Bab 2

"Kita menikah Ayu..?" Mas Yanto memegang tangan Ayu, menatap penuh cinta mata lentik Ayu.

"Aku sudah siap menikahi mu, Ayu.Setelah kita menikah kamu bisa berhenti bekerja, kamu fokus mengurus ibu." ujar Yanto dengan tatapan penuh cinta.

" Biaya berobat ibu besar mas, belum lagi angsuran hutang ke bank kalau aku berhenti kerja pasti jadi pikiran ibu, sementara penghasilan dari boutique sejak ibu sakit tidak terlalu membantu, walaupun tidak sampai nombok. Tapi tetap angsuran hutang usaha mama dan papa dulu masih berjalan, aku ga mau sampai rumah disita bank mas." jawab Ayu sambil menarik nafas berat. selama berpacaran kekasihnya hanya membantu sekedarnya dan Ayu pun tidak pernah meminta bantuan Yanto untuk biaya ibunya maupun kebutuhan lainnya.

Mas Yanto terdiam.

"Aku tidak mau membebani biaya pengobatan ibu juga angsuran hutang usaha orang tuaku sama kamu mas."

Ayu balas menatap wajah kekasihnya itu.

"Biaya pengobatan ibu tidak sedikit, walaupun ada BPJS tetap saja ada selalu biaya tambahan yang harus dikeluarkan."

"Mas tau itu Ayu,baiklah kalau begitu kamu boleh tetap bekerja tapi tolong jangan tiap hari pulang malam setelah menikah nanti." yanto menepuk tangan Ayu yang masih dalam genggamannya

"Mas juga akan ikut membantu biaya pengobatan ibu,maaf kalau selama ini mas tidak banyak membantu financial kamu Ayu, mas malah fokus menyiapakn rumah kita, sekarang alhamdulillah rumah udah beres,jadi uangnya bisa kita gunakan untuk biaya berobat ibu atau keperluan lainya.Kita tidak akan pindah rumah, mas akan tinggal dirumah kamu saat datang ke Jakarta- kita bergantian merawat ibu." Ayu hanya diam menunduk mendengarkan.

"Memangnya mas ga bisa ya pindah ke Jakarta?" tanya Ayu, sambil mengambil cemilan yang ada dimeja.

" Ga bisa Ayu, kalau pun mengajukan mutasi ke Jakarta akan banyak keluar uang, mas bisa pulang dua minggu sekali sekalian laporan rutin ke kantor pusat jadi ga keluar uang tiket." Yanto terkekeh

" Ihk pelit amat mas, buat ketemu istrinya saja perhitungan banget." Ayu cemberut.

" Terus rumah di cinere dikosongin gitu aja?" tanya Ayu.

Rumah mas biar dikontrakkan, uangnya kita tabung."

"Mas hanya minta kamu kurangi pulang malam, maksimal jam 10 malam seperti awal kamu membantu mr.park di karaokenya."

"Gimana Ayu..?" Ayu mengangguk.

"Kita nikah sederhana saja mas, cukup keluarga dekat saja, sayang uangnya lebih baik untuk biaya adik kuliah."

Ayu mengangguk, dalam hatinya Ayu ketat ketir. Bagaimana nanti kalau mas Yanto tau Ayu tidak perawan, sementara selama hampir 5 tahun berpacaran jangankan menyetubuhi mencium pun mas Yanto belum pernah. dengan pak Ghofar Ayu pertama kali berciuman, pak Ghofar laki-laki pertama yang menyentuhnya.

"Ayu "

Ngelamunin apa?"masih ragu?" tanya Yanto sambil menjentik hidung mancung Ayu.

Ayu menatap mas Yanto.

" Ga mas, Ayu hanya takut nanti mengecewakan mas, karena Ayu masih fokus mengurus ibu dan adik - adik. Maafin Ayu mas!" Ayu sedikit gagap menjawab pertanyaan Yanto.

" Kita kenal bukan sehari dua hari Ayu, kalaupun keluarga aku belum mengenal kamu sekarang, tapi mereka sudah tau banyak tentang kamu. Aku selalu menceritakan kamu sama ibu. Ibu malah salut sama kamu yang mau berjuang mengorbankan masa remaja kamu untuk mengurus ibu dan adik- adik kamu. Ibu juga tau kamu kerja keras untuk membantu membayar hutang usaha keluarga kamu." urai Yanto.

" Aku akan berusaha sebaik-baiknya untuk tidak mengecewakan mas dan keluarga mas." ucap Ayu sambil menatap kekasihnya.

Mas Yanto memegang tangan Ayu.

Malamnya Ayu sama sekali tidak bisa tidur.

Besoknya Ayu memutuskan konsul dengan dokter bedah plastik langganan istri Mr.Park.

"Dok, apa bisa dilakukan disini operasinya?"

Tanya Ayu ke dokter spesialis bedah plastik tempatnya berkonsultasi untuk vagina pplastic surgery yang ingin Ayu lakukan sebelum menikah dengan mas Yanto.

"Tunggu satu Minggu setelah datang bulan mbak Ayu!" Kalau mbak Ayu akan melakukannya di Korea lebih baik, sebaiknya dilakukan sebulan sebelum malam pertama supaya hasilnya maksimal!"

Papar dokter Kim, Ayu menganggukkan kepala.

Untungnya dua Minggu lagi ada tugas ke Korea, bisa sekalian jadi hemat biaya perjalanan, Ayu bergumam sendiri.

"Ayu, kamu dimana?" Bapa sudah diapartement!"

Pak Ghofar sudah tak tahan dengan rindunya.

"Iya pak, Ayu baru selesai dari rumah sakit. OTW Yaa kesayangan Ayu!"

Sambil senyam senyum Ayu membalas chat dari pak Ghofar.

Sampai di unit apartemen, Ayu langsung dihujani pelukan pak Ghofar yang sudah dua Minggu menahan rindunya.

Berpelukan bersimbah peluh, Ayu menarik selimut menutupi tubuhnya.

"Ayu, bapak seminggu ini akan sibuk dengan acara keluarga ,"

"Ayu baik - baik ya !" Jangan nakal,!

"Sebenarnya ada apa kamu selalu bolak balik ke rumah sakit Ayu?"

Maaf tadi bapak lihat hasil laboratorium dan kwitansi pembayaran rumahsakit, itu biaya pengobatan ibu kamu?"tanya Ghofar sambil menatap Ayu.

Ayu beringsut duduk di ranjang.

"Makanya Ayu kerja di karaoke itu untuk nambahin biaya berobat, bagusnya Mr. Park ngasih juga kepercayaan Ayu jadi leader untuk promosi dan event, jadi Ayu dapat komisi."

Ayu menjelaskan sambil mengusap rambut ikal pak Ghofar.

Pantas kamu jarang belanjakan uang yang saya kasih Ayu.. pak Ghofar bergumam dalam hati semakin pak Ghofar jatuh sayang pada Ayu.

Begitu hebat bakti Ayu pada ibunya.

"Ayu mandi dulu pak, harus kasih laporan keuangan untuk gajian nona besok."

Setelah mencium pak Ghofar Ayu melangkah ke kamar mandi.

Pak Ghofar mengambil handphonenya, membuka aplikasi M banking, dan mentransfer sejumlah uang ke rekening Ayu. Lalu mengirim bukti transfer melalui chat ke Ayu.

" Gunakan untuk biaya pengobatan ibu mu Ayu, bapak sayang dan bangga sama kamu!'

Dengan berbalut jeans dan kaos oblong putih, Ayu bergegas menaiki taksi online menuju bandara. Mengempit jaket mendorong koper.

Kak Ayu..

Ini tasnya ...?"

Bagas lari keluar mengejar Ayu,

"Kok bisa sih Kaka ninggalin tas?"

Ah iya, perasaan udah Kaka selempangin tadi tas nya de."

Ayu mengambil tas kecil ber merk dari tangan Bagas dan membukanya.

Coba lihat dulu, ,!"paspor, ticker,handphone,dompet .ada semua ga?" Bagas menyuruh Kaka nya memeriksa dulu isi tas nya.

Bagas mengambil koper dari tangan Ayu, mendorongnya dan meminta supir membuka bagasi.

"Udah lengkap" ujar Ayu setelah memeriksa isi tas kecilnya

"De, Kaka berangkat ya.."

Jaga ibu..!Kalau ada apa- apa segera beritahu Kaka .!Kaka sepuluh hari di Korea, kamu sama bagus jagain ibu ya..!" Pesan Ayu sambil memegang pipi adik kesayangannya.

"Iya ihk Kaka cerewet.."

Bagas mendorong Ayu dan membuka pintu mobil.

"Udah sana berangkat, ceramah terus.

Cepetan pulang!nanti ga jadi nikah lho kalau kelamaan di Korea..!Nanti mas Yanto berubah pikira aja, nyesel !"

Ayu memonyongkan mulutnya.. mobil bergerak meninggalkan halaman rumah Ayu, Bagas menutup gerbang dan kembali ke dalam.

Sampai di Korea, Ayu dijemput Sangmin oppa yang sudah menunggu di pintu kedatangan bandara

"Kamu serius mau surgery? Haruskah Ayu?Segitu takut dan cintanya kamu sama mas Yanto mu itu, Ayu?"

Sangmin oppa terus bertanya, hanya oppa Sangmin yang tau selain ada kerjaan ke Korea, Ayu juga akan melakukan operasi virgin plastic.

Ayu dan Sangmin oppa sangat dekat, tidak ada rahasia yang Ayu sembunyikan selain hubungan nya dengan pak Ghofar.

Sangmin oppa tau keadaan keluarga ayu juga tau hubungan Ayu dengan Yanto.

Sangmin oppa sangat menyayangi Ayu, salut dengan segala perjuangan nya. Boleh di bilang Ayu kadang menemani tamu minum dan menemani bernyanyi  hanya mencari uang tip. tapi ia lakukan hanya untuk keluarganya.

Malam itu Sangmin oppa hanya memeluk Ayu, seperti sangat takut kehilangan.

"Kalau kamu menikah sama saya ga usah operasi Ayu" ujar Sangmin oppa sambil mengelus rambut Ayu.

Ayu mulai terlelap dalam dekapan sangmin oppa tanpa mendengar lagi kicauan cinta Sangmin oppa sambil terus menatap wajah Ayu yang memang Ayu.

Bab 3

Hari lamaran pun tiba, hanya mengundang keluarga dekat dan teman dekat kami saja. Kami sepakat semuanya dilakukan sederhana.

Rumah kediaman Ayu hanya dipasang tenda didepan saja.

Bu Yuni ibunya Ayu Sangat bersemangat menghadapai acara lamaran putrinya ini.

Bu Yuni yang biasanya hanya berbaring dikamarnya,hari ini Bu Yuni terlihat segar dan terus tersenyum bahagia.

Ayu mendandani mamanya dengan gamis putih dan kerudung putih senada dan berenda.

Ayu juga memoles halus wajah mamanya yang masih terlihat cantik.

Mamanya  sering kali tertawa saat Ayu menggodanya. Tapi kebahagianya melihat Putri kesayangannya akan menikah.

Bu Yuni ibunya Ayu sangatlah menunggu momen ini, dimana Ayu dilamar dan menikah dengan mas Yanto. Dari sejak mas Yanto datang pertama kali ke rumah mereka lima tahun lalu, mama sudah jatuh sayang seperti layaknya anak sendiri.

Mas Yanto jugalah yang menggerakkan hati Ayu untuk tidak lagi menunggu cinta monyetnya yang menghilang bak ditelan bumi.

Mas Yanto yang sopan dan Soleh telah merebut hati mereka sekeluarga.

Ayu sendiri baru sekali bertemu ibunya mas yanto, itupun saat mas Yanto wisuda, Ayu hanya bertemu ibu dan tiga adik mas Yanto. Saat itu bapaknya mas Yanto sedang melakukan perjalanan dinas ke luar negri.

Perjalan cinta mereka yang selalu berjauhan, Awal mereka jadian Ayu dijakarta dan Yani di Singapura, lalu Yanto pindah tugas ke Bali mereka bertemu paling cepat dua bulan sekali.

Dan saat aku diundang makan malam , Ayu berhalangan hadir karena mamanya tiba- tiba terkena serangan jantung.

Namun begitu keluarga mas Yanto tetap merestui pilihan putranya.

"Kamu cepat dandan Ayu?" Bu Yuni menyuruh putri nya segera bersiap.

"Tinggal pakai kebaya mam," jawab Ayu yang  hanya memakai kebaya putih dan rok batik yang dibelikan mas Yanto.

"Kak...Keluarga mas Yanto sudah datang!" Bagas memanggil kakaknya yang sedang berias didepan cermin.

Bagus segera menggendong mama ke kursi roda dan mendorong keluar kamar.

Paman  Ayu sudah beramah tamah dengan keluarga mas Yanto.

Dan saatnya perkenalan keluarga,

Deg

Kok ada pak Ghofar...? Ayu tertegun bingung.

"Izinkan kami memperkenalkan seluruh anggota keluarga kami yang hadir disini,," ujar paman mas Yanto yang mewakili keluarga sebagai juru bicara.

"Ananda Pujo Eko Haryanto, " mas Yanto berdiri dan membungkuk kan badan.

Ayahanda dari mas Yanto , bapak haji Ghofar Ismail Pujo," pak Ghofar pun berdiri menyalami dengan mentangkup tangan di dada sambil tersenyum.

Rasanya Ayu lemas dengan lutut gemetar.

Jadi selama ini aku selingkuh dari mas Yanto dengan bapaknya..? batin Ayu.

Wajah Ayu langsung pucat, mual dan pening tiba- tiba Ayu terhuyung. Bagas menahan kakaknya agar tidak tersungkur.

"Kenapa kak?" Tanya Bagas.

"Kak," Bagas memegang bahu Ayu erat.

"Kenapa,?" Sakit,?" Cecar a Bagas.

"Badan Kaka kenapa dingin sekali?"

Bagus meraih tubuh Ayu dalam dekapannya dengan rasa khawatir.

"Ga apa apa de,mungkin Kaka kurang tidur dan belum makan tadi,, "jawab Ayu sekenanya.

Tante Tiara menghampiri Ayu.

"Segitu gugupnya ayu,?" Tante Tiara menggoda Ayu dan menggenggam tangan keponakannya..

"Keponakan Tante sudah dewasa, selangkah lagi sudah jadi istri orang nih."

Tante tau kamu pasti khawatir kan ibumu kan?" Tante Tiara memeluk  bahu Ayu.

"Ibumu akan sangat bahagia dengan pernikahan ini,tuh liat Ibumu terus tersenyum...!"

Ayu menguatkan hati, dan melirik pak Ghofar.

Dan..

Pak Ghofar mengangguk tersenyum.

Tatapannya tidak berubah,tak ada kebencian disana.

Duh, bagaimana ini.? Ayu terus merujuk ,tak ada yang bisa aku pintar pendapat.. ini rahasiaku.... Batin Ayu.

"Alhamdulillah sepakat ya," akad nikah hari Jumat Minggu depan!"

Duer..

Minggu depan?" Aku shock , secepat inikah.?

Rombongan keluarga mas Yanto berpamitan,,

"Nak Ayu,, yang sehat ya!" Ibu mas Yanto memeluk Ayu hangat.

Dan pak Ghofar, menggenggam tangan Ayu sambil tersenyum.

"Wuah pantesan Eko pengen cepat nikah, wong calon bojone tenan Ayu..!"

Pak Ghofar menggoda mas Yanto ,di iringi tawa seluruh keluarga.

"Dirumah kami memanggilnya Eko, karena putra pertama," ujar pak Ghofar seolah menjelaskan pada Ayu kalau Eko yang selalu dia sebut putranya itu Yanto kekasih Ayu.

"Kami pamit,"ucap pak Ghofar sembari menepuk tanga Ayu lembut.

Senyum dan sikap pak Ghofar tak ada yang berubah, tak ada kebencian ataupun kemarahan.

Persiapan pernikahan yang sepenuhnya diurus oleh mas Yanto, aku mengambil cuti satu Minggu dari hari Kamis dan di izinkan Mr Park.

Akad nikah pun berjalan khidmat, mas Yanto memberiku mahar 330 gram emas dan lima puluh juta uang tunai serta seperangkat alat sholat.

Pesta pernikahan kami yang sederhana tapi hangat dan akrab, keluarga mas Yanto sangat suka berkelakar, ,

Mama sering tertawa sampai keluar air mata, adik mas Yanto ,dik Yanti sangat suka menggoda mama.

Bahagia rasanya berada diantara keluarga besar kami.

Pak Ghofar memberika ticket bulan madu ke Thailand,, ke hotel dimana kami pernah bercinta dengan panas disana. Entah apa maksud mertuaku itu.

"Pulang bawa cucu ya!"pak Ghofar kembali menggoda kami.

Setelah semua tamu pulang, hanya beberapa keluarga masih ada untuk membereskan sisa pesta.

Mas Yanto mengajakku bersih - bersih dan sholat.

Kami sholat berjamaah, tak kuasa menahan air mata. Betapa aku bersyukur dengan semua ini.

Mas Yanto duduk disisi ranjang, menyentuh lembut tanganku.

"Izinkan mas jadi imammu Ayu!" Mas Yanto mengecup lembut keningku. Kecupan pertama sejak perkenalan kami.

Aku menunduk, mas Yanto membimbingku berbaring dan kami bertatapan,,

Lalu..

Bismillahirrahmanirrahim ucap mas Yanto mengucap doa..

Malam pertama yang indah, syahdu .. akan lebih indah lagi seandainya ini yang pertama buatku.

Maafkan aku mas.. kesucian ku telah kuserahkan pada ayahmu..

Mas Yanto mulai mencium lembut bibir ku, agak kaku. Aku berusaha mengimbangi ke kekakuan mas Yanto, aku ga mau mas Yanto mencurigai ku.

Aku hanya diam saja saat mas Yanto mulai menciumi leherku dan tangannya bergerak ke dadaku dan meremas payudara ku tanpa membuka bra.

Aku merasakan milik mas Yanto mulai menegang.

Mas Yanto mulai membuka lingerie dan menciumi setiap inci tubuhku.

Hangat bibirnya membuat ku terangsang,lolos juga desahan ku.

Mas yanto terus menerus bermain di area dadaku , aku berusaha memancing nya dengan menggesekkan paha ku pada sesuatu dibalik piayamanya.

"Mas ... " Aku sudah gemas rasanya ingin segera menuntaskan malam yang menegangkan ini.

"Sayang, mas masukin ya..." Bisik mas Yanto sambil menciumi telinga dan leherku dan meninggalkan tanda kepemilikan disana.

Aku angkat bokongku dan menekan keatas dan mas Yanto menekan tubuhnya.

Rasanya ada yang robek perih sekali

Mas Yanto diam sesaat sepertinya merasakan denyutan didalam.

" Ahk Ayu, nikmat sekali" desisnya.

Aku mulai menggoyangkan tubuh bagian bawahku dan menekan keatas.

Aku tarik bokong mas Yanto supaya lebih menekan.

Aku membuka kakiku berharap rasa perihnya berkurang.

Sepertinya mas yanto mengerti ,lalu diam sejenak dimana mata kami bertatapan.

" Ayu... Ahk ...hmmm" sepertinya mas Yanto sudah hampir klimaks.

Gerakan kami semakin cepat.

"Ayuuuuuu. Aaaaaa....' mas Yanto menekan kuat membuat aku terpekik nikmat.

Kami berpelukan saling menatap..

" Terimakasih sayang" bisik mas Yanto.

Kamipun berpelukan dengan peluh.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED