Bab 1

Namanya Aldo Bimantara atau om aldo, atau mas aldo, atau pak aldo, atau bos aldo.

Terserah deh mau manggil apa karena Aldo memang sudah berumur kepala 3 tanpa kekasih dan juga istri di hidupnya.

Menjalani hidup selama 5 tahun tanpa seseorang membuat aldo sedikit kesepian jadi dia memutuskan untuk mencari seseorang.

Contoh saja saat ini dimana dia sedang duduk manis di ruangan nya, tiba-tiba teman super aktif nya datang siapa lagi jika bukan Dani.

Pemuda itu sudah berteman lama dengan aldo mungkin dari semasa SMA mereka selalu bersama.

Seperti makan, bolos, tidur, dan juga nongkrong bersama.

"Permisi bos, kenapa kok ngelamun?" Tanya dani menatap teman nya.

"Kamu diem, saya butuh ketenangan." Jawab aldo dengan menatap tajam teman nya.

Bukan mendapat ketenangan dani dengan sengaja memutar lagu fire of bts di hadapan teman nya itu.

Ingin sekali aldo membunuh dani kenapa juga dia dulu mau berteman dengan anak ini.

"Dani diem." Teriak kesal aldo.

Dani mematikan lagunya duduk di hadapan aldo dan menatap dalam bos sekaligus teman nya itu.

"Kayak nya kamu butuh sugar baby, mau di cariin ga?" Dani menatap aldo dengan binar.

Walau aldo galak dan tajam pada dani, namun teman nya itu tetap meladeni aldo karena dia adalah bos sekaligus teman nya.

Tidak mungkin dani meninggalkan harta karun seperti aldo, secara teman nya ini memiliki dua cabang restoran bintang lima.

Belum lagi membeli gedung apartemen milik dani.

"Saya lagi butuh ketenangan, bukan kaya gitu. Kamu bisa ga sih jangan mikirin hal yang gituan, keluar sana!" Usir aldo tak suka.

"Jangan gitu bos, pokonya kalo butuh sugar baby bilang ya!" Dani menurut dan keluar dari ruangan.

Aldo berpikir keras setelah mendengar ucapan teman nya, apa benar dia butuh seseorang?

Padahal selama ini aldo hanya butuh waktu sendiri, tanpa ada orang lain yang hadir di hidupnya.

Jam di dinding terus berdetik menuju ke arah pukul 3 sore, dia terlalu banyak duduk di ruangan nya jadi aldo memutuskan untuk menyapa pengunjung yang datang.

Berjalan menggunakan lift untuk ke lantai 2 gedung nya memang tidak terlalu besar, ada 5 lantai di dalam gedung ini mari kita absen satu persatu.

Lantai pertama dan kedua adalah restoran makanan khas korea dan juga semarang, lalu lantai ke tiga ada perpustakaan untuk para pengunjung yang ingin mampir membaca.

Lantai ke empat ada cafe cat khusus untuk pecinta kucing, para pengunjung juga bisa menitipkan kucing mereka di cafe itu.

Aldo memang memiliki banyak ide agar usaha nya berjalan dengan baik, dia bahkan mau membayar mahal chef yang dari asli korea untuk tinggal dan bekerja di restoran nya.

Otaknya memang tidak bisa main-main jika itu sudah menyangkut dengan bisnis nya.

Meski restoran nya sudah memuncak di semarang namun dia memiliki banyak saingan.

Apalagi baru-baru ini restoran nya mendapat rating nomor dua di semarang, sungguh pencapaian yang hebat di usianya yang 30 tahun ini orang tua aldo juga ikut bangga.

Ya pokonya dalam lima lantai ini ada banyak restoran dan juga perpustakaan, tidak sedikit orang yang mampir banyak juga para turis yang datang ke restoran aldo.

Aldo tiba di lantai dua melihat banyak para pengunjung datang.

Bahkan dari berbagai ras dan negara dia selalu takjub ketika melihat banyak pengunjung asing.

Tentu tanpa bantuan anggota staf dan juga sahabatnya dani, aldo tidak akan mendapatkan pencapaian yang luar biasa ini.

Padahal ibu dan ayah nya menekuni pekerjaan mereka di bidang game, namun aldo menolak dan memilih untuk membuka restoran sendiri.

Sampai akhirnya aldo bisa membangun semua ini atas dukungan orang tua dan juga sahabat baiknya.

"Selamat sore pak aldo." Sapa karyawan wanita yang di kasir.

"Sore, gimana pengunjung hari ini apa kayak biasa?" Tanya aldo.

"Iya pak malah lebih besar dari kemarin, inikan weekend jadi banyak pengunjung asing yang datang untuk mencoba masakan korea kita." Jawabnya.

"Syukurlah, lanjutin kerjanya! Saya mau pergi keluar sebentar." Aldo pamit dan keluar dari sana.

Dia keluar lewat pintu depan sengaja sih sekalian untuk melihat-melihat, meninggalkan restoran nya tidak akan membuat aldo kehilangan uang.

Dia sudah mempercayakan semuanya pada dani, karena dani adalah manager sekaligus sahabat baik aldo.

Mereka bersahabat sejak lama sekali bahkan dani juga sering bermain ke rumah aldo.

Pergi ke parkiran dan mulai menaiki mobilnya dia ingin mampir ke bar sebentar.

Padahal aldo bisa saja minum alkohol di restoran nya tadi tapi karena dia ingin ke bar jadi ya di sinilah aldo.

Aldo memasuki bar itu di pukul 4 sore dia mampir untuk minum whisky kesukaan nya.

Terdiam sendiri tanpa teman atau pasangan jadi ya aldo tetap melanjutkan minum nya.

"Permisi pak, apa kamu kamu dateng cuma duduk?" Tanya seseorang yang tiba-tiba datang.

Aldo sedikit kaget namun wajahnya kembali datar saat orang itu duduk di samping nya.

"Emang saya harus apa?" Tanya aldo menatap tajam.

"Paling ga bayar saya pak, apa kamu butuh blow job?" Orang itu menggoda dengan menyentuh bahu aldo.

"Menjauh." Mata itu masih tajam.

"Cih!" Orang itu pergi meninggalkan aldo.

Entah kenapa aldo suka sekali berada di bar ini dia menatap sekeliling sambil meminum whisky nya.

Lama menatap aldo kembali meminta si pelayan menuangkan alkohol yang sedikit kuat, tentu pelayan itu menurut dan memberikan aldo koktail.

Meneguk setengah dengan sedikit pusing padahal bisnis nya lancar saja, tapi sayang kisah cintanya tidak selancar bisnis nya.

"Akh! Capek banget, saya butuh seseorang." Kesal aldo

Pukul 7 malam aldo masih berada di sana menikmati musik yang terus bersuara.

Dia bergoyang mencari mangsa dengan setengah mabuk aldo butuh pelampiasan.

Saat masuk ke dalam lautan manusia dia melihat wanita berpakaian cukup ketat.

Dengan celana panjang berwarna hitam sampai pantat nya terbentuk.

Aldo mendekati orang itu dan bergoyang di belakang nya, orang itu tentu senang dan ikut bergoyang memeluk leher aldo.

Tubuh mereka terus bertabrakan saling bergesekan dan bersentuhan.

Bahkan berbagi minuman bersama hingga orang itu hampir ambruk di pelukan aldo.

"Ungg... Aku mengantuk." Dia memeluk leher aldo erat.

"Ayo cantik kita tidur, kamu ga boleh tiduran di lantai."

Membawa orang itu masuk ke kamar yang sudah di pesan.

Membaringkan tubuh itu aldo merasa sedikit goyah saat melihat leher seksi putih mulus itu.

Dia mendekat dan mengusap leher itu.

"Apa boleh saya cicip?" Tanya aldo.

Kesadaran nya masih ada jadi aldo mencoba untuk pergi dari ruangan itu sebelum setan nya datang.

Namun wanita itu menarik tangan aldo.

Aldo melahap leher cantik itu. mengelus, mencium, dan menjilat, bahkan dia berani membuka kaos tipis itu.

Malam ini rasanya panas sekali apakah ini karena perubahan cuaca.

Atau memang karena nafsu mereka sudah di ujung rambut.

"Ahh mhh."

"Boleh saya tau nama kamu?" Bisik aldo

"Shhh milli.. ahh.."

Tbc....

Ini yng pertama semoga suka ya

Bab 2

Aldo tentu bahagia bisa mendapatkan mangsa baru malam ini, dia akan menghujani benih nya pada perut milli sebanyak mungkin.

Setelah milli berbaring seharian di ranjang dia mulai mengingat-ingat malam tadi.

Dimana milli melakukan sex selama berjam-jam sampai kakinya lemas dengan pinggang nya yang sakit

Milli pulang kembali ke rumah nya di pagi hari, dia langsung mandi berendam di bathub.

"Ah aku lupa nanya namanya." Lirih milli menatap pantulan nya di cermin.

Milli sedang mandi sekarang dia hanya sibuk menatapi tubuhnya.

Karena begitu banyak kiss mark di sekitar kulit itu beruntung kedua orang tua nya tidak melihat.

Jika mereka melihat kiss mark itu mungkin akan terjadi perang ke satu pagi ini.

Lagi-lagi milli memikirkan nama pria yang sex dengan nya, dia hanya sibuk mendesah menyebut om tapi lupa bertanya dasar pikun.

"Btw tadi malam namanya siapa ya?"

Milli mulai berendam untuk menghilangkan rasa penatnya, memejamkan mata dan menikmati setiap sentuhan air pada tubuhnya.

Jika aldo melihat ini mungkin dia akan tergoda.

Jadi milli berencana akan menghabiskan uang sakunya, mengajak bella sahabatnya pergi berbelanja.

"Mas emang udah yakin mau ninggalin milli lagi? Kamu lihat kan, tadi malam dia pulang sama siapa dan jam berapa? Aku takut anak itu semakin gila." Sedih krystal.

"Tentu aku yakin, aku percaya sama milli dia bakal baik-baik aja selama kita mengawasinya dari jauh. Kita ke amerika cuma sebulan bu kamu tau kan ini demi milli." Bujuk andre memasukan bajunya ke koper.

"Padahal tadi pagi dia marah gara gara aku ngomel, pasti milli makin marah kalo kita tinggalin." Krystal sedih.

"Ga kok, aku bakal bujuk dia kamu siapin semuanya oke." Andre berdiri pergi dari kamar nya.

Krystal hanya menghela nafas baru saja dia dua bulan di semarang.

Hanya karena museum nya sedang ada perampokan dan perusahaan suaminya turun sedikit.

Mereka harus segera kembali ke amerika untuk mengurus pekerjaan itu.

Pernah sih krystal meminta pindah dan tinggal di amerika saja.

Tapi mengingat amerika lebih bebas bergaul dari pada semarang, jadi andre tidak bisa tinggal menetap di amerika.

"Maafin ibu milli." Lirih krystal.

Milli baru saja selesai mandi dia bergerak membuka lemari bajunya, hari ini milli akan memakai baju full dior tak lupa memakai topi baretnya.

Andre datang mengetuk pintu milli dengan pelan, sang pemilik hanya berdehem membiarkan ayah nya masuk.

Dia duduk di pinggir ranjang melihat milli yang sedang menyisir rambut.

"Ayah mau bujuk aku kan?" Tanya milli menyisir rambutnya.

"Hehe iya, tau aja kamu. Kamu beneran ga mau kerja sama ayah? Paling ga coba dulu yu, kayak lihat robot baru yang ayah bikin 1 tahun lalu." Senyum andre.

"Hum untuk sekarang ga, ayah dan ibu harus punya orang yang ngabisin uang kalian. Jadi milli harus nikmatin uang saku milli dulu sebelum milli siap kerja!"

"Hah... Kamu ini cari uang itu susah tau! Kamu sih enak tinggal ngabisin duit ayah." Sinis andre pada milli.

"Milli tau kok, cari uang bikin tenaga dan keringat ayah terkuras. Apalagi ibu yang bolak balik amerika indonesia kenapa kalian ga tinggal di sana aja? Biar ga nguras tenaga sama uang." Usul milli memakai topinya.

"Kalo udah tau jangan boros sama buang-buang uang, belajar nabung dan investasi kayak bella sahabat mu. Ga bisa milli kamu kan di sini sendiri!"

"Ayah ga akan tau mau aku nabung atau buang uang, pokonya kalo kalian mau balik ke amerika silahkan, asal jangan lupa uang milli." Berdiri dan menatap ayah nya.

"Hah oke, ayah mau balik ke amerika selama satu bulan buat ngurus kerjaan. Minta maaf sama ibu gih udah bikin dia cemas, dia juga nangis loh tadi gara-gara kamu."

"Iya aku keluar sebentar lagi!" Milli masih memasang wajah datarnya.

"Oke." Andre pergi dari kamar milli.

Setelah milli berbaring seharian di ranjang dia mulai mengingat-ingat malam tadi.

Dimana milli melakukan sex selama berjam-jam sampai kakinya lemas dengan pantat yang sakit.

"Ah aku lupa nanya namanya." Lirih milli menatap pantulan nya di cermin.

Milli sedang mandi sekarang dia hanya sibuk menatapi tubuhnya.

Karena begitu banyak kiss mark di sekitar kulit itu beruntung kedua orang tua nya tidak melihat.

Jika mereka melihat kiss mark itu mungkin akan terjadi perang ke satu pagi ini.

Lagi-lagi milli memikirkan nama pria yang sex dengan nya, dia hanya sibuk mendesah menyebut om tapi lupa bertanya dasar pikun.

"Btw tadi malam namanya siapa ya?"

Milli mulai berendam untuk menghilangkan rasa penatnya, memejamkan mata dan menikmati setiap sentuhan air pada tubuhnya.

Jika aldo melihat ini mungkin dia akan tergoda.

Jadi milli berencana akan menghabiskan uang sakunya, mengajak bella sahabatnya pergi berbelanja.

"Mas emang udah yakin mau ninggalin milli lagi? Kamu lihat kan, tadi malam dia pulang sama siapa dan jam berapa? Aku takut anak itu semakin gila." Sedih krystal.

"Tentu aku yakin, aku percaya sama milli dia bakal baik-baik aja selama kita mengawasinya dari jauh. Kita ke amerika cuma sebulan bu kamu tau kan ini demi milli." Bujuk andre memasukan bajunya ke koper.

"Padahal tadi pagi dia marah gara gara aku ngomel, pasti milli makin marah kalo kita tinggalin." Krystal sedih.

"Ga kok, aku bakal bujuk dia kamu siapin semuanya oke." Andre berdiri pergi dari kamar nya.

Krystal hanya menghela nafas baru saja dia dua bulan di semarang.

Hanya karena museum nya sedang ada perampokan dan perusahaan suaminya turun sedikit.

Mereka harus segera kembali ke amerika untuk mengurus pekerjaan itu.

Pernah sih krystal meminta pindah dan tinggal di amerika saja.

Tapi mengingat amerika lebih bebas bergaul dari pada semarang, jadi andre tidak bisa tinggal menetap di amerika.

"Maafin ibu milli." Lirih krystal.

Milli baru saja selesai mandi dia bergerak membuka lemari bajunya, hari ini milli akan memakai baju full dior tak lupa memakai topi baretnya.

Andre datang mengetuk pintu milli dengan pelan, sang pemilik hanya berdehem membiarkan ayah nya masuk.

Dia duduk di pinggir ranjang melihat milli yang sedang menyisir rambut.

"Ayah mau bujuk aku kan?" Tanya milli menyisir rambutnya.

"Hehe iya, tau aja kamu. Kamu beneran ga mau kerja sama ayah? Paling ga coba dulu yu, kayak lihat robot baru yang ayah bikin 1 tahun lalu." Senyum andre.

"Hum untuk sekarang ga, ayah dan ibu harus punya orang yang ngabisin uang kalian. Jadi milli harus nikmatin uang saku milli dulu sebelum milli siap kerja!"

"Hah... Kamu ini cari uang itu susah tau! Kamu sih enak tinggal ngabisin duit ayah." Sinis andre pada milli.

"Milli tau kok, cari uang bikin tenaga dan keringat ayah terkuras. Apalagi ibu yang bolak balik amerika indonesia kenapa kalian ga tinggal di sana aja? Biar ga nguras tenaga sama uang." Usul milli memakai topinya.

Tbc...

Bab 3

"Kalo udah tau jangan boros sama buang-buang uang, belajar nabung dan investasi kayak bella sahabat mu. Ga bisa milli kamu kan di sini sendiri!"

"Ayah ga akan tau mau aku nabung atau buang uang, pokonya kalo kalian mau balik ke amerika silahkan, asal jangan lupa uang milli." Berdiri dan menatap ayah nya.

"Hah oke, ayah mau balik ke amerika selama satu bulan buat ngurus kerjaan. Minta maaf sama ibu gih udah bikin dia cemas, dia juga nangis loh tadi gara-gara kamu."

"Iya aku keluar sebentar lagi!" Milli masih memasang wajah datarnya.

"Oke." Andre pergi dari kamar milli.

Andre dan krystal pamit juga menitipkan milli pada bella.

Kebetulan pagi ini bella sudah ada di rumah milli karena di ajak bermain tadi.

"Bella tolong jaga anak tante ya? Untuk sementara nginep aja di sini." Usul krystal.

"Siap tante! Toh di rumah juga ayah jarang pulang, jadi nanti aku bakal minta ijin ke ayah buat tinggal di sini." Senyum bella begitu lembut.

"Oke, tolong ya baik-baik di rumah. Kamu juga milli jangan keseringan keluar malam, kalo ayah denger kamu pergi ke bar lagi ayah ga mau kasih uang saku lagi!" Ancam andre.

"Iya, iya, hati-hati. Pulang dengan cepat ya!" Milli melambaikan tangan nya.

"Iya kita pergi." Mereka berdua pergi masuk ke dalam mobil.

Meninggalkan kedua anak itu yang terus melambai.

Sampai mobil orang tua milli menghilang dari penglihatan barulah milli beraksi.

"Ayo ke mall!" Ajak milli menarik tangan bella

Bella adalah sahabat baik milli sejak sekolah dasar.

Mereka selalu bersama dalam suka dan duka ibu bella juga sudah meninggal karena kanker payudara.

Dia yang saat itu masih kecil menangis karena ibunya sudah pergi.

Dan milli hanya bisa memeluk sahabatnya tanpa mengeluarkan air mata.

Jadi sekarang bella hanya tinggal dengan ayah nya itu juga ayah bella jarang di rumah, karena dia bekerja sebagai penangkap kerang mutiara.

Kedua anak itu sedang menikmati acara shoping nya, bella hanya mengantar milli saja dia tidak membeli apapun.

Mengingat dirinya tidak sekaya milli sudah makan pun bella amat bersyukur.

Tapi sahabat nya itu sangat royal sekali jika milli membeli baju bella pun di belikan contoh saja sekarang.

"Kamu mau ambil yang mana? Aku pengen kaus ini ah, cepat cari baju yang bagus buat kamu bell!" Milli sibuk kalang kabut mencari baju barunya.

Bella hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah milli yang sangat royal, kalau saja bella kaya dia juga sama akan seperti milli.

Mata milli melihat ke arah hoodie berwarna army, sangat menarik perhatian nya hoodie harus dia dapatkan.

"Ini barang baru?" Tanya milli pada si pegawai.

"Iya nona, ini keluaran terbaru dan limited edition dari brand ternama di italia." Seru pegawai itu menjelaskan.

"Wah aku ambil ini!"

Di tangan milli kini sudah terdapat 3 baju 2 hoodie dan 3 celana jeans pendek.

"Sudah ayo ke tempat lain, aku lapar.

"Oke ayo bayar."

"Beli steak yu." Ajak milli

"Ga ah aku bosan, gimana kalo makanan korea?"

"Eh emang ada ya? Di sekitar djomblang."

Keduanya memasuki mobil dan mencari-cari restoran enak di sekitar Djomblang.

"Oh milli! Aku tau dimana tempat restoran terbaik di jomblang, coba belok kiri dari sini ya." Bella baru ingat melirik pada milli.

"Oke." Dia memutar setir nya dan mengarah ke kiri.

Lurus sedikit dan sampailah dia di restoran bintang lima, nama restoran itu adalah star cafe cat agak sedikit aneh sih namanya.

"Hey bella dari mana kamu tau tempat ini?" Mata milli berbinar.

"Dari instagram hahaha, aku iseng aja sih lihat-lihat katanya makanan nya enak. Jadi ayo kita coba!" Bella membawa milli duduk.

Ada juga masakan khas korea dan lengkap dengan dessert nya sungguh luar biasa.

"Apik tenan yo, menu nya banyak juga. Mau pesan makanan ini deh kamu mau pesan apa bella?" Milli sibuk menatap menu.

Andre dan krystal pamit juga menitipkan milli pada bella.

Beres makan siang milli mengajak bella ke lantai 4 dimana ada cafe kucing yang bella ceritakan tadi.

Lagi-lagi dirinya kaget saat melihat banyak kucing jenis kucing kampung dan mahal.

Berlari dan menangkap hewan berbulu itu milli mengunyel-ngunyel pipi dan bulu kucing dengan gemas

Bella yang melihat hal itu segera menghentikan milli di tidak mau di kira gila oleh pegawai di sini.

"Woy udah kasian kucing nya! Lihat tatapan mereka." Bella menarik milli menjauh sedikit.

"Terus kenapa? Buat apa peduliin mereka?" Milli tidak suka di ganggu.

"Dasar kamu ini ya, aduh aku jadi nyesel ngajak kamu ke sini." Bella malu sekali.

"Aku bisa beli gedung ini beserta isinya. Mbak! Bolehkan aku meluk dan cium kucing nya?" Tanya milli pada pegawai di sana.

"Woy!" Bella ingin lari saja rasanya.

"Boleh mbak, tapi maaf jangan berlebihan kasian kucing nya nanti bulu nya rontok." Takut si wanita itu.

"Tuh lihat dia juga ga apa-apa." Milli kembali melanjutkan mainan barunya.

"Ya terserah deh." Bella memilih duduk dan menatap milli yang asik dengan kucing.

Saat mereka berdua sedang asik bermain bella tiba-tiba mendapat telpon dari ayah nya.

Tumben sekali biasanya ayah bella tidak pulang jam segini ada apa ya?

"Halo ayah kenapa?"

"Halo dengan bella?"

"Iya saya, ini siapa?"

"Ini dari rumah sakit, Mohon segera datang ya ayah anda butuh tindakan secepatnya."

"Apa?!"

Milli kaget saat bella berteriak dia berbalik menatap dengan penuh tanya, bella menatap milli hendak menangis tapi ini bukan saatnya menangis.

"Milli antar aku ke rumah sakit!" Bella menahan air matanya.

"Kenapa? Kamu sakit?" Tanya milli.

"Ayah, kecelakaan." Sedih bella.

"Cok!" Milli bergegas keluar tanpa mengucapkan apapun ke pegawai itu.

Dia buru-buru keluar menarik bella menuju parkiran, padahal milli masih ingin menikmati waktunya untuk bermain.

"Hiks milli ayah, ayahku!" Mereka masih berada di lift.

"Tenangkan dirimu! Beliau udah sama dokter, jangan nangis!" Milli juga menahan tangisan nya.

Milli ikut sedih karena ayah bella begitu baik pada nya, ayah park selalu ada di saat hoseok bertengkar hebat dengan keluarga nya.

Brak!

Milli menabrak seseorang dia hampir saja jatuh ke lantai jika tangan nya tidak di tahan.

"Maaf." Milli meminta maaf dan menatap orang itu.

"Lain kali hati-hati." Ucapnya dengan datar.

Mata mereka bertemu selama dua detik

"Milli?"

"Loh kamu kan?"

"Aku bella."

Bella hanya iseng menyahut dia mencoba menghibur diri sendiri.

Seketika milli lupa kalau buru-buru ke rumah sakit, dan memilih mendekat ke arah aldo menatap pria itu dengan lekat.

"Benar kamu pria di bar itu kan?" Tanya milli.

"Hum, tapi bisa ga kamu jauhan sedikit." Aldo gugup dia mundur sedikit dari sana.

"Kenapa kamu di sini? Apa ini kebetulan, wah takdir keren banget. Kenalan dong tuan!" Milli malah ingin berkenalan.

"Aldo Bimantara, saya lagi berkunjung. Harusnya saya yang nanya kenapa kamu di sini?" Aldo mengerutkan keningnya.

"Ya makanlah, boleh minta nomor? kita bisa temenan kan?" Milli menyerahkan ponsel nya.

"Ya boleh aja sih." Aldo tidak merasa risih justru dia tertarik.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED