Bab 1

setelah operasinya selesai serta berjalan dengan lancar kini Dirga sudah dipindahkan ke kamar VVIP ,Bima sang asisten selalu setia menemaninya  , setelah beberapa jam ia tertidur akibat obat bius ,kini ia mulai tersadar,dan perlahan mulai membuka matanya 

*Dirga 

"aku dimana " itulah kata yang pertama kali ku ucap saat aku mulai tersadar dari tidur panjangku 

"Tuan ,tuan sekarang ada di rumah sakit"

Asistenku mendekat ,dia terlihat khawatir dengan kondisiku 

"rumah sakit,, ?apa yang terjadi" jawab ku 

"maaf tuan ,tuan mengalami kecelakaan "jawab  Bima

Sesaat aku teringat sesuatu sebelum kecelakaan ,kalau aku  hendak terbang ke luar negeri  mengunjungi mamah yang sekarang sedang berada di rumah sakit namun di tengah jalan aku mengalami kecelakaan ,

"Bagai mana kabar mama ,apa dia tau tentang kecelakaan ini ?"

"Nyonya masih di rumah sakit ,dan belum tahu kondisi tuan sekarang ,kalau tuan besar ,saya sudah memberi tahunya dan beliau akan menjenguk tuan setelah keadaan nyonya membaik"

""Sssstt awh "aku  meringis ketika hendak menggerakan tangan dan kaki ku,tubuhku terasa remuk redam ,dan susah digerakan ,apa lagi kaki dan tangan kananku kenapa bisa sesakit ini 

"Jangan banyak bergerak dulu tuan,

 saya sudah  panggilkan  Dokter sebentar, lagi datang "

tak berapa lama Dokter dan Perawat pun datang dan langsung memeriksa keadaan ku 

"Tuan Dirga " sapa Dokter sambil tersenyum 

"bagaimana ,apa yang anda rasakan , bagian mana yang terasa sakit"ucap dokter pada Dirga 

"Tangan dan kaki saya dok ,kenapa sakit sekali dok" ucap dirga sambil sesekali ingin menggerakan kakinya 

"Pelan pelan saja tuan jangan banyak bergerak dulu, Kaki tuan baru saja di operasi ," 

"apa kaki saya bisa sembuh dok " 

"bisa tuan ,kaki anda akan sembuh ,setelah dari rumah sakit nanti tuan bisa menjalani terapi , apa anda merasakan pusing tuan? "

" Sedikit dok " jawab Dirga

"baiklah coba saya periksa dulu tuan "

dokter itu pun langsung mengecek seluruh badan Dirga sambil sesekali menanyakan keluhan nya 

" baik nanti diminum obatnya ,dan sebaiknya tuan  jangan banyak bergerak dulu  ," setelah memeriksa keadaan Dirga dokter pun pamit untuk memeriksa pasien yang lain

"sebaiknya tuan istirahat saja jangan banyak bergerak dulu dan jangan banyak pikiran supaya tuan cepat sembuh " ucap Bima 

"mau sampai kapan aku di Rumah sakit Bim," ucap dirga pada sekretarisnya 

"sampai tuan sembuh"

Aku  lantas menghembuskan nafas panjang , setelah mendengar jawaban dari bima 

"masalah pekerjaan biar saya yang urus ,tuan fokus saja pada kesembuhan tuan,oh ya tuan ,besok dokter adward sudah pulang dari luar negri ,Dia yang akan merawat dan memantau perkembangan kesehatan tuan "

"Heemm" jawab ku  sambil mengangguk

Dokter adward adalah dokter rumah sakit dimana dirga dirawat sekaligus dokter pribadi keluarga Dirgantara 

**

Pagi hari 

Di tempat lain di ruangan khusus bagi perawat ,seorang perempuan sedang menata buku buku catatan yang akan ia bawa mendampingi Dokter adward memeriksa pasienya 

"Bagaimana sudah siap semuanya " tanya Dokter Adward

"Sudah Dokter ,semuanya sudah siap " jawab seorang perawat yang bernama intan kali ini seperti biasa rutinitas setiap pagi aku akan berkeliling menemani Dokter ADward memeriksa Pasiennya ,

"Ya sudah ayo" ajak Dokter Adam pada perawatnya ,kemudian ia melangkah ke salah satu ruangan , sebenarnya sudah dari kemarin ingin ia kunjungi namun karena kesibukannya baru sekarang ia sempat mengunjunginya dalam keadaan ia sedang bekerja ,intan  mengekor di belakang Dokter Adward dengan membawa map berisi data data pasien dan riwayat penyakitnya 

**

Di Dalam kamar yang bernuansakan serba putih ,Aku berbaring di ranjang pasien ditemani sang asisten ku yang selalu setia menemani ,tak jarang aku sering memberinya bonus ,karena pekerjaannya memang selalu memuaskan 

"Tuan ,sebaiknya tuan cepat cepat mencari pendamping  ,tuan harus move on dari masa lalu tuan," ucap Bima

"Maksud kamu apa ngomong seperti itu" jawabku ketus

 "kalau tuan punya istri kan ada yang menemani , ada yang merawat dan yang perhatian "ucap Bima sambil mengangkat kedua alisnya 

" jadi kamu nggak ikhlas merawat aku ," jawab ku kesal karena asistenku  sudah mulai berani mengajarkan tentang pendamping, ingin sekali aku memukul kepala Bima namun apalah daya tanganku tidak bisa digerakan 

"Eh ,bukan begitu maksud saya tuan ,saya ikhlas kok sangat ikhlas malah ,tap…"

"Jangan bahas soal itu lagi !!" Ucapku sambil menatap dingin ke arahnya  , semenjak berpisah dengan cintaku dulu , aku belum  pernah sekalipun  kepikiran untuk mencari wanita penggantinya,entah mengapa ,aku masih berharap untuk bisa bertemu dengannya lagi  ,

tak lama kemudian pintu kamar diketuk dari luar seorang dokter masuk dari balik pintu dengan seorang perawat yang mengekor di belakang nya 

Aku menoleh ke arah pintu ,seperti tak asing dengan ,perempuan yang memakai seragam putih dan memakai masker di wajahnya ia mengekor di belakang dokter edward

Aku belum bisa melihat dengan jelas karena tubuhnya masih berada persis di belakang dokter edward

Melihat Dokter Adward  datang bima lantas berdiri seraya menyingkir mempersilahkan Dokter Adward memeriksa kondisi ku 

Dokter adward adalah dokter Dirumah sakit tempat ku dirawat sekaligus dokter pribadi keluarga Dirgantara

"Selamat pagi tuaaan ?" sapa Dokter Adward

"Pagi dokter "  Sahutku  seraya memperhatikan perawat yang ada di balik punggung dokter edward

" tuan Dirga ,bagaimana keadaan anda tuan ?,apa yang anda rasakan saat ini?" ucap Dokter Adward sambil menempelkan stetoskop di dada dan perutku  setelah meminta izin terlebih dahulu 

Aku mengatakan segala keluhanku dari mulai pusing kakinya yang masih sakit ,juga tangannya yang masih sangat nyeri 

"Dokter adward lantas menengok ke samping seranya menyuruh sang suster untuk mencatat segala keluhan pasien ,

"Suster " panggilnya

"Iya dok" jawab suster di belakangnya ,aku melihat suster itu membelalakan matanya ,seperti merasa kaget saat melihatku aku juga melihat dia sempat diam sejenak dan menatapku  ,dari postur tubuhnya aku seperti tidak asing lagi , ,rasa penasaranku semakin membuncah ,ku angkat punggungku ,kupaksakan untuk bangun ,walau rasa sakit kurasakan  di seluruh tubuhku ,hanya ingin melihat dengan jelas wanita itu ,namun sayang wajahnya tertutup masker ,kucoba membaca nama yang menempel di seragam putihnya ,namun tetap saja tidak bisa dibaca dengan jelas 

"Hati hati tuan,jangan banyak bergerak dulu ,"dokter edwar memperingatkan ku ,saat melihat aku hendak bangun 

"Apa tuan mau bangun ,?"tanya Bima sambil memegang bahuku ,

" Aku hanya ingin duduk "jawabku memberi alasan 

"Mataku terus fokus memperhatikan suster tersebut ,sambil sesekali aku menjawab pertanyaan dokter edward  tentang keluhanku ,

Suster yang terus aku perhatikan seperti gugup ,kulihat tangannya sedikit bergetar ,lalu aku teringat sesuatu ,aku perhatikan dengan serius tangan nya ,namun sedetik kemudian dia  memasukan tangannya kedalam saku baju seragamnya ,dan ini membuatku semakin penasaran ,dan curiga ,

'jangan jangan itu memang benar dia 'ucapku dalam hati 

"Baiklah tuan dirga , perkembangannya semakin bagus ,semuanya normal ,hanya saja kakinya mungkin akan butuh waktu lama untuk sembuh seperti semula ,rajin minum obatnya ya ,dan jangan terlalu banyak bergerak dulu kakinya ,ya ,kalau begitu saya permisi dulu ,kalau tuan butuh sesuatu panggil suster jaga yang ada disini "

Ucap dokter edwar ,yang membuyarkan lamunan ku 

" Baik dokter terima kasih "

Kemudian dokter berbalik hendak keluar dari kamar yang aku tempati ,bersama perawat nya, sesaat sebelum berbalik aku melihat perawat itu menatapku ,ku perhatikan bola matanya ,dadaku berdesir , ada rasa yang sama ketika menatap bola mata itu ,rasa seperti empat tahun lalu ,kupandangi terus hingga sosoknya menghilang di balik pintu 

'Apa benar  itu kamu ,orang yang aku cari selama ini '

"Tuan ,tuan baik baik saja ?"Bima bertanya padaku ,mungkin dia bingung karna melihatku ,melamun 

" Aku ada pekerjaan untuk kamu " aku lihat bima mengernyitkan dahinya mungkin bingung tugas apa yang akan aku berikan padanya ,lalu aku membisikan sesuatu ditelinganya ,dia terlihat kaget dan memandang ke arah ku dengan tatapan …entahlah mungin dia bingung , kaget atau entahlah yang jelas aku nggak mau tahu ,yang penting aku mendapatkan informasi tentang perawat itu secepatnya ,

Ku ambil ponsel yang berada di atas nakas dan mengetikan sesuatu ,

" Sudah aku transfer , aku tunggu datanya secepatnya "

Bima hanya mengangguk dia sudah paham dengan sifatku ,

BERSAMBUNG,,,,

Bab 2

**Intan

    malam hari ,Intan menangis dikamar entah apa yang membuat ia menjadi seperti ini ,setelah bertemu Dirga di Rumah sakit , ia seperti membuka luka kembali ,luka lama yang berusaha ia kubur dalam dalam nyatanya terbuka lagi, ia menangis sejadi jadinya meluapkan emosi dan kecewanya ,takdir yang menimpa hidupnya selama ini begitu kejam menurutnya ,pertemuannya dengan Dirga benar benar membuka masa lalu kelam ,yang berusaha ia kubur dalam dalam ,rasa kecewa pada laki laki itu dulu sungguh sangat dalam,  

"kenapa disaat aku sudah bisa menerima dan berdamai dengan takdirku ,kamu  datang dan membuka lagi luka lama yang sudah aku kubur dalam dalam "

Intan bicara sendiri sambil menatap bintang bintang di atas langit dari balik jendela kamar ,

" apa kamu datang sengaja ingin menertawakan ku ,mungkin kamu sudah bahagia dengan istrimu ,dan kamu sudah menjadi orang yang sukses, sedangkan aku ,aku masih seperti ini, bahkan untuk melupakan kamu saja ,aku masih sulit "

Aku  kembali menangis ,dadaku rasanya sesak jika mengingat masa lalu ku  yang kelam , dikhianati oleh sang kekasih yang sangat aku  cintai adalah hal paling menyakitkan bagi ku 

   Aku bertemu lagi dengan Dirga ,laki laki yang dulu sangat aku cintai ,entah suatu kebetulan atau memang sudah rencana tuhan ,aku bertemu lagi di saat aku sudah mulai melupakannya ,

    Seperti biasa aku mengikuti dokter edwar keliling memeriksa pasien pasien nya  di rumah sakit ,Aku kaget ketika melihat sosok laki laki yang sedang terbaring di brankar rumah sakit , terlebih ketika mendengar dokter edward memanggil namanya, terasa berdegup kencang jantungku ,semakin langkahku mendekat semakin jelas terlihat wajahnya ,aku membulatkan bola mataku seakan aku tak percaya kalau pria yang ada di hadapan ku ini benar benar pria yang aku kenal waktu dulu  ,pria yang  dahulu sudah menghancurkan hatiku ,pria yang sudah mati matian aku lupakan ,tapi kenapa sekarang aku harus bertemu dengan dia lagi , Dirga , ya ,namanya Abian Dirgantara ,namun ,beruntungnya Semenjak pertemuan itu aku di pindah tugaskan oleh ketua kelompokku ,untuk di pindah keruangan lain untuk suatu kepentingan  ,dan semenjak saat itu aku sudah tidak bertemu denganya lagi ,entah sekarang dia masih di Rumah sakit atau sudah pulang ,tapi jujur dalam hati entah mengapa aku masih hkawatir dan kepikiran sama dia 

*** 

Setelah hampir satu minggu Dirga dirawat di Rumah Sakit dan kondisinya juga berangsur membaik akhirnya hari ini Dirga  di perbolehkan pulang dengan catatan harus rutin kontrol sesuai anjuran Dokter ,sore hari Dirga sedang duduk di kursi roda di balkon kamar kediaman nya sambil memainkan ponselnya menggunakan tangan kiri karena tangan kanan nya masih menggunakan penyangga, Dia menelpon Dokter Adward  meminta Dikirimkan suster ke rumahnya untuk membantu dan merawatnya sampai ia benar benar sembuh 

"baik tuan ,saya persiapkan dulu segala keperluanya "

Jawab Dokter Adward dari seberang telpon

" saya tunggu , secepatnya ,kalau bisa hari ini juga ,nanti saya akan suruh orang untuk mempersiapkan semuanya " 

setelah selesai menelpon Dirga melihat lagi layar ponselnya ,kali ini ia melihat email yang masuk ,walaupun dalam keadaan masih sakit Dirga tidak mau membuang waktunya sia sia ,ia masih bisa memantau perkembangan perusahaannya  , walau tidak terjun langsung 

dari arah pintu datanglah  Bima dengan membawa sebuah maap berwarna kuning

Tok tok tok ,walaupun pintu terbuka namun Bima tetap  mengetuknya sebagai bentuk kesopanan terhadap atasannya  

"Masuk "jawab Dirga yang sudah tau siapa yang datang 

"bagaimana " tanya Dirga langsung tanpa basa basi bahkan tidak menyuruhnya duduk terlebih dulu

"Maaf tuan boleh saya duduk" 

",Hemm" jawab dirga sambil mempersilahkan lewat gerakan tangan

"Ini Data data yang tuan inginkan anak buah saya sudah melacak dimana dia tinggal ,disini sudah ditulis  jelas dan lengkap alamat dan identitasnya sekarang"

"Bagus, sekarang kamu boleh keluar"

"Baik tuan saya permisi"

"Hmmm"

Setelah Bima keluar Dirga membuka map yang tadi diberikan oleh sekretarisnya,

Dia baca dengan teliti tak berselang lama dahinya mengkerut senyum tipis menghiasi wajah tampan tersebut entah apa yang membuat pria tampan itu tiba tiba tersenyum 

***

Terdengar suara ketukan pintu dari luar ,membuat intan sedikit kaget siapa malam malam bertamu batinnya 

"sebentar "

KLEKK ,suara pintu di buka

"TARAAAA"

"Mitaaa"

"Assalamu'alaikum kak"ucap mita yang langsung memeluk tubuh intan yang ramping dan lebih tinggi darinya

"kenapa nggak ngabarin aku ,kalau mau balik lagi kesini ,kan aku bisa jemput kamu"

"nggak usah kak aku kan bukan anak kecil ,yang harus di antar jemput"

"ihh kamu ini ya, oh iya gimana acaranya ,lancar ?"

"Alhamdullilah kak lancar ,ini aku bawakan oleh oleh untuk kakak  "

" Pake repot repot bawa oleh oleh segala ,terima kasih loh "

"Iya ,sama sama kak "

"Sudah sekarang kamu istirahat ,kamu pasti capek atau mau makan dulu biar aku siapkan"

"nggak usah kak aku sudah makan tadi di jalan ,aku mau bersih bersih dulu ya kak "

"Ya sudah sana "

Mita adalah teman intan mereka tinggal berdua dalam satu kos kosan ,intan bertemu dengan mita disaat mita  baru saja mendaftar sebagai perawat di Rumah sakit tempat intan bekerja ,intan yang saat itu melihat mita yang  masih kebingungan mencari tempat tinggal ,pasalnya mita baru pertama kali menginjakan kaki di kota tersebut ,karena kasihan intan lalu menawarinya untuk tinggal berdua denganya ,kebetulan intan juga tinggal seorang diri disana ,selain hemat uang sewa intan juga kini punya teman ,untuk sekedar ngobrol atau bercerita 

***

Di Rumah sakit ,SEHAT SEJAHTERA, diruangan khusus petawat intan dan mita sedang sibuk membereskan data data pasien yang baru saja  di periksa dokter edward  ,

" Intan bisa ke ruangan saya sebentar" sapa dokter Adward  

" baik Dokter" 

"ada apa dokter memanggil saya " Tanya Intan setelah duduk di hadapan Dokter adward di ruangan nya 

"Begini intan saya ada tugas untuk kamu ada seseorang yang membutuhkan tenaga kamu, untuk merawatnya 

"Lalu pekerjaan saya bagaimana Dok? " 

"ini untuk sementara ,hanya sampai beliau sembuh dan bisa berjalan lagi ,setelah beliau sembuh kamu bisa kembali lagi bekerja di sini "

"ini perjanjian kerjasamannya ,dan itu nominal yang akan kamu terima ,ini kamu baca dulu "Dokter adam menyodorkan map pada IntaN  perlahan intan membukanya ia terbelalak setelah membaca isinya 

"Ini nggak salah Dok"

" bagaimana apa kamu setuju? "

Aku masih diam ,aku kaget dengan besarnya nominal yang tertera di sana 

"Tapi…." Jawabku menggantung 

Kamu jangan khawatir beliau orang baik ,saya sudah lama berteman dengan keluarga beliau ,dan saya juga sekaligus menjadi dokter pribadi keluarga nya ,ucapan dokter edward seperti mengerti ,akan keraguanku 

"Beri saya waktu untuk mempertimbangkanya  dulu dok "

"Oke ,silahkan ,tapi jangan lama lama ,karena beliau cuma memberimu waktu sampai nanti malam ,dan kamu sudah harus memberikan keputusan ,kalau tidak saya akan mencari perawat yang lain "

"Secepat itu dok ,?"

"Iya ,karena beliau benar benar sangat membutuhkan nya," 

Aku keluar dari Ruangan dokter edward ,sambil membawa map yang tadi di berikan oleh dokter edward , 

" Ada apa kak ,sepertinya ada sesuatu ?"tanya mita yang melihat aku melamun setelah dari ruangan dokter edward,

Aku sodorkan map yang aku bawa dan mita langsung membacanya  ,tak hanya aku yang kaget mita juga tak kalah kagetnya ketika membaca surat itu ,

"Apa , ini nggak salah kak? Sebanyak ini  ,wah ini benar benar sangat menggiurkan kak , tapi kenapa belum di tanda tangani ?" 

"Aku masih bingung mit ,"

"Kenapa?"

" aku ,,"

" Sudahlah kak , di terima saja ,lagian kakak kan memang lagi butuh banyak duitkan buat biaya operasi bapak ,tunggu apa lagi ,mungkin ini memang jawaban dari doa doa kakak ,iya kan ?"

Ucapan mita ada benarnya juga ,aku memang sangat membutuhkan uang itu ,demi bapak apapun akan aku lakukan   akhirnya tanpa pikir panjang lagi aku kembali keruangan dokter edward , menerima tawaranya dan menandatangani surat tersebut 

"Bersambung"

Bab 3

     Dirga memijat mijat  keningnya sembari membaca berkas yang ia pegang ,lalu ia mengambil ponselnya yang ia letakan di atas meja ,dan menghubungi seseorang

"Iya halo tuan" suara dari seberng telfon

"apa kamu yakin informasi yang kamu dapatkan akurat "

"Saya berani menjamin tuan kalau informasi yang saya dapatkan itu benar "

"Ya sudah kamu kembali bekerja "tanpa menunggu jawaban, Dirga mematikan ponselnya, dan kembali membaca data data orang yang selama ini ia cari, ya Dirga memerintahkan Bima untuk mencari informasi tentang intan kekasih di masa lalunya yang selalu membayangi hidupnya ,namun sepertinya ada yang aneh dengan informasi yang ia dapatkan ,

Dirga yang cerdas langsung bisa menangkap kejanggalan tersebut 

"pasti ini ulah mama" 

dirga meremas kertas tersebut ia mengeratkan gigi giginya dan menajamkan penglihatan nya menunjukan ekspresi kemarahannya 

Dirga meninju meja dengan satu tangan nya hingga kaca yang di atasnya retak dan melukai tanganya ,namun sama sekali tak ia hiraukan ,baginya luka fisik tak terasa dibanding dengan luka hati yang ia torehkan pada mantan kekasihnya dulu, andai waktu bisa di putar kembali ia pasti akan menolak ajakan mamanya untuk tinggal sementara di luar negeri yang pada ahirnya ia akan kehilangan kekasih yang paling ia cintai 

"kenapa mama tega melakukan ini mah ,kenapa ,apa salahku mah " entah rasa apa yang Dirga rasakan sekarang namun yang pastinya Dirga kecewa dengan ulah  mamanya, yang sudah tega memisahkan dirinya dengan sang kekasih dengan cara yang licik

"Pasti intan sangat membenciku sekarang " 

hanya itu yang ada di pikiran Dirga sekarang, melihat bagai mana dinginnya sikap intan sewaktu di rumah sakit

"aku harus minta maaf pada Intan dan menyelesaikan kesalah pahaman ini"

  **

Intan yang baru pulang dari kerja menjatuhkan tubuhnya di kursi sederhana yang ada di ruang televisi sementara mita langsung pergi kedapur mengambil minum ,dua gelas sudah ada ditangan mita

"nih minum dulu kak biar seger "ucap mita sambil menyodorkan minumannya kemudian mita duduk di sebelah Intan 

"Hem" intan meraih minuman tersebut dan meminumnya sampai habis tak tersisa

"Kamu nggak apa apa kan aku tinggal sendirian disini,untuk sementara waktu , sampai pekerjaan aku selesai ,aku harus nginap soalnya ,paling pulang kesini satu minggu sekali itu aja kalau keadaan memungkinkan "

"Nggak apa apa kak ,kakak nggak usah khawatir ,kan ada si jono sama si adit ,kalau aku perlu apa apa tinggal teriak aja udah pasti datang mereka "

"iisshh kamu ini kebiasaan ,inget kamu anak perempuan jangan suka teriak teriak pamali loh"

"iya iya nggak lagi ,lagian kakak ,aku kan bukan anak kecil nggak usah khawatir ,pokoknya kakak tenang saja ya "ucap mita menyemangati sahabat yang sudah ia anggap seperti kakak kandungnya sendiri 

"eh tapi ngomong ngomong  kakak berangkatnya kapan ? "

" nanti setelah dapat kabar dari Dokter edward "

"Oh ya sudah kalau gitu aku mandi dulu ya kak"

"Oke jangan lama lama loh ya, gantian ,jangan ngehalu di kamar mandi " goda Intan sambil terkekeh

"iisshh apaan sih " mita mencebik tak terima di katain Intan walaupun sebenarnya ada benarnya juga, Mita memang suka berlama lama di kamar mandi entah apa yang dilakukanya disana ,karna kamar mandi cuma ada satu jadi mereka harus bergantian 

Tak lama setelah itu ponsel Intan berdering ada nama Dokter Adward yang memanggil 

"Halo Dokter "

"Halo tan kamu siap  siap ,besok ada supir yang akan menjemput kamu ,dan mengantarkan ke tempat pasien yang akan kamu rawat"

"Besok Dok?"

"Ya besok,pasien meminta kamu sudah ada disana besok  "

"Tapi…"

"Kenapa apa  kamu keberatan?" 

"Hm nggak -nggak kok dok , oke kalau begitu saya siap siap dulu ,dok " 

"Oke Sekarang kamu siap siap ya"

"Baik Dokter"

" besok pagi pagi kamu sudah harus siap "

"Baik Dok"

***

di balkon kamar Dirga sedang menelfon seseorang 

"Bagai mana ?"tanya Dirga pada seseorang di seberang sana

"Besok pagi mungkin sudah sampai di tempat tuan ,saya sudah siapkan supir untuk menjemput dan mengantarkan ke tempat anda tuan "

"Oke bagus,terima kasih Dokter, selamat malam "tanpa basa basi Dirga lalu menutup panggilannya ,ya begitulah Dirga dia memang sangatlah dingin cuek dan terkesan angkuh ,namun dibalik itu semua sebenarnya dia adalah pria baik hati dia tidak pelit selalu royal pada setiap orang yang membutuhkan ,

malam terasa sangat panjang Bagi seorang Dirga ia melirik jam di dinding sudah menunjukan pukul sepuluh malam namun matanya masih enggan terpejam ia mengambil dompet kulit berwarna hitam di atas nakas dan mengeluarkan satu lembar foto kecil  yang sudah agak kusam ,dilihatnya ada foto sepasang kekasih yang sedang tersenyum bahagia , itu adalah foto Dirga dengan kekasihnya dulu ,kekasih yang sangat ia cintai dengan sepenuh jiwa raganya , namun mereka harus berpisah karena ulah salah satu orang tuanya dahulu, yang tidak setuju dengan hubungan cinta keduanya ,menyesal sudah tentu ,namun mau bagaimana lagi  karena semuanya sudah terjadi 

yang ingin Dirga lakukan sekarang adalah menerima maaf dari sang kekasih yang dulu sempat ia hancurkan harapanya ,walaupun ini bukan salahnya sepenuhnya dan memperbaiki hubungan yang sempat hancur ,

****

     suara deru mobil berhenti didepan rumah yang megah bak istana ,seorang wanita berseragam serba putih turun dari mobil tersebut memandangi rumah di depannya yang sangat mewah ,sejenak ia tertegun seorang supir lalu mengambil koper dari bagasi mobil dan meletakan di depan wanita tersebut 

"ini bener rumahnya pak? Tanya Intan pada supir tersebut

"Bener non sesuai alamat yang dikasih pak Dokter"

" wah Gede banget ya pak Rumahnya?"

" iya non penghuninya pasti orang kaya raya" ucap pak supir sambil tersenyum 

"Ya sudah saya coba masuk dulu ya pak"

"iya non ,saya tungguin sebentar disini saya akan pulang setelah non masuk kedalam ,karna itu perintah Dokter Adam hehehe saya harus menjaga amanah non "

"Heemm ya sudah " 

Intan memencet bel ,menunggu sekitar beberapa menit belum juga ada yang keluar mungkin penghuninya sedang sibuk atau karna saking besarnya rumah jadi untuk keluar membuka pintu saja harus lama

"Selamat pagi "seorang wanita paruh baya menghampiri keduanya 

"Pagi " jawab intan sambil tersenyum

"nona ini , suster yang akan merawat tuan muda kan " ucap perempuan paru baya bertubuh gembul tersebut yang tiada lain  adalah seorang ART 

"Iya bi saya suster yang dikirim Dokter Adam" 

"Oh ya mari nona silahkan masuk ,tuan muda sudah menunggu didalam "

Intan dan ART  masuk kedalam rumah sementara supir yang mengantarkan tadi langsung pulang setelah keduanya masuk 

Tok tok tok 

Bi inem mengetuk pintu kamar utama sang tuan rumah 

" Masuk " terdengar suara dari dalam kamar 

KLEKK

pintu di buka " permisi tuan ini suster nya sudah datang

"Heemm ,sekarang bibi boleh keluar" 

terdengar suara seorang laki laki yang sedang duduk di atas kursi roda dengan tangan kanan yang masih menggunakan penyangga menghadap ke jendela ia sedang melihat pemandangan luar dari balik kaca kamar 

Dari arah pintu Intan hanya melihat punggung laki laki tersebut 

" Suster Saya tinggal dulu ya " pamit bibi pada Intan yang masih berdiri mematung

"Iya bi "

Setelah bibi keluar hening sejenak,

Intan memberanikan diri untuk menyapa 

"Selamat pagi tuan saya Intan saya yang di kirim oleh Dokter Adam untuk merawat anda "

Hening 

Kemudian laki laki  tersebut memutar kursi rodanya menghadap Intan

Dan,,....

"Kam-kamu…."

Bersambung..

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED