Sampul Novel Bukan Pelayan Biasa

Bukan Pelayan Biasa

8.8 / 10.0
Hari kelulusan Amanda Felicia berubah menjadi duka mendalam saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan. Keadaannya kian terpuruk setelah Fanny, sahabat dekatnya, harus pindah ke luar negeri. Demi bertahan hidup, Amanda memutuskan bekerja sebagai pelayan di rumah seorang pria kaya bernama Alexander Mattew. Sayangnya, Alex justru bersikap dingin, sering mempersulit pekerjaannya, dan sengaja membuatnya tidak betah. Sanggupkah Amanda bertahan menghadapi segala tekanan dari majikannya?

Bukan Pelayan Biasa Bab 1

“Amanda.. Amanda Felicia anak IPA 1 mana?” teriak seseorang dari pintu masuk ruangan wisuda.

“Ada apa?” tanya panitia.

“Barusan ada telepon dari pihak rumah sakit, kalau keluarganya ada di rumah sakit karena kecelakaan saat menuju kesini. Saya disuruh menyampaikan pesan ini.”

“Apa?? Ayah.., ibu ..,” ucap Amanda langsung menangis sambil terus berjalan keluar sekolah.

Fanny sahabatnya ikut menyusul dari belakang ruangan. Fanny memanggil-manggil Amanda, tapi Amanda hanya berjalan saja sambil menangis tersedu-sedu. Sampai akhirnya Fanny menarik tangan Amanda.

“Kamu mau kemana? Hah?!” tanya Fanny.

“Ke rumah sakit, Fan. Ayah, ibuku..,” ucap Amanda sambil menangis.

“Iya, tapi kamu mau naik apa kesana? Apa kamu mau jalan kaki kesana?”

Amanda menggelengkan kepalanya.

“Ya sudah, ayo aku antar kesana.”

Fanny pun langsung mengambil mobilnya dan mereka pun melaju menuju rumah sakit. Di dalam mobil, Fanny berusaha menguatkan Amanda untuk sabar. Namun, Amanda justru menangis semakin dalam.

Berbagai pikiran akan kehilangan keluarganya membuatnya tak dapat lagi menahan tangisannya.

***

Flashback on.

“Ibu, Amanda pergi duluan ya. Nanti ayah sama ibu menyusul ya.”

Hari ini, hari kelulusan Amanda. Semua orang tua diwajibkan untuk hadir.

“Iya, sayang. Ibu akan menyusul ke sana. Ibu lagi nunggu ayahmu pulang dari rumah Pak RW. Lagian acara kelulusannya agak siang, jadi masih ada waktu.”

Amanda sengaja datang pagi, karena dia sudah janjian dengan Fanny untuk datang lebih dulu. Agar mereka bisa mengobrol dan berfoto-foto sebelum acara wisuda di mulai.

Makanya Amanda pergi ke sekolah lebih awal, karena acara wisuda dilakukan di ballroom sekolah mereka sendiri. Sesampainya di sekolah dia langsung mencari Fanny sahabatnya.

“Amanda, kita ke kantin dulu yuk. Sambil menunggu acara di mulai.”

Fanny menarik tangan Amanda yang baru sampai di sekolah , dan mengajak Amanda ke kantin sekolah.

Amanda dan Fanny memilih duduk di meja pojok di dalam kantin. Semua mata tertuju pada mereka, seperti terkesima akan penampilan mereka. Bisa dibilang mereka berdua memang primadona sekolah, makanya semua mata menatap mereka berdua.

Setelah memesan makanan dan minuman, mereka pun berbincang-bincang seperti biasanya sampai akhirnya pesanan makanan mereka datang.

Fanny yang sudah kelaparan langsung mengambil makanan dan begitupun Amanda. Selesai makan, mereka berjalan kembali menuju ruang wisuda.

Para orang tua sudah mulai berdatangan, hanya tinggal beberapa saja. Amanda mulai terlihat gelisah. “Kenapa ayah dan ibu belum sampai juga ya?” batin Amanda sambil meremas-remas rok yang dipakainya.

Hingga acara pun dimulai, semua orang tua murid yang sudah hadir, dan hanya tersisa orang tua Amanda yang belum datang.

Acara terus berjalan, hingga suara mikrofon pun memanggil nama-nama para murid dari berbagai jurusan yang mendapat nilai terbaik.

Tak lama nama Amanda dipanggil karena dia juga mendapatkan gelar murid terbaik di sekolahnya.

“Kepada murid kita ananda Amanda Velisia dari jurusan IPA 1. Silahkan naik ke atas panggung,” ucap pembawa acara saat itu.

Tapi yang dipanggil tak kunjung naik ke atas panggung, Amanda bingung karena orang tuanya belum juga hadir. Sampai tidak lama pun suara dari bagian panitia acara yang berada diluar ruang memanggil namanya.

Flashback off.

(Rekomendasi bacanya sambil dengerin lagu John Mayer : You’re Gonna Live Forever In Me).

***

Di rumah sakit.

Amanda langsung berlari di lorong rumah sakit, Amanda langsung menuju bagian informasi untuk mengetahui keadaan kedua orang tuanya, dan benar saja, kedua orang tuanya sudah berada di kamar jenazah.

Amanda begitu histeris, menangis sejadi-jadinya. Lututnya sudah lemas seperti tidak bisa menahan berat tubuhnya.

“Ya Tuhan.., apa yang harus aku lakukan?!! Kenapa semua terjadi secepat ini? Kenapa kau berikan hamba cobaan yang begitu besar seperti ini?” ucap Amanda yang menangis.

“Man.. Amanda, sadarlah. Kau harus kuat, ayo kita lihat kedua orang tuanmu,” ucap Fanny berusaha membantu Amanda bangun dari duduknya, dan mencoba mengangkat tangan Amanda seolah memberikan semangat.

“Apa yang harus aku lakukan, Fan? A-ku harus bagaimana sekarang?!”

“Ayo Amanda. Kamu harus kuat, ada aku disini,” ucap Fanny berusaha menguatkan sahabatnya itu.

Mereka pun langsung menuju kamar jenazah. Dia melihat jenazah kedua orang tua sudah terbujur kaku. Kini dia seorang diri di dunia ini, walaupun dia masih memiliki keluarga lain, yaitu keluarga pamannya tapi mereka tidak pernah mau tahu urusan keluarganya.

Apalagi sekarang dirinya sudah seorang diri. Entah apa yang akan dia lakukan sekarang. Amanda hanya berpikir jika dia sekarang hidup sebatang kara.

“Tenanglah Amanda. Aku akan selalu ada untukmu. Ingat itu,” ucap Fanny menenangkan Amanda.

Setelah mengurus segala proses, akhirnya jenazah kedua orang tua di antar ke rumah duka. Sebelum jenazah sampai, Amanda dan Fanny sudah sampai di rumah duka.

Amanda mempersiapkan segalanya untuk menyambut jenazah kedua orang tuanya dibantu para tetangganya.

“Sabar ya, nak. Kita akan bantu proses pemakamannya,” ucap salah satu tetangga Amanda.

“Terima kasih, pak.”

Setelah proses pemakaman selesai. Amanda langsung masuk ke kamarnya. Para tetangga juga sudah pada pulang.

Amanda hanya ditemani Fanny di rumahnya. Fanny izin kepada kedua orang tuanya untuk menemani Amanda, dan kedua orang tua Fanny pun mengizinkan.

Setelah beberapa hari berada di rumah Amanda, akhirnya Fanny izin untuk pulang pada Amanda.

“Aku balik dulu ya. Nanti aku ke sini lagi,” ucap Fanny memeluk sahabatnya itu.

“Iya, Fan. Makasih sudah menemaniku.”

“Iya, kalau ada apa-apa kabari aku.”

“Iya, Fan.”

Fanny pun pulang ke rumahnya. Setelah kepulangan Fanny, Amanda membersihkan rumahnya seorang diri.

Dia menatap semua bagian rumahnya yang sepi. Di setiap sudut selalu saja ada terbayang sosok kedua orang tuanya.

Amanda berusaha untuk kuat. Namun, tetap saja air matanya keluar begitu saja. Dia mengusap air matanya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Rasanya begitu sulit menerima semua ini, tapi Amanda tak memiliki pilihan lain. Amanda berusaha kuat dan kembali melanjutkan niatnya untuk membersihkan rumahnya.

****

Beberapa hari berlalu, Fanny yang awalnya selalu menghubungi dirinya. Tiba-tiba tak ada kabar, Amanda kesulitan menghubungi sahabatnya itu.

Amanda yang selalu menghubungi Fanny setiap hari, menjadi khawatir karena sahabatnya itu tak dapat dihubungi selama dua hari ini.

Hingga hari ketiga, Fanny datang ke rumah Amanda.

“Fanny..!” panggil Amanda nampak senang dengan kedatangan sahabatnya itu.

“Amanda..,” ucap Fanny yang berdiri di depan pintu rumah Amanda.

“Ayo masuk,” ajak Amanda.

Setelah itu Fanny dan Amanda duduk bersama di ruang tamu. “Bagaimana kabarmu?” tanya Fanny.

“Baik, kamu sendiri bagaimana? Kenapa kamu sulit dihubungi beberapa hari ini?”

“Aku juga baik. Aku sedang sibuk, Amanda.”

“Kamu sibuk apa sekarang?”

“Amanda, ada yang mau aku bicarakan denganmu."

"Kau ingin bicara apa?"

"Aku ingin memberitahu, kalau aku bakal tinggal sementara di luar negeri untuk meneruskan kuliah di sana."

“Apa??” tanpa terasa air mata Amanda keluar begitu saja mendengar perkataan Fanny secara tiba-tiba.

Fanny yang melihat sahabatnya menangis, langsung buru-buru memeluknya. “Kamu jangan nangis dong, Amanda. Aku gak akan lama disana, dan kalau libur aku pasti akan pulang ke sini. Kamu janji harus kuat.”

Amanda hanya bisa menganggukkan kepalanya dan berjanji bahwa dia harus kuat dalam menjalani kehidupannya.

“Kamu jangan khawatirkan aku. Jaga dirimu baik-baik disana, jangan lupakan aku ya, Fan. Aku tunggu kamu pulang, sahabatku,” ucap Amanda. Mereka pun kembali berpelukan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bukan Pelayan Biasa

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali dengan membawa wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menawarkan janji pernikahan palsu demi menikahi perempuan itu. Sebagai putri bangsawan sekaligus menantu dari dinasti konglomerat, aku menolak menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan ini, aku akan memastikan dia jatuh miskin tanpa sisa.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh Andini Wijaya, pemilik sekolah yang mandiri. Namun, hubungan mereka diuji saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi mendapat pengakuan dari ayah mereka, Sigit Wijaya. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ambisi keluarga Wijaya, akankah cinta Randika dan Andini tetap bertahan?
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan Mira Aditya dan Rafiq Jaya yang didasari perjodohan orang tua berujung duka. Mira harus menelan pil pahit setelah tahu suaminya telah menikahi cinta lamanya, Elena Faris, secara sembunyi-sembunyi. Tersisih dan terabaikan di rumahnya sendiri, Mira merasakan kepedihan yang luar biasa. Di tengah keputusasaan yang terus menyiksa batinnya, kini ia harus menentukan sikap: tetap bertahan dalam hubungan toxic ini atau melangkah pergi demi meraih kebahagiaannya sendiri.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran gila dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak mentah-mentah karena merasa permintaan itu sangat tidak masuk akal. Namun, sang mafia tidak mengenal kata menyerah dan siap memakai caranya sendiri. Kini, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat ambisi El.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED