Bab 1

"Gawat nih gue kesiangan" gerutunya seraya terus berjalan memasuki Kampus tersebut.

Saat ini musim penerimaan mahasiswa dan mahasiswi baru telah dibuka, terlihat dari pagi sudah banyak hilir mudik calon mahasiswa dan mahasiswi baru memenuhi ruang pendaftaran salah satu kantor di Kampus tersebut.

Pukul 9 pagi, terlihat seorang calon mahasiswi berlari mencari ruang pendaftaran sepertinya dia kesiangan saat datang ke Kampus tersebut karena Kampus tersebut sudah dipenuhi mahasiswa/mahasiswi yang menuntut ilmu di sana sedangkan untuk calon mahasiswa/mahasiswi sudah berada di ruang pendaftaran dari pukul 8 pagi tadi.

"Duh gimana nih, di mana tempatnya yah?" Dia berbicara sendiri seolah kebingungan 

Tampak Mahasiswa dan Mahasiswi yang melihatnya pun tersenyum padanya dan memandangi nya, dia semakin bingung dengan apa yang harus dia lakukan, hingga akhirnya dia memberanikan diri bertanya pada seorang mahasiswa yang sedang duduk membaca buku dibangku taman Kampus tersebut.

"Permisi kak ... halo ... " sapanya.

Mahasiswa tersebut menoleh ke arah suara itu, dia terpukau karena terlihat di depanya sosok gadis cantik berambut panjang dengan postur tubuh tinggi semampai berdiri tepat di hadapannya.

"Hei ... halo ... halo ... kak?" Gadis tersebut memanggil-manggil siswa yang dari tadi bengong memandangnya.

"Oh iya sorry, sorry ada yang bisa saya bantu?" Tanya siswa tersebut sedikit gugup

"Hmm ... maaf kak kalau ganggu, saya mau tanya kak kalau kantor atau ruang pendaftaran dimana yah?" Tanya gadis tersebut.

"Oh, calon mahasiswi?" Siswa tersebut malah balik bertanya.

"Hmm ... iya kak mudah-mudahan diterima, di mana yah kak bisa tunjukin saya arahnya, kebetulan saya sudah telat nih dan dari tadi cuma keliling-keliling gak jelas kayaknya saya tersesat, duh bingung saya" keluh gadis tersebut.

Siswa itu kemudian bangkit dari duduknya kemudian berdiri di samping gadis yang bertanya padanya lalu menunjukan jarinya ke depan dan berkata "kamu jalan lurus sampai mentok ke gedung putih itu, belok kanan jalan sedikit disana akan terlihat tempat yang penuh, rame, ribut dengan siswa-siswi, nah itulah tempat pendaftaranya"

"Oh syukurlah berarti aku kali ini gak tersesat yah kak, terima kasih banyak yah kak, aku pergi dulu, kakak silahkan lanjutkan baca bukunya, bye" ucap gadis itu kemudian melambaikan tangan dan meninggalkan siswa yang sudah memberitahukan jalan padanya itu.

Siswa tersebut refleks membalas lambaian tangan gadis yang barusan menanyainya "duh bego, belum tahu namanya siapa, aduh gue susul ajalah" gumam siswa tersebut kemudian berjalan mengikuti gadis di depanya.

•••••••••

"Halo pak maaf pak bisa minta selembaran kertas pendaftaranya?" Tanya gadis tersebut setelah sampai di loket pendaftaran.

"Aduh Neng udah habis selembaranya, Neng datang telat banget" jawab Bapak tersebut.

"Aduh pak nama saya Yasmin bukan Neng pak, duh please pak saya dari jakarta tadi pagi naik pesawat dari bandara cari taxy jauh harus jalan dulu, udah gitu karena pertama kali kesini saya bingung jalanya pak, tadi sempat tersesat" ucap gadis yang bernama Yasmin itu.

"Neng Yasmin, Neng itu dalam bahasa sunda artinya Nona" jawab bapak tersebut menggoda Yasmin dengan logat sundanya.

"Oh iya pak maaf banget, soalnya saya bukan asli orang sunda saya tidak mengerti pak, maaf yah pak ... Hermawan (mengetahui namanya setelah melihat tanda nama di dada bapak tersebut), bolehkah bapak panggil saya Neng hehe ... terus gimana nih pak kertas selebaran? kalau gak ada saya bisa gagal diwawancarai hari ini dong pak? Please pak tolongin saya" Ucap Yasmin memelas.

"Neng Yasmin mau jurusan apa?" Tanya bapak Hermawan.

"Sastra China pak" jawab Yasmin.

Sejenak bapak Hermawan melihat Yasmin dari atas sampai bawah dia tidak habis pikir karena Yasmin bukan keturunan china bahkan tak ada sipit-sipitnya sama sekali hanya kulitnya saja yang seputih salju, selebihnya jauh dari kata china, dia memiliki mata besar yang cantik dengan bulu mata lebat dan lentik tanpa riasan benar-benar polos, hidungnya mancung, tubuhnya tinggi semampai seperti campuran Indo, India dan barat, saking cantiknya sampai siswa siswi yang sedang daftar di sebelah pendaftaran pun melihat dan mencuri curi pandangan pada gadis ini, tetapi kenapa tertarik dengan sastra china yang hanya keturunan-keturunan tionghoa saja yang masuk ke fakultas tersebut.

"Halo ... halo ... pak, pak hermawan?" Panggil Yasmin sedikit keras membuat Pak Hermawan yang bengong segera sadar.

"Oke baiklah tunggu sebentar yah Neng saya panggilkan seseorang dulu" katanya.

"Baiklah pak saya tungguin" jawab Yasmin sedikit gelisah.

Tak lama kemudian bapak Hermawan datang dengan seorang perempuan.

"Wow, meili de nuhai (gadis yang Cantik), apa kabar? Siapa namanya sayang?" Tanya perempuan tersebut.

"Kabar baik bu, saya Yasmin" jawabnya.

"Saya Cristine Laoshi (panggilan untuk seorang guru dalam bahasa mandarin) Saya salah satu dosen fakultas mandarin di kampus ini, bisa lihat surat ijazah dan dokumen yang lainya?" Tanya Cristine Laoshi.

"Oh laoshi ... silahkan ini" yasmin memberikan semua dokumen persyaratan studinya.

Cristin Laoshi membaca semua dokumen dan tersenyum-senyum lalu berkata "udah pintar, cantik lagi, paket komplit tapi kenapa telat sayang?" Tanyanya.

"Saya dari jakarta Laoshi,dari sana naik pesawat sebenarnya tidak akan telat jika saya tahu jalan ke sini dan tadi di bandara nyari-nyari taxi lama juga laoshi" Yasmin menjelaskan kenapa dia bisa terlambat.

"Oh ... kasihan sekali, berarti pertama kali ke Bandung yah, ayo kamu masuk saja melewati pintu di samping sana nanti saya menunggu di ruangan itu untuk wawancara, dokumen saya bawa" ucapnya setelah menunjukan pintu yang harus Yasmin masuki.

"Oh, xie xie laoshi (terimakasih guru)" ucap Yasmin senang.

Kemudian dia pun berjalan memasuki sebuah ruangan sesuai instruksi Cristine Laoshi tadi dan tanpa mengantri dia sudah langsung di wawancara dan dinyatakan diterima di Kampus tersebut.

Yasmin keluar dengan perasaan lega karena perjuanganya jauh-jauh datang dari Jakarta bela-belain semalaman begadang karena takut kesiangan dan terlambat sampai bandara.

Dia berjalan keluar dari tempat tersebut untuk sesegera mungkin pulang dan beristirahat di rumahnya hingga tak sadar jika seseorang memanggil dan mengejarnya dibelakang.

"Hei ... hei ... tungguin" teriak seorang pria di belakangnya.

Yasmin menoleh dan terlihat pria tadi terengah engah mengejarnya.

"Hei ... diteriakin dari tadi malah terus jalan" ucapnya sedikit ngos-ngosan.

"Oh maaf kak, aku nggak ngeh kakak manggil aku, tarik nafas dulu kak, oh iya terima kasih yah tadi sudah menunjukan jalan" ucap Yasmin.

"Gak apa-apa, kamu udah beres daftarnya?hasilnya gimana? Nunggu papan pengumuman besok atau gimana, hari inikan hari terakhir pendaftaran dan besok adalah pengumuman siswa yang diterima" ucapnya dengan beberapa pertanyaan seolah-oleh dia sudah mengenal Yasmin.

"Syukurlah semua lancar kak" jawab Yasmin.

"Syukurlah kalau lancar, berarti senin depan langsung bisa ikut Ospek yah?" Tanyanya lagi "oh iya gue Daniel" kemudian mengulurkan tangan.

Yasmin membalas uluran tangan kenalan barunya itu "saya Yasmin" jawabnya ramah.

"Sekarang mau kemana?" Tanya Daniel

"Pulang" jawab Yasmin pendek membuat Daniel semakin penasaran.

Bab 2

"Gawat nih gue kesiangan" gerutunya seraya terus berjalan memasuki Kampus tersebut.

Saat ini musim penerimaan mahasiswa dan mahasiswi baru telah dibuka, terlihat dari pagi sudah banyak hilir mudik calon mahasiswa dan mahasiswi baru memenuhi ruang pendaftaran salah satu kantor di Kampus tersebut.

Pukul 9 pagi, terlihat seorang calon mahasiswi berlari mencari ruang pendaftaran sepertinya dia kesiangan saat datang ke Kampus tersebut karena Kampus tersebut sudah dipenuhi mahasiswa/mahasiswi yang menuntut ilmu di sana sedangkan untuk calon mahasiswa/mahasiswi sudah berada di ruang pendaftaran dari pukul 8 pagi tadi.

"Duh gimana nih, di mana tempatnya yah?" Dia berbicara sendiri seolah kebingungan 

Tampak Mahasiswa dan Mahasiswi yang melihatnya pun tersenyum padanya dan memandangi nya, dia semakin bingung dengan apa yang harus dia lakukan, hingga akhirnya dia memberanikan diri bertanya pada seorang mahasiswa yang sedang duduk membaca buku dibangku taman Kampus tersebut.

"Permisi kak ... halo ... " sapanya.

Mahasiswa tersebut menoleh ke arah suara itu, dia terpukau karena terlihat di depanya sosok gadis cantik berambut panjang dengan postur tubuh tinggi semampai berdiri tepat di hadapannya.

"Hei ... halo ... halo ... kak?" Gadis tersebut memanggil-manggil siswa yang dari tadi bengong memandangnya.

"Oh iya sorry, sorry ada yang bisa saya bantu?" Tanya siswa tersebut sedikit gugup

"Hmm ... maaf kak kalau ganggu, saya mau tanya kak kalau kantor atau ruang pendaftaran dimana yah?" Tanya gadis tersebut.

"Oh, calon mahasiswi?" Siswa tersebut malah balik bertanya.

"Hmm ... iya kak mudah-mudahan diterima, di mana yah kak bisa tunjukin saya arahnya, kebetulan saya sudah telat nih dan dari tadi cuma keliling-keliling gak jelas kayaknya saya tersesat, duh bingung saya" keluh gadis tersebut.

Siswa itu kemudian bangkit dari duduknya kemudian berdiri di samping gadis yang bertanya padanya lalu menunjukan jarinya ke depan dan berkata "kamu jalan lurus sampai mentok ke gedung putih itu, belok kanan jalan sedikit disana akan terlihat tempat yang penuh, rame, ribut dengan siswa-siswi, nah itulah tempat pendaftaranya"

"Oh syukurlah berarti aku kali ini gak tersesat yah kak, terima kasih banyak yah kak, aku pergi dulu, kakak silahkan lanjutkan baca bukunya, bye" ucap gadis itu kemudian melambaikan tangan dan meninggalkan siswa yang sudah memberitahukan jalan padanya itu.

Siswa tersebut refleks membalas lambaian tangan gadis yang barusan menanyainya "duh bego, belum tahu namanya siapa, aduh gue susul ajalah" gumam siswa tersebut kemudian berjalan mengikuti gadis di depanya.

•••••••••

"Halo pak maaf pak bisa minta selembaran kertas pendaftaranya?" Tanya gadis tersebut setelah sampai di loket pendaftaran.

"Aduh Neng udah habis selembaranya, Neng datang telat banget" jawab Bapak tersebut.

"Aduh pak nama saya Yasmin bukan Neng pak, duh please pak saya dari jakarta tadi pagi naik pesawat dari bandara cari taxy jauh harus jalan dulu, udah gitu karena pertama kali kesini saya bingung jalanya pak, tadi sempat tersesat" ucap gadis yang bernama Yasmin itu.

"Neng Yasmin, Neng itu dalam bahasa sunda artinya Nona" jawab bapak tersebut menggoda Yasmin dengan logat sundanya.

"Oh iya pak maaf banget, soalnya saya bukan asli orang sunda saya tidak mengerti pak, maaf yah pak ... Hermawan (mengetahui namanya setelah melihat tanda nama di dada bapak tersebut), bolehkah bapak panggil saya Neng hehe ... terus gimana nih pak kertas selebaran? kalau gak ada saya bisa gagal diwawancarai hari ini dong pak? Please pak tolongin saya" Ucap Yasmin memelas.

"Neng Yasmin mau jurusan apa?" Tanya bapak Hermawan.

"Sastra China pak" jawab Yasmin.

Sejenak bapak Hermawan melihat Yasmin dari atas sampai bawah dia tidak habis pikir karena Yasmin bukan keturunan china bahkan tak ada sipit-sipitnya sama sekali hanya kulitnya saja yang seputih salju, selebihnya jauh dari kata china, dia memiliki mata besar yang cantik dengan bulu mata lebat dan lentik tanpa riasan benar-benar polos, hidungnya mancung, tubuhnya tinggi semampai seperti campuran Indo, India dan barat, saking cantiknya sampai siswa siswi yang sedang daftar di sebelah pendaftaran pun melihat dan mencuri curi pandangan pada gadis ini, tetapi kenapa tertarik dengan sastra china yang hanya keturunan-keturunan tionghoa saja yang masuk ke fakultas tersebut.

"Halo ... halo ... pak, pak hermawan?" Panggil Yasmin sedikit keras membuat Pak Hermawan yang bengong segera sadar.

"Oke baiklah tunggu sebentar yah Neng saya panggilkan seseorang dulu" katanya.

"Baiklah pak saya tungguin" jawab Yasmin sedikit gelisah.

Tak lama kemudian bapak Hermawan datang dengan seorang perempuan.

"Wow, meili de nuhai (gadis yang Cantik), apa kabar? Siapa namanya sayang?" Tanya perempuan tersebut.

"Kabar baik bu, saya Yasmin" jawabnya.

"Saya Cristine Laoshi (panggilan untuk seorang guru dalam bahasa mandarin) Saya salah satu dosen fakultas mandarin di kampus ini, bisa lihat surat ijazah dan dokumen yang lainya?" Tanya Cristine Laoshi.

"Oh laoshi ... silahkan ini" yasmin memberikan semua dokumen persyaratan studinya.

Cristin Laoshi membaca semua dokumen dan tersenyum-senyum lalu berkata "udah pintar, cantik lagi, paket komplit tapi kenapa telat sayang?" Tanyanya.

"Saya dari jakarta Laoshi,dari sana naik pesawat sebenarnya tidak akan telat jika saya tahu jalan ke sini dan tadi di bandara nyari-nyari taxi lama juga laoshi" Yasmin menjelaskan kenapa dia bisa terlambat.

"Oh ... kasihan sekali, berarti pertama kali ke Bandung yah, ayo kamu masuk saja melewati pintu di samping sana nanti saya menunggu di ruangan itu untuk wawancara, dokumen saya bawa" ucapnya setelah menunjukan pintu yang harus Yasmin masuki.

"Oh, xie xie laoshi (terimakasih guru)" ucap Yasmin senang.

Kemudian dia pun berjalan memasuki sebuah ruangan sesuai instruksi Cristine Laoshi tadi dan tanpa mengantri dia sudah langsung di wawancara dan dinyatakan diterima di Kampus tersebut.

Yasmin keluar dengan perasaan lega karena perjuanganya jauh-jauh datang dari Jakarta bela-belain semalaman begadang karena takut kesiangan dan terlambat sampai bandara.

Dia berjalan keluar dari tempat tersebut untuk sesegera mungkin pulang dan beristirahat di rumahnya hingga tak sadar jika seseorang memanggil dan mengejarnya dibelakang.

"Hei ... hei ... tungguin" teriak seorang pria di belakangnya.

Yasmin menoleh dan terlihat pria tadi terengah engah mengejarnya.

"Hei ... diteriakin dari tadi malah terus jalan" ucapnya sedikit ngos-ngosan.

"Oh maaf kak, aku nggak ngeh kakak manggil aku, tarik nafas dulu kak, oh iya terima kasih yah tadi sudah menunjukan jalan" ucap Yasmin.

"Gak apa-apa, kamu udah beres daftarnya?hasilnya gimana? Nunggu papan pengumuman besok atau gimana, hari inikan hari terakhir pendaftaran dan besok adalah pengumuman siswa yang diterima" ucapnya dengan beberapa pertanyaan seolah-oleh dia sudah mengenal Yasmin.

"Syukurlah semua lancar kak" jawab Yasmin.

"Syukurlah kalau lancar, berarti senin depan langsung bisa ikut Ospek yah?" Tanyanya lagi "oh iya gue Daniel" kemudian mengulurkan tangan.

Yasmin membalas uluran tangan kenalan barunya itu "saya Yasmin" jawabnya ramah.

"Sekarang mau kemana?" Tanya Daniel

"Pulang" jawab Yasmin pendek membuat Daniel semakin penasaran

Bab 3

"Lu gak sadar sih, coba lu ngaca sana, gue aja cewek suka apalagi cowok, ntahlah Yas lu beda pokoknya, i'm proud to be your friend" jawab Mira yang kemudian mengacungkan jempolnya di depan wajah Yasmin.

Mira, Audy serta teman yang lainya tertawa riuh mengelilingi Yasmin dan memakan makanan yang Yasmin tawarkan pada mereka ketika tiba-tiba seseorang memanggil nama Yasmin.

"Yasmin!"

Yasmin menoleh dan di sana berdiri Daniel seorang siswa senior jurusan fakultas hukum yang tak pernah absen menemuinya dari hari pertama Yasmin ospek, teman-teman Yasmin menggodanya dengan mendorong-dorong tubuh Yasmin agar segera menghampiri Daniel.

Yasmin berjalan mendekati Daniel dengan wajah memerah karena malu terus-terusan digoda oleh teman-temanya tersebut.

"Hei ... ganggu nggak?" Tanya Daniel.

"Nggak kak, ada apa yah?" Jawab Yasmin tersipu.

"Udah makan belum?" Tanya Daniel.

"Udah kak" jawab Yasmin pendek.

"Hmm ... iya ya pasti udah makan secara fans kamu banyak hehe, tuh makanan yang mereka kasih cukup untuk dimakan satu kelas" goda Daniel.

"Rezeki kak hehe" jawab Yasmin dan ikut tertawa kecil.

"Trus udah ada yang nyangkut di hati?" Tanya Daniel lagi.

"Maksudnya kak?" Jawab Yasmin.

"Iya, dari sekian banyak yang mengirimi makanan terus nyatain cinta udah ada yang diterima belum?" Tanya Daniel penasaran

"Oh ... hmm ... nggak ah kak, udah kak ada apa yah? Ada perlu apaan? Tiap hari datengin tapi gak jelas mau apa?" Tanya Yasmin mengalihkan pertanyaan Daniel.

"Aku kan liat kamu, ospek cukup berat dan ini hari terakhir, mungkin bolehkah aku yang antar kamu pulang hari ini?" Tanya Daniel menawarkan.

"Hmm ... ngga kak kayaknya gak bisa soalnya saya diantar jemput tiap hari sama kakak saya" jawab Yasmin.

"Yah ... tapikan kamu terkadang pergi sama Mira dan Audy? Bisa dong kasih aku kesempatan juga" Tanya Daniel "ya udah deh gini aja gak anter ke rumah, aku mau tanya mau nggak kamu ... jalan-jalan sama aku, please?" Tanya Daniel dengan wajah memelas dan berharap hari ini Yasmin tak menolaknya.

"please, please ...." pinta Daniel lagi seraya menyatukan kedua telapak tangannya meminta Yasmin mengabulkan permintaanya.

Yasmin berpikir sejenak, lalu menganggukan kepalanya.

Daniel meloncat kegirangan "Yes! But just you and me?" Tanya Daniel memastikan.

"Ok, just you and me" jawab Yasmin dengan tersenyum.

"Ok, nanti aku tungguin kamu di depan gerbang Kampus yah" ucap Daniel

"Oke" jawab Yasmin

"Ok,yes!thank you,see you later,sana makan lagi,bye bye" Daniel pergi melambaikan tangan nya dan terlihat sangat senang membuat para senior yang memperhatikan mereka dari kejauhan memperlihatkan wajah kecewa karena mereka pikir usahanya selama ini telah gagal,sepertinya tak ada harapan karena Yasmin merespon Daniel saat bertemu tadi.

"Cie cie cie....." goda Audy.

"Apaan sih" ucap Yasmin tersenyum geli.

"Gitu dong, kasian lho, kurang apa sih sama kak Daniel, udah ganteng, pinter, baik, sopan, coba apa lagi? Tiap hari kasih makanan, kasi minuman, kasi perhatian, ngelindungin banget padahal fakultasnya di sana, jauh-jauh jalan ke sini, gitu dong kasi kesempatan" goda Audy yang diikuti dukungan dari teman-teman lainya karena mereka melihat dari awal Ospek Daniel selalu memperhatikan Yasmin dan menurut mereka Daniel lah yang pantas jadi pacar Yasmin, mereka berdua sangat serasi dan banyak yang menjodohkan.

"Hehe ... sorry yah guys gue juga gak ngerti, sebenernya dari awal gue dateng ke Kampus ini tuh orang yang pertama gue temui tuh dia, waktu itu gue tanya jalan ke ruang pendaftaran trus dia yang kasih tau jalanya, habis itu terus-terusan deh sok kenal sama gue, datengin gue terus, awalnya gue risi masa cowok seganteng itu jomblo sih, gue takut dia punya cewek makanya gue jaga jarak, habis naksirnya itu kelewatan sampai orang sekampus tahu, malu gue" ucap Yasmin menjelaskan pada Audy dan teman-temanya yang lain.

"Tenang Yas, cowok-cowok yang nembak lu itu beneran deh jomblo semua, gue udah cari tahu informasinya, akurat Yas" ucap Mira.

"Nggak deh ada juga yang bela-belain mutusin ceweknya cuma buat ngejar Yasmin" timpal seorang teman lainya.

"Seriusan?" Tanya Mira terkejut.

"Sumpah" jawab teman tersebut dengan wajah polosnya "tapi kalo kak Daniel beneran jomblo Yas, aku setuju kamu sama dia, sama-sama cakep" pujinya.

"Gak apa-apa kali lagian bukan salah lo Yas, mereka yang naksir lo duluan, ngejar-ngejar gak tahu waktu" timpal Audy.

Tiba-tiba para senior pun memanggil mereka agar berkumpul kembali ke lapangan karena waktu istirahat sudah habis dan terpaksa Yasmin dan teman lainya segera berlari menghampiri para Seniornya untuk mengikuti ospek terakhir dan setelah beres ospek mereka semua resmi menjadi mahasiswa mahasiswi angkatan baru di Kampus tersebut.

Yasmin berjalan keluar Kampus,terlihat Daniel berdiri di pinggir gerbang sedang menunggunya dan tersenyum setelah melihat Yasmin yang berjalan mendekatinya.

"Hai.." sapa Daniel kemudian melambaikan tanganya

"Hai..." jawab Yasmin seraya tersenyum

"Boleh kemana aja? Atau kamu ingin ke tempat lain?" Tanya Daniel

"Aku ... aku ... boleh ngga ke mall?" Tanya Yasmin.

"Boleh dong, ayo jalan mobilku sudah diparkir di depan" ajak Daniel.

"Oke yuk" jawab Yasmin kemudian mengikuti Daniel yang berjalan di depannya.

"Sini dong,kenapa di belakang?" Tanya Daniel tertawa kecil karena merasa lucu melihat tingkah Yasmin yang menggemaskan.

"Oh iya kak" jawab Yasmin kemudian berjalan di samping Daniel.

"Kenapa sih ....?" Tanya Daniel lagi karena melihat Yasmin yang berjalan menunduk.

"Aku malu kak, liat deh bajuku kotor tadi habis guling-guling di lapangan sedangkan kak Daniel bersih" jawab Yasmin malu-malu.

"Aduh ... kirain apaan, nggak kok kamu tetep cantik, itu mobilku ayo masuk" ajak Daniel.

"Bentar kak, aku chat kakakku dulu, aku izin dulu takut ditungguin di rumah" ucap Yasmin yang kemudian mengetik sesuatu di layar ponselnya lalu setelah selesai dia pun masuk ke dalam mobil Daniel dan mobil pun melaju meninggalkan Kampus tersebut.

Daniel menyetir dengan sedikit gugup, selama di perjalanan dia pun tak banyak berkata-kata hingga setelah beberapa lama terdengar Yasmin bertanya padanya.

"Kita mau ke mall apa kak?" Tanya Yasmin.

"Hmm ... Paskal aja gimana?" Jawab Daniel.

"Jauh amat" jawab Yasmin.

"Eh, kok tau jauh sih emang udah kesana?" Tanya Daniel.

"Udah, sama Mira sama Audy" jawab Yasmin "tapi gak apa-apa kesana aja deh kak" lanjutnya.

"Oke, meluncur" ucap Daniel.

"Tapi jalanya pelan-pelan aja kak, ini terlalu ngebut" ucap Yasmin.

"Hmm maaf Yas, aku sebenarnya gugup" jawab Daniel.

"Gugup kenapa kak?" Tanya Yasmin.

"Karena kamu sekarang duduk di sampingku dan mau ngobrol santai sama aku setelah sebelumnya cueknya minta ampun, hari ini aku serasa dapet apa ... gitu" jawab Daniel menjelaskan.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED