Sampul Novel DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA

DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA

8.4 / 10.0
Elsa, gadis desa yang polos, harus menjalani pernikahan hampa bersama Landon, sang pewaris Parker Group. Demi memenuhi wasiat kakeknya, Landon justru menyiksa Elsa hingga terpuruk. Di tengah penderitaan tersebut, sang ayah mertua, Alex Parker, datang mengulurkan perlindungan karena rasa tanggung jawab. Namun, interaksi intens ini malah menyulut gairah terlarang yang sulit diredam oleh sang miliarder dingin. Akankah Alex mampu menepis pesona Elsa atau justru tenggelam dalam hasratnya?
Ringkasan DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA
Elsa, gadis desa yang polos, harus menjalani pernikahan hampa bersama Landon, sang pewaris Parker Group. Demi memenuhi wasiat kakeknya, Landon justru menyiksa Elsa hingga terpuruk. Di tengah penderitaan tersebut, sang ayah mertua, Alex Parker, datang mengulurkan perlindungan karena rasa tanggung jawab. Namun, interaksi intens ini malah menyulut gairah terlarang yang sulit diredam oleh sang miliarder dingin. Akankah Alex mampu menepis pesona Elsa atau justru tenggelam dalam hasratnya?
Baca Selengkapnya

DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA Bab 1

"Tidak, Elsa ... kau akan membenciku esok pagi."

Alex menggelengkan kepala seraya memalingkan mata dari tatapan wanita muda yang sedang duduk di tepi ranjang.

Tidak mungkin!

Mana mungkin dia mau menuruti keinginan Elsa meski dirinya ingin.

Di lain sisi, Elsa mengunci tatapan Alex. Manik-manik hijau itu berangsur menggelap, menuntut sesuatu terlarang padanya.

"Dad, tolong ... aku mohon."

"Tidak, Elsa."

Sekali lagi Alex menggeleng. Meski ia kesusahan mengendalikan debaran jantungnya yang terus memacu dahsyat, bersama derasnya dorongan hasrat yang memanas membakar jiwanya.

Alex berusaha mati-matian menolak perasaan yang memang tak wajar itu. Saat ini Elsa sedang dalam frustasi yang berat. Mana mungkin ia mengambil keuntungan darinya.

Bagaimanapun wanita muda berparas cantik di depannya kini, ia adalah Elsa Swan, menantunya.

Melihatnya yang terus berpaling muka, mata Elsa berkaca-kaca.

"Apakah aku memang wanita yang menjijikan, persis yang Landon katakan? Bahkan aku tak pantas untuk mendapatkan bahu seorang pria," lirihnya.

Mendengar gadis itu terisak-isak, Alex melirik. Ia menarik nafas dalam-dalam, lantas duduk di samping Elsa. Tangannya mengusap jejak air mata di kedua pipi gadis itu.

"Tidak, Elsa. Jangan berkata begitu. Kau gadis yang sangat sempurna. Bodoh sekali jika Landon menelantarkan mu. Namun aku tidak mungkin ..."

Alex menggantung ucapannya. Ia merasa sudah menemukan batasan dari perkataan itu. Tangannya segera dijauhkan dari Elsa. Tak pantas betul jika ia meneruskan kalimatnya. Saat Elsa menatapnya, Alex segera berpaling muka.

"Namun apa? Bahkan kau pun tak sudi padaku?" lirih Elsa. Hatinya amat hancur.

Alex segera menggeleng. "Tidak, bukan begitu."

"Kalau bukan begitu, kenapa kau tak mau melihatku?"

Alex menunduk. Ia tak bisa menjawab pertanyaan Elsa meski dia ingin.

"Dad ..."

Sentuhan hangat di bahu membuat Alex tertegun dari emosi yang sedang bergelora mendera jiwanya. Perlahan ia mengangkat sepasang matanya menatap ke manik-manik hijau Elsa.

"Aku mohon," bisik Elsa.

Diraihnya jemari Alex, lalu ia menggosok pipinya di sana. Mata basah itu menuntut satu hal yang sangat Elsa butuhkan saat ini.

Hati Alex amat gusar. Namun ia tak bisa memungkirinya, jika hatinya sudah terpaut amat jauh akan kecantikan Elsa dan kepolosan gadis itu.

Kewarasannya tak bisa bertahan lagi, ketika dengan penuh sukarela Elsa menariknya mendekat seiring tubuhnya yang direbahkan ke kasur.

Alex mati-matian berusaha melawan perasaan itu, juga pertarungan emosional di hatinya. Namun saat jemari mungil Elsa mengusap-usap pipi hingga ke rahangnya yang dipenuhi bulu-bulu tipis yang menghitam, semuanya menjadi semakin kacau dan kabur.

Melihat Alex yang diam saja, Elsa tersenyum manis. Tanpa ragu ia melingkarkan kedua tangannya ke tengkuk leher Alex. Ia menggesekkan pipinya ke rahangnya, lalu menatapnya lagi.

Nafas Alex kian memburu, terasa hangat menerpa wajah Elsa yang semakin mendekat.

Aroma shampo buah dari rambutnya amat memabukkan, bercampur dengan kehangatan kulit.

Ketika bibir mereka saling bertemu, bukan hanya hasrat yang meledak, tapi juga suara remasan kain linen dan gesekan kulit yang memanas.

Di antara desahan, kegelapan malam di luar jendela seolah menutupi rahasia mereka, sementara jam di dinding terus berdetak, mengingatkan betapa terlarangnya sentuhan itu.

..........................................

Tiga bulan sebelumnya di Hotel California pukul sembilan malam.

"Pesta yang meriah, CEO! Anda pasti menghabiskan banyak uang untuk menjamu kami."

Landon tersenyum miring mendengar seorang tamu bicara begitu. Baginya uang bukan masalah. Group Parker sedang di atas awan saat ini. Tak masalah mengeluarkan banyak uang untuk mengisi perut mereka.

"Ngomong-ngomong, saya dengar Anda sudah menikah di luar negeri. Namun, kami tidak melihat Nyonya Muda Parker di sekitar sini."

Senyum di wajah Landon memudar saat mendengar seseorang menyinggung tentang istrinya. Sial! Wanita buruk rupa itu? Mana mungkin dia membawa noda ke pesta perusahaan?

"Ehem! Istriku? Dia sedang tidak berada di San Alexandria saat ini. Jadi, tidak bisa dibawa ke pesta," jawab Landon dengan tenang.

Orang-orang cuma manggut-manggut mendengarnya.

"Hm, boleh kami tahu, apa pendidikan terakhir Nyonya Muda Parker? Kenapa nggak pernah muncul di berita gosip?"

"Iya. Bahkan kami belum melihat wanita yang sangat beruntung itu!"

Melihat para tamu mulai banyak bertanya tentang istrinya, Landon agak risih. Namun ini pesta perusahaan, dia tak boleh kelihatan tidak kompeten.

"Hm, istriku baru saja menyelesaikan studi bisnis di Jerman. Dan, saat ini dia sedang mengejar gelar doktor di Swedia! Kurasa dia memang gila sekolah, haha!"

Landon masih berusaha tenang sebaik mungkin. Nama baiknya sebagai CEO perusahaan besar bisa tercemar jika istrinya muncul saat ini di pesta. Oleh karena itu dia tidak beritahu Elsa tentang pesta ini.

Mendengar omong kosong Landon, para tamu tersenyum kagum. Mereka bisa bayangkan betapa sempurnanya wanita yang menjadi istri CEO Group Parker itu.

Orang tua Landon yaitu Tuan Alex Parker terkenal sebagai pengusaha yang sudah malang melintang di dunia bisnis. Bahkan aset kekayaan mereka sulit dihitung. Mustahil jika mereka memilih gadis rendahan untuk putranya.

"Wah, saya jadi penasaran nih sama istri Anda. Maaf! Pasti selain cerdas dan ambisius, Nyonya Muda Parker juga seorang wanita karir yang sangat cantik!" Seorang wanita bergumam disertai senyuman kagum kepada Landon.

"Itu pasti dong! Mana mungkin istri CEO Group Parker biasa-biasa saja!"

"Itu benar!"

Landon cuma tersenyum getir melihat antusias para tamu yang merasa penasaran dengan tampang istrinya. Setelah mengajak mereka bersulang, ia melirik ke arah pintu. Jangan sampai wanita busuk itu muncul!

"Permisi!"

"Hei, awas!"

Prang!

Di tengah dentingan gelas kristal dan gemerlap gaun sutra, mendadak semua mata tertuju pada seorang wanita yang tersungkur di lantai.

Entah siapa wanita itu, dia datang dengan tergesa-gesa dan menabrak seorang pelayan.

Gaun merah yang kusam dan ketinggalan model kini basah oleh tumpahan anggur, meninggalkan noda keunguan yang kontras dengan lantai marmer yang mengkilap.

Kacamata tebalnya miring dan hampir lepas. Dari kerumunan bisik-bisik menusuk mulai terdengar.

"Astaga, siapa dia? Penampilannya norak banget!"

"Dia pasti gembel!"

Semua orang melempar tatapan penuh kebencian ke arah wanita itu.

Sambil membenarkan letak kacamatanya, ia berangsur bangkit. Matanya melirik ke sekitar. Oh, Tuhan! Dia sedang jadi pusat perhatian saat ini?

Dengan pipi merah menahan malu, kepalanya segera menunduk

Siapa sebenarnya wanita lusuh itu?

Di tengah pertanyaan yang bersarang di benak para tamu, seorang pria segera berlari menuju pada orang nomor satu di pesta.

"CEO, istri Anda ada di sini."

Apa?!

Mendengar bisikan sang asisten, Landon sangat terkejut. Mata elangnya segera berkelana ke semua sudut ruangan. Ia berhenti pada sosok wanita lusuh yang sedang jadi bahan tontonan para tamu.

Sepertinya wanita busuk itu sudah bosan hidup!

Dengan tangan yang mengepal kuat, Landon berjalan gagah menerobos kerumunan para tamu. Kemunculannya menyita semua perhatian orang.

"Bau, ya? Seperti bau hujan bercampur debu."

"Iya, bau banget!"

Wanita itu masih menjadi pusat perhatian para tamu.

Hidung Landon berkedut saat melihatnya. Wanita itu adalah sebuah noda, sebuah aib yang tak pantas berada di antara mereka. Tidak seharusnya Elsa berada di sini.

"La--Landon?"

Wanita itu tergugup saat melihat pria jangkung dalam balutan tuxedo mewah mendekat padanya. Suaranya nyaris tak terdengar, tapi ia tak diberi kesempatan lagi untuk bicara.

"Security, singkirkan wanita lusuh ini dari pesta ku!" perintah Landon.

Wanita itu sangat terkejut. Kepalanya menggeleng. Namun Landon segera buang muka, tak peduli. Elsa merengek-rengek saat para petugas hotel menyeret dia pergi. Tak lama kemudian Landon pun menghilang.

Meski hal itu cukup menyita perhatian, namun pesta kembali dilanjutkan setelah asisten Landon bicara. Sementara CEO belum kelihatan di wilayah pesta.

Brak!

"Ah, aduh!"

Gadis itu jatuh duduk di depan pintu lift saat Landon melemparnya dengan kasar. Ia memeriksa sikunya yang kena benturan.

"Pergi dari sini dan jangan kembali lagi! Dasar wanita pembawa sial!"

Setelah bicara kasar begitu, Landon bergegas pergi dengan bahu yang naik turun karena emosi.

Dua orang petugas hotel segera membantu Elsa berdiri. Gadis itu menggeleng dengan wajah sedih saat para petugas bertanya padanya. Hingga pintu lift terbuka, ia segera masuk.

Elsa berjalan melewati seorang pria yang berdiri di dalam lift. Gadis itu memilih sudut ruangan sempit itu untuk merajuk.

Suara isak tangis dari arah belakang mengalihkan perhatian Alex--satu-satunya pria yang bersama Elsa di dalam lift.

Ia melirik ke arah belakang acuh tak acuh. Dilihatnya seorang gadis yang sedang bersimpuh di sana. Elsa sedang meratapi nasibnya.

Kedatangannya ke pesta bukan untuk membuat Landon mendapat malu, tapi karena ada hal penting yang harus Elsa beritahu kepada suaminya itu.

Sialnya Landon sangat marah melihatnya muncul di pesta, hati Elsa sangat sedih atas perlakuan kasar Landon.

Alex tadinya tidak begitu peduli, tapi Elsa menangis amat menyedihkan. Ia pun mulai merasa tidak nyaman dengan suara gadis itu. Maka Alex pun memutar tubuhnya menghadap ke arah Elsa.

Mata basah Elsa terangkat ke wajah seorang pria yang sedang berdiri di depannya kini. Alex menatapnya seraya menyodorkan sehelai sapu tangan padanya.

"Terima kasih, Tuan ...," lirih Elsa. Dengan sungkan-sungkan ia menerima sapu tangan itu.

Sambil berdiri gagah Alex memasukkan kedua lengannya ke masing-masing saku celana.

Dia berkata dengan acuh tak acuh. "Berhentilah menangis, karena itu tidak ada gunanya."

Elsa tertegun di tempat. Matanya menatap ke manik-manik biru Alex.

Pria ini kelihatan lebih muda dari usianya. Stelan jas yang ia kenakan tampak rapi dan mewah. Dari postur tubuhnya yang atletis, Elsa yakin jika Alex seorang vegetarian dan suka berolahraga.

Diusianya yang mungkin sudah nyaris 55 tahun, ia terlihat tampan, dengan model rambut kekinian yang tertata rapi. Kumis dan janggut tipisnya juga terawat. Wangi segar parfum mahal yang tercium darinya berhasil memudarkan bau anggur di gaun Elsa.

"Apa yang sedang kau lihat?"

Suara bass itu mengejutkan Elsa. Ia buru-buru menggeleng. "Maafkan saya, Tuan! Terima kasih untuk sapu tangannya!" Dia berkata dengan cepat dan terbata.

Alex cuma membalas dengan tatapan yang dingin.

Tak lama pintu lift pun terbuka. Dua orang pria berpakaian formal segera menyambutnya.

"Selamat datang, Tuan Parker!"

Alex cuma mengangguk. Ia melirik ke arah Elsa. Gadis itu tampak sudah lebih baik. Elsa cuma membungkuk menanggapi. Alex pun segera pergi.

Siapa orang baik itu?

Sambil berdiri di depan pintu lift, Elsa memandangi kepergian Alex. Andai saja Landon pun baik seperti orang itu, pasti pernikahannya tidak menyedihkan begini.

Dia sangat mencintai Landon, tapi dia sadar diri. Landon amat tampan, cerdas dan seorang CEO perusahaan besar. Sementara dirinya? Dia sangat jelek dan tidak punya gelar apapun!

Haruskah dia bercerai dengan Landon?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
8.4
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica harus menelan pil pahit di hari ulang tahun pernikahannya. Alih-alih merayakan momen spesial, dia tidak sengaja mendengar pengakuan kejam suaminya, Rio Aditya. Rio ternyata berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya. Di saat yang sama, Jessica didiagnosis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa rasa cinta yang tersisa dan waktu yang kian menipis, Jessica memutuskan untuk merelakan semuanya, bersiap pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung petaka. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke pusaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi makian dan adegan dewasa, gadis lugu ini terperangkap dalam cinta segitiga yang rumit bersama dua pria. Simak perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan Mira Aditya dan Rafiq Jaya yang didasari perjodohan orang tua berujung duka. Mira harus menelan pil pahit setelah tahu suaminya telah menikahi cinta lamanya, Elena Faris, secara sembunyi-sembunyi. Tersisih dan terabaikan di rumahnya sendiri, Mira merasakan kepedihan yang luar biasa. Di tengah keputusasaan yang terus menyiksa batinnya, kini ia harus menentukan sikap: tetap bertahan dalam hubungan toxic ini atau melangkah pergi demi meraih kebahagiaannya sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED