Bab 2

Melihat kamar pengantin yang sangat indah di pandang mata,hati Ana tergores luka,ada rasa perih di hatinya.

"Apakah aku terlalu kotor untuk dia sentuh?,Apakah aku tak pantas bahkan hanya untuk tidur bersamaku semalam? Apa yang terjadi padanya? Apakah ada hal serius yang tak bisa dia tinggalkan? Sepenting itukah urusan nya,sehingga harus meninggalkan ku,dan melewatkan malam pertama kami?"Monolog nya dalam hati,dia bertanya sendiri,tak ada yang menemani nya saat ini,di rumah yang besar dan mewah ini,bahkan tak ada pembantu Rumah Tangga.

Ana lalu berjalan masuk kedalam kamar pengantin,yang di taburi kelopak bunga mawar merah di atas nya,Wangi kamar yang menenangkan di hidung.tapi,apa daya itu semua hanya pajangan.

"Aku gak boleh berfikir buruk dahulu,siapa tahu memang Mas Lois mempunyai urusan sehingga dia harus mengorbankan Malam pengantin kami."Ucap nya lirih,lalu Ana bangkit dari duduk nya.dia keluar dari kamar yang cantik itu,menuju kamar yang mana semalam dia menyimpan barang-barang nya,setelah sampai di kamar dia langsung masuk ke dalam kamar mandi.

******

Sedangkan Lois,masih tertidur nyenyak di dalam mobil nya,setelah itu perlahan dia membuka mata nya dengan pelan,hingga mata itu terbuka sempurna,dia kaget lalu melihat ke segela arah,yang ternyata dia dapati dirinya sedang berada di dalam mobil milik nya.

"kok gw di mobil." ucap nya lirih dan kebingungan,dia lalu mengingat kejadian apa yang terjadi kepadanya semalam,hingga bayangan di Bar pun terlintas di benak nya.

"Aisss...shit,Syeren memang sialan." Umpat nya,lalu dia membuka knop pintu mobil nya,dan keluar dari mobil.

Lalu,dia melangkah masuk kedalam rumah,tak di hiraukan olehnya dimana saat ini Ana berada,gadis yang baru saja Sah menjadi Istrinya.Lois terus saja fokus berjalan hingga dirinya sampai di kamar nya,kamar pengantin yang di hias dengan sangat indah.

"Aish....ini apaan,mereka hanya bisa mengotori tempat tidur ku." Ucap nya,lalu pergi keluar dari kamar tersebut,dia lalu pergi menuju kamar tamu,yang sedang di gunakan oleh Ana saat ini.

Pada saat Lois membuka pintu,Ana juga membuka pintu kamar mandi,hingga keduanya saling menatap satu sama lain.Ana yang masih menggunakan handuk putih membalut badan nya,sedikit terkejut dengan kehadiran Lois.ada rasa canggung di hatinya,tapi dia ingat,yang berada di depan pintu saat ini adalah Suami nya.jadi dengan rasa malu,Ana tersenyum kepada Lois,dan hendak menegur nya.tapi,belum sempat dirinya menegur Lois sudah membanting pintu kamar dengan keras.

"Duarrrr." suara pintu sangat keras.

Ana sampai terlonjak kaget di buat nya.

"Ya Ampun." ucap nya,memegangi dada nya dengan tangan kanan nya.

Dengan sedikit terburu,Ana menggunakan pakaian lalu mengoles sedikit make-up di wajah cantiknya.setelah rapi,Ana gegas turun ke bawah,di lihatnya di bawah tak ada siapapun disana,dengan cekatan Ana membuat Teh hangat,karena memang tak ada apapun yang bisa dirinya masak,tak ada persediaan apapun di dalam kulkas.

Dia lalu duduk di meja makan dengan dua gelas Teh angat di depan nya,dia menunggu kehadiran Suaminya itu,tak berselang lama dia menunggu Akhirnya Lois turun,Ana menyambut nya dengan senyuman penuh di wajah nya.tapi,Lois jangan kan membalas senyuman Ana,Melihat ke arah Ana saja tidak.

Lois lalu turun,tanpa memperdulikan Ana di meja makan,Ana berharap Suaminya itu,mau duduk seben7tar dengan nya,menghabiskan Teh bersama,lalu ada sedikit cerita dari keduanya.tapi,Harapan nya itu sia-sia.Lois berjalan terus tanpa berhenti dia berjalan lurus ke depan,menuju pintu.setelah itu dia keluar dan terdengar suara Deru mesin mobil.

Ana yang melihat sikap suaminya,yang tak peduli kepadanya,Hatinya kembali merasakan sakit.tapi,kembali lagi tak di pedulikan nya,rasa sakit yang menerpa hatinya saat ini.dia kembali mencoba berfikir positif.

"Mungkin dia pemalu,dan belum terbiasa,aku harus bersabar sedikit." Monolog nya dalam hati.

"lebih baik,aku ke supermarket aja,gak ada apapun di rumah ini." Ucap nya lirih,kemudian segera di habiskan nya Teh hangat yang yang telah di buat nya tadi.

Setelah Teh nya habis,dia bergegas naik ke kamar nya lagi,di ambilnya tas kecil miliknya,lalu di masukkan nya hp dan dompet ke dalam nya,saat dia hendak pergi di lihat nya tas besar di pojok kamar nya itu,dia penasaran dengan isi tas tersebut,lalu di dekatinya tas itu,kemudian di bukanya resleting tas tersebut,dan terlihat jelas lah isi di dalam tas itu.

"Ya ampun,kenapa aku bisa lupa,ini kan Amplop para tamu undangan." Ucap nya lirih menepuk jidat nya pelan.

Setelah itu,di tutup nya lagi tas tersebut,di letakkan nya,di samping meja rias nya,agar dirinya tak lupa nanti,dia akan membuka satu persatu dengan suaminya nanti.

Setelah merasa yang di butuhkan nya dia dapat,Ana pun keluar dari kamar,jalan nya sedikit tergesa karena ibukota tak pernah absen dengan kata macet,semakin siang semakin macet,setelah sampai di pintu Utama,di tutup nya pintu itu dan dia keluar dari rumah itu menuju jalan raya,dia menunggu taksi,setelah menunggu kurang lebih 5 menit,Akhirnya ada juga Taksi yang lewat.

Ana langsung menyetop Taksi tersebut,setelah Taksi berhenti Ana masuk ke dalam Taksi,Ana memberikan alamat kepada sopir Taksi,kira-kira 35 menit dalam perjalanan,Ana pun sampai di supermarket yang di tuju nya.

Ana pun bergegas masuk ke dalam Supermarket,Ana memilih sayuran dan bahan-bahan lainya,yang dia butuhkan.hingga satu kresek jumbo penuh dengan belanjaan nya,dia kesusahan membawa Barang-barang yang telah di belinya itu,karena jumlah barang nya yang lumayan banyak,keringat membasahi tubuh nya,apalagi dirinya yang belum juga makan,dan dia harus membawa barang banyak sendirian,di bawah teriknya matahari,dan di tengah-tengah sibuknya Ibu kota.

Ana kini sedang menunggu,menunggu Taksi untuk membawa nya pulang kembali ke rumahnya.

Tak lama menunggu,hanya 2 menit saja,Taksi pun lewat,dan membawa Ana kembali pulang ke rumah barunya.

*****

Sedangkan Lois,dirinya kini sedang duduk di bangku nya,dia adalah seorang CEO di perusahaan terkenal yang bergerak di bidang makanan ringan,sudah banyak jenis makanan ringan yang di produksi oleh perusahaan nya dengan berbagai macam jenis dan Varian rasa.

Hingga pada akhirnya sudah tercatat kurang lebih dari 45 jenis produk makanan ringan yang telah dia keluarkan dari pabriknya,dan sudah di serahkan ke seluruh supplier di semua kota di Indonesia,dan tentunya produknya juga sudah tersebar setidak nya di seluruh pasar di Indonesia. produknya bahkan sudah di Ekspor ke luar negeri.

Louis mengembangkan perusahaan yang di berikan oleh papa nya langsung kepadanya untuk di kembangkan dengan baik,karena papa nya sendiri sudah merasa sangat tua dan ingin ber istirahat menikmati hari tua nya bersama sang istri.

Dan ternyata keputusan nya sudah sangat benar,Louis yang sudah ia ajarkan tentang manajemen Bisnis sejak ia kecil ternyata memberikan buah baik.

Kini perusahaan itu semakin tumbuh dengan pesat dan maju.

Hingga perusahaan pun menjadi semakin jaya di buat oleh Louis,yang membuat kedua orang tua nya menjadi tenang dan Damai...

Bab 3

Louis yang duduk santai,tanpa memikirkan Ana di rumah sedang apa dan berbuat apa.dia tak peduli dengan Ana,kehadiran Ana membuatnya kesal,karena Ana bukan lah wanita yang di cintai nya.

Wanita yang sangat dia cintai hingga saat ini,tak bisa dia melupakan wanita tersebut,bahkan setelah dirinya mempersunting Ana yang cantik,baik dan tulus mengabdi padanya sebagai seorang Istri.Meskipun Ana juga belum mencintai Lois.tapi,dia mau belajar untuk mencintai suaminya itu.

Wanita yang menjadi pujaan hati Louis adalah Melisa Fitri.wanita yang bahkan sudah menjadi Istri dan Ibu saat ini.

Melisa sudah menikah Tiga tahun yang lalu, dan dia sudah mempunyai seorang putri yang saat ini sudah ber umur Dua tahun.

Seakan tak mau tau,tentang status Melisa, Louis masih sering bertemu dengan nya,dan bahkan Melisa dan Louis pacaran hingga saat ini.tentunya tanpa sepengetahuan suaminya Melisa.

Syeren sudah sering menegur Lois,Syeren sendiri tidak suka dengan Melisa,karena menurutnya Melisa bukan lah wanita baik-baik,dia berfikir Melisa hanya menguras harta Lois saja.tapi,Lois tak peduli dengan perkataan Syeren.

Flash back off,sehari sebelum Lois menikah dengan Ana.

Di ruangan Lois,saat ini ada Syeren yang sedang berdiri menghadap ke arah Lois.

"Pokoknya gue gak mau tau Lois,Lu setelah menikah dengan pilihan orang tua Lo,Lo harus putus dengan Melisa!"Ucap Syeren tegas.

Lois mengacak rambutnya kasar.

"Apaan sih,Ren.kan gue udah bilang,Gue gak cinta sama cewek itu,dan lo tau sendiri kan Gue cuma cinta nya sama Melisa."Terang nya.

"Bisa Lois,Lo pasti bisa! Yang penting semua yang berhubungan dengan Melisa,Lo buang jauh-jauh,Blokir semua tentang dia!"Ucap Syeren tegas.

"Lo kok keras kepala bangat sih Syeren,kan sudah Gue bilang gak bisa,nanti kalau semua gue blokir,Kasian Melisa!"Ucap nya,mulai emosi menghadapi Syeren.

"Kenapa? Hahhh!!! Lo kasian,ia Lo kasian gitu sama si Melisa itu,Lois lo jangan bodoh! Lo itu seorang CEO loh,terus Lo mau di bodoh-bodohi seperti ini oleh Melisa yang licik!" Ucap Syeren tak habis pikir dengan Sahabat nya yang buta cinta itu.

"Apaan sih Syeren,Melisa gak seburuk yang ada di dalam fikiran Lo!" Teriaknya tak terima Melisa di jelek-jelekkan oleh Syeren.

"Lo fikir Melisa itu cinta sama lo,Lo pikir cinta lo ke dia,sama dengan cinta dia ke lo...Lo salah besar Lois,gua tebak dia bahkan sengaja mendekati lo itu cuma karena mau harta lo doang,dan Gue juga yakin kalau dia dan suaminya sekongkol buat ini."Ucap Syeren.

"Syeren...tutup mulut mu,keluar dari ruangan ku sekarang!"Ucap Lois yang sudah tersulut emosi.

"Oke,Gue keluar,tapi asal lo tau Lois,semua yang gue bilang ini nyata adanya.jadi,gue harap lo bijak menyimpulkan keputusan!" Ucap Syeren dan keluar dari ruangan Lois tersebut.

"Aaaakkkkhhhhhh.....sialan.."Umpatnya,membuang semua yang ada di depan nya,hingga berjatuhan ke tanah.

"Yang di bilang Syeren gak benar,dia bohong...ia aku tahu syeren,dari dulu dia selalu omong kosong." Ucap nya,lalu mengacak rambutnya kasar.

Flasback off selesai.

Ting...

Bunyi notifikasi dari handphone Lois,segera dia mengambil handphone tersebut,di lihat nya layar handphone dan tertera nama My Honey dengan emot Love di sana.

Di bukanya pesan masuk,yang ternyata dari Melisa tersebut.

Melisa.

(Hm...)

Lois

(Ada apa sayang?")

Dan ternyata langsung berubah dari centang dua abu-abu,menjadi centang dua biru,yang artinya langsung di baca oleh Melisa.

Melisa.

(Lupa ngabarin,apa memang sedang sibuk bulan madu.)pesan melisa dengan emot muka kecewa.

Lois

(siapa yang lupa,aku gak akan bisa melupakan mu sayang,aku akan selalu mencintai mu.oh ia...tentang dia yang aku nikahi,jangan kan untuk menyentuh nya,melihat muka nya saja aku muak.) balas Lois dengan emot muntah.

Melisa

(serius) dengan emot Tertawa.

Lois

(serius,hanya kamu yang aku sentuh dan aku cintai.)

(kapan kita bertemu lagi? Aku sudah sangat merindukan mu?)

Melisa

(Jum'at depan,Suamiku tak ada di rumah)

Lois

(Gak bisa besok? Aku sudah sangat rindu.)

Melisa

(sabar dong)

(oh ia,kasian sekali itu istrimu kamu buat begitu.cicipilah sedikit)Balas Melisa dengan emot menutup mulut.

Lois

(Gak ah,aku gak suka,diri ku seutuh nya hanya milikmu.)

Melisa

(Gombal)

(Ya sudah dulu ya,suamiku sudah datang.Bye)

Percakapan keduanya pun terhenti saat itu juga.

Lois sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Melisa,dia lalu melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda akibat chattingan dengan Melisa tadi.

****

Sedangkan Ana,dia sudah sampai di rumah,dia lalu memasukkan semua barang belanjaan nya ke kulkas,di susun nya satu persatu sehingga terlihat rapi.

perut nya yang sudah keroncongan karena belum di isi dari semalam,dia pun membuat lauk ayam goreng karena hanya itu yang cepat,setelah masak Ana langsung menyantap makanan nya tanpa sambal hanya menggunakan Saos tomat.

Setelah selesai makan,Ana pun membersihkan dapur yang berantakan oleh nya,karena merasa sangat kecape an,Ana pun naik ke atas,masuk ke dalam kamar yang ada barang-barang nya,saat melewati kamar utama rumah tersebut,di lihatnya kembali ke dalam,bunga Mawar dengan hiasan kamar pengantin masih terlihat dengan jelas di mata nya.

Hatinya kembali merasakan iba,dirinya yang di cuek kan oleh suaminya di saat malam pertama mereka,tanpa terasa air mata nya menetes.

Dia pun keluar dari kamar tersebut,di tutup nya pintu kamar itu dengan rapat.lalu,dia melanjutkan berjalan ke arah kamar nya,setelah sampai di kamar Ana pun merebahkan dirinya di atas kasur,beberapa menit kemudian dia sudah tertidur lelap.

*****

sedangkan Lois dia masih sibuk di kantor nya,hingga ada ketukan dari luar pintu ruangan nya.

"Tokkkk....toookkk...tokkk"

"Masuk." Perintah nya.

"Permisi pak,ini ada berkas yang harus di tanda tangani."Ucap orang tersebut,yang ternyata adalah Syeren.

Lois melihat ke arah sumber suara,lalu dia mendengus pelan.

"Kenapa Lo biarin Gue tidur di mobil semalam?" Tanya nya melihat tajam ke arah Syeren.

"Bisa gak,Lo gak usah mengganggu waktu istirahat Gue yang sedikit?" Bukan nya menjawab,Syeren malah bertanya kembali.

"Gue gak ganggu Lo." Ucap Lois.

"Oooo...ya,Terus yang telpon-telpon Gue atas nama Lois itu bukan Lo.tapi,Hantu..gitu?" Ledeknya.

Maksud mu apa?" Tanya Lois pura-pura tidak tahu,padahal malam itu dia ingat betul jika dirinya lah yang meminta Syereen menjemputnya di Bar karena dia sudah sangat mabuk dan pasti kesusahan pada saat pulang.

"Lois,lo jangan pura-pura lupa deh!" Ucap Syeren,dengan memutar bola mata malas nya.

"Oke...oke...sahabat gue yang baik hati,Terimakasih banyak untuk semua nya." Ucap Lous.

"Halahh...banyak gaya Lo.itu istri lo di jaga dia cantik di mata laki-laki lain." Ucap Syeren tegas.

"Biarin aja,sana! Dia pergi,sama siapapun dia mau gue rela!" Ucap Lois.

"Ih...dasar manusia jahannam." Ucap Syeren melemparkan setangkai bunga yang ada di atas meja Lois ke arah nya.

Lois yang tak tau hanya bisa merintih karena tangkai bunga yang terbuat dari plastik itu mengenai jidat nya.

"Awww...Syeren,Lo bisa gak sih.gak usah kasar." Aduh nya,dengan memegangi kening nya.

"Bodo amat,sama orang kayak Lo,tanda tangani itu,setelah itu panggil Gue ke sini." Ucap Syeren,kemudian berlalu pergi dari ruangan Lois,hingga sosok nya sudah hilang si balik pintu.

"Wooyy...yang Boss disini itu Gue,bukan Lo." Ucap Lois,memukul keras meja di depan nya.

"Sialan itu si Syeren."Rutuknya,lalu Lois mengambil Pulpen di tanda tangani nya semua berkas yang di tinggalkan Syeren tanpa membaca dahulu.

Satu menit setelah itu dia memanggil Syeren melalui telephone kantor.Syeren pun muncul dari balik pintu tanpa mengetuk nya dahulu.

"Mana." Ucap Syeren tanpa basa-basi.

"Tuh,ambil sendiri."Ucap Lois.

"Cepat bangat Lo tandatangani,pasti gak lo baca kan."Tuduh Syeren,yang hanya dapat tatapan malas dari Lois.

"Aisshhh....cekt...cekt..."Desis nya.

"Bagaimana? Jika salah satu dari dokumen ini,isinya adalah pembantaian lo nanti malam dan lo sudah menandatangani nya." Ucap Syeren dengan muka mengejeknya.

Lois lalu melihat ke arah Syeren.

"Buat apa gue punya karyawan bodoh yang menjerumuskan Bos nya sendiri."Sentak Lois berdiri.

"Bodo amat."Ucap Syeren,lalu pergi dari ruangan itu dengan terburu,sebelum Lois mencekek Leher nya.

"Dasar Syeren gak jelas,udah gila kali itu anak." Ucap nya.Lois kembali melanjutkan aktifitas nya yang banyak.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED