Bab.1
Dokter Matt Belyaev seorang pria Russia beristrikan Ni Luh Cantika wanita cantik Bali . beliau berdua dikaruniai dua anak , anak pertama bernama Ni Luh krasivaya Belyaev yang berprofesi sebagai dokter spesialis kandungan dan anak kedua bernama Made Круто Belyaev yang masih kuliah di Kursk State Medical University. Mereka keluarga bahagia yang bermukim di Kursk, kota dan pusat administrasi oblast Kursk (wilayah), Rusia bagian barat . Kota ini terletak di sepanjang hulu Sungai Seym, sekitar dua ratus delapan puluh mil ( empat ratus lima puluh km) di selatan Moskow. Kursk merupakan salah satu kota tertua di Rusia.
"krasivaya , tolong panggilkan Made adikmu .! Waktunya kita sarapan.!"
Perintah Ni Luh Cantika dengan suara lembut pada putrinya yang baru saja keluar dari kamar.
"Iya , biyang ."
Sahut Ni Luh krasivaya dengan sopan pada ibunya yang dipanggil biyang dalam bahasa Bali.
"Gus Круто , ayo sarapan.!. Papa dan biyang sudah menunggu.!"
Panggil Ni Luh Krasivaya pada Made Круто Belyaev adik laki kesayangannya.
"Iya , kak Krasivaya."
Sahut pemuda tampan blasteran Russia Bali, yang bergegas menuju ke ruang makan.
"Rahajeng semeng , biyang.".
(Selamat pagi , ibu )
Ucapan Made Круто sembari mencium kedua pipi ibunya.
"Sudah berulangkali biyang beritahu pada kalian berdua , harus tepat waktu jika sarapan karena papa kalian mau disiplin waktu."
Tegur Ni Luh Cantika dengan nada rendah dan tatapan lembut pada kedua anaknya.
"Iya , biyang ."
("Iya , ibu.")
Sahut Ni Luh krasivaya Belyaev dan Made Круто Belyaev sembari mengangguk.
"Доброе утро , papa.!"
("Selamat pagi, papa".)
Ucap kedua anaknya pada Matt Belyaev ayah mereka yang langsung tersenyum dan membalas ..
"И вам доброе утро, дети мои."
("Selamat pagi juga , anak-anakku .")
Ni Luh krasivaya Belyaev dan Made Круто Belyaev dilahirkan dan dibesarkan di Russia namun mereka berdua tetap di ajari berkomunikasi dengan bahasa Rusia dan bahasa Indonesia bahkan mereka berdua fasih bahasa Bali.
"Papa , сегодня мне позвонили на работу в больницу в Москве."
("Papa, hari ini aku mendapat panggilan kerja di sebuah rumah sakit di Moscow .")
Berbinar-binar kedua mata Matt Belyaev , mendengar perkataan putri kesayangannya.
"Это действительно здорово, доктор Ni Luh krasivaya Belyaev моя любимая дочь."
("Sungguh hebat sekali , dokter Ni Luh krasivaya Belyaev putri kesayanganku.")
Ujar dokter Matt Belyaev sambil mengelus-elus kepala putrinya.
"Biyang bangga punya anak perempuan cantik , jadi dokter spesialis kandungan dan anak , sekarang dapat tawaran kerja di rumah sakit di Moscow ."
Ucap Ni Luh Cantika pada putrinya.
"Ni Luh Krasivaya Belyaev putriku sayang , biyang tetap haruskan kamu menjaga dirimu dan kehormatanmu baik-baik meskipun nanti kamu tinggal di Moscow."
"Iya biyang , itu sudah pasti ."
"Maafkan jika biyang ini selalu makin cerewet tapi inilah kewajiban biyang mengurus anak gadis. Kamu bukan gadis Rusia tapi kamu gadis Rusia Bali. Suatu kehormatan yang tiada ternilai harganya bagi gadis yang bisa menjaga harga dirinya juga kehormatannya di manapun berada , putriku."
Ucap Ni Luh Cantika dengan lembut selembut tatapannya yang berlumuran kasih sayang sebagai seorang ibu.
"Pastilah , biyang. Aku selalu ingat nasehat biyang . Tapi kalau aku pindah ke moscow, papa dan biyang harus ke tempatku. Eh jangan lupa ajaklah gus Круто adikku kesayanganku.!"
Ni Luh Krasivaya selalu memanggil Gus pada adiknya. Gus yang dalam bahasa Bali artinya adik laki.
"Ya pastilah , biyang ajak anak ganteng kesayangan biyang. Ayo cepat selesaikan sarapan karena waktunya beraktivitas."
Ucap Ni Luh Cantika , sembari menyodorkan roti bakar kemudian bangkit berdiri dari tempat duduknya mengambil tiga mantel dan berkata...
"Я приготовила три пальто, потому что сегодня утром идет снег, пожалуйста, отвезите нашу дочь в Москву."
("Sudah kusiapkan tiga mantel karena pagi ini hujan salju, tolong antarkan putri kita ke Moscow.!")
Kata Ni Luh Cantika pada suaminya yang langsung menjawab..
"Да, мне нужно отвезти нашу дочь в Москву, потому что мне нужно знать, в какую больницу возьмут на работу нашу дочь.?"
("Ya, aku harus mengantarkan putri kita ke Moscow karena aku harus tahu putri kita mau di rekrut bekerja di rumah sakit mana.?")
Ni Luh Cantika berbisik lembut pada dokter Matt Belyaev..
«Мой дорогой муж, я обращала внимание Made Круто Belyaev наш сын молчит. Похоже, у него проблемы."
("Suamiku sayang , dari tadi kuperhatikan Made Круто Belyaev putra kita diam saja. Sepertinya dia mempunyai masalah")
Dokter Matt Belyaev menarik nafas dalam-dalam sambil melirik anak bungsu mereka .
"Позже я попробую поговорить с нашим ребенком. Ничего, не волнуйся, моя дорогая жена."
("Nanti aku coba bicara dengan anak kita. Sudahlah jangan gelisah , istriku sayang.)
Ni Luh Cantika mengangguk dan mencoba tersenyum namun hatinya sebagai seorang ibu , merasa tidak tenang melihat Made Круто Belyaev anak lakinya murung.
"Ayo biyang bantu Made pakai mantel .!""
Ni Luh Cantika mengambil mantel dan mendekati Made Круто anak laki kesayangannya.
"Tidak usah , biyang. Aku pakai mantel sendiri saja.!"
Tolakan halus Made Круто membuat makin tidak tenang hati Ni Luh Cantika.
"Поехали сейчас, чтобы не стоять в пробках на дороге."
("Ayo kita berangkat sekarang , agar tidak terkurung kemacetan di jalan.").
Ajak dokter Matt Belyaev pada kedua orang anak mereka.
"Biyang , kami pergi dulu.!"
Pamit Ni Luh Krasivaya sembari mencium pipi ibunya
"Semoga berhasil ya , Krasivaya anak kesayangan biyang ."
Ucap Ni Luh Cantika sembari mencium pucuk kepala putrinya.
"Aku pergi dulu ,biyang."
Pamit made Круто dengan ekspresi wajah murung. Ni Luh langsung memeluk dan berbisik..
"made Круто anakku, biyang menyayangimu melebihi biyang menyayangi diri sendiri."
"Aku menyayangi biyang juga."
Ucap Made Круто sembari mencium telapak tangan ibunya. Ni Luh Cantika mengantar suaminya dan kedua anak mereka keluar rumah . Itulah kebiasaan mereka , suami Ni Luh Cantika selalu mengantar dua anak mereka ke sekolah lalu pergi ke rumah sakit. Kebiasaan itu terbawa sampai anak-anak mereka kuliah dan kerja karena bagi mereka.. inilah yang namanya kebersamaan dalam keluarga. Meskipun suaminya dan kedua anak mereka sudah berangkat tapi Ni Luh Cantika masih berdiri di halaman depan rumah. Tidak dipedulikan butiran-butiran salju yang menempel di mantelnya. Hatinya berkata..
{"Aku bukan perempuan karir tapi hanyalah seorang ibu rumah tangga yang mengurus suami dan kedua anak kami. Aku mengenal betul kedua anakku sejak di rahimku. Aku tahu Made Круто anakku lagi bermasalah dan menyembunyikan masalahnya dariku. kebahagiaan dan kesedihan kedua anak kami juga kebahagiaan dan kesedihanku."}
Bab. 2
Ni Luh Cantika menundukkan kepalanya masuk ke dalam rumah dan seperti biasanya , beliau membereskan rumah dengan cekatan. Suaminya pun menyanjung Ni Luh Cantika adalah seorang perempuan Bali yang sopan, hebat juga pintar mengurus suami dan kedua anak mereka tanpa pembantu , tapi tetaplah Ni Luh Cantika seorang ibu yang rendah hati , sabar , keibuan dan lemah lembut. Semua orang Russia menghargai beliau perempuan Bali terhormat .
🌺
Made Круто Belyaev pemuda blasteran Russia Bali kategori jenius dengan IQ 130, usianya dua puluh empat tahun dan ia seorang mahasiswa kedokteran yang kuliah di Kurk State Medical University yang merupakan salah satu dari sepuluh universitas kedokteran terbaik di Rusia. Made Круто Belyaev pemuda tampan Russia dengan tinggi badan seratus tujuh puluh lima cm termasuk tinggi atletis dengan warna kulit eksotik laki Bali , banyak mahasiswi Rusia dan tidak sedikit mahasiswi Indonesia yang tergila-gila padanya karena sikapnya yang baik dan sopan. Maria Fransiska mahasiswi Indonesia pun mengincar Made Круто Belyaev untuk menjadi kekasihnya. Sudah menjadi rahasia umum jika Maria Fransiska anak dari salah seorang pejabat Indonesia dan ibunya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang hidupnya hanya berfoya-foya.
"Fransiska , kemarilah .!"
Teriak Dee Shanty teman kuliahnya , yang duduk di bangku taman. Fransiska langsung berlari menghampiri..
"Ada apa Dee Shanty .?"
Tanya Fransiska sembari mengatur nafasnya yang terengah-engah.
"Sebentar lagi si Made Круто lewat. Yuk kita kenalan sama dia .!"
Ajak Dee Shanty dengan semangat membara kalau melihat mahasiswa tampan.
"Aku malu kalau kenalan sama dia , lagipula kamu tahu sendiri dia terlalu pendiam.!"
Tolak Fransiska meskipun dia menyukai Made Круто.
"Bodohmu kapan menguap dari dirimu , Fransiska .?. Rugi kalau mahasiswa setampan dia , kita biarkan. Minimal kita ajak dia kencan semalam.!"
Kicau Dee Shanty dengan asal saja, yang membuat Fransiska naik pitam, melempar tas kuliahnya ke arah Dee Shanty.
"Sebodoh-bodohku tak akan mengajak laki kencan semalam. Aku bukan perempuan eksperimen , shanty ."
Ucap Fransiska dengan ketus.
"Jangan sok alim kamu , Fransiska. !. Memangnya kamu masih perawan .?. Tidak ada salahnya making love dengan laki asal tidak hamil. Kalau hamil , bisa abortus kan.!"
Ujar Dee Shanty , kepalanya menoleh ke kanan-kiri mencari Made Круто yang belum kunjung lewat.
"Orang tuaku mengirimku ke Rusia untuk kuliah, bukan buat buat kencan semalam dengan laki , Dee Shanty.!"
Tukas Fransiska dengan nada kesal , sembari duduk di sebelah Dee Shanty yang meletakan telapak tangan kanannya di kening Fransiska.
"Hooiii , Maria Fransiska.. kamu waras ?. Sok alim sekali , kamu. Apa kamu tidak tahu papa mamamu di jakarta itu sama-sama doyan selingkuh ?. Sudah viral itu di Indonesia .!"
Ejek Dee Shanty, dengan nada mengejek yang membuat emosi Fransiska meledak dan berteriak..
"TUTUP MULUTMU , DEE SHANTY .!. PAPA MAMAKU TIDAK SEBURUK ITU .!"
"Kenapa teriak-teriak , Fransiska .?. Kamu tidak tahu atau malu .?."
Tanya Dee Shanty bernada cemooh.
"Berhentilah mengejekku orang tuaku karena aku tidak pernah mengejek orang tuamu , Dee Shanty.!. "
Desis Fransiska , tatapannya tajam penuh amarah namun Dee Shanty malah mendekatkan wajahnya pada Fransiska.
"Apakah kamu masih perawan , Fransiska .?"
"Ya , aku masih perawan."
Fransiska mengangguk dengan penuh kepastian.
"Sstt...sebelum aku ke Russia , papamu itu membeli keperawananku seharga dua ratus juta , Fransiska."
Bisik Dee shanty di telinga kiri Fransiska ,
*PLAK..*
Tamparan yang amat sangat keras mendarat di pipi kanan Dee shanty .
"PELACUR KAMU..!. PAPAKU TIDAK SEPERTI ITU , DEE SHANTY.!"
Teriak Fransiska penuh amarah. Tidak hanya menampar, Fransiska juga mendorong tubuh Dee shanty sampai terjatuh di gundukan salju.
"Beraninya kamu menamparku dan mendorongku , Fransiska .?. Aku bukan pelacur tapi aku perempuan simpanannya papamu .!. Kulaporkan kamu pada papamu .!"
Ancam Dee Shanty , sambil bangkit berdiri.
"PERGIII....PERGIII.... PERGI KAMUUU...!!"
Teriak Fransiska sambil mengambil salju di dekat kursi taman lalu dilemparkan ke wajah Dee shanty.
"Asal kamu tahu , Fransiska. Mamamu tidak bisa seperti aku yang lihai puaskan papamu di ranjang.!. Tanya saja pada papamu .!"
Cetus Dee shanty dengan bangga dan penuh kemenangan. Dada fransiska bergemuruh penuh amarah yang amat sangat ketika menatap wajah Dee Shanty teman kuliahnya, hingga mata indah Fransiska terasa memanas dan berusaha kuat untuk menahan air matanya agar tidak jatuh agar Dee Shanty tidak makin mengejeknya.
"mulai sekarang aku tidak mau berteman denganmu , Dee Shanty ,"
cetus Fransiska ketus.
'kamu pikir aku suka berteman denganmu , Fransiska.?"
tanya Dee Shanty penuh emosi , sambil merapatkan mantelnya.
"Aku tidak butuh berteman dengan gadis sok alim sepertimu fransiska.!"
Kata Dee Shanty sambil mendorong pundak Fransiska yang berdiri di hadapannya. Dinginnya salju tidak mampu mendinginkan hati dua mahasiswi .
*CUUIIHHH..*
Dee Shanty meludahi sepatu kets Fransiska , lalu berjalan meninggalkannya sendirian di taman. Fransiska menjatuhkan dirinya ke bangku taman dan air matanya menetes tanpa bisa di bendung lagi .Made Круто yang sedari tadi berdiri bersandar di pohon, memperhatikan pertengkaran kedua mahasiswi tersebut, bahkan dengan jelas mendengarkan semua perkataan mereka berdua. Merasa iba juga, pemuda tampan macho blasteran Russia Bali melihat Fransiska menangis tersedu-sedu sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Made Круто memberanikan diri menghampiri gadis itu yang duduk sendirian di bangku taman.
"тебе нужен носовой платок, чтобы вытереть слезы.?"
("Apakah kamu membutuhkan saputangan untuk menghapus air matamu.?")
Tanya Made Круто sambil menyodorkan saputangan di hadapan Fransiska yang sedang duduk bertopang dagu sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Fransiska terkejut mendengar ada suara laki , ia mengangkat wajahnya dan terngadah..terhenyak dirinya melihat Made Круто Belyaev pemuda yang di sukainya , berdiri tegak di hadapannya. Malu rasanya, dia berhadapan dengan Made Круто dalam keadaan sedang tidak baik-baik saja. Semua kata tercekat di tenggorokannya , ia hanya bisa menatap dan menatap tanpa bergeming.
"Я всего лишь предложил тебе носовой платок и не хотел тебя беспокоить. Я лучше пойду, чтобы ты не беспокоился."
("Aku hanya menawarkan saputangan dan tidak bermaksud mengganggumu . lebih baik aku pergi agar kamu tidak merasa terganggu.")
Kata Made Круто dengan sopan pada Fransiska yang wajahnya bersimbah air mata.
"н..нет..нет, ты меня совершенно не беспокоишь. Я...я...я просто не ожидал, что ты предложишь мне свой носовой платок, чтобы вытереть мои слезы."
("ti..ti..tidak, kamu sama sekali tidak menggangguku. A..a..aku hanya tidak menyangka kamu menawarkan saputanganmu untuk menghapus air mataku.")
Tergagap Fransiska membalas perkataan Made Круто , perlahan-lahan tangan kanannya terulur mengambil sapu tangan yang di sodorkan Made Круто, lalu gadis itu menghapus air mata di wajahnya.
Bab.3
"Если вы закончили пользоваться моим носовым платком, пожалуйста, верните его мне.!"
("jika kamu sudah selesai memakai sapu tanganku , tolong kembalikan padaku.!)
Ujar Made Круто masih dengan nada rendah dan sikap yang sopan. Cepat-cepat Fransiska menjawab..
"Позволь мне взять твой платок домой и постирать, я верну его тебе завтра."
("Biarlah saputanganmu kubawa pulang dan kucuci, besok kukembalikan padamu.")
Mendengar perkataan Fransiska , Made Круто tersenyum , lalu menjawab..
"Не надо, не надо брать домой и стирать мой платок."
("Tidak perlu , kamu tidak perlu membawa pulang dan mencuci saputanganku .")
Gadis itu mengernyitkan keningnya , lalu bertanya..
"Ну и что.?"
("Memangnya kenapa.?")
Made Круто menarik nafas panjang , lalu mengambilmu saputangan miliknya dari genggaman tangan Fransiska , sembari berkata...
"Я намерен только помочь вам, но не обременять вас стиркой носового платка."
("Aku hanya berniat menolongmu tapi tidak memberatkanmu dengan mencuci saputanganku.")
Fransiska terperangah , masih ada pemuda Indonesia yang baik padanya , meski ia pemuda blasteran Russia Bali . Sedangkan Dee Shanty teman kuliahnya yang asli perempuan Indonesia saja , berlaku kurang ajar pada dirinya.
"Спасибо... "
("Terima kasih....")
Ucap Fransiska lalu terdiam sejenak, langsung Made Круто menjawab...
"Made Круто Belyaev. Мое имя Made Круто Belyaev."
("Made Круто Belyaev. Namaku Made Круто Belyaev.")
Fransiska tersenyum lalu memperkenalkan dirinya...
"я Maria Fransiska."
("Aku Maria Fransiska.")
Made Круто mengangguk lalu memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam saku mantelnya dan berjalan meninggalkan Fransiska.Dari kejauhan ada seseorang terpaku melihat kejadian Made Круто meminjamkan saputangan pada Maria Fransiska yang menangis . Di dalam hatinya berkata..
("Mungkin ini efek , tadi aku mengajaknya berkenalan dengan Made Круто Belyaev. Kukira dia gadis polos ternyata lihai juga , dia berpura-pura sedih dan memakai air matanya sebagai senjata agar pemuda tampan itu iba.")
Tangannya merogoh saku celananya , mengambil ponsel dan menelpon ibunya di jakarta.
#"hallo , bunda. Apa kabar .?"#
#"hallo , Dee Shanty anakku yang paling cantik sedunia. Bunda baik-baik saja di sini , meskipun jakarta lagi banjir dan agak susah mau pergi kemana-mana. Bagaimana kabarmu di Russia .?"#
#"Tadi aku bertengkar dengan Maria Fransiska . Dia menamparku dan mendorongku sampai terjatuh . Kuludahi sepatunya , bunda .!."#
Dee Shanty menceritakan kekesalan hatinya pada bundanya di telpon , sambil menghentakkan kaki dengan kesal.
#"Dee Shanty, diam Kamu .!. Kamu itu pacaran dengan papanya , jangan bar-bar kamu terhadap anaknya.!" #
bentak bundanya Dee Shanty.
#"Bundaaa...aku ini jauh-jauh di Russia dan telpon bunda di jakarta tapi kenapa malah tidak membelaku sedih pun. ?!. Siapa anaknya bunda ?. Aku atau si bangsat Maria Fransiska .?"#
Ucap Dee Shanty dengan sengit , dirinya dibakar amarah luar biasa.
#"Ya jelas , kamu anaknya bunda , bukan si burik rupa itu . Dee shanty anakku , bunda selalu mengajarimu agar selalu terlihat cantik karena pakai make up dan banyak perhiasan."#
Ucap bundanya Dee Shanty dengan nada yang di turunkan satu oktaf untuk meredamkan emosi putrinya.
#"Apa aku terlihat cantik dan menarik daripada Fransiska kalau aku memakai banyak perhiasan , bunda.?"#
Tanya Dee Shanty dengan nada kesal pada bundanya di telepon.
#"Bagusnya pertanyaanmu , Dee Shanty anakku."#
Jawab bundanya yang memang penggila perhiasan.
#"Kalau masalah perhiasan , aku punya lebih banyak dan lebih bagus dari yang Fransiska pakai , bunda.!"#
Sebelum Dee Shanty bicara lagi, cepat-cepat bundanya menjawab ..
#"Sebetulnya bukan perhiasan yang kita bicarakan , tapi bunda hanya mengingatkan dirimu jika mamanya maria Fransiska pernah dengan sengaja datang di kehidupan kita tanpa dia minta minta pada kita , langsung merampas ayahmu dari kehidupan kita berdua , Dee Shanty anakku."#
Dee Shanty langsung terdiam , perih.. perih... Sangat perih hatinya .. mendengar perkataan bundanya.
#"Apa yang harus kulakukan , bunda .?"#
Tanya Dee Shanty dengan nada bergetar menahan tangis.
#"Bunda mau janganlah kamu bersikap bar-bar seperti perempuan kampungan tidak berpendidikan . Jangan kamu berkelahi dengan Maria Fransiska si burik ingusan karena dia tak sepandan denganmu , dia bukan tandinganmu , Dee Shanty anakku.!"#
Kata bundanya dengan nada datar pada Dee Shanty putrinya semata wayang.
#"Tapi aku muak dengan Fransiska , bunda.!"#
Tegas Dee Shanty , sambil menahan sesak di dadanya.
#"Mamanya pernah merebut ayahmu dari kita berdua dan sekarang waktunya kamu merebut papanya dari mereka berdua. Agar mereka berdua merasakan seperti yang pernah kita rasakan , Dee Shanty.!"#
Tandas bundanya lebih tegas , Dee Shanty memejamkan kedua matanya dan lirih mengucapkan..
#"aku sayang bunda."#
#"bunda juga amat sangat menyayangimu , Dee Shanty. Semua orang menuduh bunda jahat tapi mereka tidak tahu hancurnya hati bunda dengan semua perbuatan mamanya Maria Fransiska. Hati bunda mana yang tidak hancur melihat anak perempuannya yang masih berusia sembilan tahun selalu menangis merindukan ayahnya yang pergi dengan perempuan lain. Apakah kamu lupa jika bunda pernah menggendongmu menemui ayahmu tapi ayahmu dan mamanya Maria Fransiska mengusir kita berdua , anakku.!?. Siapa saja boleh menghancurkan hati dan hidup bunda tapi janganlah menghancurkan hati dan hidup anak perempuan kesayangan bunda. Apakah salah jika sekarang bunda ingin kamu membalas perlakuan keji mereka pada kita , nak .?"#
Ucap bundanya dengan lirih sambil menangis.
#"bunda...bunda... Janganlah menangis , bunda .!. Aku pasti membalas perlakuan mamanya Fransiska."#
Dee Shanty berusaha menenangkan hati bundanya meskipun hatinya sendiri berkolaborasi dengan rasa perih dan sakit hati. tatapannya nanar melihat hujan salju.
#"Bunda mau kamu jaga diri baik-baik di Russia , Dee Shanty anakku."#
#"iya bunda. Aku juga mau bunda selalu sehat di jakarta. Aku harus kuliah dulu , sebentar lagi..dosennya datang."#
Pamit Dee Shanty lalu mematikan hubungan telepon seluler. Di usapnya air mata di pipinya , kakinya melangkah pasti menuju ruang kuliah. Hatinya berkata..
("Boleh semua orang memojokkan aku sebagai gadis bejad tapi aku tidak pernah bisa menerima hancurnya hati bundaku karena perlakuan nyonya kaya yang merampas ayahku dari kehidupan bundaku.")
Dee Shanty memasuki ruang kuliah , Maria Fransiska menatapnya tajam penuh amarah. Dengan sengaja Dee Shanty berjalan dan berhenti tepat di samping kursi Fransiska.
*PLAAKK..*
Tamparan keras di pipi mulus Fransiska dan..
*BRUAAKK..*
Fransiska jatuh bersama kursi yang di dudukinya. Suasana ruang kuliah yang hingar bingar langsung hening , semua mata tertuju pada Maria Fransiska dan Dee Shanty.
"Разве ты только что не дал мне пощечину и не толкнул меня в парке , Maria Fransiska.?"
("Bukankah tadi kamu menamparku dan mendorongku di taman , Maria Fransiska.?")
Ucap Dee Shanty dengan sangat dingin , sedingin tatapannya. Lalu dia melangkah ke kursi kosong dan duduk. Beberapa mahasiswi menolong Maria Fransiska bangkit berdiri. Lima menit kemudian , dosen masuk ke dalam ruang kuliah.