Bab 1. Cinta Renata
Bali siang itu sangat panas, sepanas hati Renata .
Ini bukan pertama kalinya ia mengetahui Rangga mempunyai hubungan dengan wanita lain,namun hal ini sudah jelas dan parahnya lagi dua minggu lagi mereka akan menikah.
Renata melirik handphone rangga saat terdengar handphone itu berbunyi dan bergetar.
Nampak jelas di layar handphone.
"Cinta, rinduku sudah bertubi - tubi. Cepat datang ya!" Bunyi pesan masuk di layar handphone Rangga.
Tampak jelas pesan itu dilayar handphone milik rangga jantungku berdebar membacanya.
Cling
Pesan masuk lagi.
" Aku sudah di Teuku Umar, aku pesankan sekalian ya?"
" Udah aku share location ya Beib.."
Pesan masuk yang terbaca di notice layar handphone Rangga tunangan ku.
"Mbak Renata"
Panggilan mbak Shinta betul - betul mengagetkan aku,
" Ini sudah dikecilkan" ujar mbak Shinta,aku yang sedang fitting baju pengantin bersama rangga, dua bulan lagi pernikahan kami ditanggal cantik 12.12. Pernikahan yang akan aku gagalkan.
" Mbak Shinta aku ga usah coba lagi ya, pasti sudah pas." Jawabku, rasanya enggan melihat kebaya brokat putih yang tadinya begitu aku impikan.
Rangga keluar dengan baju adat Bali.
" Gimana, udah ya?" Ujarnya sambil berputar depan cermin.
" Iya sudah" jawabku malas mengomentari penampilan nya.
Cling
Pesan kembali masuk di handphone Rangga yang tergeletak begitu saja di meja depan sofa yang aku duduki.
Rangga sigap mengambil handphonenya, terlihat wajah nya berubah sesaat dan menatapku, aku berdiri meraih kebaya terpajang di manekin. Aku meredam tanya dalam hati.
"Ren, aku harus balik kantor. Ada klien menunggu." Ujar Rangga sambil bergegas ke ruang ganti sambil mengetik dilayar handphone nya.
Aku hanya mengangguk, Rangga menghampiriku dan mencium kening ku sekilas.
Aku segera hubungi Kartika dan Hudi , dan mengirimkan voice record.
" Ikuti Rangga , sebentar lagi dia keluar boutique"pesanku.
" Ok, kami sudah standby." Jawab mereka.
"Aku pergi dulu ya sayang," Rangga mengecup keningku dan berlalu menuruni tangga.
Aku akan kumpulkan bukti dulu baru aku kumpulkan keluarga.
"Renata..."
Panggilan Hudi membuyarkan lamunanku.
"
Hudi memang bisa diandalkan, Hudi sahabatku dari kecil, ayahnya bekerja dengan papahku sudah sangat lama.
Hudi juga selalu menemani ku, sampai saat aku kuliah di Australia karena kemampuan akademis nya yang bagus, papah tidak segan memberikan biaya untuk Hudi kuliah bareng denganku di Daikin university Australia.
Hudi kecil selalu jadi pahlawan untukku, sampai aku berpacaran dengan Rangga pun Hudi orang pertama yang aku minta pendapat nya.
" Renata, hallo" Hudi menyentil hidungku membuyarkan lamunanku.
"Jadiny kita mau ke kostnya atau ke rumah Ratih? Tanya Hudi.
" Aku akan temui Rangga dulu, aku tanya dulu Sama dia.Bagaimana.?" Ucapku.
" Mau nanya apalagi sama dia hah? Sewot Hudi.
" Ga bakalan dia ngaku, lebih baik kita gerebek mereka bawa suaminya Ratih sekalian." Berapi-api Hudi berkata sambil melempar gelas air mineral.
" Kenapa harus membawa suaminya,ini kan urusanku dengan Rangga. Ga ada urusannya sama suami perempuan itu." Ujar ku.
" Sekarang aku tanya sami kamu ren,, apa kamu masih berharap Rangga menikahi kamu?" Tanya Hudi menohok.
Aku diam, aku bingung dengan keputusan ku sendiri.
" Apa kamu nunggu Rangga menghabisi kamu? Belum cukup sekarang kekasih mu itu memanfaatkan kamu?" Hidup duduk dihadapan ku sambil menatap ku tajam.
" Aku ingin bukti kuat ." Jawabku.
"Baik,,, akan aku usahakan.Setelah itu terserah kamu Ren, kamu yang punya hati,kamu yang merasakan." Hudi beranjak dan menepuk pundaknya lalu pergi dari ruangan kerja ku begitu saja
Sementara itu di kamar kost mewah di jalan gunung lumut sepasang manusia memadu hasrat tanpa menyadari kamera yang mengintai semua kegiatan birahi mereka.
" Miss you more Beib," Rangga memeluk Ratih penuh nafsu, mencium dengan brutal bibir leher dan memainkan area dibawah perut Ratih.
Mereka bergumul tak lagi memperdulikan balkon yang terbuka menggangga.
Rossa dari Bali tirai di seberang balkon merekam semua kelakuan tak terpuji itu.
Terlihat Ratih yang hanya memakai kemeja putih transparan dalam pangkuan Rangga yang masih memacu gairahnya.
Dalam puncaknya mereka saling mencium panjang dan terkulai.
' love you Beib" Rangga mengecup hidung Bangir Ratih.
Tok tok tok.. suara ketukan di pintu kamar mengejutkan mereka.
Rangga beranjak turun dari mezzanine hanya memakai celana boxer.
"Renata'"
Renata langsung masuk,
Plak
Plak
dua tamparan di pipi Rangga berbekas merah.
Rangga mundur beberapa langkah.
" Siapa Beib" Ratih turun tangga hanya dengan kemeja nya.
Setelah melihat siapa yang datang Ratih berlari kembali ke atas.
" Aku cukup mempunyai semua bukti mas" setelah ini kita sudah selesai ujar ku, membuka gelang dan cincin pertunangan kami melempar kan nya.
Rangga hanya diam, sampai Renata meninggalkan ruangannya pun Rangga diam mematung.
Dan sampai juga akhirnya aku mengumpulkan seluruh keluarga Keputusan ksudah bulat, aku memanggil Rangga.
Lalu aku suruh Hudi menyalakan TV dan memutar video yang sangat menjijikkan.
Namanya Ratih,dia sudah menikah, suaminya orang Korea yang bekerja di salah satu bank disini. Mereka tinggal di Ubud, bayi mereka baru berusia sembilan bulan." Urai Hudi sambil memperlihatkan beberapa foto dan video.
" Ratih itu designer tapi entah designer apa, hanya saja dia memiliki toko perhiasan silver didaerah Kuta."
Aku langsung memegang gelang silver pemberian Rangga yang katanya didesign khusus oleh sahabat nya.
Gelang yang memang bagus designnya sudah setahun gelang couple ini kami pakai bertuliskan nama kami dengan tanggal pertunangan kami.
Mereka menyewa kamar kost di daerah gunung lumut, kost an yang cukup mewah, hanya dua gang dari villa yang disewa Rangga."
Hudi kembali menunjukkan foto Rangga keluar dari mobil bersama perempuan itu di depan kost - kost-an.
" Mereka menempati kamar nomor 18 di lantai dua, dan sangat kebetulan teman adikku Rossa kost disitu jadi aku bisa minta tolong Rossa untuk mengambil beberapa foto ini " ujar Hudi lagi. Rangga bertambah menunduk kan kepalanya.
"
Rangga yang datang dengan wajah terus menunduk.
"Saya minta maaf pah!" Rangga bertutur sambil menundukkan kepala,
" Saya salah, saya khilaf saya ingin memperbaiki hubungan saya dengan Renata," ujarnya memohon.
" Dari awal saya sudah tidak merestui hubungan kalian, kamu tau itu kan?" Papah terlihat sangat marah.
" Untung nya belang kamu terbongkar sebelum kamu menikahi putri saya. Apa jadinya kalau kalian sudah menikah, hah?" Mata papah melotot dengan wajah merah padam.
" Saya tidak mau lagi melihat muka kamu, pernikahan batal." Papah melempar undangan pernikahan tepat ke wajah Rangga, lalu papah beranjak pergi.
" Pak Rudi, usir bajingan itu dari rumah saya!' papah menyuruh pak Rudi security rumah untuk mengusir Rangga yang masih terduduk di ruang tamu.
Rangga berdiri dan berjalan ke arahku lalu duduk bersimpuh dihadapan ku. Berusaha memegang tanganku. Namun aku tepis.
" Ren, tolong beri aku kesempatan menjelaskan." Aku dijebak ren" Rangga menggapai jemariku.
" Silahkan keluar" pak Rudi menarik lengan Rangga yang masih berusaha menggapai Renata yang masih duduk mematung memandangi jijik.
Untung aku tak disentuhnya, untung saja aku bisa menjaga kesucian ku.
Seandainya aku mendengar nasehat Hudi seminggu sebelum acara tunangan, mungkin tidak akan aku terluka seperti ini.
Hudi sempat memergoki Rangga dan Ratih saat mereka liburan di lombok, tapi Renata lebih percaya pada Rangga yang berdalih kalau Ratih adalah model yang disewa perusahaannya untuk pemotretan di Lombok.
Aku harus bergerak cepat jangan sampai ada asset perusahaan yang berpindah tangan,
Aku dan lima orang sahabat ku membuka perusahaan garment dimana Rangga juga ikut serta. Rangga juga bekerja diperusahaan garment Amerika di Bali,.
Awalnya aku dan Keisya mempunyai ide membuat usaha patungan ini, dan akhirnya James,Nicole dan stephany istrinya James ikutan gabung.
Mereka sahabatku selama aku kuliah di Australia, saking seringnya mereka berlibur ke rumahku di Bali mereka jatuh cinta dengan Bali yang akhirnya menetap dengan membuka usaha dibali.
Usaha kami sangat bagus, terus meningkat. Lalu Rangga memutuskan bergabung karena perusahaannya tempat Rangga bekerja gulung tikar.
Aku mengundang semua sahabat ku yang notabene pemegang saham untuk bertemu di coconut club, tanpa Rangga. Tujuanku berkumpul juga untuk menceritakan rencana ku mengeluarkan Rangga dari perusahaan.
" Apa sudah bulat keputusan mu? James merespons ceritaku tentang penghianatan Rangga.
" Saya sebenernya akan katakan ini bulan lalu sama kamu Renata." Stephanie menyela.
" Tapi saya belum punya cukup bukti, karena saya lihat hubungan kalian baik - baik saja malah terlihat tambah mesra jelang pernikahan kalian." Tambah Stephanie.
Saat merek asyik ngobrol , sepasang mahluk bucin terlihat saling merangkul menuju sofa dipinggir kolam.
Nicole menunjuk mereka.
" Look...he is ...right?" Nicole geram ,mengepalkan tangannya.
James menahan Nicole..
" Enough, don't do this here.!" Nicole yang belum fasih berbahasa Indonesia kembali duduk.
Memanggil waiters " may i have another beer,?" One picther please!' waiters berlalu setelah mencatat pesanan.
Sepasang manusia yang tengah bucin asyik bercengkrama tanpa menghiraukan yang lainya. Di Bali memang sangat bebas melakukan apa saja.
Melihat tingkah laku keduanya, Renata terlihat geram dan berdiri.
Renata berjalan menuju sofa yang diduduki Rangga dan Ratih, Stephanie berdiri menyusul dibelakang Renata.
Renata mengambil gelas di meja dan byurrr wajah Ratih pun berganti warna menjadi merah nya juice buah naga.
" This for you,!' Renata mengambil gelas lain dan menyiramkan ke wajah Rangga,.
Rangga berdiri,
" Enough Renata, we have done." Ujar Rangga dengan mata melotot.
Sebenarnya iya juga, seharusnya aku tidak melabrak mereka. Hubungan kami sudah berakhir.
Rangga Memeluk Ratih dan menutupi wajah Ratih dengan handuk putih disamping sofa, beberapa pengunjung sigap dengan kameranya.
" Aku minta kamu segera mengembalikan semua inventaris perusahaan,aku tunggu besok sebelum pukul 12.00." ujarku.
Rahang Rangga mengatupkan dengan tangan mengepal,tidak menyangka kalau Renata yang lembut bisa mempermalukan dirinya didepan Ratih dan banyak orang lainya.
Rangga berdiri memeluk Ratih yang sudah ditutupi dengan handuk membawanya menjauh.
Hati Renata seperti diremas-remas sakit melihat Rangga seolah tak peduli keberadaannya.
Stephanie menuntun renata kembali ke mejanya.
" James , tolong segera diurus pemecatannya Rangga, dan ambil semua fasilitas yang dia gunakan"
"Kalian belum menikah tapi sudah rebutan harta" James berseloroh.
" Lagi pula Rangga datang hanya dengan tas ranselnya, semua fasilitas Renata yang sediakan, kurang ajar sekali dia malah berselingkuh denga istri orang pula." Stephanie tak kalah sewot menimpali.
" Menang banyak Rangga gini caranya, gaji utuh , fasilitas lengkap, untung saja kita cepat tau belangnya" sepertinya Stephanie sangat kesal dengan apa yang dia lihat dari Rangga yang selama ini sudah dianggap bagian dari mereka.
Di dalam mobilnya Ratih mengomel,
"Apa maksud jalang tadi dengan mengembalikan inventaris perusahaan? Bukannya perusahaan kalian patungan?" Beli saja saham jalang itu dan depak dia dari perusahaan." Ujar Ratih berapi-api.
Sampai di villa Canggu dikediaman Rangga, Ratih langsung membuka bajunya tinggal bra dan celana dalam saja. Lalu Ratih nyemplung ke kolam renang.
Rangga menggelengkan kepalanya, dan duduk ditepi kolam sambil memainkan gawainya..
" Honey, mau beer dong...!" Pinta Ratih dari dalam kolam.
Rangga berdiri dan berjalan ke lemari es mengambil dua botol bir bintang ukuran kecil dan membukanya lalu menyerahkan satu botol ke Ratih.
Rangga merebahkan tubuhnya di sofa kayu dipinggir kolam sambil memegang handphone nya.
Tiba-tiba Ratih naik ketubuh Rangga dan menciumi dada bidang Rangga dan tangan Ratih masuk kedalam boxer Rangga mainkan senjata Rangga buang mulai menegang.
Merekapun berciuman penuh hasrat. Saling memagut dan saling melumat.
Ratih melorot turun dan menghisap Rangga junior layaknya makan ice cream dan menghisapnya,membuat Rangga melenguh.
Tanpa aba-aba Ratih memasukan Rangga junior ke lubang kewanitaannya dan mulai memompa naik turun.
Rangga sigap memegang bokong Ratih,dan menyodok dari bawah membuat Ratih mendesah nikmat.
Rangga bermain dengan dua daging lyang bergelayut di dada Ratih. Menghisapnya dan memilih. Meremas sambil bokong nya terus menyodok garang.
Sssh ahk ahk..
Gerakan mereka makin cepat sampai akhirnya Rangga menekan kuat keatas sampai tubuh Ratih mengejang dengan lenguhan panjang lalu mereka mematut saling berpelukan.
Kehidupan mereka serasa dunia milik mereka berdua saja.
Rangga menggendong tubuh Ratih dan melompat kedalam kolam renang.
Seakan tak puas dengan permainan yang baru saja selesai. Rangga kembali menyerang Ratih didalam kolam renang.
Sampai akhirnya mereka menyudahi permainan didalam kolam renang dan melanjutkan didalam kamar diatas ranjang.
Kali ini Rangga yang memonopoli aktivitas. Ratih bergoyang senang melneguhbdan mendesah.
Seakan tidak ada puasnya.
Ratih menciumi wajah Rangga, sampai akhirnya mereka saling menekan dan terhempas nikmat. Keduanya tertidur berpelukan.
Malamnya Ratih yang ada urusan dengan kliennya terburu-buru turun dari ranjang dan hanya cuci muka lalu berlari keluar kamar.
Rangga yang masih tertidur seketika terbangun.
" Honey mau kemana?" Tanya Rangga.
" Ada klien diworkshop honey,, aku pergi dulu ya!" Ujar Ratih tanpa menghentikan langkahnya.
" Aku pakai mobil kamu ngga., " Ujar Ratih sambil mengambil kunci mobil yang tergantung di samping TV.
" Jangan Ratih, mobil dan semua fasilitas akan aku kembalikan sama Renata." Cegah Rangga menyusul Ratih.
" Jadi semua ini milik Renata?" Mata Ratih mendelik marah.
" Lalu apa yang kamu punya, hah?" Bentakan Ratih membuat Rangga terdiam.
" Sebentar, apa benar yang dikatakan jalang itu kalau kamu datang hanya dengan tas ransel kamu?" Selidik Ratih menatap Rangga.
" Jadi selama ini kamu membohongi aku hah? Kamu bilang kamu patungan dengan teman kamu dari Australia,dan villa ini yang kamu bilang beli juga bohong hah? Setengah menjerit Ratih berbicara sambil mendorong tubuh Rangga.
" Sekarang kembalikan uangku, yang kamu bilang untuk membeli saham teman kamu yang pulang ke Australia. Heh... Mana uangku.... Mana...?"teriak Ratih.
Ratih meninggalkan villa tetap membawa mobil inventaris Rangga.
Sama sekali tidak menghiraukan Rangga yang berteriak memanggil namanya.
Brengsek Rangga, bisa-bisanya dia menipu aku. Mana perceraian ku tinggal ketuk palu dengan Kim. Ratih terus menggerutu sepanjang jalan menuju Kuta sambil memukul setir mobilnya.
" Ini cewe seperti yang ada sedikit kurang ya di otaknya?" Hudi mengomentari Instagram story Ratih yang aku tunjukkan.
Foto aku dan Rangga yang dijadikan me me , seolah aku mengemis. Dengan hanstag "ini cewe kaya tapi ga ada ahlak" wajahku dibikin dengan dagu menjadi panjang dan hidung panjang memegang bunga berlutut dihadapan Rangga.
Dan Instagram story Ratih dibanjiri komentar seperti nya dari teman - temannya.
Ada beberapa foto aku yang dijadikan karikatur dengan kata - kata ga pantas.
" Sepertinya aku harus menemui suaminya, .supaya bisa memberi pelajaran sama istrinya" kataku pada Hudi lalu Aku ajak hudi menemani ku ke rumah Ratih di Ubud.
Diperjalanan aku coba menghubungi Rangga, supaya bisa menghentikan teror Ratih.
Tapi Rangga tidak menjawab panggilanku.
Cling.
Pesan WhatsApp di handphone ku,
" Rangga tidak bisa ditemui ren, terakhir mobil dipakai Rangga dan belum dikembalikan ke kantor." Villa sudah kosong, sepertinya Rangga sudah keluar."
James mengirim aku pesan.
"Tinggal mobil dan kartu kredit perusahaan, tapi sudah di blokir Nicole, Rangga sudah tidak bisa menggunakannya lagi. Tapi tagihan kartu kredit yang bukan urusan kantor kan menjadi tanggungjawab rangga, lumayan besar tagihan kartu kredit nya hampir sembilan puluh juta."
Aku kembali fokus dengan perjalanan kami ke Ubud,sampai kami berhenti di depan rumah khas Bali.
Aku dan Hudi melangkah masuk gerbang yang terbuka, kulihat ada perempuan berpakaian suster yang sedang menggendong bayi dan berusaha mendiamkan tangis bayi, dan ada seorang pria asing yang juga berusaha meredakan tangis si bayi.
" Permisi.." " om swastiatu." Salamku
Si bayi terdiam dan menatapku
" Ma ma ma.. ma" si bayi menggerakan tangan nya seolah berkata " gendong aku..!" Aku menghampiri mereka.
"Saya Renata" aku mengulurkan tangan
" Kim" jawab pria asing itu sambil menjabat tanganku.
Bergantian Hudi yang bersalaman,,
Si bayi kembali menangis.
" Kenapa de..?'" langsung terdiam dan bergerak seolah ingin ikut denganku.
Aku melirik Hudi, " mau digendong tuh"
Hudi menimpali.
Aku ulurkan tangan, dan si bayi dengan girang menyambut ku.. dan diam dalam gendongan ku.
" Sama siapa angel? Sama Tante ,nak?"
Kim menyapa bayinya yang rupanya bernama angel.
" Maaf angel dua hari ini demam, sepertinya kangen mamanya. Mamanya sedang ada urusan ke Hongkong," jelas Kim.
"Ke Hongkong imam Bonjol kali om" dengus Hudi, aku segera menyikut Hudi.
Akhirnya angel lelap tidur dipangkuan ku, suster mengambil angel dari pangkuanku.
"Kim, kami kesini ada urusan dengan Ratih ." Lalu kutunjuk foto dan video juga Instagram story Ratih , Kim melihat dengan pandangan biasa saja seolah tak aneh dengan kelakuan istrinya.
" Tolong kasih tau Ratih, tolong hentikan atau kami akan menempuh jalur hukum."
Kim mengangguk - angguk. Lalu berdiri.
" Baik nona Renata, terimakasih atas informasi dan kunjungan nya juga terimakasih sudah bisa menidurkan angel putri saya." Ujar Kim sambil menjabat tangan Renata.
" Ini kartu nama saya" Kim menyerahkan sehelai kartu nama,begitupun Renata. Mereka saling bertukar kartu nama.
Kim mengantar sampai gerbang rumah dan menatap mobil Renata meninggalkan jalan rumahnya.
" Ren, lihat!" Hudi menunjukan Instagram story Rangga.
" Hartamu tak menggiurkan ku" dengan foto mobil Fortuner hitam di depan villa.
" Silahkan ambil, nona kaya!"
"Baguslah,dia sudah mengembalikan semuanya,," ujar ku pada Hudi
" Hud, aku besok mau balik ke Australia, titip awasi resort di Lombok." Pintaku pada Hudi
" Kamu berapa lama disana?" Tanya Hudi.
" Mungkin dua atau tiga bulan aku akan coba ikut tender... Wish me luck ya...!" Kataku sambil mencolek Hudi yang cengengesan entah kenapa
***
Tiga bulan berlalu , tidak mudah bagi Renata menata hidupnya kembali.
Kegagalan pernikahannya sangat membuatnya terpukul, untung ada Hudi yang sigap menyelesaikan pembatalan wedding organizer, catering, undangan yang sudah terlanjur cetak. Banyak hal yang melelahkan dihandle oleh Hudi.
Renata sendiri pergi menjauh dari bisingnya hiruk pikuk pulau Dewata, Renata memilih bermain dengan air di labuan bajo. Hampir tiap hari Renata bermandikan matahari menyapa ikan di lautan dan bercengkrama dengan ombak.
Setelah tiga bulan menyibukkan diri dengan mengembangkan usaha design interior yang selama ini digeluti nya Renata berhasil memenangkan tender di Australia tentu saja disambut bahagia oleh keluarganya.
Sekalian menyiapkan materi dan lainnya Hari itu Renata memutuskan untuk pulang ke Lombok, sekalian mengontrol hotel milik papahnya di Senggigi. Papahnya Renata tuan Adiguna Winata adalah pengusaha hotel terkenal di Bali Lombok dan labuan bajo. Adijaya group adalah perusahaan besar milik keluarga Renata.
Dengan hanya menggunakan short jeans dan kaos oblong polos warna hitam dengan topi lebar, Renata memasuki hotel miliknya disambut beberapa staff hotel.
" Nona Renata" Renata menoleh pada pemilik suara.
" Kim " apakabar ," sapa Renata
" Baik, " jawab Kim.
Kim yang sedang menggendong angel berjalan mendekati Renata, angel seperti sudah kenal saja dengan Renata.
"Ma ma..ma..ma" panggilnya.
Renata menggendong angel dan menciumnya gemas.
" Liburan disini?" Tanya nya pada Kim" iya baru datang, kebetulan keluarga saya datang dari Korea, supaya angel juga dekat dengan keluarga saya terutama mama saya,rencana nya angel akan ikut keluarga saya pulang ke Korea." Ujar Kim.
" Nona liburan sendiri saja?" Tanya Kim
Renata menggelengkan kepalanya, " ga Kim aku menemui keluarga disini." Jawab Renata.
Tidak berapa lama ada mobil Alphard putih berhenti depan lobby, lalu Kim gegas menghampiri mobil yang baru datang, rupanya keluarga Kim yang datang.
Aku memang mendengar kalau Ratih sudah bercerai dengan Kim, karena kebetulan pengacara Ratih ,Reza adalah sepupu Renata.
Setelah keluarga Kim duduk di lobby sambil menikmati welcome drink, Kim kembali menghampiri Renata yang masih menggendong angel.
" Lho bukannya, Angel hak walinya jatuh ke Ratih, Kim?" Tanya Renata.
" Memang, tapi dia tidak mau datang mengambil, dia datang hanya membuat rusuh dirumah.yang dia bicarakan hanya harta bagian dia, tidak sedikitpun dia bertanya apa angel sehat atau sakit." Kim nampak sedih menceritakan bagaimana sikap Ratih.
" Dan sepertinya angel pun tidak kenal lagi sama mamanya, dari angel usia seminggu sudah ditinggal mamanya.
' What's, seminggu sudah ditinggal?' tanyaku kaget.
" Iya, katanya ada pameran lah, ada urusan lah,,, angel ga dapat susu Dari ibunya, Ratih tidak mau menyusui.." papar Kim sedikit gusar saat menceritakan kelakuan ga ada ahlak istrinya.
" Ayo angel, ikut papa!" Tante nya masih ada kerja. " Kim mencoba mengambil angel dari gendongan Renata.
Tapi angel menangis menolak ajakan Kim.
" Ga apa-apa Kim, biar angel sama aku dulu disini, kamu urus keluarga nya saja dulu, kalian di cottage atau room?" Tanyaku.
" Kita ambil cottage , pinggir pantai. Mama senang melihat ombak." Jawab Kim sambil menunjuk wanita cantik sepertinya itu ibunya, wanita Korea berambut pendek yang masih kelihatan cantik.