Sampul Novel Berselingkuh dengan calon suami adik ipar

Berselingkuh dengan calon suami adik ipar

9.0 / 10.0
Amel, wanita 24 tahun, menderita lahir batin akibat perlakuan kasar Andre, suaminya yang dingin. Guna melepaskan diri dari himpitan finansial dan siksaan batin, ia nekat berselingkuh dengan Arman, tunangan Bella yang merupakan adik iparnya sendiri. Hubungan terlarang itu berjalan mulus bertahun-tahun tanpa ketahuan. Namun, situasi mendadak rumit ketika Andre berniat memperbaiki sikapnya. Kini Amel bimbang antara memaafkan suaminya atau terus bersama Arman.
Ringkasan Berselingkuh dengan calon suami adik ipar
Amel, wanita 24 tahun, menderita lahir batin akibat perlakuan kasar Andre, suaminya yang dingin. Guna melepaskan diri dari himpitan finansial dan siksaan batin, ia nekat berselingkuh dengan Arman, tunangan Bella yang merupakan adik iparnya sendiri. Hubungan terlarang itu berjalan mulus bertahun-tahun tanpa ketahuan. Namun, situasi mendadak rumit ketika Andre berniat memperbaiki sikapnya. Kini Amel bimbang antara memaafkan suaminya atau terus bersama Arman.
Baca Selengkapnya

Berselingkuh dengan calon suami adik ipar Bab 1

"Bang."

"Um," sahut suaminya Amel jutek. Dia sedang fokus bermain game di layar ponselnya.

"Besok temani aku ke pasar yah, aku mau belanja perlengkapan dapur seminggu." Amel yang lagi menyisir rambut putrinya meminta kepada suaminya walau dia tahu bahwa suaminya akan menolak tapi dia tetap memintanya.

"Pergi aja sendiri! Kamu punya kakikan, masih bisa jalan!" bentak suaminya Amel.

"Ongkos ke pasar sekarang naik Bang, kan sayang uangnya sudah bisa isi minyak motor bisa berulang kali ke pasar," sahut Amel dengan sopan.

"Manja banget sih! Tau ah, pergi aja sendiri!" Andre bangkit dari tempat duduknya dengan wajah kesal melemparkan asbak rokok ke hadapan Amel.

Prang! Prang! Prang!

Suara asbak rokok yang terbuat dari kaleng itu mengeluarkan bunyi sambil berputar-putar di atas lantai yang dilapisi karpet berwarna biru.

Amel langsung memeluk putrinya sembari menutup kedua telinganya dengan telapak tangannya. "Astaga, Mas! Nggak bisa baik-baik apa, nggak usah main kasar gitu!" 

"Apa? Melawan Kamu hah! Sudah berani Kamu sama Saya?" gertak Andre yang sedang berdiri di hadapan Amel dan putrinya seraya berkacak pinggang.

Amel yang takut melihat sorot mata suaminya yang merah dan menatap tajam ke arahnya hanya bisa meneguk saliva berulang kali. Hatinya meronta-meronta ingin membalas perbuatan suaminya itu tapi apalah daya sebagai seorang perempuan yang kekuatannya pasti kalah dibandingkan dengan pria.

Amel menatap dingin ke arah Andre tapi sebenarnya tubuhnya sudah gemetaran karena takut jika suaminya akan berbuat lebih buruk dari itu. Amel memilih untuk mengalah dan diam dengan sikap suaminya.

"Awas, jika sekali lagi Kamu berani ngebantah aku nggak segan-segan pukul Kamu! Biar tau rasa!" ketus Andre dan pergi meninggalkan mereka.

Putrinya Amel yang bernama Sari menatap sendu padanya. "Ma, ayah kok jahat banget sih?" tanya Sari kepada Amel yang terkuat sedang pilu dan pikirannya kacau akibat cemoohan dan sikap kasar suaminya.

Memang sih, suaminya itu tidak pernah melakukan kekerasan dalam rumah tangga akan tetapi, dia suka sekali melempar barang-barang yang berada di sekitarnya seenaknya saja.

Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah, Amel dan putrinya pergi ke pasar dengan menaikkan angkutan umum pulang pergi. Sisa uang setelah membeli perlengkapan dapur selama satu Minggu tinggal seratus ribu lagi.

Sesampainya di rumah, Amel melihat suaminya sedang asyik menonton televisi dengan santainya di atas sofa seraya memegang ponselnya. Ponselnya ini tidak pernah lepas dari genggamannya selalu ia bawa kemanapun, bahkan saat buang air besar saja dia bawa ke kamar mandi.

Amel mendecakkan bibirnya melihat tingkah suaminya yang tidak pernah mendengarkan dirinya, padahal dulu waktu pacaran suaminya ini salah satu lelaki terbaik yang pernah singgah di dalam hidupnya.

"Amel! Amel!'' panggil Andre dengan berteriak sekeras-kerasnya dari dalam kamar mandi.

Amel yang sedang menyiapkan makan siang bergegas menghampiri pintu kamar mandi yang tertutup rapat.

"Iya, Bang! Ada apa?" tanya Amel penasaran karena teriakannya seperti sedang melihat hantu saja.

"Ambilkan aku handuk! Aku mau mandi!" teriak Andre dari dalam kamar mandi berukuran dua kali tiga meter.

Aku menepuk jidatku karena kesal mendengar suruhannya "Astaga! Selalu begitu, kalau mau mandi selalu meninggalkan handuk, dan akulah yang disuruh-suruh untuk mengambilnya."

"Kamu ngomong apa sih! Cepat!" 

Amel yang selalu ingin berontak tapi selalu gagal karena suaminya tidak pernah memberikan ruang untuk itu. Dia bergegas mengambilkan handuk di kamar dan memberikannya sesegera mungkin kepada suaminya itu.

"Lama banget sih!" Andre merampas handuk biru itu dari tangan Amel. 

Amel meninggalkannya dan kembali menghidangkan nasi di atas meja makan. Andre keluar dari kamar mandi dengan setengah telanjang seraya mengibas-ngibaskan rambut pendeknya yang masih basah hingga mengenai wajah Amel. 

Aroma tubuhnya yang wangi membuat nafsu birahi Amel naik, apalagi dia jarang sekali mendapatkan itu dari suaminya karena Andre terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.

Andre berjalan menuju kamar untuk memakai pakaiannya. Dan lagi-lagi nama Amel di panggil oleh ya dengan suara keras dan lantang. "Amel!"

"Astaga! Apa lagi sih!" Amel bergegas menuju kamarnya dan menatap suaminya yang masih mengenakan handuk dengan tubuh kekar dan eksotis.

"Mana celana dalamku!" bentak Andre.

" Mau ambil celana dalam saja harus manggil-manggil aku," kata Amel ketus di dalam hatinya.

"Kok bengong? Buruan cari!"

"I-iya bang," jawab Amel terbata-bata. Amel segera menjelajah isi lemarinya untuk mendapatkan apa yang diminta oleh suaminya itu.

"Ini!" Amel memberikan celana dalam berwarna hitam padanya. Andre dengan wajah kecut meraihnya seraya memakinya di depan mata Amel.

Amel memasang wajah menggoda, menatap Andre dengan penuh nafsu. Darahnya berdesir serta tarikan nafasnya yang tidak teratur saat melihat suaminya yang hanya mengenakan pakaian dalam saja.

"Bang…" Amel memasang suara manja dan menggoda. Dia mengelus perut suaminya itu seraya menyentil lembut alat kelaminnya.

"Apaan sih, Mel! Ini masih siang, tau waktu dong!" ketus Andre seraya menepiskan tangan Amel.

Amel yang tadinya sudah naik nafsunya mendadak geram dan marah terhadap sikap suaminya. Raut wajahnya menjadi masam, dia berbalik dan meninggalkan suaminya itu seorang diri. 

Semua makanan sudah siap saji di atas meja, sedangkan Sari sudah mengambil terlebih dahulu piring untuk tempatnya makan.

"Sari, sudah lapar yah?"

"Iya, Ma."

"Sini piringnya, biar Mama ambilkan."

Sari memberikan piring kosongnya itu dan aku mengisinya dengan nasi dan lauk pauk ikan mas asam padeh.

Andre yang sudah memakai pakaiannya menghampiri Amel dan sari yang sedang menikmati makan siang mereka. Andre menarik kursi dan mendaratkan bokongnya di atasnya. Dia bergeming tak bergerak sedikitpun hanya menatap apa yang ada di atas meja makan.

"Bang, ini," ucapku seraya meletakkan piring yang sudah berisi nasi dan lauknya. Dia mengambilnya dari tanganku dan menyantap masakanku itu dengan nikmat.

"Bang, kata istrinya si Polan Kamu masih suka yah memakai narkoba itu?" tanya Amel pada suaminya yang tidak pernah menyukai perbuatan terlarang itu.

"Percaya saja padanya tidak usah percaya padaku!" ucap Andre kesal. Walaupun dia orangnya kasar terhadap istrinya, tapi kalau masalah yang satu ini dia tidak pernah melakukannya tanpa sepengetahuan istrinya. Dan dia diam-diam memakainya di luaran.

"Katanya kamu pergi bersama suaminya tadi malam, Kamu jangan bohong deh Bang!" Amel menekankan kepada suaminya seraya mengintimidasinya.

"Ini jam makan, apa aku nggak bisa menikmatinya? Kamu nyerocos aja!" 

"Jawab dulu pertanyaanku, Bang! Apa kamu memakai barang terlarang itu lagi? Aku sudah bilang, aku tidak sama dengan istri kawan-kawanmu itu yang membiarkan suaminya begitu!"

Andre tidak menggubris ucapan Amel, dia memutar bola mata malas di hadapan Amel sembari mengernyitkan bibirnya ke samping.

"Terserah Kamu deh, Bang! Jika Kamu tetap memakainya aku nggak akan segan-segan kibusin Kamu sama polisi! Apa untungnya coba memakai barang terlarang seperti itu yang sudah jelas-jelas akan merusak badan dan pikiran kita!"

Brak!

Andre yang tidak tahan mendengar cemoohan dari Amel memukul meja makan dengan kedua telapak tangannya. Nasi di piringnya hanya habis setengah.

"Aku sudah bilang tidak memakainya, jika kamu ingin laporkan aku ke polisi, silahkan saja!" 

"Emangnya Kamu pikir aku takut? Aku tahu kalau kamu nggak akan tega lakuin itu!" gumam Andre di dalam hatinya sembari menyunggingkan senyum meledek pada Amel.

Amel terdiam dan meneguk salivanya seraya menatap putrinya sari yang masih duduk di kursi menatap pertengkaran mereka berdua. Amel kasihan sekali pada putrinya ini yang hampir setiap hari mendengar Pertengkaran di antara mereka.

Amel mendengus kesal dan beralih kepada sari. Dia membawa Sari pergi dari sana menuju kamar tidurnya.

"Entah sampai kapan aku harus begini, menahan semua perlakuan kasar dan sikap acuhmu terhadap diriku," kata Amel di dalam hatinya.

Amel menemani Sari di dalam kamarnya sambil membacakan dongeng agar ia tertidur pulas. Setiap pukul dua siang, Amel akan menemani putrinya untuk tidur siang. Sambil rebahan Amel memainkan ponselnya, membuka Facebook untuk mencari kesenangan agar pikirannya kembali normal.

Foto profil yang dia pajang di facebooknya merupakan foto sendiri sedangkan, sampulnya foto bersama Andre dan putrinya. Karena kecantikan Amel, dia sering dikirimi messenger dari berbagai pria lajang maupun suami orang yang mengajaknya berkenalan bahkan ada juga yang ingin lebih dekat.

Bukan hanya itu saja, seorang pria saat temannya di SMP dulu juga menyukainya dan sering mengirimkan pesan via messenger. Namun, Amel tidak pernah menghiraukan itu karena dia adalah tipe wanita yang setia sedari anak gadis.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Berselingkuh dengan calon suami adik ipar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
9.3
Divonis hanya memiliki sisa tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya, David, memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, sang adik angkat. Alih-alih melawan, ia memilih menghentikan pengobatan, menyetujui perceraian, serta merelakan anak dan bisnis perhiasannya diambil alih oleh Emma. Di saat seluruh keluarganya memuji keputusan tersebut tanpa rasa curiga, ia menanti reaksi mereka saat ajal akhirnya menjemputnya.
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika yang butuh biaya medis besar dan donor langka, Alya terpaksa menerima tawaran Niko. Pengusaha kaya yang mendambakan keturunan itu mengajukan perjanjian ibu pengganti. Meski awalnya ragu, Alya menyetujuinya demi sang ibu. Tak disangka, benih asmara justru tumbuh di antara mereka hingga memicu pergolakan batin. Ketika sebuah rahasia besar akhirnya terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur setelah kesuciannya dirampas paksa akibat rencana jahat kakek pacarnya sendiri. Tragisnya, sang kekasih justru mencampakannya demi menikahi wanita lain. Di titik terendah, Lula diselamatkan oleh orang tua kandungnya yang ternyata konglomerat kaya raya. Didukung kekuatan keluarganya, ia pun menyusun rencana balas dendam demi menghancurkan mantan kekasih beserta keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang dicarinya?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menguak sisi kehidupan tersembunyi yang jarang dibahas. Di balik topeng kesucian, terdapat luka mendalam, dilema, serta kerinduan emosional yang rumit. Melalui penyampaian yang realistis dan eksplisit, Anda diajak merenungkan jati diri di tengah kegelapan demi meraih titik terang. Sebuah bacaan penuh makna tentang pencarian hakikat hidup dan cinta yang berliku, siap memberikan sudut pandang baru yang mendalam bagi pembacanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED