"Kamu bisa cari perempuan lain yang lebih baik dari perempuan itu, Rafi !".
" Tapi kenapa, Pah ? tolong kasih aku satu alasan kenapa Papa ngga suka sama Celine. Karena sebelumnya Papa ngga pernah kayak gini ".
" Dia itu bukan perempuan baik baik , kamu harus tau itu ! ".
" Maksud Papa ? ".
Malam itu menjadi malam terakhir aku berbicara dengan Rafi, anak satu satunya yang ku punya dari pernikahan ku bersama mendiang istriku .
Ya, semua berawal ketika ia mengenalkan calon istrinya padaku . Aku tidak pernah menyangka bahwa wanita pilihan anak ku itu adalah seorang perempuan yang selama ini ku cari .
Namanya Celine. Aku mengenalnya ketika ia datang padaku untuk mencari pekerjaan . Aku menerimanya sebagai sekertaris pribadiku . Karena dia memiliki penampilan yang menarik dan pendidikan yang cukup tinggi . Hanya saja , beberapa tahun setelah kejadian itu dia menghilang entah kemana . Aku sempat mencarinya namun tak pernah ku temukan .Hingga akhirnya kami bertemu kembali ketika ia datang sebagai wanita pilihan anak ku, calon mantuku .
Tapi bagaimana bisa aku menerimanya sebagai mantu ku , dia pernah tidur denganku dan menghabiskan malam denganku .
Sore itu hujan turun dengan derasnya .Di salah satu sudut ruanganku ,Celine masih bergelut dengan pekerjaannya .Wajahnya terlihat begitu cantik dengan pakaiannya yang selalu modis.
Sampai larut malam, hujan masih belum berhenti. Suasana kantor pun sudah mulai sepi . Sebagian dari mereka memilih untuk tetap pulang di bawah guyuran hujan. Berbeda dengan kami ,menyelesaikan beberapa pekerjaan sambil menunggu hingga hujan berhenti .
"Sudah malam , kamu mau pulang sekarang ? ".
" Hmm saya tunggu sebentar lagi aja Pak , hujannya masih belum reda . Kalau Bapak mau duluan juga ngga apa apa , saya tunggu sampai hujannya reda . Soalnya kalau hujan deras kayak gini, jarang ada ojek online yang mau terima orderan ". jawab Celine .
" Tapi ini udah larut malam , mau nunggu sampai kapan ? mendingan kamu ikut pulang bareng saya aja gimana ? rumah kita searah kan ? ".
" Iya Pak searah, tapi ngga enak kalau saya ikut pulang sama bapak. Nanti.... ".
" Udah ngga apa apa ,saya tunggu kamu 10 menit lagi ya ".
" Baik, Pak". jawab Celine sambil menganggukkan kepalanya , raut wajahnya terlihat senang .
15 menit kemudian kami berdua sampai di lobby depan . Lalu kami berjalan bersamaan menuju parkiran , karena kebetulan saat itu hanya ada satu payung yang tersisa di lobby . Jadi kami memutuskan untuk berjalan bersama sama .
Celine sempat memegang tanganku ketika suara petir menggelegar dengan kerasnya .Dan di saat itulah perasaanku mulai tak karuan .Bagaimana tidak ? 3 tahun setelah kepergian istriku, aku tidak pernah merasakan sentuhan dari wanita lain . Selama ini aku selalu menutup diriku dan aku sendiri juga tidak mengerti kenapa aku bisa membuka hati ku untuk Celine . Lagi pula saat itu aku tidak berharap banyak pada Celine , mana mungkin Celine mau pada ku . Aku hanya seorang duda yang sudah cukup tua untuknya .
Kami berdua masuk ke dalam mobil pun dalam keadaan basah, satu payung besar ternyata tidak bisa melindungi kami dari guyuran hujan itu .
"Maaf ya Pak saya merepotkan ". ucap Celine ketika ia menerima sebuah handuk dari ku.
" Santai aja ". jawabku singkat.
" Hmmm memangnya ngga apa apa kalau saya ikut pulang bareng Bapak ? ".tanya Celine setelah beberapa saat .
" Yaa ngga apa apa , memangnya kenapa ? ".
" Ya kali aja ada yang marah Pak ".
" Memangnya siapa yang mau marah ? kamu kan tau kalau selama ini saya itu sendiri . Istri saya kan sudah meninggal . Sejak saat itu saya sendiri , jadi mau siapa yang marah ? ".
" Hmm saya kira Bapak sudah punya penggantinya Ibu, ehh maaf Pak saya jadi ngelantur nanyanya ".
"Ngga apa apa ko, santai aja ".
Sejenak setelah obrolan itu kami berdua sama sama diam . Kami hanya memperhatikan situasi jalanan malam itu, dan... paha mulus Celine yang saat itu terlihat sangat jelas terpampang di sebelahku.
" Rumah kamu masih jauh ? ".
" Lumayan Pak, kost an saya masih agak jauh. Sebenarnya sih dekat komplek rumah Bapak ".
" Oh ya ? jadi selama ini kamu tinggal di kamar kost ? ".
" Iya Pak , orang tua saya tinggal di Jawa. Jadi saya datang ke sini merantau, saya ngga punya tempat tinggal tetap di sini ".
" Ooh begitu..kenapa kamu ngga pernah cerita ? kita kan bisa pulang pergi kerja sama sama ".
" Ngga enak Pak kalau sering ikut Bapak ".
" Loh , di bikin enak aja apa susahnya ".
" Bapak ini bisa aja ". jawab Celine sambil tertawa kecil .
Obrolan kami sudah mulai mencair , sejak saat itu juga kami menjadi lebih akrab dari sebelumnya . Hampir setiap hari kami pulang pergi kerja bersama sama .Apalagi ketika suatu malam di perjalanan , Celine menanyakan hal yang membuatku begitu terkejut .
"Sudah 3 tahun Bapak di tinggal oleh Istri Bapak , memangnya Bapak tidak merasa kesepian ? ".
" Yaa namanya juga sendiri , pasti kesepian . Apalagi anak saya kan tinggal sama neneknya .Jadi saya di rumah memang benar benar sendiri . Paling ada Mbok yang temenin saya di rumah . Tapi dia kan seharian kerja di dapur, tetap aja saya merasa kesepian ".
" Hmmm maaf nih Pak, kalau Bapak lagi pengen.. gimana dong ? ".
Degup jantung ku terasa berdetak begitu kencangnya ketika Celine menanyakan hal itu . Saya benar benar kaget, selama ini saya mengenal Celine cukup baik . Tapi kenapa dia bisa menanyakan hal yang saya kira cukup nakal .
" Maksud kamu ? ". jawabku terbata .
" Ahh Bapak suka pura pura deh..itu loh Pak, kalau Bapak lagi pengen anu , gimana ? ".
" Anu apa ? ".
" Kalau Bapak lagi sange..gimana ? ". kali ini Celine berbisik tepat di telingaku . Membuat seluruh badanku merinding .Dan seketika burung perkutut ku berdiri tegak dan begitu kencang.
" Ka... kamu... ".
Celine tertawa kecil sambil menutup bibir dengan kedua tangannya . Wajahnya memerah , menertawakan ku yang terlihat bodoh di hadapannya .
*****
Bersambung..
lanjut Part 2
"Ko Bapak keliatannya kaget banget sih ? ". ucap Celine yang masih menertawakan ku .
" Ya abisnya , tumben banget pertanyaan kamu tuh aneh gitu ".
" Ngga apa apa kan Pak kalau aku pengen tau, penasaran aja gitu ".
" Jadi beneran nih kamu pengen tau ? ".
Celine menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya . Dari raut wajahnya memang terlihat jelas kalau dia memang benar benar ingin tahu .
" Memangnya kalau saya ceritakan , kamu bakalan ngerti ? kayak yang udah berpengalaman aja kamu ini ".
" Kalau pengalaman sih belum Pak , tapi kalau referensi kayaknya udah cukup banyak ". jawab Celine lagi lagi dengan tawa kecilnya .
" Lah, dari mana kamu dapat referensi yang begituan ? atau jangan jangan kamu pernah coba ya ? ".
" Ya ampun Pak, situs bokep kan sekarang bisa di akses dimana mana . Masa gitu aja aku ngga bisa cari sih Pak ".
Mungkin karena selama ini Celine merasa begitu dekat dengan ku , sampai dia berani membahas sesuatu yang sebenarnya begitu intim bagi kami. Tapi jujur saja , semua pertanyaan dan penyataan ngawur nya itu benar benar membangkitkan birahi ku yang setelah sekian lama tak pernah terpancing sampai sejauh ini .
"Hmmm ketauan nih sekarang . Jadi kamu tuh seneng ya nonton nonton yang begituan ? ".
"Ngga apa apa dong Pak, kan udah 21 plus ".
" Iya juga sih ngga apa apa , saya kaget aja dengernya.. kirain kamu ngga suka yang begituan ".
" Suka dong Pak , saya kan masih normal ".
"Kalau aja kamu cerita dari dulu kan kita bisa sharing . Jadi saya ngga akan terlalu kesepian ".
"Hmmm kalau sharing sama saya , nanti yang ada Bapak yang kepancing . Gimana? ".
" Ya ngga apa apa , asal kamu mau tanggung jawab aja ".
" Diih.. biasanya kan yang minta tanggung jawab itu perempuan . Loh kok ini malah lakinya yang minta tanggung jawab ? ".
" Minta tanggung jawabnya kan karena kepancing sama kamu . Kalau kamu bisa pancing saya , yaa kamu harus tanggung jawab buat tuntasin semuanya . Karena kalau ngga tuntas kan bisa bahaya ".
" Oh ya ? bahaya gimana ? ".
" Bisa penat loh seharian . Masa ngga tau ? kamu juga mungkin udah pernah ngerasain ".
" Ngerasain apaan Pak ? ".
" Ngerasain gimana rasanya kalau sange tak tersalurkan ".
" Haha kok Bapak jadi ikut ikutan nakal sih Pak ? ".
" Kan kamu yang pancing . Makanya sekarang saya mau minta kamu tanggung jawab . Gimana dong ? ".
" Saya ngga ikut ikutan ya Pak . Jadi saya ngga perlu tanggung jawab ".
" Nah kalau gini caranya berarti kamu curang ".
Percakapan kami malam itu tak berhenti sampai di sana . Sampai di rumah , semua perkataan yang keluar dari bibir Celine seolah menghantui pikiranku . Rasanya ingin sekali aku ingin segera bertemu dengannya kembali .
Hingga esok hari , ku putuskan untuk mengutarakan apa yang sedang ku rasakan .
Hari ini hari minggu , aku mencoba untuk menghubunginya dan memintanya untuk bertemu . Beruntung Celine tidak menolak ku . Ia menerima ajakanku hingga kami berdua sepakat untuk bertemu .
Jam 10.45 , aku sampai di depan kost an nya . Tidak lama setelah ku hubungi, ia masuk ke dalam mobilku dan kita berdua pergi ke suatu tempat .
Suatu tempat yang berada cukup jauh dari orang orang yang bisa mengenali kami
.Sebelum kami berdua sepakat untuk bertemu, Celine yang lebih dulu menghubungi ku. Dia meminta bantuan padaku ,kedua orang tuanya di kampung sedang terlilit hutang . Tidak sedikit , Celine meminta ku untuk memberikan pinjaman sebesar 100 juta .
Bukan hal yang sulit untuk ku memberikannya uang sebanyak itu . Tapi aku tidak ingin pemberian ku ini hanya berujung sia sia . Tentu aku ingin memintanya menukar dengan apa yang ku inginkan . Maka dari itu ,pertemuan kami kali ini bukan lain untuk memenuhi kesepakatan itu .
"Bagaimana ? kamu bersedia untuk.. ".
Celine mengangguk sambil tersenyum padaku . Sepertinya dia melakukan semua ini karena keinginannya sendiri .Dari raut wajahnya, aku sama sekali tidak melihat sedikitpun keterpaksaan . Bahkan selama perjalanan , beberapa kali ia mencoba untuk menggoda ku . Dia terlihat sangat liar , seperti seorang wanita yang haus akan kenikmatan .
Hal itu tentu membuatku sangat terangsang . Apalagi ketika ia mulai meraba daerah sensitif ku . Ia menyentuhnya dengan penuh kelembutan . Tentu saja aku begitu terangsang , birahi ku seketika memuncak.
" Jangan dulu dong Celine.. ini kan masih di jalan ". ucapku seraya mengubah posisi duduk ku .
" Kenapa Pak ? ".
" Ini.. jangan dulu sekarang dong . Tunggu sampai kita sampai di villa dulu . Ini kan masih di jalan . Saya harus konsentrasi nyetirnya ".
" Iya iya..tapi saya juga yakin . Sepertinya Bapak juga udah ngga tahan kan ? ".
" Iyaaa , tapi kan saya masih nyetir ".
Kali ini konsentrasi ku benar benar hilang . Bagaimana tidak ? kedua tangan Celine sudah berhasil membuka resleting celanaku . Kini, batang penis ku yang menonjol sudah terpampang dengan jelas .
" Ngaceng banget sih Pak ".
"Gimana ngga ngaceng , dari tadi kamu elus terus ". ucapku yang sudah mulai terbata bata .
" Tapi enak kan Pak ? ".
" Baru kamu elus aja tuh udah enak banget loh Celine, apalagi kalau kamu... "
"Apa Pak ? kayaknya kalau saya sepong makin enak ya Pak ".
" Kamu tuh ya bikin saya makin ngaceng aja nih ".
" Ya udah cepetan dong Pak nyetirnya . Katanya udah ngga sabar ".
" Iya iya.. tunggu dulu dong . Ini juga udah coba lebih cepat . Udah dulu dong elus elusnya , biar saya bisa lebih konsen nyetirnya ".
" Iya iya , lagian nantangin banget nih Pak kontolnya ".
Semakin nakal apa yang di ucapkan oleh Celine , semakin membuatku terangsang .Apalagi ketika jari tangannya lebih lincah memainkan batang penisku . Rasanya enak sekali , sudah sangat lama aku tidak merasakan kenikmatan seperti ini . Dan ini yang selama ini ku tunggu tunggu .
Akhirnya , sampai juga di villa . Aku segera turun dari mobilku , ku ajak Celine masuk ke dalam untuk segera meluapkan nafsuku .
"Ayo cepat Celine , saya sudah tak tahan... ".
Sambil turun dari mobil, Celine tersenyum manja padaku . Ia berjalan meliuk seraya terus menggodaku . Aahhh aku sudah benar benar tak tahan lagi .
*****
Bersambung..
Lanjut Part 3
Sesampainya di kamar, langsung saja Celine menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur . Dan aku yang masih merasa heran dengan semua tingkah lakunya hanya bisa memandanginya dengan pikiran pikiran nakal ku .
Apalagi ketika Celine mulai membuka jaket yang sejak tadi ia pakai , terpampang jelas dua buah dadanya yang besar , padat dan berisi . Rasanya ingin sekali aku segera meraba dan meremasnya . Tapi aku harus tetap terlihat elegan di hadapannya . Ku biarkan ia bermain di atas tempat tidur itu . Padahal sejujurnya, batang penisku sudah tak tahan lagi untuk segera menerobos lubang kenikmatan miliknya itu .
"Tunggu saja Celine , sebentar lagi aku akan segera meraih semuanya . Akan ku jelajahi semua bagian tubuhmu , dari ujung rambut hingga ujung kakimu . Saat ini kamu akan menjadi milikku sepenuhnya . Uang sebanyak 100 juta rupiah pun tidak akan ada artinya dibanding kenikmatan yang akan ku dapatkan dari mu . Tunggu saja , mungkin sekarang kamu bisa melakukan banyak hal untuk menantang ku, tapi sebentar lagi kamu akan mendesah dan mengerang merasakan semua kenikmatan yang akan ku berikan padamu ". ucap dalam hati ku .
" Tunggu apa lagi Pak ? sini.. bukannya tadi Bapak bilang sudah ngga sabar ? ko sekarang malah diem aja sih ? ayo dong Pak, sini.. ". sahut Celine seraya meremas kedua buah dadanya dengan raut wajah yang sangat menggoda .
" Rupanya kamu ini benar benar nantangin saya ? ".
"Lalu apa yang Bapak tunggu ? bukankah kita datang ke sini untuk bersenang senang ? ayo sini dong Pak..Bapak ngga mau mainin toket aku ? atau Bapak mau aku buka dulu semuanya ? ".
Jujur saja aku masih merasa heran . Apa yang sebenarnya terjadi pada Celine ? kenapa dia berubah menjadi liar seperti ini ? Celine terlihat begitu terlatih ,dia terlihat seperti perempuan panggilan yang sudah terbiasa melakukan hal hal seperti ini . Padahal sebelumnya aku sangat tidak menyukai perempuan seperti itu . Tapi untuk kali ini, bagaimana bisa aku menolak godaan Celine . Batang penisku saja sudah berdiri sejak tadi . Bahkan sejak kami masih berada di perjalanan menuju villa ini.
Sekarang mungkin sudah tiba saatnya . Ku hampiri Celine yang sudah dalam keadaan setengah telanjang itu. Meski masih ada perasaan ragu, aku mulai mencium bibirnya. Tapi dia menolaknya, dia mengarahkan ku pada buah dadanya . Entah kenapa , tapi biarlah aku sama sekali tidak ingin mempedulikannya . Yang penting untuk saat ini adalah aku ingin bersenang senang dengan tubuhnya yang seksi ini.
Sesuai dengan keinginannya , mulai ku raba seluruh permukaan buah dadanya . Kulitnya terasa sangat lembut namun padat dan berisi. Tubuhnya menggeliat ketika aku mulai menjilat puting susunya . Sesekali ku berikan gigitan kecil hingga ku dengar ia sedikit mendesah . Lalu ia mulai membuka kedua kakinya . Meski masih terhalang oleh celana dalam yang ia kenakan, tapi rasa hangatnya sudah mulai bisa ku rasakan . Bahkan aku sudah bisa merasakan memeknya yang tembem .
" Masa baru segitu aja udah mengerang sih , bukannya tadi itu kamu nantangin saya ? ". ucapku ketika aku mulai mendengar desahannya yang cukup keras.
" Sshhhhh aahhhhhh cepat Pak , saya sudah tidak tahan lagi ".
Mendengar hal itu , aku merasa semakin tertantang untuk melakukan hal hal yang bisa membuat Celine terus mengerang di setiap kenikmatan yang ku berikan . Sengaja ku tekan tubuhku , hingga batang kontolku menekan bagian memeknya yang tembem itu . Hhhhhhh rasanya sungguh nikmat sekali . Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika batang kontol ku bisa benar benar masuk ke dalamnya . Apalagi sejauh yang ku tahu , bahwa Celine adalah seorang perawan .
"Sshhhh aahhhh ". hanya suara itu yang bisa ku dengar .
Sambil terus menikmati semua sentuhan dari ku, jemari tangan Celine mulai menurunkan celana dalamnya . Lalu ia meremas buah zakarku , ia juga mulai mengelus ujung kontolku . Aahhhhh enaaak sekali .
" Mainkan kontol ku sayaang ". ucapku seraya mengarahkan tangannya tepat pada bagian yang ku inginkan . Saat ini dia sudah mulai lihai memainkan batang kontolku .
" Kekar sekali Pak kontolnya , ukurannya juga sangat besar. Uuhhhhhh ssshhhh ahhhh ".ucapnya.
" Terus mainin sayang , kamu suka kan ?".
Namun kali ini giliranku , ku arahkan jemari tanganku pada memeknya yang menggunung itu . Tanpa jembut rasanya membuatku lebih leluasa untuk memainkannya . Tanpa menunggu waktu lama pun aku sudah mulai meraih belahannya . Cukup ku tekan jariku perlahan , aku sudah mencapai letak klitorisnya . Kumainkan perlahan dengan memutar ujung jariku di sana . Lagi lagi tubuhnya menggeliat, ku lihat dia juga menggigit bibir bawahnya . Matanya terpejam seolah menahan rasa nikmat yang saat ini tengah menyelimutinya.
Beberapa saat ku mainkan, memeknya sudah terasa basah , begitu licin dan tentunya membuatku semakin terangsang .
Namun, ketika aku mulai menjamah bagian lubangnya.. rasanya Celine bukan lagi seorang perawan , meski tak se sempit yang ku harapkan sebelumnya , hal itu tak membuat nafsuku berkurang sedikitpun . Birahi ku semakin meronta meski memang benar Celine bukanlah seorang perawan .
Bosan dengan kedua buah dadanya, ku turunkan tubuhku dan ku ciumi bagian selangkangannya yang begitu harum. Bau yang khas yang baru saja ku temui , penasaran dengan rasanya langsung saja ku julurkan lidah ku di antara belahan itu. Ssrllllppp...perlahan demi perlahan , ku jilati setiap bagian dari belahannya itu . Sesekali ku hisap klitorisnya hingga Celine mengerang dengan sangat kerasnya .
"Ahhhhh Pak, jangaaaan.. aaahhhhh ssshhhh aaahhhh pleaaaseee jangan seperti itu ahhhhh sssshhhh geeelliii aahhhh enaaaak Paaak ". teriak Celine sambil menjambak rambutku .
Mendengar hal itu ,tentu aku tidak akan menghentikannya . Ku jilati seluruh bagian itu dengan lebih liar lagi, hingga Celine terus menggeliat dan mengerang lebih keras lagi .
" Sudah Pak... aahhhhhhshhh aku sudah tidak tahan lagi.. ayo cepat masukkan Paakk.. ayo cepat sayaang aaahhhh ". ucapnya yang kini benar benar membuatku ingin segera memasukinya .
Baiklah kalau begitu , akan segera ku selesaikan semuanya . Ku angkat tubuhku lalu ku arahkan batang penisku pada lubang kenikmatan itu. Ku tekan perlahan hingga seluruh bagian kontolku masuk ke dalamnya .
Rasanya begitu hangat dan juga sempit , benar benar nikmat sekali . Namun anehnya , Celine sama sekali tidak merasa kesakitan . Ia justru terlihat sangat menikmatinya. Bahkan ketika aku mulai memompanya ,pinggulnya ikut bergoyang seirama dengan gerakanku . Sungguh rasanya benar benar nikmat sekali .
Sambil terus memompanya , ku remas kedua buah dadanya , ku percepat gerakanku dan aaaahhhhhhhh batang kontolku berkedut nikmat sekali . Beberapa kali cairan sperma menyembur di dalam lubang kenikmatan itu .
"Enak sekali Pak.. ". ucap Celine dengan nafas yang berat.
Aku hanya bisa tersenyum melihatnya . Tak pernah ku sangka bahwa aku bisa menikmati tubuh yang selama ini hanya bisa ku pandangi secara diam diam.
" Ada satu hal yang ingin saya tanyakan , Celine".
"Katakan saja ". jawabnya.
" Apa kamu mau melakukannya setiap kali saya menginginkannya ? saya akan memberikan berapapun yang kamu mau ".
*****
Bersambung..
Lanjut Part akhir..