Sampul Novel Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku)

Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku)

9.1 / 10.0
Pertemuan kembali dengan Uma setelah lima tahun berpisah memicu penyesalan mendalam di hatiku. Mantan istriku kini telah sukses sebagai dokter kandungan sekaligus direktur sebuah rumah sakit swasta yang mengagumkan. Menyaksikan keberhasilannya, ditambah dengan kehadiran buah hati kami, membuatku didera dilema batin yang hebat. Aku pun mulai mempertanyakan apakah masih ada kesempatan untuk menyatukan kembali keluarga kami yang dulu sempat hancur.
Ringkasan Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku)
Pertemuan kembali dengan Uma setelah lima tahun berpisah memicu penyesalan mendalam di hatiku. Mantan istriku kini telah sukses sebagai dokter kandungan sekaligus direktur sebuah rumah sakit swasta yang mengagumkan. Menyaksikan keberhasilannya, ditambah dengan kehadiran buah hati kami, membuatku didera dilema batin yang hebat. Aku pun mulai mempertanyakan apakah masih ada kesempatan untuk menyatukan kembali keluarga kami yang dulu sempat hancur.
Baca Selengkapnya

Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku) Bab 1

"Saya, mau istri saya diperiksa oleh dokter wanita, suster," ucapku pada perawat yang menjaga meja resepsionis.

"Bisa Pak, tapi Bapak harus menunggu satu jam lagi. Masalahnya, di sini dokter kandungan wanitanya adalah direktur rumah sakit, dan sekarang sedang ada rapat dewan direksi.

Kalau Bapak dan Ibu buru-buru, bisa diperiksa dokter Agus sekarang," jelas perawat bertag name Sita, itu ramah.

Aku berfikir sejenak, menunggu itu melelahkan, tapi tak apalah, daripada istriku diobok-obok dokter laki-laki. Jujur aku tidak rela, dengan meski alasan medis.

"Ya nggak pa-pa Suster, saya akan menunggu," ucapku mantap.

"Silahkan ditunggu Pak," pungkasnya, kemudian kembali dengan kesibukannya.

Tak salah aku memilih rumah sakit ini, untuk memeriksakan kehamilan istriku. Rumah sakit milik ormas berlambang matahari terbit ini memang memuaskan pelayanannya.

Dari satpam, resesionis hingga dokternya ramah semua. Cepat tanggap, lihat saja saat aku minta dokter kandungan wanita, direkturnya sendiri bersedia turun tangan.

Pantas saja rumah sakit ini berkembang pesat, padahal awalnya hanya klinik kecil. Ormas ini memang selalu total kalau membangun fasilitas untuk umum, lihat saja sekolah, kampus, hingga rumah sakit besutannya, yang ada dihampir seluruh kota di Indonesia. Semuanya maju.

Anganku kembali pada masa lalu, dulu mantan istriku pernah dinas di sini, tapi mengundurkan diri setelah menikah denganku. Dia seorang dokter umum, yang baru beberapa bulan bekerja, tapi rela melepas karir dan mimpinya, demi mengabdi kepadaku, suaminya.

Tapi sayang, aku yang kurang bersyukur mendapat istri secantik dan sebaik dia. Justru tidak menghargai pengorbanannya dan menganggap dia manja, saat dia berkeluh kesah.

Ah, andai waktu bisa diulang kembali, aku tidak akan membuat dia terluka, apalagi menceraikannya. Aku akan membahagiakannya, tapi sayang itu hanya anganku saja.

"Lama banget sih, dokternya," keluh istriku, membuat lamunanku buyar seketika. Wajahnya terlihat suntuk, bibirnya mengerucut.

Kulihat jam di tanganku sekilas, rupanya sudah satu jam lebih aku menunggu. Tapi dokter wanita yang dijanjikan perawat itu tidak kunjung muncul juga. Aku yang sudah bosan menunggu akhirnya gusar juga.

"Suster, kok Bu Dokternya belum datang juga, hampir dua jam saya menunggu lho?" protesku pada Suster bertagar name Sita.

"Sabar ya Pak, Bu Uma sedang perjalanan ke sini," sahut Suster Sita dengan senyum ramahnya.

"Deg!" Jantungku berdesir lembut, Uma nama dokter yang akan memeriksa istriku? Apaka Uma yang sama? Uma mantan istriku? Ah, pasti hanya kebetulan saja, Uma hanya dokter umum, sedangkan dr. Uma ini spesialis kandungan.

Sesosok wanita berjas putih masuk ke ruang periksa. Dia tinggi semampai, berpenampilan elegan, jadi itu bukan Uma, mantan istriku, melainkan orang lain, yang bernama sama.

"Nyonya Arisandi!" Nama istriku dipanggil dari ruang periksa, aku dan Sandi segera bangkit dan menuju ruangan.

"Silahkan duduk," sapa dokter itu ramah.

"Nyonya Arisandi, umur dua puluh delapan tahun, kehamilan pertama, sudah telat dua bulan," dokter itu membaca kertas karton berwarna biru muda, di genggamannya.

"Keluhannya apa?" tanya dokter itu ramah, dilihat dari matanya yang menyipit, aku yakin dia sedang tersenyum, meski wajahnya ditutupi masker.

"Setiap pagi mual, trus gampang capek, lemes Dokter," jawab istriku menceritakan masalahnya.

"Manja!" desisku dalam hati.

Iya, istri ketigaku ini memang manja sekali. Baru hamil saja, kerjanya malas-malasan, dengan alasan bawaan bayi. Beda dengan Uma dulu, meski dia hamil, tapi tetap gesit mengerjakan tugas rumah, bahkan sambil merawat ibuku yang sakit-sakitan.

Kalau Sandi? Beuh! Jangankan mengurus diriku, mengurus dirinya sendiri saja tidak becus. Apa-apa minta dilayani, bahkan aku terpaksa membayar pembantu, untuk mengerjakan semua kebutuhan rumah termasuk aku dan Sandi.

"Oh, itu biasa Bu, tri semester pertama biasanya mengalami morning sickness, gampang lelah, itu wajar. Tapi tetap harus gerak ya, nggak perlu berat-berat, jalan kaki misalnya.

Kalau dipakai malas-malasan malah nanti nggak baik buat janinnya, kurang sehat." Nasehat dokter Uma.

"Nggak bed res saja Bu Dokter?" sanggah istriku.

"Hah? Bed res? Yang bener aja?" gerutuku dalam hati.

"Nggak perlu, kecuali sudah nggak kuat, nggak ada lagi makanan yang bisa masuk, memang harus bed res. Ibu masih doyan makan, kan?"

"Masih Dokter, terutama yang enak-enak," selorohku.

"Deg!" tiba-tiba jantungku berdetak lebih keras, mata di balik kaca mata itu mirip milik mantan istriku, Uma.

Pandanganku beralih ke dada bagian kiri Dokter cantik itu, "dr. Kusuma Wijayanti Spog", begitu yang nama tertera. Sama persis dengan nama lengkap mantan istriku.

Setelah lima tahun kami berpisah, dia menjelma menjadi wanita berkelas. Tidak seperti saat bersamaku, kusam, kucel, dan kusut.

"Wanita hamil memang begitu Pak, pengennya diperhatikan dan dimanja, turuti saja, selama masih mampu."

Aku merasa tersindir dengan ucapan Uma, atau memang dia sengaja menyindirku? Untuk menyadarkanku, memang begitulah kodrat wanita, ingin selalu disayang dan dimanja.

Dulu, saat dia hamil, aku tak ambil peduli, saat dia pengen ini dan itu, atau mengeluh badannya pegal-pegal. Kuaggap itu semua hanya cara dia cari perhatian saja.

"Mari ke ranjang periksa, biar saya USG," lanjut Uma.

Sandi merebahkan tubuhnya di ranjang, sementara Suster Sita, menutupi tubuh bagian bawah istriku dengan selimut, lalu membuka baju istriku, dan mengoleskan semacam gel, ke perut Sandi.

"Ini janinnya, ukurannya normal, ketubannya juga normal, semuanya normal. Ini artinya kehamilan anda baik-baik saja, " ucap Uma pada Sandi, seolah tidak menganggapku ada.

Uma bersikap seolah kami tidak saling kenal, padahal kami pernah hidup seatap selama 6 tahun.

Usai periksa, kuminta Sandi untuk antre di apotek, sementara aku sengaja menunggu Uma, di depan ruang periksa.

Tak lama kemudian, Uma keluar dari ruang periksa dengan tergesa-gesa.

"Uma!" seruku memanggil namanya.

Uma berhenti sejenak, dan menoleh kearahku. "Maaf, ada yang bisa saya bantu?" ucapnya formal.

"Apa kabarmu?"

"Oh, baik, saya baik-baik saja," ucapnya canggung.

"Anak-anak---" belum sempat kuselesaikan ucapanku, Uma sudah memotongnya.

"Maaf saya buru-buru Pak, ada pasien yang mengalami pendarahan, yang harus segera mendapat tindakan." Uma segera berlalu dan meninggalkan aku begitu saja.

Uma pasti malas menjawab pertanyaan basa basiku, karena setelah bercerai, kami benar-benar putus komunikasi. Tak ada lagi nafkah untuk anak-anak, bentuk tanggung jawabku sebagai ayah. Bahkan sekedar bertanya kabar pun, tak pernah. Aku sudah menelantarkan mereka.

Bersambung...

Cerita ini alurnya maju mundur ya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
8.4
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica harus menelan pil pahit di hari ulang tahun pernikahannya. Alih-alih merayakan momen spesial, dia tidak sengaja mendengar pengakuan kejam suaminya, Rio Aditya. Rio ternyata berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya. Di saat yang sama, Jessica didiagnosis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa rasa cinta yang tersisa dan waktu yang kian menipis, Jessica memutuskan untuk merelakan semuanya, bersiap pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh Andini Wijaya, pemilik sekolah yang mandiri. Namun, hubungan mereka diuji saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi mendapat pengakuan dari ayah mereka, Sigit Wijaya. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ambisi keluarga Wijaya, akankah cinta Randika dan Andini tetap bertahan?
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjadi istri kedua miliarder Raga Dirgantara demi membalas utang budi masa lalu. Kehidupan pernikahan ini terasa sangat pahit bagi Kayla, sebab ia hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk memberikan keturunan bagi sang pengusaha sukses tersebut. Tanpa memiliki posisi nyata di mata suaminya, Kayla kini harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya sama sekali tidak dihargai dalam rumah tangga itu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED