Sepasang suami istri tiba-tiba di lempar keluar rumah setelah di pukuli oleh beberapa anak buah dari seorang konglomerat. Mereka memohon ampun dan
terus menangis sesenggukan.
"Pak Ramonta, saya mohon ampunilah saya. Saya berjanji akan membayar hutang kepada anda tapi beri kami waktu sebulan lagi untuk melunasi semuanya." seorang kepala keluarga bernama pak Fanbo bersujud dan bergelayut di kaki Pak Ramonta.
"Kalian sudah banyak mengulur waktu, aku sudah tidak bisa bernegosiasi lagi. Terpaksa rumah ini akan disita dan kalian bisa segera meninggalkan rumah ini dalam waktu dua belas jam!" jelas pak Ramonta yang bengis sambil menghisap sepuntung rokok di tanganya.
1 I Comeback with You
Melihat istrinya ikut memohon, Pak Ramonta dan anak buahnya semakin bersikap tidak manusiawi mereka menganiyaya kedua pasangan suami istri itu sambil terus memukulinya.
Dari kejauhan seorang Gadis cantik membawa mantel panjang berwarna krem berjalan dengan sebuah tas ditangan kanannya, dia baru saja pulang dari sekolah menengah pertama. Tubuh yang tinggi, rambut ikal dan kulit putihnya itu membuat gadis itu semakin mempesona, dia berjalan perlahan dan begitu terkejut ketika kedua orang tuanya disiksa habis-habisan oleh orang konglomerat yang sudah pasti dia sangat mengenalnya.
Gadis itu memiliki keberanian seperti seorang laki- laki, melihat sebuah balok kayu ada di sebelah kiri jalan. Dia pungut dan menyembunyikan di bagian belakang badannya. Menghampiri mereka perlahan lalu berlari dan melayangkan pukulan ke semua orang yang menganiaya orang tuanya.
"Hhiiiiiiiaaaaaaa!" "Pluggg!!"
Pukulan itu membuat semua anak buah Pak Ramonta kesakitan banyak yang berjatuhan. Sampai
2 I Comeback with You
Pukulan terakhir membuat semua orang yang menganiaya orang tuanya mundur.
Gadis itu melepas ikatan di kedua tangan ayah dan ibunya. Mereka terus menangis
"Pergilah nak, kamu harus selamat. Jangan bantu kami!" kata ibu itu sambil terus terisak.
"Ibu tidak perlu khawatir, aku sudah bergelar sabuk hitam dan lagi ibu tahu aku mewarisi ilmu bela dirinya kakek. Aku bisa menyingkirkan mereka walaupun dengan tangan kosong." jelas Gadis itu.
Ketika ikatan ayahnya akan dilepas tiba-tiba
Pak Ramonta berteriak dan menggertak,"Berhenti! Jika kamu tidak berhenti maka aku juga akan membunuhmu!"
Sambil melayangkan pistol tapi belum menarik pelatuknya.
Dengan wajah yang sangat marah gadis itu berbalik dan berhenti melepas tali ditangan ayahnya untuk menghadap ke arah Pak Ramonta.
3 I Comeback with You
Gadis ini sangat cantik tubuhnya dan kulitnya sangat putih, ini gila. Mungkin aku bisa menjualnya ke negara asalku agar aku bisa mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat. Ketika dewasa aku bisa ikut menikmati tubuhnya juga,
Pikiran jahat Pak Ramonta mulai mengelilingi kepalanya.
"Wow, ternyata kalian memiliki seorang putri yang sangat cantik. Sayang sekali jika harus terbunuh ditempat ini. Sepertinya aku hanya perlu bernegosiasi dengan gadis cantik ini. Siapa namamu Sayang?" Pak Ramonta menurunkan pistolnya dan menyimpannya lagi kedalam sakunya.
"Cih! Aku muak mendengar kata sayang dari mulut bejatmu itu." gadis itu meludah ke arah lain dengan tatapan yang begitu sadis.
"Tolong jangan Sentuh putriku pak Ramonta, saya Mohon!!" kata ibu gadis itu yang sudah tidak sanggup untuk berdiri lagi.
Gadis itu tetap bertahan untuk menatap pak Ramonta tanpa rasa takut.
Pak Ramonta tersenyum dan mendekati gadis itu lalu menaruh jari telunjukknya untuk mengangkat dagu gadis itu.
4 I Comeback with You
Gadis itu menyingkirkan jari Pak Ramonta dari wajahnya.
"Apa maksud ucapanmu itu?" gadis itu mulai menggertak dengan tegas.
"Kamu ikut denganku dan bekerja untukku, maka rumah ini dan orang tuamu akan terbebas dari semua hutang-hutangnya dan mereka akan mendapatkan kehidupan yang layak tanpa terusik olehku atau anak buahku lagi. Bagaimana?" Pak Ramonta mulai bernegosiasi.
Gadis itu bernama Laluna, dia bukan gadis yang sembarangan. Dia memiliki IQ diatas rata-rata. Dia tidak mudah untuk di bodohi siapapun termasuk Pak Ramonta yang berusaha bersikap manis ini. Dia juga sangat ahli bela diri banyak preman tunduk dengan gadis kecil itu karena sudah pernah mengalahkan mereka.
"Nak, Ayah mohon jangan ikuti kata-kata mereka. Kamu anak sulung ayah yang sangat ayah sayangi." kata ayahnya yang memohon masih dalam posisi terduduk karena masih terikat tali.
5 I Comeback with You
"Penawaran yang cukup menarik, sebutkan dulu pekerjaan apa yang akan aku lakukan?" tanya Laluna.
Pak Ramonta tiba-tiba tertawa dengan sangat
keras.
"Kamu sangat cantik gadis kecil sudah pasti aku akan menjualmu di Negara asalku. Disana kamu akan menjadi seorang wanita penghibur yang memiliki kehidupan yang mewah. Selain itu kamu juga bisa mengirimkan uangnya kepada orang tuamu disini. Bagaimana?"
"BAJINGAN KAMU!kamu pikir aku gadis rendahan. Terima ini!" Laluna menendang Pak Ramonta dengan sangat keras hingga terpelanting dan membentur pintu rumah.
"DASAR KURANG AJAR!Serang lagi gadis kecil sombong itu!" perintah Pak Ramonta kepada semua anak buahnya.
Laluna sudah bersiap, dia berpesan kepada kedua orang tuanya, "Ayah, Ibu. Maafkan Laluna tapi tolong pergi dari sini! Sudah tidak ada waktu lagi."
"Tidak! ayah akan membantumu, nak." kata Ayahnya.
6 I Comeback with You
"Ayah! Bangun ayah! Lihat Laluna! ayah tidak boleh meninggalkan aku, ibu dan adek." Laluna menangis dengan sangat keras.
Melihat semua anak buahnya sudah tumbang Pak Ramonta mengambil balok Kayu dan mendekat ke belakang Gadis itu dengan tiba-tiba memukul punggung Laluna lalu membuatnya mengeluarkan darah dari mulutnya berselang kemudian Laluna pingsan.
***
Laluna tersadar di sebuah rumah besar yang entah itu berada dimana. Punggung dan kepalanya terasa sakit, dia masih belum sepenuhnya untuk membuka kedua matanya. Tapi yang dia rasakan kedua tangan dan kakinya dalam posisi terikat tali tambang yang sangat kuat. Dia perlahan mendengar suara-suara orang bernegosiasi disekitarnya.
7 I Comeback with You
"Aku jamin mereka tidak akan pernah kabur kecuali, gadis yang satu ini, dia harus selalu terbius sampai di Nepal dan jangan sampai dia sadar karena gadis ini lumayan berbahaya. Dia sangat ahli bela diri, jika dia sadar saat di pesawat aku yakin dia akan dengan mudah melepas tali dan menyerang semua orang." Pak Ramonta mencoba menjelaskan kepada penyalur tenaga kerja ilegal itu.
Dasar Pria biadap! Dia benar-benar ingin menjualku. Bagaimana keadaan Ayah?oh Tuhan tolong selamatkan keluargaku! batin Laluna sambil mencoba melepas tali tapi tidak berhasil.
Laluna perlahan mulai bicara dan berteriak,"Lepaskan aku! Dasar Pria brengsek! Bagaimana keadaan ayahku?Kenapa kamu mengikatku seperti ini?"
"Kamu tidak usah cemas, ayahmu baik-baik saja. Aku sudah membawanya ke rumah sakit sedangkan ibumu dan adikmu yang manis itu juga sudah dalam keadaan aman. Aku sudah tidak tertarik untuk mengurus mereka
8 I Comeback with You
"Baiklah jika itu yang kamu lakukan. Sekarang lepaskan aku! Aku akan menuruti semua perkataanmu mulai sekarang." Laluna mulai bersiasat untuk kabur.
"Ternyata kamu gadis yang hebat untuk bernegosiasi, Tolong lepaskan dia!" Pak Ramonta memerintah anak buahnya untuk mendekati tangan Laluna dan melepaskan tali yang ada di tangan dan kakinya. Hanya saja itu hanya siasat Pak Ramonta karena anak buahnya itu membawa suntikan obat bius ditangannya.
Aku juga tidak bodoh gadis kecil. gumam Pak Ramonta dalam hati
"Sebelum aku buka talinya, aku ingin tahu namamu dulu. Kemarin kamu tidak jadi untuk menberitahukannya kepadaku." tambah pak Ramonta sambil menggulung lengan kanannya.
"Namaku Laluna, jika aku digaji kalian berjanji untuk memberikan kepada keluargaku, bukan? Jika kalian tidak menepati, aku akan membuat ulah untuk kabur dari Nepal." ucapan Laluna sedikit mengancam Pak Ramonta.
"Baiklah, ternyata kamu memang sangat hebat bernegosiasi. Aku suka gadis seperti kamu, tidak banyak berteriak dan ketakutan tapi berbicara menggunakan otak. Aku akan menuruti semua perkataanmu tapi kamu
9 I Comeback with You
"Dasar Kurang Ajar!! Apa yang kamu........ " Laluna
kembali kehilangan kesadaran dan gagal untuk kabur.
Pak Ramonta tertawa dengan sangat keras dan begitu bahagia.
"Hahahahaha... "
"Gadis kecil yang cantik, aku akan tetap menepati janjiku untuk mengirimkan uang kepada mereka tapi maafkan aku tidak sepenuhnya aku bisa percaya padamu. Karena kamu bisa dengan mudah melemparku jika dibiarkan sadar. Bawa dia dan satukan dengan wanita yang lainnya!" Perintah Pak Ramonta.
Penyalur tenaga kerja ilegal itu memberikan tiga ratus juta rupiah untuk uang muka pertama dari lima puluh wanita yang akan di kirim ke Nepal hari ini.
"Terimakasih."Pak Ramonta mengibas-ngibaskan satu ikat uang itu ke wajahnya sambil tersenyum bahagia.
***
Hari itu juga lima puluh wanita berangkat menggunakan pesawat pribadi milik Pak Ramonta yang memang pengusaha konglomerat itu. Para wanita itu dimasukkan kedalam pesawat berukuran sedang dan di terbangkan ke Nepal.
10 I Comeback with You
"Mengapa wanita ini di ikat sedangkan kita tidak?" tanya salah seorang wanita kepada salah seorang yang lainya.
"Aku juga tidak tahu, dia tidak sadarkan diri sedari tadi tapi tadi aku melihat ada beberapa memar di kaki dan lengannya. Seperti baru saja di pukuli." jawab wanita yang lainnya itu.
Ada seorang pengawal memperhatikan para wanita yang saling membicarakan satu sama lain. Pengawal itu menggertak dan memukul salah seorang wanita untuk diam.
"Plak!"
"Aww, ampun Pak!" rintihan seorang wanita yang di pukul.
"Apa kalian tidak bisa diam, Ha? Kalian sangat berisik!" gertak pengawas itu dengan mata bengis dan sangat menakutkan.
Tidak ada seorang pun yang berani membalas perkataan pengawal itu.
11 I Comeback with You
Ini gila, kepalaku sangat sakit. Mereka bisa tidur? Apa mereka tidak sadar jika sudah di jual? Mereka masih terlihat tenang? gumam Laluna sambil mencari sesuatu yang tajam untuk memotong tali di kedua tangannya.
Laluna melihat ke sekeliling, pesawat ini benar- benar menjijikkan. Sampah dan jerami ada dimana-mana.
Ini pesawat lebih seperti pesawat perang dunia ketiga dari pada aku bilang pesawat barang. gumam Laluna menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba Laluna melihat ada serpihan kaca di depan matanya.
Kakinya meraih pelan kaca itu agar suaranya tidak terdengar oleh siapapun. Naas wanita di sebelahnya terbangun. Dia terkejut melihat Laluna sadar.
"Kamu sudah sadar?" tanya wanita itu.
"Sssttt, Jangan keras-keras pengawal itu sedang tidur sekarang! Apa kamu bisa menolongku?Aku sangat gerah jika terus di ikat seperti ini tolong potong talinya dengan kaca dibawah kakiku ini." pinta Laluna memasang wajah memelas.
12 I Comeback with You
"Aku jamin kamu tidak akan kenapa-napa. Aku akan melindungimu dan mengingat jazamu sampai kapanpun," Laluna mulai melancarkan rayuanya.
"Baiklah,"wanita itu clingak-clinguk memastikan tidak ada orang yang melihat aksinya.
Pelan-pelan wanita itu menggesekkan kaca ke tali yang terikat pada kedua tangan Laluna. Baru berusaha sebentar, tiba-tiba dari belakang wanita itu ada pria bertubuh tinggi berjalan mendekatinya.
Wanita itu menyembunyikan kaca di bangkunya lalu berbalik.
Pria bertubuh tinggi itu hanya bertanya dalam kondisi mabuk.
"Apa ... kamu... ingin minum?"
Tiba-tiba pria itu berlalu begitu saja dan terduduk di sudut pesawat sambil meminum alkohol di tangannya.
Laluna dan wanita itu menghela nafas kemudian wanita itu melanjutkan lagi untuk memotong tali di tangan Laluna. Perlahan ikatan itu terlepas.
"Terimakasih. Sekarang tolong kamu ikat aku dengan simpul yang sederhana dan tidak kencang!" pinta Laluna sekali lagi.
"Kamu ini sangat aneh tadi suruh melepas sekarang suruh mengikatnya lagi." ujar Wanita itu sedikit heran dan terlihat cukup polos.
"Karena kita semua disini tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri, katanya kita akan di pekerjakan sebagai pembantu atau perawat di panti jompo. Kita akan mendapatkan gaji dua kali lipat." jelas wanita itu.
"Siapa namamu? Aku Laluna." Laluna bertanya sambil memperkenalkan diri.
"Aku Sania, sepertinya usiaku lebih tua darimu." Sania meperkenalkan dirinya sedikit penasaran dengan Laluna.
Laluna clingak-clinguk berharap tidak ada yang mendengarkan pernyataanya kali ini.
"Aku memberitahu satu informasi, sebenarnya kita semua disini akan di jual untuk menjadi wanita penghibur dan masuk ke dunia perbudakan. Tidak ada pekerjaan pembantu atau pun perawat panti jompo." jelas Laluna sambil berbisik.
Sania terlihat terkejut sekali dengan pernyataan Laluna.
"Sebenarnya kamu siapa? Kenapa kamu tahu dengan jelas seluk beluk agensi ini? Apa yang semua kamu katakan itu benar? Jika benar berarti kami semua disini ditipu?" Sania bertanya dan sekarang terlihat syok.
2 I Comeback with You
"Jika kamu ahli bela diri kenapa kamu bisa diikat?" Sania sedikit bingung.
"Ceritanya panjang, intinya aku dipukul sewaktu di bawa kerumah besar itu. Jadi, posisiku tidak sadarkan diri. Aku di sini juga untuk menyelamatkan keluargaku dari hutang, tapi aku merasa bodoh jika aku sampai tidak ingin kabur dari disini. Apalagi aku tahu rencana mereka." jelas Laluna
Pria brengsek itu tidak bisa dipercaya, buktinya saja dia tidak melepaskan ikatan di tanganku dan membiusku lagi. Belum tentu dia bisa pegang ucapannya. gumam Laluna dengan perasaan sedikit kesal.
Sania mulai merasakan ketakutan, "Jika benar yang kamu katakan. Bisakah kamu menolongku?Jika itu benar aku mohon jangan pergi sendirian bawalah kami semua bersamamu, Laluna!" tanya Sania seperti terlihat sangat sedih.
"Jangan memasang wajah seperti itu, aku bisa menjadi orang yang tidak tega." ungkap Laluna melihat mata Sania berkaca-kaca.
"Tolong jangan menangis Sania! Jangan sampai para pengawal tahu, ikuti saja permainan mereka dulu! Aku akan mencari tahu bagaimana caranya menyelamatkan kalian suatu hari nanti. Aku janji! Kamu bisa kan percaya padaku? Aku hanya berharap jaga dirimu baik-baik jangan sampai kamu pulang tidak bernyawa dan lebih baik jangan kamu ceritakan hal ini kepada orang lain dulu, karena kemungkinan besar kalian bisa terbunuh." Laluna mencoba menenangkan Sania.
Sania hanya mengangguk dengan perasaan sedih dan ketakutannya.
Oh Tuhan, aku semakin Gila. Sekarang aku dilema untuk kabur sendirian. Apakah ini semacam sindikat perdagangan manusia seperti di televisi itu ya? Oh Tuhan, berilah aku petunjukkmu! Kenapa masalah ini jadi semakin rumit? Apa aku tidak usah memikirkan mereka, ya? Tapi bagaimana nasib mereka?Aku harus Bagaimana?Sepertinya aku harus mencari jalan keluar. batin Laluna sambil terus berfikir.
Para pengawal itu sudah bangun dan pesawat sudah mendarat di sebuah tempat tinggi tapi bukan
Sania yang sudah tahu rahasia Laluna, mengikuti kata-kata Laluna untuk tetap diam, dia menuruti perkataannya. Sekarang Sania pun melihat sendiri jika sudah di perlakukan seperti budak. Laluna yang di gendong mengintip melihat beberapa wanita itu berjalan. Hatinya semakin terasa perih, ketika mereka di pukul saat berjalan.
Diujung tempat yang tinggi ini terdapat kastil yang sangat besar dan terlihat tanahnya sangat gersang. Mereka tidak mengerti tempat apa ini, mereka cukup terkejut ketika memasuki tempat itu banyak sekali wanita- wanita yang berlalu lalang memakai pakaian begitu seksi dan banyak sekali lelaki hidung belang disana, kastil itu terdiri dari bilik-bilik yang gelap. Lima puluh wanita termasuk Laluna tadi dimasukkan ke dalam satu ruangan besar dengan lantai yang masih tanah dan sangat lembab. Mereka terlihat sangat ketakutan dan menangis karena kebingungan. Sania yang sudah tahu akan jadi seperti ini hanya diam dan tidak berekspresi sama sekali di dalam hatinya sudah pasrah tapi entah mengapa dia ingin percaya dengan Laluna.
"Sebenarnya apa pekerjaan kami?" tanya salah seorang wanita.
Wanita itu tiba-tiba tertawa seperti nenek sihir. "Apa? Kalian tidak mengerti pekerjaan kalian
disini?" tanya wanita itu.
Mereka semua menggelengkan kepala tanda mereka tidak tahu.
"Wanita penghibur, kalian harus belajar cara memuaskan pria dan belajar sopan santun terhadap pelanggan. Tidak boleh menyakiti mereka, jika kalian menyakiti mereka aku akan menunjukkan tempat paling cocok untuk kalian!" jelas wanita itu sambil menyalakan proyektor dan memperlihatkan ruang bawah tanah yang berisi wanita-wanita yang disiksa dan bekerja tanpa henti untuk menenun kain tanpa mendapatkan makanan.
Semua wanita tertegun sejenak, satu persatu dari mereka mulai mengerti pekerjaan disini dan terlihat Syok, mereka mulai menangis, melihat hal itu seorang pengawal
"Apa kalian ingin merasakan sengatan listrik ini? Jika tidak ingin, maka Diam!" wanita itu menggertak.
Semua wanita itu menahan air matanya. Sania menatap Laluna yang masih dalam keadaan pingsan.
Laluna aku percaya padamu. Selamatkanlah kami! Sania berteriak dalam hatinya dan meneteskan air matanya. Laluna sudah mendengar semua pembicaraan mereka.
Aku tidak bisa langsung kabur jika begini caranya, aku harus berkeliaran di negara ini hingga semua korban bisa pulang ke Indonesia. Tapi apa yang harus aku lakukan? Karena di tempat ini kesucianku juga di pertaruhkan. Laluna terus berfikir.
Wanita itu mendekati Laluna dan melepaskan ikatannya dari kaki dan tangannya. Ternyata aku tidak perlu susah payah untuk membuka tali ini. batin Laluna.
Ketika ikatan kakinya di lepas, Laluna menghuyungkan badannya lalu menabrak wanita bertubuh tinggi itu hingga tersungkur ke lantai. Laluna berdiri sembari melepas ikatan di tangannya.
"Dasar Gadis kurang Ajar!Sengat Gadis ini!" perintah wanita itu kepada salah seorang pengawal.
Semua mata wanita disana terbelalak dan sangat terkejut. Sania tersenyum seperti memiliki harapan untuk bisa kembali ke negaranya. Perkelahian itu tidak terdengar oleh siapapun sehingga dengan mudah Laluna menyeret tubuh wanita itu keluar ruangan dan pengawal itu tetap dibiarkan karena tubuhnya sangat berat.
Tiba-tiba wanita-wanita itu sesenggukan.
"Kamu siapa? Kenapa kamu sangat hebat berkelahi?" tanya salah seorang wanita masih setengah menangis.
Laluna menutup pintu.
"Waktu kita mengobrol tidak banyak. Namaku Laluna, aku memang diikat karena aku punya ke ahlian bela diri. Aku sama sekali tidak tertarik bekerja di luar negeri tapi aku dipaksa menukar nasib keluargaku dengan dengan nasibku sendiri. Aku mungkin bisa kabur sendirian tapi sepertinya aku tidak bisa meninggalkan kalian. Aku hanya meminta jagalah diri kalian masing- masing kita tidak bisa lari dari sini tapi paling tidak kalian selamat. Aku pasti akan kabur untuk mencari bantuan, aku
Mereka semua menganggukan kepala dan menurut dengan semua perkataan Laluna. Kali ini wajah mereka semua sudah berubah menjadi pucat pasi, penuh tanda tanya tapi sedikit tersirat harapan karena ucapan Laluna.
Laluna sudah mendengarkan suara langkah kaki dan wanita itu dari luar. Sepertinya pengawal yang lain sudah datang dan wanita itu sudah sadar. Waktunya dimulai. gumam Laluna.
Teriakan wanita itu sudah memekikan telinga. Mereka membuka pintu dengan kasar, wanita itu berteriak.
"Tangkap Dia!"
laluna sengaja membiarkan dirinya disiksa, dengan cara seperti itu maka tubuhnya akan penuh luka dan tidak akan laku untuk di jual kepada pria hidung belang, siasatnya ini juga menjadi awal untuk mengumpulkan bukti tentang perdagangan manusia di kastil ini. Selama di tempat ini mereka memang tidak di perbolehkan menggunakan barang elektronik seperti telepon genggam atau handphone bahkan surat-menyurat juga di batasi. Dengan cara ini juga dia bisa meminta kepada mereka
untuk bisa berbicara dengan Pak Ramonta.
Wanita itu berjalan dengan sangat geram menghampiri Laluna, pengawal itu membuat Laluna berlutut. Wanita ini menjambak rambut Laluna hingga merah kulit kepalanya.
"Tolol! Kamu ingin kabur, ha? Dasar Gadis bodoh, kamu ingin membuatku menyiksamu seperti orang-orang di
"Hahahahha..." Laluna tertawa sinis.
Semua pengawal yang melihat hal itu memukuli dan menampar wajah Laluna sampai mengeluarkan darah segar dari ujung bibir dan ujung matanya. Semua wanita yang melihatnya berteriak, mereka cukup kasian dengan Laluna tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
"Aww, cukup jangan siksa dia lagi!" Sania berteriak karena tidak tahan.
"Diam!" Wanita itu berteriak dengan mata melotot kearah Sania.
Sania terdiam dengan gemetar.
Laluna masih tertawa, dia tidak melawan sama sekali padahal tangannya sudah kembali di ikat lagi.
"Hahahhaha, yang Tolol itu kamu! Silahkan siksa aku sesuka hatimu. Bunuh aku juga boleh, buat banyak goresan di tubuhku sebanyak yang kamu mau! Itu bukan kerugian besar buatku! Tapi sebelum itu hubungkan aku dengan pak Ramonta di Indonesia! ada yang ingin aku bicarakan denganya," Laluna menatap wanita itu dengan bengis.
"Kamu hanya gadis kecil, berani sekali melawanku? Kamu ini siapa, ha? Orang kaya? Investor?Minta di hubungkan dengan Konglomerat seperti Pak Ramonta.
Tiba-tiba handphonenya berdering. "Kring, Kring,
Kring"
"Wah, wah, wah. Kamu bisa seberuntung ini. Pak
Ramonta menelponku." Wanita itu mengangkat telponnya.
[Madam lati : "Halo, apa kabar pak Ramonta?"]
[Pak Ramonta : "Ada yang harus kuberitahukan kepadamu."]
[Madam Lati :"Iya, aku mendengarkan."]
"Kamu harus berhati-hati dengan gadis yang terikat itu, dia sangat ahli bela diri dan sangat cerdas. Jangan mudah percaya padanya! berikan handphone itu kepadanya aku ingin bicara!"
[Pak Ramonta : "Baiklah."]
Wanita itu me-loadspeaker handphonenya ketelinga Laluna.
Laluna sangat geram dan kesal
[Laluna :"Dasar Bajingan!! Kamu membiusku lagi sebelum aku berangkat. Apa kamu ingin aku membunuh semua orang disini agar uangmu tidak mengalir lagi ha?"]
[Laluna : "Jadi kamu juga mengancamku! Baiklah kita sepakat jika kamu tidak menepati janji aku juga akan membunuh para pekerja ini dan aku pastikan dana yang tiap bulan mengalir akan berhenti. Bagaimana?"]
[Pak Ramonta :"Dasar gadis kurang ajar!!kamu bisa mengancamku juga. Baiklah kita sepakat."]
[Laluna : "Aku ada satu permintaan lagi biarkan mereka tiap bulan mengirim surat ke keluarganya agar orang tua mereka tidak khawatir."]
[Pak Ramonta :"Kamu tidak perlu repot karena aku sudah menyiapkan surat palsu agar mereka tenang dirumah."]
[Laluna :"Dasar licik."]
[Pak Ramonta :"Berikan pada wanita itu lagi!!"] perintah pak Ramonta
[Madam Lati :"Bagaimana masih ada yang bisa ku bantu Pak Ramonta?"]
4 I Comeback with You
[Madam Lati :"Baiklah pak."]
Telpon itu berakhir
Wanita itu dengan tiba-tiba mencengkeram rahang Laluna dan menggertak.
"Dengarkan aku baik-baik, hari ini aku ingin memberimu pelajaran karena kamu sudah menendangku hingga pingsan. Kamu minta aku untuk menyiksamu kan tadi, aku akan mengabulkan." wanita itu mencengkeram mulut Laluna makin keras Lalu menyeret Laluna dengan menjambak rambutnya.
"Aaawww, kamu akan membawaku kemana?" Laluna terus berteriak sampai akhirnya dia sampai di ruang rias.
Wanita itu melemparnya ke tengah wanita-wanita penghibur atau lebih dikenal pelacur. Mereka seperti sudah tidak ada rasa malu bahkan mungkin bangga dengan pekerjaan ini, melihat ada gadis yang di lempar, salah satu dari mereka langsung bertanya kepada wanita itu.
"Harus ku apakan gadis kecil ini?" tanya salah seorang pelacur.
Mengapa perasaanku tidak enak? batin Laluna.
Ada sekitar lima orang wanita penghibur mendekat kesekeliling Laluna dengan tatapan sangat tajam. Laluna mencoba untuk mundur tapi tidak bisa. Mereka melucuti seluruh pakaian Laluna kemudian kedua tangannya di ikat di sudut yang berbeda. Sehingga posisinya berdiri terlentang tanpa busana. Para pelacur itu mengambil dua buah lidi panjang kemudian menyerang setiap bagian tubuh Laluna hingga memerah dan terluka.
Serangan pertama, Laluna merasakan perih, kemudian serangan kedua, Laluna mulai meneteskan air mata. Sampai serangan puluhan kali, Kaki dan tangannya mulai lemas, mereka tertawa dan menghentikan sabetan yang mereka lakukan. Sampai salah satu wanita itu berbisik di telinga Laluna.
"Gadis manis tubuhmu sangat mulus. Pasti kamu masih suci, tercium aroma perawan di tubuhmu." Wanita itu membelai sekujur tubuh Laluna dengan mata penuh dengan niat busuk.
Laluna tidak bisa mengeluarkan suaranya lagi, rasa sakit itu membuatnya sangat menderita, terasa mati rasa ketika di belai wanita itu.
Laluna sangat lemas dan kesakitan bagaimanapun dia tetap seorang wanita, "Na-namaku La ... lu na, a-
apa aku boleh bertanya padamu?" tanya Laluna dengan suara parau dan terbata-bata karena menahan rasa perih disekujur tubuhnya.
"Bertanyalah!" Jawab Rina.
"Apakah wanita yang penuh luka masih di minati oleh pelanggan?" tanya Laluna.
"Mungkin harganya akan turun dan mungkin juga kamu tidak akan berguna lagi." Jawab Rina sambil memotong kuku panjangnya.
"Lalu wanita itu nasibnya akan bagaimana?" tanya Laluna masih menahan rasa sakit.
"Sebenarnya disini ada satu pekerjaan lagi yaitu menjadi seorang pencuri. Tapi wanita disini kebanyakan tidak sanggup dengan pekerjaan ini, karena mereka harus punya keahlian mencopet, berlari dan juga bersembunyi bahkan membunuh. Jika mereka sanggup, mungkin bisa mengambil pekerjaan itu karena mereka akan di gaji lumayan besar. Mereka juga akan lolos dari kecurigaan polisi karena polisi mudah di suap Oleh wanita penghibur.
"Apa kamu tidak memiliki keluarga? Jika mereka mati bagaimana dengan keluarga mereka yang mungkin bukan dari Nepal." sepertinya Laluna ingin bertanya lebih jauh.
"Kematian akan di manipulasi sebagai kecelakaan bisa jadi setelah mereka mati akan di bakar hingga menghitam lalu di kembalikan ke keluarganya seakan dia meninggal karena kebakaran. Sepertinya aku tidak perlu menjawab hal pribadiku disini, aku tidak akan berbuat jahat padamu, aku yakin kamu pasti befikir untuk menjadi pencuri. Jika melihat tubuhmu yang semulus dan sebagus ini madam Lati, wanita yang menjambakmu kesini tadi tidak akan meloloskanmu. Kamu tidak berfikir kan untuk melukai tubuhmu sendiri, sekarang aku akan
Dia tahu aku sedang berfikir hal yang sama dengannya. Mungkin mulai sekarang aku harus menghapus diriku yang feminim dan benar-benar mengeluarkan sisi tomboy yang selalu aku sembunyikan demi ibuku. Malam ini aku tidak akan membiarkan siapapun menikmati tubuhku. Walaupun aku harus memainkan peran ini sebaik mungkin. gumam Laluna.
Laluna mengikuti semua perkataan Rina, bahkan dia di dandani sangat cantik saat itu dengan gaun hitam yang sangat terbuka. Didalam ruang rias yang sangat penuh dengan alat make up serta gaun-gaun indah. Lukanya masih basah tapi sudah harus di pekerjakan, sebelum memakai gaun itu, Rina menyiramkan obat bubuk ke seluruh tubuh Laluna yang terluka. Ini benar-benar terasa seperti cambukan hukuman mati saat di penjara, sakit ditubuhnya itu harus di tahan bahkan mungkin Laluna akan menambahnya lagi.
Hari itu terasa begitu cepat, Laluna masih menggigit bibirnya sendiri untuk menutupi ketakutan dan kegelisahanya. Banyak sekali rencana di dalam otaknya untuk keluar dari prostitusi ini. Dalam hatinya terus- menerus mengucapkan doa dan maaf untuk orang tuanya. Dia terpaksa melakukan hal ini agar semua orang selamat termasuk teman-temannya disini. Mungkin hari ini mereka juga dipersiapkan untuk melayani para pria hidung
Malam itu Laluna mencari benda tajam yang ada di kotak-kotak make up. Dia berharap ada pisau lipat atau kater yang bisa di dibawanya. Setelah dua kotak terbuka dia menemukan kater lumayan besar, selagi orang-orang berada di luar dia mengambil sebuah bandana rambut dan mengikatkannya di paha kanannya kemudian diselipkan kater itu disana. Dia merapikan lagi dress mininya agar bandana dan kater itu sempurna untuk disembunyikan.
Laluna melihat semua wanita-wanita yang berangkat bersamanya itu mulai masuk ke beberapa ruangan rias termasuk ruangan yang dipakai Laluna. Sania terlihat sangat murung dan memilih duduk di sebelah Laluna.
"Kamu tahu kita tidak akan pernah bisa pergi dari sini!" kata Sania sedikit pasrah kemudian memoles wajahnya perlahan dengan bedak dan make up.
"Aku tahu kita tidak ada harapan untuk sekarang. Tapi bisakah kamu tidak menyerah? Ada pekerjaan lain disini sebagai seorang pencuri tapi tubuh kita tidak boleh mulus. Aku rasa jika kamu mau, kita bisa melakukannya hari ini." pendapat Laluna memberikan ide untuk Sania.
Sania menangkap maksud dari Laluna.
"Kita harus keluar dari sini untuk menyelamatkan mereka. Jujur kita tidak ada pilihan lain, jika mereka lebih memilih menjadi pencuri, maka kemungkinan rencana kita gagal. Ada misi tersembunyi dibalik ini semua, karena mungkin kita bisa merasakan kebebasan diluar kastil ini dan kita bisa berbuat sesuatu." Laluna mencoba menjelaskan dengan lirih. Laluna perlahan menunjukkan kater yang ada di paha kanannya.
"Lakukanlah hal itu didepan pelanggan!" Laluna mencoba membuat Sania mengerti.
Beberapa menit kemudian Rina memanggil Laluna karena tamu sudah berdatangan. Laluna memegang pundak Sania lalu meninggalkan dia untuk menemui Rina.
Sania berfikir keras sampai akhirnya dia memutuskan untuk melakukan hal yang sama persis dengan Laluna. Baru setelah itu dia mulai menerima pelanggan.
Pengalaman pahit dimulai. ..