**Intan
malam hari ,Intan menangis dikamar entah apa yang membuat ia menjadi seperti ini ,setelah bertemu Dirga di Rumah sakit , ia seperti membuka luka kembali ,luka lama yang berusaha ia kubur dalam dalam nyatanya terbuka lagi, ia menangis sejadi jadinya meluapkan emosi dan kecewanya ,takdir yang menimpa hidupnya selama ini begitu kejam menurutnya ,pertemuannya dengan Dirga benar benar membuka masa lalu kelam ,yang berusaha ia kubur dalam dalam ,rasa kecewa pada laki laki itu dulu sungguh sangat dalam,
"kenapa disaat aku sudah bisa menerima dan berdamai dengan takdirku ,kamu datang dan membuka lagi luka lama yang sudah aku kubur dalam dalam "
Intan bicara sendiri sambil menatap bintang bintang di atas langit dari balik jendela kamar ,
" apa kamu datang sengaja ingin menertawakan ku ,mungkin kamu sudah bahagia dengan istrimu ,dan kamu sudah menjadi orang yang sukses, sedangkan aku ,aku masih seperti ini, bahkan untuk melupakan kamu saja ,aku masih sulit "
Aku kembali menangis ,dadaku rasanya sesak jika mengingat masa lalu ku yang kelam , dikhianati oleh sang kekasih yang sangat aku cintai adalah hal paling menyakitkan bagi ku
Aku bertemu lagi dengan Dirga ,laki laki yang dulu sangat aku cintai ,entah suatu kebetulan atau memang sudah rencana tuhan ,aku bertemu lagi di saat aku sudah mulai melupakannya ,
Seperti biasa aku mengikuti dokter edwar keliling memeriksa pasien pasien nya di rumah sakit ,Aku kaget ketika melihat sosok laki laki yang sedang terbaring di brankar rumah sakit , terlebih ketika mendengar dokter edward memanggil namanya, terasa berdegup kencang jantungku ,semakin langkahku mendekat semakin jelas terlihat wajahnya ,aku membulatkan bola mataku seakan aku tak percaya kalau pria yang ada di hadapan ku ini benar benar pria yang aku kenal waktu dulu ,pria yang dahulu sudah menghancurkan hatiku ,pria yang sudah mati matian aku lupakan ,tapi kenapa sekarang aku harus bertemu dengan dia lagi , Dirga , ya ,namanya Abian Dirgantara ,namun ,beruntungnya Semenjak pertemuan itu aku di pindah tugaskan oleh ketua kelompokku ,untuk di pindah keruangan lain untuk suatu kepentingan ,dan semenjak saat itu aku sudah tidak bertemu denganya lagi ,entah sekarang dia masih di Rumah sakit atau sudah pulang ,tapi jujur dalam hati entah mengapa aku masih hkawatir dan kepikiran sama dia
***
Setelah hampir satu minggu Dirga dirawat di Rumah Sakit dan kondisinya juga berangsur membaik akhirnya hari ini Dirga di perbolehkan pulang dengan catatan harus rutin kontrol sesuai anjuran Dokter ,sore hari Dirga sedang duduk di kursi roda di balkon kamar kediaman nya sambil memainkan ponselnya menggunakan tangan kiri karena tangan kanan nya masih menggunakan penyangga, Dia menelpon Dokter Adward meminta Dikirimkan suster ke rumahnya untuk membantu dan merawatnya sampai ia benar benar sembuh
"baik tuan ,saya persiapkan dulu segala keperluanya "
Jawab Dokter Adward dari seberang telpon
" saya tunggu , secepatnya ,kalau bisa hari ini juga ,nanti saya akan suruh orang untuk mempersiapkan semuanya "
setelah selesai menelpon Dirga melihat lagi layar ponselnya ,kali ini ia melihat email yang masuk ,walaupun dalam keadaan masih sakit Dirga tidak mau membuang waktunya sia sia ,ia masih bisa memantau perkembangan perusahaannya , walau tidak terjun langsung
dari arah pintu datanglah Bima dengan membawa sebuah maap berwarna kuning
Tok tok tok ,walaupun pintu terbuka namun Bima tetap mengetuknya sebagai bentuk kesopanan terhadap atasannya
"Masuk "jawab Dirga yang sudah tau siapa yang datang
"bagaimana " tanya Dirga langsung tanpa basa basi bahkan tidak menyuruhnya duduk terlebih dulu
"Maaf tuan boleh saya duduk"
",Hemm" jawab dirga sambil mempersilahkan lewat gerakan tangan
"Ini Data data yang tuan inginkan anak buah saya sudah melacak dimana dia tinggal ,disini sudah ditulis jelas dan lengkap alamat dan identitasnya sekarang"
"Bagus, sekarang kamu boleh keluar"
"Baik tuan saya permisi"
"Hmmm"
Setelah Bima keluar Dirga membuka map yang tadi diberikan oleh sekretarisnya,
Dia baca dengan teliti tak berselang lama dahinya mengkerut senyum tipis menghiasi wajah tampan tersebut entah apa yang membuat pria tampan itu tiba tiba tersenyum
***
Terdengar suara ketukan pintu dari luar ,membuat intan sedikit kaget siapa malam malam bertamu batinnya
"sebentar "
KLEKK ,suara pintu di buka
"TARAAAA"
"Mitaaa"
"Assalamu'alaikum kak"ucap mita yang langsung memeluk tubuh intan yang ramping dan lebih tinggi darinya
"kenapa nggak ngabarin aku ,kalau mau balik lagi kesini ,kan aku bisa jemput kamu"
"nggak usah kak aku kan bukan anak kecil ,yang harus di antar jemput"
"ihh kamu ini ya, oh iya gimana acaranya ,lancar ?"
"Alhamdullilah kak lancar ,ini aku bawakan oleh oleh untuk kakak "
" Pake repot repot bawa oleh oleh segala ,terima kasih loh "
"Iya ,sama sama kak "
"Sudah sekarang kamu istirahat ,kamu pasti capek atau mau makan dulu biar aku siapkan"
"nggak usah kak aku sudah makan tadi di jalan ,aku mau bersih bersih dulu ya kak "
"Ya sudah sana "
Mita adalah teman intan mereka tinggal berdua dalam satu kos kosan ,intan bertemu dengan mita disaat mita baru saja mendaftar sebagai perawat di Rumah sakit tempat intan bekerja ,intan yang saat itu melihat mita yang masih kebingungan mencari tempat tinggal ,pasalnya mita baru pertama kali menginjakan kaki di kota tersebut ,karena kasihan intan lalu menawarinya untuk tinggal berdua denganya ,kebetulan intan juga tinggal seorang diri disana ,selain hemat uang sewa intan juga kini punya teman ,untuk sekedar ngobrol atau bercerita
***
Di Rumah sakit ,SEHAT SEJAHTERA, diruangan khusus petawat intan dan mita sedang sibuk membereskan data data pasien yang baru saja di periksa dokter edward ,
" Intan bisa ke ruangan saya sebentar" sapa dokter Adward
" baik Dokter"
"ada apa dokter memanggil saya " Tanya Intan setelah duduk di hadapan Dokter adward di ruangan nya
"Begini intan saya ada tugas untuk kamu ada seseorang yang membutuhkan tenaga kamu, untuk merawatnya
"Lalu pekerjaan saya bagaimana Dok? "
"ini untuk sementara ,hanya sampai beliau sembuh dan bisa berjalan lagi ,setelah beliau sembuh kamu bisa kembali lagi bekerja di sini "
"ini perjanjian kerjasamannya ,dan itu nominal yang akan kamu terima ,ini kamu baca dulu "Dokter adam menyodorkan map pada IntaN perlahan intan membukanya ia terbelalak setelah membaca isinya
"Ini nggak salah Dok"
" bagaimana apa kamu setuju? "
Aku masih diam ,aku kaget dengan besarnya nominal yang tertera di sana
"Tapi…." Jawabku menggantung
Kamu jangan khawatir beliau orang baik ,saya sudah lama berteman dengan keluarga beliau ,dan saya juga sekaligus menjadi dokter pribadi keluarga nya ,ucapan dokter edward seperti mengerti ,akan keraguanku
"Beri saya waktu untuk mempertimbangkanya dulu dok "
"Oke ,silahkan ,tapi jangan lama lama ,karena beliau cuma memberimu waktu sampai nanti malam ,dan kamu sudah harus memberikan keputusan ,kalau tidak saya akan mencari perawat yang lain "
"Secepat itu dok ,?"
"Iya ,karena beliau benar benar sangat membutuhkan nya,"
Aku keluar dari Ruangan dokter edward ,sambil membawa map yang tadi di berikan oleh dokter edward ,
" Ada apa kak ,sepertinya ada sesuatu ?"tanya mita yang melihat aku melamun setelah dari ruangan dokter edward,
Aku sodorkan map yang aku bawa dan mita langsung membacanya ,tak hanya aku yang kaget mita juga tak kalah kagetnya ketika membaca surat itu ,
"Apa , ini nggak salah kak? Sebanyak ini ,wah ini benar benar sangat menggiurkan kak , tapi kenapa belum di tanda tangani ?"
"Aku masih bingung mit ,"
"Kenapa?"
" aku ,,"
" Sudahlah kak , di terima saja ,lagian kakak kan memang lagi butuh banyak duitkan buat biaya operasi bapak ,tunggu apa lagi ,mungkin ini memang jawaban dari doa doa kakak ,iya kan ?"
Ucapan mita ada benarnya juga ,aku memang sangat membutuhkan uang itu ,demi bapak apapun akan aku lakukan akhirnya tanpa pikir panjang lagi aku kembali keruangan dokter edward , menerima tawaranya dan menandatangani surat tersebut
"Bersambung"
Dirga memijat mijat keningnya sembari membaca berkas yang ia pegang ,lalu ia mengambil ponselnya yang ia letakan di atas meja ,dan menghubungi seseorang
"Iya halo tuan" suara dari seberng telfon
"apa kamu yakin informasi yang kamu dapatkan akurat "
"Saya berani menjamin tuan kalau informasi yang saya dapatkan itu benar "
"Ya sudah kamu kembali bekerja "tanpa menunggu jawaban, Dirga mematikan ponselnya, dan kembali membaca data data orang yang selama ini ia cari, ya Dirga memerintahkan Bima untuk mencari informasi tentang intan kekasih di masa lalunya yang selalu membayangi hidupnya ,namun sepertinya ada yang aneh dengan informasi yang ia dapatkan ,
Dirga yang cerdas langsung bisa menangkap kejanggalan tersebut
"pasti ini ulah mama"
dirga meremas kertas tersebut ia mengeratkan gigi giginya dan menajamkan penglihatan nya menunjukan ekspresi kemarahannya
Dirga meninju meja dengan satu tangan nya hingga kaca yang di atasnya retak dan melukai tanganya ,namun sama sekali tak ia hiraukan ,baginya luka fisik tak terasa dibanding dengan luka hati yang ia torehkan pada mantan kekasihnya dulu, andai waktu bisa di putar kembali ia pasti akan menolak ajakan mamanya untuk tinggal sementara di luar negeri yang pada ahirnya ia akan kehilangan kekasih yang paling ia cintai
"kenapa mama tega melakukan ini mah ,kenapa ,apa salahku mah " entah rasa apa yang Dirga rasakan sekarang namun yang pastinya Dirga kecewa dengan ulah mamanya, yang sudah tega memisahkan dirinya dengan sang kekasih dengan cara yang licik
"Pasti intan sangat membenciku sekarang "
hanya itu yang ada di pikiran Dirga sekarang, melihat bagai mana dinginnya sikap intan sewaktu di rumah sakit
"aku harus minta maaf pada Intan dan menyelesaikan kesalah pahaman ini"
**
Intan yang baru pulang dari kerja menjatuhkan tubuhnya di kursi sederhana yang ada di ruang televisi sementara mita langsung pergi kedapur mengambil minum ,dua gelas sudah ada ditangan mita
"nih minum dulu kak biar seger "ucap mita sambil menyodorkan minumannya kemudian mita duduk di sebelah Intan
"Hem" intan meraih minuman tersebut dan meminumnya sampai habis tak tersisa
"Kamu nggak apa apa kan aku tinggal sendirian disini,untuk sementara waktu , sampai pekerjaan aku selesai ,aku harus nginap soalnya ,paling pulang kesini satu minggu sekali itu aja kalau keadaan memungkinkan "
"Nggak apa apa kak ,kakak nggak usah khawatir ,kan ada si jono sama si adit ,kalau aku perlu apa apa tinggal teriak aja udah pasti datang mereka "
"iisshh kamu ini kebiasaan ,inget kamu anak perempuan jangan suka teriak teriak pamali loh"
"iya iya nggak lagi ,lagian kakak ,aku kan bukan anak kecil nggak usah khawatir ,pokoknya kakak tenang saja ya "ucap mita menyemangati sahabat yang sudah ia anggap seperti kakak kandungnya sendiri
"eh tapi ngomong ngomong kakak berangkatnya kapan ? "
" nanti setelah dapat kabar dari Dokter edward "
"Oh ya sudah kalau gitu aku mandi dulu ya kak"
"Oke jangan lama lama loh ya, gantian ,jangan ngehalu di kamar mandi " goda Intan sambil terkekeh
"iisshh apaan sih " mita mencebik tak terima di katain Intan walaupun sebenarnya ada benarnya juga, Mita memang suka berlama lama di kamar mandi entah apa yang dilakukanya disana ,karna kamar mandi cuma ada satu jadi mereka harus bergantian
Tak lama setelah itu ponsel Intan berdering ada nama Dokter Adward yang memanggil
"Halo Dokter "
"Halo tan kamu siap siap ,besok ada supir yang akan menjemput kamu ,dan mengantarkan ke tempat pasien yang akan kamu rawat"
"Besok Dok?"
"Ya besok,pasien meminta kamu sudah ada disana besok "
"Tapi…"
"Kenapa apa kamu keberatan?"
"Hm nggak -nggak kok dok , oke kalau begitu saya siap siap dulu ,dok "
"Oke Sekarang kamu siap siap ya"
"Baik Dokter"
" besok pagi pagi kamu sudah harus siap "
"Baik Dok"
***
di balkon kamar Dirga sedang menelfon seseorang
"Bagai mana ?"tanya Dirga pada seseorang di seberang sana
"Besok pagi mungkin sudah sampai di tempat tuan ,saya sudah siapkan supir untuk menjemput dan mengantarkan ke tempat anda tuan "
"Oke bagus,terima kasih Dokter, selamat malam "tanpa basa basi Dirga lalu menutup panggilannya ,ya begitulah Dirga dia memang sangatlah dingin cuek dan terkesan angkuh ,namun dibalik itu semua sebenarnya dia adalah pria baik hati dia tidak pelit selalu royal pada setiap orang yang membutuhkan ,
malam terasa sangat panjang Bagi seorang Dirga ia melirik jam di dinding sudah menunjukan pukul sepuluh malam namun matanya masih enggan terpejam ia mengambil dompet kulit berwarna hitam di atas nakas dan mengeluarkan satu lembar foto kecil yang sudah agak kusam ,dilihatnya ada foto sepasang kekasih yang sedang tersenyum bahagia , itu adalah foto Dirga dengan kekasihnya dulu ,kekasih yang sangat ia cintai dengan sepenuh jiwa raganya , namun mereka harus berpisah karena ulah salah satu orang tuanya dahulu, yang tidak setuju dengan hubungan cinta keduanya ,menyesal sudah tentu ,namun mau bagaimana lagi karena semuanya sudah terjadi
yang ingin Dirga lakukan sekarang adalah menerima maaf dari sang kekasih yang dulu sempat ia hancurkan harapanya ,walaupun ini bukan salahnya sepenuhnya dan memperbaiki hubungan yang sempat hancur ,
****
suara deru mobil berhenti didepan rumah yang megah bak istana ,seorang wanita berseragam serba putih turun dari mobil tersebut memandangi rumah di depannya yang sangat mewah ,sejenak ia tertegun seorang supir lalu mengambil koper dari bagasi mobil dan meletakan di depan wanita tersebut
"ini bener rumahnya pak? Tanya Intan pada supir tersebut
"Bener non sesuai alamat yang dikasih pak Dokter"
" wah Gede banget ya pak Rumahnya?"
" iya non penghuninya pasti orang kaya raya" ucap pak supir sambil tersenyum
"Ya sudah saya coba masuk dulu ya pak"
"iya non ,saya tungguin sebentar disini saya akan pulang setelah non masuk kedalam ,karna itu perintah Dokter Adam hehehe saya harus menjaga amanah non "
"Heemm ya sudah "
Intan memencet bel ,menunggu sekitar beberapa menit belum juga ada yang keluar mungkin penghuninya sedang sibuk atau karna saking besarnya rumah jadi untuk keluar membuka pintu saja harus lama
"Selamat pagi "seorang wanita paruh baya menghampiri keduanya
"Pagi " jawab intan sambil tersenyum
"nona ini , suster yang akan merawat tuan muda kan " ucap perempuan paru baya bertubuh gembul tersebut yang tiada lain adalah seorang ART
"Iya bi saya suster yang dikirim Dokter Adam"
"Oh ya mari nona silahkan masuk ,tuan muda sudah menunggu didalam "
Intan dan ART masuk kedalam rumah sementara supir yang mengantarkan tadi langsung pulang setelah keduanya masuk
Tok tok tok
Bi inem mengetuk pintu kamar utama sang tuan rumah
" Masuk " terdengar suara dari dalam kamar
KLEKK
pintu di buka " permisi tuan ini suster nya sudah datang
"Heemm ,sekarang bibi boleh keluar"
terdengar suara seorang laki laki yang sedang duduk di atas kursi roda dengan tangan kanan yang masih menggunakan penyangga menghadap ke jendela ia sedang melihat pemandangan luar dari balik kaca kamar
Dari arah pintu Intan hanya melihat punggung laki laki tersebut
" Suster Saya tinggal dulu ya " pamit bibi pada Intan yang masih berdiri mematung
"Iya bi "
Setelah bibi keluar hening sejenak,
Intan memberanikan diri untuk menyapa
"Selamat pagi tuan saya Intan saya yang di kirim oleh Dokter Adam untuk merawat anda "
Hening
Kemudian laki laki tersebut memutar kursi rodanya menghadap Intan
Dan,,....
"Kam-kamu…."
Bersambung..