang membatasi bibir mereka pun mulai basah oleh liur birahi kedua anak adam itu. Ghaffar pun menghentikan ciumannya. Aisyah membuka matanya dan menatap Ghaffar dengan mata indahnya.

Ghaffar : Ana buka sedikit ya cadarnya ukhti? Biar enakan

Aisyah hanya menganggukkan kepala. Ghaffar pun terkejut melihat kecantikan bibir tipis merah Aisyah dengan kulit putih merona alaminya.

Ghaffar : Cantiknya ukhti ini. Puji Ghaffar tertegun melihat harta karun di balik cadar itu

Aisyah hanya tertunduk malu meski dalam hatinya ia merasa senang dengan pujian itu karena ini pertama kalinya ia dipuji kecantikannya oleh Ikhwan. Ghaffar langsung saja melumat ganas bibir Aisyah dan disambut dengan ciuman ganas juga oleh Aisyah. Lidah mereka pun saling menyeruak masuk ke mulut pasangannya seolah ingin menjelajahinya.

Tangan Aisyah pun makin mantab menggenggam kontol Ghaffar. Tangan kanan Ghaffar kini mulai meremas toket Aisyah dari dalam gamisnya. Terasa kenyal dan besar hingga tangan Ghaffar yang besar itu pun tak bisa mencakup semuanya. Ghaffar pun menghentikan ciumannya sejenak.

Ghaffar : Ukhti... boleh ana buka bajunya?

Aisyah yang tengah terbakar birahi pun mengiyakan.

Aisyah : Panggil ana Aisyah aja akhi... he'mh boleh

Ghaffar : Panggil ana Ghaffar saja Aisyah

Ghaffar pun mulai menarik resleting gamis hitam Aisyah sementara Aisyah menyibakkan jilbab besarnya ke pundaknya. Gamisnya di tarik hingga lepas semua ke lantai sehingga tinggal BH dan CD pink muda saja yang masih menempel di tubuh indahnya. Begitu putih mulus tanpa cela bak bidadari, yang paling menakjubkan ukuran toket nya yang berukuran 36F terlihat ingin tumpah dari BH nya.

Ghaffar : Wiihh mantab bener tubuh kamu Aisyah. Siapapun yang dapetin kamu pasti ikhwan paling beruntung di dunia.

Aisyah : Ihhh... jangan diliatin gitu dong Ghaffar... ana kan malu. Sambil tangan Aisyah mencoba menutupi tubuh indahnya.

Ghaffar : Tooh... ana jujur ini... kayak bidadari... ehh ana buka cadarnya ya?

Aisyah : Uuhh... masak sih? He'emh... boleh.

Ghaffar pun kemudian membuka cadar hitam yang menutupi wajah Aisyah kemudian melemparkannya entah kemana. Wajah putih indah Aisyah begitu mirip Angelica Fransisca. Membuat Ghaffar makin tak bisa menahan nafsunya.

Ghaffar : Duh... makin klepek - klepek nih ana lihat kecantikan Aisyah.

Aisyah : Uhhh... gantian dong Aisyah yang buka baju Ghaffar. Pintannya manja.

Kini Aisyah pun sudah mulai hilang rasa malunya dan tidak segan-segan untuk mengatakan maunya. Aisyah pun menarik kaos ku sehingga terpampang badan ku yang cukup six pack. Membuat Aisyah tak bisa melepaskan tatapan matanya dari bentuk badanku. Tangannya pun kini meraba perutku yang memang atletis. Warna tubuhku yang sawo matang begitu kontras dengan warna kulit putihnya.

Aisyah : Uhhh mas Ghaffar badannya bagus. Ana panggil mas Ghaffar boleh?

Ghaffar : Terserah Aisyah aja mau panggil apa dah.

Aisyah yang makin penasaran kini menarik turun sarung Ghaffar dan akhirnya terbebaskanlah kontol Ghaffar yang berukuran panjang 25cm dan diameter 5cm. Mata Aisyah terbelalak melihat ukuran kontol Ghaffar yang begitu besar dan berurat. Tidak seperti di video di laptopnya, kontol Ghaffar lebih besar dan panjang.

Aisyah : Ge... gede ba...nget maass... sembari Aisyah mengelus kontol Ghaffar dari ujung hingga pangkal

Ghaffar : Tapi Aisyah suka kan?

Aisyah : Takut maass... baru pertama lihat kemaluan ikhwan...

Ghaffar : Kok kemaluan sih? Ini namanya kontol

Aisyah : Kontol?

Ghaffar : Iya... mantab kan

Aisyah pun hanya mengangguk. Ghaffar pun paham dengan apa yang menjadi kemauan Aisyah. Ghaffar pun meminta Aisyah untuk duduk bersimpuh di depannya. Ghaffar membuka kedua kakinya sehingga kontol besarnya terlihat gagah dihadapan Aisyah.

Ghaffar : Mas tau kok Aisyah pengen ngemut kan? Udah ga usa ditahan

Aisyah : Emm... ta... tapi malu mass... belum pernah Aisyah ngelakuin itu...

Ghaffar : Ga usah malu... kan sekalian belajar.. buat persiapan kalo nikah besok. Canda Ghaffar padanya.

Ghaffar pun membimbing Aisyah. Aisyah pun memberanikan diri mendekatkan wajahnya ke kontol besar Ghaffar. Bau khas lelaki yang masih baru untuk Aisyah membuatnya semakin bernafsu. Ghaffar membina tangan Aisyah untuk meremas-remas lembut Telurnya. sementara tangan kanannya menekan kepala Aisyah sehingga bibirnya menempel di kepala kontolnya.

Ghaffar : Nah sekarang coba di jilat dulu

Aisyah pun hanya menuruti apa yang diperintahkan Ghaffar. Ini pertama kalinya Aisyah menjilat kontol laki-laki. Bukannya jijik, Aisyah justru terangsang ketika mulai menjilati kontol besar Ghaffar. la membayangkan seperti yang ada di video yang pernah ia lihat.

Ghaffar : Ouuhh... iyaahh... nahh gitu Aisyah...

Aisyah yang melihat Ghaffar merem melek semakin liar menjilati kontolnya mulai dari pangkal hingga ujung kepala kontol Ghaffar. Kadang kalau keluar cairan pre-cum di kontol Ghaffar, Aisyah pun langsung melibasnya dengan lidahnya. Kini Aisyah sudah semakin birahi dan mulai membuka mulutnya lebar - lebar agar kontol besar Ghaffar bisa masuk kemulutnya. Perlahan tapi pasti kontol Ghaffar pun mulai masuk ke mulut mungil Aisyah.

Ghaffar : Unghhh... ohh... mantabnya mulut Aisyah yang cantik ini... Lenguh Ghaffar merasakan kehangatan mulut Aisyah.

Tangan Ghaffar pun meremas bagian belakang jilbab Aisyah menahan kenikmatan yang Aisyah berikan. Aisyah mulai menggerakkan kepalanya naik turun, namun hanya

sepertiga dari kontol Ghaffar yang bisa ia taklukan. Suara decak benturan kontol dan tenggorokan Aisyah membuat suasana kamar menjadi semakin menggairahkan.

Cpok... cpokk... nghkk... nghkk... ummm... sluurrpp...

Ghaffar : Ouhh teruuss Aisyah sayaaang

Aisyah pun mempercepat gerakan kepalanya naik turun, menikmati kontol yang selama ini hanya ada di fantasinya. Tangan kanan Aisyah pun terus meremas lembut telur Ghaffar.

Kini Ghaffar yang sudah terangsang berat menarik Aisyah dan didudukkan di pinggir ranjang. Ghaffar yang sudah gelap mata langsung saja melumat bibir Aisyah yang tipis dan berwarna pink. Tangannya dengan cekatan melepas BH Aisyah dan langsung saja toket Aisyah yang berukuran 36F itu pun seperti melompat dari tempatnya seakan terbebas dari kungkungan.

Tangan Ghaffar pun langsung meremas-remas toket Aisyah sambil sesekali memilin putingnya yang berwarna coklat muda. Aisyah pun menahan desahannya ketika merasakan aliran birahi memuncak saat putingnya dirangsang seperti itu.

Ghaffar terus menciumi Aisyah sambil mendorongnya hingga terlentang di ranjang. Kini dengan penuh nafsu liar Ghaffar menciumi leher Aisyah dan disambut dengan desahan Aisyah menahan rangsangan yang belum pernah ia rasakan. Aisyah memeluk Ghaffar sambil terus mendesah, kakinya pun ia silangkan ke pinggang Ghaffar.

Aisyah : Ouuhh... aahhh... teruuss maasss... aahhhh... iyaaahh...

Ghaffar pun mulai mencupangi pangkal leher hingga belahan dada Aisyah. Kini ia memandangi dua buah gunung besar dihadapannya. Tak pernah Ghaffar melihat langsung toket akhwat seindah dan sebesar ini.

Aisyah : Uhhh... kenapa mass? Jangan diliatin dong... Aisyah malu...

Meskipun malu, tapi Aisyah tidak berusaha menutupinya. Tanpa ba bi bu, Ghaffar langsung menyerang kedua bongkahan raksasa toket akhwat itu. Dimulai dari menjilati sekelilingnya hingga mendekat ke arah puting. Sengaja dia menjilati sekelilingnya tanpa menyentuh puting toket Aisyah yang membuat Aisyah makin gelisah tak karuan.

Aisyah : Ahhh... masss... isepp dongg... jangan gituu...

Aisyah pun berusaha membusungkan dadanya dan mengarahkan kepala Ghaffar supaya mau melumat putingnya, tapi Ghaffar pun tak mau terbawa suasana Aisyah. Dia tetap mempermainkan Aisyah dengan jilatan dan remasan di toket Aisyah. Bergantian kadang kiri kadang kanan. Sampai akhirnya Ghaffar pun membenamkan mukanya di toket Aisyah dan mengulum habis putingnya.

Kelakuan Ghaffar ini sontak membuat Aisyah melenguh panjang merasakan kenikmatan luar biasa.

Aisyah : OOOOUUUHHHHHHHH... SAYAAAANGHHHH...

Mendengar Aisyah melenguh hebat, Ghaffar semakin meliarkan kulumannya di puting Aisyah. Dia melakukannya bergantian kiri dan kanan membuat badan Aisyah kelojotan merasakan serangan kenikmatan. Kepalanya pun menoleh kanan kiri, kadang mendongak ke atas sembari menggigit bibir bawah menahan rasa nikmat di toketnya.

Kemudian Ghaffar melakukan serangan akhir dengan menyatukan toketnya dan mengulum kedua puting Aisyah secara bersamaan. Aisyah pun seperti tersengat listrik. Kali ini ia merasakan kenikmatan yang lebih daripada sebelumnya hingga membuatnya menjambak-jambak rambut Ghaffar. Tak lama berselang Aisyah pun merasakan desakan cairan di vaginanya.

Aisyah : MMPHHHH... OUUUHHH MASSS....

Aisyah pun langsung lemas setelah mendapatkan orgasmenya yang pertama kali.

Ghaffar : Ehhh... barusan Aisyah orgasme ya?

Aisyah : Or... orgasme... apa... sih mas?

Ghaffar : Itu yang barusan Aisyah rasain... nikmat kan?

Aisyah pun hanya mengangguk, ia masih merasakan sisa kenikmatan dari orgasme pertama dalam seumur hidupnya. Belum selesai merasakan orgasme pertamanya, Ghaffar mulai melanjutkan menikmati tubuh indah akhwat suci itu. la mulai melanjutkan menciumi perut hingga mendekati CD pink Aisyah yang basah kuyup oleh cairan surgawinya. Bahkan ranjangnya pun ikut basah seperti danau.

Ghaffar pun menarik turun CD Aisyah yang basah kuyup hingga terlepas. Kini tergeletak di depan Ghaffar seorang akhwat berparas cantik putih tanpa sehelai kain menutupi tubuhnya, hanya jilbab saja yang masih menempel di kepala Aisyah dan itu yang menambahkan sisi keasyikan tersendiri.

Ghaffar pun masih tak percaya dengan apa yang dia lihat, memek Aisyah pun terlihat indah tanpa bulu sedikitpun dan nampak rapat sempurna.

Ghaffar : Indahnya tubuhmu Aisyah sayaanng

Kini Ghaffar melanjutkan menjilati tubuh indah nan suci Aisyah mulai dari ujung kaki hingga pangkal paha. Selesai kaki kanan ia lanjutkan kaki kiri. Ketika sampai di depan liang surgawi Aisyah, Ghaffar mulai menciumi bagian luar vagina Aisyah. Bau harum khas vagina akhwatpun membelai lembut hidung Ghaffar yang membuatnya makin bernafsu.

Tak butuh waktu lama, dengan bantuan jemarinya, Ghaffar membuka sedikit vagina Aisyah dan nampak warna pink muda yang sudah basah kuyup menanti tombak perkasa Ghaffar. Dengan perlahan Ghaffar menjilati vagina basah Aisyah dari pangkal ke atas tanpa menyentuh klitorisnya.

Merasakan sensasi hangat menggelitik di bagian bawah, Aisyah pun mencoba melihat dengan mengganjal kepalanya dengan guling. Jialatan demi jilatan Ghaffar membawa Aisyah menapaki kenikmatan dunia yang tak pernah dia bayangkan. Desahan dan lenguhan Aisyah begitu erotis di dalam kamar kecilnya.

Aisyah : OOUHHH... SSHΗΗΗ... ΜΜΜΗΗΗ... ΑΗΗΗ... IYAAAHH MAASSS... OUUHHH... ΕΝΑΑΑΚK MAASSS... OUUHH MAS GHAFFAAR SAYAANGHHH...

Aisyah makin kelojotan bak cacing kepanasan ketika Ghaffar melesakkan lidahnya jauh lebih dalam ke liang surgawi Aisyah. Mengobok-obok, menggali lebih dalam seakan lapar dan ingin melumat habis semua cairan surgawi Aisyah. Mendapatkan serangan kenikmatan tiada tara di vaginanya, tak ayal membuat Aisyah mencapai klimaks keduanya dan kali ini lebih hebat lagi.

Aisyah : UNGGHHH... MAASSS MAU PIPISSS... AAGHHH... OUUHHΗΗΗ...

Aisyah menekan erat - erat kepala Ghaffar dan ia jepit dengan kedua pahanya, membuat kepala Ghaffar terjepit total.

Crrttt... cuuurrrrr...

Ghaffar segera menarik kepalanya ketika merasakan semburan hangat dari vagina Aisyah. Aisyah mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi dan menyemburkan cairan surgawinya seperti air bah. Pemandangan yang indah ketika seorang akhwat yang selalu menjaga auratnya kini mengalami orgasme dan squirting.

Badan Aisyah pun langsung lunglai dan nafasnya tersengal-sengal merasakan orgasmenya yang kedua.

Ghaffar : Duhhh... udah 2x nih Aisyah sayaang...

Aisyah pun hanya terdiam. Nafasnya masih terasa berat setelah orgasme.

Ghaffar : Ana mulai ya Aisyah sayaang...

Ghaffar mengecup pipinya dan mulai menggesek-gesekkan kontol besarnya di bibir vagina Aisyah. Ghaffar memberikan isyarat untuk Aisyah agar menahan pahanya dengan tangannya sehingga liang surgawinya sedikit terbuka.

Dengan posisi Aisyah telentang dan kaki mengangkang, Ghaffar mulai melesakkan kontolnya ke liang surgawi Aisyah. Terasa seret dan susah, bahkan ujung kontol Ghaffar pun tidak bisa masuk.

Kemudian Ghaffar berinisiatif menggunakan ludah untuk membasahi ujung kontolnya dan sedikit melumasi bibir vagina Aisyah. Aisyah pun hanya menutup mata menanti aksi Ghaffar berikutnya.

Kali ini Ghaffar mencoba kembali melesakkan kontol 25cm nya ke liang surgawi Aisyah. Dengan susah payah akhirnya kontol Ghaffar pun mulai melesak masuk vagina Aisyah. Aisyah yang merasakan benda keras menguak vaginanya pun terbelalak menahan sakit.

Aisyah : Akhh... Akhh... sakiitt maass pelan... pe... laaannhh...

Baru seperempat kontol yang masuk, Ghaffar merasa ada yang menghalangi kontolnya. Ia pun tau ini lembar keperawanan Aisyah. Ghaffar pun secara perlahan tapi pasti menekan kontolnya jauh lebih dalam dan terasa seperti merobek sesuatu.

Aisyah : Aaakkkk... pekik Aisyah menahan sakit.

Ghaffar menghentikan gerakannya dan membiarkan sementara kontolnya di dalam vagina Aisyah agar terbiasa sembari Ghaffar menciumi bibir Aisyah dan tangannya meremas toketnya. Ketika Aisyah mulai tenang, Ghaffar pun mulai melanjutkan penetrasinya. Perlahan ia mulai menekan lagi kontolnya jauh lebih dalam.

Ghaffar : Masih sakit Aisyah sayang?

Aisyah : Mmmhhh... sedikit maass... pelan-pelan yah...

Aisyah mulai hilang rasa sakitnya dan berganti dengan sensasi nikmat. la pun mulai mendesah ketika Ghaffar melesakkan kontolnya hingga 3/4nya masuk ke liang surgawinya.

Aisyah : Ssshhh... ahhh... mmhh...

Ghaffar : Udah enakan Aisyah sayang?

Aisyah : Iyahh maass... uhh enakk banget kontol maass... gede banget... berasa sesek didalem...

Tangan Aisyah menggenggam erat guling, matanya merem melek menikmati genjotan Ghaffar yang perlahan keluar masuk vaginanya. Ghaffar menggempur dengan kecepatan perlahan dan dengan teratur menaikkan tempo. Suara ranjang menjadi saksi bisu dosa dua aktifis islam ini. Aisyah semakin keras mendesah, nafasnya mulai memburu, tangannya pun mulai berganti meremas toket besarnya.

Aisyah : OHHHH... MASSS... ENΑΑΑΚΚΚ... ΤTERUUSSHHH... ΑΙΗΗΗ... MMPPHH... AHHH...

Melihat Aisyah, Ghaffar menaikkan kecepatan genjotannya hingga ranjang mereka pun makin berisik. Tak butuh waktu lama, Aisyah pun meremas toketnya kuat-kuat dan melengkungkan badannya sambil melenguh panjang tanda ia mencapai klimaks. Ghaffar pun segera mencabut kontolnya dengan sigap.

Aisyah : OOOOUHHHHHHH... MAAASSSSSS.... CRRRRRTTTTTTT... SEERRRRR... SEERRRRRRRRR...

Badan Aisyah mengejang hebat merasakan orgasme ketiganya. Kini seluruh ruangan kamarnya berbau khas cairan surgawi akhwat.

Aisyah : Mhhh... hhh... Mass... belum orgasme yaah...?? Aisyah uda capek banget...

Ghaffar : Belom nih sayang... capek enak kaan?

Aisyah : He'emh... trus gi... mana... dong mas?

Ghaffar : Yaudah... mas ijin pakai tubuh cantik Aisyah nyampe mas orgasme ya?

Aisyah : He'emhh... maass...

Ghaffar kini memiringkan posisi Aisyah miring ke kanan. Kaki kanan Aisyah ditegakkan dan ditahan dengan tangan kiri Ghaffar. Ghaffar melesakkan kembali kontolnya ke vagina Aisyah. Sudah lebih mudah meskipun masih saja seret. Kini Aisyah hanya bisa mendesah pasrah oleh permainan Ghaffar. la menaikkan dan menurunkan tempo genjotannya sehingga membuat Aisyah kembali orgasme.

Ghaffar mengejar klimaksnya dengan menaikkan tempo genjotannya. la benar- benar menikmati persetubuhan dengan akhwat itu. Kini posisi Doggy yang ia coba. Ghaffar pun mengabadikan momen ia menyodok Aisyah dari belakang itu dengan handphonenya.

Begitu mulus putih tanpa cela tubuh indah Aisyah membuat Ghaffar semakin liar menggenjot nya. Aisyah pun kembali klimaks hingga kini seluruh ranjangnya basah kuyup. Bahkan cairan surgawinya sudah membasahi hampir seluruh bagian ruangan kamarnya.

Kini dengan posisi missionary, Ghaffar mengeluarkan semua tenaga terakhirnya. Dengan satu hentakan kuat, kontolnya pun terbenam hingga mentok ke rahim Aisyah. Aisyah pun tersentak merasakan kenikmatan ketika rahimnya disodok kontol Ghaffar. Ghaffar langsung saja menggenjot Aisyah dengan cepat dan liar.

Mereka pun sudah tak menghiraukan lagi dengan lingkungannya. Aisyah semakin keras mendesah, mendekap erat Ghaffar. Kakinya pun ia silangkan di pinggul Ghaffar. Genjotan Ghaffar semakin tak terkendali dan kini ia merasakan kontolnya akan meledak.

Ghaffar : Uhhh... Aisyah sayang... keluarin dalam yaa??

Aisyah : Aahh... Ahh... ter... serahh... massss... akhhh

Tanpa basa basi, Ghaffar membenamkan seluruh kontolnya kedalam vagina Aisyah dan memuntahkan semua spermanya ke vagina akhwat cantik itu.

Ghaffar : ARRGHHHHH!!!

Aisyah : OOOUUUUHHHHΗΗΗ...

Beberapa detik Ghaffar menahan posisinya. Karena terlalu banyak sperma yang dikeluarkan, vagina Aisyah yang kecil pun tak sanggup menahan lelehan sperma bercampur darah keperawanan keluar dari bibir vaginanya. Habis sudah tenaga kedua anak adam itu, Ghaffar mencium mesra bibir Aisyah disambut dengan ciuman mesra pula dari Aisyah sebelum akhirnya mereka tertidur pulas.

Persetubuhan itu berlangsung hingga adzan maghrib. Menjelang isya, mereka terbangun dan mandi bersama. Di dalam kamar mandi Aisyah masih sempat memberikan blowjob terakhir sebelum akhirnya Ghaffar pulang kembali ke kosnya.

Hari itu merupakan hari terindah Ghaffar di Jakarta bisa menikmati tubuh indah seorang akhwat cantik. Bagi Aisyah pun ini pengalaman sex pertamanya yang hebat. Sesampainya di kosan, Ghaffar membuka chat WhatsApp Aisyah.

Aisyah : Makasih yaa masss... Nyesel sih... tapi nagih... sambil Aisyah memberikan emot tertawa

Ghaffar : Hahaha... ya gimana sayang? Mau udahan atau lanjut lagi nih?

Aisyah : Mmm... liat besok ya mass Ghaffar... bobok dulu ya... assalamualaikum... mmuach...

Aisyah pun menutup chat dengan emot ciuman, dan Ghaffar pun tidur dengan senyum puas bahagianya. Dia tidak sadar bahwasanya ada orang lain yang merekam persetubuhan mereka dan akan jadi awal hidup baru Ghaffar di Jakarta.

JANGAN LUPA KOMEN, VOTE DAN FOLLOW, AYOO MARI BANTU ADMIN SUPAYA BISA LANJUTIN KARYA INI...

KALO ADA LEBIH REJEKI BOLEH DONASI KE ADMIN SUPAYA LEBIH SEMANGAT LAGI UPDATE NYA...

JANGAN LUPA JUGA FOLLOW SOSIAL MEDIA ADMIN

INSTAGRAM : @IDN.NETWORK & @WIDASU.ID

Bab 2

Esok harinya, ketika di kampus pun Ghaffar mulai berani menegur sapa Aisyah. Meskipun Aisyah ingin membalas sapaanya, tapi ia tetap manjaga imagenya sebagai akhwat alim yang menjaga pandangannya dari ikhwan lain yang bukan mahramnya.

Hari itu Ghaffar pulang lebih awal, karena Aisyah ada kuliah hingga malam, akhirnya hasrat Ghaffar untuk menjamah tubuh Aisyah pun tak bisa terpenuhi. Aisyah hanya bisa menyepong kontol Ghaffar di toilet sekretariat BEM Fakultas, itupun hanya sebentar karena harus ada kuliah lagi. Sebelum pergi Aisyah sempat memberinya ciuman sambil meminta maaf. Hari ini Aisyah tetap tampil cantik dengan cadar tali, jilbab hitam besar dan jubah panjang hitamnya. Kacamatanya menambah kecantikan diirinya.

Ketika sampai di kos, Ghaffar segera membuka HP dan mendapati chat dari Ummi atau Bu Amira. la adalah ibu dari Aisyah.

Bu Amira : Dek Ghaffar sudah pulang? Kalau sudah tolong segera ke rumah ya.. penting

Ghaffar : Iya sudah bu... inshaa Allah ini segera kesitu bu

Tanpa berburuk sangka pun Ghaffar segera ganti baju, mandi dan segera menuju rumah Aisyah. Sesampainya disana, Ghaffar langsung masuk. Sementara bu Amira sudah menunggunya di ruang tengah.

Ghaffar : Assalamualaikum bu... ada perlu apa ya?

Karena hari ini bukan hari kerja Ghaffar sehingga Ghaffar pun agak bingung.

Bu Amira : Ohh gak papa... Cuma mau ngobrol sebentar.

Hari ini pun bu Amira terlihat cantik dengan jilbab instan antem panjang sepaha berwarna marun membalut indah wajahnya yang putih bersih mirip Zaskia Adya Mecca. Gamis panjang hitam kombinasi marun pun menghiasi lekuk tubuhnya yang indah. Akhwat berumur 37tahun ini memang merawat tubuhnya dengan baik. Sejak bercerai dengan suaminya setahun lalu, kini bu Amira lebih memperhatikan perawatan tubuhnya. Meskipun berbaju syar'i, namun itu tidak bisa menyembunyikan toketnya yang luar biasa besar. Ghaffar pun merasa mungkin lebih besar dari Aisyah.

Di ruang tengah ada 1 sofa besar cukup panjang, muat untuk 5 orang, 1 TV LED ukuran 60an inch dan home theatre. Ruangan itu juga dipenuhi pernak pernik hiasan dan juga karpet yang membuat suasana ruangan terlihat mahal.

Bu Amira duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya di atas kakinya yang lain, bibir merah alaminya membuat setiap laki-laki yang melihat pasti ingin melumatnya. Matanya menggunakan kontak lens dan eye liner sehingga menyempurnakan kecantikan wajahnya.

Bu Amira : Sini duduk sebentar

Ghaffar : Ohh iya bu

Ghaffar pun memberanikan diri duduk di sofa dengan bu Amira. Pandangannya tak bisa lepas dari gundukan raksasa di dada bu Amira.

Bu Amira : Mmm... dek Ghaffar ini satu fakultas sama Aisyah ya?

Ghaffar : Iya bu...

Bu Amira : Cantik gak anak saya? Tanya bu Amira bercanda.

Ghaffar : I... iya bu... cantik... tapi kan anak ibu pakai cadar, jadi saya juga belum tau betul.

Bu Amira : Ahh... masa sih?

Ghaffar : Iya bu... masa saya bohong...

Bu Amira : Ohh... ibu jadi kepikiran deh nanti waktu cariin jodoh dia... jawab bu Amira sambil tertawa kecil

Bu Amira : Ehh... ibu ada video bagus... mau coba lihat?

Ghaffar : Video apa bu?

Ghaffar berfikir itu video produk baru bu Amira, karena bu Amira punya bisnis busana muslim akhwat.

Bu Amira : Sudah... coba dilihat dulu...

Ghaffar pun mulai menonton video yang ada di HP bu Amira. Betapa kagetnya Ghaffar ketika yang ada di video itu adalah video persetubuhan nya dengan Aisyah. Wajah Ghaffar langsung pucat, tangannya gemetar, kini dia pun sudah tak bisa lagi berfikir. Pikirannya sudah kalut membayangkan apa yang akan di katakan bu Amira.

Bu Amira : Aisyaahh... sini, nih ditungguin mas Ghaffar

Kulihat Aisyah pun keluar dari kamarnya dengan tertunduk. la hanya menggunakan cadar tali dengang jilbab sedang dan gamis panjang tanpa kaus kaki dan manset. Mungkin ia pulang awal karena mau disidang oleh ibunya.

Bu Amira : Situ... Duduk di bawah! Perintah bu Amira pada Aisyah. Aisyah pun hanya menunduk dan mengikuti perintah ibunya.

Ghaffar pun tak berani menatap Aisyah, wajahnya pucat, pikirannya tak tentu arah. Kini mereka berdua seperti orang yang tengah menunggu hukuman mati.

Bu Amira : Jadi gini? Sudah saya pekerjakan! Malah kamu zinahi anak saya?! Mau kamu apa?!!

Ghaffar hanya terdiam.

Bu Amira : Oke!! Hanya 2 pilihan!! Kamu ikuti semua apa yang ibu mau! Atau ibu laporkan ke kepolisian! Pilih !!

Ghaffar : Afwan bu... Ghaffar gak bermaksud...

Bu Amira : Heh!! SURUH MILIH KOK MALAH NGOMONG GAK JELAS!! PILIH!!

Ghaffar : I... iya bu... Ghaffar pilih yang pertama...

Ghaffar pun tak punya pilihan, daripada hancur di penjara, mending coba opsi lain meskipun harus kerja rodi selamanya. Aisyah pun terlihat pasrah tak bisa berkata apa-apa.

Bu Amira : Oke sekarang kamu berdiri hadap kesini

Ghaffar pun berdiri menghadap Bu Amira.

Bu Amira : Aisyah! Kamu juga harus tanggungjawab!! Lihat kesini!!

Aisyah pun mulai mengangkat kepalanya. Matanya berkaca-kaca dan terlihat bengkak.

Bu Amira : Sekarang kamu telanjang!! Seperti waktu kamu zinahi anakku!!

Ghaffar pun tak berfikir panjang, ia pun segera melucuti semua pakaiannya hingga tak tersisa sehelai benang pun di tubuhnya. Kini tubuhnya yang atletis terpampang di depan akhwat janda cantik itu dan juga kontolnya yang panjang itu menggelantung seperti terong yang lemas.

Bu Amira : Sini maju lebih deket!! Kamu juga Aisyah!! Lihat baik-baik orang ini!!

Ghaffar pun maju mendekati bu Amira.

Bu Amira : Ohh... ini yang bikin kamu rela dizinahi? Gitu Aisyah? Sambil tangan kiri Bu Amira meremas telur Ghaffar.

Meskipun dalam perasan kalut, mendapat perlakuan seperti itu dari akhwat janda cantik pun membuat Ghaffar terangsang. Tanpa sadar kontol Ghaffar pun mulai keras dan membesar.

Bu Amira : Ehh dasar gatau malu ya!? Udah salah masih aja nafsu!? Dasar Binatang Kamu!! Bentak bu Amira ada Ghaffar dibarengi dengan remasan kuat di telur Ghaffar yang membuatnya sedikit ngilu tapi nikmat.

Bu Amira : Aisyah!? Apa yang kamu lakuin sama benda ini ha?! Jawab!!

Aisyah : Em... emmut... mi... diemut... Jawab Aisyah sambil menahan malu tapi tetap memandang ke arah kami.

Bu Amira : JADI INI HUKUMAN KALIAN!! AISYAH HARUS LIAT APA YANG IBU LAKUIN SAMA GHAFFAR!! DAN KAMU GHAFFAR HARUS MENURUTI SEMUA PERINTAH IBU!!

Kemudian Bu Amira pun mulai mendekatkan wajahnya ke kontol Ghaffra dan mulai menciumi dan menjilati kontol Ghaffar dari pangkal hingga ke ujung. Ghaffar yang menerima perlakuan itu makin bingung tak karuan. Disisi lain ia malu dengan kelakuannya, disisi lain ini surga dunia yang ia dambakan. Ghaffar pun hanya bisa memejamkan mata merasakan permainan bu Amira di kontolnya.

Bu Amira : Umm... Slurrrpp... Cup... Cup... Aisyah harus lihat gimana caranya nangani kontolllh...

Aisyah pun terlihat kaget dengan perlakuan ibunya pada Ghaffar. Rasa takut dan risih yang dirasakannya kini berganti rasa penasaran dan terangsang atas aksi yang terjadi di depannya.

Bu Amira pun mulai menyibakkan jilbabnya dan menarik resleting gamisnya kemudian menurunkan gamisnya hingga sepinggang. Otomatis bukit raksasanya tumpah keluar dari sarangnya. Toket berukuran 40H itu pun membuat mata Ghaffar terbelalak. Tak pernah terbayangkan akan melihat toket sebesar itu dalam hidupnya. Bahkan urat nadi hijau dan biru nampak menghiasi kulit putih mulus toketnya.

Bu Amira : Kenapa? Pengen pegang toket ibu??

Ghaffar pun kaget dengan bahasa 'toket' yang bu Amira gunakan. Sebelum Ghaffar sempat menjawab, kini Bu Amira melakukan Deepthroat ke kontol Ghaffar. Dalam satu gerakan maju semua kontol Ghaffar yang berukuran 25cm dan diameter 5cm itu pun masuk ke tenggorokan bu Amira. Tangannya pun masih dengan aktif memainkan telur Ghaffar sehingga membuat Ghaffar semakin terangsang hebat.

Aisyah yang melihat permainan ibunya pun mulai terangsang. Tak pernah terbayangkan olehnya kalau ibunya sebegitu mahir dalam memanjakan kontol laki-laki. Selama ini Aisyah hanya tau kalau ibunya seorang akhwat yang begitu menjaga diri dari ikhwan yang bukan mahramnya.

Bahkan ibunya sudah sering menjadi pemateri di kajian- kajian kemuslimahan. Tapi kini yang ada dihadapan Aisyah adalah sisi binal ibunya. Kontol yang besar panjang itupun ibarat permen lolipop bagi ibu Aisyah. Bu Amira kini mulai memaju mundurkan kepalanya, mengocok kontol Ghaffar dengan mulutnya.

Kadang mundur hingga hanya kepala kontolnya saja yang masih dikulum, kemudian dengan cepat bu Amira memajukan kepalanya hingga mentok ke pangkal kontol Ghaffar. Kurang lebih 7 menit bu Amira men - deepthroat kontol Ghaffar sambil terus meremas - remas telurnya. Tangan kanan bu Amira pun aktif meremas toketnya yang berayun mengikuti irama sodokan kepalanya.

Bu Amira : Ungh... Ugh... Ugh... cpok... cpok... Ughh... Ughh... slurrpp... uGhhh...

Suara benturan kontol dan tenggorokan becek bu Amira membuat rangsangan hebat pada Aisyah yang tanpa sadar mulai meremas-remas toketnya. Ghaffar yang mendapatkan perlakuan luar biasa itu pun tak bisa mempertahankan pertahanannya dan akhirnya pun ia mencapai klimaks.

Ghaffar : Aghh bu Amira... ana mau keluarr...

Bu Amira yang mengetahui datangnya klimaks Ghaffar bukannya menghentikan sodokannya malah mempercepat gerak kepalanya maju mundur seolah-olah ingin menelan habis semua kontol Ghaffar.

Crrtt... crrttt... CRRRRRTTTTTTT...

Luapan sperma Ghaffar pun semuanya kini tumpah di dalam mulut bu Amira karena kontol Ghaffar masih sepertiga di dalam mulutnya. Selesai ejakulasi, Bu Amira terlihat menyedot - nyedot kontol Ghaffar yang membuat Ghaffar merasa geli.

Kemudian bu Amira menumpahkan sperma dimulutnya ketangannya dan memanggil Aisyah.

Bu Amira : Aisyah... sini... buka cadarmu...

Aisyah pun yang sudah didera birahi hebat tanpa pikir panjang langsung melepas cadarnya. Bu Amira kembali memasukkan sperma tadi ke mulutnya seperti adegan-adegan di film porno.

Kemudian ia membuka mulut Aisyah dan melakukan cum-swap ke Aisyah. Benar-benar pemandangan yang erotis ketika ibu dan anak melakukan Cum Swap dan dilanjutkan dengan ciuman layaknya lesbian. Aisyah pun terlihat menikmati sperma dimulutnya, mungkin karena sudah terlanjur terangsang hebat. Kini keduanya sama - sama menelan sperma Ghaffar.

Bu Amira : Gimana dek? Enak mana ibu sama Aisyah nyepongnya?

Ghaffar : Eee... enak... ibu... Aisyah pun merasa tertantang. Mukanya terlihat sedikit kesal dengan jawaban ku. Walaupun kesal, tapi kecantikannya tetap tidak hilang.

Bu Amira : Eitz... hari ini Aisyah ga boleh ngapa-ngapain sama Ghaffar. Hari ini Ghaffar jadi pemuas ibu dan Aisyah harus nonton kita sampai selesai.

Ghaffar pun sudah tak berpikir yang lain-lainnya yang ada hanya ia ingin segera mensetubuhi akhwat janda super cantik ini.

Bu Amira : Nah sekarang dek Ghaffar lakuin apa yang dek Ghaffar lakuin sama Aisyah. Buat ibu menjadi kuda binal! Seru Bu Amira.

Mendapat perintah itu, bak kesetanan Ghaffar pun langsung menyerbu badan sintal akhwat beranak satu ini. Gamis yang ada di tubuh bu Amira pun langsung di lucutinya dan ia lemparkan entah kemana.

Kini hanya tinggal jilbab antem marun yang menempel ditubuhnya. Vaginanya terlihat agak tembem tanpa bulu. Toketnya yang ultra besar dihiasi puting berwarna coklat sedang. Ghaffar pun langsung mencumbu leher Bu Amira yang sudah mulai terlentang di sofa.

Sofa yang ada di ruang tengah ini bagian sandarannya bisa di rebahkan sehingga berbentuk seperti kasur. Tangan kanan Ghaffar dengan liarnya meremas toket bu Amira sebelah kiri sementara tangan kirinya meremas toket kanannya.

Bu Amira mendesah tak karuan. la pun sudah tak peduli lagi dengan suara desahannya yang cukup keras. Aisyah yang melihat percumbuan Ghaffar, kini semakin terangsang dan mulai memainkan vaginanya dari luar CD dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya meremas-remas toketnya yang masih tertutup gamis.

Ghaffar yang kesetanan kini mulai turun ke arah gunung raksasa bu Amira dan mulai mengulum putingnya yang sudah mengera sejak tadi. Bu Amira yang sudah lama mendambakan sentuhan laki-laki ditubuhnya pun makin blingsatan menerima terpaan birahi. Tangannya meremas - remas kepala Ghaffar seakan ingin agar kepala Ghaffar amblas seluruhnya di toketnya. Kadang Ghaffar menampar-nampar toket bu Amira membuat bu Amira kelojotan girang. Ternyata bu Amira menyukai Hardcore seks.

Bu Amira : Ouuhh iyaahh Ghaffaaarrr... tampar lagi toket ibuu... UHHH.. ISEP JUGAAA... OUUHHH... OUHH...

Kontol Ghaffar yang tadinya lemas sudah kembali tegang dan keras. Ghaffar pun semakin menjadi - jadi melumat kedua bongkahan gunung itu yang kali ini mengulum kedua puting bu Amira bersamaan. Puas bermain dengan toket, Ghaffar menyusuri tubuh sintal nan indah akhwat anak satu itu dengan jilatan hingga tiba di liang surgawi bu Amira.

Nampak Vaginanya mulai basah oleh cairan kenikmatan yang memberikan aroma rangsangan pada Ghaffar. Tak perlu dikomando lagi, Ghaffar pun segera membenamkan mukanya ke Vagina bu Amira. Kadang ia jilat, kadang di sedot-sedot, kadang ia pilin-pilin klitorisnya, dan kadang ia tampar - tampar vagina bu Amira. Bu Amira yang mendapatkan pelecehan itu malah semakin liar bak cacing kepanasan. Tubuhnya blingsatan kesana kemari.

Bu Amira : Aaahhh... Ouhh... GHAFFAAARRR... JANGAN BERHENTII... AHHH TERUSSHHH... ΜΜΗΗ... KONTOL KAMU SAYAAANNGG... IBU MAU KONTOL KAMUUUHHH... Racau Bu Amira merasakan gelora birahi yang memuncak.

Ghaffar pun serasa seperti raja dan mulai memanggil bu Amira semaunya.

Ghaffar : HEH LONTEE!? KAMU MAU KONTOL HAH??? MAU!?? SINI NUNGGING KAYAK ANJING!??

Merasa dilecehkan bu Amira yang sudah kalap oleh birahi pun malah semakin liar.

Bu Amira : OHHH IYAH SAYANG... IBU MEMANG LONTE... IBU MEMANG ANJING HAUS KONTOOOLL.. racau bu Amira sambil merasakan kenikmatan di vaginanya.

Ternyata Ghaffar kini mengocok liang vagina bu Amira dengan jari- jarinya. Memberikan rangsangan hebat ke seluruh tubuh bu Amira.

Ghaffar : LONTE SINI KAMU! MAU KONTOL HAH?! BURUAN NUNGGING KAYAK ANJING!!

Ghaffar pun kini tidur telentang, bu Amira yang paham dengan situasi pun langsung bangun dan mengubah posisinya menungging layaknya anjing. Ibarat sapi yang dicolok hidungnya, bu Amira pun bergerak merangkak dengan posisi nungging hingga wajahnya mendekati kontol Ghaffar.

Ghaffar : SIAPA NAMAMU LONTE?!! LONTE SYARI YA?? ATAU ANJING SYAR'I?!

Bu Amira : AHH IYA SAYANGG... AKU ANJING SYAR'I SAYANG... UHH MAU KONTOLMU SAYAAANNNGG... ANJING SYAR'I INI HAUS KONTOL!!!

Tangan kanan Ghaffar menahan kepala bu Amira yang masih terbalut jilbab antem marun itu supaya tidak menyentuh kontolnya. Tapi bu Amira dengan sekuat tenaga mendorong kepalanya sambil membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya ibarat anjing kelaparan.

Ghaffar : OOHH DASAR ANJING!! PENGEN BANGET KONTOL?! NIH HADIAH BUAT KAMU!!

Ghaffar pun melepas tangannya, dan bu Amira langsung melahap habis kontol Ghaffar bak anjing kelaparan yang mendapat makanan kesukaannya. Dengan liar ia mengocok kontol Ghaffar dengan mulutnya. Suara decak becek tenggorokan dan liur bu Amira mewarnai ruang tengah rumah mewah itu.

Kadang bu Amira terbatuk - batuk ketika kontol Ghaffar terlalu dalam memasuki tenggorokannya. Setelah puas membuat becek kontol Ghaffar, bu Amira pun mengambil posisi Woman On Top. la segera berjongkok di atas kontol dengan kaki kanannya agak diangkat sedikit.

Bu Amira : AHHH SAYANG... BERI ANJING SYAR'I INI KENIKMATAN KONTOL JANTANMU SAYAANG... PLEASEE... pinta bu Amira memelas.

Ghaffar pun hanya mengangguk. Sejurus kemudian bu Amira mulai menekan kepala kontol Ghaffar ke arah vaginanya dan blessshh kontol besar nan panjang itu masuk tanpa ada kesulitan apapun.

Bu Amira : OUUUHHHΗΗΗΗ... ΚΟNNTOOOLLLHH...

Lenguhan panjang bu Amira diiringi dengan gerakan maju mundurnya memburu nafsu kini semakin menderu. Bak kesurupan, bu Amira bergerak maju mundur dengan liar membuat bongkahan gunungnya melambai-lambai dan bersuara plak plak ketika toketnya menghantam badannya.

Ghaffar pun merasakan kenikmatan yang luar biasa mendapatkan pelayanan hebat dari akhwat janda binal. Tak mau melepaskan kesempatan, tangan Ghaffar kini aktif meremas dan memainkan puting bu Amira.

Bu Amira yang mendapatkan serangan birahi dari 2 arah pun tak sanggup berlama-lama menahan klimaksnya. Kontol Ghaffar yang besar dan panjang terasa sesak dan nikmat di liang surgawinya ditambah puntiran nakal Ghaffar di puting toket membuat bu Amira melenguh hebat sambil mengangkat tubuhnya hingga kontol Ghaffar terlepas

Bu Amira : ΜΜΜΜΜΜΗHHOOOOOOOOHHHHH... CRRRTT... SEERRRRRRRRR.. SEERRRRR..

Luapan air mancur cairan surgawi bu Amira pun menyebar ke segala arah di ruang tengah itu. Setelah beberapa detik klimaks, nampak bu Amira mulai lemas, namun bukan berarti selesai. la kembali memasukkan kembali Kontol dahsyat Ghaffar dan mulai bergerak naik turun. Ketika naik terlihat vagina bu Amira seperti kempot kebawah, dan ketika turun, blesshh kontol Ghaffar menghujam dalam - dalam vagina bu Amira hingga menghantam rahimnya. Posisi ini bertahan sekitar 8 menit sampai akhirnya bu Amira klimaks untuk kedua kalinya.

Bu Amira : Hhhh... Hhhh... Anjing syar'i ini capek... kamu belum keluar sayang?

Ghaffar : hah? Lawan anjing kok keluar cepet? Ga mungkin lah...

Bu Amira : Uhhh... yaudah pakai Anjing Syar'i ini semau kamu sayaaangg...

Ghaffar : Ya Pastilah!! Emang kamu anjing! Bentar aku mau kasih makan anakmu!

Ghaffar pun turun ke Aisyah yang ternyata sudah telanjang bulat tinggal menyisakan jilbabnya saja. Nafasnya terengah-engah tapi matanya masih menatap kontol Ghaffar dengan penuh nafsu. Karpet yang Aisyah duduki kini sudah banjir dengan cairan surgawinya. Entah berapa kali dia orgasme.

Ghaffar : Uhhh sayang... pengen banget kontol ya? Tunggu aku kelarin ibu kamu ya... ntar aku entot ukhtiku sayang ini...

Ghaffar pun menjulurkan kontolnya yang masih mengkilap dan Aisyah pun langsung melahap kontol Ghaffar. Ia menyepong kontol Ghaffar dengan liar, menjilatinya hingga bersih. Kemudian Ghaffar cabut kontol dari mulut Aisyah, nampak wajah kecewa Aisyah. Namun sekejap saja Ghaffar langsung mencium mesra bibir merahnya. Ghaffar pun kini kembali ke sofa tempat bu Amira terkapar lemas.

Ghaffar : PLAK!!! BANGUN WOE ANJING!! SIAPA SURUH BOLEH TIDUR HA!?! NUNGGIN CEPAT!!

Ghaffar menampar keras pantat bu Amira, yang langsung membuat bu Amira terangsang lagi. Dengan sisa-sisa tenaganya kini bu Amira mengambil posisi doggy style. Ghaffar yang sudah kesetanan langsung mengarahkan kontolnya dan dengan satu sodokan kuat blesss kontolnya menancap dalam-dalam di liang surgawi bu Amira. Ghaffar dengan liar menggenjot pantat sekal nan putih bersih bu Amira. la mencengkram kuat pantatnya sehingga berwarna kemerahan dan menageniotnva sekuat tenaga.

SPLOK... SPLOK... SPLOK...

Suara benturan kedua pasangan yang saling memburu nafsu itu menggema di ruangan. Bu Amira hanya bisa mendesah-desah merasakan nikmat di genjot vaginanya. Lama sudah ia mendambakan vaginanya diobok-obok oleh kontol garang lelaki. Beberapa menit kemudian Ghaffar merasakan himpitan kuat di vagina bu Amira, ia segera mempercepat genjotannya dan seketika menarik keluar kontolnya secara tiba-tiba.

Bu Amira : OOOUUUUUNGGGHHHHHH...

SSEEEERRRRRRR... SSSEEEEEERRRRRRRRR...

Suara lenguhan panjang bu Amira yang diterpa orgasme dahsyat memenuhi ruangan, dibarengi dengan squirting yang tak kunjung usai. Kini sofa pun basah kuyup oleh orgasme akhwat janda ini.

Belum selesai tubuh bu Amira mengejang akibat orgasme, Ghaffar segera memasukkan lagi kontolnya ke vagina bu Amira. la menarik kedua tangan bu Amira ke belakang sehingga badan bu Amira agak condong kedepan. Ghaffar mulai lagi menggenjot bu Amira dengan sisa-sisa tenaganya. Semakin cepat dan liar. Suar peraduan tubuh kedua insan itu menjadi alunan musik erotis di seluruh ruangan.

Bu Amira seperti sudah mau kehilangan kesadaran ketika Ghaffar semakin liar menggenjot vagina basahnya. Ghaffar pun merasagelombang kedua ejakulasinya segera datang. la melepaskan tangan bu Amira sehingga bu Amira kepalanya tertelungkup di sofa dengan pantat yang masih menungging. Ghaffar mencengkeram kuat pantat akhwat janda itu dan menyodokkan kontol besarnya sedalam - dalamnya.

Ghaffar : DASAR ANJING SYAR'I KONTOOOLLL!!! CRRTT... CRRTT... CRTTTT...

Ghaffar menumpahkan semua spermanya di rahim bu Amira. Sebelum mencabut kontolnya ia memberi Aisyah isyarat untuk tiduran dibawah selakangan ibunya. Aisyah pun segera memposisikan kepalanya tepat dibawah liang surgawi bu Amira. Perlahan Ghaffar menarik keluar kontolnya dan langsung saja sperma Ghaffar tumpah dari vagina mungil janda syar'i itu. Dengan sigap Aisyah menarik pinggul ibunya ke bawah, dan dengan mulutnya Aisyah melahap habis setiap tetes sperma yang keluar dari vagina bu Amira. Tak puas dengan itu, Aisyah menyedot-nyedot liang surgawi ibunya berharap bisa mendapatkan semua sperma yang tersisa.

Sembari masih menahan sperma di mulutnya, kini gantian Aisyah yang melakukan cum-swap ke ibunya yang disambut antusias oleh Ibunya meski sudah nampak kelelahan. Persenggamaan itu ditutup dengan adegan ibu dan anak saling berbagi sperma satu sama lain.

Ghaffar pun terkulai lemas di antara mereka berdua. Raut wajah kesal masih nampak di wajah cantik putih Aisyah.

Aisyah : Uhhh... tadi janji mau entot Aisyah... kok udahan mas Ghaffar?

Ghaffar : Iya Ehhh... capek banget... maaf ya sayang... besok lagi ya atau tar malem...

Aisyah : Uuhhh... iya deh... tapi janji yaa??

Ghaffar : Iyaa...

Kemudian keduanya berciuman dan terlelap tidur begitu pula bu Amira. Tangan kanan Ghaffar menjadi bantalan untuk tidur Aisyah, sementara tangan kirinya untuk ibunya. Disaat tidur kedua tangan akhwat syari itu sama-sama menggenggam kontol Ghaffar.

Ghaffar pun mulai merasakan kehidupannya semakin menyenangkan.

JANGAN LUPA KOMEN, VOTE DAN FOLLOW, AYOO MARI BANTU ADMIN SUPAYA BISA LANJUTIN KARYA INI...

KALO ADA LEBIH REJEKI BOLEH DONASI KE ADMIN SUPAYA LEBIH SEMANGAT LAGI UPDATE NYA...

JANGAN LUPA JUGA FOLLOW SOSIAL MEDIA ADMIN

INSTAGRAM : @IDN.NETWORK & @WIDASU.ID

Bab 3

Malam itu, Ghaffar terbangun karena merasakan sensasi nikmat dan hangat di kontolnya. Benar saja ternyata Aisyah sedang menyepong kontol Ghaffar yang masih lemas. Tapi tak butuh waktu lama, permainan mulut Aisyah kini pun telah meningkat setelah melihat permainan ibunya tadi.

Kocokan mulutnya dikontol Ghaffar kini semakin cepat dan akhirnya kontol Ghaffar kembali keras dan tegang. Aisyah segera mengangkangi kontol Ghaffar dengan posisi WOT dan mengarahkan kontolnya ke arah liang surgawinya. Dengan sedikit tekanan Blesss masuklah kontol raksasa Ghaffar ke vagina akhwat syar'i itu.

Ghaffar hanya tersenyum sambil telentang memandangi tubuh Aisyah yang indah sedang mengejar orgasmenya. Gerakan maju mundurnya kini semakin cepat tanda ia sudah semakin dekat dengan klimaksnya. Tanpa disadari, ternyata bu Amira pun sudah bangun dari tidurnya dan langsung melumat bibir Ghaffar dengan liarnya. Sementara tangan kanannya sibuk meremas - remas toket Aisyah. Mendapat rangsangan dari kontol dan remasan di toket, Aisyah pun akhirnya menyerah dan mencapai orgasme tertingginya. la menghimpitkan kakinya rapat - rapat dan tangannya mencengkram erat perut Ghaffar sementara kepalanya mendongak ke atas dibarengi dengan lenguhan panjang.

Aisyah : UUUUNNGGHHHΗΗΗ... ΕΕΝΝAAAAKKK MMMMAAAASSSSS... SERRRRR.. SEEERRRRR...

Cairan surgawi Aisyah pun meleleh melewati sela kontol dan membanjiri sofa yang belum kering. Aisyah pun langsung lunglai dan tergeletak di sisi kanan Ghaffar.

Bu Amira : Aisyah jangan langsung tidur... ibu mau kasi tau cara layani laki - laki kalau pas haid.

Bu Amira pun beranjak menuju kamarnya, tak lama berselang ia kembali membawa seperti gel ditangannya. Ghaffar pun diminta untuk berposisi berlutut di sofa, kemudian bu Amira mengambil posisi doggy dan melahap kontol Ghaffar seluruhnya. Kembali bu Amira melakukan Deepthroat ke kontol Ghaffar yang membuat Ghaffar menikmati kenikmatan tiada tara.

Sementara tangan kanan bu Amira seperti menyodok - nyodok lubang anusnya. Dia memasukkan cairan pelumas ke lubang anusnya lumayan banyak. Puas menyepong kontol Ghaffar, kini posisi bu Amira berputar 180 derajat. Pantatnya yang sekal putih mulus tanpa cela kini sudah siap dihantam kontol raksasa Ghaffar.

Bu Amira : liat baik - baik Aisyah... besok kamu harus bisa puasin laki - laki kapanpun dimanapun.

Aisyah pun penasaran dengan apa yang akan terjadi, ia pun terus memandangi kami untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya. Bu Amira menggenggam kontol Ghaffar, dan diarahkan menuju lubang anusnya sambil tangan kanannya menarik pantatnya kesamping sehingga lubang anusnya sedikit terbuka. la gesek - gesekkan kepala kontol Ghaffar di pelumas yang belepotan di sekitar anus bu Amira. Ghaffar pun faham, kemudian ia cengkeram pantat sintal bu Amira dan mulai melesakkan kontolnya kedalam lubang anus akhwat janda cantik itu. Perlahan tapi pasti kontol Ghaffar mulai masuk. Sesekali ditarik keluar kemudian ditekan lagi lebih dalam karena masih terlalu sempit dan seret anus bu Amira. Terus begitu hingga akhirnya terbenam seluruhnya kontol Ghaffar di liang surgawi kedua bu Amira.

Bu Amira pun hanya merem melek sambil menahan erangannya ketika Ghaffar mulai bergerak maju mundur secara perlahan. Terlihat jelas ketika Ghaffar menarik keluar kontolnya, anus bu Amira seperti ikut tertarik keluar, kemudian Ghaffar hantamkan maju lagi hingga terbenam dalam - dalam. Tangan kanan bu Amira kini sibuk memainkan vaginanya, sementara tangan kirinya meremas dan memilin puting toketnya.

Bu Amira : OUUHH... MMHH... NGHHH... AYOOK SAAYAAANNGG... LEBIH CEPET NYODOKNYAAA... OUHHH... ANJING SYAR'I INI SUKA DISODOMIII... UGHHH...

Mendengar perkataan bu Amira, Ghaffar langsung mempercepat gerakannya.

PLOK... PLOK... PLOK... suara hantaman perut Ghaffar ke pantat sintal bu Amira.

Bu Amira : AGHH!! AGHH!! OUHHH... NGHHHH... IYAAAHHΗΗ... ΑΚΗΗΗ... TERUUSSS...

Aisyah yang baru pertama kali melihat anal sex pun terpana ketika mengetahui kontol Ghaffar yang sebesar itu bisa masuk ke liang mungil anus ibunya. Sodokan Ghaffar pun semakin liar dan kuat. Sensasi anal sex pun masih baru bagi Ghaffar sehingga ia pun tak bisa lama menahan diri. Kontolnya serasa dipijat kuat oleh dinding anus bu Amira membawa kenikmatan luar biasa pada Ghaffar. Bu Amira pun mulai semakin liar permainan tangannya di vaginanya pun semakin cepat.

Bu Amira : AGHH!! AGHH!! ANJING INI MAU KELUAR SAYAAANNGG... OUUHHH NIKMAAATTTNYAAA... KONTOOOLLLLHΗΗΗΗ... SEERRRRRRRRR... SEERRRRRRRRR... SEERRRRRRRRR...

Cairan surgawi menyembur dengan kencang dari vagina bu Amira dan terlihat seperti tak ada hentinya. Hingga sofa yang mereka gunakan menjadi benar - benar becek, bahkan mengalir hingga menetes ke lantai. Sepertinya memang bu Amira lebih enjoy dengan anal sex. Ghaffar pun yang sudah mencapai klimaksnya akhirnya mengubur dalam - dalam kontolnya di lubang anus Bu Amira dan menyemburkan semua sisa sperma yang ada di dirinya. Ghaffar langsung tergeletak lemas, dan dengan sigap Aisyah segera membersihkan sisa sperma di kontol Ghaffar dengan mulutnya. Selesai dengan kontol Ghaffar, kini Aisyah berbaring dan membuka mulutnya menanti sperma dari anus ibunya. Bu Amira pun mengarahkan lubang anusnya dan crrtt crrttt... sperma mulai mengalir keluar memenuhi mulut cantik Aisyah. Dan kembali malam itu ditutup dengan adegan cum-swap antara ibu dan anak. Mereka pun kembali tertidur hingga subuh.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pagi harinya Ghaffar pun segera kembali ke kosnya setelah mendapatkan servis blowjob dari kedua anak dan ibu tadi ketika mandi pagi di rumah Aisyah. Tak menyangka keputusannya untuk kuliah di PTN di Jakarta malah menjadi mimpi yang nyata.

Hari ini akan ada perkenalan dari kakak angkatan di KMI Fakultas sekitar jam 4 tan sore kata Aisyah sebelum berangkat ke kampus. Ghaffar yang sudah diterima di KMI Fakultas itu ternyata satu divisi di bagian media sama dengan Aisyah. Seharian kuliah Ghaffar tidak bisa fokus dengan kuliah, ia masih terngiang - ngiang dengan kejadian selama 2 hari ini, bahkan kejadian semalam adalah yang paling luar biasa dalam hidupnya. Dulu memang Ghaffar sempat berpacaran, tapi tidak sampai berhubungan badan, hanya ciuman saja.

Kemudian ia berpisah dengan pacarnya karena harus kuliah di Jakarta. Seharian itu sambil kuliah, Ghaffar dan Aisyah saling chat melalui WA, bahkan pembicaraan dan bahasa mereka sudah tidak ada batasan lagi. Aisyah yang terkenal santun dan pemalu, yang selalu berpakaian syar'i ala akhwat bercadar dan selalu menundukkan pandangan dari ikhwan yang bukan mahramnya, kini telah menunjukkan sosok aslinya yang binal dan haus kontol. Bahkan ia sempat memfoto toketnya di dalam kelas ketika kuliah berlangsung. Ghaffar pun membalas dengan foto kontolnya di belakang kelas ketika kuliah masih berjalan.

Sore harinya, Ghaffar segera menuju sekretariat KMI Fakultas, sesampainya di sana hanya ada Aisyah dan ukhti Atika, ketua divisi media di KMI Fakultas. la satu angkatan di atas Ghaffar. Sambil menunggu yang lain, Ghaffar pun memandangi ukhti Atika yang berkulit putih bersih. Ukhti Atika hari itu mengenakan jilbab pashmina warna olive senada dengan gamisnya yang juga berwarna olive. Wajahnya yang putih bersih itu tertutup masker, memang ukhti Atika belum Istiqomah bercadar, tetapi tetap saja kecantikan wajahnya terlihat dari mata nya yang indah di balut oleh kacamata. Tubuhnya yang langsing, terlihat match dengan gamis dari bahan yang halus itu.

Atika : Dek Ghaffar ya? Mana yang lain?

Ghaffar : Afwan kak... ana ga tau... kan ana juga masih baru

Atika : Ohh iya lupa... hemm gimana nih ya dek Aisyah? Sampai jam segini belum ada yang datang... padahal sudah jam setengah 5 sore...

Keluh ukhti Atika yang daritadi menunggu kader baru di sekre KMI.

Aisyah : Ya sudah kak, seadanya aja dimulai

Atika : Hemm... oke deh... jadi begini dek Ghaffar dan dek Aisyah...

Kemudian ukhti Atika menjelaskan semua tentang divisi media di KMI dari mulai visi misi, job desk, hingga proker bulanan. Tak terasa waktu sudah menjelang maghrib, karena ukhti Atika menjelaskan semuanya dengan santai dan kadang dengan candaan yang membuat kecantikannya semakin bersinar. Setelah sholat maghrib, Ghaffar pun hendak kembali ke sekre. Ketika ia membuka HP, ada chat WA dari Aisyah yang melarang Ghaffar untuk ke sekre sekarang.

Dia bilang untuk menunggu saja di masjid karena Aisyah lagi menyiapkan ukhti Atika. Ghaffar yang bingung, akhirnya hanya bisa menunggu di selasar masjid. Kali ini ia chatting mesum dengan bu Amira, ibu dari Aisyah.

Sekitar 13 menit berlalu, Aisyah pun mengirim chat ke Ghaffar.

Aisyah : "Sini mas buruan ke sekre... tapi ntar buka pintunya sepelan mungkin yaa... ada hadiah buat mas Ghaffar sayang.."

Ghaffar yang penasaran segera menuju sekre KMI yang tepat berada di belakang masjid fakultas. Perlahan dan hati-hati Ghaffar membuka pintu sekre kemudian menguncinya. Terlihat Aisyah dan ukhti Atika sedang menonton video persenggamaan Ghaffar dan Aisyah. Ukhti Atika dengan posisi duduk dengan kaki sedikit mengangkang tengah di rangsang oleh Aisyah. Aisyah yang sudah tak bercadar itu mencumbu leher ukhti Atika yang masih terbalut pashmina sambil tangannya meremas - remas toket ukhti Atika dari balik gamisnya.

Sementara tangan kanan ukhti Atika menahan tubuhnya dan tangan kirinya kini memainkan bagian kewanitaannya dari luar CD nya. Gamis ukhti Atika sudah dinaikkan hingga ke pinggang dan nampak paha mulus putih bersih dan kaki yang jenjang seksi menghiasi tubuhnya. Tinggal kaos kaki sebetis saja yang masih menempel di kakinya. Desahan berat ukhti Atika semakin menjadi ketika adegan Aisyah tengah menyepong kontol Ghaffar yang berukuran besar itu.

Aisyah : Ummhh... pengen rasain kemaluan ikhwan kak? Enak loohh... goda Aisyah di kuping ukhti Atika.

Atika : Uhhh... Mmhhh... ta... tapi kan gak boleh deekk... tapi pengeeenn... unghh...

Aisyah : Kan nyoba dulu kak... kalau ga nyoba kan gatau rasanya kak... sambil Aisyah terus merangsang ukhti Atika.

Aisyah yang menyadari keberadaan Ghaffar segera memberi kode untuk Ghaffar duduk mendekat.

Aisyah : Sini kak... Aisyah bantuin biar tambah nikmaat...

Tangan Aisyah pun kini menyeruak masuk ke CD Ukhti Atika yang berwarna putih. Tangannya mulai bergerilya memainkan kemaluan akhwat yang terkenal alim dan santun itu. Desahan ukhti Atika pun semakin keras ketika merasakan desiran birahi dari permainan Aisyah.

Aisyah : Enak kan kaaakk??

Atika : He'emhh... enak bangeett dekk... uhh... beruntung banget yaahh kamu dekk... bisa ngrasain kemaluan ikhwaann... ahh...

Aisyah : Kemaluaan apa siihh kaak?? Ga seru deh... namanya kontol kaakk... kontollhh...

Atika : Aahh... iyaaahh... kontolllhh... ouhhh...

Aisyah kini berada dibelakang ukhti Atika, menopang tubuh ukhti Atika yang mulai lemas didera birahi yang selama ini tak pernah ia rasakan. Akhwat cantik yang selalu ikut kajian ini kini hanya pasrah merasakan rangsangan di sekujur tubuhnya. Pikirannya menolak karena ini dilarang agama, tapi tubuhnya sudah terlalu jauh mendambakan tombak panjang Ghaffar untuk segera menggagahinya.

Aisyah kini memasukkan tangan kanannya ke dalam gamis ukhti Atika dan meremas toket kirinya, sementara tangan kirinya masih asik menstimulasi vagina suci akhwat cantik itu.

Aisyah : Kakak mau kontol ikhwan?? Mau banget kak??

Atika : Mmhh... Unghhh... he'emhh deekk... uhh...

Aisyah : Mau bangeett kak? Mau diapain kak kontolnyaaa??

Atika : Uhhh... mau ituu... mau kakak iseepp... ahh mau kakakk masukiin ke kemaluan kakakk... ahh mau semuanyaa deekk... mau kontoollhh...

Kini Aisyah yang sudah menguasai ukhti Atika kemudian sedikit menggeser badannya dan meminta ukhti Atika untuk menahan badannya sebentar. Ghaffar pun langsung menggantikan posisi Aisyah dan langsung memasukkan tangannya ke gamis ukhti Atika sambil mulai meremas toketnya yang tak sebesar Aisyah. Mungkin berukuran 34D. Tangan kiri Ghaffar pun juga langsung menuju ke dalam CD ukhti Atika yang sudah mulai becek dan melanjutkan permainannya. Ukhti Atika hanya terpejam menikmati permainan Ghaffar, ia tidak sadar kalau sekarang seorang ikhwan yang bukan mahramnya tengah menjelajahinya tubuh sucinya.

Aisyah : Mau kontol banget kaakk? Tanya Aisyah di dekat telinga ukhti Atika sehingga merangsang hebat ukhti Atika.

Atika : Iyaaahh dekk... iyaaa... kontoolll...

Ghaffar : Oke ukhti Atika sayangg...

Mendengar suara asing ikhwan, ukhti Atika terperanjat, tapi dengan sigap Ghaffar mendekap Ukhti Atika sehingga ia pun tak berkutik.

Atika : Hah...!? Siapa kamu!?

Ghaffar : Lhoo tadi katanya kak Atika pengen kontol? Nih uda datang...

Atika : Jangan berani-berani kamu yaa!?

Aisyah : Udah lah kak... yuk lanjut aja... toh ga ada siapa - siapa disini... emang kakak ga mau cobain kontol ikhwan? Rayu Aisyah

Ukhti Atika ingin berontak tapi dekapan Ghaffar yang terlalu kuat tak bisa ia lawan, ingin teriak tapi kampus sudah sepi. Akhirnya ukhti Atika pun hanya bisa pasrah. Meskipun sebenarnya hatinya menginginkan untuk bisa segera menikmati kontol Ghaffar.

Atika : Tapi janji jangan bilang siapa-siapa yaa...?

Ghaffar : Kakak ini aneh... ga mau lah ana bagi - bagi tubuh cantik akhwat ke orang lain

Aisyah : Iyaa kaaak Atika...

Ukhti Atika pun kini mulai melemaskan perlawananya.

Ghaffar : Dilanjut kak Atika nontonnya... tuh ana lagi mulai masukin kontol ke memek Aisyah.

Aisyah : Uuhhh... jadi pengen lagi maas Ghaffarrr... pengen kontolmu masuk memek Aisyah lagi... enak bangett loohh kaak...

Ukhti Atika yang sudah kembali terbakar birahi karena Ghaffar kembali membuat becek vagina dan memainkan putingnya, kini sudah tak mempedulikan image dirinya yang seorang akhwat suci dan aktifis islam. Ukhti Atika membalikkan tubuhnya dan kini Ghaffar dan ukhti Atika saling berhadapan. Ghaffar pun terkesima dengan kecantikan wajah ukhti Atika yang selama ini tertutup masker atau cadar.

Ghaffar : Cantiikknya kaaakkk Atik...

Belum selesai Ghaffar berbicara, ukhti Atika langsung melumat bibir Ghaffar dengan ganasnya. Begitu kuat dorongan dari ukhti Atika hingga membuat Ghaffar terlentang di karpet sekre KMI. Ukhti Atika pun terus melumat bibir Ghaffar, Ghaffar pun membalas ciuman ganas darinya pula. Aisyah yang melihat permainan mereka pun kini terangsang. Tanpa pikir panjang, ia segera melucuti celana sirwal Ghaffar dan menarik keluar kontol Ghaffar dari sarangnya.

Aisyah : Mass Ghaffaarr... ini buat Aisyah yaaaa...

Aisyah pun langsung melumat kontol Ghaffar yang besar dan keras itu. Kini di sekre KMI tengah terjadi percintaan antara dua ukhti dan seorang ikhwan aktifis islam yang saling memburu kenikmatan surga dunia. Tangan Ghaffar pun tak tinggal diam, kini tangannya mulai aktif membuka resleting gamis ukhti Atika. Ukhti Atika pun tampaknya sudah rela ditelanjangi. Dengan bantuan ukhti Atika, akhirnya gamis berhasil dilepaskan. Ukhti Atika pun kembali melumat bibir Ghaffar. Aisyah sendiri masih sibuk melumat kontol Ghaffar yang sudah tegang sejak tadi.

Ghaffar kini menurunkan ciumannya ke arah leher jenjang ukhti Atika yang putih bersih. Cupangan demi cupangan di daratkan sehingga membekas merah di lehernya. Lenguhan dan desahan menahan nikmat ukhti Atika terdengar begitu erotis. Kini ukhti Atika hanya tinggal BH dan CD saja yang menutupi tubuhnya. Untuk sementara Ghaffar menghentikan ciumannya dan menelanjangi tubuh ukhti Atika yang putih langsing tanpa cela itu dengan matanya.

Atika : Uhhh jangan diliatin dek... maluu ahh...

Ukhti Atika berusaha menutup toketnya dengan kedua tangannya, dan merapatkan kedua pahanya supaya CDnya tidak terlihat.

Ghaffar : Hemmhh... beneran cantikk... indah... bak bidadari dunia wahai kak Atika...

Ukhti Atika yang dipuji itu pun menahan malu, mukanya sedikit memerah. Aisyah pun kini sudah berhenti mengulum kontol Ghaffar. Nampak kontol Ghaffar yang berukuran panjang 25 cm dan diameter 5 cm itu tegak menjulang dan mengkilap. Ukhti Atika yang melihat langsung ukuran kontol Ghaffar terbelalak sembari menggigit bibir bawahnya.

Aisyah kini tengah sibuk melepas gamis nya dan juga dalamannya sehingga kini Aisyah telanjang bulat, hanya jilbabnya saja yang masih ada dikepalanya. Toketnya yang berukuran 36F itu terlihat membusung indah dengan puting yang mulai mencuat. Aisyah kini mendekati ukhti Atika dan membimbing tangan ukhti Atika untuk menggenggam kontol Ghaffar.

Aisyah : Ayuk kak... sini... ga usah malu -malu...

Atika : Ihhh... tapi kan kakak belum pernaahh...

Perlahan tapi pasti dengan bantuan Aisyah akhirnya ukhti Atika berhasil menggenggam kontol untuk pertama kalinya. Rasa penasaran dan haus akan birahi kini membanjiri tubuh akhwat cantik itu. Ghaffar kini dengan posisi terduduk dan kaki mengangkang hanya terdiam menanti aksi dari ukhti Atika. Perlahan ukhti Atika mulai menggerakkan tangannya naik turun sambil dipandu Aisyah. Makin lama makin cepat. Ghaffar pun merem melek merasakan lembutnya genggaman tangan ukhti Atika.

Melihat Ghaffar keenakan menahan kocokan, ukhti Atika kini memberanikan diri untuk mencium kepala kontol Ghaffar. Aisyah pun dengan sigap segera mengabadikan momen itu dengan merekamnya. Dijilatnya ujung kepala kontol Ghaffar yang sudah mengeluarkan pre - cum, bukannya jijik malah ukhti Atika semakin terangsang. Kini tangan kanan Ghaffar mulai menekan kepala ukhti Atika, sehingga ukhti Atika pun membuka mulutnya selebar - lebarnya untuk memasukkan kontol itu ke mulutnya.

Atika : Aghh... Ummmhhh... ummphhh...

Kontol Ghaffar mulai melesak masuk mulut perawan ukhti Atika. Mulut mungil ukhti Atika terlihat sesak tersumpal kontol Ghaffar yang besar. Kini ukhti Atika mulai menggerakkan kepalanya naik turun. Hanya seperempat bagian kontol Ghaffar yang bisa ia sepong.

Atika : Unghh... ummhh... sluurrpp... ummhh... nghkk...

Tangan kanan ukhti Atika pun sekarang meremas - remas telur Ghaffar, membuat Ghaffar makin merasa nikmat.

Ghaffar : Ouuhh... mantab kak Atika... panggil Atika aja gimna kak?

Atika : He...he'mhhphh... mmfhh... sluurpgg...

Setelah sekitar 5 menit menyepong kontol Ghaffar, kini giliran Ghaffar yang beraksi. Ditariknya ukhti Atika, kemudian ia rebahkan di karpet sekre. Kacamata ukhti Atika mulai terlihat berembun akibat deru nafas nya menahan birahi. Jilbab pashmina olivenya kini mulai terlihat agak kusut, tapi tetap saja wajah cantik putih ukhti Atika begitu mempesona.

Ghaffar kini berada di atas tubuh ukhti Atika, ia mulai mencupangi leher jenjang ukhti Atika kemudian langsung turun ke tengah belahan dada ukhti Atika yang cantik. Seperti professional, Ghaffar dengan cepat melucuti BH yang membungkus toket ukuran 34D milik ukhti Atika. Kini terpampang dua buah bukit ondah dengan puting pink muda, Ghaffar yang tak kuasa menahan birahi langsung melumat puting ukhti Atika yang telah mencuat tegang.

Atika : Ouuhh... mhhh... Sshhh... desah ukhti Atika merasakan sensasi geli dan nikmat di putingnya.

Tangan kiri Ghaffar pun tak kalah sibuk dengan meremas - remas toket kanan ukhti Atika. Ghaffar terus menerus bergantian menyerang bagian sensitif toket ukhti Atika, membuat ukhti Atika blingsatan menahan gejolak birahi. Tangannya menjambak - jambak rambut Ghaffar sambil ia menggigit bibir bawahnya. Dan seperti biasa Ghaffar mengakhiri serangannya dengan menyedot - nyedot kuat - kuat kedua puting ukhti Atika secara bersamaaan. Ukhti Atika yang mendapatkan rangsangan hebat tak kuasa menahan orgasme pertamanya.

Atika : OOOUUUNGGGHHHHHHHH...

Ukhti Atika menekan kuat kepala Ghaffar di toketnya dan melengkungkan punggungnya ke atas merasakan nikmat yang baru kali ini ia rasakan. Ghaffar memandangi wajah sayu ukhti Atika yang masih merasakan sisa - sisa orgasmenya. Ia pun tersenyum puas bisa menaklukkan akhwat suci kakak angkatannya itu. Ghaffar pun kembali melanjutkan cupangan - cupangannya turun dari dada hingga perut bawah ukhti Atika. Dengan kedua tangannya, Ghaffar menarik turun CD ukhti Atika yang sudah basah kuyup berbau khas cairan surgawi wanita.

Ditariknya dengan perlahan hingga akhirnya terlepas dari kaki jenjang putih nan mulus milik ukhti Atika. Liang surgawi ukhti Atika dihiasi bulu - bulu lembut kemaluannya. Tidak terlalu lebat namun tertata rapi. Warna pink vaginanya semakin terlihat menggiurkan karena basah oleh cairan surgawinya. Ghaffar pun kini berposisi menungging, kedua tangannya mendorong paha ukhti Atika ke arah perutnya dan agak dibuka sehingga kini vagina perawan akhwat kadiv media KMI itu terekspose di hadapan Ghaffar. Ibarat dapat durian 1 truk, Ghaffar pun langsung memulai aksinya memanjakan vagina ukhti Atika dengan permainan lidahnya.

Posisi Ghaffar yang menungging menyebabkan kontolnya menggantung bak terong yang siap dipanen. Aisyah yang melihat kesempatan itu meletakkan kameranya setelah di set sedemikian rupa, dan langsung mengambil posisi doggy dibelakang Ghaffar. Kini wajah Aisyah tepat menghadap pantat Ghaffar dan langsung Hap! Aisyah melumat kontol Ghaffar sedalam - dalamnya. Ghaffar sedikit terkejut merasakan sepongan Aisyah dan kini ia mulai menjilati liang surgawi ukhti Atika. Dari pangkal ke atas, kadang ia hisap - hisap klitoris ukhti Atika yang membuat ukhti Atika gelagapan menahan sengatan birahi di sekujur tubuhnya.

Atika : OUHHH... AGHHH... MMHHHH... ISHHH... SHHH... AHHHH.. GHAFFAARRR SAYAANGHHH...

Tangan putih cantik ukhti Atika menekan - nekan kepala Ghaffar hingga Ghaffar semakin liar menjilati vagina akhwat cantik berkacamata itu. Kali ini Ghaffar melesakkan lidahnya ke vagina ukhti Atika dan menjilati bagian dalamnya. Ukhti Atika yang merasakan benda hangat dan lembut memasuki liang surgawinya semakin blingsatan diterpa rangsangan seksual yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Tak perlu waktu lama untuk mencapai orgasmenya yang kedua.

Atika : AAAAGHH... OUUHNNGGHHHHHHHH...

Ukhti Atika melenguh panjang merasakan sensasi dahsyat orgasme keduanya dan langsung terkulai lemas. Kontol Ghffar yang dari tadi sudah di oral seks oleh mulut Aisyah kini tampak makin siap merenggut keperawanan akhwat suci itu. Dibukanya paha ukhti Atika dibantu oleh Aisyah yang dengan sigap memegang kedua paha ukhti Atika. Ghaffar segera menempelkan ujung kontolnya ke bibir vagina ukhti Atika. Perlahan Ghaffar menekan bagian yang paling di jaga oleh akhwat itu. Meski sudah banjir oleh cairan surgawi ukhti Atika, tetap saja liang surgawi ukhti Atika masih terlalu sempit untuk kontol raksasa Ghaffar.

Atika : Mmmhhh... Ouuhh... Sshhh... Pelaann... Pe... Lan... yah Ghaffar sayaanghhh...

Ghaffar : Iya Atika sayaang...

Ghaffar semakin menekan kontolnya semakin dalam ke liang vagina ukhti Atika. Baru 1/3 kontol yang masuk, Ghaffar merasakan selaput keperawanan milik ukhti Atika.

Ghaffar : Atika sayang... sebentar lagi kamu akan jadi wanita sepenuhnya...

Ukhti Atika yang masih kelelahan merasakan orgasmenya yang kedua hanya bisa pasrah menanti setiap aksi Ghaffar. Ghaffar pun dengan sekuat tenaga mendorong kontolnya semakin melesak masuk hingga hampir seluruh kontolnya tenggelam di vagina ukhti Atika.

Perrrtttt... Hilang sudah hal yang paling penting dalam tubuh perawan seorang akhwat. Sore itu juga ukhti Atika telah resmi menjadi budak kontol.

Atika : AKHHH!! AAGHHHH!! SAKIITTT... GHAFFAARR UGHHH!!

Ghaffar menghentikan gerakannya. Kedua tangannya kini meremas - remas bongkahan pantat ukhti Atika. Aisyah pun turut membantu dengan menjilati dan mengkulum puting ukhti Atika secara bergantian kiri dan kanan. Setelah beberapa saat, nafas ukhti Atika kembali memburu. Seakan menginginkan kenikmatan yang jauh lebih tinggi. Ghaffar mulai menggenjot kembali vagina ukhti Atika. Mulai dari pelan hingga cepat. Ghaffar sering mengganti - ganti tempo kecepatan genjotannya sehingga membuat ukhti Atika semakin liar mendesah merasakan serangan kenikmatan dari kontol perkasa Ghaffar.

Atika : OUUHH... AHHH... IYAAHH... TERUSSHH SAYAANGHH... SODOK TERUUSSSHH... OUUHHHH... ΜΜΜΗΗΗΗ...

Ghaffar semakin meningkatkan kecepatan genjotannya.

Plak... plak... plak... paha ukhti Atika berubah kemerahan karena hantaman badan Ghaffar. Toket ukhti Atika berayun - ayun mengiringi persetubuhan kedua aktifis islam kampus itu. Beberapa saat, ukhti Atika merasakan desiran darahnya begitu cepat. Matanya mulai seperti orang kehilangan kesadaran. Tangannya mencengkram erat karpet sekre.

Atika : AAAHHHH... GHAAFFAAARRRR SAYAAANGHHHH...

Ukhti Atika kini mendapatkan orgasmenya yang ketiga dan langsung lemas. Ghaffar tak tega melanjutkannya setelah melihat wajah sayu ukhti Atika yang begitu kelelahan.

Atika : Hhhh... Ahh... Ghaffar... sayanggghh... afwan... aku capek bangethh...

Ghaffar : Hahaha... tapi nikmat banget kan?

Atika : He'emhh... kontol kamu emanghh nikamaathh... hhh... hh... Kok kamu masih kuat gituuhh...??

Ghaffar : Iya kan aku belum keluar nihh...

Atika : Ke... keluar apanyahh??

Ghaffar : Yaa belum keluar pejuhnyaa jadi yaa belum lemes...

Atika : Ohh... trus gimana donghh... aku uda ga kuat lagiihh... hhhh...

Aisyah : Tenang aja kak Atika... biar Aisyah yang jadi pemuas tuan Ghaffar ini...

Aisyah yang sudah telanjang dan hanya mengenakan jilbab saja kini langsung melumat bibir Ghaffar. Ghaffar yang masih duduk mengangkang pun membalas ciuman liar Aisyah. Tak puas dengan berciuman, Aisyah yang sedari tadi menahan luapan birahi langsung mendorong Ghaffar hingga terlentang di lantai. Aisyah segera berjongkok dengan membelakangi Ghaffar. Punggung Aisyah berada di depan dada Ghaffar. Dengan dibantu tangannya, Aisyah mengarahkan kontol Ghaffar ke vaginanya yang sudah banjir dan langsung Blesshhh semua kontol Ghaffar masuk hingga mentok ke rahim Aisyah yang dibarengi dengan lenguhan panjang Aisyah.

Aisyah : OUUHHHHHHHH...

Kedua tangan Aisyah ke belakang menyangga badannya. Dengan posisi Reverse - cowgirl Aisyah mulai menggerakkan pinggulnya naik turun. Kontol Ghaffar terlihat seperti menarik keluar vagina Aisyah ketika Aisyah menaikkan pinggulnya. Ukhti Atika pun tercengang melihat kejadian yang baru pertama kalinya ia lihat secara langsung. Sebuah kontol besar laki - laki tengah mengobok - obok vagina akhwat.

Splok... splok... splok... Aisyah merem melek merasakan sensasi kenikmatan di vaginanya. Ghaffar pun membantu dengan mencengkram pinggul Aisyah dan menggerakkannya naik turun sesuai irama gerakan Aisyah. Keringat mulai membasahi sekujur tubuh Aisyah, dan benar saja tak perlu waktu lama Aisyah mendapatkan orgasmenya yang pertama.

Aisyah : OOOOOUUUNNGHHHHHH...

SERRRRR... SERRRRRRR... cairan surgawi Aisyah mengucur deras ibarat air mancur dan membasahi sekujur tubuh ukhti Atika. Ukhti Atika terperanjat ketika menyaksikan Aisyah, akhwat yang santun itu memuntahkan begitu banyak 'air seni' ketika orgasme. Ghaffar segera mengganti posisi Aisyah ke doggy - style. Pantat Aisyah kini menghadap ukhti Atika. Ghaffar mengarahkan kepala Aisyah sehingga menempel ke karpet. Dengan posisi ini membuat semoknya pantat Aisyah semakin terekspose. Ghaffar dengan posisi sedikit mengangkang mulai melesakkan kontolnya dari atas.

Aisyah : AAOOOOOOUHΗΗΗΗΗΗ...

Posisi ini membuat Aisyah bisa merasakan detik kontol Ghaffar yang melesak masuk menyumpal seluruh ruang vaginanya. Posisi Ghaffar yang berada di atas tubuh Aisyah membuat mereka berdua terlihat seperti anjing yang sedang kawin.

Splok... splok... splok... ukhti Atika bisa dengan jelas melihat besarnya kontol Ghaffar bergerak keluar masuk seperti ingin menghancurkan vagina kecil Aisyah. Pemandangan itu membuat ukhti Atika kembali terangsang dan membayangkan apabila dia yang ada di posisi Aisyah merasakan sodokan kontol besar Ghaffar dari belakang.

Ghaffar semakin cepat menggenjot vagina Aisyah ketika merasakan jepitan kuat dari liang surgawi Aisyah.

Aisyah : AGHH... AGHH... OHH... OOOUNNGHHHHHHH... SEERRRRRRRRR... SEERRRRRRRRR...

Cairan surgawi Aisyah mengalir deras membasahi karpet sekre. Ghaffar yang masih belum puas membisikkan sesuatu di telinga Aisyah yang disambut dengan anggukan Aisyah. Sembari merasakan sisa-sisa orgasme, Aisyah kemudian mendekati ukhti Atika.

Aisyah : Kak Atika... temenin Aisyah main bentar ya?

Atika : Main apa dek?

Tanpa menjawab pertanyaan ukhti Atika, kini Aisyah dengan posisi 69 berada diatas tubuh ukhti Atika yang terlentang di karpet. Vagina Aisyah kini tepat berada di atas wajah ukhti Atika yang putih cantik berkacamata itu. Ukhti Atika pun bisa melihat jelas vagina Aisyah yang bersih tak berbulu itu terlihat merekah dan becek. Tanpa di kode , Aisyah segera melumat vagina ukhti Atika yang membuat ukhti Atika menggelinjang.

Atika : OUUHHH... DEK AISYAAHHH...

Ukhti Atika yang tak sengaja membuka mulutnya karena merasakan kenikmatan jilatan Aisyah, kini langsung disumpal oleh Ghaffar dengan kontolnya.

Atika : NGHHH... GHHH... NGGGGHHH...

Ukhti Atika hanya bisa mengerang - erang tertahan meskipun ia juga menyukai perlakuan Ghaffar itu. Setelah merasa cukup dengan mulut ukhti Atika, kini Ghaffar langsung melesakkan kontolnya ke vagina Aisyah. Dengan genjotan kuat dan liar, Ghaffar mengejar klimaksnya. Ukhti Atika kini semakin takjub melihat tayangan Live kontol laki - laki menghajar vagina akhwat. Tak kuat menahannya lagi, Ghaffar menghujamkan kontolnya sedalam - dalamnya ke liang surqawi Aisyah dan memuntahkan semua spermanya di rahim Aisyah.

Ghaffar : AARGGHHHH... SAYAAANGHHH...!! MAKAN NIH PEJUHHH AISYAH

Selama beberapa detik kontol Ghaffar mengejut - ngejut. Perlahan Ghaffar menarik keluar kontolnya sambil memerintahkan ukhti Atika untuk membuka mulutnya. Ukhti Atika seperti sapi yang sudah di colok hidungnya, mau menuruti semua yang diperintahkan Ghaffar.

Spurtt... spurtt... crrrttt...

Sperma Ghaffar tumpah membanjiri mulut ukhti Atika yang menganga. Ukhti Atika yang baru pertama kali merasakan sperma sedikit terbatuk - batuk tanpa menutup mulutnya karena dalam hati ia juga penasaran dengan apa yang akan Ghaffar perbuat selanjutnya. Aisyah kini membalikkan badannya dan langsung mengulum kontol Ghaffar yang mulai lemas sembari membersihkan sisa - sisa sperma di kontolnya.

Kini Aisyah jongkok di atas kepala ukhti Atika dan mengeluarkan sisa - sisa sperma yang ada di liang surgawinya. Terlihat mulut ukhti Atika penuh dengan cairan putih laki - laki yang bukan mahramnya dan beberapa ada yang berceceran di wajah mulus putih cantiknya. Jilbab pashmina yang ia kenakan sudah tak beraturan lagi, kini dengan posisi duduk, Aisyah dan ukhti Atika saling berciuman, saling berbagi sperma Ghaffar. Ghaffar yang sudah kehabisan tenaga duduk menyandar di tembok sekre sambil memandangi kedua akhwat cantik bak bidadari itu tengah berciuman. Keduanya terlihat rakus ingin mendapatkan sperma Ghaffar dan menelannya. Rasa lelah dan nikmat yang mereka alami pun membuat mereka tertidur di sekre dalam keadaan telanjang. Ghaffar pun tidur dengan rasa bangga bisa memperawani akhwat - akhwat cantik yang selama ini hanya menjadi fantasinya belaka.

Adzan isya membangunkan ketiga anak adam itu. Mereka pun segera berbenah - benah diri. Ukhti Atika kembali mengenakan set gamis dan pashmina olive nya, sementara Aisyah sudah rapi dengan gamis hitam dan jilbab antem hitam. Tak lupa cadar tali Hitam dan kacamata ia kenakan sebelum akhirnya meninggalkan sekre. Sebelum pergi, ukhti Atika melayangkan ciuman hangat ke bibir Ghaffar dan Ghaffar juga membalas ciumannya sambil tangan kiri Ghaffar meremas bongkahan pantat ukhti Atika dari balik gamisnya.

Atika : Ummhh... makasih yaa Ghaffar sayang... besok lanjut lagi yaah...

Sambil ukhti Atika membelai pipi Ghaffar dan tersenyum ia kemudian meninggalkan Ghaffar dan Aisyah di parkiran sekre.

Ghaffar : Hoaahh... gak nyangka ukhti Atika gitu ya sayang...

Aisyah : Hihihi. Tapi mas Ghaffar seneng kan bisa dapet akhwat secantik kak Atika?

Sambil Aisyah tanpa malu memeluk Ghaffar. Aisyah memang tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 158 cm tingginya, sementara Ghaffar 178 cm sehingga mudah bagi Ghaffar untuk merangkulnya.

Ghaffar : Ahahahah... iyalah... ehh mas boncengin pulangnya ya?

Aisyah : Boleh

Jarak antara kampus dengan rumah Aisyah memang tidak jauh, tapi ia memilih bermotor supaya lebih cepat dan lebih aman apabila pulang kampus larut malam.

Sesampainya di rumah Aisyah, bu Amira sudah menunggu kami di depan pintu dengan senyum penuh makna.

Bu Amira : Hayoo... tadi ngapain aja di kampus kok jam segini baru pulang??

Aisyah : Emmm... tadi ada rapat di KMI umi...

Bu Amira : Rapat tapi sambil ngentot yaa?? Kok umi ga diajakin sihh...

Aisyah : Ihhh umi apaan sih... malu lah... masuk dulu yuk...

Aisyah kini tak malu lagi menggenggam tangan Ghaffar dan membawanya masuk ke rumah.

Bu Amira : Ghaffar sayang... malam ini tidur sini aja... tinggal pilih, mau sama ibu atau Aisyah?

Ghaffar : Heee... hee... terserah yang mana aja... tapi ga masalah nih?

Bu Amira : Udaah tenang aja... ibu uda laporan ke RT kalau kamu ini ponakan ibu.

Aisyah : Waahh... gercep banget umi nih kalau udah kayak gini.

Bu Amira : Hahaha... toh Aisyah juga seneng kan? Ehh... makan dulu yuk, uda ibu siapin makanan.

Akhirnya malam itu Ghaffar tidur serumah bersama dengan mereka. Bu Amira pun tak menyia - nyiakan kesempatan dan langsung mengoral Ghaffar ketika Aisyah sedang makan. Terpaksa Aisyah hanya bisa menyaksikan Ibunya sendiri menikmati genjotan Ghaffar di meja makan. Malam itu pun mereka tidur bertiga dalam 1 kamar.

JANGAN LUPA KOMEN, VOTE DAN FOLLOW, AYOO MARI BANTU ADMIN SUPAYA BISA LANJUTIN KARYA INI...

KALO ADA LEBIH REJEKI BOLEH DONASI KE ADMIN SUPAYA LEBIH SEMANGAT LAGI UPDATE NYA...

JANGAN LUPA JUGA FOLLOW SOSIAL MEDIA ADMIN

INSTAGRAM : @IDN.NETWORK

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED