Bab 2

Ketos yg sedang berjalan menuju ruangan di mana tempat pelaksanaan kegiatan OSPEK berlangsung, tiba-tiba langkahnya terhenti.

Ia memandang Anna yg sudah tergeletak di bawah, dengan cepat ia berlari menuju Anna.

'Duk ... duk ... duk'

langkah kaki yang sangat kuat, setelah sampai di tempat Anna, "Dek, dek bangun dek,"

ia terus menerus memegang pipi Anna dengan sapu tanganya, terlihat sangat enah bukan?.

"Dek bangun dek bangun"

Karena melihat Anna yg memang kondisinya sangat lemah sekali, akhirnya ia memutuskan untuk membawanya ke ruangan Uks.

Di saat ruangan OSPEK terdengar bising di saat itupun hening seketika ketika melihat ketos yg sedang mengendong seorang gadis yang tak lain adalah Anna, siswi gang di hukum lantaran keterlambatanbya.

"Itu ... tu bukanya ketos yh?" gumam Rubi kepada Nisa. Sontak hal itu membuat ia terdiam sambil mengengam erat tanganya menandakan bahwa rasa kecemburunya sedang meluap-luap.

"Ngapain si ketos! udah di tungguin juga," ujar Nisa yg langsung mengikuti ia ke ruangan Uks.

Disisi lain, sepanjang jendela penuh dengan ratapan wajah para siswi, yang menghayal andai saja diri mereka yg berada di posisi gadis itu.

"Eh, adik-adik ngapain kalian gitu! ayo semua kembali ke tempat duduk masing-masing" ujar kak Adit.

Nisa yang memegang roknya sampai di betis, berlari sekencang mungkin sampai-sampai ia terjatuh.

"Gedebukkkk," suara hentakan badanya yg jatuh ke lantai.

"Auu ... sakit ... ih"

Setelah itu ia kembali berdiri lagi. Aneh bukan? rasa sakit yg ia rasakan tiada duanya ketika ia terjatuh tadi, karena faktor kecemburuanya yang begitu besar.

Sesampai di ruangan Uks, Nisa langsung kaget setelah melihat ketos mengosokan minyak kayu putih ke hidung Anna.

"Bay kamu nie di tungguin juga!" ujar Nisa yang tiba-tiba menaikan nada suaranya. Hal ini membuat Bayu terkejut.

"Eh Nis, maaf yah soalnya nie anak pingsan tadi." Sambil tersenyum ke Nisa. Nisa yang melihatnya langsung membalikan badanya, "Auh ah ngk peduli!"

"Ulu-Ulu jadi ceritanya ngambek nie," ia pun berbicara sambil mengelus kepala Nisa.

Nisa yg tadinya terlihat marah telah membaik, dan ia pun membalikan badanya dan menghadap ke arah Bayu. Sambil menonjok perutnya.

'Buuuf' suara yg terdengar dari tonjokan Nisa ke Bayu.

"Auuh ... kok tanganku yang sakit!" ujar Nisa.

"Makanya ngk usah sok-sok kuat nonjok cowok, percuma juga nonjok ngk bakalan ke rasa kok malahan tangan kamu kan yang sakit," bisik Bayu padanya.

Anna yg masih terbujur lemah sampai sekarang, ia belum sadar.

"Bay antarin aku donk!"

"Kemana?"

"Ke rumah mau ganti rok"

"Emang rok kamu kenapa???

"Rokku sobek," dengan senyuman yang manja.

"kok bisa?"

"Yah karena kejar kamu lah!" dengan muka yg seketika berubah jadi bete.

"Hahahah ... iyiy sini aku antarin, tapi sebelum itu konsultasi dulu sama staf yg lain agar mereka tau jika aku sama kamu ijin dulu." Nisa yg menganggukan kepalanya pertanda bahwa ia setuju.

Setelah semua sudah di atur dan semua sesi berjalan dengan lancar Adit, dan Rubi menjenguk Anna yang masih terbujur lemah.

Tapi sebelum mereka sampai, Anna sudah siuman.

'Drekkkk,' suara pintu terbuka.

"Dek udah sadar yah?" ujar Adit.

"Ia kak, makasih yh udah nolongin."

"Bukan dia yg nolong kamu, tapi ketos kita," sahut Rubi.

"Oh ... begitu."

Anna yang sudah merasa baikan, mencoba menelfon Ayah untuk di mintai jemput.

"Assalamualaikum, ayah,."

"Waalaikumussalam iya nak, ad apa?"

"Ayah masih sibuk ngk?"

"Iya sayang, ayah masih lagi metting sama teman ayah, emangnya ada apa nak?"

"Ohw ... yaudah kalau begitu lanjutkan dulu kerja ayah, nanti aku minta jemput sama ade aja."

"Iya sayang, hati-hati yah,"

Telfon di matikan, Anna sengaja tidak memberitahukan kondisinya kepada ayah karena Anna tidak ingin membebani pemikiran ayahnya yg sedang sibuk bekerja.

"Anna dari Smp mana Sebelumnya?" tanya Rubi.

"Aku dari SMPN 23 kak"

Anna yang sambil menjawab pertanyaan dari Rubi, di saat itulah Adit menatapnya sambil ternseyum.

"Hey awas naksir kau sama dia!" Rubi yang mengejeknya tanpa rasa bersalah.

"Apaan si, kagetin aja" ujar Adit yan sudah tak bisa mengelak.

Adit pun langsung tersenyum malu pada Anna yang menatap nya. "Masya Allah, udah baik, kalem, manis, polos, ramah, sopan lagi, cucok banget jadi wanita impian," ujarnya dalam hati.

Diam-diam Adit menaruh perasaanya kepda Anna, tetapi ia hanya diam.

"Kak kegiatan OSPEKnya udah selesai yah" ?tanya Anna ke Rubi.

"Ia dek udah selesai"

"Enggak apa nanti besok baru kamu ikut yh, tapi ingat jangan telat. Nanti pulang di rumah istirahat yang cukup"

"Baik kak," dengan wajah yang riang, seolah-olah tak terjadi sesuatu padanya.

Anna, Rubi dan Adit keluar dari ruangan uks tadi.

Sesampai di ujung kelas, semuanya berpisah terkecuali dengan Adit. Adit yang setia menunggu Anna sampai penjemputanya datang.

Anna yang merasa cangung, kerap kali salah tingkah dalam bergerak. Dengan jarak yang bisa di bilang agak dekat, tak mengurungkan niatnya untuk mengajak Anna berbicara.

"Dek rumah kamu jauh yah dari sini?"

Anna yang dari tadi tinggal menatap ke arah bawah akhirnya berbicara juga.

"Iya kak lumayan jauh," sambil memegang ranselnya.

"Siapa yang jemput kamu?"

"Adikku," ujar Dila jawaban yang sangat irit.

"Oh kenapa ngk naik taksi aja dek?"

"Aku takut kak, heheheh," Sambil tersenyum malu. Adit yg menatap Anna merasakan kesejukan di hatinya, pasalnya selama ia berada di SMA ini ia tak pernah seakrab ini dengan cewek.

"Ya Allah, kak Adit baik juga yah, andai saja itu kak Malik pasti aku lebih senang," gumamnya dalam hati.

'Trengg ... Treng' suara getaran hp yg berasal dari tas Anna, ternyata yang menelfon ia adalah adiknya.

"Assalamualaikum kak, kaka di mana?"

"Waalaikumussalam dek, aku udah ada di gerbang samping sekolah, emang kamu dimana?"

"Aku di gerbang depan kak"

"Yaudah kalau gitu ade mutar ke samping ya"

"Ok kak, telfon di matikan.

Sesampai ia di gerbang samping, ia langsung bertos tangan dengan Adit, sontak hal ini membuat ia semakin kaget dan kebingungan.

"Weiiitss ... bro pa kabar?" ujar Rey adiknya Anna.

"Baik bro, kau sendiri apa kabar?"

"Baik, seperti biasa."

Anna langsung menanyakan hal ini ke Rey.

"Dek kamu kenal sama dia?"

"Ohw ini kakak kamu yah?sembari tersenyum ke Anna.

"Ia ini kakak aku"

"Ia kak aku kenal sama Adit, Adit ini teman ngumpul aku kak," sahut Rey.

"gitu yah, yasudah ayuk kita pulang." Ajak Anna.

"Bentar-bentar," suara Rey yang langsung membuat Anna kaget.

"Ada apa?"

"Kok kaka bisa sama Adit? Pacaran Yah"

"Dek kamu nie apaan sih, kak Adit ini kakak kelas aku, kebetulan tadi mereka yg temanin kaka pas di Uks" ujar Anna.

"Uks?" Rey kaget mendengar ucapan itu, "Siapa yang sakit, kakak sakit yh? kok ngk kasih kabar di rumah" ujar Rey yang panik.

"Ia tadi Anna pingsan makanya di bawah ke Uks," Adit tak menyangka betapa pedulinya Rey ke Anna.

"Kenapa bisa pingsan kak? pasti karena kecapean yh, kan kakak sudah di bilangin sama mama dan ayah jangan terlalu capek, kan jadi gini akhirnya!" dengkul Rey yang kesal.

Rey yg nampak khawatir terhadap kakanya membuat Adit sahut padanya. Tak di sangkah betapa pedulinya ia terhadap Anna.

"Iya, kakak tau kok tapi allhamdulillah kakak udah mendingan" Anna mengalihkan pembicaraan agar Rey tak begitu panik.

"Terus siapa yg membawa kakak ke Uks?"

"Kakak juga ngk tau."

Tiba-tiba Adit memotong pembicaraan mereka berdua.

Bab 3

"Jadi gini, yang menolong kamu adalah Bayu."

Anna yang mendengar ucapan Adit langsung menanyakan pria yang telah menolongnya itu.

"Bayu?" sembari mengerutkan dahi, dan berusaha keras memikirkan siapa Bayu itu.

"Bro, Bayu itu siapa?"

Adut melanjutkn pembicaraanya.

"Jadi Bayu itu ketua osis di sini,"

"Oh ketua Osis," Anna legah mendengarnya.

"Yaudah kalau gitu aku dan kakaku pamit yh, bro nanti main ke rumah, lagian hari juga sudah semakin sore nie."

"Ok bro!" ujar Adit.

Sesekali ia menatap ke arah Anna, sedangkan

Anna juga demikian.

'Tiiit .... Tiiit'

Suara klakson motor milik Rey, setelah semunya kembali, di perjalanan pulang, Rey menanyakan keadaan Anna yg masih terlihat agak pucat dan lemas. Sementara itu, Anna yang di gonceng hanya terdiam memikirkan siapa Ketos yg bernama Bayu itu. Di saat ia serius memikirkn Bayu, Rey yang hanya melihat kakaknya dari kaca spion motor mengagetkannya. Ia menggerakan bahunya yg sebelah kiri di mana tempat sandaran kepala Anna.

"Kak-kak, kok ngelamun si? kakak masih ngerasa pusing yah?" tanya Rey yang masih cemas dengan keadaan kakaknya.

Pertanyaan yang sama telah di lontarkan Rey sebanyak 3 kali. Namun, Anna belum menjawab malahan ia masih terdiam dan merenung.

Hal ini membuat Rey menghentikan motornya, saat motor telah berhenti di pinggir trotaor, Anna yang baru sadar dari melamunya tadi langsung bertanya ke Rey.

"Dek kok berhenti dsini, kan rumah kita masih jauh?" Anna nampak kebingungan. Rey yang tak menjawab pertanyaan kakaknya itu langsung meraba testa Anna.

"Allhamdulillah ngk panas!" ujar Rey.

"Panas? siapa yg panas!" tnya Anna.

"Habisnya kakak di tanya dari tadi ngk di jawab, diam bae."

"Wess ayo lanjutin jalannya!" ujar Anna.

"Ok kak"

Di tengah perjalanan Anna menanyakan sesuatu kepada Rey mengenai Adit.

"Dek, kak Adit itu orangnya kek gimana?"

sambil memeluk erat badan adiknya itu.

"Ohw Adit, baik kok anaknya. Emang kenapa kak?"

"Ngk sih, kakak cuman pengen tau doank!"

"Alah biilang aja kakak naksir kan sama dia?"

Anna yang mendengar ucapan itu dari adiknya, membuat ia tersipu malu. Dan berhenti menanyai Adit.

"Di rumah aja kak baru aku ceritain"

Terdengar helaan napas dari Anna.

Beberapa menit kemudian akhirnya mereka pun sampai di rumah.

Terlihat dari arah kejauhan Rey dan anna melihat sosok wanita yang begitu mereka cintai, rupanya ia adalah ibunda tercinta yg telah menunggu mereka pulang.

"Ma"

Suara Anna yang masih di atas motor, dari arah kejauhan sambil melambaikan tangan.

Setiba di depan rumah.

"Assalamualaikum mama," sahut Anna dan Rey dengan kompak.

"Waalaikumussalam, kenapa baru pulang nak?" perasaan yang risau di rasakan Mama.

"Tuh! kak Anna tadi pingsan Ma, di sekolah, terus siumanya agak lama." Ujar Rey.

"lah, kok gitu? kenapa kakak ngk kasih tau Mama!" terlihat Mama yang langsung panik.

Anna yang saat itu tidak memberi jawaban ia hanya terdiam mendengar ucapan mamanya. Bersikap seolah-olah tidak ingin merepotkan siapapun.

"Ngkpp kok Ma! Anna udah baikan kok, jadi Mama ngk usah khawatir sama aku yh" Anna mencoba menyakinkan mamanya tersebut.

"Tapi, lain kali jangan gitu yh nak! Mama kan jadi khawatir sama kamu" ujar Mama yang tak ingin kejadian buruk menimpa putrinya itu.

"Tau nie kakak! kenapa ngk kasih kabar ke aku dan Mama, kan jika kita tau nanti kita ke sekolah kaka, bdw Ayah udah tau belum kak?"

"Ngk usah bilang ayah nanti ayah malah kepikiran lagi sama aku, please yh Ma! dek! kakak mohon."

"Yasudah kalau gitu kakak mandi trus makan yh nak" ujar Mama yang langsung mencium testa anna.

"Siap Ma!"

keluarga Anna adalah keluarga yang hidup dengan kebutuhan yang sangat layak, di mana Ayahnya adalah salah satu pimpinan dari beberapa perusahaan ternama yang ada di Jakarta maupun di luar Kota. Begitupun dengan Ibunya yang juga mempimpin 3 perusahaan atas peninggalan dari kedua orang tuanya. Namun, hal ini tidak mengurangi kesibukan mereka untuk selalu memperhatikan anak-anaknya. Selain itu, tak ada satu pun teman yang tahu bahwa Anna dan Rey adalah ornag yang berada. Semua identitas mereka, di sembunyikan dengan baik-baik.

Selain orang tuanya sibuk tetapi Anna dan Rey tahu diri. Kedua orang tuanya tak membebani pikiran Anna dan Rey.

Jadi tak heran kan? jika keluarga mereka adalah keluarga yg sakinah mawadah warohmah.

Di balik itu juga, tak ada rasa sombong pada diri mereka. Apalagi niat buruk walau sekecil apapun tidak timbul pada pendirian mereka. Keluarga ini ibarat padi semakin ke atas semakin menunduk.

Sesampai di kamar, Anna langsung mandi dan beres-beres. Beberapa menit kemudian semuanya telah usai kini saatnya ia menerima jawaban dari Rey mengenai Adit.

'Duuukkkk duuuukkkk'

langkah kaki Anna menuju ke luar kamar.

"Ade, kamu dimana si?"

"Dek ... Dek ... Dek"

"Yah kak, ada apa? aku di ruang lukis," sahut Rey yang menjawab dari atas tingkat.

"Iya kakak kesana?"

Dari arah belakang nampak suara seseorang, teryata itu adalah suara ibunya yg menegur Anna.

"Ada apa sih, kak! kok teriak-teriak begitu emangnya ada apa?" Mama yang begitu penasaran.

Anna yang mendengar kata mamanya langsung tersenyum malu seakan-akan ada yang ia tutupi.

"Eh Mama, hehehehe ... ngk ada apa-apa kok ma!"

"Dih-dih anak mama yg cantik ini kenapa senyum-senyum sendiri, nahloh ada apa yah?"

"Ngk kok Ma, ngk ada apa-apa, Anna hanya ingin tanya sesuatu sama Ade" ujar Anna dengan wajah yang mulai memerah.

"Yaudah kalau gitu, Mama mau lanjut kerja dulu yah sayang"

"Ok Ma."

Selepas itu ia pun menemui adiknya yang berada di lantai atas tempat ruang lukis bagi keluarga itu.

'tok tok tok' suara ketukan pintu dari luar.

"Dek aku masuk yah"

"Masuk aja kak, kamarnya ngk di kunci kok," sahut Rey.

"Assalamualaikum"

"Waalaikumussalam"

Rey yang saat itu sedang melukis akhirnya terhenti sesaat kedatangan kakaknya.

"yeh kak ada apa?"

"Ade lupa yeh yang di motor tadi?"

"motor?"

Anna meyakinkan kembali ingatanya.

"Ohw itu, yang pertanyaan kakak mengenai kak Adit"

Anna langsung mengangguk.

"Ohw iya-iya! ada apa emangnya kak?, emang itu wajib aku ceritaain yah! cie-cie kakak nie, aku curiga deh" Rey sangat mengusili sang kakak.

Wajah Anna pun memerah, senyuman malu- malunya terlukis di wajah.

"Kan ade udah janji sama kaka mau ceritain dia"

"Tapi, kok kakak malah maksa yah buat aku ceritain, cie kaka!"

"Apa sih dek"

Anna pun semakin malu, wajahnya tambah memera.

"Nanti aja yh kak, lagian aku juga lagi lukis nanti yg ada konsentrasi aku malah terganggu"

Rey pun melanjutkan lukisanya. sebetulnya ia tak serius melukis ia hanya ingin mengerjai kakaknya saja.

"Dek ayolah please, Dek"

desakan Anna tetap tak mempan, ia gagal untuk membuat Rey menceritakan Adit. Di dalam hati Rey, ia tertawa melihat keadaan kakanya itu yang selalu memaksa ia untuk tetap mengatakan sesuatu tentang Adit.

"Hahaha hahha" sembari menatap Anna.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED