Bab 1

Halo kenalin namaku Husna Amira, aku berasal dari kota metropolitan di pulau jawa, aku berada dikeluarga yang cukup taat dalam beragama. Aku lahir 18 tahun lalu.

.

Hari ini adalah hari pertamaku sekolah, hari dimana aku masuk ke SMA terkemuka di kotaku.

.

"Unaaaaaa" Teriak mamahku dari lantai 1 rumah.

.

"Iya mah" Balasku dengan juga teriak.

.

"Cepet turun dulu sebentar nak, ada yang mau mamah kenalin" Ucap mamah ku.

.

Aku pun bergegas keluar dari kamarku, dan turun ke lantai 1. Oh ya rumahku ini 2 lantai. Jadi ruang tidurku dan orang tua ku di lantai 2, sisanya seperti dapur dan ruang tengah ada di lantai 1. Saat aku berjalan daru tangga aku melihat ibuku lagi duduk bersama bapak bapak tua kira kira umurnya 40 an keatas, dengan wajah yang keriput, kurus, dan kulitnya hitam.

.

"Ini mama mau ngenalin kamu supir yang akan sering antar jemput kamu" Ucap mamah sambil senyum padaku.

.

Kenapa mamaku memperkerjakan supir karna sekolahku ini lumayan jauh dari rumah, berbeda dengan waktu aku SD dan SMP yang sekolahnya hanya berjarak 3 blok dari rumahku, jadi bisa ditempuh jalan kaki. Namun sekarang aku harus pekerjakan supir karna sekolahku lumayan jauh dari rumah.​.

"Kenalin, saya Pramono Non. Panggil aja pak Pram" Sambil menyodorkan tangannya ke arahku yang berdiri

.

" Iya pak, kenalin juga aku Husna Amira panggil aja Una" Sambil bersalaman dengan Pak Pram.

.

"Yaudah kami makan dulu, habis itu siap siap sekolah, Pak Pram udah sarapan? " Kata mamaku

.

"Udah bu, sudah sarapan saya tadi di rumah" Ucap Pak Pram dengan lembut.

.

"Oh iya pak, yaudah ini kunci mobilnya, mobilnya warna putih itu ya pak, panasin dulu mobilnya sebelum antar jemput Una" Kata ibuku sambil mengambil kunci dan menyerahkannya kepada Pak Pram.

.

" Iya bu" Kata Pak Pram sambil mengambil kunci mobil yang disodorkan ibu.

.

Pak Pram kemudian pergi ke garasi buat panasin mobil, sementara aku dan ibuku menyantap sarapan yang dibuatkan oleh Bibi Inem. Aku makan dengan ibuku sambi berbicara tentang persiapan disekolah baruku.

Setelah makan akupun bergegas ke mengambil tas dan segera menuju garasi di rumahku. Sampai disana aku melihat Pak Pram yang melap mobilku.

.

"Udah siap pak? " Kata ku sambil menepuk pundak Pak Pram.

.

"Eh Non, kaget saya, ini udah siap, mau berangkat sekarang non?" Kata Pak Pram.

.

"Ayo Pak, takut telat saya" Kata ku sambil masuk mobil.

.

"Ok non" Kata Pak Pram juga sambil masuk mobil.

.

Posisi ku di belakang Pak Pram, disepanjang perjalanan aku dan Pak Pram berbincang tentang apapun, karna kami nyambung obrolannya jadi enak buat bincang lama.

Tak terasa sudah sampai disekolah dan aku pun berpamitan dengan Pak Pram dan menuju sekolahku. Aku pun langsung mencari kelasku disekolah baru itu. Diperjalanan aku bertemu dengan 2 temanku yaitu Anin dan Linda, mereka berdua bukan cuman temanku, tetapi mereka berdua adalah sahabatku. Dari SD kami sudah satu sekolah dan sampai SMA kami juga satu sekolah.

anin

"Unaaaaaaa" Teriak Anin dengan mengangkat satu tangannya ke arahku.

.

"Eh kalian" Bergegas aku pergi ke arah mereka berdua

.

"Lo lama amat sih dari tadi nunggu" Kata Linda.

.

"Iyanih ampe luntur skincare gue" Timpal anin.

.

"Maafin yak hehe" Kata ku sambil tersenyum tipis.

.

"Lo tau na kelas kita dimana? " Kata Linda nanya.

.

"Kan digrub dikasih tau, kelas kita di lantai 3 ujung, gak masuk grub sih" Kata ku.

.

"Hehe, yaudah kesana aja langsung yok" Kata Anin.

.

Kami pun bertiga langsung menuju kelas yang dituju itu, sesampainya disana aku cukup terkejut karna sudah banyak murid lain yang sudah sampai, aku dan temanku pun langsung duduk ditempat bangku yang tersisa, aku duduk dimeja paling belakang pojok kanan sementara anin dan Linda duduk di depan meja ku.​

.

Tak lama kemudian ada seorang siswa dengan gaya culun masuk kelas, dia memakai hoodie abu abu dan bekepala cepak, di juga memakai kacamata bulat yang sering dipakai oleh siswa siswa culun pada umumnya, karna meja disebelah tempat ku saja lagi yang kosong tersisa dia menuju meja itu, tapi saat dia sampai dia meja dia seperti kebingungan dengan kepala tertunduk malu, mungkin gugub duduk bersebelahan dengan wanita cantik sepertiku, haha bersyandaaaa.

Aku pun memberanikan diri untuk berbicara dengannya terlebih dulu.

.

"Duduk aja gakpapa kok" Kata ku sambil menepok kursi disebelahku.

.

Dia menatapku sebentar dan kembali menundukan kepalanya, lalu dia duduk. Aku menatapnya dengan sedikit tersunyum karna baru pertama kali aku bertemu dengan orang seperti ini. Setelah itu dia mengarahkan wajahnya kepadaku.

.

"Makasih yah udah mau duduk disamping aku" Kata laki laki culun itu, sambil menganggukan kepalanya dan kembali memalingkan wajahnya dari ku.

.

"Hai kenalin nama ku Husna Amira, panggil aja Una" Sambil menyodorkan tanganku ke dia.

.

"Oh iya namaku Ridho, panggil aja Edo" Sambil tangganya meraih tangan ku untuk bersalaman.

edo

.

Saat bersalaman dengannya aku merasakan tangannya gemetar, seperti orang yang gugub mau tampil dipentas seni. Tak lama kemudian lonceng berbunyi dan ada guru yang masuk kekelas kami. Beliau memperkenalkan diri nama beliau Pak Sucipto, beliau adalah wali kelas kami selama satu tahun nantinya.

.

Kelas belum bisa melaksanakan belajar dan mengajar, karna hari ini tentang pengenalan sekolah dan sesi perkenalan setiap siswa. Habis dari kegiatan itu waktu pulang dan aku di jemput lagi oleh Pak Pram. Dan sampai dirumah aku istirahat dan melakulan aktifitas seperti biasa dirumah.

***

Sudah hampir 2 bulan aku belajar disekolah ini, tidak banyak hal menarik namun cukup menyenangkan bagiku untuk berada disini, apalagi ada Anin dan Linda yang selalu menemaniku saat disekolah maupun pulang sekolah, biasanya habis pulang sekolah kadang mereka ikut pulang bersamaku dan dirumahku mereka main sampai sore. Dengan semua hal happy yang aku rasakan disekolah ini berbanding terbalik dengan teman sebangku ku si Edo, karna perawakannya culun dia sering dibully di kelas maupun di luar kelas. Kadang dia diejek dengan panggilan wibu, gila, miskin dan semacamnya. bahkan dilukai secara fisik dan mental. Aku cukup kesian dengan apa yang iya alami, beberapa kali aku membantunya dengan membelanya supaya tidak diganggu oleh teman teman, namun hal semacam itu tidak bisa menghindarkan dia dari bullyan itu. Dia hanya punya waktu tenang saat duduk disampingku, karena saat duduk disampingku tak ada satupun orang yang mengganggunya.

.

Bel jam ke 5 sudah berbunyi saatnya kami masuk kelas, aku, Anin, dan Linda sedang berada di kantin. ​.

Anin

.

"Eh udah bel tuh, ayo cepet kekelas hari ini kan materinya Pak Bagas" Kata Anin langsung membereskan tempat makannya dan langsung berdiri.

.

"Sebentar ah, ini belum abis nasi gorengku" Kata ku sambil mengunyah nasi goreng yang kusantap.

.

"Bungkus aja na, dari pada nanti kena marah sama Pak Bagas" Kata Linda menarik tanganku.

.

"Iya iya aku minta bungkusin dulu ama mangnya" Kataku mengambil piring nasi goreng yang masih tersisa setengah piring.

.

Setelah mamangnya membungkuskan nasi gorengku, kami pun bergegas ke kelas. Saat sampai dikelas aku terkejut saat melihat Edo dengan pakaian sebagian basah kuyup. ​.

Edo

.

"edo lu kenapa?" Dangan suara yang agak keras sambil memposiskan badan ku untuk duduk dibangku ku.

.

Edo hanya diam tak bergeming, dia hanya menunduk dan tak mengucapkan sepatah kata pun.

.

"Yaudah kalo gitu, gakpapa kamu gak mau cerita sekarang, kamu udah makan do? " Kata ku sambil menepukan tangan kiriku dipundaknya.

.

"Be be belum na" Kata edo dengan gemetar tapi tidak menatap wajahku.

.

"Yaudah ni ada nasi goreng tadi aku gak habis makanya. Kamu makan aja" Kata ku sambil menyodorkan bungkusan nasi goreng.

.

"Makasih una" Sambil menganggukan kepalanya namun tak menatap kearahku, tangan kanannya pun mengambil sebuah bungkusan nasi goreng yang kusodorkan tadi.

.

Edo pun makan dengan lahapnya, dia seperti orang yang kelaparan. Aku jadi iba kepadanya berharap suatu saat aku bisa membantunya. Tak lama saat Edo menghabiskan makanannya Pak Bagas masuk dan langsung memulai materi pada hari ini. Ditengah beliau menjelaskan tentang matematika beliau membuat soal dan siapa saja yang bisa menjawab soal ini akan diberi nilai tambahan saat ujian nanti. Aku lihat soal itu sangat susah, akupun tak berfikir bisa menjawab soal itu, namun Edo disampingku langsung menghitung soal itu dibukunya. Edo anak yang dikenal pintar dikelasku jadi aku berfikir dia bisa menjawab soal yang diberikan Pak Bagas. Namun Edo malah memberikan jawaban itu padaku.

.

"Ini Una jawabannya, kamu yang jawab yah" Kata Edo menyodorkan buku yang berisi jawaban soal Pak Bagas.

.

"Eh nggak ah, kan kamu yang ngerjain masa aku yang jawab sih" Kata ku sambil berbisik dengan mendekatkan badanku pada Edo.

.

"Gakpapa Una, kalo aku yang jawab aku bakal dibully lagi, nanti aku dibilang caper, hitung hitung kamu udah bantu aku, kasih aku makan tadi jadi aku gak lapar lagi" Kata Edo meyakinkan ku sambil berbisik.

.

Aku diam karna aku merasa tak enak dengan Edo.

.

"Ayo Una cepet nanti keburu ada yang jawab" Kata Edo kembali meyakinkan ku.

.

"Kamu beneran gak apa apa do?" Kataku ragu.

Bersambung

Bab 2

"Kamu beneran gak apa apa do?" Kataku ragu.

.

"Udah jawab aja cepet, ini bentuk terimakasih aku ke kamu, ayo cepet" Kata Edo lagi.

.

Aku pun mengambil buku itu dan mengangkat tanganku dengan perlahan.

.

"Oh si Una angkat tangan, maju Una" Kata Pak Bagas dengan tersenyum tipis.

.

Akupun maju dan mengambil spidol dari tangan Pak Bagas, saat aku mengambil spidol dari tangan pak Bagas aku merasakan tangan ku dielus sebentar oleh Pak Bagas. Tapi tak kupikirkan karna aku memikirkan perasaan tidak enak ku sama Edo, sebelum menjawab soal itu, aku memalingkan wajah ku ke arah Edo dan aku melihat dia tersenyum kepadaku, seperti memberikan semangat kepadaku. Lalu aku pun menjawab soal itu.

Aku pun selesai dan mengembalikan spidol itu ke Pak Bagus, Pak Bagus langsung tepuk tangan diiringi tepuk tangan dari teman dikelasku.

.

"Ini jawaban benar sekali, udah pinter, cantik, sholehah wah sempurna banget kamu Una" Kata Pak Pram menepuk pundak ku.

.

"Hehe makasih pak" Bergegas aku langsung duduk di bangku ku.

.

"Makasih yah do" Ucapku sambil tersenyum

.

"Iya na sama sama" Kata Edo kembali.

.

Pelajaran kembali dilanjutkan dan Pak Bagas memberikan PR yang akan dikumpulkan lusa nanti.

.

Tak terasa waktu pulang pun tiba, aku pun bersama Linda dan Anin berjalan menuju pintu gerbang sekolah.

.

"Bangke tu si Pak Bagas, malah ngasih tugas" Kata Anin dengan nada dan wajah kesal.

.

"Mana susah banget lagi nyet hedeh, berkurang waktu healing gua" Kata Linda menimpal.

.

"Sudah sudah kerjain aja ngapasi, gak ganggu banget jua waktu healing Lin" Kataku kepada mereka.

.

"Eh Una, tadi kan lu liat soalnya PRnya Susah banget, gimana mau ngerjain kalo gak paham sama soalnya" Kata Linda sambil menghela nafas.

.

"Ah makanya pakai otak dong, gua mau minta tolong ama kakak gue aja deh, diakan guru les matematika Di tempat bimble" Kata Anin sambil sumringah

.

"Ye enak banget lo, gua nyontek aja deh nanti ama lo nin" Kata Linda

.

" Aman Linda sayang, kalo lo Una, mau nyontek ke gua juga?" Kata Anin bertanya kepadaku

.

"Ah nggak ah, gua mau ngerjain sendiri" Kataku

.

"Yasudah" Kata Anin

.

Saat aku berjalan keluar aku melihat Edo sendirian di halte dia mungkin menunggu bis kota untuk pulang.

.

"Eh Una aku duluan yah udah dijemput papah" Kata linda sambil melambaikan tangannya.

.

"Aku juga na, babai sampai jumpa besok baby" Kata Anin berjalan kearah mobil pribadinya.

.

Aku pun berjalan ke arah Edo dan langsung duduk di sampingnya.

.

"Eh do, mau pulang bareng aku gak?" Kataku sambil tersenyum padanya.

.

"Gak usah Una, aku naik bis aja" Kata Edo dengan suara lembut.

.

"Ah ikut aja, kan kamu udah bantuin aku, sekarang aku yang bantuin kamu" Kata ku.

.

"Gakpapa? " Kata Edo heran.

.

"Gakpapa, dari pada kamu disini sendirian, ntar bully lagi, iyakan? " Kataku

.

"Iyasih, yaudah deh kalo kamu maksa" Kata Edo sambil menatap ke arah ku dan tersenyum.

.

"Nah itu Pak Pram udah jemput. Ayooo" Kataku dengan semangat dan sambil menarik tanganya.

.

Mungkin kalo dilihat oleh murid lain kami seperti gandengan tangan. Namun aku tak memperdulikan hal itu, aku dan Edo langsung menuju mobil sambil menuntum tangan Edo.​.

"Halo non, eh ada temennya siapa ini?" Kata Pak Pram menyapaku

.

"Ini temen aku Pak namanya Edo, yuk Do masuk" Aku dan edo pun duduk besebelahan dibelakang.

.

Mobilpun berjalan menuju kearah rumahku. Didalam perjalanan aku teringat kata Linda, katanya soal dari Pak Bagas lumayan Susah, jadi aku berfikir untuk minta bantuan ke Edo buat bantuin aku mengerjakan soalnya.

.

"Oh ya do, kamu mau bantuin aku kerjain soalnya Pak Bagas gak? Susah banget ini" Kataku

.

"Emang mau ngerjainnya dimana? " Kata Edo balik nanya.

.

"Dirumah aku aja, mau kan?" Kata ku.

.

"Ntar aku pulangnya gimana, soalnya kan rumah kamu jauh banget sama rumah aku" Kata Edo.

.

"Ntar di anter sama Pak Pram, iyakan Pak Pram? " Kataku sambil mengarahkan pandanganku ke Pak Pram.

.

"Siap non, den Edo bantuin si Non Una yah, biar nilainya bagus" Kata Pam Pram sambil mengacunglan jempol di tangan kirinya.

.

" Nah do maukan, please dooo" Sambil merendahkan suaraku dan tanganku ke tangan Edo.

.

Edo kaget dengan reaksiku, lalu dia mengiyakan permintaan ku.

.

"Beneran do, ahhh makasih yah do" Kataku sambil memeluk edo dari samping. Aku merasakan dua gundukan payudara ku mengenai lengan Edo, tapi aku tak berfikiran aneh aneh, karna senang dapat bantuan dari Edo. ​.

Kami pun sampai dirumahku dan aku pun langsung menuntun Edo kekamarku.

.

"Wah gede banget rumah kamu" Takjub Edo Melihat Rumahku yang gede.

.

"Ah biasa aja do, eh langsung kekamar aku aja yuk" Kataku

.

"Eh emang nggak papa? " Kata Edo

.

"Gakpapa ayolah" Sambil meraih tangan edo dan menariknya. Aku dan Edo masuk kekamarku.

Aku dan Edo masuk mar ku, aku melihat iya takjub ternganga melihat kamarku, aku memaklumi saja dia seperti itu, dalam pikiranku mungkin saja iya baru pertama kali melihat kamar cewe dan juga luas kamarnya hampir seperti rumah tempat tinggalnya sendiri, Edo memang berasal dari keluarga yang kurang berada, mengingat iya hanya tinggal seorang diri dirumahnya. Ayah ibunya sudah lama berpisah, dan ibunya pergi bekerja jadi TKW di hongkong. Aku tau cerita dia saat dia bercerita kepadaku saat disekolah, jadi itu alasanku memakluminya bereaksi seperti ini. Sampainya didalam kamar aku langsung kekamar mandi, cuci muka, dan mengganti pakaianku. FYI kamar mandiku berada didalam kamarku juga.

.

"Eh Do aku kekamar mandi dulu ya mau ganti baju, kalo kamu mau duduk, duduk aja di ranjang atau bangku belajarku. Anggap aja kaya kamar sendiri" Ucap ku tersenyum sambil mengambil baju piyama dan jilbab ganti ku didalam lemari.

.

"Oh iya Una, bagus banget kamar kamu, gede lagi, Wangi juga, pantes kamu suka banget dikamar. Orang kamarnya aja begini hahaha" Kata Edo sambil tertawa.

.

"Ah biasa aja Do, aku kekamar mandi dulu yah mau ganti pakaian, awas ngintip" kataku sambil menunjukan jari telunjuk ku kepada Edo.

.

"Yeeeee..... nggak lah yah, gak gitulah aku orangnya" Kata Edo sambil mengkerutkan dahinya.

.

"Okedeh" Lalu aku pergi kekamar mandi.

.

Aku mandi sebentar karna keringatku saat disekolah yang membuat bau badanku tidak enak. Setelah mandi dan mengganti pakaian ku, akupun keluar dan menemui Edo. Saat aku keluar dari kamar mandi, Edo duduk di tepi ranjangku dan masih saja melihat seisi ruangan kamarku, kepalanya tak henti hentinya bergerak mengarah atas kiri kanan. Baru pertama kali aku mengajak seorang lawan jenis ke kamarku, ditambah lagi reaksinya yang seperti itu yang membuat lucu.

"Do, ngeliatin apaan sih? " Kataku dengan mengejutkannya. Dia pun kaget.

.

"Eh, astaga kaget aku Una, untung gak copot ni jantung haha" Katanya kaget.

.

"Lagian kamu ngeliatin kamarku segitunya, biasa aja kali" Kataku sambil duduk disampingnya di atas ranjangku.

.

"Ya gimana, kamar kamu sebagus ini, haha... Baru pertama kali aku masuk kamar cewe" Kata dia sambil mengusapkan kedua tangannya di atas paha.

.

"Ya terserah kamu" Balasku.

.

Tiba tiba Edo mendekatkan badannya ke arahku, apa yang dia lakukan itu membuat kaget dan menjauhkan sedikit badanku darinya.

.

"Eh Do, kamu kenapasih" Responku kebingungan.

.

"Lu mandi ya tadi Una" Kata iya bertanya sambil memundurkan lagi badannya.

.

"Iyalah, emang kenapa ?" Jawab ku.

Bersambung

Bab 3

"Iyalah, emang kenapa ?" Jawab ku.

.

"Pantes lama, katanya cuman ganti baju" Kata Edo.

.

"Haha maafin yak, dari pada badan aku bau kayak kamu mending mandi haha" Jawab ku mengejeknya sambil tertawa.

.

"Ye enak aja " Sambil Edo mendekatkan kepalanya ke bajunya.

.

"Iyasih bau hehe" Kata Edo sambil tertawa.

.

"Nah kan, beda sama aku wangi" Kataku sambil sedikit mendekatkan badan ku ke Edo, biar aroma badanku yang wangi habis mandi kecium sama Edo.

.

"Iyasih wangi" Kata Edo setelah iya mencium aroma badan ku.

.

"Eh yaudah, kita ke meja belajar, kamu ajarin nih PR dari Pak Bagas" Kataku sambil beranjak dari ranjang.

.

"Eh iya bentar aku ambil buku dulu" Kata Edo sambil merogoh isi tasnya untuk mengambil buku.

.

Setelah kami berdua mengambil buku, aku dan Edo duduk dimeja belajarku. Lalu dia mengajarkanku dan membantuku mengerjakan soal dari Pak Bagas, tak lupa juga dia membantu mengerjakan soal soal lain yang ku tak pahami disekolah, cara dia mengajar cukup baik sehingga aku cepet paham dengan apa yang dia jelaskan kepadaku. Setelah mengerjakan PR setengahnya, edo membiarkanku mengerjakan sendiri. Agar dia bisa melihat apakah aku benar benar paham apa yang dia jelaskan atau tidak.

.

"Nah sekarang soal nomor 6-10 kamu kerjain sendiri dah, aku mau liat kamu bisa beneran atau nggak" Kata Edo.

.

"Yeee ngeremehin aku, ya bisalah aku, paham kok apa yang kamu jelasin tadi" Ucapku sambil kembali melanjutkan mengerjakan PR.

.

Disaat aku mengerjakan PR, aku merasa dia curi curi pandang ke arahku, beberapa kali aku melirik dia, dia sedang melihat badanku, terlebih aku sering sekali meliriknya saat melihat bagian dadaku. Aku bingung dengan apa yang dia lihat padaku, apakah bajuku ini aneh menurutnya. Dari pada membuat penasaranku lebih baik aku langsung tanyakan saja kepada Edo.

.

" Eh do, kamu kok liatin aku segitunya, emang kenapa dengan bajuku? Ada yang salah kah? " Kataku sambil mengahadapkan mukaku ke arahnya dan menyenderkan badanku di kursi.

.

"Eh enggak kok, hehe" Kata dia langsung kaget dan memalingkan wajahnya dari badanku.

.

"Emang kenapa sih, ngomong aja? Ada yang salah?" Kataku, melihat reksinya seperti itu aku jadi penasaran kenapa dia melihat badan ku segitunya.

.

"Hmmm.... Entar kalo aku kasih tau nanti kamu marah lagi" Kata dia dengan suara rendah.

.

"Kalo kamu bikin aku penasaran, aku marah lah, cerita aja kenapa?" Kataku sedikit memarahinya.

.

"Tapi janji yah jangan marah" Kata Edo sambil memalingkan wajahnya padaku.

.

"Iya" Jawabku.

.

"Jangan marah yah" Kata Edo.

.

"Iya nggak" Kataku

.

"Janji" Kata Edo meyakinkanku.

.

"Iya janji. emang kenapa sih? " Kataku.

.

"Hehe gini Una, aduh aku ngomongnya gimana yah" Kata Edo sambil gugup.

.

"Gakpapa ih, ngomong aja susah amat" Kata ku agak ketus.

.

"Ehmmmm.... Itu na" Kata Edo dengan gugupnya.

.

"Itu apa?" Kata ku

.

"Ehmmmm... Aku liat baju kamu agak ketat, jadi dada kamu kelihatan gede dari biasanya kamu pakai baju sekolah, hehe jangan marah yah" Kata dia sambil sedikit senyum dengan wajah gugubnya.

.

Memang aku setiap sekolah memakai baju yang longgar dan baju piyama yang sering aku pakai dirumah memang agak ketat. Tidak ketat banget namun memperlihatkan bentuk payudaraku yang lumayan menonjol.

.

"Emang kelihatan gede yah" Jawabku dengan kebingungan, aku baru pertama kalo mendengar seseorang laki laki berkata seperti itu, namun aku tak berpikiran aneh aneh, mungkin karna aku terlalu polos, sehingga aku tak merasa marah saat dia berkata seperti itu, dipikiranku mungkin iya hanya mengomentari berpakaian ku dirumah, berbeda yang dia lihat saat aku disekolah.

.

"Hehe iyah hehe" Kata iya tertunduk malu.

.

Aku kembali melanjutkan mengerjakan PR, namun tak berapa lama iya menanyakan sesuatu padaku.

.

"Hmmm Una, aku boleh nanya nggak?" Kata Edo.

.

"Mau nanya apa? " Kataku sambil mengerjakan PR.

.

"Ehmmm ukuran susu..... eh maksudku dada kamu berapa?" Kata Edo.

.

"Ukuran dadaku kalo dari ukuran BH 34, emang kenapa? Emang kamu beliin aku BH? " Kataku sedikit mengejek.

.

"Hehe nggak na, penasaran aja hehe.... Jangan marah yah" Kata Edo sambil teraenyum.

.

Aku pun kembali mengerhakan PR dan tak butuh waktu lama aku selesai mengerjakan PR.

.

"Haaaahhhh akhirnya selesai juga" Kataku sambil menghela nafas. Akupun langsung membereskan buku buku ku dan menuju ketempat tidur untuk rebahan, melepas penat seharian disekolah dan penat habis ngerjain PR yang menguras tenaga otak ku. Lalu aku mengambil HP dan membuka beranda tiktok.

.

"Edo, kalo kamu rebahan di kasur gakpapa kok, istirahat kamu dah seharian sekolah sama bantuin aku nugas" Kata ku sambil menepuk nepuk kasurku.

.

"Iya Una, aku masukin buku dulu didalam tas" Kata Edo sambil membereskan bukunya.

.

Setelah Edo membereskan bukunya, dia langsung merebahkan badannya di samping kanan ku, dia juga sama seperti ku membuka HPnya.

Saat aku main HP liat liat isi beranda tiktok, kucing ku datang kekamarku dan mengeong. Aku pun mengahampiri kucingku dan membawanya kekasur. Aku posisikan kucingku diatas dadaku. sambil aku main HP, aku juga mengelus kucing kesayangan ku itu.

"Lucu banget kucingmu Una, nama siapa? " Kata Edo mengarahkan badannya ke arahku.

.

"Namanya Ucil, lucukan" Kataku

.

"Iya lucu dan cantik sama kek yang punya haha" Kata dia menggodaku. Aku pun tersenyum dengan godaanya.

.

Tanpa minta izin kepadaku, dia ikut mengelus kucingku. Namun aku merasakan beberapa kali tangannya menyentuh buah dadaku. Aku membiarkan hal itu, karna menurutku Edo nggak sengaja melakukannya, jadi aku nggak berpikiran aneh aneh padanya.

Beberapa saat setelah iya mengelus kucingku iya menaruh tangannya tepat diatas buah dadaku sebelah kiri, karna kepolosanku aku membiarkan saja tangannya disitu. Beberapa kali dia menekan dengan pelan dadaku.

.

"Edo tanganmu ngapain sih? " Kataku agak risih.

.

"Ng ng nggak na, maaf" Lalu dia menjauhkan tangganya dari buah dadaku.

.

Beberapa saat kemudian dia menunjukan sebuah vidio seorang wanita dengan hanya memakai pakain dalam dan berjoget ala ala tiktok.

.

"Una, ukuran dada kamu segini yah" Kata dia sambil menyodorkan HPnya ke arahku.

.

"Nggak lah itu gede banget, punyaku gak sampe segitu? Kenapa nanya? " Kataku heran.

.

" Penasaran aja hehe" Kata Edo.

.

Aku tak manjawab dari perkataan Edo itu dan melanjutkan melihat tiktok di HP ku. Beberapa saat kemudian Eda meminta izin padaku. Sesuatu hal yang belum pernah aku dengar.

.

"Una aku boleh pegang dada kamu gak? " Kata Edo yang membuat aku cukup kaget.

.

"Emang kenapa? Ngapain kamu pegang dada aku? " Kataku agak sedikit meninggikan suaraku.

.

"Hmmm pensaran aja, soalnya aku belum pernah pegang dada cewe, boleh yah Unaaa" Kata dia memohon kepadaku.

.

Aku bingung harus apa, baru pertama kali ada seorang laki laki yang ingin memegang dadaku. Aku pun terdiam sejenak memikirkan hal itu. Edo terus memohon padaku agar aku mengizinkan dia memegang dadaku. Dengan kepolosanku aku pun mengizinkannya untuk memegang dadaku.

.

"Boleh, horeeeee makasih yah Una" Lalu dia segera meletakan telapak tangannya sebelah kiri memegang buah dadaku sebelah kiri. Saat dia memegang dadaku sebelah kiri, aku hanya diam dan melihat dia dengan wajah tercengang saat memegang dadaku. Jadi kedua buah dadaku diatas sebelah kanan ada kucingku, sebelah kiri ada tangan Edo.

.

"Wah, mayan gede punyamu, keknya mirip mirip aja dengan cewe cewe yang ku tonton ditiktok" Katanya.

.

Aku hanya diam tak bereaksi dengan apa yang dia lakukan dan katakan. Beberapa saat kemudian aku merasakan tangan Edo sedikit meremas remas buah dadaku sebelah kiri, aku biarkan saja hitung hitung hadiahku karna telah membantuku mengerjakan tugas. Saat iya meremas dadaku, aku merasakan remasannya sedikit kuat, sehingga aku merasakan hal yang tak pernah kurasakan dalam hiduku, rasa nikmat yang muncul saat dia meremas buah dadaku. Aku memejamkan mataku dan menikmati aksinya di buah dadaku, sampai aku tak sengaja mengeluarkan desahanku.

.

"Ahhhhh" Desahku.

.

"Kenapa Una? Enak yah" Kata Edo sambil meremas remas dadaku.

.

Bersambung

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED