Bab 2

Guuuwaa...Hahah Ana mau terkekeh dan tertawa keras akan tingkah mesumnya, bagaimana bisa ia tersenyum menjijikan begini, mana menggoyang-goyangkan sambil memikirkan kisah pasangan yang berhubungan intim, memberikan wajah misterius sekaligus terimut miliknya. Hei jangan menertawakan dirinya yang tidak pernah berpacaran atau melihat orang tampan!! Ia tahu umurnya sudah 23 tahun tapi ini demi mengetahui dirinya bisa bertransmigrasi ke dede bayi ini.

Kekehan raja tampannya itu terdengar. "Ya ampun, otak sekecil ini bisa berpikiran mesum juga ya..!!"

Sial kenapa otak mesumnya bisa diketahui oleh raja tampan ini?

Wajah memelasnya Ana menatap Raja tampan. Sang raja tampan pun mengerti isyaratnya agar tidak terdengar oleh ratunya. Apabila ratunya mengetahui kalau anak bayi ini adalah seorang anak remaja yang menginginkan dirinya bisa-bisa ia terbunuh sebelum menghadapi dunia.

Berhasil!!

"Rajaku..Ayo kita berdua segera pergi sebelum manusia-manusia menjijikan itu kemari."

Terima kasih Ratu..! Kau penyelamatku dari dinginnya malam ini!

Raja tampannya pun membawa bayinya secara langsung, sedangkan ratunya hanya menatapnya datar dan tak mempedulikan keberadaan bayi yang digendong secara langsung oleh Raja hingga Ana terlihat berbinar-binar tak percaya.

'Huuu ini membuat jantungku berdetak. Apakah aku jatuh cinta dengan raja tampanku ini? Ingin rasanya aku berubah menjadi dewasa dan memilikimu!' batin Ana hingga tak sadar raja tampannya pun tersenyum.

Raja tampan itu tersenyum menatap mata emerald Ana, ia menatapnya dalam tetapi ana malah tersenyum mau menepuk pipinya, ia terkekeh.

"Kau...Namamu aku beri Nyi Ratamsari Nona Ana," ujarnya pelan mencium bibirnya.

Bibirnya dicium dong? Bukankah itu artinya ciuman pertamaku?? Apakah ini mimpi atau nyata? Wajah kemerahan Ana terlihat lucu karena bahagia membuat detak jantungnya susah untuk dikondisikan, meski dirinya masih berukuran seorang bayi.

"Aku menantikan dirimu sudah dewasa Nona Ana," ujar dari raja tampan itu lagi.

Ana mengangguk semangat membuat raja tampannya terhibur."Sudah aku duga jiwamu ke dunia ini telah menarik perhatianku."

Namun Ana tersadar membuat Ana diam mengerjab pelan. Raja tampannya pun kembali terkekeh."Apa aku harus mengubah tubuhmu sebentar menjadi dewasa?"

'Hei! Apakah aku benar-benar bisa berubah?'

"Tapi bagaimana dengan ekspresi ratu bila seorang bayi ini telah menarik perhatianku sebagai raja? Apakah dia akan cemburu? Ataukah menyiksamu sebagai budak?"

Sial bahkan Ana sampai lupa kalau dunia ini bukan dunia manusia lagi, ada yang kuat dan ada yang lemah di dalam ruangan raja ini saking paniknya, ingin rasanya ia kembali ke dunia penuh skripsi saja dibandingkan berurusan dengan satu kesalahan bisa menabas beberapa nyawa, ia menjadi miris dan juga menghela napas. Ia tidak suka keadaan yang mengancam nyawa ini, tetapi bagaimana lagi? Ia harus berterima kasih kepada raja tampan karena dirinya berada di samping tidur raja dan memberikan pengalaman menjadi bayi yang berotak mesum.

Iya garis miring sedikit mesum dengan raja tampannya ini tidak perlu diulangi.!!

Raja tampan itu memberikan senyuman tanpa arti yang belum diketahui oleh siapapun. Memeluk Ana lebih erat dan berkata. "Aku mengubahmu Nyi Ratamsari menjadi seorang wanita dewasa dan menjadikanmu sebagai selir kesayanganku serta berguna untuk menghancurkan ratuku di masa depan."

Ia tak salah dengar kan?

Raja tampannya ini terlihat baik tapi hatinya jahat terhadap ratunya sendiri. Oh tidak! Ana akan segera berubah.

Ana merasakan tubuhnya terawang di udara, perlahan Ana membuka matanya, ia memegangi kepalanya yang terasa pusing, seakan telah berputar-putar ribuan kali, ia segera duduk dan menemukan dirinya berada dalam pangkuan raja tampan dengan menggunakan gaun berwarna hijau dihiasi dengan selendang merah.

Raja tampan itu beralih menatap bayi yang dipangkuannya telah menjadi dewasa, menggunakan pakaian hijau yang senada dengan anting dalam tubuhnya, matanya emerald, perhiasan putih di atas kepalanya serupa dengan kalungnya.

Ana terdiam, posisi intim apa ini?

Kok ia seperti merasakan nuansa di film-film yang berubah wujud. Raja tampan yang mengetahui Ana berbicara dalam batinnya hanya tersenyum menyeringai sebelum Ana merasakan alarm berbahaya yang terlintas dalam otak kecilnya.

Ana yang melihatnya melotot kaget."Apa yang raja ingin lakukan pada hamba?" tanya Ana saat raja tampan itu mendorong dirinya menjauh dari posisi intim.

Ana terlihat pias saat debaran jantungnya berdetak seakan ketakutan yang menjulur ke seluruh tubuhnya.

Ternyata dunia ini lebih gila rupanya!!

Sial kekuatan raja tampan ini seperti neraka...

Raja tampan itu memutar bola mata malas, "Siapa yang menyuruhmu naik ke ranjang sang raja?" tanya raja tampan itu yang telah mengubah bola matanya menjadi merah.

Ribuan ular menghampiri sang raja saat ia mengeluarkan kekuatannya, keringat dingin Ana membasahi sekujur tubuhnya.

'Tunggu! Kenapa jadi begini ceritanya? Apakah dia telah melupakan wujudku yang bayi dan menjadi dewasa ini?'

Ana mencoba tenang meski takut dan menghela napasnya pelan. "Sebenarnya aku adalah selir kesayanganmu Raja. Apakah yang mulia Raja telah melupakan hamba yang cantik ini?" Raja tampan itu berlalu meninggalkan Ana seraya menggunakan kekuatannya hingga terdorong keluar dan membuat Ana mengeluarkan darah di dalam mulutnya.

"Aku tidak mengenal selir seperti dirimu!"

Ana melirik raja tampan itu sekilas dan ingin menangis, hatinya itu terluka, ia menganggap raja tampan itu bagaikan dewa penolong tapi sekarang dia menjadi malaikat pencabut nyawa kepadanya, semoga saja ada keajaiban dan membuat dirinya tidak mati.

Tapi, tunggu dulu

Nama yang diberikan raja tampan ini mirip antagonis novel yang ia baca, dan berakhir mati mengenaskan karena kehilangan kepercayaan keluarga, serta kepribadiannya yang manja dan sombong.

Tapi bukannya Ana muncul di waktu yang tepat dan merasakan kemewahan sebelum akhir itu terjadi?

Tapi mengapa dirinya belum merasakan kemewahan telah dituduh yang tidak-tidak oleh raja tampan ini?

Ana harus mencari tahu tentang ini nanti...

Sekarang saatnya untuk melarikan dirinya dari situasi yang rumit.

"Pengawal, singkirkan wanita manusia ini ke laut! Aku muak melihat wajahnya yang mencoba naik ke atas ranjangku!" titah raja kepada para pengawal yang berwujud ular.

"Laksanakan yang mulia raja," jawab para pengawal yang mengubah wujudnya menjadi manusia dan menyeret Ana dengan tidak manusiawi hingga terluka parah di sekujur tubuhnya.

"Hei manusia, jangan harap dirimu menjadi ratu bagi rajaku, kau adalah manusia rendahan yang akan selalu menjadi budak bagi kehidupan alam gaib."

"Kau cantik, tapi dirimu adalah manusia hina dan tidak akan setara dengan kekuatan alam gaib disini, jangan harap kamu kembali kesini dan menginginkan kasih sayang raja. Terutama, naik ke ranjang raja tanpa perintah darinya."

Takdir tolong aku...!! beri aku satu kali kehidupan yang waras untuk merasakan namanya kehidupan tanpa luka baik batin dan fisik.

'Apakah ada yang mendengarkan permintaan tolongku disini?'

Bab 3

Ana dibuang ke laut dari tebing yang curam. Para pengawal raja tampan itu hanya tertawa setelah membuang dan menyiksanya. Hal itu menarik perhatian siapapun yang disana, siapa yang tidak tahu kalau raja tampan itu berhati kejam serta dingin ini??

Byuur...

Saat ini Ana sudah masuk ke dalam air di dunia ini, ia tidak menyangka jika dirinya sudah akan mati kembali disini, bersama hewan air yang menggerumuninya, sampai kedua matanya hampir terlelap karena kehabisan napas. Tetapi ia sering mendengar peribahasa yang mengatakan suatu hal yang diuji berat akan selalu datang keajaiban yang tidak terduga.

"Ratuku apa yang kau pikirkan sampai tidak bertindak apapun kepada para pengawalku? Kau tahu? Aku tidak pernah mengizinkanmu mati sebelum kau bisa menggunakan hal itu." Raja tampan itu disana memberikan ciuman kehidupan untuk Ana dan mengubah seluruh tubuh Ana hingga bergaun putih.

Ya, raja tampan itu bernama Raden Xiyu. Xiyu menatap ratunya yang masih terbilang selir ini dengan khawatir.

Ia membawa Ana ke pinggiran yang jauh dari hutan larangan dunia gaib. Xiyu melihat ratunya masih terdiam tanpa gerak-gerik sedikit pun di tubuhnya. "Maafkan aku, tapi ini demi kebaikanmu ratuku. Kau harus menjalani semua ini agar kau bisa kembali kepadaku," ujarnya berbisik.

'Dimana aku? Siapa yang menciumku? Kenapa aku tidak bisa melihat wajahnya?'

Ana bertanya-tanya dalam ruang gelap di hatinya, terlihat banyak cahaya yang berbentuk kunang-kunang untuk membangunkan dirinya dalam kegelapan. Namun dirinya hanya bisa melihat potret tubuhnya yang berciuman dengan seseorang tanpa terlihat jelas wajahnya.

Tanpa ia sadari, ia telah bangun dari tidur panjangnya, dan Raden Xiyu telah meninggalkannya seorang diri.

"Hah hah hah... Dimana aku? Gaunku dan tubuhku berubah wujud lagi? Rasanya seperti aku mimpi tapi terlihat jelas itu nyata." Ana bercermin di pinggiran dekat sungai yang dimana ia terbaring lama.

Ana melihat gaunnya berwarna putih seperti putri yang dimanjakan dan tanda dari ikatan kepalanya berbentuk pernak-pernik putih ini menunjukkan kalau dirinya berubah wujud untuk ketiga kalinya. Hal aneh yang terjadi lagi ialah matanya bukan berwarna emerald lagi melainkan berwarna hitam.

Kehidupan di sini sangat jauh dari kehidupanku dulu. Yang terkuatlah yang akan dihargai sama seperti hukum riba. Syukurlah, aku masih diberikan kehidupan setelah kematian untuk kedua kalinya.

Akhirnya aku selamat dari dunia gaib yang aneh itu, setidaknya ini mungkin masih dunia manusia dan berbekal pengalaman untuk bertahan hidup di hutan telah diajarkan saat aku masih mahasiswa, ketika aku mengikuti Himpunan Mahasiswa Para Pecinta Alam.

Saat Ana sedang sibuk membasuh wajahnya di sungai jernih itu tiba-tiba atmosfer di sekitarnya mendadak menjadi sangat panas, seperti sedang berada di dalam aura gelap sang raja tampan yang hampir membunuhku di tempat.

"Apa yang terjadi mengapa tiba-tiba tekanan udaranya meningkat drastis?" Ana belum menyadari jika ada sesuatu yang sedang menatapnya dengan tajam.

Tiba-tiba saja sebuah panah api melesat ke arahnya, untung saja Ana sempat menghindar sehingga ia tak terluka.

"Hei siapa kamu cepat keluar, apa maksudmu mengangguku? Aku tidak merasa telah mengusikmu." Ana kesal karena diserang secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.

Dari balik semak-semak keluarlah seorang manusia menggunakan pakaian kerajaan yang ditemani oleh ular besar berbentuk anaconda disampingnya yang seharusnya ada di alam gaib hutan larangan itu.

Pakaian kerajaan yang digunakan oleh manusia itu memperlihatkan bentuk tubuhnya yang sixpack, menggunakan selendang emas di belakangnya, dan memakai kalung hitam keemasan.

Ah, ini sungguh membingungkan mengapa tiba-tiba ada manusia yang ditemani ular besar seperti hewan peliharannya sendiri dan lagi merupakan hal yang mustahil kalau manusia berteman dengan hewan buas. Bukankah ini sangat aneh?

Sssttt...

Ular itu kembali berdesis seraya melilitkan Ana dan berbicara kepada tuan manusianya saat melihat Ana hampir ketakutan akan dimakan olehnya. Malangnya Ana baru hidup sudah mau dibawa ke dalam kematian lagi. Apakah takdir sedang mempermainkan dirinya saat ini?

"Aa..apa yang kau lakukan padaku?" Ana hanya berusaha mencerna situasi saat ini. Rasanya setiap ia hidup selalu ada kemalangan yang terjadi menghinggapi dirinya saat ini.

"Ck..ck.. Kau pura-pura bodoh lagi?" Alex berwajah dingin dan meminta ularnya untuk melepaskan lilitan Ana seraya duduk di pangkuan sang anaconda bagaikan raja.

"Maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti arti dari pembicaraanmu?" Ana merasakan napasnya hampir tiada lagi setelah tidur dari mengerjakan skripsi menghadapi kematian, dan bertemu raja tampan yang sudah merenggut nyawanya dengan kekuatan serta siksaan para pengawal di alam gaib itu.

"Sudahlah, aku tidak ingin menjelaskannya. Hanya saja, hukuman keluarga terhadap dirimu telah berakhir hari ini. Kau bisa kembali ke rumah, tapi jangan harap mereka memanjakanmu lagi setelah kau menghancurkan seluruh kepercayaan kami terhadap dirimu." Alex berwajah serius dan melemparkan giok ke Ana.

"Baiklah jika seperti itu, maka aku akan segera kembali ke rumah dan mengembalikan kemanjaan serta kepercayaan mereka kepadaku."

"Cih, hanya kata yang tidak berguna dalam mulutmu dan tidak pernah terbukti sama sekali."

"Aku tidak akan mengecewakanmu. Kalau boleh tahu siapa namamu? Dan bagaimana aku kembali ke rumah dengan giok ini?"

"Cih, sudah lupa semuanya. Aku alex dan teteskan darahmu ke dalam giok itu. Maka, kau bisa kembali ke rumah dengan teleportasi yang disediakan oleh giok."

"Terima kasih, Alex tampan."

Setelah itu Ana melukai sedikit jarinya dan meneteskannya ke giok yang diberikan oleh Alex tersebut hingga muncul sebuah lubang teleportasi yang berwarna gelap itu pertanda bahwa ia bisa kembali ke rumah setelah sekian lama dihukum di hutan belantara tanpa para pengawal.

"Baiklah Alex aku akan kembali ke rumah dan menunggumu disana hingga perkataanku bukanlah omong kosong belaka." tiba-tiba saja Ana tersebut sudah menghilang dan masuk ke dalam lubang teleportasi.

"Sungguh melelahkan sebaiknya dirinya tidak berulah lagi agar kerajaan tetap stabil." Alex melesat menuju paviliunnya bersama anacondanya.

Dan benar saja seluruh penghuni paviliunnya itu sudah ada di dalam kamar Ana dengan wajah dingin yang terlihat sangat jelas, akibat perilaku Ana sudah di luar batasnya. Ayahnya bernama Raden Wijaya, memberikan tekanan batin kepada Ana.

"Kau masih hidup?" ya suara itu sangat dikenali Ana. Ayahnya tersebut langsung memberikan kata-kata yang sarkas, seolah-olah menginginkan kematiannya di hutan belantara.

"Apa tuan menginginkan kematianku? Begitukah cara tuan menyapa sang anak?" Ah, ada-ada saja batuan ujian Ana hingga ia lupa kalau dunia ini bukanlah dunia manusia saat ia menggunakan kata-kata melawan, seketika dadanya terasa sesak dan tertunduk lemas hingga menghormat kepada ayahnya.

"Jangan membantahku kalau kau masih ingin hidup di kerajaan ini, terutama sifatmu yang manja dan sombong ini membuat ayah malu." Raden Wijaya pun menyuruh Ana tetap berlutut dengan darah yang kembali keluar dari mulutnya.

"Maafkan aku ayah. Saat waktunya tiba aku akan menunjukkan kalau karakterku sekarang telah berubah dari masa lalu."

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED