Sampul Novel Gairah Liar Tuan Xavier

Gairah Liar Tuan Xavier

8.5 / 10.0
Bella berada dalam posisi terdesak ketika menolak keras klaim sepihak dari Tuan Xavier. Walau ia terus memberontak melawan takdir yang dipaksakan ini, sang pria berkuasa tetap menegaskan bahwa Bella seutuhnya adalah miliknya. Xavier menutup rapat segala celah bagi Bella untuk kabur ataupun membela diri. Kini, hidup Bella sepenuhnya dihadapkan pada obsesi liar sang tuan yang tak pernah menerima penolakan.
Ringkasan Gairah Liar Tuan Xavier
Bella berada dalam posisi terdesak ketika menolak keras klaim sepihak dari Tuan Xavier. Walau ia terus memberontak melawan takdir yang dipaksakan ini, sang pria berkuasa tetap menegaskan bahwa Bella seutuhnya adalah miliknya. Xavier menutup rapat segala celah bagi Bella untuk kabur ataupun membela diri. Kini, hidup Bella sepenuhnya dihadapkan pada obsesi liar sang tuan yang tak pernah menerima penolakan.
Baca Selengkapnya

Gairah Liar Tuan Xavier Bab 1

“Usir dia!” teriak seorang wanita paruh baya dengan lipstick merah menyala di bibirnya.

“Bu, jangan gitu lah, walau bagaimana pun dia adalah keponakan kita, dia sama seperti Ana.” Seorang lelaki yang lebih tua dari wanita itu mencoba membujuk sang wanita yang tak lain dan tak bukan adalah istrinya sendiri, agar tak mengusir keponakannya Arabella, Arabella adalah anak dari Kakaknya yang telah meningggal dunia bersama sang istri, akibat insiden kecelakaan pesawat yang kala itu menewaskan  banyak orang, termasuk kedua orang tua Arabella.

“Paman hiks … Tante … saya tidak mencurinya, saya berani bersumpah.”Lirih gadis berparas cantik dengan rambut panjang berwarna hitam dan kulit bersih bak susu.

“Alah bohng aja!! Maling mana ada mau ngaku!” Sahut seorang gadis bernama Ana, yang merupakan adik sepupunya.

“Ana! Jaga sopan santun kamu, dia kakak mu!’’ bentak lelaki yang kini duduk di kursi roda. Usman, paman Arabella itu dua tahun yang lalu mengalami insiden kecelakaan kerja, yang mengakibatkan kelumpuhan pada lelaki itu.

“Kamu diam Mas! Atau kamu mau ikut bersama dia! Oke silahkan pergi! Aku juga sudah lelah mengurus mu yag tidak berguna!” sarkas wanita yang merupakan istri dari Usman, namanya Alina.

“Jangan Tante, Bella mohon jangan usir Paman, Paman tidak bersalah.” Mohon Arabella bertekuk lutut di hadapan Ibu dan anak yang berdiri dengan angkuhnya di hadapan pintu rumah kayu sederhana.

“Bagus! Kalau kamu gak mau paman kamu ini di usir juga, sebaiknya kamu pergi dari sini! Cepat! Saya sudah muak melihat wajah mu itu!! Dasar pencuri!”

Dengan air mata yang berlinang, Bella mengambil tas-tas berisi baju miliknya yang sebelumnya di lemprakan oleh Ana dengan kasar.

“Cepat pergi dong! Selamat menikmati hidup menjadi gembel!” girang Ana, gadis yang umurnya tak jauh berbeda dengan Arabella.

Arabella menjulurkan tangannya pada sang Paman yang kini juga sudah berlinang air mata. “Maafkan Paman Bella, maafkan Paman.” Lirih Usman menangis sesenggukan, ia sungguh merasa bersalah karena tak dapat melakukan apa-apa untuk Bella, keadaannya sekarang sungguh tak berdaya.

“Tidak apa-apa Paman, Bella pamit pergi, jaga diri Paman baik-baik ya, ” Gadis itu berusaha tegar di depan sang paman, ia tak ingin Pamannya itu tersiksa karena dirinya. Setelah berpamitan pada sang aman, Arabella muai melangkahkan kakinya pergi dari perkarangan rumah sederhana itu.

“Bye calon gembel, eh maksudnya gembel.” Ledek Ana sembari cekikikkan tertawa. Begitupun dengan Alina yang juga ikut tetawa mengejek.  Ibu dan Anak itu benar-benar kejam tak berperasaan, keduanya sengaja memfitnah Arabella hanya untuk mengusir gadis belia itu.

***

Arabella terus melangkah dengan membawa tas berisi baju-bajunya, gadis belia itu menapaki jalanan dengan air mata yang terus mengalir.

‘Tuhan , ke mana Bella harus melangkah?’ lirhnya di dalam hati , saat ini ia tidak tau harus pergi kemana, karena ia tak memiliki siapa pun selain Pamannya, Usman.

Arabella adalah gadis belia yang masih berusia delapan belas tahun, ia di tinggal oleh kedua orang tuanya di saat ia masih berusia  lima tahun, dan sejak  kepergian orang tuanya itu lah, Arabella di besarkan oleh Paman dan Tantenya. Alina sendiri sebelumnya tidak seperti ini, mungkin karena Usman yang masih sehat membuatnya takut jika berulah. Semuanya seketika berubah setelah kejadian naas menimpa sang Paman. Semenjak Usman lumpuh, Alina menjadi semena-mena terhadap Arabella, bahkan sekolah Arabella terpakasa  terhenti karena sang Tante yang tak  mau mebiayainya lagi.

Sang Paman, Usman sering kali membela Arabella, namun semenjak kelumpuhannya itu, keberadaan Usman seakan tak di anggap oleh Alina, wanita itu tak mendengarkan perkataan sang suami.

Hingga tiba hari ini, Arabella di fitnah mencuri cincin emas milik Ana, padahal Ana sendirilah yang sengaja menaruhnya di dalam kamar Bella hanya untuk mefitnah. Dan terjadilah seperti saat ini, Arabella harus angkat  kaki dari rumah itu akibat fitnahan yang telah di rencanakan oleh Anak dan Ibu itu.

Hari mulai gelap, matahari mulai menyembunyikan dirinya, membuat keadaan yang tadinya terang perlahan meredup. Sementara gadis cantik , dengan postur tubuh yang ideal itu masih setia menyusuri jalan tanpa arah tujuan. Arabella terlahir dengan keadaan fisik yang sempurna, ia berparas cantik dengan badan yang begitu indah, hal itulah membuat Ana iri hati pada Bella, karena fisik Bella yang jauh lebih unggul darinya.

Bruk! Sepertinya saat ini nasibnya benar-benar buruk , anggap saja dewi Fortuna sedang tidak berpihak padanya. Lihat saja sudah di usir sekarang malah terjatuh.

‘Hiks … Tuhan, apa salah Bella? Kenapa Bella mendapatkan kehidupan yang begitu kejam?’ lirihnya, baru saja ia hendak bangkit, sandal jepit yang ia gunakan sebagai alas untuk menapaki jalan yang begitu pajang itu, malah putus, dan terpaksa ia harus berjalan tanpa alas kaki. Lengkap sudah penderitaan Arabella bukan? Padahal usianya masih sangat muda, tapi hidup yang di jalaninya bukan lah takaran untuk usianya, itu menutnya, namun apa daya? Ingin protes kemana? Pada Tuhan? Sudah, hal itu selalu ia lakukan di setiap malamnya. Selalu berkeluh kesah mengenai hidupnya yang sangat menyedihkan.

Arabella kembali melanjutkan langkahnya yang tanpa alas, menyusuri jalan yang mulai gelap, bahkan sekarang malah turun hujan, membuat Arabella kelabakan mencari tempat untuk berteduh, hingga matanya menangkap sebuah toko yang telah tutup setengah pintunya, ia pun memutuskan untuk berteduh di sana, dengan cepat ia berlari kearah toko itu. Namun baru ia sampai, suara menggelegar menghentikannya.“Heh! Pergi pergi sana! Toko saya bukan tempat untuk berteduh.” Usir pemilik toko yang tiba-tba keluar.

Dan dengan  berat hati  Bella kembali menerobos hujan yang begitu lebat, meskipun badannya sudah terasa membeku, akibat hujan yang tak juga berhenti, namun Arabella tetap melangkahkan kakinya terus, meskipun ia sendiri tidak tahu kemana ia akan melangkah.

Di bawah guyuran air  hujan, air mata gadis itu ikut membasahi pipinya. ‘Hiks ..’ badannya bergetar menangis  terisak meratapi keadaanya saat ini.

‘Tuhan Bella capek, boleh tidak jemput saja Bella, agar Bella bertemu Ayah dan Ibu, Bella lelah seperti ini Tuhan.’ lirihnya pandangannya mulai menggelap dan…

Bruk!

Tubuh lemahnya ambruk tak sadarkan diri.  Sialnya ia terjatuh pingsan ketika hendak menyeberang  jalan, hingga saat ini posisinya tergeletak di tengah jalan, beruntung keadaan hujan membuat jalan sepi.

*

Ciiiit!

“Rigel! Kau ingin membawa ku mati!” hardik lelaki tampan, bak aktor china yang kini duduk di bangku belakang mobil mewah.

“Vi, ada orang pingan di tengah jalan!’’ histeris lelaki yang di panggil Rigel itu.

“Ck! Mengganggu saja.”

Lelaki yang menyetir mobil itu pun mengambil payung bersiap untuk keluar.

“Eh mau kemana!?”

“Ya bantu orang itu lah,  kau ini tidak punya hati sekali, membiarkan wanita cantik itu tergelatak sendiri di tengah jalan dalam keadaan hujan begini.” Rigel tetap keluar dengan payungnya, dan berlari menghampiri tubuh Bella yang tak sadarkan diri.

“Mbak, Mbak, masih hidup kan?” tanya Rigel mencoba menyadarkan Bella.

“Astaga ni orang pingsan apa mati sih?  mana cakep bener dah, tapi ni orang waras apa orang gila yak?” heran Rigel melihat penampilan Bella yang amburadul, di tambah kakinya yang tak memakai alas.Namun mata Rigel terpaku ke bagian Dada Bella yang nerawang akibat baju basahnya.

Glek!

‘Buset gede banget.’ Namun dengan cepat ia menggelengkan kepalanya mengusir pikiran kotornya itu.

“Woi! Cepat!” teriak Xavier lelaki berdarah China itu ikut turun dengan payung di tangannya.

“Vie,  bantu bawa ni cewek ke mobil, kasihan cuy.”

“Ck! Merepotkan!” decak lelaki yang memiliki wajah tampan bak actor itu.  Keduanya mengangkat tubuh Bella dengan susah payah bahkan keduanya harus melepaskan payung masing-masing, hingga kini tubuh keduanya pun ikut basah.

***

“Sekarang mau kau bawa ke mana?”

“Ya kerumah sakit lah, kasihan banget cuy, mana cakep banget lagi.” Sahut Rigel, sesekali melirik ke arah belakang di mana Bella masih tak sadarkan diri.

Tak seberapa mobil mewah itu telah tiba di depan gedung rumah sakit, keduanya kembali mengangkat tubuh tak sadarkan Bella, dan mebawanya masuk ke dalam gedung rumah sakit itu. Dan Bella pun kini sedang di tangani oleh para Dokter.

Drrrt! Lelaki berwajah tampan, itu langsung merogoh saku celananya, “Halo Boy, kenapa hm?” sahutnya dengan suara yang lembut.

“Daddy kapan puyang? Boy dali tadi cudah tunggu Daddy.” Ucap bocah lelaki cadel di seberang telepon sana.

“Sabar Son, Daddy sedang di rumah sakit, sebentar lagi Dddy pulang.”

“Huh! menyebalkan!”

Tut!

Xavier hanya bisa menghembuskan nafas berat dan kembali menyimpan ponselnya. Lelaki itu adalah Xavier Andara Yin Yue, lelaki muda dan sukses merupakan direktur utama hotel bintang lima, jika kalian mengiranya lelaki yang sudah beristri? Jawabannya salah, ia lelaki lajang namun sudah memiliki seorang anak lelaki, bukan anak kandungnya lebih tepatanya keponakan.

Bocah lelaki yang tadi menelponnya adalah Boy Andara Yin Yue anak dari sang Kakak yang meninggal di saat usia bocah  itu baru satu tahun, sebuah kecelakaan maut merenggut nyawa sang Kakak dan Kakak iparnya, alhasil sekarang ia lah yang menjadi Ayah bagi bocah lelaki itu.

“Boy yang nelpon?” tanya Rigel, Rigel sendiri adalah sahabat sekaligus asistennya di perusahaan.

“Hm, biasa dia sudah  nunggu di rumah.”

“Permisi, apa di sini ada keluarganya?” tanya Dokter yang baru keluar dri ruang UGD.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Gairah Liar Tuan Xavier

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Delapan tahun lalu, ibu tiriku menikah dengan ayah yang tampan namun tak bertanggung jawab. Ayah lebih sering menghilang daripada mengurus keluarga, membuatku hanya tinggal berdua dengan ibu tiriku yang kaya raya. Aku diperlakukan seperti anak sendiri, tapi kebiasaannya mengenakan pakaian seksi perlahan mengganggu pikiranku. Di saat yang sama, aku masih menyimpan perasaan untuk Rania, teman SMA yang ingin kudekati lagi. Namun, kehadiran ibu tiri yang terlalu perhatian itu membuat segalanya menjadi rumit. Antara cinta masa lalu dan godaan yang tak terduga, aku harus memilih jalan yang tepat sebelum semuanya berantakan.
Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam. Apakah pernikahan ini berjalan atas sisa cinta, atau justru menjadi ajang pembalasan dendam atas sakit hati masa lalu? Kini, sebagai suami istri, keduanya harus berkomitmen meski bayang-bayang masa lalu terus mengusik. Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, berbagai rahasia dan konflik pun mulai bermunculan, menguji kesetiaan serta keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berbalik total setelah sebuah rahasia di kampusnya terungkap. Ezza, sosok suami yang dinikahinya melalui perjodohan orang tua, mendadak hadir sebagai dosen baru di tempatnya berkuliah. Kemunculan Ezza yang tiba-tiba di hadapannya memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai mempertanyakan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada motif terselubung di balik keputusan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya yang koma, tetapi saat terbangun, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan umum. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Di hari pernikahan, ia tega membuangku di jalan tol demi Stella. Akhirnya, aku memilih pergi meninggalkan semuanya menuju bandara.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil diam-diam dari Jeremy, walau tahu dia hanya dimanfaatkan. Demi lepas dari cengkeraman pria kejam itu, Angela sengaja memicu kemarahannya agar diusir. Namun, pelariannya gagal setelah Jeremy menemukan tempat persembunyiannya. Saat Angela pasrah memohon dibebaskan, situasi justru berbalik karena kehadiran anak mereka. Jeremy yang semula begitu dingin kini berubah drastis, bahkan menawarkan diri untuk melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
9.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dipaksa mengalah demi kakaknya yang sakit parah agar bisa menikahi James, sang tunangan. Karena menolak mentah-mentah rencana tersebut, orang tuanya tega mengikatnya di rumah sebelum pergi ke acara pernikahan. Malang, saat ditinggalkan sendirian dalam kondisi terikat, seorang penyusup masuk dan membunuhnya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali untuk membebaskannya, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk tanpa nyawa.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED