Sampul Novel Diminta Menjadi Madu

Diminta Menjadi Madu

9.7 / 10.0
Kecewa pada suaminya, Ningroem kerap mencurahkan isi hati kepada Ratna, tetangganya. Merasa iba dengan perjuangan Ningroem, Ratna menawarkan agar ia bersedia menjadi istri kedua Dani, suaminya. Ningroem sempat menolak sebelum akhirnya menerima pinangan itu. Konflik batin pun membara saat Ningroem hamil, memicu persaingan kedua istri demi memperebutkan cinta Dani. Namun, setelah kematian Ratna, Dani yang enggan beristri satu berniat menikah lagi. Menolak dimadu kembali, Ningroem memilih menjanda.

Diminta Menjadi Madu Bab 1

Ningroem seorang ibu rumah tangga berusia 26 tahun. Memiliki lesung pipi di kedua pipinya, yang membuat Ningroem terlihat semakin manis. Wanita dengan lesung Pipi memiliki kulit sawo matang seperti orang Indonesia kebanyakan. Ia seorang wanita yang tidak pernah bersolek. kecantikan yang dimilikinya betul-betul alami tanpa pemutih wajah, seperti wanita modern kebanyakan.

Ningroem juga memiliki tubuh yang ramping, dengan lekuk tubuh sempurna bagaikan gitar Spanyol. Beruntunglah Bram yang mempersuntingnya. Namun, sayang wanita cantik berlesung pipit itu. Nasibnya tidak sebagus rupanya malah berbanding terbalik.

Sejak Ningroem menikah dengan seorang pria pilihannya, hidupnya menjadi sulit.

Bram pria bertubuh tinggi dengan rambut yang panjang ikal. Ia dulunya sebagai pegawai pabrik tekstil namun karena sering tidak masuk kerja pada akhirnya perusahan mengeluarkannya tidak hormat. Sekarang profesi suaminya hanya sebagai ojek online.

Bram yang Ningroem kenal dulu berbeda dengan sekarang. Setelah wanita berlesung pipi melahirkan anak keduanya. Sikap Bram mulai berubah. Pria itu mulai berubah tidak bertanggung jawab. Sering mengabaikan dirinya juga kedua anaknya.

Awal mulanya Ningroem hanya meminta uang belanja, karena sudah hampir satu Minggu Bram tidak memberikannya. Uang belanja tersebut Ningroem gunakan untuk mencukupi kebutuhan harian keluarga.

"Mas, aku minta uang untuk belanja hari ini!"

Ningroem meminta uang belanja karena uang yang diberikan Bram telah habis dipakai.

"Memang uang yang aku kasih, satu minggu seratus ribu sudah habis?"

Bram bukannya memberikan uang yang diminta Ningroem, ia malah membentak naik pitam. Sehingga Ningroem pun menjawab dengan nada ketus. Ia tidak terima di bentak oleh suaminya.

"Ya ilah Mas, uang segitu buat dua hari saja sudah habis. Mana bisa untuk satu Minggu!" sahut Ningroem tak mau kalah.

"Mas lagi gak punya uang," sahutnya ketus tanpa melirik sedikitpun ke arah Ningroem, tatapannya masih fokus menatap layar ponsel. Jarinya perlahan bergeser naik turun di atas benda pilih tipis yang berada dalam genggamannya.

"Tapi Mas, 'kan kerja masak pulang nggak bawa uang?"

Ningroem tidak percaya dengan ucapan Suaminya yang tak mau menatap ke arahnya. Pasti dia bohong berkata seperti itu pikirannya. Tapi ia bukanlah wanita bodoh yang akan diam saja di bentak oleh suaminya. 

Ningroem yang mulai kesal karena dari tadi bicara tetapi tidak dihiraukan oleh Bram ---suaminya. Wanita berlesung Pipit pun menghampiri Bram. Kemudian tangannya dengan hati-hati mengambil dompet yang terselip di saku celananya. Ketika dompet sudah berpindah posisi Ningroem buru-buru membuka resleting dompet Bram. Terlihat di sana ada uang satu lembar berwarna merah.

Mirna kemudian mengambilnya seraya berkata,

"Mas ini ada."

Ningroem menunjukkan uang berwarna merah pada Suaminya. dengan mengibaskan uang berwarna merah yang berada di tangannya ke arah wajah Bram.

Pria berambut keriting terpaksa bangkit dari kursi yang didudukinya. untuk mengambil kembali uang miliknya dari tangan Ningroem dengan paksa.

"Kembalikan ini punya gue."

"Tapi Mas, aku butuh untuk beli beras dan lauk untuk hari ini. Dari pagi perutku belum diisi. Nanti air ASI-nya nggak keluar karena belum makan," ucap Mirna memberi alasan supaya sedikitnya Bram mengerti akan keadaan istrinya yang masih menyusui anaknya yang masih batita.

"Kamu itu bisanya hanya minta saja!" Hardik Bram mendelik ke arah Ningroem. Sepertinya Bram tidak suka dengan ucapan yang baru saja Ningroem lontarkan.

"Jadi Mas sudah tidak mau memberikan nafkah? itu uang untuk kamu minum-minum. tidak  akan berkah," sahut Ningroem mengingatkan suaminya.

"BERISIK!" sentak Bram. Pria bertubuh tinggi itu bangkit dari duduknya kemudian ia melangkah untuk mengambil jaket kulit yang tergantung di belakang pintu. Setelah jaket itu ada di tangannya Bram keluar dengan membanting pintu.

Ningroem hanya bisa mengelus dada "Ada apakah dengan Mas Bram? sehingga bersikap kasar padanya. apakah dirinya terlalu menuntut? ah aku rasa tidak. Aku hanya memintanya uang belanja. Bukankah itu wajar dan memang kewajibannya sebagai kepala rumah tangga." bisiknya dalam hati.

Ningroem menyadari posisi dirinya di rumah hanya sebagai ibu rumah tangga. Karena ketika akan menikah Bram sendiri yang meminta Mirna untuk berhenti bekerja. Namun ketika pernikahannya sudah menginjak angka tujuh mengapa sekarang seperti ini.

Wanita berlesung pipi itu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, untuk mengambil cucian yang berada di dalam bak besar yang belum di jemur. Mumpung anaknya masih tidur sebaiknya ia segera menjemurnya.

Ningroem mengangkat bak besar berwarna hitam yang berisi pakaian basah. meletakkannya di bawah lantai untuk menjemurnya di depan rumah.

Helai demi helai pakaian Ningroem jemur hingga ada seseorang yang menegurnya,

"Jemur Mbak," tanya seseorang pria.

Ningroem melirik asal suara yang menegurnya. Rupanya itu suara tetangga kontrakan, yang tempat tinggalnya kebetulan bersebelahan dengan Ningroem. Pria itu bernama Dani ia seorang pria dengan paras tampan mirip dengan penyanyi Once yang menjadi vokalis Dewa 19. Rambut lurus dengan sedikit panjang. Hidung mancung dengan sedikit kumis yang menghiasi wajahnya menambah wanita yang menatapnya pasti tidak akan bosan. Ditambah sikapnya yang ramah. Ah pokoknya di mata Ningroem, Dani adalah sosok yang sempurna.

Ningroem mengembangkan senyumnya, langsung menjawab teguran Dani,

"Iya, Mas, mumpung Denis masih tidur nanti nggak sempet kalau sudah bangun."

Ningroem melihatnya dengan sudut matanya ia tak berani menatapnya langsung. Rupanya ia sedang menikmati secangkir kopi yang dibawanya dari dalam rumah.

Wanita berlesung pipit itu  melanjutkan menjemur pakaian, yang masih berada di dalam ember besar berwarna hitam. Setelah selesai Ningroem segera masuk kembali ke dalam rumah tanpa melihat Dani yang memperhatikan dirinya. 

Ningroem membuka lemari dan mengambil dompet, kemudian membuka resleting dompet Tersebut terlihat hanya ada si hijau yang mengisi dompetnya.

'Hanya tinggal satu lembar, baiklah ini cukup untuk sarapan hari ini. Sebaiknya aku membeli nasi uduk dua bungkus. Yang satu bungkusnya dihargai lima ribu rupiah. Lumayan masih ada sisa sepuluh ribu. Sisanya bisa digunakan untuk membeli nasi uduk sore seumpama Mas Bram belum juga kembali.'

Ningroem berbicara di dalam hatinya. Ia harus pandai mengatur uang yang hanya sedikit, supaya cukup untuk mengganjal perutnya juga kedua anaknya hari ini.

Ningroem bergegas meninggalkan  rumahnya untuk membeli dua bungkus nasi uduk yang berada di belakang kontrakan. Ia tidak boleh berlama-lama di luar, takutnya anak bungsunya bangun dan mencari dirinya.

Betul saja dugaannya Denis sudah bangun, menangis karena menyadari tidak ada ibunya di sisinya. Sedangkan kakaknya ---Fahmi masih tertidur pulas di pojokan tempat tidur.

Ningroem buru-buru masuk kedalam kamar langsung menggendong putra bungsunya.

"Cup, cup. Maaf ya, sayang. Tadi Mamah tinggal beli nasi dulu," ucap Ningroem memberikan penjelasan pada Denis. Namun pria kecil dalam gendongannya tidak paham terus saja menangis.

Ningroem membuka kain gendongan kemudian duduk di lantai untuk memberikan Asi pada Denis. Mungkin anaknya haus karena baru saja bangun tidur.

Ketika Ningroem membuka kancing baju di bagian dadanya. Denis langsung menghisap kemudian pria kecil itu diam dari tangisnya. Hanya terdengar bunyi glek yang masuk ke dalam tenggorokan.

Mirna mengusap-usap rambut pria kecil yang ada di dalam pangkuannya. Yang rambutnya basah oleh keringat.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Diminta Menjadi Madu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika yang butuh biaya medis besar dan donor langka, Alya terpaksa menerima tawaran Niko. Pengusaha kaya yang mendambakan keturunan itu mengajukan perjanjian ibu pengganti. Meski awalnya ragu, Alya menyetujuinya demi sang ibu. Tak disangka, benih asmara justru tumbuh di antara mereka hingga memicu pergolakan batin. Ketika sebuah rahasia besar akhirnya terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung petaka. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke pusaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi makian dan adegan dewasa, gadis lugu ini terperangkap dalam cinta segitiga yang rumit bersama dua pria. Simak perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki kekasihku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris sah Grup Nelson. Kini, berbekal kekayaan tanpa batas, aku siap membalas dendam. Saat mantan kekasihku bersujud memohon maaf, aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang melimpah hanyalah deretan angka yang siap kuhabiskan.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang penjelajah tersesat di Hutan Gondoriyo dan mengalami teror mistis saat kendaraannya hilang secara gaib. Di sebuah gubuk sunyi, pasangan lansia misterius sempat memperingatkannya. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran justru menyeretnya kembali ke sana, namun hutan itu seolah menguap. Misteri pun kian kelam saat ia menemukan kaitan erat antara kecelakaan bus di jurang dan hutan tersebut, hingga ia harus bertaruh nyawa demi kebenaran.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram karena ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan klasik bahwa mereka tidak saling kenal membuat Yuki berang hingga mengatai calon suaminya itu sebagai lelaki tua yang menjengkelkan. Namun, kekesalan tersebut tidak bertahan lama. Sebuah senyum licik merekah di wajah Yuki saat sebuah ide brilian muncul di benaknya. Ia pun menyusun rencana cerdik untuk memberi pelajaran bagi pria yang telah menolaknya tersebut.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED