Sampul Novel DOLLAR MEKAR RUMAH TANGGA BUBAR

DOLLAR MEKAR RUMAH TANGGA BUBAR

7.9 / 10.0
Niat Maryati bekerja ke Taiwan sebagai perawat lansia demi ekonomi justru menjadi awal petaka. Tergiur gaji besar, ia terjerumus pergaulan bebas dan berselingkuh dengan sesama TKI. Saat Irwan, suaminya, mengendus pengkhianatan ini, kehancuran rumah tangga mereka tak lagi terbendung. Maryati pun didera penyesalan hebat. Sementara itu, Irwan yang terluka mulai didekati oleh Ajeng, gadis tomboy yang tulus. Kini, sanggupkah Irwan menerima kembali Maryati yang memohon untuk pulang?
Ringkasan DOLLAR MEKAR RUMAH TANGGA BUBAR
Niat Maryati bekerja ke Taiwan sebagai perawat lansia demi ekonomi justru menjadi awal petaka. Tergiur gaji besar, ia terjerumus pergaulan bebas dan berselingkuh dengan sesama TKI. Saat Irwan, suaminya, mengendus pengkhianatan ini, kehancuran rumah tangga mereka tak lagi terbendung. Maryati pun didera penyesalan hebat. Sementara itu, Irwan yang terluka mulai didekati oleh Ajeng, gadis tomboy yang tulus. Kini, sanggupkah Irwan menerima kembali Maryati yang memohon untuk pulang?
Baca Selengkapnya

DOLLAR MEKAR RUMAH TANGGA BUBAR Bab 1

"Ibuk, Ibuk, jangan tinggalin Sasa!" jerit Marisa, bocah berusia empat tahun di gendongan ayahnya.

Hati Maryati terasa remuk mendengar tangisan Marisa dan tatapan nanar sang suami. Tubuh gadis cilik itu terus meronta. Kedua tangan Marisa menggapai-gapai kaca jendela bus yang akan membawa Maryati dan rombongan ke Surabaya.

Ya, malam itu, Maryati bersama rombongan dari sebuah PJTKI, harus berangkat ke Surabaya. Bersama dua belas calon tenaga kerja wanita, mereka menuju ke Bandara Juanda.

Marisa terus menangis. Sementara ayah gadis kecil itu berusaha menenangkan sembari sesekali mengusap air mata di kulit pipinya yang kecoklatan.

Begitu juga, air mata Maryati membanjiri kedua belah pipi. Sayup terdengar suara Marisa yang masih menangis, ketika bus mulai bergerak pelan meninggalkan tempat parkir PJTKI. Maryati dan mungkin juga teman-teman senasib merasakan lara yang sama. Berat berpisah dengan anak, suami, dan keluarga di tanah air. Apalagi Maryati meninggalkan Marisa, putri semata wayangnya yang baru berusia empat tahun.

"Kita harus berani berkorban, Mbak. Ditungguin saja juga ndak cukup." Begitu ujar teman sebangku dalam bus, yang sudah beberapa tahun bekerja di Taiwan.

Wanita berusia mendekati paruh baya itu, antusias menceritakan tentang kesuksesannya menyekolahkan anak-anaknya sampai bangku kuliah. Bahkan ada salah satu anaknya yang menjadi anggota kepolisian. Sangat membanggakan tentunya.

Maryati mengangguk sembari berharap. "Nggih, Mbak. InshaAllah, saya bisa seperti Njenengan," ucapnya menanggapi.

Terbayang di pelupuk mata Maryati, kelak dia pulang dari Taiwan, rumahnya sudah bagus, punya usaha, dan berkecukupan materi. Memang dia harus berkorban untuk sementara waktu. Maryati tidak bisa berharap banyak pada gaji suaminya sebagai pesuruh di sekolah dasar, yang hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Maka dari itu, tekad Maryati sudah bulat meskipun harus berpisah dengan putrinya.

**

Prang!

"Apa lagi yang kamu pecahkan, Ria?" tanya seorang wanita cantik sembari mendekat.

Wanita itu melongo ketika melihat cangkir porselen mahal merek Italia itu pecah berantakan. Maryati pucat pasi dengan wajah menunduk dalam. Dia memilin jari-jarinya, kemudian bergerak mencari vacum cleaner.

"Ambil dulu pecahan kacanya, kalau semua masuk mesin, nanti mesinnya rusak! Cepat!" seru wanita itu dengan nada tinggi.

Maryati mengangguk kaku, kemudian mengambil kantong plastik dan memunguti pecahan kaca tersebut.

"Tue pu ci, Thai-thai," (maaf, Nyonya) ucap Maryati sangat lirih.

Wanita yang berdiri di sampingnya itu menggeleng-gelengkan kepala sembari berkacak pinggang. "Pekerjaan kamu bagus sebenarnya, tapi ceroboh, Ria. Saya tidak mau jika kamu melakukan kecerobohan pada ibu saya! Paham?" ucapnya masih dengan nada tinggi.

Maryati mengangguk. Dia melirik sekilas pada bosnya yang melangkah menjauh. Maryati menarik napas lega. Namun, beberapa detik kemudian, sang bos membalikkan langkah.

"Oh, ya, Ria. Saya akan ke Paris selama seminggu. Kamu jaga Ama baik-baik. Sebelum berangkat libur, kamu tunggu adikku datang dulu!" ucap wanita dengan dandanan elegan itu.

Maryati kembali mengangguk pelan. "Baik, Nyonya," jawabnya.

Setelah selesai membersihkan pecahan gelas, Maryati kembali ke kamar Nenek. Wanita itu memiringkan tubuh Nenek dan menepuk punggungnya. Selanjutnya, memindahkan Nenek dari brankar ke kursi roda dengan hati-hati.

Tring!

Handphone berdenting. Sambil memijat kaki Nenek dengan sebelah tangan, Maryati me-scroll sosial media. Dia sempat mengomentari unggahan foto teman satu PT di akun tersebut.

Bersamaan dengan itu, sebuah pesan masuk dari aplikasi hijau.

[ "Marya, hari Minggu jadi libur, kan? Sudah dapat izin dari bos?"] tanya Lina.

Maryati tersenyum sendiri lalu membalas pesan.

[ "Jadi dong, Mak Lampir ke Paris seminggu. Aku bilang sama dia, kalau nemuin suami yang baru datang dari Indo,"] balasnya sembari tersenyum sumringah.

Maryati hanya senyum-senyum ketika Lina kembali memberondongnya dengan godaan. Pipinya memanas mengingat nama Agung, laki-laki yang beberapa bulan ini menjadi tempatnya berkeluh kesah. Agung sangat pengertian.

Laki-laki yang bekerja di sebuah pabrik di kota Taichung, Taiwan itu, selalu menghiburnya ketika dia mengalami kesulitan. Tidak bosan, Agung memotivasi Maryati ketika wanita itu merindukan Marisa. Pertemuan Maryati dan Agung tanpa sengaja, ketika mereka sama-sama melakukan medical check-up rutin, enam bulan lalu.

**

"Mas, sudah. Jangan minum lagi."

Agung mendengus tidak suka. Laki-laki itu berusaha meraih kembali sisa minuman yang berada di dalam botol. Maryati menggeleng tegas. Dia memegangi bahu laki-laki itu.

"Kalau kamu masih minum, aku pulang sekarang!" ancam wanita itu.

Maryati segera melepaskan tangannya dari bahu Agung. Agung tidak tinggal diam. Dia segera menarik tubuh Maryati dan memeluknya.

"Jangan pergi, Ya, jangan pergi. Iya, sudah, aku nggak akan minum lagi," rayu laki-laki itu.

Ganti Maryati yang mendengus. "Awas, kalau kebanyakan minum. Kamu itu hari Senin kerja, Mas. Kebanyakan minum nanti nggak bisa kerja," sungutnya.

Agung mengangguk. Dia merangkul bahu Maryati, kemudian mereka berdua keluar dari ruangan yang masih ramai dengan hingar bingar suara karaoke itu.

"Mas, ngapain kita ke sini?" tanya Maryati sembari mendongak menatap tulisan "hotel" di atas mereka.

Agung tersenyum dan mengusap kepala wanita di sampingnya itu. "Memangnya, kamu mau tidur di mana, Ya? Besok kan masih libur. Kita tidur dulu di situ, besok siang kita jalan-jalan. Katanya kamu mau ke jembatan kaca," ucap laki-laki itu pelan.

Maryati tersenyum dan mengangguk. Dia melingkarkan tangan di lengan Agung dan mengikuti laki-laki itu menuju ke resepsionis. Kamar hotel paling murah menjadi pilihan keduanya.

Maryati memindai seluruh penjuru kamar hotel. Hm, tidaklah buruk untuk harga 700 NT, pikirnya. Wanita itu merebahkan tubuhnya yang penat ke tempat tidur.

Selama satu bulan penuh dia bekerja sebagai perawat lansia. Untuk jangka waktu tiga tahun kontrak pertama. Tidak jarang, Maryati harus begadang semalam suntuk karena Ama (Nenek) tidak mau tidur. Terkadang pula, Maryati menghabiskan waktunya di rumah sakit ketika Ama dirawat inap. Tentu sangat melelahkan bagi wanita itu. Maryati memejamkan mata menikmati "kebebasannya".

Maryati mengerjap pelan ketika Agung telah memeluknya. Laki-laki itu hanya mengenakan handuk hotel. Rambutnya yang dicat kepirangan sedikit basah.

"Mas, aku mandi dulu," ucap Maryati lirih sambil mengusap pipi mulus Agung.

Agung menggeleng pelan. "Nggak usah Ya, aku mandi karena tadi minum. Ayolah, aku sudah nggak sabar nungguin kamu," bisiknya mulai merayu.

Tangan Agung mengusap rambut Maryati dan semakin bergerak turun. Tidak hanya itu, Agung mulai menciumi Maryati. Wanita berwajah cantik yang menyita hari-harinya.

Di bawahnya Maryati tidak menolak. Dia membalas apa yang dilakukan Agung sehingga keduanya sama-sama tanpa busana. Malam itu, kedua insan di mabuk cinta itu semakin larut dalam hubungan terlarang.

Nafsu telah mengalahkan logika dan iman. Maryati lupa akan fitrahnya sebagai seorang istri. Dia lupa akan keberadaan Irwan dan Marisa yang setia menunggu hanya untuk sekadar membalas pesan singkat.

Yang ada di mata Maryati sekarang hanyalah sosok Agung. Laki-laki yang datang menawarkan cinta dan kehangatan di tengah kesepian.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi DOLLAR MEKAR RUMAH TANGGA BUBAR

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
9.3
Divonis hanya memiliki sisa tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya, David, memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, sang adik angkat. Alih-alih melawan, ia memilih menghentikan pengobatan, menyetujui perceraian, serta merelakan anak dan bisnis perhiasannya diambil alih oleh Emma. Di saat seluruh keluarganya memuji keputusan tersebut tanpa rasa curiga, ia menanti reaksi mereka saat ajal akhirnya menjemputnya.
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia menikah dengan Seno Bagaskara, seorang pria kaya raya. Di kediaman megah keluarga suaminya, ia harus beradaptasi tinggal bersama para ipar. Namun, di balik kemewahan itu, bahaya mengintai. Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno serta suami dari iparnya memendam hasrat terlarang padanya. Kini, ia terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi situasi rumit ini?
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi meluapkan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikah dengannya. Zahra tentu saja terkejut dan langsung menolak rencana gila itu. Tak tinggal diam, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menggantikan posisi pengantin wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima tawaran tersebut dan sanggup hidup sebagai istri pengganti bagi pria sedingin Rayhan?
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang terjadi menyisakan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan, serta pengorbanan tulus. Walau mengenalmu membawa kesedihan dan rasa sakit, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, saat kesadaran terlambat itu datang, andai saja waktu dapat diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik berharga bersamamu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED