Bab 1

"Gue cinta sama lo, Kai!"

Ana berteriak di tengah lapangan. Disaksikan beberapa guru, kakak kelas, adik kelas, dan seluruh murid yang lalu lalang di jam istirahat. Dengan tidak tahu malunya gadis itu meneriaki objek manusia yang ia lihat.

Tidak susah menemukan cowok itu. Bahkan dalam jarak dua puluh meter, Ana dapat mengenali tubuh Kai dengan jelas. Di manapun Kai berada, di situlah ada seorang gadis bernama Ana yang selalu menggerayangi kehidupan Kai. Mengiringi setiap waktu berharga Kai dengan berbagai macam ulahnya yang menyebalkan.

Dan Kai benci itu!

Lima belas menit yang lalu, seorang cowok nyeleneh yang tidak lain adalah teman sekelas Kai, telah menantang seorang gadis bernama Ana, untuk menyatakan cintanya di depan umum. Cowok itu berkata, jika Ana benar serius mencintai Kai, Ana harus sedikit berkorban alias menahan rasa malu. Tidak disangka, gadis itu menurutinya. Mengikuti tantangan nyeleneh dari sahabat Kai.

"Kalo lo mau bikin hati Kai tersentuh, Nyatain cinta lo buat Kai, di tengah lapangan!"

Siapa sangka? sebuah kalimat dari mulut sialan itu telah berhasil memprovokasi otak dari seorang gadis bernama Ana.

"K. A . I ...!!" teriak Ana mengeja nama Kai. Kira-kira frekuensinya sekitar 120 desibel, setara dengan kencangnya sebuah galangan konser musik rock. Di mana suara itu dapat membuat sebagian gendang telinga mahluk normal mendadak stress.

Fiks! cewek gila...

"Kaiiiiii ...!"

"Gue suka sama lo, sejak lo kelas satu SMA!" Gadis ajaib itu berteriak lebih kencang, mengalahkan suara bell yang tiba-tiba berbunyi. Para siswa mulai berdatangan untuk melihat gadis aneh yang sedang berdiri di tengah lapangan itu.

"Ralat ... gue cinta lo sampai kiamat. Udah gak ada obat!" teriaknya menggelegar.

Gila! cewek ini sudah gila ...!

Dengan perasaan malu, Kai gagas menghampiri gadis yang sedang berdiri di tengah lapangan itu. Menarik paksa lengan nya untuk menjauh dari khalayak ramai. Kai harus menghentikan aksi nekat gadis ajaib itu. Kalau tidak, Kai akan semakin dibuat malu karena gadis itu terus meneriaki namanya.

Kai membawanya ke pinggiran lapangan yang lebih sepi. Entah harus menaruh urat malu nya di mana, yang jelas Kai tidak berani menatap sedikit pun lingkungan di sekitarnya. Pandanganya fokus membawa gadis gila itu dari kerumunan ramai tadi.

"Lo, gila?"

"Ana, cinta sama Kai... Ana engga gila, Kai!" Gadis kelahiran meganthropus erectus itu berujar polos. Matanya berbinar dipenuhi benih-benih cinta.

Cinta monyet.

"Lo itu kaka kelas gue, harus nya lo bisa bersikap lebih dewasa dari gue! Bukan jadi badut tontonan semua murid kayak begini!" Kai menunjuk kening Ana geram. Kalau bukan karena malu, mungkin cowok itu tidak akan sudi bersentuhan dengan makhluk aneh seperti itu. Apa lagi menggandeng tangannya seperti tadi. Cuih, rasanya Kai ingin meludah saat ini juga.

"Ana emang kaka kelas Kai! Tapi umur kita sama, Kai. Kenapa sih, Kai ngga pernah mau tau tentang Ana? Gak mau sedikit pun mengerti perasaan Ana!" Gadis itu mencebik. Menghentak-hentakan kakinya tidak berdosa. Bibirnya manyun karena sebal.

Sumpah ya... melihat tingkah gadis ini membuat bulu roma Kai merinding jijik, lebih baik ia melihat mba kunti dari pada harus melihat Ana.

Anarita!

Ialah gadis yang wajib Kai hindari di lingkungan sekolah.

"Lo itu punya urat malu ngga, sih? lo tau gak, kelakuan lo itu kampungan banget. Lo cewe! Harusnya lo punya harga diri sedikit!" Kai menonjok tembok sekuat tenaganya. Hatinya bergemuruh dipenuhi rasa emosi. Andai orang tuanya mengizinkan, lebih baik ia pindah dari sekolah ini.

Ya ... Selama satu tahun Kai selalu diganggu oleh gadis ajaib ini. Selalu ada saja tingkah nyeleneh yang diperbuat gadis yang sering dipanggil dengan nama Ana.

"Ana cuma punya cinta buat Kai," ujar Ana lagi. Gadis itu menekankan nada bicaranya.

"Itu aja yang Ana miliki! Masa iya kai gak pernah ngerti?"

"Oh my goodnesssss! Susah ya ternyata, ngomong sama orang kayak lo! Bener-bener gak ada otaknya!" Kai menghela berat setelah itu, merasakan pusing mendadak, terutama nyeri pada bagian kepalanya.

Berasal dari mana sih cewek yang satu ini, pikir Kai geram sendiri.

"Kai, Ana itu tulus sama Kai. Sampai kapan pun Ana akan tetap cinta sama Kai meski Kai menolak ribuan kali!"

"Dan sampai kapan pun gue gak akan pernah cinta sama, lo! Meksi lo nembak gue ribuan kali! Paham?" Kai berteriak jahat tepat di wajah Ana. Anak itu bahkan menonjok tembok sekali lagi sebagai bentuk sumpah serapahnya.

Sudah tidak aneh. Cowok itu memang menyimpan sejuta kebencian terhadap gadis yang ada di hadapannya. Hampir setiap hari Ana selalu membuat Kai malu merasakan keanehan tingkah lakunya.

"Kai jangan pukul tembok, nanti tangan Kai bisa sakit..."

"Mata gue jauh lebih sakit dengan kehadiran lo!"

Ana mendesah. "Kenapa sih, Kai ngga bisa suka sama Ana aja ...?" Gadis itu menyandar pasrah pada dinding tembok, meremas jari yang saling bertaut sembari menundukan kepalanya. "Kai, papah Kai aja suka sama Ana. Kenapa kai ngga mau suka sama Ana ?"

"Kalo gitu, lo pacaran aja sama bokap gue! Ngapain lo jadi ajak-ajak gue?" bentak Kai kesal.

"Ana ngga mau jadi pelakor . Kan Ana sukanya sama Kai, bukan papah Kai," jawab gadis itu sok polos seperti tidak memili dosa. Kai menggemelutukkan gigi-giginya.

Cewek itu ya Tuhan... ada saja yang diomongin, membuat Kai semakin muak saja. Demi neptunus, Jika Ana adalah seekor semut. Kai akan menginjaknya hingga mati tak tersisa.

"Plissss, cinta sama Ana aja ya, ngga pacaran juga ngga papa. Yang penting Kai sayang sama Ana," rengek gadis itu lagi.

"Ngga ada ahlak lo emang!" Kai menoyor dahi Ana dengan ujung telunjuknya cukup keras. Cowok itu meninggalkan Ana sendirian di pinggir lapangan. Bisa gila kalau berlama-lama di dekat Ana. Sedari tadi kai sudah mati-matian menahan rasa emosi.

"Kai... Jangan pergi, Ana masih mau ngobrol lagi sama Kai. Kita bicarain semua ini baik-baik oke!" teriak Ana.

Gadis ajaib itu menatap lunglai kepergian Kai, merasakan hawa sesak yang melingkupi ruang di dadanya. Jiwanya mengambang dalam lautan luka yang tidak berdasar. Air matanya menetes bersama dengan lenyapnya tubuh Kai dari pandangan Ana.

Ana nggak akan nyerah gini aja, loh! Suatu saat Anda pasti akan mendapatkan hati Kai, Janji gadis itu dalam hatinya.

Satu hal yang menyingkirkan rasa sakit hatinya. Ini adalah pertama kalinya Kai mau melakukan kontak fisik dan berbicara dengan Ana lebih dari tiga kalimat.

Yupsz. Kai sempat menggandeng tangan Ana, walau ia melakukanya dengan terpaksa.

Ana mengenal Kai semenjak ia masih smp. Dari pertama kali ia mengenal Kai, gadis itu langsung tertarik mendekati cowok itu. Entah apa yang gadis itu rasakan, tapi Ana tidak pernah sedikit pun berharap Kai akan menjadi pacarnya.

Gadis itu terlalu sibuk mengutarakan perasaanya pada Kai, bahkan ia tidak pernah tahu tujuan hidupnya mendekati Kai. Ana senang melakukanya, jadi hatinya akan gunda jika tidak mengganggu Kai.

Ana hanya ingin melihat Kai setiap hari. Memberikan segala perhatianya untuk Kai seorang, bila perlu seumur hidup juga tidak masalah.

Hanya itu yang ingin dilakukan Ana.

Mencintai tanpa tujuan. Mungkin perasaannya bisa disebut begitu. Karena Ana sendiri juga belum ingin berpacaran.

Mungkinkah ia hanya terobsesi saja kali ya....?

***

Bab 2

muslim

Jum'at 19 Agustus 2022 05:39 WIB

Bacaan Surat Yasin Lengkap Teks Arab Latin Indonesia Beserta Keistimewaannya Buka di Alquran Digital

Jurnalis - Hantoro

BERIKUT ini bacaan Surat Yasin Ayat 1–83 lengkap teks Arab latin dan Indonesia, keutamaan, beserta tafsirnya. Silakan buka di Alquran Digital Okezone.

Adapun Surat Yasin merupakan surat ke-36 dalam kitab suci Alquran. Lalu termasuk golongan surat Makkiyyah atau turun di Kota Makkah, Arab Saudi.

Baca juga: Bacaan Surat Al Kahfi Lengkap Teks Arab Latin, Ayat 1-110, Buka di Alquran Digital Okezone

Dirangkum dari laman Abusyuja, dinamakan Surat Yasin merujuk perkataan Fatir yang terdapat dalam ayat pertama. Seperti arti huruf-huruf abjad yang terletak di permulaan beberapa surat Alquran, maka demikian pula arti Yasin yang terdapat pada permulaan surat ini.

Artinya Allah Subhanahu wa ta'ala mengisyaratkan bahwa sesudah huruf itu akan disebutkan hal-hal yang penting, antara lain Allah bersumpah dengan Alquran bahwa Muhammad benar-benar rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus rasul-rasul kepadanya.

Langsung saja, berikut isi Surat Yasin Ayat 1–83 lengkap dengan bacaan tulisan Arab, latin, hingga terjemahan bahasa Indonesia. Bisa buka di Alquran Digital Okezone.

Baca juga: Kisah Mualaf Cantik Alami Cobaan Berat dari Ibunya: Histeris tapi Akhirnya Ikhlas Menerima

يٰسٓ

1. Yaa-Seeen

Yasin

وَالۡقُرۡاٰنِ الۡحَكِيۡمِ

2. Wal-Qur-aanil-Hakeem

Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah,

اِنَّكَ لَمِنَ الۡمُرۡسَلِيۡنَۙ

3. Innaka laminal mursaleen

sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul,

عَلٰى صِرَاطٍ مُّسۡتَقِيۡمٍؕ‏

4. 'Alaa Siraatim Mustaqeem

(yang berada) di atas jalan yang lurus,

تَنۡزِيۡلَ الۡعَزِيۡزِ الرَّحِيۡمِ

5. Tanzeelal 'Azeezir Raheem

(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang,

لِتُنۡذِرَ قَوۡمًا مَّاۤ اُنۡذِرَ اٰبَآؤُهُمۡ فَهُمۡ غٰفِلُوۡنَ

6. Litunzira qawmam maaa unzira aabaaa'uhum fahum ghaafiloon

agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

لَقَدۡ حَقَّ الۡقَوۡلُ عَلٰٓى اَكۡثَرِهِمۡ فَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ

7. Laqad haqqal qawlu 'alaaa aksarihim fahum laa yu'minoon

Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.

اِنَّا جَعَلۡنَا فِىۡۤ اَعۡنَاقِهِمۡ اَغۡلٰلًا فَهِىَ اِلَى الۡاَ ذۡقَانِ فَهُمۡ مُّقۡمَحُوۡنَ

8. Innaa ja'alnaa feee a'naaqihim aghlaalan fahiya ilal azqaani fahum muqmahoon

Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.

وَجَعَلۡنَا مِنۡۢ بَيۡنِ اَيۡدِيۡهِمۡ سَدًّا وَّمِنۡ خَلۡفِهِمۡ سَدًّا فَاَغۡشَيۡنٰهُمۡ فَهُمۡ لَا يُبۡصِرُوۡنَ

9. Wa ja'alnaa mim baini aydeehim saddanw-wa min khalfihim saddan fa aghshai naahum fahum laa yubsiroon

Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

وَسَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَاَنۡذَرۡتَهُمۡ اَمۡ لَمۡ تُنۡذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ

10. Wa sawaaa'un 'alaihim 'a-anzartahum am lam tunzirhum laa yu'minoon

Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga.

Sebelumnya1 / 2

Selanjutnya

#

AlquranDigitalOkezone

#

Alquran

#

SuratYasin

Berita terkait

Surat Yasin Bacaan Arab Latin Ayat 1-83, Tafsir, hingga Keutamaannya

Simak Bacaan Surat Yasin Ayat 1-83, Teks Arab, Latin, Keistimewaannya

Surat Yasin Lengkap Ayat 1-83, Bacaan Arab dan Latin, Buka di Alquran Digital Okezone

Bacaan Surat Yasin Teks Arab hingga Latin Ayat 1-83 Lengkap di Alquran Digital Okezone

Home

News

Finance

Lifestyle

Celebrity

Bola

Sports

Autos

TV

Metube

Infografis

Foto

Video

About Us

Redaksi

Kotak Pos

Karier

Info Iklan

Disclamer

© 2007 - 2022 www.okezone.com. All Rights Reserved

Bab 3

Brakkkk.......!

Gebrakan meja yang di hentak secara kasar membuat Ana tersadar dari lamunannya. Selama mengikuti jam pelajaran terakhir, gadis itu terus melamun sepanjang jam pelajaran berlangsung.

"Apa sih Ara? Ngagetin gue ajah ...!" Gadis itu menarik tasnya dari loker. Merapikan semua bukunya dari atas meja, lalu memasukkannya satu persatu ke dalam tasnya.

"Lo gila ya Ann ...?" Ara menjambak rambut sahabatnya kesal. "Lo kecintaan sama tuh cowok, sampe kaya orang gila tau ngga sih? Asal lo tau, berita lo sama Kai jadi trending topik di sekolah kita!" terang Ara mencak-mencak. Setengah mati menasehati sahabatnya ini.

"Ikhhh Ara... Sakit, tau!" Ana mencebik manja. Menaruh kepalanya di atas meja. "Gue juga ngga tau kenapa bisa gini.... Gue nggak tahan. Semua itu keluar begitu ajah dari bibir gue!"

Gadis polos itu berbicara apa adanya. Sebenarnya ia juga malu dengan kejadian tadi. Namun sangat sulit mengendalikan perasaanya, apa lagi jika sudah melihat Kai. Hatinya reflek menggila dengan sendiri.

"Ya ampun Ana! Lo itu harus sadar! Kai itu ngga akan pernah cinta sama lo. Bahkan dia ngga pernah anggap lo ada di dunianya dia. "Ara menarik bangku di sebelah Ana. Gadis itu duduk di sebelah sahabatnya.

"Satu lagi, tampang Kai juga ngga banget! Kalau dia setampan pangeran atau boy band Korea, mungkin gue nggak masalah lo kecintaan sampai ngejar-ngejar dia kayak gini. Tapi mukanya biasa aja An, ngga ada keren apa lagi ganteng."

"Arr... Cinta gue untuk Kai itu tulus! Gue nggak pernah lihat Kai dari wajahnya, gue sayang Kai apa adanya."

Cih!

Hati Ara bergetar jijik mendengar ucapan sahabatnya.

Ara adalah sahabat dekat Ana. Salah satu cewek yang sangat benci dengan Kai. Karena Kai, sahabatnya jadi gila, ia sering menangis dan tertawa sendiri semenjak kehadiran Kai.

Tahun lalu, gadis itu mendadak berubah saat mengetahui Kai masuk di sekolah yang sama denganya. Satu tahun itu pula, Ana terus menghantui kehidupan Kai tanpa henti.

Tiada hari tanpa Kai, Ana selalu menyebut nama Kai setiap harinya, mungkin ada seribu kali perhari. Padahal Kai sama tidak pernah peduli dengan gadis itu. Ana hidup dalam cintanya sendiri. Entah terbuat dari apa hatinya, gadis itu sama sekali tidak sakit walau hidup terabaikan.

Mungkin tidak dirasakan lebih tepatnya. "Ara udah yah.... Ana mau nungguin Kai di gerbang depan. Hari ini Ana mau nebeng motor Kai."

"Hah? Lo jangan nyari penyakit, deh!" Ara menggelengkan kepalanya. Terakhir kali gadis itu melakukanya, Kai mendorong paksa gadis itu dari atas motornya. Kakinya sampai terkilir karena hal itu, dan Kai tidak peduli sama sekali.

"Gue mau jalan dulu, Ara!" Gadis itu berlari riang tanpa beban. "Doain Gue ya, Ar!" teriak Ana saat keluar dari ambang pintu kelas.

Seperti biasa, gadis itu berdiri di depan pintu gerbang sekolah. Menunggu Kai keluar sepanjang waktu. Pernah, Kai sengaja keluar melalui pintu gerbang belakang karena tidak mau bertemu Ana. Dan akhirnya gadis itu terus menunggu kepulangan Kai sampai sore. Kalau satpam tidak mengusirnya, mungkin Ana akan terus berdiri didepan gerbang sampai malam.

"Neng, ini sudah sore. Sudah tidak ada anak murid lagi disekolah ini. Neng sebaiknya pulang, bahaya untuk gadis kecil kaya eneng kalau sampai kemalaman. Nanti neng diculik bagaimana? Pulang ya Neng ... Pulang." Begitulah pak satpam membujuk seorang Ana, si gadis berkepala batu.

Huhhh.

Semua itu Ana lakukan semata-mata hanya untuk melihat Kai. Cukup dengan melihat saja, hati Ana sudah berbunga-bunga.

"Stop ...!" Ana menghadang Kai dengan kedua tanganya. Kakinya sakit akibat tak sengaja ditabrak motor Kai.

"Lo gila ya! Kalo mau mati jangan di sini. Bunuh diri di mana kek yang jangan ada guenya!" Kai hendak melajukan motornya, namun Ana tidak mau menyerah dan terus memegangi kedua spion motor Kai.

"Awas!" bentak Kai jelas kesal dan emosi.

"Ana mau ikut Kai, hari ini Ana mau ketemu sama papah Kai! Ana ada janji latihan karate sama papah Kai." gadis itu berbicara lembut mendekati manja. Membuat Kai semakin muak dan ingin muntah saja.

"Apa hubunganya sama gue ?" tanya Kai tak peduli. Jangan harap Kai akan memberikan tumpangan pada gadis ini, bisa alergi nanti. "Ana mau nebeng sama Kai, sekali-kali dong Kai. Kasian jok motor kamu nggak pernah dipakai buat boncengin cewek."

"Emangnya gue peduli?" cibir Kai masa bodo.

Memang tidak pernah ada murid wanita yang pernah dibonceng motor Kai. Cowok itu memang aneh, dia tidak pernah memiliki kisah cinta apa pun dengan wanita lain. Itulah yang membuat Ana semakin penasaran dan mengejar Kai sampai berhasil mendapatkan.

Yang lebih aneh lagi, cowok itu tidak memiliki ponsel. Apa lagi sosial media, cowok itu tidak pernah menengok hal semacam itu. Sangat aneh memang, Ana juga tidak tahu mengapa cowok itu tidak mengikuti perkembangan jaman yang ada. Ana selalu bertanya, namun Kai tidak pernah menjawab.

"Kai pliiss... kali ini aja oke ..." Ana memohon dengan penekanan paksa. Namun, Kai tetap bersikap tidak peduli.

"Sekalinya engga ya, engga! Lo ngerti bahasa manusia apa engga, sih?" Kai lantas menyalakan motornya kembali berniat untuk pergi.

"Plissssss Kai ...!" Ana kekeh dan pantang menyerah. Pokoknya ia harus berhasil kali ini.

Ya tuhan... Kai mendengus kesal dengan tingkah gadis ini. Pulang sekolah nanti... fiks! Kai harus minta pindah sekolah pada orang tuanya.

"Gue ngga mau boncengin lo... Ngga mau dan ngga akan. Ngerti gak lo?" cetus Kai.

Ana menyingkir dan tidak menghalangi Kai lagi. Saat cowok itu menyalakan mesin motornya hendak melaju, dengan sigap Ana langsung duduk di jok belakang motor Kai.

"Oh Tuhan" geram Kai emosi.

Berat sekali cobaan lelaki itu pada hari ini.

Merasa kesal, akhirnya Kai melajukan motornya kencang sekali. Ia sudah sangat jenuh dengan segala sikap Ana. Cowok itu melajukan motornya dengan kecepatan 120 km / jam. Rok yang dikenakan Ana terbang-terbang dan tersingkap, membuat gadis itu tidak nyaman dibonceng Kai.

"Kai, pelan-pelan! Ana takut banget, nih."

Kai tidak peduli, cowok itu semakin menambah laju kecepatan motornya.

"Kai .......!" Ana memeluk Kai sekuatnya. Gadis itu benar-benar dibuat ketakutan setengah mati. Badanya bergetar, jantungnya hampir mencolos dari tempatnya.

Karena merasa cukup, akhirnya hati Kai luluh. Cowok itu menurunkan kecepatan laju motornya dalam batas wajar. Kai melihat Ana yang masih menunduk ketakutan, namun gadis itu sudah tidak lagi memeluk Kai. Walau sangat menyukai Kai, Ana tidak pernah kelewat batas dalam mencintai...

Lututnya berdarah....

Batin Kai saat melihat kaki Ana dari kaca sepionnya. Gadis itu ya ... Saking antusianya ingin dibonceng Kai, sampai tidak sadar bahwa kakinya terluka.

Mungkin akibat ditabrak oleh motor Kai waktu di depan gerbang. Shittt. Kai menghentikan motornya mendadak, membuat Ana tersentak menubruk punggung Kai.

"Kai kenapa berhenti...?" Ana mulai curiga. Pasti Kai akan menurunkannya di tengah jalan. Padahal jalan ke rumah Kai masih sangat jauh. Yang lebih parah lagi, tidak ada angkutan umum di kawasan itu.

"Turun!" bentak Kai dingin.

Tuh kan... Belum lepas dari kecurigaannya, Kai sudah memerintahkan gadis itu untuk segera turun dari motornya. Ana turun sesuai yang diperintahkan Kai.

"Kai, mau nurunin Ana di tengah jalan yah... Kai tega banget sama Ana, ini masih jauh tau. Kasian Ana kalau jalan kaki."

Cowok itu diam membisu, tidak menjawab celotehan yang dikatakan Ana.

"Kai... Hikssss ...." Ana menghela lemas ketika melihat Kai melajukan motornya kembali.Cowok itu meninggalkan Ana sendiri ditengah jalan yang cukup sepi.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED