Malam semakin larut, Fatih di apartemen menunggu kepulangan adiknya yaitu Via yang tak kunjung pulang.
Dirinya mondar mandir khawatir karena Via pergi tak tahu bersama siapa, sebab Fatih tak pernah mencari tahu akan teman temannya Via siapa saja.
Hanya 1 saja teman Via yang dirinya kenal dan tahu, sebab temannya itu teman sedari SMA sampai sekarang yaitu Rayya Ahmad.
Fatih mengambil ponselnya dan menelpon Rayya, tetapi sialnya ponsel Rayya juga tak aktif. Fatih mengumpat karena ponsel mereka semua tak ada yang aktif.
"Sial!! Kemana mereka semua ya, bisa gawat kalau mama tahu aku gak bisa jagain Via." Gerutu Fatih.
Capek berfikir dan tak tahu entah kemana Fatih akan mencari adiknya, akhirnya dirinya memilih untuk tidur di sofa sambil menunggu Via pulang.
Pagi telah tiba memaksa langit malam untuk di gantikan dengan langit pagi yang cerah dan hangat.
Via baru pulang di jam 08.00 pagi waktu setempat, dan itu sukses membuat Fatih marah tetapi kemarahan nya tertahan sebab kedatangan seseorang lagi.
Ceklek...!! Suara pintu yang di buka oleh Fatih.
Fatih membuka pintu apartemen nya dan ternyata si Mia yang datang, wanita jadi jadian yang berhasil menjerat Fatih.
Via mendesis karena melihat kelancangan Mia yang berani datang Ke apartemen abangnya.
"Huh!! Dasar jalang, masih pagi sudah minta di sod*k ya sama abangku." Sarkas Via tanpa filter.
"Dek... Boleh gak—" perkataan Fatih terpotong karena Via dengan cepat memotongnya.
"Iya, iya aku gak ikut campur tetapi ingat abang hanya milik Via." Potong Via sambil berbisik di telinga Fatih.
Mia mengernyitkan keningnya melihat Via yang begitu berani terhadap Fatih, Via bergegas pergi dari hadapan mereka, Via pergi dengan sengaja menyenggol bahu Mia dengan sengaja.
Mia memekik berpura pura kesakitan, untuk mencari perhatian Fatih sekaligus memanfaatkan keadaan.
"Auchh, sakit." Rintih Mia dengan mimik kesakitan.
"Ups sengaja!!" Balas Via sambil tersenyum miring.
Fatih hanya menatap adiknya dengan mata tajamnya, yang di balas dengan mengangkat bahu acuh oleh Via, kemudian pergi dari hadapan mereka berdua.
Dalam perginya Via bersumpah di sepanjang jalannya, akan membuat perhitungan dengan wanita itu. Tak perduli jika abangnya bertambah ilfeel kepada nya, asalkan dirinya bisa merealisasikan niatnya yang terpendam selama ini.
'Haaah bersabarlah teman temanku kamu akan berkerja lebih keras lagi.' Monolog Via sambil memegang sesuatu benda yang selalu dirinya bawa.
"Maafin adikku ya, mungkin dia gak sengaja." Kata Fatih kepada Mia.
Mia hanya mengangguk sambil tersenyum manis, guna mencuri perhatian Fatih. Mia tak akan menyia-nyiakan keadaan untuk bisa memiliki Fatih dengan cara apapun, termasuk menjauhkan Fatih dengan keluarga nya sekali pun.
Mia pun menerima uluran tangan Fatih kemudian dirinya berdiri, dari jatuhnya tadi.
Via keluar dari kamarnya dan betapa marahnya dirinya ketika melihat Fatih dan Mia sedang bercumbu di dapur tepatnya di meja makan.
Via masuk dan mengambil susu serta sereal untuk sarapannya karena tadi dirinya belum sempat sarapan bersama Kenan.
Via dengan santainya menuangkan sereal dan susu kedalam mangkuk, sambil memperhatikan kedua sejoli yang sedang bercumbu di depannya ini.
Fatih yang sadar di perhatikan oleh adiknya, memilih menyudahi cumbuannya kepada Mia. Mia memberenggut karena Fatih menyudahi aktifitas mereka yang saling berbagi saliva.
"Kok berhenti!! Terusin aja gak usah malu, lagian kan kita gak tinggal di negara kita di sini tuh bebas kali." Tegur Via santai.
"Kamu belum sarapan?? Kok makannya cuma itu." Tanya Fatih mengalihkan pembicaraan.
"Huh!! Siapa mau makan makanan yang di buat oleh tangan yang sudah menjamah tubuh wanita sange' kayak itu, dih bisa kembung aku." Jawab Via sarkas dan dengan ekspresi jijik yang sangat kentara.
Wajah Fatih memerah karena mendengar perkataan kasar adiknya itu, dan dengan sangat kurang ajar menampilkan mimik jijik di wajahnya.
Seolah dirinya di kira virus mematikan oleh adiknya itu.
"Oke kalau begitu, kamu jangan pernah memakan apa yang aku buat." Balas Fatih.
"Oke." Kata Via singkat.
Setelah berkata seperti itu Via beranjak dari meja makan, tetapi seperti biasa Via selalu meninggalkan kata kata kasar yang menusuk jantung bagi siapa saja yang mendengarnya.
"Selera kamu murahan banget bang, gak seperti bang Fais yang mendapatkan original mana cantik lagi, huh." Sarkas Via sambil melirik kearah Mia.
Mia yang mendengar kan dirinya di olok olok oleh Via, merasa geram tetapi tak bisa berbuat apa apa alhasil dirinya hanya bisa mengepal kan tangannya untuk meluapkan emosinya.
Fatih yang sudah tau mulut swasta adiknya tetap juga merasakan hal yang sama yaitu geram bercampur emosi.
Dengan langkah elegan Via pergi meninggalkan apartemen kakaknya karena hari ini dia ada jadwal kuliah pagi.
Dan Via akan pergi ke rumah abangnya dulu setelah jam kuliahnya selesai yaitu rumah Fais, sebelum Fais dan istrinya Fepita, pulang ke Indonesia.
Fatih melihat Via keluar dari apartemen dengan dandanan yang rapi, dirinya kemudian bertanya kepada adiknya itu.
"Mau kemana kamu?? Baru pulang sudah mau pergi lagi." Tanya Fatih dengan nada tegas.
"Serah aku lah, lagian aku tuh keluar bukan cari mangsa tapi aku ada kuliah pagi." Jawab Via seperti biasanya dengan mode sarkas.
Tanpa menunggu jawaban dari abangnya dirinya langsung melenggang pergi meninggalkan Fatih bersama wanita ular.
Via tak perduli kalau abangnya ingin berbuat apa bersama Mia, karena pikir Via bukan diri nya yang rugi.
Sesampainya di loby ternyata sudah ada Kenan yang menunggu dirinya, Via hanya menghela nafas pelan karena merasa heran dengan cowok satu ini.
Seberapa dirinya menolak cowok di depannya ini, seberapa gencarnya juga dia mengejar dan mendekati Via.
Via pun tak menolak selama perlakuan nya masih di batas normal dan tidak neko neko, jika sampai seperti itu maka dengan senang hati Via akan meladeninya dalam artian yang berbeda.
"Ayo masuk, kok malah bengong sih!! Entar kamu kesambet setan penunggu apartemen baru tau rasa kamu." Kata Kenan mengagetkan Via.
"Ish apaan sih, yang ada akulah setannya." Balas Via dengan lirih.
Kenan hanya mengedikkan bahunya acuh karena tak terlalu mendengar gerutuan Via.
Akhirnya mereka pun kekampus dengan mobil yang sama, di sepanjang perjalanan menuju kampus tak ada pembicaraan di antara mereka.
Baik Via dan Kenan memilih diam tak ada yang ingin memulai pembicaraan, biasanya Kenan selalu melontarkan kekonyolan entah apapun itu.
"Tumben hari ini kamu kalem, biasanya bawel." Kata Via tetapi matanya terpejam.
"Lagi gak mood dan aku lagi berusaha untuk ngimbangin kamu." Balas Kenan tanpa berbalik kearah Via.
Via refleks membuka matanya dan melihat kearah Kenan yang sama sekali tak melihat kearah nya ketika membalas perkataan nya tadi.
Selama Via menatap Kenan, rupanya mereka telah sampai di kampus. Kenan berbalik kearah Via dan pandangan mereka pun bertemu.
Tanpa sadar Kenan memajukan tubuhnya kearah Via, dan Via hanya diam saja tanpa penolakan sama sekali.
Ketika jarak di antara mereka tinggal 1 senti Via tanpa di sangka menutup matanya, dan Kenan serasa mendapatkan izin tanpa di minta kini bibir mereka sudah saling menempel.
Kenan hanya mengecup karena menunggu respon Via, dan ternyata Via diam dan akhirnya Kenan memberanikan diri melumat bibir lembut Via secara perlahan.
Kenan terus melumat bibir Via dan Via menerimanya saja tanpa perlawanan, bahkan kini Via sudah mulai membalas ciuman Kenan dan akhirnya mereka saling balas membalas, sampai Via tersadar dan mendorong Kenan dengan kasar.
"Maaf, maafkan aku." Kata Via dan langsung keluar dari mobil Kenan.
Kenan hanya melihat kepergian Via dengan pandangan senduh, karena lagi lagi Via menolak dirinya padahal tadi mereka begitu menikmati ciuman mereka masing masing, bahkan saling membalas.
Via merutuki dirinya di sepanjang jalan menuju kelasnya, karena telah terbuai akan ciuman lembut yang Kenan lakukan tadi di dalam mobil.
"Ish Via kamu kok bisa terbawa perasaan sih?? Entar anak itu jadi ke ge-eran lagi." Kata Via kepada dirinya sendiri.
Via masuk kedalam kelasnya dan langsung menenggelamkan wajahnya di antara lengannya yang bertumpu di atas mejanya.
Dirinya menghindari pertanyaan pertanyaan dari teman temannya jika ada yang sedang bertanya, entahlah saat ini Via lagi malas berbicara.
Tak lama Rayya pun datang dan melihat Via sudah ada di bangkunya.
"Tumben kamu, cepat datangnya biasanya di jam genting." Sapa Rayya yang memperhatikan Via.
"Diam ah, berisik aku gak tidur nih semalaman karena—" perkataan Via terpotong karena Raya langsung memotongnya.
"Apa!! Apa maksud kamu gak tidur semalaman?? Hah.... Emang kamu sama Kenan ngapain aj—" belum juga pertanyaan Rayya selesai lontarkan, Via langsung menyumpal mulut Rayya dengan telapak tangannya.
Takut jika nanti ada yang mendengar pembicaraan mereka dan akan tersebar keseluruh penjuru kampus, karena Kenan termasuk siswa yang lumayan populer.
"Apaan sih, mulut kamu kayak mulut swasta aja yang gak pernah makan bangku sekolah, lama lama ku jahit juga tuh lambemu, huh." Kata Via mendengkus kepada Rayya.
Raya hanya nyengir menanggapi sahabatnya itu.
"Sorry, abisnya kamu sih.... Pakai bilang gak tidur semalaman. Kan aku jadinya viktor." Balas Rayya tersenyum imut karena sambil mengedip ngedipkan matanya.
"Cih!! Emang aku, kamu yang isi otaknya mesum aja, kalau bertemu dengan Jack pasti ngamar." Sarkas Via yang selalu tepat sasaran.
Rayya lagi lagi hanya nyengir karena apa yang di katakan Via semuanya benar, dan dirinya pun tak membantah hal itu.
"Ih Via gak usah di perjelas juga kali, dasar sahabat lucknut kamu." Kata Rayya berpura pura merajuk.
Via hanya melirik nya sekilas kemudian melanjutkan acara malas malasannya dengan menenggelamkan kepala nya kembali.
Rayya hanya diam karena melihat Via tak ada respon dan dirinya pun membiarkan hal tersebut, karena Via tipikal orang nya yang to the point.
Selang beberapa menit Kenan dan genknya pun datang memasuki kelas, dan di antaranya sudah pasti ada Jack.
Jack tak duduk di tempat duduknya tetapi datang menghampiri sang kekasih yaitu Rayya, ketika sudah berada di dekat Rayya dan melihat Via dengan posisi telengkup di kedua tangannya, memberi kode ke Rayya.
"Ada apa?? Dengan dia." Tanya Jack.
"Entahlah, mungkin lagi mens makanya lagi gak mood." Jawab Rayya mengada ada.
"Sudah.... Sana kamu duduk deh di bangku kamu, Gak usah nanya nanya tentang Via aku gak mau jadi tumbalnya ya." Sambung Rayya lagi ketika Jack ingin bertanya lebih lanjut.
Tanpa di sangka Via langsung bangun dan tertawa melihat kearah Rayya.
"Kamu emang sahabat aku yang paling cantik." Balas Via tetapi dengan ekspresi sebel.
"Dih, matanya itu loh." Kata Rayya dan terdiam karena di pelototin oleh Via.
Sedangkan Kenan yang memperhatikan bangku Via dari belakang hanya tersenyum melihat kelakuan absurd dari pasangan sahabat tersebut.
Jack tak bertanya lagi, dirinya memilih pergi kebangkunya yang bersebelahan dengan Kenan.
"Ngeri banget cewek yang kamu sukai sadis woi!! Gak ada kalem kalemnya, paket komplit Kebar barannya." Kata Jack kepada Kenan.
"Justru itu nilai plusnya karena dia bukan tipikal cewek gampangan bro." Balas Kenan dengan senyum lebarnya.
"Ish jijik tau gak sih lihat kamu senyum lebar seperti itu, huek." Kata Jack dengan ekspresi ingin muntah.
Kenan hanya menggelengkan kepalanya dan tetap tersenyum yang membuat Jack bergedik ngeri berkali kali, karena sungguh bukan Kenan yang dia kenal selama ini yang dingin dan super cuek.
Rayya membangunkan Via ketika dosen mereka sudah datang dan ternyata dosen pengganti mereka adalah kakak iparnya Via yaitu Fepita.
"Vi bangun, Vi dosen sudah datang tuh."
Via bangun dan membuka matanya dan langsung bersitatap dengan kakaknya itu, Via hanya nyengir melihat kearah Fepita yang melotot kepadanya.
Via menaikkan 2 jarinya yaitu jari telunjuk dan tengah yang membentuk huruf 'V'
"Piss." Lirih Via kepada kakaknya.
Fepita hanya memutar bola matanya malas sebagai balasan terhadap adik iparnya yang lucknut itu.
****
Di apartemen Fatih masih bersama Mia dan Mia sangat manja kepada Fatih, Mia benar benar manfaatkan momen berdua mereka dan selalu memancing Fatih untuk berbuat lebih, tetapi Fatih tak pernah tergoda walau hanya melakukan semi se*
Ya Fatih hanya bisa sampai di tahap itu saja tidak berani melakukan hal yang lebih, karena selalu mengingat nasehat mamanya.
"Mi kamu gak kekampus?? Via sudah berangkat dari tadi loh." Tanya Fatih kepada Mia.
"Hihi hi hi hari ini aku bolos aja deh, kan aku lagi kangen kamu, cup." Jawab Mia sambil tertawa nyengir dan langsung mencium Fatih.
"Dosen pengganti kamu itu, kakak aku loh kalau nilai kamu jelek gimana?? Hemmm." Balas Fatih tak kalah lembut.
"Hemm jadi aku harus kekampus nih?? Tapi aku sudah terlambat sayang." Kata Mia yang memang sedikit lagi jam makul sudah akan di mulai.
Fatih tak menjawab dirinya tetap menyuruh Mia untuk kekampus, dan dengan sedikit ancaman akhirnya Mia mau menurut juga.
Kurang lebih 15 menit Mia sampai di kampusnya dan langsung berjalan menuju kelasnya yang ternyata sudah ada dosennya.
Si dosen melihat Mia dengan mata memicing karena terlambat.
"Kamu, kenapa baru datang?? Dari mana saja hah." Tanya dosen yang tak lain adalah Fepita.
Dengan percaya diri yang kuat Mia menjawab dengan enteng nya, kalau dirinya dari apartemen Fatih yang tak lain adik dari dosennya itu.
"Hihihi hi hi.... Emmm aku dari apartemen bang Fatih, miss." Jawab Mia penuh percaya diri.
"Iya abis ngejalang ya maklum lah kan jablay." Celetuk Via dengan sadisnya begitu saja.
Mendengar perkataan Via, Mia langsung berbalik kearah Via dengan mata tajam nya dia meloto kearah Via, sedangkan Via yang melihat nya tersenyum mengejek kepada Mia.
"Aku gak mau tau kamu dari mana yang jelas kamu terlambat dan kamu harus di hukum sesuai peraturan di dalam kelas ini." Balas Fepita sebagai dosen.
"Tt ta tapi miss itu semuakan karena bang Fatih yang gak biarin aku pergi karena katanya dia kangen sama aku." Kata Mia yang seperti nya sengaja ingin memanasi Via.
"Dih pede banget yang ada bang Fatih mual kali jika sama luh terus." Kali ini Rayya ikut menimpali.
"Huuuuuuu emang dasar lo Mia gak tau diri banget huuuuu."
Sorak sorai semua orang yang ada di dalam kelas mereka. Fepita memijat pelipisnya yang tiba tiba berdenyut karena melihat kelakuan anak anak di kelasnya.
"Diaaaam, jika kalian tidak diam maka miss akan menghukum kalian semua tanpa terkecuali, titik." Teriak Fepita yang lumayan keras.
Mereka semua terdiam tak ada yang bersuara lagi, karena tak mau di hukum bersama Mia. Ya sebagian anak anak sudah tahu siapa Mia sebenarnya, maka dari itu anak anak sempat terkejut ketika mendengar salah satu senior yang bernama Fatih yang terkenal hansem tergila gila kepadanya.
"Kamu, Mia sekarang juga pergi kehalaman kamu pungut beberapa jenis daun yang ada di halaman kampus ini tanpa terlewat kan 1 jenis daun." Sambung Fepita kepada Mia yang memberi hukuman nya.
Mia tampak keberatan tetapi langsung terdiam ketika melihat dosennya itu mengangkat tangannya tinggi tinggi.
Akhirnya mau tidak mau, suka tidak suka Mia harus melakukannya, mengingat dosen di depannya ini adalah kakak dari Fatih yang itu artinya adalah calon kakak iparnya.
Mia keluar dari kelas untuk melaksanakan hukumnya tetapi tertahan sejenak karena Fepita meminta untuk menyimpan tas di atas mejanya.
"Tunggu dulu, kamu simpan tas kamu di atas meja miss sekarang." Perintah Fepita yang langsung di turuti oleh Mia.
Mia keluar dari kelas dengan ekpresi yang bersungut sungut dirinya tak sengaja berbalik dan matanya menangkap ekpresi Via yang tersenyum mengejek kearahnya.
"Awas kamu Via aku bersumpah akan mengambil semua apa yang kamu miliki sedikit demi sedikit." Monolog Mia dalam hati.