Bab 2

Bab 2

Hesti merasa perjalanan hidupnya sangat menyedihkan. Ia terus menatap ponselnya berharap mas Haris akan meminta maaf dan menyusulnya ke sini tapi ngenesnya, tidak ada satu panggilan atau pun pesan dari mas Haris yang menanyakan ada di mana dia saat ini!

Ia menangis meraung sambil menertawakan kisah hidupnya. Pria normal mana yang tidak menginginkan anak! Seharusnya ia sudah menyadari hal itu sebelumnya. Mas Haris terlalu baik untuk ukuran pria normal pada umumnya. Ternyata di belakangnya dia menyimpan rahasia yang mengejutkannya sampai sekarang! Vasektomi! Bayangkan!

Hesti mengambil gelasnya yang sudah kosong dan mengisinya lagi dengan perasaan gusar. Beraninya dia mengelabuinya sampai saat ini!

Coba bayangkan kalau mereka tidak membeli mansion yang baru pasti saat ini dia masih memuja mas Haris seperti orang bodoh dan tragisnya mas Haris seolah tidak melakukan kesalahan!

Rumah tangga tanpa anak? Apa mas Haris sedang main rumah-rumahan bersamanya?!

Besok dia akan menjadi janda karena itu ia harus menyiapkan mentalnya. Untung saja selama ini dia meneruskan usahanya sendiri dan tidak menyatukan perusahaan mereka kalau tidak akan merepotkan harus membagi semuanya nanti!

Hesti merasa sedih dan menangis lagi. Ia melampiaskan rasa frustasi yang menderanya dengan meneguk minuman keras yang dipesannya! Anehnya dia tidak mabuk sedikitpun! Ia malah merasa kembung karena terlalu banyak meneguk minuman-minuman yang sudah kosong. Ia ingin sekali bisa melakukan hal yang konyol seperti yang sering ia lihat di televisi dengan alasan mabuk. Tapi yang ia lakukan saat ini, dia malah merenung dan berpikir tentang hari esok. Besok dia akan bercerai, ucapnya lagi dalam hati kemudian menjadi panik!

Jadi bagaimana dengan program bayinya! serunya dalam hati dengan panik. Ia malas kalau harus menyeleksi calon suami lagi dari awal, berapa banyak pria yang sanggup memuaskannya seperti yang mas Haris lakukan selama ini!

Alat bantunya tidak mungkin memberinya bayi! Mereka tidak bisa mengeluarkan sperma untuk membuatnya hamil! keluh Hesti seraya mengerang sedih karena itu ia memulai misinya. Saat ini matanya bergerilya menatap semua orang yang berada di klub satu persatu.

Banyak pria-pria tampan di keremangan cahaya! Hesti merasa senang melihatnya! Dia hanya harus menarik satu di antara mereka dan tidur dengan mereka, bukan?! Dengan begitu dia bisa hamil!

Napas Hesti menderu cepat, ia merasa gembira dengan pemikiran genius-nya saat ini. Kalau hal itu sampai terjadi, dia akan merasa senang sekali! Akan ada bayi yang lucu meski ia tidak akan mendapatkan suami lagi ke depannya, ia sama sekali tidak keberatan. Ia kaya! Ia mampu menghidupi dirinya sendiri dan juga bayinya. Hesti tersenyum seraya menghela napas panjang. Semua itu bukanlah masalah! ucap Hesti lagi sambil terkekeh dalam hati. Ia merasa bersemangat menjalankan misinya saat ini. Yang penting setelah ini, dia akan memiliki bayi, bayinya sendiri! ucap Hesti dengan mata berbinar dan meneliti semua orang yang ada di dalam klub untuk menyeleksi calon ayah dari bayinya, paling tidak mereka harus tampan! ucapnya sambil terkekeh.

Setelah beberapa saat mengamati, Hesti menghela napas dengan dan menghembuskannya dengan hembusan putus asa dan frustasi. Tapi bagaimana dia bisa tidur dengan pria asing yang tidak dikenalnya! Bagaimana? Dia tidak memiliki pengalaman hidup dengan banyak laki-laki sebelumnya. Mas Haris adalah pria pertamanya sampai detik ini. Dia bahkan pria yang mendapatkan ciuman pertamanya!

Ia menangis lagi di tengah hingar bingar berisiknya dentuman musik di klub malam ini. Ia baru sekali ini pergi ke tempat seperti ini. Dengan sedih, ia pergi dari rumah dengan taxi untuk meluapkan kekesalannya kepada mas Haris. Di dalam taxi, ia tidak bisa menahan diri lagi. Ia terisak dan menangis saat supir menanyakan tujuannya.

“Jalan dulu saja Bang, saya mau puasin nangis dulu sekarang,” jawab Hesti saat itu. Hingga matanya melihat klub malam ini, ia tertarik dan langsung meminta turun. Ini adalah kali pertama ia memasuki klub malam! Kalau mas Haris tahu, bisa-bisa dia langsung diseret keluar tapi pemikiran itulah yang membuatnya nekat untuk masuk dan mencari tahu ada kesenangan apa yang bisa merusak keimanannya!

Ia memesan banyak minuman keras yang bisa membuatnya mabuk dengan tujuan untuk bisa melewati malam ini!

Dia tidak ingin bertemu dengan mas Haris malam ini. Dia belum siap dan harus mempersiapkan diri untuk menjadi janda besok pagi.

Ia menertawai pemikirannya sendiri yang tampak sangat menyedihkan! Pernikahannya akan kandas besok pagi! serunya mencoba untuk bersemangat dan tidak sedih.

Hesti mengumpat lagi karena teringat beberapa minggu lagi adik mas Haris akan menikah! Jadi apa dia harus tetap menghadirinya atau tidak? Pertanyaan-pertanyaan itu membuat kepalanya pusing.

“Apa kau tidak apa-apa?” tanya Samuel dengan ragu.

Hesti menoleh dan menatap pria muda yang tampan di depannya. Ia tersenyum sambil mengamati wajah tampan yang tersedia di hadapannya ini. Tidak buruk untuk ayah calon bayinya! pekiknya merasa bersemangat dalam hati. Ia memberanikan diri membelai wajah pria asing di depannya itu. “Kau terlihat sangat tampan,” katanya sambil mengagumi ciptaan Tuhan di hadapannya ini. Mas Haris akan memotong tangannya bisa tahu ia berani membelai pria lain dengan berani seperti ini! pekiknya sambil terkekeh senang dalam hati.

“Well, terima kasih,” sahut Samuel dengan kikuk karena wanita cantik ini berani membelainya dan memujinya secara terang-terangan.

“Katakan padaku, apa kau mau memberiku bayi yang tampan sepertimu?” tanya Hesti dengan berani mengungkap niatnya.

Samuel sangat terkejut mendengar ucapan wanita cantik di depannya ini lalu mendehem berniat menjauhkan diri. “Maaf, aku tidak tertarik,” kata Samuel dengan cepat. Dia suka bercinta dengan banyak wanita tapi bayi? Adalah hal yang harus ia hindari agar bisa hidup bebas tanpa harus terkekang dalam sebuah pernikahan!

Melihat buruan favoritnya akan pergi, Hesti langsung menahan Samuel dan menariknya ke sudut yang gelap. “Kau hanya perlu menghamiliku dan tidak perlu bertanggung jawab. Setelah aku hamil, aku malah akan memberimu uang, berapapun yang kau minta aku berjanji akan membayarnya!” kata Hesti dengan napas yang menderu.

“Hei, Wanita!” seru Samuel merasa terhina dengan ucapan wanita cantik ini.

Hesti tidak membiarkan pria incarannya ini marah dan menolak keinginannya karena itu ia langsung membungkam bibir pria itu dengan ciumannya. Tangannya bergerilya dan menyentuh kejantanan pria itu untuk membangkitkan hasratnya.

Tampak jelas kalau pria muda di depannya ini sangat terkejut dengan apa yang ia lakukan saat ini tapi ia tersenyum senang saat protes pria muda itu kini telah menjadi pagutan dan tanpa menunggu lama ia membalas ciumannya.

Samuel meremas payudara wanita asing ini dan mendesah karena menginginkan lebih.

Hesti tersenyum dan melanjutkan ciuman basah mereka. Erangan dan desakan untuk menyatukan diri membuat mereka harus menundanya karena banyak pengunjung yang lalu lalang di dekat mereka.

Samuel menatap mata elang teman-temannya yang mengawasinya dari tempat mereka duduk. “Apa kau mau melanjutkan ke apartemenku?” tanya Samuel sambil menenangkan wanita asing itu yang masih tampak berhasrat dan tidak mau menunda lagi.

Hesti mencoba mencerna permintaan pria muda itu kemudian mengangguk. “Tentu, bawa aku ke manapun yang kau mau,” kata Hesti masih terbuai dengan sentuhan jari-jari pria yang akan menjadi ayah dari bayinya ini.

Samuel tersenyum dan berjanji akan melanjutkan kenikmatan yang mereka lakukan, Samuel menarik tangan wanita asing ini sambil mengaitkan genggaman tangannya dan membawa wanita asing ini segera pergi dari klub.

Bab 3

Bab 3

Sesampai mereka di apartemen, Samuel membuka pintu dengan sedikit bersusah payah karena harus menggendong wanita yang sudah mabuk berat ini. “Apa besok pagi dia akan mengamuk kalau sampai mereka bercinta malam ini?” tanya Samuel saat menurunkan tubuh wanita itu di atas ranjangnya dengan perasaan ragu.

Hesti membuka mata kemudian tersenyum seraya mengamati pria asing yang sedang berdiri sambil memandanginya dengan tatapan ragu. Ia lega pria muda yang ia temui di klub barusan bukanlah khayalannya semata. Ia merasa senang karena mendapati rupa pria itu jauh lebih tampan dari yang terlihat di keremangan klub.

Ia menemukan pria tampan itu tampak sedang asyik memandanginya dengan tatapan ragu. Ia mengerti dan tidak segan untuk menarik pria asing itu kemudian menciumnya tanpa keraguan sedikitpun. Hasratnya bergejolak liar untuk merasakan bagaimana bercinta dengan pria lain selain suaminya dan segera menuntaskan misinya untuk mengandung seorang bayi.

“Bercintalah denganku,” desahnya di telinga pria itu tanpa merasa malu-malu. Untuk apa dia malu! Mereka hanya akan bertemu sekali ini karena itu ia harus menikmati semua prosesnya. Proses kehadiran bayinya ke dunia ini karena suaminya tidak bersedia memberinya bayi!

Samuel tidak bisa menolak ataupun membuat wanita itu sadar karena ia takut setelah wanita itu sadar, wanita cantik ini tidak akan lagi menginginkannya. “Aku akan membuatmu menginginkan aku terus seumur hidupmu, Sayangku,” bisik Samuel di telinga wanita yang sangat menggiurkan ini.

Hesti tertawa mendengar ucapan pria muda di pelukannya ini. “Yah, yah, yah, buat aku menjerit dan mencapai klimaks yang tidak akan pernah aku lupakan!” seru Hesti menjadi lebih bergairah mendengar ucapan pria muda yang sangat gagah ini.

Samuel tertawa senang mendengar tanggapan wanita cantik dalam pelukannya ini. “Siapa namamu, Cantik?” tanya Samuel sambil membuka pakaian wanita yang akan menghangatkan ranjangnya malam ini.

“Namaku? Apa itu penting?” sahut Hesti seraya terkekeh sambil bekerja sama membiarkan pakaiannya dilucuti satu persatu tanpa meninggalkan tatapan penuh hasrat ke arah pria gagah ini.

Samuel tidak bisa mengalihkan tatapan matanya saat semua pakaian sudah dilepaskan dari tubuh wanita cantik ini. Dia benar-benar tidak menyangka, tubuhnya sangat halus dan mulus! Ia seperti mendapatkan harta karun malam ini! “Sangat penting, agar aku bisa menyerukan namamu di tengah klimaksku, apa kau suka?” tanya Samuel lagi seraya terkekeh dan menyentuh perlahan tubuh wanita cantik ini.

Hesti mengerang, menikmati kehangatan tangan pria muda yang sedang menggerayangi tubuhnya dengan penuh gairah. Ia juga sudah tidak sabaran dan merasakan lebih! “Suka, sangat suka! Namaku Hesti. Kalau begitu aku juga perlu tahu siapa namamu, bukan?” tanya Hesti merasa penasaran seraya tersenyum memandangi pria di atasnya ini.

“Namaku Samuel,” jawab Samuel sambil mencumbu tubuh Hesti untuk membuatnya bertambah gairah.

“Samuel, itu nama yang sangat indah,” sahut Hesti seraya memejamkan mata menikmati sentuhan Samuel pada tubuhnya.

“Terima kasih,” sahut Samuel seraya tersenyum memandangi Hesti yang sedang menikmati sentuhannya.

“Buatlah aku melupakan segalanya Samuel,” pinta Hesti mengerang tertahan karena hisapan Samuel di payudaranya begitu membuatnya melambung ke awan-awan.

Samuel tersenyum sambil menjauh sebentar dari Hesti untuk membebaskan tubuhnya dari pakaian yang menyiksanya. Ia membuka seluruh pakaiannya dengan tangan gemetaran sambil menatap tubuh telanjang Hesti yang sangat indah dan berlekuk sempurna. Kulitnya sangat putih dan mulus. Payudaranya ranum dan manis. Tubuh Hesti benar-benar indah dan tidak bercacat noda sedikitpun. Ia sudah bisa menebak kalau Hesti berasal dari keluarga berada tapi kenapa ia menginginkan bayi darinya? Ia merasa kecewa saat melihat jari Hesti yang sudah mengenakan cincin kawin di jarinya! Meski merasa kecewa tapi tidak menyurutkan hasrat dan gairah yang dirasakan Samuel saat ini. Kalau begitu mereka hanya punya malam ini karena itu ia harus membuat malam ini berkesan untuk Hesti dan memastikan kalau dia akan selalu mencarinya di lain waktu.

Ia sudah banyak bercinta dengan gadis-gadis muda tapi tubuh mereka tidak seperti tubuh  Hesti, tubuh Hesti dan ukurannya terlihat sangat sempurna di matanya. Samuel menelan air ludahnya dengan susah payah tanpa bisa mengalihkan tatapan matanya dari tubuh Hesti yang sedang menggodanya untuk cepat menggaulinya!

Payudara Hesti yang ranum, lehernya yang jenjang, bibirnya yang merekah, semua itu membuat Samuel bertambah gairah untuk bergegas menyongsong hadiah pemberian dewa pada malam ini untuknya dan dengan hasrat yang menggebu, ia langsung menghampiri Hesti dan mencumbunya dengan bibirnya.

Hesti mengerang menyukai kehangatan mulut dan bibir Samuel yang mencumbu semua bagian tubuhnya dengan penuh gairah. Tubuhnya memanas dan menginginkan lebih. Ia meremas-remas rambut Samuel yang lebat dan membuatnya semakin bergairah.

Samuel tersenyum seraya menatap ekspresi Hesti yang menyukai kecupan dan lumatannya. Satu tangan perlahan turun ke area intim kewanitaannya dan memberikan belaian penuh kasih hasrat melalui jari-jarinya yang terkenal mampu memberi kepuasan kepada lawan jenisnya.

Hesti mengerang sambil meremas sprei karena sangat menyukai kehangatan jari-jari Samuel yang memenuhi dirinya saat ini. Tangannya bergerak maju dan mundur dengan tempo yang sengaja dipercepat, membuat Hesti seakan jadi gila dan tidak mau Samuel berhenti melakukannya.

“Jangan berhenti, kumohon!” pinta Hesti sambil mendesah dan meremas sprei dengan kuat.

“Apa kau menyukainya?” tanya Samuel dengan penuh percaya diri.

“Sangat!” jawab Hesti sambil menyambut ciuman Samuel dan menambah panas gairah yang ia rasakan saat ini.

Ciuman Samuel turun dan mengulum kedua payudara Hesti secara bergantian. Ia menikmati saat mata Hesti yang tanpa segan menatapnya seraya tersenyum.

Tangan Hesti membelai lembut rambut Samuel dan meremasnya sambil menekankannya  agar Samuel tidak menghentikan kulumannya yang membuatnya terus menjerit merasakan betapa gelombang kenikmatan menderanya saat kehangatan lidah dan mulut Samuel mencumbu payudaranya. Ia merasa sangat siap untuk menyatukan diri dengan Samuel tapi tampaknya Samuel ingin terus menyiksanya dengan kenikmatan saat ini. “Please, Sam, please!” pintanya setengah memohon.

Samuel tersenyum bahagia mendengar rintihan Hesti. Semuanya itu membuatnya tambah bergairah. Dia sangat menyukai erangan dan juga rintihan Hest yang memohoni agar ia bisa segera memberikan apa yang ia inginkan.

Dengan satu tangannya, ia segera menenangkan Hesti lagi di bawah sana dan hal itu membuat Hesti memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya dengan menyerukan erangan kenikmatan. Apalagi saat Samuel menggerak-gerakkan jari-jarinya dengan gerakan cepat. Ia melihat sendiri kalau Hesti benar-benar menyukai keterampilan jari-jarinya menari di dalam inti sari kewanitaannya yang sangat hangat dan basah saat ini.

Samuel berusaha untuk berlama-lama menggoda Hesti tapi pada akhirnya ia tidak tahan lagi dan segera menggantikan posisi.

“Ini!” kata Hesti langsung tersentak kaget saat Samuel memutar posisi tubuhnya dan menghadapkannya langsung dengan kejantanannya yang sudah mengeras dan berukuran sangat besar dibanding kejantanan mas Haris. Wajahnya langsung memerah karena berada dalam posisi yang canggung.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED