Bab 1

"Via jangan seperti ini Via sampai kapanpun kamu tetap ku anggap adikku." Kata Fatih tegas tanpa bantahan.

"Gak, aku bukan adikmu jadi tidak ada yang salah dengan apa yang aku lakukan saat ini kepadamu bang." Balas Via tak kalah tegas.

Ya Via saat ini sedang berada di apartemen Fatih, dan tidur di atas ranjang kakaknya dengan busana yang sangat mengundang birahi bagi yang melihatnya untuk para kaum lelaki.

Via sengaja mengenakan lingeri berbentuk V dengan renda yang transparan hanya untuk memancing sang abang agar mau menyentuh nya, sebab berapa kali via mencobanya berapa kali pula dirinya di tolak oleh sang abang.

Fatih tak membalas perkataan Via dirinya terus berjalan menuju ruang ganti, untuk mengganti pakaiannya, sebab Fatih baru saja pulang dari kampus untuk mempersiapkan hari kelulusannya.

Tetapi Via dengan segala kenekatan dia terus mengikuti abangnya sampai di dalam ruang ganti, tanpa permisi Via langsung menyerang Fatih dengan ciuman paksanya.

Via tak perduli jika di bilang seorang jalang oleh abangnya itu, yang jelas dia suka dan rela.

Via terus melumat bibir Fatih dengan brutalnya, sedangkan Fatih berusaha melepaskan dirinya sampai Fatih tak sengaja menghentakkan Via ke lantai dengan keras.

Kemudian berlalu pergi meninggalkan Via sendirian di ruang gantinya, bagi Fatih menghindar seperti biasa lebih bagus dari pada tinggal di satu ruangan yang sama dengan adiknya itu.

Fatih tak menampik jika Via memang sangatlah cantik dan penuh dengan pesona, sampai sampai dirinya pun kadang lupa jika mereka sedang berciuman kadang ingin berlama lama juga.

"Bang, kenapa kamu terus menolak aku?? Apa kurangnya aku bang, di banding Mia yang sok lugu itu." Teriak Via meraung tetapi percuma saja karena Fatih tak menghiraukan nya.

Via terus meraung tak terima karena penolakan Fatih terhadap dirinya.

"Apa kurangnya aku bang, apa?? Hiks."

Sedangkan di luar Fatih merutuki dirinya karena telah berbuat kasar kepada sang adik, dirinya juga menyesal karena telan kasar kepada Via.

Ya saat ini Fatih tengah berada di London, melanjutkan studinya dan tanpa di sangka Via pun mengambil hal yang sama yaitu kuliah di London walau beda fakultas.

"Maafkan aku dek karena aku tak bisa membalas apa yang kamu rasakan kepadaku." Lirih Fatih.

Tak ingin larut dalam kesedihan karena di tolak, Via berdiri dan langsung mengganti pakaiannya hendak ke klub seperti biasanya.

Via keluar dengan pakaian rapi tapi tak terlalu sexi masih batas wajar, membuat Fatih yang sedang tertidur di sofa langsung bangun seketika, ketika melihat Via seperti ingin pergi.

"Mau kemana kamu?? Malam malam begini hemm." Tanya Fatih.

"Apa urusan kamu, aku mau kemana itu terserah aku, kamu urusin aja si Miamu itu." Jawab Via sarkas.

Fatih terdiam tak bisa berbuat apa, karena benar apa yang di katakannya kalau Fatih sekarang tengah dekat dengan wanita yang bernama Mia.

Dan bodohnya Fatih dia tak tahu siapa sebenarnya Mia ini, karena Mia sangat lah pintar menutupi jati dirinya.

Akhirnya Via pergi bersama teman temannya ke klub langganan mereka, bahkan bartender nya pun sudah hafal akan diri Via.

"Hemm sepertinya aku gak sia sia ke klub malam ini, karena aku dapatkan target baru, huh." Monolog Via sambil memperhatikan seorang pria.

"Via seperti nya Kenan berjalan kearah kamu tuh." Kata seorang temannya.

Lamunan Via seketika buyar dan pandangannya tertuju kearah yang di maksud temannya itu.

"Hai.... Kamu ada lagi kesini?? Emang abang kamu gak marahin kamu??" Sapa Kenan.

"Berisik, diam luh!! Terserah aku dong mau kemana." Balas Via judes.

Kenan tersenyum mendengar balasan dari gadis yang dia incar selama ini.

"Sungguh mood Via lagi tak baik baik saja saat ini, jadi jangan ganggu dia dulu." Celetuk teman Via yang bernama Rayya.

"Oke, tapi aku gabung sama kalian gak masalah kan." Lagi kata Kenan.

Rayya hanya mengangguk setuju sebagai jawaban karena tak enak untuk mengusir Kenan.

"Gimana hubungan kamu sama Jackson??" Tanya Kenan tiba tiba yang langsung membuat wajah Raya memerah bagaikan tomat.

"Ehh... Maksud kamu apaan?? Aa aku gak ngerti." Balas Raya gugup.

"Ya sudah gak usah di bahas, yang jelas aku dan Jack gak ada rahasia." Kata Kenan dengan smirk tipis di bibirnya.

Raya pun diam tak membalas perkataan Kenan, walau sebenarnya dirinya tahu akan maksud dari Kenan.

Sedangkan Kenan matanya kini tertuju kepada Via gadis yang mati matian dia incar dari dulu.

"Vi, kamu kenapa?? Bete ya, mau gak aku ajakin ketempat yang seru yang bisa hilangin bete kamu." Kata Kenan menawarkan.

"Kamu gak bermaksud untuk ajakin aku skidi papap kan?? Kalau iya ku bunuh luh." Balas via dengan mata memicing kearah Kenan.

Mendengar balasan Via membuat Kenan tertawa dengan terbahak, karena sangat lucu baginya.

"Ahahahha ha ha ha..... Kamu ada ada aja deh, aku gak seperti itu kali, ayah dan ibuku bisa gantung aku kalau aku seperti itu." Kata Kenan dengan mode serius.

"Yy ya, kali aja seperti itu." Balas Via lagi sambil mengedikkan bahunya acuh.

Kenan tak menimpali apa yang di katakan oleh Via, dan Kenan mengernyitkan keningnya dalam ketika melihat Via berdiri dan melihat kearah nya.

"Kok kamu gak berdiri sih?? Katanya mau ajakin aku ketempat yang seru, yang bisa hilangin bete." Kata Via bertanya karena melihat Kenan hanya diam saja di tempat duduknya.

Kenan langsung berdiri tanpa menjawab Via, dirinya langsung menggandeng tangan Via dan berjalan keluar dari klub tersebut.

Via hanya diam saja dan membiarkan Kenan menarik tangannya dan membawanya ketempat yang di maksud Kenan.

"Nah..... Gimana tempatnya beneran enakkan suasananya?? Aku gak bohong kan." Kata Kenan ketika sudah berada di tempat yang dirinya maksud.

"Wah.... Indah banget nan, aku gak nyangka banget kalau ternyata ada tempat seindah ini di sini." Balas Via sambil tersenyum.

"Masih banyak tempat yang bagus bagus kalau kamu bete, tinggal calling aja aku nanti pasti aku akan antar kamu di mana saja." Kata Kenan menawarkan.

Via memandang Kenan dengan mata memicing karena takut ini hanya modus Kenan saja.

"Kamu gak lagi moduskan atau ini trik kamu buat deketin aku." Sarkas Via kepada Kenan.

Kenan tertawa kecil menanggapi perkataan Via, rupanya benar berita yang beredar di luar sana kalau keluarga Via bukanlah keluarga sembarangan dan mempunyai otak yang cerdas serta kritis.

"Dih malah ketawa lagi di tanyain bukannya menjawab malah ketawa, huh." Sambung Via sambil memutar bola matanya malas.

Kenan bertambah terbahak karena melihat ekspresi Via yang menggemaskan di matanya.

"Iya betul itu salah satunya, agar aku bisa terus berdekatan dengan kamu." Jawab Kenan dengan mimik serius.

Viana langsung berbalik kearah Kenan, kemudian menghela nafasnya karena sungguh Via tak bisa membalas perasaan lelaki di sampingnya ini.

Sedikit info tentang Kenan Yudhistira.

Seorang anak dari keluarga Yudhistira yang keluarga nya salah satu rekan bisnis keluarga Muddin juga dan sama kuatnya kerajaan bisnis mereka.

Kenan sudah lama menaruh hati kepada Via sejak mereka SMA sampai hari ini, Kenan juga mengikuti jejak Via untuk berkuliah di London Inggris.

Kenan tak akan melepaskan Via begitu saja, karena baginya Via begitu misterius dan menantang untuk di taklukkan, walau sebenarnya Kenan juga mencintai Via.

Berbeda dengan Via yang sudah menargetkan sang kakak yaitu Fatih sebagai cinta nya, entah itu di katakan cinta monyet atau sekedar obsesi dirinya tak perduli.

Sebab sejak dari mengenal yang namanya rasa suka dan cinta, itu tertuju kepada seorang lelaki yaitu Fatih Faisal Muddin, abangnya.

Tetapi siapa yang akan tahu tentang takdir yang akan di gariskan oleh sang kuasa.

Bab 2

Malam semakin larut, Fatih di apartemen menunggu kepulangan adiknya yaitu Via yang tak kunjung pulang.

Dirinya mondar mandir khawatir karena Via pergi tak tahu bersama siapa, sebab Fatih tak pernah mencari tahu akan teman temannya Via siapa saja.

Hanya 1 saja teman Via yang dirinya kenal dan tahu, sebab temannya itu teman sedari SMA sampai sekarang yaitu Rayya Ahmad.

Fatih mengambil ponselnya dan menelpon Rayya, tetapi sialnya ponsel Rayya juga tak aktif. Fatih mengumpat karena ponsel mereka semua tak ada yang aktif.

"Sial!! Kemana mereka semua ya, bisa gawat kalau mama tahu aku gak bisa jagain Via." Gerutu Fatih.

Capek berfikir dan tak tahu entah kemana Fatih akan mencari adiknya, akhirnya dirinya memilih untuk tidur di sofa sambil menunggu Via pulang.

Pagi telah tiba memaksa langit malam untuk di gantikan dengan langit pagi yang cerah dan hangat.

Via baru pulang di jam 08.00 pagi waktu setempat, dan itu sukses membuat Fatih marah tetapi kemarahan nya tertahan sebab kedatangan seseorang lagi.

Ceklek...!! Suara pintu yang di buka oleh Fatih.

Fatih membuka pintu apartemen nya dan ternyata si Mia yang datang, wanita jadi jadian yang berhasil menjerat Fatih.

Via mendesis karena melihat kelancangan Mia yang berani datang Ke apartemen abangnya.

"Huh!! Dasar jalang, masih pagi sudah minta di sod*k ya sama abangku." Sarkas Via tanpa filter.

"Dek... Boleh gak—" perkataan Fatih terpotong karena Via dengan cepat memotongnya.

"Iya, iya aku gak ikut campur tetapi ingat abang hanya milik Via." Potong Via sambil berbisik di telinga Fatih.

Mia mengernyitkan keningnya melihat Via yang begitu berani terhadap Fatih, Via bergegas pergi dari hadapan mereka, Via pergi dengan sengaja menyenggol bahu Mia dengan sengaja.

Mia memekik berpura pura kesakitan, untuk mencari perhatian Fatih sekaligus memanfaatkan keadaan.

"Auchh, sakit." Rintih Mia dengan mimik kesakitan.

"Ups sengaja!!" Balas Via sambil tersenyum miring.

Fatih hanya menatap adiknya dengan mata tajamnya, yang di balas dengan mengangkat bahu acuh oleh Via, kemudian pergi dari hadapan mereka berdua.

Dalam perginya Via bersumpah di sepanjang jalannya, akan membuat perhitungan dengan wanita itu. Tak perduli jika abangnya bertambah ilfeel kepada nya, asalkan dirinya bisa merealisasikan niatnya yang terpendam selama ini.

'Haaah bersabarlah teman temanku kamu akan berkerja lebih keras lagi.' Monolog Via sambil memegang sesuatu benda yang selalu dirinya bawa.

"Maafin adikku ya, mungkin dia gak sengaja." Kata Fatih kepada Mia.

Mia hanya mengangguk sambil tersenyum manis, guna mencuri perhatian Fatih. Mia tak akan menyia-nyiakan keadaan untuk bisa memiliki Fatih dengan cara apapun, termasuk menjauhkan Fatih dengan keluarga nya sekali pun.

Mia pun menerima uluran tangan Fatih kemudian dirinya berdiri, dari jatuhnya tadi.

Via keluar dari kamarnya dan betapa marahnya dirinya ketika melihat Fatih dan Mia sedang bercumbu di dapur tepatnya di meja makan.

Via masuk dan mengambil susu serta sereal untuk sarapannya karena tadi dirinya belum sempat sarapan bersama Kenan.

Via dengan santainya menuangkan sereal dan susu kedalam mangkuk, sambil memperhatikan kedua sejoli yang sedang bercumbu di depannya ini.

Fatih yang sadar di perhatikan oleh adiknya, memilih menyudahi cumbuannya kepada Mia. Mia memberenggut karena Fatih menyudahi aktifitas mereka yang saling berbagi saliva.

"Kok berhenti!! Terusin aja gak usah malu, lagian kan kita gak tinggal di negara kita di sini tuh bebas kali." Tegur Via santai.

"Kamu belum sarapan?? Kok makannya cuma itu." Tanya Fatih mengalihkan pembicaraan.

"Huh!! Siapa mau makan makanan yang di buat oleh tangan yang sudah menjamah tubuh wanita sange' kayak itu, dih bisa kembung aku." Jawab Via sarkas dan dengan ekspresi jijik yang sangat kentara.

Wajah Fatih memerah karena mendengar perkataan kasar adiknya itu, dan dengan sangat kurang ajar menampilkan mimik jijik di wajahnya.

Seolah dirinya di kira virus mematikan oleh adiknya itu.

"Oke kalau begitu, kamu jangan pernah memakan apa yang aku buat." Balas Fatih.

"Oke." Kata Via singkat.

Setelah berkata seperti itu Via beranjak dari meja makan, tetapi seperti biasa Via selalu meninggalkan kata kata kasar yang menusuk jantung bagi siapa saja yang mendengarnya.

"Selera kamu murahan banget bang, gak seperti bang Fais yang mendapatkan original mana cantik lagi, huh." Sarkas Via sambil melirik kearah Mia.

Mia yang mendengar kan dirinya di olok olok oleh Via, merasa geram tetapi tak bisa berbuat apa apa alhasil dirinya hanya bisa mengepal kan tangannya untuk meluapkan emosinya.

Fatih yang sudah tau mulut swasta adiknya tetap juga merasakan hal yang sama yaitu geram bercampur emosi.

Dengan langkah elegan Via pergi meninggalkan apartemen kakaknya karena hari ini dia ada jadwal kuliah pagi.

Dan Via akan pergi ke rumah abangnya dulu setelah jam kuliahnya selesai yaitu rumah Fais, sebelum Fais dan istrinya Fepita, pulang ke Indonesia.

Fatih melihat Via keluar dari apartemen dengan dandanan yang rapi, dirinya kemudian bertanya kepada adiknya itu.

"Mau kemana kamu?? Baru pulang sudah mau pergi lagi." Tanya Fatih dengan nada tegas.

"Serah aku lah, lagian aku tuh keluar bukan cari mangsa tapi aku ada kuliah pagi." Jawab Via seperti biasanya dengan mode sarkas.

Tanpa menunggu jawaban dari abangnya dirinya langsung melenggang pergi meninggalkan Fatih bersama wanita ular.

Via tak perduli kalau abangnya ingin berbuat apa bersama Mia, karena pikir Via bukan diri nya yang rugi.

Sesampainya di loby ternyata sudah ada Kenan yang menunggu dirinya, Via hanya menghela nafas pelan karena merasa heran dengan cowok satu ini.

Seberapa dirinya menolak cowok di depannya ini, seberapa gencarnya juga dia mengejar dan mendekati Via.

Via pun tak menolak selama perlakuan nya masih di batas normal dan tidak neko neko, jika sampai seperti itu maka dengan senang hati Via akan meladeninya dalam artian yang berbeda.

"Ayo masuk, kok malah bengong sih!! Entar kamu kesambet setan penunggu apartemen baru tau rasa kamu." Kata Kenan mengagetkan Via.

"Ish apaan sih, yang ada akulah setannya." Balas Via dengan lirih.

Kenan hanya mengedikkan bahunya acuh karena tak terlalu mendengar gerutuan Via.

Akhirnya mereka pun kekampus dengan mobil yang sama, di sepanjang perjalanan menuju kampus tak ada pembicaraan di antara mereka.

Baik Via dan Kenan memilih diam tak ada yang ingin memulai pembicaraan, biasanya Kenan selalu melontarkan kekonyolan entah apapun itu.

"Tumben hari ini kamu kalem, biasanya bawel." Kata Via tetapi matanya terpejam.

"Lagi gak mood dan aku lagi berusaha untuk ngimbangin kamu." Balas Kenan tanpa berbalik kearah Via.

Via refleks membuka matanya dan melihat kearah Kenan yang sama sekali tak melihat kearah nya ketika membalas perkataan nya tadi.

Selama Via menatap Kenan, rupanya mereka telah sampai di kampus. Kenan berbalik kearah Via dan pandangan mereka pun bertemu.

Tanpa sadar Kenan memajukan tubuhnya kearah Via, dan Via hanya diam saja tanpa penolakan sama sekali.

Ketika jarak di antara mereka tinggal 1 senti Via tanpa di sangka menutup matanya, dan Kenan serasa mendapatkan izin tanpa di minta kini bibir mereka sudah saling menempel.

Kenan hanya mengecup karena menunggu respon Via, dan ternyata Via diam dan akhirnya Kenan memberanikan diri melumat bibir lembut Via secara perlahan.

Kenan terus melumat bibir Via dan Via menerimanya saja tanpa perlawanan, bahkan kini Via sudah mulai membalas ciuman Kenan dan akhirnya mereka saling balas membalas, sampai Via tersadar dan mendorong Kenan dengan kasar.

"Maaf, maafkan aku." Kata Via dan langsung keluar dari mobil Kenan.

Kenan hanya melihat kepergian Via dengan pandangan senduh, karena lagi lagi Via menolak dirinya padahal tadi mereka begitu menikmati ciuman mereka masing masing, bahkan saling membalas.

Bab 3

Via merutuki dirinya di sepanjang jalan menuju kelasnya, karena telah terbuai akan ciuman lembut yang Kenan lakukan tadi di dalam mobil.

"Ish Via kamu kok bisa terbawa perasaan sih?? Entar anak itu jadi ke ge-eran lagi." Kata Via kepada dirinya sendiri.

Via masuk kedalam kelasnya dan langsung menenggelamkan wajahnya di antara lengannya yang bertumpu di atas mejanya.

Dirinya menghindari pertanyaan pertanyaan dari teman temannya jika ada yang sedang bertanya, entahlah saat ini Via lagi malas berbicara.

Tak lama Rayya pun datang dan melihat Via sudah ada di bangkunya.

"Tumben kamu, cepat datangnya biasanya di jam genting." Sapa Rayya yang memperhatikan Via.

"Diam ah, berisik aku gak tidur nih semalaman karena—" perkataan Via terpotong karena Raya langsung memotongnya.

"Apa!! Apa maksud kamu gak tidur semalaman?? Hah.... Emang kamu sama Kenan ngapain aj—" belum juga pertanyaan Rayya selesai lontarkan, Via langsung menyumpal mulut Rayya dengan telapak tangannya.

Takut jika nanti ada yang mendengar pembicaraan mereka dan akan tersebar keseluruh penjuru kampus, karena Kenan termasuk siswa yang lumayan populer.

"Apaan sih, mulut kamu kayak mulut swasta aja yang gak pernah makan bangku sekolah, lama lama ku jahit juga tuh lambemu, huh." Kata Via mendengkus kepada Rayya.

Raya hanya nyengir menanggapi sahabatnya itu.

"Sorry, abisnya kamu sih.... Pakai bilang gak tidur semalaman. Kan aku jadinya viktor." Balas Rayya tersenyum imut karena sambil mengedip ngedipkan matanya.

"Cih!! Emang aku, kamu yang isi otaknya mesum aja, kalau bertemu dengan Jack pasti ngamar." Sarkas Via yang selalu tepat sasaran.

Rayya lagi lagi hanya nyengir karena apa yang di katakan Via semuanya benar, dan dirinya pun tak membantah hal itu.

"Ih Via gak usah di perjelas juga kali, dasar sahabat lucknut kamu." Kata Rayya berpura pura merajuk.

Via hanya melirik nya sekilas kemudian melanjutkan acara malas malasannya dengan menenggelamkan kepala nya kembali.

Rayya hanya diam karena melihat Via tak ada respon dan dirinya pun membiarkan hal tersebut, karena Via tipikal orang nya yang to the point.

Selang beberapa menit Kenan dan genknya pun datang memasuki kelas, dan di antaranya sudah pasti ada Jack.

Jack tak duduk di tempat duduknya tetapi datang menghampiri sang kekasih yaitu Rayya, ketika sudah berada di dekat Rayya dan melihat Via dengan posisi telengkup di kedua tangannya, memberi kode ke Rayya.

"Ada apa?? Dengan dia." Tanya Jack.

"Entahlah, mungkin lagi mens makanya lagi gak mood." Jawab Rayya mengada ada.

"Sudah.... Sana kamu duduk deh di bangku kamu, Gak usah nanya nanya tentang Via aku gak mau jadi tumbalnya ya." Sambung Rayya lagi ketika Jack ingin bertanya lebih lanjut.

Tanpa di sangka Via langsung bangun dan tertawa melihat kearah Rayya.

"Kamu emang sahabat aku yang paling cantik." Balas Via tetapi dengan ekspresi sebel.

"Dih, matanya itu loh." Kata Rayya dan terdiam karena di pelototin oleh Via.

Sedangkan Kenan yang memperhatikan bangku Via dari belakang hanya tersenyum melihat kelakuan absurd dari pasangan sahabat tersebut.

Jack tak bertanya lagi, dirinya memilih pergi kebangkunya yang bersebelahan dengan Kenan.

"Ngeri banget cewek yang kamu sukai sadis woi!! Gak ada kalem kalemnya, paket komplit Kebar barannya." Kata Jack kepada Kenan.

"Justru itu nilai plusnya karena dia bukan tipikal cewek gampangan bro." Balas Kenan dengan senyum lebarnya.

"Ish jijik tau gak sih lihat kamu senyum lebar seperti itu, huek." Kata Jack dengan ekspresi ingin muntah.

Kenan hanya menggelengkan kepalanya dan tetap tersenyum yang membuat Jack bergedik ngeri berkali kali, karena sungguh bukan Kenan yang dia kenal selama ini yang dingin dan super cuek.

Rayya membangunkan Via ketika dosen mereka sudah datang dan ternyata dosen pengganti mereka adalah kakak iparnya Via yaitu Fepita.

"Vi bangun, Vi dosen sudah datang tuh."

Via bangun dan membuka matanya dan langsung bersitatap dengan kakaknya itu, Via hanya nyengir melihat kearah Fepita yang melotot kepadanya.

Via menaikkan 2 jarinya yaitu jari telunjuk dan tengah yang membentuk huruf 'V'

"Piss." Lirih Via kepada kakaknya.

Fepita hanya memutar bola matanya malas sebagai balasan terhadap adik iparnya yang lucknut itu.

****

Di apartemen Fatih masih bersama Mia dan Mia sangat manja kepada Fatih, Mia benar benar manfaatkan momen berdua mereka dan selalu memancing Fatih untuk berbuat lebih, tetapi Fatih tak pernah tergoda walau hanya melakukan semi se*

Ya Fatih hanya bisa sampai di tahap itu saja tidak berani melakukan hal yang lebih, karena selalu mengingat nasehat mamanya.

"Mi kamu gak kekampus?? Via sudah berangkat dari tadi loh." Tanya Fatih kepada Mia.

"Hihi hi hi hari ini aku bolos aja deh, kan aku lagi kangen kamu, cup." Jawab Mia sambil tertawa nyengir dan langsung mencium Fatih.

"Dosen pengganti kamu itu, kakak aku loh kalau nilai kamu jelek gimana?? Hemmm." Balas Fatih tak kalah lembut.

"Hemm jadi aku harus kekampus nih?? Tapi aku sudah terlambat sayang." Kata Mia yang memang sedikit lagi jam makul sudah akan di mulai.

Fatih tak menjawab dirinya tetap menyuruh Mia untuk kekampus, dan dengan sedikit ancaman akhirnya Mia mau menurut juga.

Kurang lebih 15 menit Mia sampai di kampusnya dan langsung berjalan menuju kelasnya yang ternyata sudah ada dosennya.

Si dosen melihat Mia dengan mata memicing karena terlambat.

"Kamu, kenapa baru datang?? Dari mana saja hah." Tanya dosen yang tak lain adalah Fepita.

Dengan percaya diri yang kuat Mia menjawab dengan enteng nya, kalau dirinya dari apartemen Fatih yang tak lain adik dari dosennya itu.

"Hihihi hi hi.... Emmm aku dari apartemen bang Fatih, miss." Jawab Mia penuh percaya diri.

"Iya abis ngejalang ya maklum lah kan jablay." Celetuk Via dengan sadisnya begitu saja.

Mendengar perkataan Via, Mia langsung berbalik kearah Via dengan mata tajam nya dia meloto kearah Via, sedangkan Via yang melihat nya tersenyum mengejek kepada Mia.

"Aku gak mau tau kamu dari mana yang jelas kamu terlambat dan kamu harus di hukum sesuai peraturan di dalam kelas ini." Balas Fepita sebagai dosen.

"Tt ta tapi miss itu semuakan karena bang Fatih yang gak biarin aku pergi karena katanya dia kangen sama aku." Kata Mia yang seperti nya sengaja ingin memanasi Via.

"Dih pede banget yang ada bang Fatih mual kali jika sama luh terus." Kali ini Rayya ikut menimpali.

"Huuuuuuu emang dasar lo Mia gak tau diri banget huuuuu."

Sorak sorai semua orang yang ada di dalam kelas mereka. Fepita memijat pelipisnya yang tiba tiba berdenyut karena melihat kelakuan anak anak di kelasnya.

"Diaaaam, jika kalian tidak diam maka miss akan menghukum kalian semua tanpa terkecuali, titik." Teriak Fepita yang lumayan keras.

Mereka semua terdiam tak ada yang bersuara lagi, karena tak mau di hukum bersama Mia. Ya sebagian anak anak sudah tahu siapa Mia sebenarnya, maka dari itu anak anak sempat terkejut ketika mendengar salah satu senior yang bernama Fatih yang terkenal hansem tergila gila kepadanya.

"Kamu, Mia sekarang juga pergi kehalaman kamu pungut beberapa jenis daun yang ada di halaman kampus ini tanpa terlewat kan 1 jenis daun." Sambung Fepita kepada Mia yang memberi hukuman nya.

Mia tampak keberatan tetapi langsung terdiam ketika melihat dosennya itu mengangkat tangannya tinggi tinggi.

Akhirnya mau tidak mau, suka tidak suka Mia harus melakukannya, mengingat dosen di depannya ini adalah kakak dari Fatih yang itu artinya adalah calon kakak iparnya.

Mia keluar dari kelas untuk melaksanakan hukumnya tetapi tertahan sejenak karena Fepita meminta untuk menyimpan tas di atas mejanya.

"Tunggu dulu, kamu simpan tas kamu di atas meja miss sekarang." Perintah Fepita yang langsung di turuti oleh Mia.

Mia keluar dari kelas dengan ekpresi yang bersungut sungut dirinya tak sengaja berbalik dan matanya menangkap ekpresi Via yang tersenyum mengejek kearahnya.

"Awas kamu Via aku bersumpah akan mengambil semua apa yang kamu miliki sedikit demi sedikit." Monolog Mia dalam hati.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED