Di tengah-tengah aula istana Alam Langit yang megah, Aranjo berlutut dengan kedua tangan terkepal erat di atas pangkuannya. Dua saudarinya juga berlutut tetapi di sisi lain dan mereka di dampingi ayah dan ibu tirinya yakni Dewa Malam dan Dewi Angin.
Aranjo tidak berani mengangkat wajahnya, dirinya hanya menatap ke bawah. Saat ini dirinya dalam masalah besar dan tidak ada yang dapat dilakukannya selain hanya menerima hukuman. Mereka semua berada di hadapan Kaisar Langit, penguasa seluruh Alam. Kaisar Langit selalu di dampingi oleh Sang Kaisar dalam mengambil setiap keputusan.
Kaisar Langit duduk di singgasananya dengan Kaisar duduk di sisi kanan.
"Ada masalah apa?" tanya Kaisar Langit dengan suara yang berat.
"Hormat kepada Kaisar Langit! Hari ini kami sekeluarga datang menemui Kaisar Langit untuk meminta keadilan!"
"Aranjo, berikan hukuman seberat-beratnya! Dewi itu dengan berani menggoda calon tunangan Halley, putri bungsu kami! Terang-terangan menggunakan kekuatan sihir iblis untuk merayu Dewa Api, Vulcan!"
"Berikan keadilan untuk Halley! Berikan hukuman agar dirinya tidak lagi berani mengulangi kejahatannya itu!" seru Dewi Angin dengan suara menggelegar.
Sejak awal dirinya tidak pernah menerima Aranjo masuk ke dalam keluarganya. Anak itu adalah hasil hubungan gelap antara suaminya dengan Putri Raja Iblis. Darah Iblis mengalir di tubuh Aranjo dan itu membuatnya memiliki kekuatan iblis.
Aranjo menunggu untuk melihat apakah ayahnya Sang Dewa Malam akan memberikan pembelaan untuknya. Dirinya dijebak oleh kedua saudari dan ibu tirinya, ini bukanlah kali pertama. Namun jebakan kali ini cukup membuat dirinya diusir dari Alam Langit.
"Aku mohon berikan kami keadilan!" seru Dewi Angin kembali dengan gusar.
"Perbuatan buruk yang melanggar norma-norma Alam Langit! Aku putuskan untuk memberikan hukuman..." Kaisar Langit tidak menyelesaikan kalimatnya karena dihentikan oleh Sang Kaisar dengan mengangkat sebelah tangannya.
Kaisar adalah Dewa Agung yang dihormati dan ditakuti serta kekuatannya terkenal di seluruh alam. Kaisar Langit telah berganti beberapa kali, tetapi Sang Kaisar tetap sama yakni Dewa Archer.
"Hukuman untuk menjalani 10 kehidupan di dunia fana!" ujar Sang Kaisar. Kaisar selalu terlihat tenang, Dewa yang dijuluki dengan sebutan Dewa tanpa perasaan dan itulah yang selalu terlihat. Kaisar selalu berekspresi datar tanpa menunjukkan emosi apapun.
Aranjo perlahan mengangkat wajahnya, dirinya sangat akrab dengan suara itu. Suara Sang Kaisar yang Agung dan saat Aranjo menatap langsung ke arah Sang Kaisar, dirinya sangat terkejut. Kaisar itu adalah teman siluman yang dikenalnya. Teman siluman yang telah menolongnya dan membiarkan Aranjo memperlajari banyak pengetahuan.
Secercah harapan muncul dihatinya berharap Sang Kaisar kembali menolong dirinya.
Namun, bukankah Kaisar barusan menyebutkan hukuman apa yang harus. Seketika hatinya kembali merasa dingin, bahkan teman yang sangat dipercayainya juga tidak berpihak padanya.
"Biarkan Aranjo menjalani 10 kehidupan di dunia fana dan menghadapi bencana cinta!"
"Setelah selesai menjalani 10 kehidupan maka dirinya dapat kembali ke Alam Langit. Jika menemukan Dewa yang bersedia menikahinya, maka saat itu Aranjo akan di angkat menjadi Dewi Agung!" jelas Sang Kaisar.
Dewi Angin menatap tidak percaya kepada Sang Kaisar. Dewi Angin merasa hukuman itu terlalu ringan, bukankah Aranjo akan kembali ke alam langit dalam 1000 hari kedepan. Satu tahun di dunia fana sama dengan satu hari di alam langit.
Awalnya Dewi Angin berharap Aranjo akan di buang ke sumur penghancur jiwa yang mana di tempat itulah ibu Aranjo mengakhiri hidup abadinya. Dan setiap Dewa maupun Dewi yang menjalani bencana di dunia fana, setiap mereka menyelesaikan kehidupan itu kekuatan sihir akan berlipat ganda.
"Tetapi bukankah hukuman itu terlalu ringan?" tanya Dewi Angin.
"Jika begitu, bagaimana jika aku perintahkan kedua putri Anda menemani Aranjo menjalani 10 kehidupan di dunia fana?" tanya Sang Kaisar santai.
"Aku mohon jangan!" ujar Dewi Angin sambil berlutut memohon belas kasihan Sang Kaisar.
Aranjo tertawa sinis melihat bagaimana mereka dengan santai memutuskan hukuman apa yang pantas diterimanya. Semua tatapan tertuju pada Aranjo karena suara tawa yang berasal dari dirinya.
"Apakah ada yang hendak kamu sampaikan?" tanya Kaisar Langit tidak senang.
Bukankah hukuman atas dirinya sudah diputuskan, jadi tidak akan ada masalah besar jika dirinya mengutarakan isi hatinya.
"Aku hanya teringat akan gulungan naskah yang aku baca! Dari gulungan itu aku mempelajari bagaimana cara manusia di dunia fana menjalankan penegakan hukum. Di dunia fana, mereka memiliki hakim yang berhak memutuskan apakah seorang pelaku kejahatan akan dihukum atau tidak. Dan untuk memastikan apakah tersangka bersalah atau tidak, mereka akan mendengar penjelasan dari saksi, korban maupun pelaku serta menguatkan dugaan dengan bukti-bukti sebelum membuat keputusan! Bukankah seharusnya Alam Langit harus belajar dari manusia untuk menyempurnakan sistem hukum di sini?" ujar Aranjo.
"Kamu sangat lantang!" tegur Kaisar Langit dengan keras.
Lagi Kaisar mengangkat tangannya meminta Kaisar Langit menghentikan ucapannya. Tatapan seluruh anggota keluarga tertuju padanya, siapa yang menyangka Aranjo selain memiliki nyali juga memilki pengetahuan.
"Apakah ada lagi yang hendak kamu sampaikan?" tanya Sang Kaisar.
"Setelah saya selesai menjalani 10 kehidupan di dunia fana, bukankah tadi Anda mengatakan aku akan diangkat menjadi Dewi Agung jika menikah dengan salah satu Dewa Alam Langit?" tanya Aranjo dan menatap langsung kearah Sang Kaisar.
"Iya!" jawab Sang Kaisar.
"Apakah semua Dewa dapat saya nikahi tanpa terkecuali?" tanya Aranjo kembali.
"Benar!" jawab Sang Kaisar.
"Itu artinya termasuk diri Anda?" tanya Aranjo. Jika dirinya harus menikah dengan salah satu Dewa Alam Langit maka Kaisar adalah yang diinginkannya.
Dewi Angin tersenyum sinis begitu juga dengan kedua saudarinya. Di seluruh alam siapa yang tidak tahu Sang Kaisar memiliki julukan Dewa tanpa perasaan atau Dewa berhati batu. Begitu banyak Dewi Agung yang berusaha mendekati dan mendapatkan hatinya tetapi semua gagal serta tidak mendapatkan apapun. Dan Aranjo dengan percaya diri menyatakan niatnya, bukankah itu sama dengan lelucon.
Namun, pendapat ayahnya berbeda, Aranjo memiliki aura iblis yang kental dan itu mengalir di dalam darahnya. Begitulah dulu dirinya jatuh cinta dan menjalin hubungan gelap dengan ibu Aranjo, Putri Raja Iblis.
Begitu juga dengan Kaisar, saat dirinya mendengar pertanyaan Aranjo ada sesuatu menggelitik perasaannya yang mana tidak pernah dirasakan selama masa hidupnya.
"Iya, termasuk diriku!" jawab Sang Kaisar.
"Baik! Maka tunggu saya kembali dan setelah menjadi Dewi Agung, aku akan mengembalikan semua yang telah kalian berikan tanpa kurang satu hal apapun!" ujar Aranjo sambil mengalihkan pandangannya dari Sang Kaisar kepada keluarganya.
"Ada hal yang harus kamu ketahui,. sebelum menjalani kehidupan fana! Kamu akan berjodoh dengan pria-pria yang berpengaruh dan bagi mereka yang sudah menjalani bencana cinta dengan dirimu, maka jodoh kalian hanya sampai disana. Mereka tidak akan memiliki jodoh denganmu lagi di kehidupan berikutnya maupun di kehidupan Alam Langit!" ujar Sang Kaisar.
"Baik!" jawab Aranjo.
Lalu dua prajurit Alam Langit datang menghampirinya dan memegang kedua lengannya, mereka berjalan keluar dari aula megah yang disanggah dengan pilar-pilar raksasa. Kedua prajurit itu mengantar Aranjo ke pintu portal dimana Dewa maupun Dewi yang melewati portal itu akan terlahir sebagai manusia biasa di dunia fana.
Setelah melihat Aranjo meninggalkan aula, Kaisar pun pamit kepada Kaisar Langit dan kembali ke kediamannya.
Tentu dirinya memiliki tujuan lain atas keputusan yang diambilnya. Kaisar yakin setelah melewati 10 kehidupan di dunia fana dan melewati bencana cinta, itu akan membuat Aranjo tidak memiliki perasaan. Itu akan sangat bagus terutama untuk meningkatkan kekuatan sihir, Aranjo memiliki bakat yang unik dan Kaisar sudah melihat hal tersebut sejak semula.
Namun, perkataan Aranjo tentang menikahinya sempat membuat dirinya ragu apakah keputusannya tepat atau tidak?
Keputusan telah diambil, saat ini hanya dapat menunggu Aranjo selesai menjalani hukumannya.
Aranjo bersama dua prajurit itu berjalan cukup jauh. Mereka menaiki anak tangga yang cukup banyak menuju portal ke dunia fana. Jika hanya untuk pergi ke dunia fana para Dewa dan Dewi dapat melakukannya tanpa melewati portal tersebut, tetapi saat ini Aranjo harus melewati portal itu agar dapat terlahir kembali sebagai manusia di dunia fana.
Akhirnya mereka tiba di tempat tujuan, tempat yang sangat luas dengan lubang besar di tengah-tengah. Seorang Dewi menghampirinya dan kedua prajurit itu meninggalkan Aranjo di sana.
"Aranjo! Titah atas hukuman mu telah saya terima!"
"Dengarkan baik-baik!"
"Ini adalah kehidupan pertama yang akan kamu lalui di dunia fana dan masih ada sembilan kehidupan yang harus kamu lalui. Setelah kamu melompat ke dalam lubang itu maka kamu akan terlahir sebagai manusia. Saat kamu berusia 15 tahun, ingatanmu sebagai Dewi akan kembali. Setelah kembali, kamu juga akan mengingat jelas kehidupanmu di dunia fana!" ujar Dewi penjaga portal.
Aranjo terdiam, ternyata keputusan Kaisar cukup kejam, dengan membuat dirinya tetap mengingat 10 kehidupan yang akan dijalaninya di dunia fana.
Itu artinya semua rasa sakit dan sedih yang dilaluinya, akan selalu diingatnya walau setelah kembali menjadi Dewi. Biasanya Dewa maupun Dewi yang menjalani cobaan di dunia fana akan melupakan siapa diri mereka dan juga melupakan semua yang mereka alami di dunia fana saat kembali ke Alam Langit.
"Dan di setiap jeda antar kehidupan kamu diijinkan kembali ke Alam Langit untuk memulihkan diri!" lanjut Dewi itu.
Aranjo hanya memilki satu jalan dan tidak ada jalan kembali. Jadi Aranjo berjalan perlahan menuju lubang portal. Saat itu ingatannya kembali pada kejadian yang membuatnya menerima hukuman ini.
***
Seperti biasa Aranjo hanya akan berada di Paviliun saat ada acara penting di kediaman besar. Dari apa yang dikatakan oleh Ara, hari ini adalah hari dimana Dewa Api, Vulcan datang melamar salah satu putri Dewa Malam.
Yang tidak diketahuinya adalah Dewa Api hendak melamar Aranjo bukan kedua saudarinya.
Dewa Api terpesona dengan penampilan Aranjo yang memainkan harpa di acara ulang tahun Dewa Malam. Walaupun wajah Aranjo selalu tertutup cadar dan beredar luas rumor akan rupanya yang buruk, tetapi hal tersebut tidak menggoyahkan tekad Dewa Api untuk melamar putri sulung Dewa Malam.
Hal tersebut membuat ibu tirinya, Dewa Angin berang begitu juga dengan kedua saudarinya. Dewa Api cukup terkenal di Alam Langit selain karena kekuatan sihirnya yang tinggi, Dewa Api juga memiliki rupa yang memesona.
Lamaran itu diterima tetapi bukan untuk Aranjo melainkan Halley, putri bungsu Dewa Malam dan Dewi Angin. Namun hal tersebut tidak mereka katakan sampai pada saat acara lamaran di adakan.
Saat itu Aranjo yang berada di Paviliun terlompat kaget karena ketukan pintu yang keras. Aranjo membukanya dan melihat salah satu pelayan kediaman utama yang berdiri di depan pintu.
"Ara, Ara dia tidak sadarkan diri!" ujar pelayan itu dengan cemas.
Setelah berapa kali dijebak oleh ibu tiri dan kedua saudarinya, dirinya selalu menghindar jika diminta ke kediaman utama. Tetapi saat ini mendengar Ara tidak sadarkan diri membuat Aranjo panik. Ara adalah pengasuhnya, tetapi bagi Aranjo, Ara adalah segalanya bagi dirinya.
Aranjo berlari cepat menuju kediaman utama dan diikuti pelayan itu. Saat tiba di kediaman utama, pelayan itu membawa Aranjo ke salah satu koridor kediaman itu.
"Itu, diruangan itu Ara berada!" ujar pelayan sambil menunjuk ke ruangan paling ujung yang ada di sepanjang koridor.
Aranjo berlari dan tidak peduli dengan hal yang lain, dirinya hanya ingin memastikan Ara baik-baik saja.
Halley bersembunyi di balik salah satu pilar koridor dan menggunakan kekuatan sihirnya membuat tali pengikat cadar Aranjo putus. Aranjo berhenti sebentar dari larinya dan memungut cadar hitam yang sudah terjatuh di lantai.
Aranjo hanya menggenggam cadar itu karena tali pengikat telah putus jadi tidak dapat dipakai lagi. Dan Aranjo tidak butuh cadar untuk bertemu dengan Ara.
Aranjo mendorong kuat pintu kayu ruangan itu dan berlari masuk ke dalam. Matanya melihat ke seluruh ruangan mencari keberadaan Ara. Namun dirinya tidak menemukan Ara, melainkan Aranjo sangat terkejut saat bertatapan langsung dengan seorang Dewa yang tidak dikenalnya.
Aranjo mundur beberapa langkah dan dengan tatapan terkejut, Aranjo berkata, "Siapa Anda? Dan dimana Ara?"
Vulcan, Dewa Api terpesona dengan kecantikan Aranjo. Seperti perkiraaannya Dewi itu sangatlah memukau dan keputusannya tepat untuk mempersunting Dewi itu.
Walau memiliki kekuatan sihir yang cukup tinggi tetapi itu tidak mampu menahan aura Aranjo. Tatapan mata dan senyuman dapat menyihir yang melihat. Namun raut ketakutan saat ini dapat membuat yang melihat kehilangan akal sehat dan menumbuhkan keinginan untuk memiliki agar dapat memberikan perlindungan kepadanya.
Vulcan menghampiri Aranjo dan Aranjo berusaha menghindar dari Dewa itu. Aranjo mundur satu langkah saat Dewa itu maju satu langkah. Sampai Aranjo terjebak di dinding dan tidak dapat menghindar dari Dewa itu. Tatapan mata mereka yang terkunci membuat Dewa itu semakin tersihir akan pesonanya.
Aranjo tidak dapat lagi memundurkan langkahnya dan saat ini Dewa itu berada tepat dihadapannya, menatapnya tajam. Kedua tangan Dewa itu memegang erat kedua sisi lengan atas Aranjo dan menarik tubuh Dewi itu mendekatinya. Aranjo tidak pernah berhubungan dengan Dewa manapun selama hidupnya dan ini adalah perasaan baru yang tidak di mengerti. Bukan rasa takut tetapi mengapa jantungnya berdebar begitu cepat dan Aranjo merasa wajahnya memanas.
Dewa itu mengecup bibir indah Aranjo, untuk sesaat Aranjo tidak yakin apa yang dilakukan Dewa itu. Vulcan memeluk tubuh indah Aranjo dan terus mengecup bibir indahnya.
Dan saat itu pintu kamar terbuka, kelakuan mereka di saksikan oleh begitu banyak pasang mata termasuk Dewa Malam dan Dewi Angin. Dewa Malam melepaskan sihir kepada Vulcan dan seketika Dewa itu terjatuh di lantai dan tidak sadarkan diri.
***
Itulah kejadian yang membuatnya berdiri di hadapan portal ini dan harus melewati 10 kehidupan di dunia fana. Amarah dan rasa benci menguasai hatinya, dirinya akan membalas ketidakadilan yang di alaminya.
Saat hendak melompat ke lubang portal terdengar gemuruh petir yang memekakkan telinga, tiga sambaran. Dan seketika Aranjo merasa dadanya terasa panas lalu menyentuhnya dan ternyata rasa panas itu berasal dari bulu Griffin. Aranjo menyimpan bulu Griffin di balik pakaiannya. Griffin, temannya memberi satu helai bulu emas untuk menjaga Aranjo dari roh-roh jahat. Apakah Griffin mengalami bencana petir? Jika benar maka itu bagus, karena Griffin dapat keluar dari hutan kabut.
Aranjo pun melompat ke dalam lubang portal untuk menjalani hukumannya.
***
Sebelumnya, kita kembali ke masa awal Aranjo lahir dan bagaimana Aranjo yang berdarah iblis dapat terjebak di Alam Langit.
Awal dari dunia adalah Tao. Tao melahirkan Ying dan Yang. Memisahkan yang keruh dengan yang jernih. Ini yang membuat terciptanya alam langit dan alam iblis.
Ying dan Yang saling berinteraksi dan menyatu lalu ada matahari, bulan dan bintang serta semua mahluk di dunia, juga membedakan yang baik dan jahat.
Setelah itu, semua mahluk mengelola dirinya sendiri. Ada yang menjadi dewa, monster dan iblis serta manusia yang terbuat dari daging dan darah.
***
Di hutan persik yang berada di alam bunga. Dua insan yang berasal dari alam berbeda sedang memadu cinta.
Desahan-desahan panas terdengar di hutan persik yang indah. Kelopak bunga berjatuhan terlihat sangat indah. Dua insan berbeda saling memuaskan hasrat masing-masing. Ciuman panas saling beradu saling memuaskan. Putri Iblis, Veela memeluk erat tubuh Sang Dewa Malam, Rigel, tubuh mereka menyatu dan saling memuaskan hasrat terlarang.
Tubuh Veela bergoyang naik turun dengan tubuh kekar Rigel di bawah tubuhnya. Hubungan cinta terlarang membuat hasrat mereka semakin terbakar. Rigel memeluk tubuh indah Veela mengecup setiap jengkal tubuh Sang Putri.
Sang Putri Iblis memiliki rupa yang menawan dan aura penggoda yang kuat, hal itu membuat Dewa muda tergila-gila padanya.
Pertemuan mereka di hutan persik bukanlah suatu kesengajaan, seakan takdir sedang mempermainkan mereka.
Mereka akan bertemu diam-diam di hutan persik ini untuk menjalin kasih dan memuaskan hasrat masing-masing. Tangan Rigel membelai tubuh indah Sang Putri, dan mengecup setiap jengkal tubuh indah Sang Putri. Veela melengkungkan tubuhnya ke belakang dan menikmati kehangatan bibir Rigel di seluruh tubuhnya yang indah.
Setelah pertempuran hasrat yang cukup panjang akhirnya tubuh keduanya terkulai lemas di hamparan rumput indah. Rigel memeluk Veela, mengelus kulit halus Sang Putri. Cinta terlarang yang tidak seharusnya terjadi, namun hasrat menutup akal dan mereka terus tenggelam lebih dalam di jurang kenikmatan.
Veela memeluk erat tubuh kekar Rigel, dirinya mencintai Dewa itu dan berharap pertemuan diam-diam seperti ini akan berlangsung selamanya. Rigel memeluk tubuh indah Veela dan mengelus punggung indah Sang Putri Iblis. Permainan cinta mereka seakan tiada akhir dan semakin membuatnya terus menginginkan lebih dan lebih. Tidak pernah ada kata puas di dalam hubungan terlarang mereka.
Sudah waktunya untuk kembali ke alam masing-masing. Veela bangkit dan merapikan pakaiannya. Rigel menatap penuh damba ke sosok Sang Putri Iblis, rambut panjang berwarna merah terang, tubuh indah dengan lekukan yang menawan dan wajah yang sangat rupawan dan semua itu disempurnakan dengan aura penggoda yang sangat kuat.
Saat pertama kali melihat Sang Putri Iblis, sudah membuat Rigel memikirkannya sepanjang waktu. Dan pertemuan kedua, Veela memberikan senyum indahnya dan itu langsung membakar hasrat yang selama ini Rigel sendiri tidak mengetahui dirinya memiliki hasrat gila seperti itu.
Mereka saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun tidak ada kata mungkin di dalam hubungan mereka. Alam langit dan alam iblis telah berseteru selama ratusan ribu tahun.
Walaupun saat ini alam langit memegang kendali penuh atas semua kehidupan tapi itu tidak menutup keinginan alam iblis untuk mengambil alih kekuasaan. Jadi tidak ada kemungkinan jika membicarakan hubungan mereka.
"Apakah harus kembali secepat ini?" tanya Veela dengan manja. Dirinya tidak pernah merasa puas dengan keberadaan Sang Dewa, dirinya menginginkan lebih dan lebih.
Rigel mengelus rambut indahnya dan mengecup lembut bibir merah yang merekah.
"Kita akan segera bertemu kembali!" bisik Rigel di telinga Veela.
Setelah mengucapkan itu, Rigel pun menghilang kembali ke alam langit. Begitu juga Veela yang juga kembali ke alam iblis.
Hubungan mereka akhirnya terendus oleh Raja Iblis dan menghukum Sang Putri dengan tidak membiarkannya keluar dari kamarnya ataupun meninggalkan alam iblis selangkah pun.
Sang Dewa Malam, Rigel di alam langit juga telah mendapat titah pernikahan. Dewa dan Dewi yang memilki derajat yang sama, baru dapat melangsungkan pernikahan. Dan semua pernikahan alam langit sebagian besar ditentukan oleh Kaisar Langit.
Titah tidak dapat di tolak jadi Rigel harus melaksanakan pernikahan itu. Rigel selalu menunggu Veela di hutan persik, namun Sang Putri Iblis tidak kunjung datang. Apakah Sang Putri Iblis telah melupakannya? Bukan rahasia bahwa Sang Putri Iblis memiliki sederet kekasih.
Hubungan percintaan di alam iblis sangat bebas dibandingkan dengan alam langit yang memiliki sederetan norma yang harus dipatuhi.
Veela menghabiskan hari-harinya dengan menangis di dalam kamarnya. Seluruh ruang kamar telah dipasang batas sihir oleh Sang Ayah, Raja Iblis. Tidak ada yang dapat melewati batas yang dibuat oleh Raja Iblis tanpa izin dan Veela hanya bisa menangis dan mengamuk di kamarnya.
Seorang pelayan yang telah melayaninya sejak lama, memasuki kamar dan menghampirinya seraya berkata "Putri, saya tidak dapat keluar dari alam iblis, semua area dijaga dengan ketat!"
Sang Putri Iblis memerintahkan pelayan kepercayaannya untuk pergi ke hutan persik menemui Sang Dewa untuk menyerahkan sepucuk surat yang telah di persiapkan.
Namun itu semua sia-sia, hubungan mereka terputus mendadak seperti ini, apakah Rigel mengkhawatirkannya? batin Veela dan kembali menangis.
Sang Putri Iblis menyeka air matanya dan menyentuh perut bagian bawahnya. Sang pelayan melihat jelas bagaimana Sang Putri menyentuh perut bagian bawah dengan rasa khawatir yang sangat kentara.
"Putri, apakah Anda..?" kata-kata Sang Pelayan terputus saat Veela menatap langsung padanya.
"Jangan biarkan siapapun mengetahui hal ini! Kau tahu apa yang akan dilakukan Raja jika mengetahui saya sedang mengandung anak dari seorang Dewa alam langit!" ujar Veela penuh kekhawatiran, dirinya yakin ayahnya akan membunuh dirinya dan anak yang berada dalam kandungannya.
"Oh...Putri.. apa yang harus kita lakukan?" tanya Sang Pelayan sambil berurai air mata, dirinya diangkat menjadi pelayan Sang Putri sejak kecil. Sang Putri menyelamatkannya dan membiarkan dirinya menjadi pelayan disisinya.
"Tenanglah! Kamu.. kamu harus berusaha mencari kesempatan untuk keluar dari alam iblis dan bantu saya mencari Rigel!" ujar Veela, hanya itu yang dapat direncanakannya saat ini sambil menjaga baik-baik kandungannya.
Sang Pelayan mengangguk mematuhi perintah Tuannya. Mengapa Tuan Putri Iblis yang terkenal akan kecantikannya dan sangat banyak pria berebut untuk mendapatkan hatinya, malah jatuh cinta kepada seorang Dewa alam langit. Itu merupakan aib paling hina jika diketahui oleh seluruh alam iblis.
Hari-hari berlalu dengan sangat lambat, kehamilan Tuan Putri Iblis mulai membesar namun itu bukan masalah karena dirinya masih dihukum tidak boleh keluar dari kamarnya. Sang Pelayan masih berusaha melewati penjagaan agar dapat mencari Sang Dewa, tapi itu masih sia-sia.
Sinar di mata Tuan Putri Iblis mulai meredup, tidak ada semangat untuk menjalani hidup. Veela sangat merindukan Rigel, sudah berbulan-bulan dirinya tidak melihat Dewa itu. Apakah Dewa itu juga merindukan dirinya seperti dirinya yang sangat merindukan Dewa itu? batin Veela.
"Tuan Putri..." panggil Sang Pelayan.
"Ada apa?" tanya Veela datar.
"Aku.. aku.." Sang Pelayan ragu-ragu hendak menyampaikan idenya.
"Katakan!" seru Veela kembali merasa sangat kesal melihat keraguan Sang Pelayan.
"Bulan depan, saat festival hantu berlangsung, penjagaan akan lebih longgar. Saat itu aku akan ke alam langit mencari Dewa itu!" ujar Sang Pelayan.
Satu bulan lagi, kehamilannya sudah memasuki usia matang dan sudah waktunya melahirkan. Apakah dirinya masih sempat bertemu Rigel sebelum melahirkan? Karena jika dirinya melahirkan lebih dulu sebelum bertemu dengan Rigel maka nyawa anaknya akan terancam.