Sampul Novel Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir

Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir

9.2 / 10.0
Saat menjalani prosedur bayi tabung ketiga yang menyakitkan dalam novel modern Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir, sang protagonis harus berjuang sendirian tanpa Johannes yang mengaku lembur. Tengah malam, ia terbangun dengan tubuh bengkak dan sesak napas akut yang mengancam nyawanya. Di ambang maut, ia mencoba menghubungi suaminya untuk meminta pertolongan. Namun, panggilan teleponnya justru diangkat oleh wanita lain, mengungkap perselingkuhan penuh gairah di balik ketidakhadiran sang suami.
Ringkasan Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir
Saat menjalani prosedur bayi tabung ketiga yang menyakitkan dalam novel modern Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir, sang protagonis harus berjuang sendirian tanpa Johannes yang mengaku lembur. Tengah malam, ia terbangun dengan tubuh bengkak dan sesak napas akut yang mengancam nyawanya. Di ambang maut, ia mencoba menghubungi suaminya untuk meminta pertolongan. Namun, panggilan teleponnya justru diangkat oleh wanita lain, mengungkap perselingkuhan penuh gairah di balik ketidakhadiran sang suami.
Baca Selengkapnya

Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir Bab 1

Saat aku melakukan pengambilan sel telur yang ketiga kalinya untuk program bayi tabung, Johannes sedang lembur dan tidak bisa menemaniku. Aku terbangun tengah malam karena kesakitan. Aku mendapati tangan dan kakiku bengkak, sedangkan perutku penuh cairan hingga membengkak bagaikan wanita hamil delapan bulan.

Aku hampir tidak bisa bernapas dan dengan panik meraih ponsel untuk menghubunginya. Telepon berdering selama semenit sebelum diangkat. Namun, yang mengangkat telepon bukanlah Johannes, melainkan seorang wanita asing.

"Halo?" Suaranya terdengar lembut dan penuh gairah.

"Siapa kamu? Johannes, aku nggak bisa bernapas."

"Kamu nakal. Kenapa kamu masih pakai baju?"

Plak! Terdengar suara cambukan yang nyaring dengan diiringi erangan wanita. Kemudian, panggilannya pun terputus.

Saat aku melakukan pengambilan sel telur yang ketiga kalinya untuk program bayi tabung, Johannes sedang lembur dan tidak bisa menemaniku. Aku terbangun tengah malam karena kesakitan. Aku mendapati tangan dan kakiku bengkak, sedangkan perutku penuh cairan hingga membengkak bagaikan wanita hamil delapan bulan.

Aku hampir tidak bisa bernapas dan dengan panik meraih ponsel untuk menghubunginya. Telepon berdering selama semenit sebelum diangkat. Namun, yang mengangkat telepon bukanlah Johannes, melainkan seorang wanita asing.

"Halo?" Suaranya terdengar lembut dan penuh gairah.

"Siapa kamu? Johannes, aku nggak bisa bernapas."

"Kamu nakal. Kenapa kamu masih pakai baju?"

Plak! Terdengar suara cambukan yang nyaring dengan diiringi erangan wanita. Kemudian, panggilannya pun terputus.

...

Setelah panggilan itu, pandanganku menjadi gelap dan rasa sakit yang menusuk di perutku membuatku tidak dapat berdiri. Kengerian yang hanya pernah kudengar sebelumnya akhirnya terjadi padaku.

Aku dengan panik merangkak menuju pintu, lalu berusaha membukanya sambil berteriak meminta tolong. Kemudian, aku pun terjerumus ke dalam kegelapan.

Ketika aku terbangun, sosok seseorang yang tinggi duduk di samping tempat tidur. Itu adalah Harmoko, seorang dokter muda yang tinggal sendiri di sebelah rumahku. Dia jelas tidak tidur semalaman sehingga ada lingkaran hitam yang menghiasi wajahnya.

"Silvia, kenapa kamu sendirian? Mana suamimu? Kamu tahu nggak, kalau aku nggak ajak anjingku jalan-jalan semalam, kamu pasti sudah ...."

Dia tidak menyelesaikan ucapannya. Melihat keadaanku yang menyedihkan, dia pun terdiam.

Bagaimana mungkin aku lupa? Melihat perutku yang membuncit seperti ibu hamil yang hamil 7-8 bulan, aku masih merasa ketakutan.

Saat mengingat suara-suara kacau dari panggilan teleponku dengan Johannes semalam, aku masih menyimpan secercah harapan dan mengira itu hanyalah halusinasiku. Setelah membuka ponselku dan melihat riwayat panggilan 15 detik itu, aku akhirnya tak kuasa menahan air mataku.

"Dokter Harmoko, terima kasih sudah membawaku kemari. Aku akan transfer uangnya padamu."

Aku menyuruhnya kembali dengan berkata bahwa aku sudah merasa jauh lebih baik dan Johannes akan segera datang.

Setelah dia pergi, aku baru membuka WhatsApp. Aku tidak berani melakukannya di depan Harmoko karena takut kehilangan kendali dan mempermalukan diri sendiri.

Johannes tidak pulang semalaman. Satu jam setelah panggilan telepon itu, dia mulai mengirimiku pesan WhatsApp. Ada lebih dari 100 pesan tak terbaca.

[ Silvia, kenapa kamu meneleponku? Aku nggak tahu kamu telepon. Aku lagi lembur dan seorang rekan kerjaku yang menjawab. Kamu baik-baik saja? ]

[ Kamu takut sendirian? Aku akan segera kembali setelah lembur. ]

[ Silvia, aku juga merindukanmu. ]

...

Setelah mengirim begitu banyak permintaan maaf dan pengakuan cinta, dia juga mentransfer uang kepadaku sebanyak dua kali untuk menunjukkan cintanya. Itu dilakukan pada pukul enam pagi.

Tiba-tiba, aku mulai meneteskan air mata dan akhirnya menangis hebat.

Johannes tahu. Dia tahu apa yang kudengar semalam. Seseorang tidak mungkin tiba-tiba merasa bersalah, juga tidak mungkin tiba-tiba mengungkapkan cintanya.

Dia biasanya adalah pria yang pendiam. Dalam setahun, aku juga belum tentu mendengar sepatah kata pun pernyataan cinta darinya.

[ Kamu mimpi buruk? Nggak apa-apa. Aku sudah belikan sebuket bunga dan meninggalkannya di depan pintu. Jangan lupa mengambilnya. ]

[ Aku akan menjengukmu saat aku kembali. ]

Aku membaca kedua pesan yang dikirim setelah jeda sekian lama tanpa membalas. Rasa mual segera melandaku. Menyatakan cinta tanpa alasan hanyalah cara untuk menenangkan hati nurani setelah melakukan kesalahan.

Aku memegangi perutku sambil termenung. Tak lama kemudian, dokter membuka pintu.

"Bu Silvia, kamu menderita sindrom hiperstimulasi ovarium dan kondisinya sangat serius. Ada penumpukan cairan di rongga dada dan perutmu, sedangkan kadar albuminmu juga menurun dan otot jantungmu juga terdampak. Semalam, kami langsung lakukan operasi darurat untukmu. Apa kamu masih ingat?"

Di kamar rawat inap yang sunyi ini, suara dokter terdengar jelas dan menusuk telinga.

Aku sudah mendengar tentang situasi kritisku semalam. Johannes tidak bisa dihubungi dan tidak ada yang menandatangani surat persetujuan operasi untukku. Bahkan darahku juga nyaris tidak bisa diambil dan aku hampir tewas di meja operasi ....

Aku ingat diriku yang pingsan diguncang hingga tersadar untuk menandatangani surat persetujuan itu.

Pada tahun ini, aku aku dan Johannes sudah mencoba program bayi tabung untuk yang ketiga kalinya. Dua kali sebelumnya, aku selalu keguguran. Namun, demi dia yang ingin memiliki anak, aku terus menjalani proses ini.

Aku menerima suntikan perangsang ovulasi berulang kali dan bekas jarum di perutku sudah terlalu banyak untuk dihitung. Aku juga minum begitu banyak obat, lalu berbaring dengan tidak berdaya di atas ranjang pasien yang dingin tanpa seorang pun menemaniku.

Uang yang dihabiskan untuk hal ini sangatlah banyak dan nada bicara ibu mertuaku juga makin sarkastis. Setiap gagal, aku juga harus menghadapi kekecewaan di mata Johannes.

Selama beberapa tahun terakhir, aku tidak mendapatkan apa-apa, tetapi mengira setidaknya aku masih memiliki cinta. Dinilai dari keadaan sekarang, sepertinya aku terlalu percaya diri.

Bahkan setelah operasi, perutku masih bengkak.

Dokter menatapku dan menghela napas. "Kondisimu sudah begini dan ini sudah lewat jam sembilan pagi. Di mana suamimu? Kenapa dia belum datang menemanimu? Dia sangat nggak bertanggung jawab. Apa kamu mau aku meneleponnya?"

Aku takut merepotkan dokter dan menolak.

Kemudian, dia mengingatkanku lagi, "Kondisimu sangat buruk dan kamu perlu dirawat di rumah sakit. Sebaiknya kamu cari orang yang bisa merawatmu."

Aku mengangguk untuk mengiakannya. Setelah dokter pergi, aku duduk sendirian di rumah sakit seharian. Johannes tidak menelepon sekali pun.

Pada akhirnya, aku mencari seorang perawat pendamping. Setelah kelaparan seharian, aku pun makan sedikit bubur.

Malam harinya, Johannes bergegas datang.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5 Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam, Shila harus menahan rasa sakit saat Sam menyentuhnya dengan begitu intim. Di tengah situasi yang sangat berisiko ini, Sam berbisik setengah berbisik, meminta Shila agar tidak bersuara. Ia mengingatkan bahwa ayah dan ibu Shila bisa saja terbangun dan memergoki mereka. Ketegangan pun kian memuncak saat keduanya berusaha keras menyembunyikan hubungan rahasia ini dari jangkauan orang tua Shila yang berada di rumah yang sama.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Demi Rania, tunangannya, Baskara tega memaksaku mendonorkan sumsum tulang. Kedekatan masa kecil kami kini musnah, berganti kebencian buta darinya setelah fitnah keji Rania menghancurkanku. Akibat rekaman asusila palsu itu, Baskara menyiksaku dan menculik orang tuaku, memaksaku melihat mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah penyakit parah yang kusembunyikan, dia justru menyuruhku mati. Tanpa ragu, aku menuruti keinginannya dan melompat ke jurang maut.
Sampul Novel Rahasia Gelap Sang Kekasih
8.2
Sebuah pesan masuk di tengah malam buta membangunkan tidurku, membawa sebuah kiriman video dari sahabat dekatku. Di dalam rekaman tersebut, tampak seorang wanita bergaun tipis nan ketat sedang menari dengan lekuk tubuh yang anggun. Namun, perhatianku seketika terenggut sepenuhnya saat menyadari warna ungu samar di balik gaunnya. Celana dalam yang dikenakan wanita misterius itu ternyata persis seperti milik pacarku sendiri, memicu kecurigaan mendalam tentang rahasia tersembunyi kekasihku.
Sampul Novel Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
9.5
Nadia terpaksa menyetujui kesepakatan rahasia dengan Satria, ibu dari miliarder Reza Azhar, demi membiayai pengobatan sang adik. Ia bersedia menjadi ibu pengganti bagi pasangan kaya tersebut. Namun, kematian adiknya mengubah segalanya. Nadia memutuskan melarikan diri dalam keadaan mengandung anak Reza. Di bawah ancaman kejaran Satria, ia harus bertahan hidup melindungi bayinya dari pusaran intrik kekuasaan keluarga Azhar yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Secret Wife
9.1
Sepuluh tahun menikah, Sinta dan Bram belum memiliki anak. Bram bersama ibunya langsung menuduh Sinta mandul tanpa bukti medis. Demi cucu, sang ibu mendesak Bram hingga ia nekat berpoligami secara rahasia. Padahal, ada kenyataan pahit yang disembunyikan: Bram yang sebenarnya tidak bisa menghasilkan keturunan. Saat kebohongan dan pengkhianatan ini akhirnya terbongkar, apakah Sinta akan tetap tinggal diam menerima perlakuan suaminya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED