Bab 1

Berhubung PF Bakisah tidak membayar bagi hasil novel ini, maka kisah ini tidak akan berlanjut disini. Bagi readers yang ingin membaca lanjutannya bisa baca di PF Goodnovel atau Hinovel yaa. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Sehat dan sukses selalu untuk para readers.

Berhubung PF Bakisah tidak membayar bagi hasil novel ini, maka kisah ini tidak akan berlanjut disini. Bagi readers yang ingin membaca lanjutannya bisa baca di PF Goodnovel atau Hinovel yaa. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Sehat dan sukses selalu untuk para readers.

Berhubung PF Bakisah tidak membayar bagi hasil novel ini, maka kisah ini tidak akan berlanjut disini. Bagi readers yang ingin membaca lanjutannya bisa baca di PF Goodnovel atau Hinovel yaa. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Sehat dan sukses selalu untuk para readers.

" Hajar dia ! " Seru  Qin Shi lantang pada orang orang yang bersamanya.

Dengan segera beberapa orang teman Qin Shi yang menekan tubuh Tian Fan ke tanah langsung bangkit dari posisinya, mereka kemudian melancarkan pukulan dan tendangan secara brutal pada Tian Fan . Perintah Qin Shi yang seorang tuan muda keluarga Qin sekaligus murid jenius akademi bintang tentu saja langsung dilaksanakan oleh empat murid luar akademi bintang yang menjadi bawahannya.

Tian Fan  yang tidak melawan hanya bisa diam meringkuk ditanah dengan kedua tangannya melindungi kepalanya, adapun kedua kakinya ia tekuk untuk melindungi perutnya dari tendangan yang terarah ke dada dan perutnya. Erangan kesakitan keluar dari mulut Tian Fan dengan banyaknya pukulan serta tendangan yang datang padanya. 

Qin Shi yang melihat Tian Fan babak belur seketika menyeringai dengan penuh kepuasan. " Cukup ! " Serunya angkuh.

Perintah Qin Shi membuat keempat orang yang sedang memukuli Tian Fan berhenti. Mereka lantas menarik tubuh lemah Tian Fan dan memaksanya berlutut, dengan kedua tangannya dipegang erat oleh dua bawahan Qin Shi. Dua orang lainnya bergerak cepat menekan kedua kaki Tian Fan ke tanah dengan menginjaknya. Tian Fan menatap nanar ke arah ketiga sahabat baiknya, matanya menyiratkan permintaan tolong. Namun, ketiganya justru memalingkan wajah dari pandangannya. 

 Melihat itu, Tian Fan merasa sangat kecewa pada mereka bertiga. Sahabat yang selalu ia bantu ternyata menikamnya dari belakang. Mereka sengaja membawanya ke hadapan Qin Shi, orang yang sangat membencinya. Meski Tian Fan sendiri tidak pernah memiliki masalah dengan Qin Shi selama berada di Akademi Bintang, ia tak mengerti mengapa Tuan Muda Klan Qin ini selalu menargetkannya.

"Buggh!" Suara pukulan yang keras menghantam punggung Tian Fan, membuat matanya membulat kaget. Pukulan tersebut mengenai tulang belakangnya, langsung membuatnya jatuh tertelungkup di tanah.

 Salah satu anak buah Qin Shi dengan cepat duduk di punggung Tian Fan, sementara dua orang lainnya menarik tangannya ke samping dan merentangkannya, lalu menginjak telapak tangan Tian Fan dengan kaki mereka. Seorang lainnya menginjak kedua betisnya agar tak bisa meronta.   "Hahahahaha!" Tawa Qin Shi bergema keras, mengejek kesakitan Tian Fan. Ia berdiri tak jauh dari posisi Tian Fan, lalu mendekat perlahan, menatap pria yang terkapar tak berdaya. 

Qin Shi kemudian berjongkok di samping kepala Tian Fan, menarik rambutnya kasar hingga wajahnya terpaksa menengadah, menatap sinis wajah pemuda yang menyeringai puas.

Tian Fan menatap lemah ke arah Qin Shi yang berdiri di depannya. "Tuan muda Qin Shi, apa salahku padamu sampai kau melakukan ini padaku?" ujar Tian Fan dengan suara lirih dan bergetar, menahan rasa sakit yang menjalar di tubuhnya. 

 Qin Shi dengan kasar menjambak rambut Tian Fan, menarik wajahnya agar lebih dekat. Di depan wajah Tian Fan yang pucat, Qin Shi berteriak, "Karena kau tidak sadar diri!" Amarah terpancar dari matanya. "Kau tidak tahu malu dan berwajah tebal. Dengan status rendahmu, kau berani masuk ke akademi para bangsawan ini. Itulah yang membuatku jijik padamu!"  Ucapan Qin Shi diakhiri dengan tamparan keras yang berulang kali mendarat di wajah Tian Fan.

 Pak! Pak! Pak!

Tamparan sekuat tenaga itu membuat luka sobek di dalam mulut Tian Fan, darah segar mengalir dari sudut bibirnya, dan gigi putihnya dipenuhi darah. Mimik wajah Tian Fan terlihat menyiratkan penderitaan, tetapi juga sebuah kegigihan yang tak ingin menyerah.Setelah Qin Shi memberikan tamparan pada Tian Fan ia pun kembali mengangkat wajah  " Kau mau tau kenapa alasannya aku berbuat ini, itu karena kau tukang cari muka !"

" Kau baru beberapa bulan memasuki akademi bintang ini, sebagai murid luar kau telah berlagak pintar dan membuat banyak tetua membicarakanmu dan itu membuatku kesal ! " 

" Dalam satu gunung tidak mungkin ada dua harimau, di akademi ini,  di kota ini hanya aku yang berhak menyandang gelar  jenius sejati !!" Ujar Qin Shi angkuh.

Mendengar kata-kata itu, Tian Fan terkejut dan emosinya memuncak. Wajahnya berubah drastis, kemudian tiba-tiba ia tertawa keras. "Hahahaha!" Tawanya menggema di sekelilingnya, membuat Qin Shi dan orang-orang di sekitarnya merasa terkejut.  Tatapan tajam Tian Fan menyerang Qin Shi. Sepasang mata nyalang yang selama ini dikenal lembut dan ramah, kini menunjukkan kemarahan dan dendam yang luar biasa. Setiap orang yang merasa diterpa pandangannya langsung merasa ciut nyalinya. 

 Tian Fan mendesis keras pada Qin Shi dan ketiga sahabatnya. "Aku tidak mengira ada orang bodoh seperti kau, punya mata tapi tak bisa melihat! Hanya karena iri dan angkuh kau membuatku seperti ini. Kau pikir dunia ini hanya selebar telapak tanganmu! Kau kira di luar sana tidak ada yang lebih baik darimu!!" Teriak Tian Fan lantang, penuh amarah, tanpa menunjukkan rasa takut sedikit pun.

Semua orang terkejut dengan keberanian Tian Fan, seorang anak bangsawan rendahan yang tidak memiliki siapapun di belakangnya itu kini dengan lantang menghardik Qin Shi,seorang tuan muda klan besar.

Anak muda berusia 15 tahun yang berhasil masuk ke Akademi Bintang karena kecerdasan dan kemampuannya, kini menyeringai di depan  Qin Shi dengan sikap penuh tantangan. Tian Fan, yang biasanya dikenal sopan dan ramah, hari ini memperlihatkan sisi yang sangat berbeda dari dirinya. "Cuuuhhh," lontaran ludah dari mulut Tian Fan meluncur ke wajah Qin Shi, membuatnya terkejut dan naik amarah. 

 Qin Shi mengusap ludah Tian Fan yang menempel di pipinya, matanya menatap nanar pada jari-jarinya yang digunakan untuk menyeka ludah tersebut. Wajahnya memerah, dipenuhi emosi membara yang memuncak karena ulah Tian Fan. "Bajingan!" teriak Qin Shi dengan lantang, memecahkan kesunyian di sekitar mereka.

 Pakk Pakk... Duagg... Duaggg.

 Begitu Qin Shi meluapkan kemarahannya, ia menghantamkan pukulan dan tamparan bertubi-tubi ke arah Tian Fan. Dalam keadaan ditekan dan dipegang oleh empat orang sekaligus, Tian Fan tak bisa mengelak dan hanya bisa menerima setiap serangan yang Qin Shi hantamkan padanya.

Bugh.

Kepala Tian Fan  dihempaskan dengan keras ke tanah oleh Qin Shi sehingga wajahnya terbenam di tanah. Qin Shi bangkit dari posisinya, saat ia telah dalam posisi berdiri ia kemudian menendang dengan kuat kepala Tian Fan.

" Bajingan.... Bajingan,rasakan ini ! " Teriak Qin Shi sembari menendang kepala bagian belakang Tian Fan sekuat tenaga.

Tian Fan  terkapar tak terdaya, wajahnya yang bengkak dan berdarah membuat wajah tampannya tidak berbentuk, ditambah tendangan Qin Shi di area kepalanya membuat Tian Fan  kini tak sadarkan diri karenanya.Melihat kondisi Tian Fan  yang seperti itu membuat empat orang yang menekan kaki, tangan dan tubuhnya saling menatap dengan penuh kebingungan. Tentu saja mereka berlaku seperti itu karena jika terjadi sesuatu pada Tian Fan  maka mereka pastinya akan mendapat masalah besar dari akademi.

Meski akademi bintang adalah akademi khusus untuk para alkemis pemula, namun ada aturan khusus yang tidak bisa dilanggar oleh semua murid adalah membuat anggota atau murid akademi mati. Hal itu adalah pelanggaran berat yang akan membuat mereka dijatuhi hukuman dan yang pasti mereka tidak akan bisa menjadi alkemis jika memiliki catatan merah tersebut.

"Kakak Qin Shi, apa yang sedang kau lakukan?" seru seorang teman Qin Shi dengan wajah pucat pasi, melihat Tian Fan dalam kondisi kritis. Matanya membesar dan tangannya bergetar, menunjuk ke arah Tian Fan yang nafasnya semakin melemah.

   Qin Shi bukan orang bodoh. Sebagai seorang alkemis pemula, ia tentu menyadari bahaya yang mengancam nyawa Tian Fan. Ia menatap bingung ke tubuh Tian Fan, sementara keringat dingin bercucuran di dahi dan kedua tangannya gemetar. Namun, ia kemudian melihat sekeliling mereka yang berada di lokasi yang sempurna untuk merencanakan sesuatu.

 Mata Qin Shi langsung menyala dengan tekad, ia menatap tajam ketujuh orang yang ada di situ sambil berkata, "Angkat tubuhnya, dan lemparkan ia ke arah tebing itu!" perintahnya sambil menunjuk ke arah tebing berbahaya yang tak jauh dari situ.  Ya, mereka berada di wilayah belakang akademi yang terletak tepat di tepi jurang yang sangat dalam, yang mungkin akan menjadi akhir bagi Tian Fan.

" Apa yang kalian tunggu, cepat lakukan apa yang kuperintahkan! Ini akan membuat kita selamat dari hukuman, lagipula tidak ada yang tahu masalah ini selain kita berdelapan, jika hal ini sampai diketahui orang lain itu berarti salah satu diantara kalian yang membocorkannya ! " Seru Qin Shi dengan penuh penekanan sambil menatap masing masing mereka dengan tatapan mengancam.

" Senior, kenapa senior tidak menyembuhkannya? Bukankah senior seorang alkemis, dengan begitu...." 

Salah seorang dari mereka berbicara dengan penuh ketakutan, namun melihat sorot mata Qin Shi yang penuh amarah segera ia pun tak melanjutkan kata-katanya." Apa kau bodoh, jika aku melakukannya yang ada dia akan berbicara dan berkoar dimana mana dengan apa yang telah kita lakukan! Itu akan menjadi masalah yang lebih besar lagi kedepannya. Cepat lakukan saja apa yang kukatakan, sekarang ! " Bentak Qin Shi emosi. Melihat itu, mereka semua dengan enggan melakukan apa yang diperintahkan tuan muda klan Qin tersebut.

Setelah menunggu beberapa saat, mereka semua bersama-sama mengangkat tubuh Tian Fan. Dengan isyarat dari Qin Shi, tubuh Tian Fan dilemparkan ke dalam tebing. Qin Shi dan yang lainnya menatap datar saat tubuh Tian Fan terhempas sepuluh meter ke bawah, menghantam dinding tebing, lalu berguling cepat menuju dasar tebing yang memiliki kemiringan 60 derajat. 

 Begitu tubuh Tian Fan hilang dari pandangan, Qin Shi langsung menyampaikan ancamannya, "Ingat, jaga rahasia ini dan kunci rapat mulut kalian. Jika sampai terungkap, kalian akan merasakan akibatnya!" Dia melanjutkan dengan nada angkuh, "Lagipula, yang rugi kalian sendiri jika bocor. Aku pasti akan selamat, klan ku yang merupakan bangsawan kelas satu sangat berpengaruh di akademi dan kota ini. Tentu kalian paham maksudku, bukan?" ucap Qin Shi dengan sinis. 

Sikap Qin Shi semakin angkuh dimana setelahnya ia mengibaskan jubah yang ia kenakan dan berbalik badan dan berjalan meninggalkan ketujuh orang tersebut.

Berhubung PF Bakisah tidak membayar bagi hasil novel ini, maka kisah ini tidak akan berlanjut disini. Bagi readers yang ingin membaca lanjutannya bisa baca di PF Goodnovel atau Hinovel yaa. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Sehat dan sukses selalu untuk para readers.

Bab 2

Bab 02. Batu bertuah ?

Tian Fan  yang tidak sadarkan diri kini tubuhnya tersangkut diantara semak belukar yang ada di area tebing  tersebut. Posisi tubuhnya tertelungkup dimana sebuah batang kayu dari pohon yang telah lama mati menjadi penopang dan penahan tubuhnya sehingga membuat tubuhnya tidak jatuh semakin dalam kedalam jurang.

Satu tangan Tian Fan  menggantung lemah diantara dahan dan semak belukar, sementara tangan lainnya tergantung lemah di atas sebuah bongkahan batu hitam yang memiliki banyak retakan di permukaannya.

Darah Tian Fan  yang mengalir akibat luka yang dideritanya menetes pelan pada  bongkahan batu hitam tersebut dimana darahnya itu kini meresap melewati retakan pada batu hitam dan membasahi seluruh permukaan sebuah batu aneh yang ada didalamnya. Hal itu membuat batu sebesar ibu jari kaki orang dewasa yang ada di dalam bongkahan batu hitam tersebut itu bersinar karenanya.

Tak berselang lama, batu aneh berwarna biru pekat itu bersinar setelah darah Tian Fan  memenuhi permukaan batu tersebut dimana sebuah fluktuasi energi muncul setelahnya. Jika ada orang yang melihat kejadian itu sudah tentu pasti pemikirannya akan menebak jika batu tersebut pastilah batu berharga.

Krakk.

Bongkahan batu hitam itu retak dan pecah dan selanjutnya pecahan batu besar itu hancur menjadi serpihan debu, sementara batu biru pekat yang ada di dalamnya kini permukaannya retak dan tak berapa lama retakan tersebut semakin besar dan akhirnya permukaannya pecah yang menunjukan bentuk asli batu biru pekat tersebut.

Sebuah berlian berwarna biru berbentuk oval muncul dari pecahan batu biru pekat tersebut. Darah Tian Fan  yang menetes ke atas permukaan berlian biru itu langsung diserapnya tidak bersisa, tetes demi tetes darah yang jatuh itu langsung diserap dan membuat batu berlian biru berbentuk oval tersebut makin bersinar karenanya.

Zrrtt

Zrrtt

“ Ukh ! “ 

Tian Fan  mengeluh kesakitan, bagaimana tidak ! Luka di tubuhnya masih terbuka menganga, sekarang ia merasakan sengatan kuat entah dari mana yang membuat dirinya bangun dari ketidak sadarannya.Matanya terbuka perlahan, pandangannya terasa kabur dan dipenuhi kabut saat ia melihat ke arah depan dimana ada satu benda bersinar yang tidak jelas tergambar di matanya.

Setelah beberapa saat akhirnya pandangannya pun berangsur membaik, kini ia bisa melihat benda yang bersinar yang ada di depannya.“ Apa…,itu ? “ Batin Tian Fan  sambil menatap batu berlian biru berbentuk oval yang bersinar setiap tetes darahnya membasahi permukaan batu berlian.

Zrrtt

Zrrtt

“ Aarrghh ! “ 

Tian Fan  berteriak kesakitan saat darahnya yang menetes ke atas permukaan berlian itu nyatanya memunculkan aliran energi seperti petir kecil  yang memberikan sengatan yang menyakitkan pada tubuhnya,kini ia tahu jika batu aneh itulah yang memunculkan  yang menyengat dirinya. Meski ia  telah mengetahui hal tersebut namun dirinya tak kuasa menghindari hal tersebut karena kondisinya yang lemah dan luka terbuka yang ada di tubuhnya membuat dirinya sulit bergerak sehingga ia hanya bisa pasrah menerima sengatan aneh tersebut.

“ Arrggh…Aaakhh…Arrghh…” 

Tian Fan  meraung dan berteriak kesakitan saat setiap darah yang jatuh keatas batu berlian itu berganti dengan sengatan energi petir sebagai bayaran atas darahnya,Tian Fan  hanya bisa merutuk kejadian tersebut karenanya tanpa bisa melakukan apapun untuk menghindarinya.

Entah berapa lama proses tersebut berlangsung, Tian Fan  yang kehilangan banyak darah ditambah sengatan energi biru yang terus menghantam dirinya membuat ia merasakan kematian mendekat ke arahnya.

“ Apa hidupku hanya sampai disini saja….” Batin Tian Fan .

Siiing

Pakk

Wush

Brukk

Mata Tian Fan  membulat saat ia melihat batu berlian biru sebesar ibu jari itu terbang melesat ke arah telapak tangannya. Pada saat itu ia merasakan aliran energi besar memasuki tubuhnya yang mana hal itu pula yang membuatnya terhempas ke udara setinggi dua meter dan kemudian jatuh menghantam tanah kembali dengan keras.

Kini ia dalam keadaan berbaring terkapar di atas tanah dengan posisi telentang. batu berlian biru yang menempel di telapak tangan kirinya itu memberinya efek kejut dan sengatan yang lebih intens dari sebelumnya. Hal itu membuat tubuhnya kejang karena besarnya sengatan energi yang terus merajam seluruh sel dan organ dalamnya.

Wush….Duumm.

Ledakan energi biru keluar dari tubuh Tian Fan, hal itu membuatnya kembali terpental beberapa meter ke udara yang berakhir kembali dengan terhempasnya ia ke tanah,hal itu membuatnya kembali berguling dan jatuh semakin dalam ke arah dasar jurang.

*******

Tian Fan terpaku di posisinya, ia melihat ke sekelilingnya dengan penuh kebingungan, bagaimana tidak! Karena semua area yang dilihatnya hanya berwarna putih seperti gumpalan awan.” Dimana ini ? “ Ujarnya penuh kebingungan.

Pandangan Tian Fan terarah pada satu gumpalan awan yang tiba tiba mulai berubah samar dan memunculkan satu sosok dari balik gumpalan awan tersebut. Tian Fan memicingkan matanya untuk memperjelas apa yang dilihatnya. Setelah beberapa waktu, matanya membulat ketika sosok samar yang tertutupi kabut itu perlahan mulai terlihat jelas dimatanya,tampak seorang wanita muda berambut emas,berkulit putih bak salju dengan kecantikan luar biasa ada di hadapannya. Yang membuatnya terkejut adalah apa yang terjadi pada diri sang wanita muda tersebut dimana wanita muda itu terlihat lemah dengan tangan dan kakinya terpasung oleh rantai cahaya hitam yang keluar dari dua buah batu besar yang ada di kiri dan kanannya. 

Tanpa pikir panjang segera Tian Fan berjalan mendekat ke arah sang wanita untuk menolongnya.Baru beberapa langkah ia berjalan, dirinya dikejutkan dengan sebuah fenomena aneh dimana ia merasakan langkah kakinya menjadi berat dan ada selaput bening tembus pandang menghalangi langkahnya. “ Apa ini ? “ Batin Tian Fan sembari satu tangannya mencoba memegang selaput bening seperti gelembung yang menjadi penjara gadis muda tersebut

Tap

Blaaarr

Wush

Saat satu jari tangan Tian Fan menyentuh gelembung bening tersebut ia tersentak karena tiba tiba muncul sebuah gelombang energi kejut yang membuatnya terpental dan terhempas jauh ke belakang.

*******

Pakk….Pakk…

Pakk…Pakk…

Tian Fan  membuka matanya perlahan, dalam kebingungannya ia merasakan panas di kedua pipinya, samar samar ia melihat sebuah bayangan yang ada di hadapannya, setelah beberapa saat akhirnya rabun yang menghalangi pandangannya menghilang dan membuat dirinya dapat melihat dengan jelas sosok yang ada di hadapannya.

“ Rupanya aku sudah mati, beruntung aku tidak masuk neraka karena jika aku masuk neraka sudah tentu aku tidak akan disambut oleh bidadari. “ Ujar Tian Fan  sambil menatap sosok gadis muda yang ada di hadapannya.

Buushhh.

Mendengar apa yang dikatakan Tian Fan  membuat gadis muda yang ada hadapannya itu memerah wajahnya.

Cuuurr

Tian Fan  terkesiap dan terkejut karena sejumlah besar air kini jatuh ke mukanya,sontak hal itu membuatnya terkejut dan langsung bangkit dari posisinya.

Tian Fan  terduduk sambil terbatuk karena air yang jatuh ke wajahnya itu masuk kedalam mulut dan hidungnya.“ Rasakanlah air dari dunia ini yang akan menghentikan rayuanmu dan mengembalikan sosokmu menjadi buaya darat kembali. “ Ujar seorang wanita sambil terus menumpahkan air keatas kepala Tian Fan .

“ Hentikan ! “ Seru Tian Fan  cepat sembari mengusap wajahnya yang terus dibasahi air dari tindakan salah satu wanita lainnya. Tian Fan  kemudian menghindar dengan menggeser tubuhnya, setelah berada cukup jauh akhirnya ia bisa melihat situasi yang ada di sekelilingnya.

Kini terlihat jelas situasinya dimana ia berada di satu lembah yang berada dekat dengan sungai kecil, tampak pula empat orang wanita muda yang menggunakan pakaian yang sama dimana hal itu menunjukan identitas mereka berempat.

“ Aku berada dimana ? “ Tanya Tian Fan  cepat pada keempat gadis yang ada di depannya itu.

“ Yang jelas kau bukan berada di surga. “ Jawab seorang gadis yang sedang memegang sebuah daun besar yang dibentuk seperti guci. Melihat itu tentunya Tian Fan  tahu jika gadis itulah yang menyiramnya.

“ Ya, itu sudah pasti karena bidadari tidak mungkin berlaku kasar sepertimu ! “ Jawab Tian Fan  yang langsung membuat gadis muda yang menyiram Tian Fan  kesal. Selain kesal karena kata kata Tian Fan,tiga rekannya menertawakan dengan keras sehingga hal itu membuatnya emosi karenanya.

“ Kau berada di hutan merah, apa kau tahu hutan merah? “ Ujar sang gadis muda yang pertama dilihat Tian Fan .

Mendengar kata hutan merah langsung membuat Tian Fan  seketika terkejut, matanya membulat dipenuhi rasa ketidakpercayaan. Sebagai penduduk asli kerajaan Huo tentunya ia tahu hutan merah karena hutan tersebut biasa digunakan para cultivator untuk berburu beast tingkat rendah.

Bab 3

Bab 03. Penjelasan

Tian Fan  mendengarkan penjelasan Wei Lan dengan seksama, dari penjelasan murid akademi Emei itu kini ia paham apa yang terjadi.

Ternyata setelah ia ‘disengat‘ oleh batu berlian biru itu sampai tak sadarkan diri kemudian masuk ke tempat aneh yang tidak diketahui, ia kemudian jatuh semakin dalam kedalam jurang yang mana ujung jurang tersebut ternyata menuju bagian dalam hutan merah, hutan yang didalamnya terdapat banyak beast dan bahan obat tentunya.

“ Dari pakaian yang kau kenakan jelas kau merupakan murid akademi bintang, dari posisi kita sekarang memang benar akademi bintang berada di sebelah barat yang berarti disana. “ Ujar Wei Lan sambil menunjuk ke arah ujung tebing di sebelah kirinya.

“ Kau sungguh beruntung tidak mati jatuh dari ketinggian itu, anehnya lagi tubuhmu pun tidak terluka parah karenanya. “ Timpal Shi Yun, gadis yang menyiram Tian Fan  sambil menunjukan raut wajah tidak percaya. Bagaimana tidak ! Meski mereka seorang kultivator, tapi jatuh dari ketinggian tiga ratus meter pastilah akan membuat luka di tubuh mereka, apalagi dengan ranah mereka yang berada di tingkat petarung adalah satu kepastian jika itu terjadi.Namun tidak dengan Tian Fan, dengan tidak adanya luka jelas membuat heran empat gadis yang berasal dari akademi Emei tersebut.

Tian Fan  tidak menampik ketidakpercayaan Shi Yun padanya, bagaimanapun ia sadar betul apa yang dikatakan murid akademi Emei itu satu fakta yang tidak terbantahkan.

Ada sembilan tingkatan ranah kultivator di dunia Huaian. sembilan ranah tersebut adalah ranah petarung, ranah bumi, ranah raja bumi, ranah pertapa, ranah langit, ranah raja langit, ranah dewa,ranah saint dan ranah immortal dimana setiap ranah memiliki empat tingkatan yaitu tingkat awal, menengah, atas dan tingkat akhir. Sebenarnya masih ada tingkatan ranah yang lebih tinggi lagi, namun di benua timur sangat langka sekali cultivator yang mencapai ranah saint dan immortal dimana kebanyakan orang yang berhasil mencapai ranah kedelapan dan kesembilan kebanyakan berasal dari benua tengah.

Para cultivator ranah petarung sampai ranah pertapa bisa dikategorikan sebagai ranah rendah karena dalam hal kultivasi tubuh masih rentan mendapat luka dimana proses penyembuhan luka mereka terbilang lambat jika tanpa adanya bantuan pil atau ramuan. Sedangkan pemilik ranah langit sampai immortal bisa dikategorikan sebagai ranah tinggi karena rata rata kultivator yang memiliki ranah tersebut mempunyai kemampuan menyembuhkan diri alami lebih cepat dari cultivator ranah rendah.

“ Jadi kau berada di tingkat apa di akademi bintang ? “ Tanya Anchie penasaran. Sebagai cultivator tentunya mereka tidak asing dengan akademi bintang, akademi yang mengajarkan dao alkemis itu adalah akademi satu satunya penghasil alkemis terbaik yang ada di kerajaan Huo. Alkemis sendiri merupakan jenis pekerjaan yang memiliki status tinggi dimana penghormatan untuk Alkemis setara dengan menghormati seorang raja.

“ Aku masih murid tingkat satu karena aku baru beberapa bulan bergabung di akademi bintang. “ Jawab Tian Fan  canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Keempat gadis muda itu membulatkan matanya menunjukan keterkejutan mereka, sudah menjadi pengetahuan umum jika di akademi bintang memiliki tiga tingkatan klasifikasi,murid luar, murid dalam dan murid inti dimana status tersebut disamakan dengan tingkatan. Murid luar berarti merupakan murid tingkat satu yang mana pengetahuan yang diajarkan mengenai ilmu dasar tabib. Murid dalam merupakan tingkat dua dimana pengetahuan yang diajarkan adalah mengenai ilmu dasar alkemis dan pendalaman mengenai kedokteran dimana dalam tingkatan ini meliputi teknik anatomi dan bedah, pengetahuan mengenai obat dan ramuan.Setelahnya barulah murid inti dimana mereka yang berada di tingkat tiga diajarkan pengetahuan mengenai  alkemis yang lebih diutamakan dalam pembuatan pil yang dikhususkan untuk para cultivator.

Naik menjadi tingkat tiga pun bukan hal yang mudah karena ada syarat khusus yang harus dipenuhi dimana minimal sang alkemis harus memiliki ranah petarung awal sebagai fondasinya. Yang membuat Wen Lan dan yang lainnya terkejut adalah diri Tian Fan , jika dirinya masih berada di tingkat satu maka sudah jelas jika dirinya belum memiliki ranah, dan untuk orang biasa yang jatuh dari ketinggian ratusan meter tanpa terluka adalah hal yang sangat mustahil.

Baik Wen Lan dan yang lainnya segera memeriksa kembali Tian Fan  dengan kekuatan jiwanya, berulang kali mereka periksa pun jelas jika Tian Fan  belum mengaktifkan fungsi dantiannya yang menunjukan ia masihlah orang biasa.“ Meski aku tidak mau mempercayainya tapi ini benar benar terjadi dan nyata ! “ Seru Wei Lan serius sambil fokus menyentuh nadi Tian Fan dengan dua jarinya.

“ Mungkin ia memiliki konstitusi tubuh khusus maka ia bisa selamat tanpa cedera setelah jatuh dari ketinggian ekstrim. “ Timpal Shi Yun yang langsung diangguki ketiga orang lainnya.

“ Jika itu tidak terjadi maka jelas dia dinaungi keberuntungan besar. “ Ujar Anchie menimpali.Wei Lan, Shi Yun, Anchie dan Dian Zuo mengangguk serentak mengiyakan pendapat mereka. Sedangkan Tian Fan  hanya bisa ternganga melihatnya.

Disisi lain,Tian Fan pun memikirkan hal yang terjadi padanya, jelas ia ingat betul jika dirinya terluka karena dipukuli Qin Shi dan teman temannya,jatuhnya ia ke tebing pun membuat banyak luka terbuka di tubuhnya dan ia yakin jika ada beberapa tulangnya yang patah. Namun mengingat kondisinya sekarang yang baik baik saja membuat dirinya sendiri bertanya tanya di dalam hatinya, apa itu semua karena batu berlian biru yang menyengatnya itulah yang membuat semua kemustahilan menjadi mungkin.

“ Jadi sekarang kau akan kemana ? “ Tanya Anchie pada Tian Fan memecahkan keheningan yang ada.

Pertanyaan Anchie membuyarkan pemikiran Tian Fan  yang sedang larut dalam banyak pertanyaan yang mengganjal di hatinya. “ Eh… Itu…. Aku….Tentu saja aku akan kembali ke akademi ! “ Jawab Tian Fan  dengan ragu.

“ Dari sini menuju ke akademi bintang berjarak empat hari dan kau harus melalui dua kota untuk bisa mencapai ibukota kerajaan Huo. Itu tentunya khusus untuk kami para cultivator, sedangkan dirimu yang masih manusia biasa tentu akan berlaku dua kali lipatnya, belum lagi sekarang kau berada di bagian dalam hutan merah, aku sangsi jika kau bisa keluar dari sini hidup hidup ! “ Jelas Shi Yun yang membuat Tian Fan  terkejut saat mendengarnya.

Tian Fan  tak menyangka kesialan yang menimpanya telah membawanya dalam kesulitan panjang, ia benar benar merutuk atas hal itu semua. “ Qin Shi, aku akan membalas  tindakanmu ini ! “ Batin Tian Fan .

“ Sudah jangan banyak pikiran, kami akan menjaga dan mengantarmu sampai keluar dari hutan merah ini, anggap ini keberuntunganmu saudara Fan. “ Ujar Wei Lan dengan tenang.

Mendengar itu, raut wajah Tian Fan berubah sumringah, ia benar benar bersyukur karena masih ada orang baik yang mau membantunya.“ Terima kasih saudari Wei Lan, aku berjanji akan membalas kebaikanmu di masa yang akan datang karena telah bersedia menolongku, sungguh aku berhutang nyawa padamu ! “ Jawab Tian Fan  tegas dan penuh ketulusan sambil menangkupkan tangannya pada keempat gadis di hadapannya itu.

“ Hmm, bagus juga, semoga kedepannya kau bisa menjadi alkemis hebat sehingga nanti kau bisa memberikan pil buatanmu secara gratis untukku. “ Ujar Shi Yun dengan nada bercanda.

“Jangan dengarkan dia, kami melakukannya atas dasar kebaikan, selain itu akademi Emei dan akademi bintang memiliki hubungan yang sangat baik jadi tidak ada masalah kami melakukan ini. “ Jelas Wei Lan pasti.

“ Tetap saja aku akan mengingat ini semua, dan aku akan menjadikan hutang budi yang akan kubayarkan di masa yang akan datang. Aku janji ! “Ucap Tian Fan  tegas dengan penuh tekad.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED