" aaaaaaahk.....!" Arimbi menggigit bibirnya menahan rasa sakit di area sensitif nya, saat daging tumpul dengan garang menerjang keperawanan nya.
Ini pertama kalinya pria itu mendapatkan perawan, selama ini hanya menikmati liang dol yang sudah tidak disegel. Ada rasa sesal kenapa bukan ia yang menikahi Arimbi. Kenapa ia harus menyerahkan Arimbi pada adik kembarnya
" Ahk tuan pelan...ahk...!" Pinta Arimbi.
Namun Pria itu tidak peduli dengan rintihan wanita yang beberapa jam lalu resmi menjadi istri adik nya.
Beberapa puluh menit berlalu sampai akhirnya Ferdi Thang melenguh diatas tubuh Arimbi Istri adiknya yang berurai air mata.
Tidak seperti ini malam pertama yang diinginkannya.
Tanpa basa basi sedikitpun, Ferdie turun dari ranjangnya, Arimbi membuang wajahnya tidak mau melihat tubuh bugil yang ia sangka suaminya.
Tak berapa lama suara pintu kamar mandi terdengar terbuka, dan harus parfum tercium.
Arimbi tetap berada di balik selimutnya, lampu kamar pun dimatikan,
Selanjutnya Arimbi hanya mendengar suara langkah menjauh dan pintu kamar terbuka lalu tertutup kembali perlahan.
Arimbi membuka selimutnya dan melihat sekeliling, gelap. Tapi ia yakin kalau suaminya sudah pergi keluar kamar.
Dengan berjingkat menahan sakit di area kewanitaan nya, Arimbi berjalan ke kamar mandi setelah mengenakan dress one peace yang dilucuti paksa oleh pria yang ia kira suaminya.
Rasa nyaman mulai dirasakannya saat tubuh nya diguyur air shower.
Beberapa menit kemudian ia pun keluar lalu mengeringkan rambutnya.
Lalu kembali ketempat tidur setelah memadamkan lampu kamar nya, melirik handphone nya baru pukul 11 malam.
Sebentar saja ia sudah terlelap.
" Ehmmmm....aaahhhhh...!" Suara desahan terdengar dari mulut Arimbi, saat ia rasakan gelatik nikmat diantara lehernya, ciuman begitu lembut ia rasakan. Tangan kokoh meremas dadanya dengan hisapan-hisapan lembut menggugah birahinya.
Arimbi membuka matanya.
Dan terkejut.
" Tuan...?" Ia melihat suaminya berada diatas tubuhnya dengan tatapan lembut.
" Sorry lama...! Habis bertemu kawan dulu....!" Ucap nya.
Belum sempat Arimbi menjawabnya, bibirnya sudah tertutup ciuman lembut.
Arimbi bingung dan senang. Ini sangat berbeda sekali dengan yang dilakukan suaminya sebelumnya yang tanpa oeemisi langsung menyeruduknya. Bahkan tan berciuman langsung menusuk liang Perawan nya.
Sentuhan kali ini begiti berbeda... Sangat lembut, walaupun masih terasa sakit tapi Arimbi merasakan cinta dalam sentuhannya.
*****
Dua minggu sebelumnya,,,
" Ayim, maafkan ayahmu nak!" Ujar Bu Ningrum sambil memeluk Arimbi putri tunggalnya yang menangis terisak dipelukan nya.
" Bukan salah ayah pernikahan ayim batal Bu, ini sudah takdir. Temani Ayin membatalkan semuanya Bu..!" Jawab Arimbi.
Malam itu menjadi malam yang paling menyakitkan, Arman datang hanya melemparkan undangan pernikahan mereka yang baru diambilnya dari percetakan.
" Mas, ini musibah. Ayah belum divonis masih pemeriksaan polisi" ujar Arimbi duduk bergeser mendekati Arman tunangan nya, Arimbi memegang jemari Arman.
Dengan kasar Arman melepaskan tangannya, lalu melepaskan cincin berlian tunangan mereka.
" Ini buat kamu saja, maafkan aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita. Keluargaku malu diomongin saudara dan tetangga." Ujar Arman.
Arimbi hanya diam saat Arman melempar kan undangan di meja dan meninggalkan dua dus undangan yang masih terbungkus rapih.
Tanpa berpamitan pada Bu Ningrum yang baru masuk ke ruang tamu, Arman melangkah keluar rumah Arimbi.
Bu ningrum memeluk putri nya yang berdiri mematung memandang keluar rumahnya dengan tatapan kosong.
" Kita lihat keadaan Ayah dipontianak Bu" ujar Arimbi sambil menatap ibunya.
" Terimakasih nak, cuma kita kekuatan ayahmu sekarang ini." Jawab Bu Ningrum menyusut air matanya.
Jam makan siang selalu padat di area food court gedung perkantoran. Seperti di The Felix , gedung tempat Arimbi mengais rezeki.
Arimbi terlihat berjalan menunduk disamping Mayang sahabat nya.
" Kita makan di luar saja Mbie,,?" Ajak Mayang menarik tangan Arimbi.
Arimbi menoleh ke arah antrian food court yang panjang sampai ke tangga keluar.
Akhirnya mereka memilih makan di warung di pinggir gedung walaupun sama saja ramai tapi masih banyak pilihan tempat yang kosong atau sekedar take a way.
Bruk
Arimbi mendongak melihat siapa yang menubruknya. Ternyata menabrak punggung Mayang yang berdiri didepannya.
" Kamu tuh Mbie dari tadi ngelamun terus, untung yang kamu tabrak Aku" ujar Mayang yang berdiri di depan Arimbi mengantri di depan pelayan warung nasi Padang.
" Maaf aku ga nyadar kalau sudah sampai May...." Jawab Arimbi tersenyum manis.
Setelah mendapat kan sepiring nasi dan lauknya keduanya duduk di bangku pelastik,makan tanpa meja di pinggir trotoar dengan teh botol dingin yang disimpan dibawah kursi plastik.
" Kamu sudah ketemu Arman?" Tanya Mayang pada Arimbi, yang dibalas dengan gelengan kepala.
"Pernikahan kalian tinggal dua Minggu lagi, kamu yakin Arman membatalkan hanya karena ayah kamu dipenjara?" Bisik Mayang, kali ini Arimbi menganggukan kepalanya.
" Lusa kamu sudah berhenti kerja, apa tidak sebaiknya kamu menghadap ke HRD dan membatalkan pengunduran diri kamu Mbie! Cari kerja susah sekarang, dan posisi kamu sekarang susah payah kamu merintisnya."
Ujar Mayang sambil mengunyah daging rendang Padang.
" Lusa aku sama ibu ke Pontianak mau lihat ayah disana." Ujar Arimbi yang hanya mengaduk makanan nya, dan Mayang dengan santai nyomotin lalap singkong yang masih utuh dipiring Arimbi.
" Nanti aku akan temui Arman, cowok kok pengecut bukanya jadi pelindung malah lari." Ujar Mayang sewot.
Selesai makan, mereka langsung bergegas kembali ke gedung The Felix dan disaat bersamaan keduanya melihat Arman yang berjalan dengan Shinta sekertarisnya keluar dari gedung The Felix dan berbuat seolah tidak melihat Arimbi yang berada tepat di samping kanannya.
Arman tunangan Arimbi satu gedung dengannya mereka beda divisi, Arman divisi marketing sedangkan Arimbi di accounting. Mereka mempunyai posisi yang bagus
sebagai manager, sesuai aturan perusahaan tidak di izinkan suami istri beda divisi salah satu harus mutasi atau mengundurkan diri.
Dan Arman meminta Arimbi mengundurkan diri dengan alasan supaya bisa lebih fokus mengurus rumah tangganya nanti, dan rencananya setelah menikah mereka akan membuka usaha online.
Namun rencana itu semua hancur setelah muncul di TV berita penangkapan penyelundupan mobil mewah yang dikemudikan oleh ayah Arimbi dari Brunei melalui Miri lalu melintasi perbatasan Indonesia Malaysia,intekong lalu Pontianak. Di Pontianak kendaraan mewah yang awalnya dengan plat nomor Brunei begitu keluar dari perbatasan intekong diganti plat nomornya menjadi nomor kendaraan plat B atau Jakarta.
Esoknya keluarga Arman melalui telpon membatalkan acara pernikahan yang seharusnya akan dilaksanakan di akhir bulan ini atau dua Minggu lagi.
Padahal foto prewedding sudah dibingkai indah, undangan sudah mulai disebarkan, catering gedung jangan ditanya lagi, semuanya sudah siap.
Tarikan tangan Mayang menyadarkan Arimbi dari lamunannya.
" Itu lift khusus ..Lu mau dipotong gaji?" Ujar Mayang menarik tangan sahabatnya ke lift sebelahnya yang masih tertutup.
Dari dalam lift khusus komisaris dan direksi keluar seorang pria tampan dengan setelan jas biru tua dengan dua orang assisten pribadi nya dengan wajah sama dingin nya.
Mayang dan Arimbi juga karyawan lainnya yang berdiri di lorong lift semuanya membungkukkan badannya hormat.
Tanpa sengaja Arimbi bertatapan dengan mata dingin pewaris tunggal kerjaan bisnis Felix.
Arimbi langsung menunduk sampai lengan nya ditarik oleh Mayang masuk kedalam lift yang sudah terbuka.
Dengan lesu Arimbi memasukan barang pribadinya kedalam kotak.
" Masih besok kamu keluar kenapa dibereskan sekarang?" Tanya Mayang.
" Biar besok tinggal pamitan ga repot bawa barang, besok kan aku balikin mobil kantor May." Jawab Arimbi dengan wajah sedihnya.
Hari ini hari terakhir Arimbi datang ke gedung the Felix setelah hampir lima tahun mengais rezeki dari gaji awal empat juta rupiah sampai gaji terakhir mencapai dua puluh lima juta rupiah dengan posisi accounting manager dengan fasilitas mobil inventaris kantor.
Arimbi harus melepaskan karir yang dibangun nya karena rencana pernikahan nya dengan Arman, namun pernikahan itu batal dengan alasan ibunya Arman tidak Sudi mempunyai besan Narapidana.
Arimbi dengan setelan span merah maroon dan blazer batik melangkah menuju ruang direktur HRD untuk berpamitan dan mengembalikan inventaris kantor yang selama ini dipergunakannya.
Saat duduk berhadapan dengan Pak Andy direktur HRD, Arimbi lebih banyak menundukkan kepalanya. Apalagi saat di lihatnya kartu undangan pernikahan nya disimpan rapih di rak oleh pak Andy yang juga seniornya dulu saat kuliah di universitas Indonesia.
" Kamu bisa kembali kerja dan the Felix, Arimbi. Tapi kalau saat ini kamu memang butuh menenangkan diri terlebih dahulu, aku bisa kasih kamu waktu sebulan." Ujar pak Andy dengan senyuman yang bijak.
" Terimakasih pak, besok saya ke Pontianak akan mengunjungi Ayah saya, " ujar Arimbi.
" Ayah kamu masih pemeriksaan kan belum di vonis hakim, saya turut prihatin dengan keputusan Arman membatalkan pernikahan kalian." Ujar pak Andy .
Kabar batal nya pernikahan Arimbi dan Arman berawal dari status WhatsApp Arman yang mengumumkan batalnya pernikahan mereka, dua hari sebelum Arman datang kerumah Arimbi.
Setelah berbincang dengan pak Andy dan menyerahkan kunci mobilnya, Arimbi berpamitan pada seluruh jajaran direksi,juga pada anak buah nya di divisi accounting.
Kali ini Arimbi berjalan tegak tidak menunduk lagi keluar dari gedung the Felix langsung masuk ke tadi online yang sudah dipesan nya.
Sampai dipontianak Arimbi dan ibunya langsung Menemui ayahnya di kantor polisi.
Dengan haru mereka berpelukan. Arimbi menatap mata ayahnya yang cekung dengan rambut yang Mulai memutih.
" Ayah ga apa-apa, kata pengacara Boss ayah tadi, ayah tidak akan ditahan. Ayah akan bisa menjadi wali dipernikahanmu nanti..." Ujar Pak Rosid ayah Arimbi sambil memegang tangan putri nya.
Arimbi tersenyum getir,,
" Pernikahan nya batal ayah, tapi itu lebih baik. Untung saja aku belum jadi istrinya." Ujar Arimbi.
Pak Rosid terperanjat mendengar pernikahan putri nya dibatalkan.
Bu ningrum menceritakan pada suaminya kalau ibu Arman tidak merestui pernikahan nya dengan alasan tidak Sudi dan malu punya besan Narapidana.
" Setelah ayah pulang nanti, ayah akan temui Arman. Kurang ajar sekali dia." Ujar pak Rosid dengan emosi.
" Ga perlu ayah, aku sudah ikhlas" jawab Arimbi..
Pengacara pak Rosid menghampiri mereka, lalu saling bersalaman.
Lalu duduk dan berbicara serius dengan pak Rosid, Arimbi dan ibunya melihat dengan khawatir.
Pak Rosid menoleh pada putrinya lalu kembali berbicara dengan pengacara itu.
Pak Rosid lalu berdiri dan berjalan mendekati istri dan putrinya lalu menarik kursi pelastik dan duduk dihadapan istri dan anaknya.
" Ayim, ayah minta maaf harus mengatakan ini." Pak Rosid mengatur nafasnya menahan tangis yang sudah sampai di kerongkongan nya membuat nya susah berbicara.
" Bicara apa ayah? Apa yang pengacara itu bilang?" Tanya Arimbi sambil memegang tangan ayahnya.
"Ancaman hukuman ayah seumur hidup, pengacara itu menawarkan ayah bisa bebas, asalkan kamu bersedia menikah dengan tuan Thang." Ucap pak Rosid dengan suara pelan.
Arimbi menoleh pada pengacara yang juga menatap nya.
" Baik, aku bersedia. Asal ayah benar-benar bebas." Jawab Arimbi.
" Ayim tapi tuan Thang mau menikahi di tanggal yang sama dengan tanggal pernikahan mu dengan Arman dan digedung yang sama" ujar pak Rosid lagi masih dengan suara pelan.
" Ga masalah mau menikah dimanapun, yang penting ayah tidak terjerat masalah hukum dan dipulihkan nama baik ayah yang sudah terlanjur tercemar dengan pemberitaan di TV." Ujar Arimbi tegas.
Pengacara itu lalu mengangguk dan mengajaknya berbincang.
Setelah sepakat Arimbi keluar dari gedung kantor polisi menuju hotel terdekat untuk istirahat sambil menunggu proses ayahnya yang menurut bapak pengacara tadi akan keluar besok pagi.
Malam nya Arimbi yang duduk didalam kamar hotelnya bersama ibunya menerima telpon dari Mayang sahabat nya.
" Mbie tau ga, Boss besar akan menikah kita semua karyawan diundang lho, nih undangan buat kamu juga ada." Ujar Mayang..
" May, kalau ada info loker kasih tau ya!" Pinta Arimbi pada sahabatnya.
" Udah lu balik aja kerja disini, lagian pak Andi juga bilang kalau kamu cuti satu bulan." Jawab Mayang.
Setelah puas berbicara video call dengan sahabat nya.
Arimbi memeluk ibunya yang berbaring.
" Bu, apa menurut ibu tuan Thang itu baik?" Tanya arimbi.
" Menurut yang ibu dengar dari ayahmu, tuan Thang itu baik, Boss besar juga baik. Hanya saja ...." Bu Ningrum berbalik menghadap Arimbi,kini mereka tidur miring berhadapan.
" Hanya saja, Tuan Thang itu mafia, dan dikelilingi oleh wanita cantik, itu yang membuat ayah mu berfikir dan ragu. Menukar kebebasan nya dengan kebebasan mu nak." Ujar Bu Ningrum mengusap kepala Arimbi.
Arimbi pun tertidur sambil memeluk ibunya.
Penuh haru Arimbi memeluk Ayahnya yang akhirnya dibebaskan dari penjara.
Dan wartawan dari berbagai media meliput, penasehat hukum Tuan Thang pun berdiri disamping Pak Rosid menjelaskan kalau Klien nya bukan menyelundup kan mobil mewah seperti dikabarkan.
" Pak Rosid ini memang bekerja di perusahaan importir mobil mewah,dan mobil yang dikendarai nya lengkap dokumen nya..!" Lalu penasehat hukum itu memelerlihatkan bukti dokumen kepada wartawan.
Dari kejauhan Arimbi dan ibunya menyaksikan dengan haru sambil berpegangan tangan.
Usai konfrensi pers,Arimbi dan orang tuanya diajak masuk kedalam restoran oleh pengacara Tuan Thang.
" Pak Rosid, sebaiknya bapak tidak lagi gegabah...! Kali ini Boss besar memaafkan karena melihat Putri bapak...!" Ucapan pengacara iti membuat Arimbi menatap Ayahnya.
" Sebenarnya apa yang Ayah saya lakukan...?" Tanya Arimbi.
" Pak Rosid sebenarnya hanya diperalat oleh adik tirinya Tuan Thang. Yang disayangkan adalah, seharusnya Pak Rosid menolak nya. Tapi karena tergiur upah yang ditawarkan. Pak Rosid menerima perintah dari orang yang salah...!" Ujar pengacara itu menjelaskan.
" Maafkan Bapak Ayim...! Tadinya bapak akan menggunakan uang itu untuk biaya resepsi pernikahan kamu, bapak malu. Sebagai seorang Ayah taoi bapak tidak bisa membantu meringankan beban anak satu-satunya...!" Ujar pak Rosid dengan mata berembun.
Arimbi menggelengkan kepala nya.
Malam itu mereka sudah samoai di Jakarta.
" Ayim, apa kamu yakin akan menikah dengan tuan Thang..? Kamu bekum oernah bertemu dengan nya sama sekali. Ayah sangat khawatir nak..!" Ujar pak Rosyid, bagaiamana Arimbi ada putri satu-satunya.
" Insya Allah Ayim yakin dan siap ayah...!" Jawab Arimbi.
Pak Rosyid menarik nafas berat. Ada sedih di wajah tuanya. Usianya sudah tidak muda lagi.
Dan pagi itu Arimbi terlihat sudah bersiap dengan setelah pakain kerjanya dan membawa tas laptop nya.
" Ayim pergi dulu Ayah,Ibu..? Doakan Ayin dapat lolos interviewnya..!" Ujar Arimbi.
" Ayim, apa kamu tidak Kembali bekerja dikantor lama saja..? Kan tidak jadi menikah dengan pria brengsek itu...?" Ujar ibunya Arimbi.
" Ga apa-apa bu kebetulan Ayim daoat panggilan dari perusahaan importir mobil juga, Doakan Ayim ya Bu ..!" Arimbi lalu mencium tangan kedua orang tuanya dan berjalan keluar dosana taxi online sudah menunggunya. Rencana nya pulangnya nanti ia akan membeli mobil kecil untuk operasional nya.
Sementara didalam sebuah ruangan kantor yang terlihat mewah.
Fergi Thang 33 tahun pemuda tampan dengan garis wajah rupawan dengan hidung lancip bibir merah halis tebal denga rambut nya yang tertata rapih, menatap wajahnya serasa melihat artis Korea dengan wajah mulus nya.
Putra kedua dari konglomerat besar Felix Thang itu terlihat membolak-balik kertas didepannya.
" Wanita inikah yang akan dinikahi kakakku? Dan hari ini dia yang akan interview bukan.?" Tanya Felix pada Tedy asisten pribadinya.
" Namanya Arimbi Agustina Rosyid berusia 27 tahun lulusan terbaik Fakultas ekonomi universitas Indonesia, dan sudah bergabung hampir 6 tahun dengan perusahaan pusat kita di Jakarta." Jawab Tedy seraya meletakkan map plastik berisi biodata Arimbi Agustina Rosyid.
" Dia tinggal bersama keluarga nya, dan ayahnya baru saja dibebaskan oleh Tuan besar..! Terkait kaus penyelundupan mobil dari Brunei ke Pontianak melalui intekong...!" Ujar Tedy lagi
" Ehmm menarik..? Sejaka kapan Bang Ferdi selera nya berubah...?" Guman Fergi sambil menatap foto Arimbi.
Ujar Fergi sambil membaca dengan seksama biografi dan rangakaian prestasi yang tertulis disana.
" Tuan tetap akan meng interview nya...?" Tanya Tedy.
Fergie mengangguk dan berdiri.
" Dan untuk acara pernikahan kakak anda,Apa anda akan mengajak Nona Angelica ..?" Tanya Tedy.
" Tidak, aku tidak mau ia mbuat kekacauan disana, sampai kapanpun mama tidak akan merestui hubungan kami." Jawab nya.
" Lalu apa Tuan akan menerima perjodohan yang direncanakan Nyonya...?" Fergie mengangkat bahunya.
" Mungkin aku akan Menikahi wanita lain...!" Ujar Fergie.
Beberapa saat kemudia sekertaris Fergie masuk mengabarkan kakau Arimbi Agustina Rosyid audah datang.
" Suruh masuk...!" Ujar Tedy, sekertaris seksi dengan span pendeknya kembali melenggak-lenggok keluar ruangan dan beberapa saat kemudian kembali dengan seorang wanita berpakaian rapih dengan hijab putih yang terlihat anggun.
Fergie menelisik wajah gadis ayu dihadapan nya, yang ia ga percaya gadis dengan penampilan sederhana ini yang akan dinikahi oleh kakaknya minggu depan.
" Arimbi Agustina Rosyid,bekerja dengan jabatan terakhir Finance Manager di The Felix dengan basic salary 22 juta dengan kendaraan invetarus dan tunjangan transportasi lima juta setiap bulannya. Belum termasuk bonus, mengundurkan diri karena akan menikah...? Benar...?" Ucap Fergie.
Arimbi menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskan perlahan.
Sudah menduga bila pertanyaan tersebut yang akan keluar saat wawancara, apa boleh buat, setelah lulus kuliah Arimbi memang langsung bekerja di perusahaan The Felix dengan posisi jinor accounting,karena promosi dan prestasinya karironya terus melonjak ditambah dia juga menyelesaikan program magister yang semakin mendongkrak karirnya.
“Benar pak...!" Jawab Arimbi.
" Lalu apakah suami kamu mengizinkan kamu bekerja setelah menikah...?" Tanya Fergie sambil menatap Arimbi.
" Ehmmm menguzinkan Pak..!" Jawab Arimbi.
Fergie tertawa sinis.
Arimbi sama sekali tidak mengetahui kalau Fergie adalah adik kembar dari calon suaminya.
Jangan kan Fergie, dengan calon suaminya saja ia bekum pernah bertemu.
“Ok,,, Saya tertarik dengan pengalaman kamau sebagai finance manager di kantor besar seperti The Felix, dan tugas kamu ada sebagai konsultan keuangan saya...! Kamu dan Tedy sebagai asisten pribadi saya, kamu khusus menguris keuangan perusahaan, seharusnya kamu bisa melakukannya kalau melihat pengalaman pengalaman kamu...!" Ucap Fergie.
Arimbi mengangguk,
Mata Fergie tertuju pada kedua tangan Arimbi yang saling mengenggam di atas meja.
" Okey, kamu bisa mempelajari kontrak yang akan diberikan oleh Tedy, tandatangani dan kamu bisa langsung bekerja besok..!"ucap Fergie,sambil menatap tajam Arimbi. Tataoannya seolah menusuk relung hati Arimbi. Entah kenapa.
" Oh iya...? Satu lagi...! Kamu tidak bisa membatalkan kontrak kerja atau denda 10 Milyar...!" Ujar Fergie dengan senyum yang terlihat aneh.
Bukan Arimbi saja yang teekejut tapi juga Tedy asistennya karena tidak ada dalam kontrak masalah denda atau finalty 10 milyar seperti yang dikatakan oleh Fergie.
" Ehm Tuan....?" Ucapan Tedy tidak selesai karena Fergie langsung memotongnya.
" Lakikan sekarang atau panggil kandidat lain...!" Ujar Fergie.
" Siap Tuan...! Saya akan menandatangani nya...!" Jawab Arimbi yang ikutan memanggil Tuan setekah mendengar kalau Tedy memanggil Fergie boss nya dengam Tuan.
Setelah menandatangani kontrak, Tedy memberikan kunci mobil dan STNK kendaraan yang akan jadi inventaris Arimbi.
"Ini kendaraan inventaris kamu, besok mulai bekerja, dan ini handphone khusus untuk operasional kantor..!" Ujar Tedy, Arimbi terkejut karena langsung mendapat kan fasilitas. Bikan mobil murah yang ia terima, tapi mobil BMW sport keluaran terbaru.
" Ini kendaraan invetaris saya...?" Tanya Arimbi tidak percaya.
Tedy mengangguk.
"Siapkan mental kamu..! Selama ini asisten keuang terlama hanya kuat 2 bulan itu rekor...!" Ujar Tedy membuat Arimbi terkejut.
****
Ferdi Thang sedang berdebat dengan Tuan Felix Thang ayah kandungnya.
" Kenapa harus aku yang menikahi wanita itu...? Dia sama sekali bukan tipeku.!" Ujar Ferdi Thang yang terus menolak.
" Biar aku saja yang menikahi gadis itu...!" Ferdi dan tuan Felix thang menoleh.
" Are you sure...!" Fergie menganggukkan kepala nya dengan yakin sambil tersenyum sekilas terbanyang olehnya senyum lembut Arimbi.
Pagi itu dengan semangat Arimbi bersiap berangkat ke kantor. Ini minggu keduanya ia bekerja.
Dan hitungan hari ia akan menikah dengan laki-laki yang belum pernah sekalipun ia temui.
Rambut nya di ikat rapih. Ia memang jarang menggerai rambut panjangnya saat bekerja.
Hari itu ia mengenakan setelan celana dan Blazer berwarna merah marron.
Nampak leher putih nya berkilau kontras dengan blazer merah maroon yang dikenakan nya.
Setelah sarapan ia bergegas menyalami kedua orang tuanya, ayahnya masih belum masuk bekerja.
Dan Arimbi pun melarang ayahnya bekerja lagi.
" Ayim, hari Minggu kamu menikah. Apa kamu tidak mengambil cuti..?" Tanya ibunya Arimbi
" Hari Sabtu kan libur bu, ngapain cuti. Lagipula belum ada kabar lagi kan dari mereka tentang pernikahan...? Semoga saja mereka lupa...! He he he ..." Ucap Arimbi.
Dan saat Arimbi baru saja akan berpamitan,suara bell pintu berbunyi.
Pak Rosyid segera berdiri.
" Eh ada Pak Ramli,orang kepercayaan nya Tuan Thang....!" Gegas Pak Rosyid berjalan kedoan dan membuka kan pintu gerbangnya.
Arimbi berdebar saat tahu diapa datang, dan ruoanya Pak ramli tidak datang sendiri.
Ia datang dengan dua orang pria yang membawakan banyak kotak.
" Selamat pagi Pak Rosyid...!" Sapa Pak Ramli.
" Pagi Pak Ramli, mari silahkan masuk...! Duh maaf rumah nya berantakan nih...!" Ujarpak Rosyid.
" Oh Tidak apa-apa Pak, saya datang untik memberikan gaun pengantin untuk dikenalan oleh Nona Arimbi nanti. Acaranya permberkatan pernikahan dan resepsi langsung di gedung The Felix, kebetulan ada yangebatalkan acara pernikahan nya di balroom kecil, jadi bisa open loss ballroom karena tuan Thang mengunda banyak tamu." Ujar Pak Ramly.
Dua orang pria itu lalu meletakan beberapa kotak diatas meja. Lalu keluar.
Arimbi dan Bu Ningrum berdiri mematung.
" Nona Arimbi,ini perjanjian pra nikah yang harus ditandatangani...!" Ujar pak Ramli.
" Apa saya masih boleh bekerja..?" Pak Ramli terlihat diam, apa gadis didepannya memang tidak mengetahui kalau sekarang ini ia masih bekerja di group Felix.
"Tidak ada larangan untuk tetap bekerja selama masih dalam batas yang wajar. Dan aetelah menikah Nona Arimbi akan tinggal di kediaman keluarga Thang selama 1 bulan, setelah itu akan ikut dengan Tuan Muda Thang..." Pak Ramly menjelaskan panjang lebar lalu menyerahkan Bulpoint hitam pada Arimbi.
Dengan cepat Arimbi mengambil bulpoint,,
" Ehmmm sebenarnya kenapa Tuan muda Thang tertarik untuk menikahi saya...?" Tanya Arimbi dengan takut-takut mengutarakan pertanyaan nya.
" Ini keingin Tuan Besar Felix Thang, ..!"
" Ehmmm kalau begitu terpaksa menikahi saya..?"
" Ehmm tidak juga, karena tidak ada penolakan dari tuan Muda Thang...!" Jawab Pak Ramli.
Karena kedatangan Pak Ramli ke rumahnya pagi itu, menyebabkan Arimbi telat satu jam ke kantor.
Walaupun ia sudah memberitahukan pada Tedy tetap saja perasaannya tidak enak.
Dan pagi itu, saat ia akan mengetuk ruangan Tuan Fergie. Telinganya mendengar suara desahan khas orang bercinta dari dalam ruangan.
Dan ia tidak melihat Bianca sekertaris boss nya yang berpakaian minimalis itu tidak ada di mejanya.
" Masuk saja...!" Arimbi menoleh pada Teddy yang sudah berada disampingnya.
" Ehmmm tapi....?" Arimbi ragu untuk masuk apalagi suara itu bwrtambah jelas saja.
" Yuk...! Aku juga sekalian minta tanda tangan Boss, lusa kamu menikah kan..!" Arimbi mengangguk.
" Tok tok tok..."
Tanpa menunggunya jawban Teddy mendorong pintu yang tidak dikunci.
Arimbi berjalan dibelakang Teddy seolah takut akan sesuatu.
" Auh... Ehmmm ...aaahhhhhk...!" Bulu kuduk Arimbi meremang mendengar suara-suara yang tak layak dengar.
"Ok... Done... !" Terdengar suara karet entah apa, dan bau anyir pun menyeruak firuangan ber AC itu membuat peruat Arimbi mual.
" Thanks ya...!" Terdengar jelas suara boss nya.
" Kamu tidak may ambil cuti menjelang pernikahan mu Lusa..? Bukanya kamu harus melakukan rangkaian perawatan tubuh dan wajah untuk memuaskan suami kamu nanti...?' ujar Tuan Fergie sambil berdiri membenahi pakaiannya, sementara bianca sekertaris merapikan rambutnya lalu mbersihkan meja dan mengelaonya dengan tissue.
Lalu dengan pandangan sinis melirik Arimbi yang terdiam terpalu melihat heran dengan ke santaia an Bianca seolah tanpa beban dan rasa malu.
Belum Arimbi menjawab nya,Tuan Fergie sudah kembali bicara.
"Besok hari Jumat kamu boleh libur,kamu bisa ambil cuti tiga hari dimulai hari Senin.!" Arimbi terkejut dengan pendengaran nya
" Terima kasih Tuan...!" Jawab Arimbi.
" Kamu bisa selesai kan ini untuk pembayaran Fee distributor..?"
Glek,
Arimbi menelan ludahnya.
Gila saja ratusan data distributor harus selesau hari ini...? Batin nya.
" Ehm saya usahakan pak...!" Ujar Arimbi sambil menatap Bossnya.
" Sebelum jam 8 malam semua cek yang harus saya tanda tangani harus sudah ada di meja saya ..!"ucapnya.
Kadilah hari itu Arimbi kerja keras diruangan nya.
" Mbi...! Makan siang dulu...!" Ajak Teddy.
" Aku nanti saja pesan OB nasi Padang...!" Jawab Arimbi tanpa menoleh.
Teddy keluar dari ruangan mereka, di ruangan itu memang ada tiga meja, meja Arimbi dan meja Teddysedangkan satu meja masih kosong, katanya itu meja konsultan marketing yang baru saja keluar dua hari sebelum Arimbi bekerja.
Setengah jam kemudian, Teddy masuk kedalam ruangannya dengan membawa pelastik beris dua bubgkus nasi Padang.
" Mbi ..ini nasi Padang kamu...! Ayok makan..! Jangan sampai kamu skait ga jaod pengantin nanti." Seloroh Teddy.
Arimbi pun berdiri dan berjalan ke sofa dan membersihkan tangannya dengan tissue basah.
" Kmau kok bisa santai banget mau nikah...?" Tanya Teddy yang belakangan ini sangat dekat dengan Arimbi.
Teddy sangat kagum dengan tingkat kecerdasan Arimbi, dan teddy merasa mempunyai partner dalam Bekerja.
" Santai saja, aku kan tinggal berdiri disamping pengantin Pria, sudah begitu saja kan...?" Ujar Arimbi sambil memgaduk nadi Padang dihadapan nya.
" Ehmmmm ini rendangnya cocok banget sama ayam pop nya...!" Ujar Teddy.
" Iya ini aku suka banget...!" Jawab Arimbi.
" Kamu yakin akan menikah dnegan laki-laki yang belum pernah kamu temui..?" Tanya teddy penasaran.
Arimbi mengangguk.
" Yakin, karena apa yang aku lakukan untuk menyelamatkan Ayahku. Dan Tuhan pasti akan menyelamatkan aku...!"
Uhuk...
Teddy tersedak mendengar jawaban Arimbi
Sebenarnya ia ingin sekaliemeveri tahukan arimbi kalau ia akan menikahi kakak kembar boss nya itu.
Tapi itu sangat dirahasiakan.
Publik hanya tahu seorang ahli waris saja yaitu Ferdi Thang, Fergie Thang sang adik dari bayi sudah dipisahkan sesaui kepercayaan dan keyakin mereka apabila kembar identik yang lahir di hari apes maka salah satunya harus dipisahkan.
Fergie dari kecil tinggal dan besar dalam asuhan Kakek nya, sednagkan Ferdi bersama orang tuanya.
Keduanya sejak remaja selalu bersaing, sampai suatu hari Kakek nya meninggal dunia, Fergie akhirnya masuk ke dalam istana Felix thang.
Dan kembar Ferdi dan Fergie seperti dua sisi koin yang berbeda.
"Apa kamu tidak mau mengundang aku...?" Tanya Teddy.
" Datanglah ..!" Jawab Arimbi seolah tidak peduli.
" Kamu menikah di Ballroom Convention The Felix kan..? Gilaaaa... Berapa puluh milyar tuh, bukannya sebelumnya kamu juga akan menikah disana dengan mantan tunangan kamu..?"
Arimbi mendongak.
Aku dulu bukan di convention hall, hanya di socae kecil untuk 300 orang, itu saja sudah menguras tabungan ku,untung saja pengelola gedung berbaik hati mengembalikan semuanya. Jadi aku bisa membeli mobil, eh rezeki dari Tuhan untik anak yang berbakti memang luar biasa,aku malah dapat inventaris BMW seri terbaru... Ha ha ha...makanya cintai orang tuamu, makan Tuhan akan mencintai mu..!" Mata Teddy berbinar mendengar itu.
Dan keduanya tidak menyadari kalau sedari tadi Fergie Thang mendengar semuanya.
****
Hari pernikahan pun telah tiba, terlihat kesibukan dirumah Arimbi.
" Kamu cantik sekali Ayim...!" Puji Bu Ningrum saat melihat putri tunggalnya mengenakan pakaian pengantin denga bahu terbuka dan leher putihnya mengenakan kalung berlian yang indah.
Rambutnya di tata demgan mahkota kecil diatasnya.
" Padahal ga fitting dulu ya..? Tapi bisa pas banget pakaiannya. Sempurna..!saya lho deg deg an waktu dikasih tahu sama Tuan Ramly kalau pengantin belum fitting malah masih kerja...!" Ujar wanita juru rias yang terus memuji Arimbi.
" Ayim ..! Mari nak..! Pak Ramli sudah datang menjemput kita...!" Ujar pak Rosyid.
Keluarga Arimbi yang hampir seluruhnya datang baik dari keluarga Pak Rosyid yang berasal dari Jogja maupun dari keluarga Bu Ningrum yang asli Solo.
Dengan menggandeng lengan ayahnya Arimbi masuk ke dalam Limosin.
Keluarga Arimbi memang tidak sempat membatalkan undangan pernikahan yang terlanjur di sebar pada keluaga karena terlanjur sibuk mengurusi Pak Rosyid di Pontianak.
Arimbi sendiri tidak mengundang siapapun dalam pernikahannya, hanya teddy mungkin yang ia undang itupun tidak sungguh-sungguh ia lakukan.
Arimbi terpukau melihat kembang api yang menyambut kedatangan nya, dan semua bunga yang berjejer bertuliskan Ferdi Tang dan Anastasia Rosyid, tidak menyebutkan Arimbi tapi menggunakan nama baptisnya Anastasia.
Aronbi sedikit gemetar saat dilihatnya gedung dimana ia mengais rezeki selama hamoir enam tahun malam itu begitu dengan indah dengan lampu berkedip menulis kan nama nya dan calon suaminya.
Ehmmm suamiku itu Ferdi Thang, sepeti apa dia..? Kenapa banyak aturan sekali..? Arimbi menyesal tidak membaca dengan baik fan lalai meminta salinan nya.
Tapi ia tidak menyesal, ia malah sangat berharap kalau Arman mantan tunangannya hadir dan melihat pernikahan megah ini.
Puluhan pasang pria dan wanita dengan gaun pesta seperti oeri dengan sayanya berbaris menyambut Arimbi yang turun dari mobil. Sama persis seperti konse pernikahan nya dengan Arman yang saat Arimbi datang akan disambut dua peri kecil yaitu keponakan Arman yanga akan berpakaian peri.
Dan ini konsep yang disempurnakan.
Lalu luluhan peri itu mulai menaburkan bintang saat Arimbi melalui mereka selanjutnya mereka mengikuti Arimbi masuk kedalam Ballroom yang langsung fisambut denting piano dan suara lembut Heidy Yunus.
Sungguh pemandangan yang membuat mata Arimbi berair..
Bagaimana tidak..?
Dulu memang keinginannya untuk mengundang Penyanyi idolanya Kang Heidy Kahitna, tapi karena budget nya tidak cukup. Akhirnya hanya menggunakan penyanyi gereja.
Dan di altar yang agung sudah berdiri Tuan Felix Thang dan Istri nya disisi kiri, dan seorang Pria dengan setelan tuxedo pengantin dengan warna senada dengan gaun pengantin yabg dikenakan oleh Arimbi, gaun pengantin yang iya tidak sanggup untuk sekedar menyewanya. Harga sewanya sangat fantastis, dan saat ini gaun impiannya itu ia kenakan menempel membalut tubuhnya yang berkilau.
Mayang sahabatnya nyaris terpekik melihat Arimbi sang pengantin begitu juga Arman matanya nyaris melompat dari tempurung kepalanya.
" Anakku Ferdi Nicholas Thang...! Aku serahkan putriku Arimbi Anastasia Rosyid untuk kau jadikan istri yang akan kau jaga raha fan jiwanya sepenuh hatimu...!" Dengan suara bergetar Pak Rosyid lalu menyerahkan tangan putrinya pada Pria yang akan jadi menantunya.
"Saya Ferdi Nicholas Thang mengambil engkau Arimbi Anastasia Rosyid menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah dan aku memberikan uang seratus milyar sebagai hadiah karena engkau telah bersedia menjadi istriku."
Terdengar Riuh saat pengantin Pria mengatakan memberika hadiah pernikahan sebesar seratus milyar,
Shinta nyaris pingsan mendengar nya,dengan kesal ia melepaskan tangannya dari lengan Arman yang sedari tadi benging menatap manatan tunangan nya yang terlihat sangat cantik.
Arimbi masih belum bernai untuk sekedar melirik wajah calon suaminya.
Sampai tangan sang oenganti pria membuka slayer tipisnnya perlahan.
Arimbi benar-benar hampir saja berteriak.
Bagaimana mungkin ia menikah dengan Bossnya...?"