Bab 1

Bab.1.

Tuan Lineyka Mudryy dan nyonya

Umnaya Koroleva adalah sepasang suami istri yang sangat berbahagia karena dikaruniai dua anak perempuan yang cantik , cerdas dan baik.

Anak perempuan pertama bernama Printsessa Mudryy dan anak perempuan kedua bernama Angel Mudryy.

Memang mereka bukan keluarga milyuner tapi

Printsessa Mudryy dan Angel Mudryy dibesarkan dari keluarga berpendidikan dan penuh kasih sayang. Angel Mudryy bersahabat dengan Krazivaya. Semua orang mengakui Printsessa Mudryy , Angel Mudryy dan Krazivaya adalah tiga gadis cantik. Namun saat Angel Mudryy berusia empat belas tahun , Tuan Lineyka Mudryy ayahnya meninggal dunia. Satu persatu para pelayat meninggalkan makam. Seorang ibu berdiri bersama dua putrinya.

"Angel Mudryy , aku turut berduka cita atas meninggalnya ayahmu ."

Ucap gadis kecil sambil menyodorkan saputangan.

"Terima kasih, Krasivaya."

Sahutnya sambil mengambil saputangan dan melap air matanya di pipi.

"Nyonya Umnaya Koroleva dan kakak Printsessa Mudryy , aku turut belasungkawa atas meninggalnya Tuan Lineyka Mudryy."

"Terima kasih , Krasivaya."

Ucap nyonya Umnaya Koroleva dan Printsessa Mudryy secara bersamaan.

"Sudah mulai gerimis , ayo kita pulang .!"

Ajak nyonya Umnaya Koroleva pada tiga gadis kecil yang berdiri di sampingnya.

"Aku naik sepeda , mengikuti mobil dari belakang saja . nyonya Umnaya Koroleva."

Krasivaya mengambil sepedanya. Angel Mudryy menarik mantel nyonya Umnaya Koroleva.

"Ibu , bolehkah aku naik sepeda dengan Krasivaya .?"

Nyonya Umnaya Koroleva menunduk melihat wajah Angel Mudryy putri bungsunya.

"Ya tapi berhati-hatilah , Angel Mudryy putriku .!"

Ucap nyonya Umnaya Koroleva sembari tersenyum , meski raut wajahnya sedih . Angel Mudryy mengangguk lalu berbalik berjalan menghampiri krasivaya sahabatnya.

"Krasivaya , aku naik sepeda denganmu .!"

" Ya boleh , aku memboncengmu . Duduk perempuan saja , jangan duduk laki biar ujung rokmu tidak masuk ke roda sepeda , Angel Mudryy.!"

Angel Mudryy duduk di boncengan sepeda dan krasivaya mengayuh sepedanya. Sesekali nyonya Umnaya Koroleva menoleh ke belakang melihat dua gadis kecil yang bersepeda. Hanya hitungan lima belas menit , mereka sudah sampai di depan rumah. Nyonya Umnaya Koroleva dan Printsessa Mudryy keluar dari mobil paman Andreas Mudryy.

"Terima kasih , sudah mengantar kami pulang , paman Andreas Mudryy."

"Sama-sama , Printsessa Mudryy. "

Ucap paman Andreas Mudryy sambil tersenyum ramah lalu meluncurkan mobilnya. Dua gadis kecil itu turun dari sepeda , lalu Krazivaya menuntun sepedanya dan menyandarkan di dekat pintu.

"Nenekku minta maaf , belum bisa datang tapi dia menitipkan ini , "

Ujar Krasivaya sambil mengambil bungkusan dari keranjang sepedanya lalu diberikan pada nyonya Umnaya Koroleva. Mereka masuk rumah.

"Krasivaya , nenekmu membawakan makanan banyak sekali .!."

Nyonya Umnaya Koroleva mengeluarkan banyak makanan dari dalam bungkusan. Tiga gadis kecil itu berdiri di dekat meja makan , melihat makanan

"Ada blini , Pelmeni , Beef Stroganoff, Shashlik , Solyanka, Morozhenoe. Nenekmu masak banyak sekali , Krazivaya.?"

Tanya Angel Mudryy sambil menoleh pada Krazivaya.

"Iya , nenek terima banyak pesanan makanan dan menyuruh kelebihan masakannya diberikan ke ibumu , angel Mudryy ."

Neneknya Krazivaya sudah akrab sekali dengan nyonya Umnaya Koroleva , mereka bagaikan keluarga dan rumahnya pun berdekatan.

"Nyonya Umnaya Koroleva , aku harus pulang karena nenekku sakit dan sendirian di rumah .!"

Krazivaya berpamitan , memeluk nyonya Umnaya Koroleva.

"Krazivaya, tolong sampaikan terima kasih pada nenekmu dan besok aku mengunjunginya.!"

"Pasti kusampaikan , nyonya."

Krazivaya tersenyum, membuka pintu dan melambaikan tangan pada Printsessa Mudryy dan Angel Mudryy yang tersenyum .

♥️

KEESOKAN HARINYA,

Nyonya Umnaya Koroleva mengunjungi neneknya Krazivaya yang sedang sakit.

"Maaf , kemarin aku tidak menghadiri pemakaman suamimu , Umnaya Koroleva. Maklumlah sudah nenek-nenek jadi gampang sakit ."

"Tidak apa-apa, neneknya Krazivaya. Memang kemarin juga cuaca juga kurang baik. "

Tanya nyonya Umnaya Koroleva yang duduk di dekat jendela. Krazivaya meletakkan secangkir teh hangat di atas meja tamu.

"Silahkan minum , nyonya Umnaya Korolove.!"

"Kenapa masih memanggil nyonya , tidak memanggil bibi padaku ?. Apakah aku ini orang asing bagimu Krazivaya .?"

Nyonya Umnaya Korolove tertawa kecil sambil menarik Krazivaya dalam pelukannya.

"Iya.. iya.. bibi Umnaya Korolove."

"Nah ini baru namanya Krazivaya anak pintar."

Nyonya Umnaya Korolove memang penyayang anak kecil karena beliau seorang guru.

"Umnaya Korolove, setelah suamimu meninggal. Bagaimana dengan dua putrimu.?."

Tanya nenek Krazivaya dengan lemah lembut. Nyonya Umnaya Korolove tersenyum getir dan memejamkan kedua matanya , menahan air matanya menetes.

"Printsessa Mudryy dan Angel Mudryy tetap bersamaku. Dua putriku kubesarkan dengan sekuat tenagaku."

Ucap nyonya Umnaya dengan raut wajah tabah meski masih tampak jelas ada kesedihan yang tersembunyi di balik matanya.

"Kamu benar-benar ibu yang tangguh dan tegar. Aku yakin kedua putrimu pasti tumbuh menjadi wanita-wanita yang sukses , Umnaya Korolove ."

Puji neneknya Krazivaya dengan tatapan penuh kekaguman.

"Aku tetap bekerja menjadi guru. Lineyka Mudryy juga meninggalkan uang yang tidak banyak tapi bisa untuk biaya hidup kami sehari-hari."

matanya memandang ke kejauhan seolah memikirkan masa depan yang menantinya.

"Umnaya Korolove , aku bermaksud membuka kedai makanan Russia tapi membutuhkan seseorang yang mau membantuku berjualan karena Krazivaya juga masih sekolah jadi tidak bisa sepenuhnya membantuku. Bagaimana jika kamu membantuku walaupun kamu tetap bekerja sebagai guru

Nanti hasil bersih , kita bagi dua."

Neneknya Krazivaya berusaha keras membujuk nyonya Umnaya Korolove untuk membuka hatinya membantu berjualan makanan.

"Tentu saja , aku mau membantumu berjualan di kedai , neneknya Krazivaya."

Jawab nyonya Umnaya dengan antusias , menyadari dirinya sekarang ini sebagai janda dan betapa pentingnya mencari nafkah ini bagi kelangsungan hidupnya dan dua putri kesayangannya.

"Ini baru namanya wanita Russia sejati , berani bekerja keras dengan ulet untuk membesarkan anak-anaknya. ,"

Neneknya Krazivaya dengan mata bersinar penuh kekaguman menepuk bahu nyonya Umnaya Korolove,

"Neneknya Krazivaya , janganlah menyanjungku setinggi langit. Jika aku tidak bekerja , bagaimana dengan dua putri kesayanganku ,?"

Neneknya Krazivaya tertawa tapi nyonya Umnaya hanya tersenyum, merasa sedikit canggung dengan pujian itu. Tanpa mereka berdua sadari , Angel Mudryy berdiri di balik pintu. Mendengarkan semua percakapan ibunya dan neneknya Krazivaya , air matanya menetes dan hatinya berkata..

{"Ya Tuhan , baru kemarin ayah dikuburkan dan hari ini ibuku sudah mencari kerja tambahan untuk biaya hidup kami . Sungguh hebat ibuku."}

Banyak orang yang beranggapan manalah bisa Angel Mudryy dan kakaknya menjadi orang yang sukses karena ayah mereka sudah meninggal dan tak dak meninggalkan banyak warisan sedangkan ibu mereka hanyalah seorang guru dengan penghasilan pas-pasan malahan sekarang bekerja sampingan berjualan di kedai makanan Rusia milik neneknya Krazivaya yang sudah di anggap seperti neneknya sendiri

Bab 2

Bab.2

LIMA TAHUN KEMUDIAN.

"Aku gemuk gara-gara neneknya Krazivaya ini .!"

Nyonya Umnaya membantu neneknya Krazivaya meletakkan semua piring gelas di dalam rak kitchen set. Neneknya Krazivaya tertawa terbahak-bahak.

"Inilah enaknya kerja berjualan makanan. Dapat uang dan bisa selalu makan enak. Ayo sini , kita hitung uang.!. Umnaya Koroleva cepatlah kemari.!"

Nyonya Umnaya Koroleva membawa kopi hitam dua cangkir yang diletakkan di atas meja makan.

"Ayo kita minum kopi sambil menghitung uang agar tidak tegang , nenek Krazivaya .!"

Sahut nyonya Umnaya Koroleva dengan santai. Mereka berdua menghitung uang dan membagi dua sama rata.

"IBUUUU..... NENEKKK..."

Teriak Angel Mudryy sembari masuk ke dalam kedai.

"Cepatlah minum daripada kamu pingsan di sini , Angel Mudryy.!"

Ucap neneknya Krazivaya sembari membetulkan kacamatanya. Gadis cantik itu membuka kulkas dan mengambil es jus jeruk.

"Ada apa teriak-teriak , Angel Mudryy .?"

Tanya nyonya Umnaya Koroleva dengan suaranya yang lemah lembut.

"Ibuu...Ibuu...aku.."

"Makanlah dulu .!. Setelah itu , baru bicara pada kam berdua , Angel Mudryy .!"

Perintah neneknya Krazivaya sambil mengelus-elus kepala Angel Mudryy.

"Tadi aku mau bicara , disuruh minum dulu. Sekarang aku mau bicara disuruh makan dulu. Neneeekkk..."

Protes Angel Mudryy sambil mengerucutkan bibirnya dan kedua tangannya bersedekap di depan dadanya. Nyonya Umnaya Koroleva dan neneknya Krazivaya tertawa melihat mimik wajah gadis cantik .

"Umnaya Koroleva cepat ambilkan makan untuk putrimu .!"

Perintah neneknya Krazivaya sambil memeluk bahu Angel Mudryy. Nyonya Umnaya Koroleva terkekeh sambil bangkit berdiri mengambilkan makanan di dapur.

"Kalau baru datang itu harus makan minum dulu , Angel Mudryy .!. Kamu belum tahu kalau hari ini ibumu dan aku memasak banyak makanan lezat dan banyak yang beli.!"

"Oh benarkah , neneknya Krazivaya .?'"

Tanya Angel Mudryy sambil mengacungkan kedua ibu jarinya. Neneknya Krazivaya terkekeh sambil mengangguk.

"Neneknya Krazivaya , aku amat sangat menyayangimu karena nenek baik sekali.!. Mana Krazivaya .?"

Ucap Angel Mudryy sambil menoleh ke kanan kiri mencari Krazivaya.

"Krazivaya lagi mengantarkan pesanan makanan . Sebentar lagi juga pulang ."

Sahut nyonya Umnaya Koroleva sembari meletakkan semangkuk sup ayam dan segelas susu di atas meja. Angel Mudryy langsunge menyantap sup ayam dan meneguk segelas susu sampai ludes tak tersisa.

"Ibu.. nenek... Aku mau ke Paris.!"

Nyonya Umnaya Koroleva dan neneknya Krazivaya langsung terdiam menatap wajah cantik Angel Mudryy.

"Aku sudah memenangkan lomba kontes kecantikan dan menandatangani kontrak dengan agen model. Sekarang aku mau ke Paris."

Ujar Angel Mudryy dengan penuh semangat. Nyonya Umnaya Koroleva dan neneknya Krazivaya masih terdiam.

"Ibu belum pernah hidup jauh denganmu dan kakakmu. Sekarang kamu mau ke Paris , Angel Mudryy. "

Ujar nyonya Umnaya Koroleva dengan suara parau dan sesak di dada menahan tangis. Neneknya Krazivaya masih terdiam menyimak pembicaraan ibu dan anak yang duduk di hadapannya. Angel Mudryy berpindah duduk di dekat nyonya Umnaya Koroleva dan memeluk pundaknya..

"Bu , aku mau lebih fokus di dunia model dan aku rasa kesempatan ini tidak datang kedua kalinya di hidupku .!"

Ucap Angel Mudryy dengan lembut namun penuh penekanan. Nyonya Umnaya Koroleva menarik nafas dalam-dalam lalu menoleh pada putrinya.

"Kamu masih sembilan belas tahun dan haruskah kamu pergi jauh dari Russia ke Paris , Angel Mudryy anakku .?"

Lemah lembut suara nyonya Umnaya Koroleva meskipun hatinya bergemuruh penuh kekhawatiran.

"Harus , bu. Aku harus ke Paris. Peluang bagus terbuka untukku karena aku mau benar-benar fokus berkarir di bidang modelling."

Angel Mudryy masih terus membujuk nyonya Umnaya Koroleva agar mengijinkan dirinya pergi ke Paris.

"Angel Mudryy, di sini kamu sudah menjadi model , bintang iklan dan memenangkan banyak lomba kontes kecantikan . Apa tidak sebaiknya kamu menekuni karirmu di Russia saja , anakku .?"

Nyonya Umnaya Koroleva pun tidak mau mengalah , membujuk putrinya untuk tetap di Russia.

"Ibu , aku tetap harus ke paris untuk fokus menekuni dunia modelling karena kulihat peluang di sana untuk membantu keluarga kita ."

Jawab Angel Mudryy dengan nada sopan tapi penuh percaya diri. Sontak nyonya Umnaya Koroleva menoleh pada putrinya.

"Sudah ibu duga , pasti itu yang membuatmu bersikeras niat pergi ke Paris , Angel Mudryy anakku .!"

Tukas nyonya Umnaya Koroleva dengan nada suara pelan dan tatapan penuh kesedihan. Nyonya Umnaya Koroleva mengalihkan pandangannya ke neneknya Krazivaya yang sedari tadi menatapnya.

"Angel Mudryy, tolong tinggalkan ibumu berdua denganku. Sekaranglah , istirahatlah dulu .!"

Titah neneknya Krazivaya dengan lemah lembut sambil tersenyum ramah.

"Baiklah. Ibu , neneknya Krazivaya..aku pamit pulang dulu .!"

Angel Mudryy mencium pipi ibunya dan neneknya Krazivaya. Mereka berdua melihat gadis remaja cantik itu melangkah keluar kedai.

"Rasanya baru kemarin , kutimang Angel Mudryy. Sekarang dia sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Tak terasa , waktu cepat berjalan."

Mendengar perkataan nyonya Umnaya Koroleva , langsung nenek krasivaya tersenyum lembut keibuan .

"Aku tahu pasti kamu sangat tidak ingin melepaskan putrimu pergi jauh karena selama sembilan belas tahun kalian selalu bersama namun apa boleh buat , Umnaya Koroleva ?. Jika memang Angel Mudryy bersikeras tetap ingin fokus menekuni karirnya di dunia modelling, kita tidak bisa mengekangnya.?"

Dengan mata berkaca-kaca , nyonya Umnaya Koroleva menjawab..

"Aku memahami jika dia ingin fokus berkarir di bidang modelling karena memang bakatnya di situ tapi aku merasa berat jika ia melakukan karena mau menghidupi keluarga. Angel Mudryy masih muda sekali dan ini tak adil baginya. Aku sebagai single parent masih sanggup bekerja , neneknya Krazivaya.!"

Jawab nyonya Umnaya Koroleva dengan suara parau dan meneteskan air mata kesedihan. Neneknya Krazivaya menghembuskan nafasnya dan mengelus-elus punggung nyonya Umnaya Koroleva.

"Ya aku paham maksudmu , tapi semua ini Tuhan yang mengatur kehidupan. Aku yakin jika memang niatnya baik pasti Angel Mudryy menjadi seorang wanita sukses. Seberat-beratnya seorang ibu melepaskan putrinya pergi jauh tapi jika saatnya ia harus hidup mandiri maka ibu haruslah memberinya kesempatan. "

"Tapi neneknya Krazivaya.."

"Umnaya Koroleva, waktu dan keadaan yang memproses Angel Mudryy putri kesayanganmu tumbuh menjadi sosok tegar, mandiri dan bertanggung jawab. Percayalah padaku , putrimu mempunyai kepribadian yang baik seperti kepribadianmu."

Neneknya Krazivaya berusaha keras menenangkan nyonya Umnaya Koroleva yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri.

♥️

KEESOKAN HARINYA,

"KRAZIVAYA....."

Teriak Angel Mudryy saat melihat sahabatnya sedang mengayuh sepeda melintas di depan rumahnya.

"Hai Angel Mudryy, mau pergi kemana .?. Masih jam enam pagi tapi sudah rapi dan cantik .!"

Ujar Krasivaya yang turun dari sepedanya.

"Aku mau ke makam ayahku. Ayo kita bersepeda ke sana , Krazivaya .!"

"Apakah kamu sudah pamit pada ibumu ?."

Tanya Krazivaya sambil mengikat rambut panjang Angel Mudryy sahabatnya.

"Sudah , aku berpamitan sebelum ibu pergi ke kedai nenekmu. Ayo aku saja yang memboncengmu , Krazivaya.!"

Angel Mudryy langsung naik sepeda membonceng Krazivaya sahabatnya. Mereka berdua ke makam tuan Lineyka Mudryy.

Bab 3

Bab.3

Setelah mereka berdoa di dekat batu nisan lalu bersepeda kembali pulang. Sesampainya di rumah ,

"Jangan pulang dulu , Krazivaya.!. Aku mau bicara denganmu .!"

Ajak Angel Mudryy sembari menarik tangan Krazivaya sahabatnya masuk ke dalam rumah. Mereka berdua tiduran di atas sofa.

"Krazivaya , aku mau ke Paris."

"HAHH..APAA..?"

Krazivaya berteriak sambil bangun dari sofa. Ia menatap wajah sahabatnya dengan tatapan penuh selidik.

"Kamu serius.?"

"Ya , semalam aku sudah bicara dengan ibuku dan nenekmu , Krazivaya."

Angel Mudryy tersenyum, memiringkan kepalanya.

"Artinya kamu meninggalkan aku , nenekku , kakakmu dan ibumu di Russia . Tapi kamu cuma sebentar di sana kan ?. Terus kapan kembali kesini .?. Kita berdua sepedaan lagi , Angel Mudryy."

Ucap Krazivaya sambil memegang kedua lengan sahabatnya.

"Aku mau fokus menekuni karirku sebagai model di Paris karena ada beberapa agency yang menawarkan kerjasama padaku dan jika aku sudah sukses pasti kembali pulang ke Rusia , Krazivaya."

Penjelasan Angel Mudryy langsung membuat Krazivaya murung.

"Sebetulnya aku tidak mau kamu pergi jauh tapi sepertinya sudah menggebu-gebu keinginanmu tak bisa di cegah . Pergilah jika keputusanmu sudah bulat , Angel Mudryy."

Sahut Krazivaya dengan wajah dan suara lesu.

"Krazivaya , maksudku.."

"Kamu bukan ahli kecantikan melainkan harus menjadi subjek . Ya , aku mengerti tanpa kamu harus menjelaskan secara detail , Angel Mudryy."

Krasivaya memakai mantel , melangkah ke pintu ruang tamu .

"Aku tidak mengusirmu tapi kalau memang kamu mau pergi ke paris. Pergilah secepatnya karena peluang lebar menunggumu. Aku pulang dulu , Angel Mudryy. Semoga sukses di Paris!."

Ucap Krazivaya dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca. Angel Mudryy hanya diam mematung. Dia tidak bisa berkata-kata rasanya tenggorokannya tercekat dan semua kata terhenti terhebat di tenggorokan. Keduanya matanya mengembun melihat Krasivaya pulang dan mengayuh sepeda. Hatinya berkata..

{"Jika aku sekarang membuat ibu dan Krazivaya sahabatku bersedih , nanti pasti kubuat mereka bahagia."}

Memang semua orang mengakui Angel Mudryy seorang gadis yang sangat cantik namun ia sendiri merasa wajahnya biasa dan berkat didikan ibunya yang seorang guru maka tak heran jika kepribadian angel Mudryy tergolong baik sekali, sebenarnya ia hanya coba-coba di dunia mode dengan memutuskan masuk sekolah kecantikan ,namun keberuntungan berpihak padanya. Saat Angel Mudryy berada di sekolah kecantikan, dia diperhatikan seseorang dari agen model lokal yang terpesona dengan kecantikannya. Dia pun di desak untuk berpartisipasi dalam kontes kecantikan . Kontes ini merupakan sebuah kontes kecantikan paling bergengsi untuk para model pemula di Rusia. Tidak disangka, dia pun memenangi kontes kecantikan tersebut. Sekarang Angel Mudryy genap berusia sembilan belas tahun , ingin lebih fokus berkarir menekuni dunia modelling di Paris. Jika Angel Mudryy sibuk mempersiapkan diri dan mengurus paspor juga visa untuk ke Paris .

♥️

Tapi di tempat lain.. ada seorang pria muda royal mendatang rumah bordil.

"Antonius , malam ini aku mau dengan seorang pelacur yang paling mahal dan lihai permainan sex-nya di ranjang."

"Ada, tuan Moshennik. Tolong tunggu sebentar.!"

Sahut Antonius si mucikari itu dengan sopan. Ia menyuruh pelayan memanggil seorang pelacur yang sedang duduk di dalam. Antonius ini seorang mucikari yang merekrut banyak perempuan untuk dijadikan pelacur dan mereka di modali agar secantik artis dan berpenampilan mewah karena para pelanggan dari kalangan pria hidung tebal berkantong tebal.

"Sepertinya kamu memanggilku , Antonius .!"

Seorang pelacur dengan tampilan seronok dan wajah full make-up menghampiri Antonius .

"Mucche, apakah malam ini kamu bisa melayani tuan Moshennik .?"

Tanya Antonius pada Moshennik pelacur kelas kakap yang menjadi andalannya di antaranya semua para pelacur yang menjadi anak buahnya. Mucche menoleh ke arah Moshennik yang sedang menghisap rokok sambil menelpon.

"Ya , aku bisa melayaninya , Antonius .!"

Sahut Mucche dengan suara genit dibuat-buat. Antonius dan Mucche menunggu Moshennik selesai telepon.

"Tuan Moshennik , ini Mucche yang malam ini menemani anda. Bagaimana tuan .?"

Antonius menghisap rokoknya menanti jawaban dari Moshennik yang melihat penampilan Mucche dari atas ke bawah.

"Ya , Antonius. Berapa semalam .?"

"Murah tuan , hanya seribu dolar ."

Moshennik mengeluarkan dompetnya dari kantong jaketnya kemudian mengambil sepuluh lembar uang kertas dan d letakkan di atas meja.

"Kubayar sekarang, Antonius."

"Terima kasih , tuan Moshennik.",

Moeshennik berjalan keluar dari rumah bordil diikuti Mucche , mereka berdua masuk ke dalam mobil.

"Apakah kita mau makan malam dulu , tuan Moeshennik . ?"

Tanya Mucche dengan genit. Moeshennik yang fokus mengemudi mobil langsung menoleh pada pelacur yang duduk di sampingnya.

"Aku membayarmu tidak untuk mengajakmu kencan makan malam tapi untuk melayaniku di ranjang."

Mucche langsung menarik nafas. Dia diam sembari melemparkan pandangannya ke luar jendela mobil. Moeshennik masih terus melajukan mobilnya ke rumah.

"Kenapa kita tidak ke hotel tapi ke rumahmu ,?"

"Aku tidak suka pelacur yang banyak bicara. Tugasmu hanya memuaskanku di ranjang.!"

Desis Moeshennik sambil menatap wajah Mucche , dengan tatapan tidak suka. Mucche keluar dari mobil mengikuti Moeshennik yang masuk ke dalam rumah.

"Pelayan.."

Moeshennik melambaikan tangannya pada pelayan di dapur.

"Iya tuan , ada yang perlu saya bantu .?"

Tanya pelayan dengan sopan sambil menundukkan kepalanya.

"Tolong kamu beri makan perempuan yang kelaparan itu .!"

Jawab Moeshennik sembari tangannya menunjuk ke arah Mucche yang berdiri di belakangnya. Pelacur itu terkesiap , ia tidak menyangka Moeshennik bersikap sombong dan tak sopan.

"Baiklah tuan , saya siapkan makanan.!"

Jawab pelayan itu dengan sopan lalu melangkah ke dapur. Moeshennik melihat Mucche dan berkata dengan nada datar..

"Kamu selesai makan , langsung ke kamarku .!"

Mucche melihat moeshennik berjalan masuk ke dalam kamarnya kemudian ia melangkah ke dapur , melihat pelayan sedang mengambil memasak spaghetti.

"Tidak perlu memasak , aku tidak jadi makan."

Pelayan melihat Mucche dan mengangguk dengan sopan pada Mucche yang berbalik melangkah masuk ke dalam kamar Moeshennik pria yang membayarnya.

"Lebih baik aku melayanimu sekarang , tuan .!"

Moeshennik menoleh pada pelacur yang masuk ke dalam kamarnya.

"Sudah selesai makanmu .?"

Tanya Moeshennik dengan nada datar, Mucche mengangguk sambil mendekati pria sombong itu. Ia membuka bajunya satu persatu hingga tak selembar benang pun menutupi tubuhnya yang sexy dan sintal. Kedua tangannya terulur membuka baju dan celana Moeshennik kemudian berjongkok dan mengulum 'milik' Moeshennik yang mulai menegang.

"Hmmm... nikmatnya .!"

Desah Moeshennik sambil memejamkan kedua matanya. Tangan pria itu terulur menarik rambut pelacur..

"Aacchh.."

Mucche kesakitan , rambutnya ditarik dengan kasar oleh Moeshennik dan badannya di jelaskan di lantai kamar.

"Aku mau kamu memuaskanku di ranjang tapi mandilah dulu .l."

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED