Bab 1

Namaku Yumira. Jujur saja, jika aku ini bukanlah gadis baik yang mungkin dipikirkan orang-orang. Kehidupanku begitu rumit sampai tak ada jalan untuk merasakan kebahagiaan. Setiap malam aku selalu keluar untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman. Minum, bermain, dan tidur dengan para pria yang aku sebut sebagai pacar. Semua itu semata mata aku lakukan hanya untuk menghilangkan rasa penat yang selalu aku rasakan ketika di rumah.

Ayah dan ibu selalu bertengkar setiap waktu. Entah apa yang mereka masalahkan, sampai perceraian pun tidak bisa terhindarkan. Sekarang, aku sudah menginjak 25 tahun. Mungkin ini cukup menjadi satu alasan untuk aku mencari jalan hidup sendiri, tanpa membebani mereka.

Kehidupan menjadi seorang anak yang broken Setelah perceraian ayah dan juga ibu, aku belum bisa menemukan kebahagiaan yang aku harapkan. Sekian lama aku tinggal sendirian, hanya sebuah kesenangan dunia saja yang aku dapatkan, dan sisanya adalah penderitaan yang setiap saat menghantuiku.

Namun suatu hari, seorang teman lama mengajakku pergi ke luar kota. Dia juga menawarkan sebuah pekerjaan dengan gaji yang begitu besar. Sungguh, aku langsung tertarik tanpa memikirkan bagaimana resikonya. Lagi pula sekarang ini aku butuh uang banyak, memulai sesuatu dari nol itu bukanlah hal gampang. Hidup tanpa ada siapapun yang memberiku banyak uang sangatlah sulit. Jadi tidak ada jalan lain kecuali mencoba pekerjaan ini, walaupun  masih belum jelas bagaimana asal usulnya itu.

Keesokan harinya aku tiba di tempat tujuan. Mina, temanku mengenalkan aku pada bosnya. Dia cukup tampan, tapi matanya itu membuatku bergidik ngeri. Laki-laki mesum! Aku tahu itu.

Seketika aku mulai mengerti sedikit, pekerjaan apa yang mungkin akan Mina berikan padaku. Apakah dia berfikir jika aku ini benar-benar seorang gadis murahan? Sangat kejam.

"Perkenalkan, namaku Johnny," ucapnya sembari menatap tajam mataku.

"Ah iya, aku Yumira."

Mata itu terlihat sangat mesum, sudah sering aku melihat lelaki seperti ini. Mina hanya cengengesan seolah aku tidak mengerti apa pun. Padahal sekarang aku paham, pekerjaan apa yang dia berikan. Dia ini rupanya ingin main-main denganku.

"Yumira, ikutlah bersama Bos Johnny. Dia akan menjelaskan semuanya," ucap wanita licik itu.

"Lalu kau?" tanyaku.

"Aku akan mengambil barang-barang dulu, sana kau duluan saja! Nanti aku menyusul," ucap Mina padaku.

Aku hanya mengagguk, jahat sekali si Mina itu! Memberikan aku pada lelaki yang sudah jelas pasti akan menghajarku dengan pedangnya. Lelaki bernama Johnny ini membawaku ke sebuah ruangan yang cukup luas, disana aku melihat beberapa alat yang begitu asing. Entah apa itu, bentuknya mirip alat kelamin lelaki tapi mungkin lebih besar dan panjang.

"Duduklah," ucap lelaki itu padaku.

"Sebenarnya kita mau apa di sini?" tanyaku padanya.

Johnny duduk di hadapanku, dia menatap tajam ke arah rok mini yang aku pakai. Ini mengerikan. Sesuatu buruk pasti akan terjadi sekarang, tapi apa yang bisa aku lakukan sekarang? Tidak ada hal lain kecuali diam.

"Jujur saja, temanmu itu telah menawarkan dirimu padaku," ucap lelaki bernama Johnny itu padaku.

"Maksudmu? Mina menjualku? Sudah kuduga si jalang itu!" ucapku kesal.

"Hahaha hey Nona, rupanya kau tidak sepolos yang aku kira!" sahut lelaki itu dengan tawa jahatnya.

"Kau pun tau itu! Dia pasti memiliki dendam padaku! Huh menyebalkan!" bentak aku kesal.

"Aku tidak terlalu mengerti dengan urusan kalian, yang jelas sekarang kau adalah milikku. Jadi jangan pernah berani untuk pergi atau pun membuat masalah denganku Nona."

Aku tidak terlalu terkejut dengan sikap Mina, dia memang seperti itu. Memanfaatkan penderitaan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri. Sekarang? Bagaimana lagi? Jiwaku sudah jadi milik lelaki bernama Johnny ini. Apakah aku harus menerima pekerjaan kotor ini? Namun bagaimana jika ayah dan ibu tahu? Tapi apakah mereka akan perduli? Rasanya tidak mungkin.

"Berapa Mina menjualku padamu?" tanyaku pada lelaki mesum itu.

Dia menatap dengan smirk khasnya, "15 juta."

"Hah? 15 juta?"

Mataku membulat sempurna, benar-benar brengsek si Mina itu! Bisa-bisanya dia menjual ku dengan harga murah seperti itu. Jika aku berniat untuk menjual diri, maka aku bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi.

"Iya Nona, sekarang kau milikku!" tegasnya padaku.

"Baiklah, apa yang kau mau? Jujur saja aku merasa dirugikan! Karena tidak sepeser pun uang masuk ke dompet ini," ucapku dengan tatapan sinis.

"Haha tenanglah Yumira, aku hanya ingin kau bekerja bersamaku. Melayani jutaan lelaki yang membutuhkan kehangatanmu. Aku untung, kau pun juga. Bagaimana?" tanya lelaki itu.

Aku membulatkan mata, "Maksudmu? Aku bekerja sebagai pelacur?"

"Iya apa lagi?"

Aku berfikir sejenak, situasi macam apa ini? Bagaimana jika seseorang meledekku karena pekerjaan ini. Tapi siapa peduli? Aku butuh uang sekarang! Apa bedanya pekerjaan ini dengan kebiasaanku tidur bersama laki-laki brengsek itu?

"Bagaimana?" tanya Johhny padaku.

"Sebenarnya aku masih ragu," jawabku dengan pikrian kemana-mana.

"Kenapa? Kau hanya perlu tidur dan melayani para tamuku? Apa kau perlu bimbingan?" ucap lelaki mesum itu padaku.

Lelaki mesum! Rupanya dia ingin mengambil kesempatan juga untuk meniduriku! Tidak ada pilihan lain kecuali mencoba pekerjaan ini. Lupakan gengsimu Yumira! Balaskan saja dendammu pada Mina nanti ! Namun itu pun jika sempat.

Setelah cukup lama berfikir, aku pun menuruti perintah bos Johnny. Memulai hidup baru sebagai wanita penghibur, semua ini harus bisa aku terima karena demi melanjutkan hidup keras di kota.

Ayah... ibu...

Maafkan anakmu.

Dengan tekad yang cukup bulat, aku pun memutuskan untuk mengambil jalan yang bisa dikatakan salah ini. Hidup baru sebagai seorang pelacur, walau pun rasa gengsi ini masih begitu tinggi dan tebal, aku harus menahannya.

"Baiklah, namun ingat kau harus membayarku dengan harga yang begitu tinggi. Dan satu hal lagi, aku tidak mau melayani lelaki tua atau pun jelek! Aku ini seorang yang pemilih ingat itu!" ucapku pada lelaki mesum itu.

Johnny tertawa kencang, mungkin permintaanku sangat menggelikan, tapi memang benar jika aku tidak pernah ingin mendapatkan seorang yang buruk untuk aku layani. Wajahku ini sangat cantik, tubuhku begitu seksi dan pantas untuk dihargai dengan bayaran tinggi. So, apa ada yang salah?

"Iya iya, aku tidak akan menjualmu kepada lelaki yang mungkin kau tidak suka. Namun ingat, setelah kau bekerja denganku jangan pernah mencoba untuk kabur, atau pun membuat masalah. Sampai kapan pun kau adalah milikku, entah itu karena Mina menjualmu atau alasan apapun aku tidak peduli. Sekali milikku tetaplah milikku cantik, kau tenang saja karena aku akan memberikanmu begitu banyak fasilitas. Kau akan aku buat semakin cantik, hingga semua mata lelaki terpesona padamu Yumira," ucapnya padaku.

Aku tersenyum kaku mendengar serentetan ucapan bos mesum di hadapanku ini. Dan sedetik kemudian, laki-laki itu berdiri hanya untuk membisikkan kata-kata yang membuatku tercengang.

Bab 2

"Cantik."

Satu kata yang selalu bos Johnny katakan setiap kali aku melintas di hadapannya. Tidak heran karena selama beberapa hari aku di sini, bos Johnny memberiku sejumlah uang untuk mempercantik diri. Dia sangat baik, memberiku begitu banyak uang dan juga pasilitas yang cukup mewah. Semua pikiran negatif terhadapnya benar-benar lenyap.

Rambut yang bergelombang kini sudah tertata rapi, sejumlah noda di tubuhku sudah hilang sempurna karena perawatan instan. Kulitku semakin mulus dan cantik, siapa saja yang melihat pasti akan tertarik. Rasa percaya diri ini semakin tinggi saja, walau pun pada akhirnya aku hanya dijadikan sebagai wanita panggilan. Namun semua itu bukan masalah yang besar, asalkan bisa membuat kebosanan di dalam hidupku lenyap.

Selamat tinggal Yumira yang dulu. Sekarang aku sudah merasa jauh lebih baik, apalagi dengan penampilan baru yang diberikan bos Johnny. Terima kasih bos, aku akan membalas semuanya nanti. Tapi apa yang bisa aku balas? Iya mungkin sebuah hal yang tidak akan pernah bisa lelaki itu lupakan di dalam hidupnya.

"Argh... goyangkan lebih cepat Yumira! Iya, seperti itu sayang!"

Desahan bos Johnny begitu terngiang ditelingaku, sepertinya dia sangat menikmati permainan yang sangat mematikan ini. Bukan hanya dia saja, jujur aku juga sangat menyukai tusukan pedang tajam bos Johnny yang amat besar dan panjang itu.

Rasanya benda itu masuk sempurna di dalam, menancab ke lubang kenikmatan yang sudah tak suci ini. Jalang? Iya aku memang sudah menjadi seorang jalang sekarang. Jadi tidak ada gunanya untuk menghina atau pun meledek Yumira yang cantik karena pekerjaannya ini.

"Aku sudah tidak tahan Yumira! Arrghh..." rancau bos Johnny padaku.

"Ayo keluarkan bersama Bos! eumm, arhh..." jawabku dengan suara yang menggetarkan jiwa.

Aku berdiri dan langsung mengubah posisi, sekarang kaki ini terbentang lebar di hadapannya. Menunggu kejantanan bos Johnny masuk dan menggoyangkan kembali tubuhku dengan sangat sadis.

"Lakukan lagi aku mohon! Buat aku puas Bos!" rintihku manja.

"Sabarlah cantik," bisik Bos Johnny dengan smirk iblisnya.

Kami berciuman dengan penuh gairah, tangan ini tidak sabar untuk segera mengarahkan junior itu masuk kemari. Rasanya aku seperti orang yang sangat haus akan sentuhan seorang lelaki, iya semenjak bos Johnny memberiku minuman aneh itu setiap hari. Aku semakin tidak sabar saja untuk bersentuhan dengan lawan jenisku.

Sebuah benda keras masuk dengan jahatnya, sedikit sakit namun cukup untuk membuat semua rasa gelisah ini lenyap dalam seketika. Aku menatapnya dengan penuh harap, lelaki yang sejak awal begitu aku benci tatapannya kini mulai menjadi candu tersendiri.

Malu? Iya memang, namun aku anggap sebagai balasan untuk lelaki yang bisa mengubah hidupku.

"Ah! lebih dalam lagi Bos iyaa! mmhh..."

"Mmhh...*

Kami mendesah begitu kencangnya. Menikmati setiap permainan yang begitu menggairahkan dan penuh dengan nafsu ini. Mungkin sudah dua kali aku dibuat lemas oleh lelaki itu, tapi rasanya masih belum puas sama sekali. Yumira, kau memang jalang! Sangat jalang dan tidak bermoral.

Dia kembali menancabkan juniornya semakin dalam dan ganas, aku pun tidak bisa menahan untuk mendesah kencang. Klimaks pun tidak bisa tertahan, sesuatu mencoba keluar dari dalam sana.

"Bos! Aku mau keluar! Argh!"

Dia menggoyangkan pantatnya lebih cepat lagi, menghantam vagina sempitku. Tubuh kami saling menegang, jeritan dan desahan bersatu menjadi sebuah kenikmatan tak terbayangkan. Kedua lengan ini tanpa sadar mencakar kedua lengan kekar berotot yang sejak tadi menahan tubuhnya, aku benar-benar tidak tahan.

"Aaaa....!"

Cairan hangat keluar memenuhi paha dan perutku, banyak sekali  dan cukup menjijikkan. Tapi terimakasih bos, ini adalah seks paling menyenangkan yang pernah aku rasakan. Setelah begitu banyak lelaki yang aku kenal kemudian aku rasakan kehangatannya, bos Johhny tetaplah seorang pemenang yang mampu membuat tubuh ini lemas tak berdaya.

"Punyamu sempit sekali Yumira, aku sampai mengira kau itu masih perawan," bisik lelaki mesum itu di telingaku.

"Itu karena punya kau saja yang sangat besar Bos, selebihnya aku hanya seorang yang jauh dari kata sempurna."

Bagaikan seorang jalang, aku begitu haus akan sentuhan seorang lelaki, tidak ada malunya sama sekali aku berkata seperti itu.

"Hehe bukankah ini bagus? Mungkin para tamu lain akan suka dengan milikmu Yumira," ucapnya padaku.

"Apa aku akan mendapatkan uang lebih?" tanyaku dengan mata yang jelalatan penuh harapan.

"Tentu saja!" sahutnya penuh semangat.

"Ah aku tidak sabar! Apalagi merasakan sentuhan para tamu itu. Tapi tunggu! Bos harus memilih pria tampan untuk aku yang cantik ini," ucapku, seolah mirip dengan seorang jalang yang sangat kotor.

"Tentu saja, kau bisa memilih cantik," jawab dia sembari mengelus lembut wajahku.

"Wah hebat sekali Bos!"

Rasanya bodoh sekali, bagaimana aku begitu senang menjadi seorang pelacur? Tapi sudahlah, lagi pula mungkin ini pekerjaan yang cocok untuk gadis kotor sepertiku. Gadis yang penuh dengan begitu banyak dosa di dalam hidupnya, tidak ada hal lain yang lebih pantas dari pada ini.

Yumira tersenyumlah, mungkin disini keburukanmu akan sedikit berharga.

Aku hanya bisa membuat mental ini kuat akan ocehan dari orang lain, karena mungkin bukan hanya aku saja wanita yang dipilih oleh bos Johhny,kan? Karena selama tinggal beberapa hari di sini, aku juga melihat beberapa orang wanita namun belum sempat lelaki itu kenalkan padaku. Mungkin mereka juga salah satu yang sangat mirip dengan diriku, iya seorang pelacur.

Bos Johnny mengambil pakaiannya, dia terlihat sangat puas dengan apa yang sudah aku berikan padanya. Iya tentu saja karena setelah lama tidak bersentuhan dengan lelaki, dia adalah orang pertama yang membuatku mampu merasakan kenikmatan. Walau pun ada sedikit rasa khawatir di dalam hati ini, ketika nanti aku melayani para tamu hidung belang itu. Apakah mereka akan berprilaku baik padaku? Atau mungkin bersikap kasar? Ah kenapa aku harus memikirkan hal seperti itu? Bukankah uang akan mengobati segala keluh kesah yang aku rasakan? Tersenyumlah Yumira.

"Kau itu semakin manis saja Yumira, aku senang melihat perkembangan dirimu seperti ini. Jadi aku harap kau juga akan bersikap baik kepada para tamuku nantinya, aku juga jamin jika kau pasti akan sangat senang bekerja sama denganku. Kau akan mendapatkan begitu banyak uang, belum lagi dengan kemewahan dalam hidup. Intinya kau tidak akan rugi jika mempercayakan dirimu padaku," ucap lelaki itu dengan senyum manisnya.

Aku hanya tersenyum kecil, iya mungkin yang dikatakan oleh lelaki itu ada benarnya juga. Ketika orang lain sibuk memikirkan bagaimana mencari uang dengan cara yang mudah, aku sudah mendapatkannya terlebih dahulu. Sebuah rasa puas dalam hidup yang belum tentu dimiliki orang lain, walaupun mungkin berasal dari cara yang tidak baik.

"Aku sangat senang sekali diperlakukan seperti ini Bos, terima kasih. Kau benar-benar membuatku sadar betapa indahnya hidup di dunia ini."

Bab 3

Pukul 21.30

Aku terdiam sembari menatap wajah yang cantik ini di depan sebuah cermin besar, bibir berwarna pink dengan polesan yang begitu menggoda untuk siapapun yang melihatnya.

"Yumira kau itu begitu cantik, namun kenapa nasibmu begitu malang? Apakah ini suratan takdir? Atau mungkin hanya hidupku saja yang penuh dengan derita. Ayah dan ibu tidak pernah menemukan jalan untuk kebahagiaan mereka sampai bercerai, jadi hal itu pun terjadi padaku juga. Astaga Yumira, kau terlalu cantik untuk merasakan semua kesialan ini."

Ketika aku tengah bergumam dengan diriku sendiri, bos Johnny menghampiriku di kamar, dia mengatakan jika sekarang sudah saatnya untuk  aku pergi ke klub itu. Tempat para gadis miliknya berkumpul, melayani setiap tamu berkantung uang yang datang.

"Apa aku sudah cantik?" tanyaku dengan jantung yang berdetak kencang.

"Yumira, tanpa riasan di wajah pun kau sudah begitu cantik. Sudahlah ayo kita pergi," ucapnya padaku.

Aku mengangguk patuh, kemudian berjalan keluar kamar sebari menggandeng lengan bos Johnny yang kekar itu. Jujur rasanya sangat gugup sekali, terlebih karena ini adalah hari pertama aku bekerja. Iya bekerja sebagai seorang pelacur yang melayani begitu banyak lelaki hidung belang. Aku hanya berharap jika nasibku akan baik-baik saja malam ini.

"Hey kalian kemari !" ucap Bos Johnny pada semua gadis cantik yang sedang berkerumun di pojok club.

Kali ini aku merasa sedikit takut dengan sikap bos Johnny, karena dia terlihat sedikit berbeda. Tatapannya, cara dia berbicara, begitu menyeramkan. Apakah ini adalah sikap aslinya? Aku pikir begitu.

"Siapa dia Bos?" tanya seorang gadis.

"Dia Yumira, anggota baru disini," jawab lelaki itu.

Aku tersenyum ramah pada mereka lalu menundukkan kepalaku. Tapi tatapan mereka begitu menyebalkan, apalagi wanita berbaju merah itu. Matanya memancarkan aura kebencian padaku. Apakah aku terlalu cantik sampai membuatnya terganggu? Sungguh menyebalkan!

"Putri ! Jangan tatap Yumira seperti itu!" bentak Bos johnny kepada gadis bernama Putri itu.

"Maaf Bosz aku tidak bermaksud seperti itu," ucapnya.

Aku hanya tertawa di dalam hati, jadi namanya Putri? Akan aku ingat itu. Lihatlah siapa yang tercantik disini. Dengan sengaja aku memegang erat lengan bos Johnny, kemudian bertingkah manja di hadapan mereka. Aku sangat ingin tahu bagaimana reaksi semua gadis-gadis itu ketika bos Johnny lebih memilihku dari pada mereka.

"Bergabunglah dengan mereka Yumira, sebentar lagi para tamu pasti datang," ucapnya padaku.

"Baiklah Bos!" sahutku.

Bos Johnny pergi meninggalkan kami, aku pun duduk di meja kosong. Para gadis itu masih menatapku, apalagi si Putri yang so cantik itu. Ingin sekali aku menusuk matanya sampai tidak bisa melihat lagi, iya itu cukup pantas untuknya.

"Heh anak baru! Jangan so kecentilan ya!" bentak dia padaku.

"Kenapa? Bukankah pekerjaan kita itu menggoda lelaki? Mesti centil dong!" sahutku dengan nada yang sedikit menyebalkan.

"Aish, mau aku pukul kau!" bentak Putri sembari mengangkat tangannya padaku.

"Heh Putri sudah!"

Seorang wanita menariknya pergi, sekarang tinggalah aku sendiri di sini. Sepertinya mereka tidak ingin duduk bahkan mengobrol denganku. Sampai seorang gadis pendek menghampiriku. Entah siapa, dia terlihat sangat cantik sekali.

"Apa boleh aku bergabung?" tanya dia padaku.

"Silakan," jawabku.

Dia duduk di hadapanku, wajahnya begitu imut. Mungkin umurnya sekitar 20 tahun, sayang sekali karena dia harus terjebak di dalam tempat sekotor ini.

"Nama kakak Yumira, kan? perkenalkan namaku Vivi," ucapnya antusias.

Aku menjabat tangannya lalu tersenyum seperlunya, "Halo Vivi."

"Maaf ya kak soal Putri tadi, dia memang begitu. Mungkin dia iri dengan kecantikan kakak hehehe," godanya padaku.

"Sudahlah, aku tidak perduli kok. Kau masih muda? Kok bisa terjebak di sini?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.

"Iya Kak, umurku masih 19 tahun.  Waktu itu Ayah menjualku pada Bos Johnny," jawabnya dengan santai.

"Ayahmu?" tanyaku dengan mata yang membulat.

"Iya Kak, ayah tiriku," jelasnya.

"Begitu? Nasib kita hampir sama ternyata. Hanya saja saat itu yang menjualku pada Bos Johnny adalah Mina, temanku sendiri. Gila bukan?" ucapku kesal.

"Dunia sangat kejam ya kak," ucapnya.

Aku hanya tersenyum, rupanya gadis muda ini nasibnya lebih naas dari pada aku. Menyedihkan, seorang ayah menjual anaknya sendiri. Dunia macam apa ini? Apakah tidak ada kemanusiaan untuk wanita seperti kami?

"Vivi, kemarilah!" panggil Bos Johnny.

"Baik Bos, Kakak aku pergi duluan ya! Semoga kakak cantik beruntung malam ini," ucapnya sembari berlari menjauh.

Aku melihat seorang lelaki tua tengah meraba dada Vivi di sana. Pemandangan yang begitu memilukan, semoga saja nanti aku tidak mendapat lelaki seperti itu, sangat menyeramkan.

"Ekhemmm."

Suara seorang lelaki mengagetkanku, dia dengan santainya duduk dengan tangan memegang pahaku yang terbuka.

"Belum ada yang boking?" tanya dia padaku.

"Belum," jawabku dengan senyuman yang manis.

"Denganku mau?" tanya dia kembali.

Aku melihat detail wajah dan tubuh lelaki yang ada disampingku itu, lumayan. Badannya tinggi, kekar, tidak terlalu putih dan cukup tampan.

"Namaku Lucas, siapa namamu cantik?" tanya lelaki tampan itu.

"Halo Lucas, namaku Yumira," jawabku.

"Rasanya aku tidak pernah melihatmu disini, anak baru?" tanya Lucas.

"Iya hehe," jawabku.

Dia memegang erat tanganku lalu menciumnya sekilas, bos Johnny menatapku lalu mengisyaratkan sesuatu. Baiklah mungkin ini waktunya aku bekerja. Rasanya sedikit takut, apa dia akan melukaiku?

Lelaki bernama Lucas ini mengajakku ke kamar, jantungku berdegup kencang. Tapi aku mencoba tenang, dan menikmati setiap alurnya.

Benar saja tanpa basa-basi, dia langsung menyeretku ke ranjang. Melucuti semua pakaian yang ada di tubuh ini. Menjilatinya, kemudian mulai menindihku dengan kasar. Rasanya sesak! sialan!

"Cantik, ada apa? Apa kau merasa canggung?" tanya dia padaku.

Aku hanya mengangguk, dia pun tersenyum kecil lalu membuka celananya di hadapanku. Terlihat sebuah batang besar dan panjang keluar dari sana. Aku menelan ludahku kasar, itu adalah terong terbesar yang pernah aku lihat. OMG.

"Aku langsung saja bagaimana?" tanya Lucas dengan senyum iblisnya.

Aku tersentak, langsung? Tanpa pemanasan? Yang benar saja kadal buntung!

"Kemarilah cantik," ucapnya padaku.

Aku menatapnya dengan sedikit ketakutan, "Lucas apa kau serius? Kita belum melakukan pemanasan? Rasanya urat-uratku saja masih sangat tegang."

"Etsss... itu cara lama, jika sedang bermain denganku kau harus mau menurut okay? Kau tenang saja karena aku akan memberikanmu bonus yang sangat banyak," bisiknya.

"Tapi Lucas!"

Dia langsung memasukan juniornya ke dalam mulutku, aku ketakutan! Rasanya sesak bercampur mual. Dia benar-benar kasar, mementingkan dirinya sendiri.

"Shh ayolah sayang, mainkan punyaku!" perintahnya dengan sedikit membentak.

Dengan tangan gemetar, aku mulai menghisap lalu menjilati juniornya perlahan. Mencoba membuat tamuku ini senang dan puas! Bos Johnny tolong! Aku tidak sanggup! Rasanya ingin menangis saja. Lucas kenapa dia kasar sekali? Padahal ini adalah malam pertama aku bekerja, tapi malah mendapatkan perlakuan yang sangat luar biasa kasarnya.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED